Anda di halaman 1dari 21

BAB 11 TINJAUAN TEORITIS

A. KONSEP DASAR MEDIS 1. Pengertian Labio palato schisis adalah malformasi yang disebabkan oleh gagalnya prosesus nasal median dan maksilaris untuk menyatu selama perkembangan embrionik (kapita selekta,jilid 2 ). Labio palato schisis adalah isura garis tengah pada palatum yang terjadi karena kegagalan dua sisi untuk menyatu selama perkembangan embrionik. (www geogle.com) 2. Klasifikasi Berdasarkan organ terlihat : Celah bibir (labioschisis) Celah gusi (gratoschisis) Langit langit ( palatoschisis )

!ingkat kelahiran biasa ber"ariasi mulai dari ringan sampai parah (celah bias sampai hidung). Beberapa jenis bibir sumbing yang di ketahui yaitu : #. $nilateral %nkomplete &pabila celah sumbing terjadi hanya di salah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. 2. $nilateral Complete &pabila celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung. '. Bilateral Complete &pabila celah sumbing terjadi di ke dua sisi bibir dan memanjang hingga ke hidung.

'

3. Eti l gi Belum di ketahui pasti. (ipotesis yang di ajukan antara lain : a) %nsufisiensi )at untuk tumbuh kembang organ selama embrional dalam hal kuatitas (pada gangguan sirkulasi feto maternal) dan kualitas (defisiensi asam folat, "itamin C dan )n). b) *engaruh obat teratologik, termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal. c) %nfeksi,khususnya "iral ( toksoplasma ) dan klamidal d) +aktor genetik e) ,elainan ini juga diduga terjadi akibat lnfeksi "irus yang di derita ibu pada kehamilan trimester pertama. !. Pat" fisi l gi Cacat terbentuk pada trimester pertama kehamilan, prosesnya karena tidak terbentuknya mesoderm pada daerah tersebut sehingga kembali kegagalan fusi dengan septum nasi. juga oleh beberapa etiologi.prosesnya karena kegagalan fusi palatum pada garis tengah dan

PAT#A$ %nsufisiensi )at $ntuk tumbuh kembang toksikosis selama kehamilan infeksi genetik

,egagalan fungsi palatum *ada garis tengah

kegagalan fungsi palatum dengan septum nasi

refleks mengisap &si, yang terganggu akibat adanya patologis, pucat, turgor kulit jelek, kulit kering, perut kembung, BB menurun.

*erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

bayi re.el, adanya sumbing adanya disfungsi adanya menangis, pada bibir dan tuba eustachi gangguan tidak dapat palatum yang dapat me pertumbuhan beristirahat ngakibatkan ter anatomi naso /engan tenang, jadinya otitis faring, adanya dan nyaman, media serta garis jahitan sulit mengisap gangguan pada daerah dan menelan &si resti pendengaran, mulut. trauma adanya sifat sisi pembedahan kurang me resti trauma sisi nerima,sensitif, pembedahan adanya sumbing gangguan rasa pada bibir dan nyaman nyeri palatum. 0esti perubahan 1enjadi orangtua

0eferensi : #. 2gastinya. 2334. *era.atan anak sakit edisi 2. 5akarta : 67C 2. /oengoes 1arlin. 233#. 0encana &suhan ,epera.atan, 5akarta : 67C

%. Manifestasi Klinis a) 0efleks mengisap &si yang terganggu, akibat adanya kondisi pathologis b) &danya gangguan pertumbuhan anatomi nasofaring c) &danya disfungsi tuba eustachius yang dapat mengakibatkan terjadinya otitis media, serta gangguan pendengaran. &. Penatalaksanaan ,epera.atan 1asalah yang dapat terjadi adalah resiko tersedak %bu harus dilatih untuk memberikan &si, yang harus diberikan secara hati 8 hati dan sering beristirahat jika tetap mengalami kesukaran. &si dapat di pompa dan diberikan dengan sedotan sedikit 8 sedikit. *erhatikan agar pompa payudara dan gelas penampung &si selalu diseduh agar tidak terjadi terkontaminasi. 1edis !indakan operasi pertama di kerjakan untuk menutup celah bibir berdasarkan kriteria tube of ten yaitu umur 9 #3 minggu (' bulan) 9 #3 pon (4 kg), 9 #3 gr:dl, leukosit 9 #3.333:ui. !indakan operasi selanjutnya adalah menutup langitan (palatolasti3. di kerjakan sedini mungkin (#4 2-bulan) sebelum anak mampu bicara lengkap sehingga pusat bicara di otak belum membentuk cara bicara. ;etelah operasi, anak dapat belajar dari orang lain atau melakukan spech therapist untuk melatih atau mengajar anak bicara dengan normal. *ada umur < = tahun dilakukan operasi penambahan tulang pada celah al"eolus : maksila untuk memungkinkan ablioefodenti mengatur pertumbuhan gigi di kanan kiri celah supaya normal. *encegahan infeksi.

