Anda di halaman 1dari 20

TUGAS KOMPUTASI

SISTEM PERSAMAAN NON LINEAR

KELOMPOK II

TONI PAHRI SIRAIT (100405014) VALENTINOH CUACA (100405015) AGUS MANGIRING (100405029) YUSTINA BR SILITONGA (100405059) SARI LIZA AZURA NST (100405070) WESTRYAN TINDAON (100405073)

SISTEM PERSAMAAN NON LINEAR

Dalam menentukan akar persamaan non linear dapat dilkakukan dengan beberapa metode, yaitu: 1. Metode Substitusi Berurut 2. Metode Newton-Raphson 3. Metode Secant

Metode Substitusi berurut

Syarat= F(x)= 0 X=g(x)

Contoh= X12+X1 X2=10 X2 + 3X1 X22 = 57 Nilai tebakan awal X1=1,5 dan X2=3,5 Hitung nilai X1 dan X2 yang sesungguhnya! Jawab: G(X1)= X1= 10 1 2 G(X2) = X2 = Iterasi 1 X1= 10 1,5. 3,5 = 2,17945 X2=
57 3,5 3.2,17945 57 2 31

= 2,86051

Iterasi 2

X1 = 10 2,17945.2,86051 = 1,94053 X2 =
57 2,86051 3.1,9053

= 3,04955

Iterasi 3 X1 = 10 1,94053.3,04955 = 2,02046 X2 =


57 3,04955 3.2,02046

= 2,98430

Iterasi 4 X1 = 10 2,02046.2,98430 = 1,99303 X2 =


57 2,98430 3.1,99303

= 3,00570

Iterasi 5 X1 = 10 1,99303.3,00570 = 2,00238 X2 =


57 1,99303.3,00570 3.3,00570

= 2,99805

Iterasi 6 X1 = 10 2,00238.2,99805 = 1,99918 X2 =


57 2,99805 3.2.0238

= 3,00067

Iterasi 7 X1 = 10 1,99918.3.00067 = 2,00028 X2 =


57 3,0067 3.1,99918

= 2,99977

Iterasi 8 X1 = 10 2,00028.2,99977 = 1,99990 X2 =


57 2,99977 3. 1,9990

= 3,0008

Iterasi 9 X1 = 10 1,99990.3,0008 = 2,0003 X2 =


57 3,0008 3. 1,99990

= 2,99997

Iterasi 10 X1 = 10 2,003.2.99997 = 1.99999 X2 =


57 2,99997 3. 2,0003

= 3,00001

Iterasi 11 X1 = 10 1,99999.3,00001 = 2,00000 X2 =


57 3,00001 3. 1,99999

= 3,00000

Jadi, nilai X1 dan X2 yang sesungguhnya X1=2 dan X2=3

METODE NEWTON-RAPHSON
Dalam analisis numerik, metode Newton (juga dikenal sebagai metode Newton-Raphson), yang mendapat nama dari Isaac Newton dan Joseph Raphson, merupakan metode iterasi lain untuk memecahkan persamaan f(x)=0, dengan f diasumsikan mempunyai turunan kontinu f. Metode Newton sering konvergen dengan cepat, terutama bila iterasi dimulai "cukup dekat" dengan akar yang diinginkan. Namun bila iterasi dimulai jauh dari akar yang dicari, metode ini dapat meleset tanpa peringatan. Implementasi metode ini biasanya mendeteksi dan mengatasi kegagalan konvergensi. Diketahui fungsi (x) dan turunannya '(x), kita memulai dengan tebakan pertama, x0. Hampiran yang lebih baik X1 adalah

Gagasan metode ini adalah sebagai berikut: kita memulai dengan tebakan awal yang cukup dekat terhadap akar yang sebenarnya, kemudian fungsi tersebut dihampiri dengan garis singgungnya (yang dapat dihitung dengan alat-alat kalkulus, dan kita dapat menghitung perpotongan garis ini dengan sumbu-x (yang dapat dilakukan dengan mudah menggunakan aljabar dasar). Perpotongan dengan sumbu-x ini biasanya merupakan hampiran yang lebih baik ke akar fungsi daripada tebakan awal dan metode ini dapat diiterasi. Misalkan : [a, b] R adalah fungsi terturunkan yang terdefinisi pada selang [a, b] dengan nilai merupakan bilangan riil R. Rumus untuk menghampiri akar dapat dengan mudah diturunkan. Misalkan kita memiliki hampiran mutakhir Xn. Maka kita dapat menurunkan hampiran yang lebih baik, Xn+1 dengan merujuk pada diagram di kanan. Kita tahu dari definisi turunan pada suatu titik bahwa itu adalah kemiringan garis singgung pada titik tersebut, yaitu:

