Anda di halaman 1dari 7

GALAKSI DAN KOSMOLOGI DASAR Galaksi adalah kumpulan bintang-bintang yang membentuk suatu sistem 1. BIMASAKTI a.

Dapat matahari

menjelaskan kedudukan dan gerak di dalam galaksi

Galaksi bimasakti diameternya mencapai 100 ribu tahun cahaya dan Bumi kita berada sekitar 25 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi. Matahari berevolusi mengelilingi inti galaksi dengan kecepatan 250km/s dan periode 200 juta tahun.

Galaksi Bima Sakti berbentuk spiral dan memiliki 2 lengan utama yaitu lengan Perseus dan lengan Scutum-Centaurus dan beberapa lengan kecil lainnya. Tata surya kita berada di daerah diantara dua lengan yang disebut Orion-Cygnus. Lengan ini diameternya 3500 tahun cahaya dan panjangnya 10.000 tahun cahaya dan berakhir pada lengan Sagitarius. b. Mengenal struktur galaksi

Terdiri dari milyaran bintang, menyebar dalam bentuk piringan besaryang pipih akibat gerak rotasinya Inti terdiri dari bintang-bintang tua dengan jarak relatif dekat Lengan spiral tersusun dari gas dan debu kosmik serta dihuni juga bintang-bintang muda dan atau bintang-bintang yang baru dalam taraf pembentukan Gugus bola, berada di dekat piringan terdiri dari kumpulan bintang yang beranggotakan hingga ratusan ribu bintang Halo, bintang sebarang yang tidak membentuk gugus c. Mengenal komponen galaksi Galaksi merupakan kiumpulan bintang-bintang yang terdapat dalam alam semesta. Galaksi dalam mana sistem surya yaitu bumi dan matahari berada di dalamnya dikenali sebagai Bima Sakti. Bintang-bintang senantiasa wujud secara berkelompok yang dikenali sebagai galaksi, bersama-sama dengan Gas, Debu Intersteller dan Jisim Gelap. Sekitar 10-20% dari galaksi terdiri dari bintang, gas dan debu. Galaksi dikenalkan bersama oleh tarikan graviti dan komponen galaksi mengorbit satu pisat. Terdapat bukti bahwa lubang gelap mungkin wujud di pusat sebagian atau kebanyakan galaksi. ISM berisi kandungan dalam jumlah yang sangat sedikit (jika bersandar pada standar bumi) dari atom, molekul, debu, radiasi elektromagnetis, sinar kosmik, dan medan magnet. Materinya biasa terdiri dari 99% partikel gas dan umumnya 1% debu, dan mengisi ruang antarbintang. Campuran ini biasanya sangat halus; kepadatan gas yang tipikal berkisar antara puluhan hingga ratusan partikel per sentimeter kubik. Akibat dari nukleosintesis primordial, gasnya menjadi sekitar 90% hidrogen dan 10% helium, ditambah dengan unsur-unsur tambahan ("logam" dalam sebutan astronomi) yang terdapat dalam jumlah kecil. 2. EKSTRAGALAKSI a. Dapat menjelaskan ragam galaksi 1) Galaksi spiral Terdiri dari : Inti, Piringan, Halo, Lengan spiral 2/3 galaksi yang tampak menonjol di langit termasuk galaksi spiral

Materi antar bintang berupa awan gas dan debu umumnya terdapat pada lengan spiral Contoh : galaksi bima sakti, Andromeda, M.51, M.33

jenis galaksi yang terdiri atas pusaran bintang dan medium antar bintang dimana pada garis tengah nya atau pusat galaksi terdiri dari bintang bintang yang berumur sangat tua. Dilihat dari bentuk nya, galaksi berjenis spiral mempunyai lengan yang cerah disetiap sisinya. Dalam klasifikasi skema hubble jenis spiral galaksi diberi daftar dengan kode S(Spiral) dan SB (Barred Spiral) tergantung dengan bentuk lengan nya kemudian diikuti huruf abjad yang mengindikasikan tingkat kerapatan antar lengan spiral dan tonjolan pada pusat galaksi.

Seperti hal nya sebuah bintang beserta planet-planet nya, lengan spiral galaksi selalu memutari pusat dari galaksi dengan kecepatan relatif konstan meskipun waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi nya sangat lama. Lengan spiral merupakan daerah pada bagian galaksi yang paling padat materi atau sering disebut Densiy Waves. Dibagian inilah grafitasi antar bintang mulai merapat sehingga semakin nampak lengan spiral dari sebuah galaksi maka semakin banyak pula jumlah bintang-bintang dan dibagian inilah tempat dilahirkannya bintang-bintang muda. 2) Galaksi Eliptika adalah jenis galaksi yang diperkirakan mempunyai bentuk ellipsoidal dan terlihat lembut karena terang nya cahaya antar bintang, hampir keseluruhan bentuk fisik nya

rata dan terang. Morfologi dari galaksi eliptikal ternyata sangat bermacam-macam mulai dari yang berbentuk hampir bulat seperti eplisoidal hingga hampir berbentuk datar.

contoh :

3) Galaksi iregular Irregular I

Terdiri dari bintang kelas O, B dan nebula terang Contoh : awan magellan besar dan awan magellan kecil Terdapat banyak gugus bintang, bintang maharaksasa, dan nebula gas, bintang tua maupun muda Irregular II

Tidak menampakkan adanya gugus bintang yang bisa dipisahkan dari galaksi sehingga menampakkan susunan yang tak berbentuk (amorfus)