1enaati praktek pencegahan infeksi terutama kebersihan tangan serta memakai sarung tangan.

>

1emperhatikan dengan seksam proses yang telah terbukti bermanfaat untuk dekontaminasi dan pencucian peralatan dan benda kotor,ikuti dengan sterilisasi dan desinfeksi tingkat tinggi. ;elalu memoerhatikan teknik aseptik se.aktu melakukan tindakan yang bersifat infasif seperti : suction endotracheal,melakukan penyuntikan obat obat pada akses perifer maupun "ena central, pemasangan kateter urine,dll.

B. KONSEP DASAR ASKEP #. *engkajian a) Biodata pasien dan biodata penanggung ja.ab b) 0i.ayat kesehatan masa lalu *asien menderita insufisiensi )at untuk tumbuh kembang organ selama masa embrional. c) 0i.ayat kesehatan sekarang *engaruh obat tetatologik termasuk jamu dan kontrasepsi hormonal,kecanduan alkohol. d) 0i.ayat keluarga &nggota keluarga ada yang bibir sumbing. e) *emeriksaan +isik # 1ata ,eadaan konjungti"a ,eadaan sclera ,eadaan lensa

2 (idung ,emampuan penglihatankepekaan penciuman

@ <

&danya polip:hambatan lain pada hidung, adanya pilek.

' 1ulut dan Bibir ?arna bibir &pakah ada luka


@

&pakah ada kelainan

- Leher ,eadaan "ena jugularis &pakah ada pembesaran kelenjar.

4 !elinga Bentuk telinga ,epekaan pendengaran ,ebersihan telinga

> /ada Bentuk dan irama napas ,eadaan jantung dan paru paru

&bdomen &da kelainan atau tidak Bentuknya supel atau tidak

7enitalia ,ebersihan daerah genetalia &da edema atau tidak ,eadaan alat genetalia

= 6kstermitas atas dan ba.ah Bentuknya normal atau tidak !onus otot kuat atau lemah

#3 ,ulit ?arna kulit !urgor kulit

f) *engkajian *erpola a. &kti"itas : istirahat ;ulit mengisap &si ;ulit menelan &si
<

b. c. d. e. Ta'(lasi Data

Bayi re.el,menangis !idak dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman ;irkulasi *ucat !urgor kulit jelek 1akanan : cairan Berat badan menurun *erut kembung !urgor kulit jelek, kulit kering 2eurosensori &danya trauma psikologi pada orang tua &danya sifat kurang menerima, sensitif 2yaman : nyeri &danya resiko tersedak /isfungsi tuba eustachi &danya garis jahitan pada daerah mulut

;ulit mengisap &si, sulit menelan &si, bayi re.el,menangis,tidak dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman, pucat,turgor kulit jelek, berat badan menurun, perut kembung, kulit kering, adanya trauma psikologi pada orang tua,danya sifat menerima sensitif, adanya resiko tersedak, disfungsi tuba eustachi,adanya garis jahitan pada daerah mulut, adanya sumbing bibir dan sumbing palatum. Klasifikasi Data