Di sini, f ' melambangkan turunan fungsi f. Maka dengan aljabar sederhana kita mendapatkan

Kita memulai proses dengan nilai awal sembarang Xn. Metode ini biasanya akan mengerucut pada akar, dengan syarat tebakan awal cukup dekat pada akar tersebut, dan bahwa '(Xn) 0. Algoritma Metode Newton Raphson 1. Definisikan fungsi F(x) dan F(x) 2. Tentukan toleransi error (e) dan iterasi maksimum (n) 3. Tentukan nilai pendekatan awal Xn 4. Hitung F(Xn) dan F1(Xn) 5. Untuk iterasi i = 1 s/d n atau |f(Xi)| > e

Hitung F(Xi +1)dan F(Xi +1) 6. Akar persamaan adalah nilai Xi +1 yang terakhir diperoleh.

Contoh Penyelesaian Metode Newton Raphson Selesaikan persamaan x - e-x= 0 dengan titik pendekatan awal X0 =0 f(x) = x - e-x f (X0) = 0 -e-0 = -1 f(X0) = 1 + e-0 = 2 X1 = X0 1( ) = 0 ( 1) ( ) 1 2

f(x)= 1 + e-x

= 0,5

f(X1) = -0,106631 dan f(X1) = 1,60653 X2 = X1 1( 1) = 0,5 ( 2) 0,106531 1,60653

= 0,566311

f(X2) = -0,00130451 dan f(X2) = 1,56762 X3 = X2 1( 2) = 0,5 0,00130451 1,56762

= 0,567143

f(X3) = -1,96.10-7, x = 0,567143. Permasalahan Metode Newton Raphson

1. Metode ini tidak dapat digunakan ketika titik pendekatannya berada pada titik ekstrim atau titik puncak, karena pada titik ini nilai F(x) = 0 sehingga nilai penyebut dari ( ) = nol, secara grafis dapat dilihat sebagai berikut:
( )

Bila Titik Pendekatan Ada Pada Titik Puncak Maka Titik Selanjutnya Ada Pada Titik Tak Berhingga 2. Metode ini menjadi sulit atau lama mendapatkan penyelesaian ketika titik pendekatannya berada di antara dua titik stasioner

Penyelesaian Permasalahan Metode Newton Raphson

Untuk dapat menyelesaikan kedua permasalahan pada metode newton raphson ini, maka metode newton raphson perlu dimodifikasi dengan : 1. Bila titik pendekatan berada pada titik puncak maka titik pendekatan tersebut harus di geser sedikit, Xi = Xi dimana adalah konstanta yang ditentukan dengan demikian F(Xi ) 0 dan metode newton raphson tetap dapat berjalan. 2. Untuk menghindari titik-titik pendekatan yang berada jauh, sebaiknya pemakaian metode newton raphson ini didahului oleh metode tabel, sehingga dapat di jamin konvergensi dari metode newton raphson.

Contoh soal : Selesaikan persamaan : x . e-x+ cos(2x) = 0 Jawab : Bila menggunakan titik pendekatan awal X0 = 0,176281 f(x) = x . e-x+ cos(2x) f(x) = (1-x) ex 2 sin (2x) Sehingga f(Xo) = 1,086282 dan F(Xo) = -0,000015 Grafik y = x.e-x+cos(2x)

Iterasi dengan menggunakan newton raphson:

X yang diperoleh adalah 71365,2

Metode Newton Raphson


Metode Newton-Raphson adalah metode pendekatan yang menggunakan satu titik awal dan mendekatinya dengan memperhatikan slope atau gradien pada titik tersebut. Titik dimana garis singgung tersebut memotong sumbu x biasanya

memberikan perkiraan yang lebih dekat dari nilai akar. Metode Newton-Raphson adalah salah satu metode terbuka untuk menentukan solusi akar dari persamaan non-linier dengan prinsip utama sebagai berikut : Metode ini melakukan pendekatan terhadap kurva f(x) dengan garis singgung (gradien) pada suatu titik nilai awal Nilai taksiran selanjutnya adalah titik potong antara garis singgung (gradien) kurva dengan sumbu x

Langkah penyelesaian persamaan non linier dengan metode Newton-Raphson:

