Anda di halaman 1dari 4

THAYER-MARTIN AGAR Pendahuluan Kegagalan untuk mendiagnosa gonore pada wanita tanpa gejala infeksi adalah masalah yang

signifikan. Masalah ini akan dapat diatasi jika metode kultur tersedia untuk semua dokter.[1] Sebuah media selektif untuk kultur gonokokus dan meningokokus telah ditemukan oleh Thayer dan Martin pada tahun 1964. Media yang telah diperbaik ditemukan oleh penulis yang sama pada tahun 1966. Thayer-Martin adalah media selektif yang direkomendasikan untuk isolasi utama dari gonokokus dan meningokokus, di mana organisme tersebut kalah pada flora bakteri secara alami yang tumbuh cepat. Pertumbuhan oleh bakteri gram negative, gram positif dan jamur lain dapat dicegah dalam banyak kasus karena medium ini mengandungi 3 unit vankomisin, 7,5 mikrogram sodium colistimethate, dan 12,5 unit nistatin per mililiter.[1] Sejak diferensiasi Neisseria meningitidis dari neisseria lain di nasofaring, medium ini sulit, perkembangan metode laboratorium yang akan

menyederhanakan diagnosa meningokokus dan mengurangi beban kerja serta menjamin hasil yang lebih tepat dari pembawa organisme antara populasi besar harus dibawa ke perhatian peneliti yang bertanggung jawab. Media ini bisa sangat berguna dalam program pengawasan di pelatihan tantara, sekolah, penjara, atau dalam deteksi dan kontrol dari negara pembawa wabah sporadis pada populasi umum.[2]

Definisi Thayer-martin adalah medium yang membolehkan bakteria golongan neisseria untuk dikultur dan dalam masa yang sama dapat menghalang pertumbuhan bakteri gram positif, gram negatif dan flora normal lain.[1]

Komponen Thayer-martin agar mengandungi : a) 2.0% agar b) 0,24% dextrose c) 5.0 ug trimethoprim d) 3 unit vankomisin untuk membunuh gram positif bakteri e) 7,5 mikrogram sodium colistimethate untuk membunuh gram negatif bakteri f) 12,5 unit nistatin per mililiter untuk membunuh kebanyakan jamur.[3]

Indikasi Thayer-martin agar digunakan untuk menditeksi dan mendiagnosa gonore dan menigitidis yang disebabkan oleh bakteri dari golongan neisseria yaitu

Neisseria gonorrhoeae dan Neisseria menigitidis. a) Neisseria gonorrhoeae Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri kokus gram negatif yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (conjungtiva). Ia bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.

b) Neisseria menigitidis. Neisseria menigitidis (meningokokus) merupakan bakteri kokus gram negatif yang secara alami hidup di dalam tubuh manusis. Meningokokus bisa menyebabkan infeksi pada selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), infeksi darah dan infeksi berat lainnya pada dewasa dan anak-anak.[4, 5]

Interpretasi Perbandingan dari dua jenis media kultur yang digunakan untuk bakteri neisseria gonorrhoeae.

Perhatikan bahwa media agar coklat non-selektif di sebelah kiri, karena komposisinya, memungkinkan untuk pertumbuhan koloni organisme selain yang Neisseria gonorrhoeae, sedangkan selektif media Thayer-Martin di sebelah kanan, yang berisi antimikroba yang menghambat pertumbuhan organisme lain selain Neisseria gonorrhoeae, tidak menunjukkan pertumbuhan berlebihan, tetapi positif untuk bakteri Neisseria gonorrhoeae.[6]

DAFTAR PUSTAKA 1. Martin, J.E. and A. Lester, Transgrow, a medium for transport and growth of neisseria gonorrhoeae and neisseria meningitis. HSMHA, 2000. 86(1): p. 31-33. 2. Thayer, J.D., P.F. Frank, and J.E. Martin, Thayer-martin selective medeum for the culvation of neisseria meningitis from the nasopharynx. A.J.P.H., 2000. 55(6): p. 923-927. 3. Martin, J.E., J.H. Armstrong, and P.B. Smith, New System for Cultivation of neisseria gonorrhoeae. American Society for Microbiology, 2000. 27(4): p. 802-805. 4. Cohen, M.S., W.A. Rutala, and D.J. Weber, Gram-negative Coccal and Bacillary Infection, in Fitzpatrick,s Dermatology in General Medicine, L.A. Goldsmith, et al., Editors. 2012, McGrawHill: New York. p. 30963097. 5. Thayer, J.D. and J.E. Martin, Improved Medium Selective for Culvation of N. Gonprrhoeae and N. Meningitis. Pub H. Rep, 2000. 81(6): p. 559-562.

Anda mungkin juga menyukai