/; : sulit mengisap &si, sulit menelan &si, bayi re.el, menangis, tidak dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman. /A : pucat, turgor kulit jelek, bert badan menurun, perut kembung, kulit kering, adanya trauma psikologi padaa orang tua, adanya siat kurang menerima, sensitif, adanya esiko tersedak, disfungsi tuba eustachi, adanya garis jahitan pada daerah mulut, adanya sumbing bibir dan sumbing palatum. Analisa Data 2o *re op # /; : sulit mengisap dan menelan &si. /A: pucat, turgor kulit jelek, kulit kering, perut kembung,BB menurun 2 /;: /A: adanya trauma psikologi pada orang tua, adanya sifat kurang menerima, sensitif, adanya sumbing pada bibir dan ' palatum /;: bayi re.el, menangis, tidak dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman, sulit mengisao dan menelan &si. /A: adanya garis jahitan pada daerah mulut *ost op /;: bayi re.el,menangis /A: adanya garis jahitan pada daerah mulut 4 /; : !erpaparnya 0esti infeksi %nsisi bedah 7angguan *rosedur pembedahan, disfungsi menelan 0esiko tinggi trauma sisi pembedan Bayi dengan defek fisisk yang sangat terlihat 0esiko tinggi perubahan menjadi orang tua /efek fisik ;ymptom 6tiologi *roblem *erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
=

/A : adanya luka operasi tertutup kasa

lingkungan dan prosedur in"asi

PRIORITAS MASA)A* *06 A* : *erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh resti menjadi orang tua resti *A;! A* : gangguan rasa nyaman nyeri resti infeksi DIA+NOSA KEPERA#ATAN *06 A* a. *erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b:d defek fisik yang di tandai dengan : /; : ;ulit mengisap dan menelan &si /A : *ucat, turgor kulit jelek, kulit kering,perut kembung, BB menurun b. 0esiko tinggi perubahan menjadi orang tua b:d bayi dengan defek fisik yang sangat terlihat yang di tandai dengan : /; : /A : &danya trauma psikologipada orang tua, adanya sifat kurang menerima, sensitif, adanya sumbing pada bibir dan palatum c. 0esiko tinggi trauma sisi pembedahan b:d prosedur pembedahan, disfungsi menelan, yang di tandai dengan : /; : Bayi re.el, menangis, tidak dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman, sulit mengisap dan menelan &si. /A : adanya garis jahitan pada daerah mulut *A;! A* trauma sisi pembedahan perubahan

d. gangguan rasa nyaman nyeri b:d insisi bedah yang di tandai dengan : /; : Bayi re.el, menangis /A : &danya garis jahitan pada daerah mulut e. resti infeksi b:d terpaparnya linkungan dan prosedur in"asi, yang di tandai dengan : /; : /A : &danya luka operasi tertutup kasa 2o # /iagnosa ,epera.atan *erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubah b:d defek fisik yang di tandai : /;: ;ulit mengisap dan menelan &si /A: *ucat, turgor kulit jelek,kulit kering, perut kembung, BB menurun
##

0encana ,epera.atan !ujuan %nter"ensi 0asional ;etelah #. Bantu ibu dalam #. 1embantu ibu dalam mendapatkan menyusui, bila ini memberikan &si dan posisi tindakan adalah keinginan puting yang stabil kepera.atan di ibu. *osisikan dan membentuk kerja lidah dalam harapkan perubahan stabilkan puting susu pemerasan susu. nutrisi dapat dengan baik di teratasi dengan dalam rongga mulut. kriteria : 2. Bantu menstimulasi 2. ,arena pengisapan di refleks ejeksi &si perlukan untuk menstimulasi tidak pucat secara manual : susu yang pada a.alnya turgor kulit dengan pompa mungkin tidak ada membaik payudara sebelum kulit lembab, menyusui perut tidak '. 7unakan alat makan '. 1embantu kesulitan makan kembung khusus, bila bayi, mempermudah menelan bayi menggunakan alat da mencegah aspirasi menunjukan tanpa puting. (dot, penambahan spuit asepto) letakan berat badan yang formula di belakang tepat. lidah -. 1elatih ibu untuk -. 1empermudah dalam memberikan &si pemberian &si yang baik bagi bayinya 4. 1enganjurkan ibu 4. $ntuk mencegah terjadinya untuk tetap menjaga mikroorganisme yang masuk kebersihan, apabila di pulangkan >. kolborasi dengan >. $ntuk mendapatkan nutrisi ahli gi)i. yang seimbang