1. Tentukan nilai awal (x0) bila tidak diketahui pada soal 2. Hitung nilai f(x0) dengan memasukkan nilai x0 (tebakan awal), kemudian cek konvergensi f(x0) 3. Turunkan fungsi f(x) menjadi f(x) 4. kemudian hitung f(x0) dengan memasukkan nilai x0 5. Lakukan iterasi 6. Hitung nilai taksiran selanjutnya

7. Cari sampai nilai f(xn) = 0 Contoh : Hitung akar f(x) =ex 5x2 x0 = 0.5 Penyelesaian

Dan diiterasi dengan persamaan :

Dimana digunakan tebakan awal x=0,5 (diketahui dari soal) Hasil setiap iterasi terdapat pada tabel dibawah ini: i 0 1 2 3 4 xi 0,5 0,619 0,6054 0,605267 0,605267 F(xi) 0,3987 -0,0587 -0,00056 -0,0000012185 -0,0000012185

Karena nilai x sudah konvergen dan nilai f(x) sudah sangat kecil di bawah 0, maka iterasi berakhir dan hampiran akar penyelesaiannya adalah x = 0,605267

METODE SECANT Metoda secant merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk mencari nilai akar dari persamaan y=f(x). Metoda ini dapat dipahami dengan menggunakan bantuan model segitiga dalam penyelesainnya seperti berikut, dengan X0 dan X1 merupakan batas yang dijadikan acuan awal untuk mencari nilai X yang sebenarnya :

Misalkan dengan menggunakan gambar ilustrasi di atas kita dapat mengambil persamaan dari sifat segitiga sebangun sebagai berikut :

dimana :

BD = f(x1) BA = x1-x0 CD = f(x1) CE = x1-x2

Dan jika dirubah, rumusnya akan menjadi :

Dari rumus di atas bisa kita lihat bahwa yang dicari adalah Xn+1,( Xn+1) ini merupakan nilai X yang dicari sebagai pendekatan terhadap nilai X yang sebenarnya seperti untuk nilai X2 kemudian X3 pada gambar dibawah, semakin lama nilai Xn+1 akan mendekati titik X yang sebenarnya.

Adapun langkah-langkah perhitungan untuk menyelesaikan suatu sistem persamaan non linear dengan metode secant adalah: 1. Tentukan tebakan awal: xo dan xi 2. Hitung f(xo) dan f(xi) 3. Hitung x2 = x1 Hitung f(x2)
1 ( 1 0) 1 ( 0)

4. Hitung kesalahan : 2+ 1 5. Bila kesalahan > (kesalahan yang ditentukan) embali ke langkah 3 x3= x2
2 ( 2 1) 2 ( 1)

2 ( 2 1)

Lakukan seperti langkah (4) dan seterusnya sampai didapat kesalahan yang diinginkan atau ditetapkan. Contoh: Selesaikan persamaan f(x) = x3 + x2 -3x - 3 = 0 dengan metoda Secant. Penyelesaian : Iterasi pertama, diambil dua nilai awal x1 = 1 dan x2 = 2 maka : f(x=1) = -4 f(x=2) = 3 dengan persamaan x3 = x2 -

f ( x2 )( x2 x1 ) 3(2 1) =2= 1,57142 f ( x2 ) f ( x1 ) 3 ( 4)

iterasi ke-2 x2 = 2 ------ f(x2) = 3 x3 = 1,57142 -------- f(x3) = -1,36449 x4 = 1,57142 -

1,36449(1,57142 2) = 1,70540 1,36449 3

Hasil hitungan dengan Metode Secant

iterasi 1 2 3 4 5

x1 1,0 2,0 1,57142 1,70540 1,73513

x2 2,0 1,57142 1,70540 1,73513 1,73199

f(x1) -4,0 3,0 -1,36449 -0,24784 0,02920

f(x2) 3,0 -1,36449 -0,24784 0,02920 -0,000575

x3 1,57142 1,70540 1,73513 1,73199 1,73205

f(x3) -1,36449 -0,24784 0,02920 -0,000575 -0,000007

Maka hasilnya x= 1,732

MATLAB memiliki dua routin yang dapat menyelesaikan fungsi pengenolan untuk satu variable. fzero digunakan untuk persamaan nonlinear umum, sementara root dapat digunakan jika persamaan nonlinear adalah polinomial.

1. FZERO Routine pertama yang kita gunakan adalah fzero. fzero menggunakan kombinasi metode numeris interval bisection dan reguli falsi. Syntax yang digunakan untuk menuliskan fzero adalah z = fzero (function,initial guess) Untuk menggunakan fzero Anda harus terlebih dahulu menulis m-file MATLAB untuk menghasilkan fungsi yang sedang dievaluasi. Angap suatu fungsi : f(x) = x2 - 2x 3 = 0. m-file MATLAB berikut untuk mengevaluasi fungsi ini (m-file dinamankan fcnl.m):

Setelah menghasilkan m-file fncl. m, Anda harus menyediakan tebakan awal untuk menyelesaikan routin fzero. Perintah berikut memberikan tebakan awal x = 0.