3. GUGUS GALAKSI gugus, terdiri dari beberapa hingga ribuan galaksi. Gugus "kaya" merupakan konsentrasi besar galaksi, umumnya membentuk struktur tertentu (bentuk bola atau elipsoid). Juga terdapat gugus "miskin", dengan bentuk tidak beraturan dan terdiri dari galaksi yang lebih sedikit. Seperti halnya bintang-bintang berkelompok dalam galaksi, galaksi-galaksi juga berkelompok membentuk gugus-gugus galaksi. Bima Sakti dan Andromeda beserta sekitar 25 galaksi sekitarnya (termasuk Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil) membentuk sebuah gugus galaksi yang kita namakan Rumpun Lokal. Gugus galaksi pun bukannya hanya satu. Ada beribu-ribu gugus galaksi lain selain Rumpun Lokal. Misalnya saja Gugus Virgo yang beranggotakan sekitar 2.500 buah galaksi. Gugus-gugus galaksi yang saling berdekatan membentuk kelompok yang lebih besar lagi yang kita sebut superkluster. Rumpun Lokal (gugus galaksi tempat Bima Sakti berada) bersama-sama dengan gugus-gugus galaksi sekitarnya membentuk superkluster yang kita namakan Superkluster Virgo. Dari hasil pengamatan, diperoleh kesimpulan bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi Bumi (yang berarti menjauhi Bima Sakti) dengan kecepatan yang berbanding lurus dengan jarak galaksi tersebut. Semakin jauh sebuah galaksi terhadap pengamat, semakin besar kecepatan menjauhnya. Hal ini teramati dari spektrum galaksi-galaksi tersebut yang mengalami pergeseran merah. Ini adalah pembuktian dari teori kosmologi yang meramalkan bahwa alam semesta mengembang. Dan galaksi-galaksi ini dibawa oleh ruang yang mengembang. Pengembangan alam semesta inilah yang menyebabkan spektrum dari galaksigalaksi yang berada semakin jauh dari kita semakin besar pergeseran merahnya. Pergeseran merah yang disebabkan oleh ruang yang mengembang ini disebut pergeseran merah kosmis (pergeseran merah ekspansi). Dengan menganalisa spektrum cahaya galaksi, kita bisa mengetahui seberapa cepat sebuah galaksi menjauhi kita dengan melihat seberapa besar pergeseran spektrum galaksi tsb. Supergugus Lokal Supergugus lokal merupakan struktur maharaksas, merentang hingga lebih dari 100 juta tahun cahaya dan terdiri dari banyak gugus dan ribuan galaksi. Pengelompokan yang luar biasa ini jauh dari unik; sekitar 50 gugus yang mirip telah ditemukan, rata-rata mengandung 12 gugus kaya. Beberapa astronom sekarang sedang mencari struktur yang lebih besar. Bagai Bunga Karang Astronom telah mengamati jaringan besar gugus super yang membentang hingga ratusan juta tahun cahaya. Gugus dan gugus super dipisahkan oleh "gelembung" berdiameter 300 juta tahun cahaya lebih sehingga kita dapat berpikir alam semesta bagaikan bunga karang. 4. HUKUM HUBBLE Dalam pengamatan ini, Hubble menemukan bahwa bintang-bintang memancarkan cahaya yang semakin merah tergantung pada jarak mereka. Itu karena menurut hukum fisika yang berlaku, cahaya yang mendekati pengamatan menjadi ungu dan cahaya yang menjahui titik tersebut menjadi merah. Dalam pengamatannya Hubble mencatat kecenderungan kearah merah dalam cahaya yang dipancarkan oleh bintangbintang. Singkatnya, bintang-bintang bergerak menjauh dan semakin jauh setiap saat. Bintang dan galaksi tidak hanya mendahului kita, tetapi juga menjahui satu sama lain. Sebuah alam semesta, yang segala sesuatunya terus bergerak menjahui satu sama lain berarti ia terus menerus mengembang. Pengamatan yang dilakukan pada tahun-tahun berikutnya menegaskan bahwa alam semesta ini terus mengembang.

Agar dapat memahami hal ini, mari kita bayangkan alam semesta sebagai permukaan balon yang ditiup. Semakin besar balon mengembang, maka semakin jauh jarak jarak antar titik-titik pada permukaannya. Dengan demikian pula benda-benta angkasa. mereka saling menjauh seiring mengembangnya jagad raya.

Melalui Hk. Hubble diketahui bahwa semakin jauh galaksi, maka kecepatannya semakin besar Maka bisa ditaksir kecepatan tertinggi adalah di ujung alam semesta, yaitu dengan kecepatan c, maka : d = c/H0 disebut Hubble Length KONSTANTA HUBBLE Menggambarkan tingkat pemuaian alam semesta Nilainya berubah-ubah tergantung ketelitian pengukuran dan kecanggihan teknologi yang dipakai USIA ALAM SEMESTA Melalui Hukum Hubble, bisa diperoleh rumus usia alam semesta : T = 1/H Dengan konversi satuan : H0 (km/s/MPc) T = 1/H X 980 MILYAR TAHUN H0 (km/s/Mly) T = 1/H X 300 MILYAR TAHUN ENERGI GELAP bahwa pengembangan alam semesta tidaklah konstan atau diperlambat, tetapi dipercepat, hal ini tidak sesuai dengan pengamatan rapat massa galaksi yang terlalu kecil untuk mempercepat pengembangan alam semesta.

5.

TEORI BIG-BANG

Teori ini dimunculkan tahun 1927 oleh George Lemaitre yang menjelaskan asal alam semesta. Teori ini disempurkan oleh Edwin hubble tahun 1929. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari ledakan besar sewkitar 13,7 milyar tahun yang lalu. Semua materi dan energy yang kini ada di alam terkumpul dalam satu titik yang tidak berdimensiu dan berkerapatan tak terhingga. Alam semesta bermula dari ledakan mahadahsyat. Seiring dengan berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda-banda langit juga mengembang. Dianalogikan dengan balon yang ditiup.