##

2o 2

/iagnosa ,epera.atan Cemas : resiko tinggi perubahan menjadi orang tua b:d bayi dengan defek fisik yang sangat terlihat, yang di tandai dengan : /; : /A : &danya trauma psikologi pada orang tua, adanya sifat kurang menerima, sensitif, adanya sumbing pada bibir dan palatum !ujuan ;etelah mendapatkan tindakan kepera.atan di harapkan resti perubahan menjadi orang tua tidak terjadi dengan kriteria : pasien dan keluarga menunjukan penerimaan terhadap bayi keluarga mendiskusikan perasaan dan kekha.atiran mengenai defek anak, perbaikannyadan proses masa depan

0encana ,epera.atan %nter"ensi 0asional #. Berikan kesempatan #. 1endorong koping untuk mengekspresikan keluarga perasaan 2. tunjukan sikap 2. 1eredam sikap sensitif penerimaan terhadap orangtua terhadap sikap bayi dan keluarga sensitif orang lain '. tunjukan dengan '. 1endorong penerimaan perilaku bah.a anak terhadap bayi adalah manusia yang berharga -. gambarkan hasil -. $ntuk mendorong adanya perbaikan bedah pengharapan terhadap defek,gunakan foto hasil yang memuaskan 4. anjurkan pertemuan 4. 1embantu orangtua dengan orang tua lain mendiskusikan yang mempunyai kekha.atirannya, berbagi pengalaman serupa dan pengalaman s.ehingga dapat menghadapinya timbulnya sifat menerima dengan baik. terhadap bayi >. menganjurkan orangtua >. $ntuk mencegah untuk selalu menjaga terjadinya defek pada bayi kesehatan bayinya

#2

2o '

/iagnosa ,epera.atan !ujuan 0esiko tinggi trauma sisi ;etelah pembedahan b:d prosedur mendapatkan pembedahan, disfungsi tindakan menelan, yang di tandai kepera.atan di dengan : harapkan trauma /; : Bayi re.el, sisi pembedahan menangis,tidak dapat tidak terjadi dengan beristirahat dengan kriteria : tenang dan nyaman, bayi tidak re.el sulit mengisap dan dan menangis menelan &si. Bayi dapat /A : adanya garis jahitan beristirahat pada daerah mulut dengan tenang dan nyaman, dapat menelan &si denagan baik.

0encana ,epera.atan %nter"ensi 0asional #. Beri posisi leher yang #. 1encegah trauma pada miring atau duduk sisi operasi 2. *ertahankan alat 2. 1elindungi garis jahitan pelindung bibir. dan meminimalkan resiko 7unakan teknik trauma. pemberian makan nontraumatik. '. 7unakan paket restrain '. 1encegahnya agr tidak pada bayi berulang dan menggaruk .ajahnya -. (indarkan menempatkan -. 1encegah trauma pada objek di dalam mulut sisi operasi setelah perbaikan kateter mengisap. ;patel lidah sedalam dot atau pendek kecil. 4. 5aga agar bayi tidak 4. 1enangis dapat menangis dengan jelas menyebabkan tegangan dan terus menerus pada jahitan >. Bersihkan garis jahitan >. 1encegah terjadinya dengan perlahan setelah infeksi dan inflamasi yang memberi makan dan jika mempengaruhi perlu sesuai instruksi penyembuhan dokter @. &jar tentang @. 1eminimalkan terjadinya pembersihan dan komplikasi setelah prosedur restrain pulang. khususnya bila bila bayi akan di pulangkan sebelum jahitan di lepas.

#'

2o -

/iagnosa ,epera.atan gangguan rasa nyaman nyeri b:d insisi bedah yang di tandai dengan : /; : Bayi re.el dan menangis /A : &danya garis jahitan pada daerah mulut !ujuan ;etelah mendapatkan tindakan kepera.atan di harapkan masalah nyeri dapat terkontrol dengan kriteria : Bayi tidak re.el !idak menangis Bayi mengalami tingkat kenyamana yang optimal Bayi tampak nyaman dan istirahat dengan tenang.