MATL.AB akan memberikan jawabannya:

Untuk tebakan awal x = 2, Anda memasukkan :

dan MATLAB kembalikan memberikan jawaban:

Kita temukan bahwa ada dua solusi untuk masalah yang sama (kita dapat menggunakan rumus kuadratik untuk memperolehnya). Solusi yang diperoleh tergantung pada tebakan awal.

2. ROOTS Karena persamaan yang kami memecahkan adalah persamaan polinomial, kita juga dapat menggunakan routine MATLAB roots untuk menemukan pengenolan suatu polynomial. Misal fungsi polinomial :

Kita harus membuat vector koefisien polynomial dalam ordde yang berurutan

Kemudian kita dapat menuliskan perintah seperti berikut:

Maka hasil dari MATLAB:

Contoh 1 Mencari akar persamaan Diketahui persamaan : f(x) = x3 2x 5, akan dicari nilai x yang menyebabkan fungsi f(x) sama dengan nol. Penyelesaian: tulis dalam m-file
function y = f(x) y = x.^3-2*x-5;

Untuk mendapatkan nol mendekati 2, tuliskan :


z = fzero(f,2) z =

2.0946 Contoh 2 Mencari temperatur untuk suatu harga Cp tertentu (diambil dari Computational Methods for Process Simulation , Ramirez, Butterworths, 1989) Diketahui sebuah persamaan kapasitas panas sbb. :

Akan ditentukan temperatur pada saat Cp = 1 kJ/kg.K. Untuk itu, ubahlah persamaan di atas menjadi :

Penyelesaian : Tahap 1 : membuat fungsi yang dapat mengevaluasi persamaan (ii)

Apabila fungsi ini diplot (fplot(fungsi,[100 300]) akan diperoleh grafik sbb. :

Untuk mendapatkan harga penol dari fungsi tersebut digunakan fungsi fzero dengan tebakan awal 100 :

Diperoleh T = 189.7597 K pada saat Cp = 1 kJ/kg.K.

PENYELESAIAN PEMICU 1. Dengan menggunakan substitusi berurut

() pada 100 oC 1. N heksana = 246,2438 kPa = 2,40237 atm 2. N heptana = 106,1751 kPa = 1,047867 atm 3. N oktana = 46,9044 kPa = 0,46291 atm 4. N nonana = 21,0381 kPa = 0,20763 atm Mencari L ,V , Xi , yi pada suhu 100 oC Pertama dicari V dengan persamaan
4

=0

=1 +

Dengan tebakan awal V=95 mol/jam 0,15.2,430337.100 1 95 2,430337 1 + 100.1

Sampai V= 99,7694 mol/jam Sehingga didapat L= 0,2306 dengan rumus: L=F-V

Kedua mencari nilai Xi dan yi Persamaannya adalah Zi F = xi L + yi V


( ) + ( )

yi = xi xi =

sehingga diperoleh X1 = 0,061806 X2= 0,238605

X3=0,969516 X4= 0,716137 Dan diperoleh y1 = 0,150204 y2= 0,250026 y3=0,448799 y4= 0,148691

() pada 115 oC 1. N heksana = 355,6011 kPa = 3,50951 atm 2. N heptana = 160,9887 kPa = 1,588835 atm 3. N oktana = 74,7512 kPa = 0,737737 atm 4. N nonana = 35,2626 kPa = 0,348015 atm Mencari L ,V , Xi , yi pada suhu 115 oC Pertama dicari V dengan persamaan
4

=0

=1 +

Dengan tebakan awal V=90 mol/jam 0,15.3,50951.100 1 90 3,50951 1 + 100.1

Sampai V= 93,1574 mol/jam Sehingga didapat L= 6,8426 dengan rumus: L=F-V

Kedua mencari nilai Xi dan yi Persamaannya adalah

Zi F = xi L + yi V

yi = xi xi =

( )

+ ( )

sehingga diperoleh X1 = 0,04494 X2= 0,161442 X3=0,595488 X4= 0,382041 Dan diperoleh y1 = 0,157717 y2= 0,256505 y3=0,439314 y4= 0,132956 2. Dengan Metode Newton-Raphson 3. Dengan Metode Secant