Anda di halaman 1dari 9

BAB I KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin , segala puji bagi Allah SWT, hanya dengan izin-Nya terlaksana segala macam kebajikan dan diraih segala macam kesuksesan . Shalawat, rahmat, dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, yang kepada beliau diturunkan wahyu Ilahi Al-Quran dan ditugasi untuk menjelaskan serta memberikan contoh pelaksanaannya. Puji syukur juga dipanjatkan yang atas rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Amar Maruf Nahi Munkar. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Quran dan Hadist semester 5. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi.Namun kami menyadari bahwa terselesaikannya makalah ini dengan bantuan dan dorongan berbagai pihak.Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. H. Rifat Syauqi Nawawi, MA selaku dosen pengampu mata kuliah Quran dan Hadits yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam pembuatan makalah ini. Kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi yang disampaikan, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Aamiin.

Tanggerang Selatan, 12 November 2013

Penulis

BAB II TEKS DAN TERJEMAHANNYA

A. Teks Surat Ali-Imran ayat 104 dan terjemahannya


Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (QS Ali- imran 104).

B. Hadist Tentang Perintah Amar Maruf Nahi Mungkar

: : .
Dari Abu Said Al Khudri r.a berkata :Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim)

BAB III TAFSIR AYAT

A. Tafsir Surat Ali-Imran ayat 104


Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (QS Al-imran 104).

A.1 Tafsir QS Ali-imran 104 Maruf menurut etimologis adalah ism maf ul (kata objek) dari arafah al -syai , yarifu ; artinya : mengetahui sesuatu dengan salah satu inderanya. Menurut terminologis, maruf adalah nama untuk semua perbuatan yang menurut akal atau agama diketahui sebagai salah satu yang baik.1 Menurut etimologis, munkar terambil dari derivasi : Ankara al-syaia ; artinya : tidak mengetahui atau tidak mengenali sesuatu. Menurut terminologis, munkar adalah segala sesuatu yang menurut akal sehat atau agama adalah buruk. atau segala sesuatu perbuatan yang diharamkan atau dimakruhkan oleh agama.

1 Prof.Dr.K.H.Ali Mustafa Yaqub,MA, panduan Amar Maruf Nahi Munkar. Hal.6

Kebahagian dan keberutungan tentu saja tidak hanya milik mereka yang melakukan amar maruf dan nahi munkar, tetapi juga bagi mereka yang diajaknya apabila menuruti ajakan tersebut.2 Manusia terkadang lupa diri, tidak ingat tujuan hidup dan hendak kemana setelah hidup. Akibatnya , ia berbuat semena-mena tanpa kendali, tidak dapat membedakan mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari. Keadaan seperti itu dapat dihindari atau dikurangi bila ada segolongan orang yang melakukan amar maruf dan nahi munkar.Maka mereka sesungguhnya telah menolong saudaranya yang telah lalai tersebut.3 A.2. Tafsir Menurut Ibnu Katsir Allah SWT berfirman bahwasanya hendaklah ada dari kalian sejumlah orang yang bertugas untuk menegakkan perintah Allah, yaitu dengan menyeru orang-orang untuk berbuat kebajikan dan melarang perbuatan yang munkar, mereka adalah golongan yang beruntung. Adh Dhahhak mengatakan, mereka adalah para sahabat yang terpilih, para mujahidin yang terpilih, dan para ulama. Abu Jafar Al-Baqir meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw.membacakan firman-Nya : Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan (Ali Imran 104). Kemudian beliau Saw. bersabda : Yang dimaksud dengan kebajikan ini ialah mengikuti Al-Quran dan sunnahku. Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih. Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah hendaklah ada segolongan orang dari kalangan umat ini yang bertugas untuk mengemban urusan tersebut, sekalipun urusan tersebut memang diwajibkan pula atas setiap individu dari umat ini.