0encana ,epera.atan %nter"ensi 0asional Abser"asi #. /apat menidentifikasikan #. ,aji tanda tanda "ital, rasa sakit akut dan perhatikan tackikardi ketidak nyamanan dan peningkatan pernapasan. 2. ,aji penyebab 2. ,etidak nyamanan ketidaknyamanan yang mungkin di sebabkan oleh mungkin selain dari adanya proses inflamasi prosedur operasi '. ,aji skala nyeri, catat '. 1embantu mengetahui lokasi, intensitas nyeri derajat ketidak nyamana dan keefektifan analgesik sehingga memudah dalam 1andiri memberi tindakan -. &njurkan keluarga untuk -. 1engurangi rasa nyeri melakukan masase ringan *enkes 4. 5elaskan orangtua atau keluarga untuk terlibat dalam pera.atan bayi >. ,olaborasi, berikan analgesik : sedatif sesuai instruksi. 4. 1emberi rasa aman dan nyaman >. &nalgesik menelan ;;* yang memberi respon pada obser"asi nyeri

#-

2o 4

/iagnosa ,epera.atan

!ujuan 0esti infeksi b:d ;etelah terpaparnya lingkungan mendapatkan dan prosedur in"asi yang di tindakan tandai dengan : kepera.atan /; : diharapkan /A : &danya luka operasi masalah resti tertutup kasa infeksi tidak terjadi 1andiri dengan kriteria : '. 5aga area kesterilan luka '. 1encegah dan luka sembuh dan operasi mengurangi transmisi tidak tertutup kuman kasa -. Lakukan aseptik dan -. 1encegah kontaminasi desinfeksidalam patogen pera.atan luka 4. Cuci tangan sebelum dan 4. 1elindungi dari sumber sesudah melakukan infeksi, mencegah infeksi tindakan pera.atan luka. silang *enkes >. 1enjelaskan kepada keluarga untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari kontaminasi dari luar @. 1enjelaskan kepada keluarga untuk menjaga kebersihan luka ,olaborasi <. ,olaborasi dengan medis untuk pemberian >. 1engurangi kontaminasi pasien dari agen infeksius

0encana ,epera.atan %nter"ensi 0asional Abser"asi #. ,aji tanda tanda "ital. #. 1enentukan inter"ensi selanjutnya. 2. ,aji tanda tanda infeksi 2. 1embantu tindakan yang tepat

@. 1enjaga kesterilan luka

<. 1embantu mencegah infeksi.

obat yang sesuai (antibiotik )

#4

MAKALAH KEPERAWATAN ANAK


LABIO PALATO SCHISIS

OLEH :

MARTA PAULIN MUDAJ TINGKAT II. B

DEPARTEMEN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES KUPANG PROGRAM STUDI KEPERAWATAN ENDE 2010

Kata pengantar

*uji dan syukur, penulis haturkan kehadirat !uhan Bang 1aha 6sa karena atas rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul ,)ABIO PA)ATO S-*ISIS, /alam penyusunan makalah ini, penulis tidak terlepas dari beberapa hambatan dan kesulitan akibat kurangnya tersedia literatur yang mendukung sebagai acuan penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, oleh karena itu penulis mengucapkan limpah terima kasih kepada : #. ;tanislaus 2ong ;elung,spd.&mk. selaku *5; studi kepera.atan 6nde yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyusun menyelesaikan makalah ini. 2. 2s. 0aimunda ?oga ;. ,ep 1, ,ep, selaku /osen 1ata ,uliah ,epera.atan 1edikal Bedah '. '. !eman teman kelompok yang telah membantu dalam penusunn makalah ini. *enulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka segala kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna penyempurnaan isi makalah ini. &khirnya penulis harapkan agar makalah ini dapat bermanfaat.

6nde, 1ei 23#3

*enulis

ii

BAB 1 PENDA*U)UAN A. )ATAR BE)AKAN+ ,asus bibir sumbing dan celah langit langit merupakan cacat ba.aan yang masih menjadi masalah di tengah masyarakat. /i lakukan penelitian pada #2> penderita yang di lakukan operasi secara gratis pada bayi, anak maupun de.asa. *ada dasarnya kelainan ba.aan dapat terjadi pada mulut, yang biasa di sebut labio palato schisis. ,elainan di duga terjadi akibat infeksi "irus yang di derita ibu pada kehamilan trimester #. jika hanya terjadi sumbing pada bibir, bayi tidak akan banyak mengalami gangguan karena masih dapat diberi minum dengan dot biasa. Bayi dapat mengisap dot dengan baik asal dotnya diletakan di bagian bibir yang tidak sumbing. ,elaianan bibir ini dapat segera di perbaiki dengan pembedahan. Bila sumbing mencakup pula palatum mole : palatum durum, bayi akan mengalami kesukaran minum, .alauCpun bayi dapat mengisap namun bahaya tersedak mengancam. Bayi dengan kelainan ba.aan ini akan mengalami gangguan pertumbuhan karena sering menderita infeksi saluran pernapasan akibat aspirasi. ,eadan umur yang kurang baik juga akan menunda tindakan untuk memperbaiki kelainan tersebut. B. TUJUAN PENU)ISAN # !ujuan $mum

&gar mahasis.a:i dapat mengetahui dan memahami tentang konsep medik serta dapat memberikan pelayanan kepera.atan dengan baik dan benar melalui pendekatan proses kepera.atan 2 !ujuan ,husus &gar mahasis.a:i mampu : 2.# menjelaskan pengertian, patofisiologi, pemeriksaan fisisk serta
#

*enatalaksanaan 2.2 2.' menyebutkan etiologi, manifestasi klinis dan komplikasi menyusun pengkajian dan merumuskan diagnosa kepera.atan

-. METODE PENU)ISAN &dapun metode penulisan yang di gunakan dalam penyususnan laporan ini yaitu : a. 1etode kepustakaan Baitu : dengan refrensi dari berbagai sumber baik itu dari buku maupun materi yang di peroleh dari internet b. 1etode konsultasi Baitu : konsultasi dengan dosen pembimbing untuk penyempurnaan laporan ini D. SISTEMATIKA PENU)ISAN &dapun metode penulisan yang di gunakan dalam oenyusuna laporan ini yaitu : B&B # : *62/&($L$&2 !erdiri atas : latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan. B&B 2 : %;% !erdiri atas : konsep dasar medis dan konsep dasar askep B&B ' : *62$!$* !erdiri atas : kesimpulan dan saran

BAB III PENUTUP

A. KESIMPU)AN Labio palato schisis merupakan kongenital anamali yang berupa adanya kelainan bentuk pada stuktur .ajah. ,elainan sumbing selain mengenai bibir juga bisa mengenai langit langit. Berbeda pada kelainan bibir yang terlihat secara estefik, kelainan sumbing langit langit lebih berefek kepada fungsi mulut seperti menelan, makan,minum dan bicara. ,eadaan ini menyebabkan intake minum : makanan yang masuk menjadi kurang dan jelas berefek terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, selanjutnya mudah terkena infeksi saluran nafas atas ksrena terbukanya palatum tidak ada batas antara hidung dan mulut, bahkan infeksi bisa menyebar sampai ke telinga. B. SARAN #. Bagi pera.at &gar dapat memberi &;,6* pada klien labio palato schisis melalui pendekatan proses kepera.atan semaksimal mungkin 2. Bagi masyarakat &gar selalu memperhatikan kesehatan diri dan lingkungan apabila di temukan tanda dan gejala labio palati schisis, maka segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat sehingga dapat di obati segera.

#>

DA.TAR ISI
(alaman judul .....................................................................................................................% ,ata pengantar ....................................................................................................................%% /aftar isi ............................................................................................................................%%% B&B %: *62/&($L$&2 &.Latar belakang .................................................................................................................# B.!ujuan penulisan .............................................................................................................# C.1etode penulisan ............................................................................................................2 /.;istematika penulisan .....................................................................................................2 B&B %%: !%25&$&2 !6A0%!%; &.,onsep dasar 1edis ........................................................................................................' B.,onsep dasar &;,6* .....................................................................................................@ B&B %%%: *62$!$* &.,esimpulan ...................................................................................................................#> B.;aran ..............................................................................................................................#> /&+!&0 *$;!&,&

DA.TAR PUSTAKA

1ansjoer &rif.233#.,apita selekta kedokteran,edisi ketiga jilid %. 5akarta:67C /ongoes 1arylin.#===.0encana &suhan ,epera.atan.5akarta:67C ???.geogle.com