A.3. Tafsir dari Departemen Agama Pemerintah Indonesia Untuk mencapai maksud tersebut perlu adanya segolongan umat Islam yang bergerak dalam bidang dakwah yang selalu memberi peringatan, bilamana nampak gejala-gejala perpecahan dan penyelewengan. Karena itu pada ayat ini diperintahkan agar di antara umat Islam ada segolongan umat yang terlatih di bidang dakwah yang dengan tegas menyerukan kepada kebaikan, menyuruh kepada yang maruf (baik) dan mencegah dari yang munkar (keji).
2 Prof. Dr. H. Rachmat SyafeI, MA, Al-hadits Aqidah, Akhlaq, Sosial, dan Hukum. Hal 237 3 Ibid

Dengan

demikian

umat

Islam

akan

terpelihara

daripada

perpecahan

pihak

manapun. Menganjurkan berbuat kebaikan saja tidaklah cukup tetapi harus dibarengi dengan menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Siapa saja yang ingin mencapai kemenangan.maka ia terlebih dahulu harus mengetahui persyaratan dan taktik perjuangan untuk mencapainya, yaitu: kemenangan tidak akan tercapai melainkan dengan kekuatan, dan kekuatan tidak akan terwujud melainkan dengan persatuan. Persatuan yang kokoh dan kuat tidak akan tercapai kecuali dengan sifat-sifat keutamaan. Tidak terpelihara keutamaan itu melainkan dengan terpeliharanya agama dan akhirnya tidak mungkin agama terpelihara tanpa adanya dakwah. Maka kewajiban pertama umat Islam itu ialah menggiatkan dakwah agar agama dapat berkembang baik dan sempurna sehingga banyak pemeluk-pemeluknya. Dengan dorongan agama akan tercapailah bermacam-macam kebaikan sehingga terwujud persatuan yang kokoh. Dari persatuan yang kokoh tersebut akan timbullah kemampuan yang besar untuk mencapai kemenangan dalam setiap perjuangan. Mereka yang memenuhi syarat-syarat perjuangan itulah orang-orang yang sukses dan beruntung.

B. Tafsir Hadits tentang Perintah Amar Maruf Nahi Mungkar

: : .
Dari Abu Said Al Khudri r.a berkata :Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (H.R Muslim). Menurut sebagian ulama, maksud dari hadits diatas bahwa kemunkaran harus diubah dengan : 1. 2. Kekuasaan bagi para penguasa; Nasihat atau ceramah bagi para ulama, kaum cerdik pandai, juru penerang, bagian penyuluhan , para wakil rakyat , dan lain lain :

3.

Membencinya di dalam hati bagi masyarakat umum4

setiap orang memiliki kedudukan dan kekuatan sendiri-sendiri untuk mencegah kemunkaran. Dengan kata lain, hadits tersebut menunjukan bahwa umat islam harus berusaha melaksanakan amar maruf dan nahi munkar menurut kemampuan, sekalipun hanya melalui hati. Hal itu sekaligus menunjukan bahwa amar maruf dan nahi munkar sangat penting dalam islam dan harus dilaksanakan oleh semua umat islam agar tercipta tatanan hidup yang baik di masyarakat. menurut al-faqih Abu Lits Samarqandhi , ada 5 syarat dalam melakukan amar maruf nahi munkar yaitu: 1. Berilmu 2. Ikhlas semata mencari ridho Allah SWT 3. Mengunakan metode yang baik 4. Sabar dan tenang 5. Menyesuaikan ucapan dan perbuatan. 6. Rifq ( lembah lembut dalam perkataan )5

Rukun Amar Makruf Nahi Munkar


Menurut imam ghazali Amar maruf nahi munkar memiliki empat rukun, yaitu: Al-Muhtasib (Pelaku amar maruf nahi munkar) Al-Muhtasab alaihi(orang yang diseru) Al-muhtasab fih (perbuatan yang diserukan) Al-Ihtisab (Perbuatan amar maruf nahi munkar itu sendiri)

Keutaman mengajak pada kebaikan seperti termaktub dalam H.R. Muslim, Malik, Abu daud daan Tirmidzi yang memiliki arti sebagai berikut : Abu Hurairah r.a. berkata, Rasullallah saw bersabda , barang siapa yang mengajak pada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang orang yang mengikutinya. Tanpa dikurangi dari mereka sedikitpun dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan , maka baginya dosa sebagaimana dosanya orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dari mereka sedikitpun.

4 Ibid 5 Ibid

Contoh perbuatan yang mencerminkan amar makruf dan nahi munkar dalam kehidupan sehari-hari

Tolong menolong dalam hal kebaikan adalah salah satu bentuk perbuatan yang mencerminkan sikap amar maruf nahi munkar. Tolong menolong ialah menyerukan kebajikan dan memudahkan jalan untuk kesana , menutup jalan kejahatan dan permusuhan dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Seperti tersurat dalam QS Al-maidah ayat 2 yang berbunyi


Tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan bertaqwalah, serta jangan tolong menolong dalam hal dosa dan kejahatan. (QS. 5 Al Maidah: 2) Agama Islam adalah agama yang sangat memperhatikan penegakan Amar Maruf dan Nahi Munkar. Amar Maruf merupakan pilar dasar dari pilar-pilar akhlak yang mulia lagi agung. Kewajiban menegakkan kedua hal itu adalah merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa ditawar bagi siapa saja yang mempunyai kekuatan dan kemampuan melakukannya. Bahkan Allah SWT beserta RasulNya mengancam dengan sangat keras bagi siapa yang tidak melaksanakannya sementara ia mempunyai kemampuan dan kewenangan dalam hal tersebut. Setiap orang memiliki kedudukan dan kekuatan sendiri-sendiri untuk mencegah kemunkaran. Dengan kata lain, hadits tersebut menunjukkan bahwa umat Islam harus berusaha melaksanakan amar maruf nahi munkar menurut kemampuannya, sekalipun hanya melalui hati. Ada beberapa karakter masyarakat dalam menyikapi amar maruf nahi munkar, yakni antara lain : 1. Memerintahkan yang maruf dan melarang yang munkar, atau dinamakan karakter orang mukmin 2. Memerintahkan yang munkar dan melarang yang maruf, atau dinamakan karakter orang munafik. 3. Memerintahkan sebagian yang maruf dan munkar, dan melarang sebagian yang maruf dan munkar. Ini adalah karakter orang yang suka berbuat dosa dan maksiat.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Memerintahkan suatu kebajikan dan melarang suatu kemungkaran (Amar Maruf Nahi Mugkar) adalah perintah agama, karena itu wajib dilaksanakan oleh setiap umat manusia sesuai dengan kemampuan dan kekuatannya ( baik dengan tangan, lisan, maupun hati ). Dalam melaksanakan amar maruf nahi munkar, menggunakan pendekatan atau metode yang baik dan tidak bersifat memaksa Tolong menolong adalah contoh perbuatan yang mencerminkan sikap amar maruf nahi munkar Seseorang yang tidak mau melakukan amar maruf nahi munkar sangat dicela dan dianggap telah berbuat kejelekan walaupun ia sendiri tidak melakukannya. agama, berdimensi individual dan sosial, maka sebelum memperbaiki orang lain, seorang muslim dituntut berintrospeksi dan berbenah diri, sebab cara Amar Maruf yang baik adalah yang diiringi dengan keteladanan. Menyampaikan Amar Maruf Nahi Mungkar disandarkan kepada keihklasan dengan tujuan mengharap ridho Allah semata.

B. Saran Sebagai umat islam, seyogyanya kita bersandar pada al-quran dan al-sunnah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Perbuatan tolong menolong, berbuat dan menyuruh

orang lain berbuat kebajikan serta saling menasihati dalam kesabaran adalah salah satu perbuatan yang diperintahkan Allah SWT sebagai bukti dari penerapan perintah amar maruf nahi munkar. Apabila dalam keseharian, kita mendapati keadaan yang tidak bersesuaian dengan perintah agama (munkar), kita berkewajiban untuk mencegah atau melarang perbuatan tersebut sesuai kemampuan yang dimiliki, dan dengan pendekatan yang baik. Karena keutamaan orang yang menyeru kepada kebaikan adalah sama dengan orang yang menjalankan kebaikan tersebut, dan sebaliknya.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qurthubi, Abi Abdullah Muhammad Ibn Abu,Al-Jami al-Ahkam al-Quran, Beirut Lebanon: Muassasah Ar- Risalah, 2006 M/ 1427 H, Juz 5

Imam Ghazali, Mukasyafatul Qulub, Terj. Fatihuddin Abul Yasin, Terbit Terang Surabaya, 1990.

Mustafa, Ali, Panduan Amar Makruf Nahi munkar, Jakarta: PT Pustaka Firdaus. 2012

M. Quraish Sihab, Tafsir Al-Mishbah, hal.161 Prof. Dr.H. Rachmat syafei,M.A. Al-Hadis Aqidah, Akhlak, Sosial, dan Hukum ,Bandung : Pustaka Setia 2000.

Tafsir Ibnu Kasir Juz 4 Hal. 55 Penerbit Sinar Baru Algesnindo