Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Thermogravimetri Analizer (TGA) yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. alam !esempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan dan pembuatan makalah ini. !ami sadar dalam penyusunan makalah ini jauh dari sempurna. "leh karena itu, penulis dengan rendah hati dan dengan terbuka menerima masukan, saran, dan usulan guna penyempurnaan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat berman#aat bagi seluruh pemba$a. Bogor, %& No'ember %())

Penulis

DAFTAR ISI !ATA P*N+ANTA, A-TA, ISI A-TA, +A.BA, A. Analisa Termal) A.). Thermogra'imetri Anali/er) A.).). Thermogravimetri Analizer (TGA) A.).%. Prinsip Penggunaan Thermogravimetri analizer (TGA) A.).&. Pera0atan Thermogravimetri analizer (TGA)1 A.).1. Bagian-bagian Thermogravimetri analizer (TGA) A.).1.) Balance A.).1.% Furnace A.).2. Penanganan data Thermogravimetri analizer (TGA)3 A.).3. !alibrasi Thermogravimetri analizer (TGA)3 A.).4. 5ontoh aplikasi dengan Thermogravimetri analizer (TGA)4 A-TA, P6STA!Aiii Daftar Gambar +ambar ) Penyimpanan bahan uji.& +ambar % 5ara .emasukkan bahan ke dalam T+A& +ambar & Instrumen Thermogravimetri analizer (TGA)1 +ambar 1 Standard Furnace (a) dan EGA Furnace2

DAFTAR PUSTAKA Boobit 7.. %()). .u#thi .. is$o'ery T+A. 8terhubung berkala9 http://www.tain trument . com/ main.a p!" .etode analisis thermal. 8terhubung berkala9 http://(anemo.

id#$%%&n#'& iteid#'' :%) No'ember %()); %((<. wordpre .com/$))%/'$/$*/metode+anali i +thermal/ :%) No'ember %()); Singagerda =. %((<. Tugas metode analisis #itokimia. 8terhubung berkala9 http://www. lide hare.net/(atinlinda/thermal+anal, i +*%$-$%./ :%) No'ember %()); A. Analisa Termal Analisa termal dapat dide#inisikan sebagai pengukuran si#at-si#at #isik dan kimia material sebagai #ungsi dari suhu. Pada prakteknya, istilah analisa termal seringkali digunakan untuk si#at-si#at spesi#ik tertentu. .isalnya entalpi, kapasitas panas, massa dan koe#isien ekspansi termal. Pengukuran koe#isien ekspansi termal dari batangan logam merupakan $ontoh sederhana dari analisa termal. 5ontoh lainnya adalah pengukuran perubahan berat dari garam-garam oksi dan hidrat pada saat mengalami dekomposisi akibat pemanasan. engan menggunakan peralatan modern, sejumlah besar material dapat dipelajari dengan metode ini. Penggunaan analisa termal pada ilmu mengenai /at padat telah demikian luas dan ber'ariasi, men$akup studi reaksi keadaan padat, dekomposisi termal dan transisi #asa dan penentuan diagram #asa. !ebanyakan padatan bersi#at akti# se$ara termal dan si#at ini menjadi dasar analisa /at padat menggunakan analisa termal :Boobit %());. A.1 Thermogravimetri Analizer (TGA) ua jenis teknik analisa termal yang utama adalah analisa thermogra'imetri :T+A;, yang se$ara otomatis merekam perubahan berat sampel sebagai #ungsi dari suhu maupun 0aktu, dan analisa di#erensial termal : TA; yang mengukur perbedaan suhu, rT, antara sampel dengan material re#eren yang inert sebagai #ungsi dari suhu. Thermogra'imetri merupakan teknik analisis untuk mengukur perubahan berat dari suatu senya0a sebagai #ungsi dari suhu ataupun 0aktu. Analisis tersebut bergantung pada tingkat presisi yang tinggi dalam tiga pengukuran, yaitu berat, suhu, dan perubahan suhu. >asilnya biasanya berupa rekaman diagram yang kontinyu.

A.1.1. Prinsip Penggunaan Thermogravimetri analizer (TGA) Analisis Termogra'imetri :T+A; adalah salah satu teknik analisis termal yang digunakan untuk menggambarkan berbagai bahan. T+A menyediakan in#ormasi karakterisasi bebas dan tambahan untuk teknik termal. T+A mengukur jumlah dan laju :ke$epatan; perubahan massa sebuah sampel sebagai #ungsi temperatur atau 0aktu dalam suasana yang dikendalikan. Pengukuran yang digunakan terutama untuk menentukan panas dan?atau kestabilan bahan oksidati# serta si#at komposisi mereka. Teknik ini dapat menganalisis bahan yang menunjukkan massa baik kekurangan atau kelebihan karena dekomposisi, oksidasi atau hilangnya bahan mudah menguap :seperti kelembaban;. >al ini terutama berguna untuk mempelajari bahan polimer, termasuk termoplastik, termoset, elastomer, komposit, #ilm, serat, pelapis dan $at :.u#thi %((<; . Prinsip penggunaan T+A ialah mengukur ke$epatan rata-rata perubahan massa suatu bahan?$uplikan sebagai #ungsi dari suhu atau 0aktu pada atmos#ir yang terkontrol. Pengukuran digunakan khususnya untuk menentukan komposisi dari suatu bahan atau $uplikan dan untuk memperkirakan stabilitas termal pada suhu diatas )(((o5. .etode ini dapat mengkarakterisasi suatu bahan atau $uplikan yang dilihat dari kehilangan massa atau terjadinya dekomposisi, oksidasi atau dehidrasi. .ekanisme perubahan massa pada T+A ialah bahan akan mengalami kehilangan maupun kanaikan massa. Proses kehilangan massa terjadi karena adanya proses dekomposi yaitu pemutusan ikatan kimia, e'aporasi yaitu kehilangan atsiri pada peningkatan suhu, reduksi yaitu interaksi bahan dengan pereduksi, dan desorpsi. Sedangkan kenaikan massa disebabkan oleh proses oksidasi yaitu interaksi bahan dengan suasana pengoksidasi, dan absorpsi. A.1. . !ara "engguna#an Thermogravimetri analizer (TGA) 5ara menggunakan Thermogravimetri analizer (TGA) bergantung pada jenis dan merk alat. Alat dengan merk yang berbeda memiliki bagian yang berbeda pula. Thermogravimetri analizer (TGA) dilengkapi dengan alat atau bagian yang berbeda-beda sehingga $ara menggunakannya disesuaikan dengan jenis alat. 5ara pemakaian T+A dapat dilakukan dengan material yang berupa serbuk dimasukkan ke dalam $a0an ke$il dari bahan platina, atau alumina ataupun te#lon. Pemilihan bahan dari $a0an ini perlu disesuaikan dengan bahan uji. Pastikan bahan uji tidak bereaksi dengan bahan $a0an serta tidak lengket ketika dipanaskan.

Analisa memerlukan juga bahan standar sebagai re#erensi dan penyeimbang dari timbangan mikro. Biasanya dipakai alumina sebagai standar yang juga perlu dimasukkan dalam $a0an. Alumina dan bahan uji kemudian dimasukkan ke dalam alat T+A. alam melakukan analisis dengan T+A yang perlu dilakukan dengan sangat hati @ hati adalah ketika meletakkan $a0an @ $a0an diatas papan timbangan. !arena lengan dari pan timbangan sangat mudah patah sehingga dalam menempatkan dan mengambil kontainer perlu dilakukan dengan hati @ hati. Setelah sampel dimasukkan maka kita bisa memprogram urutan pemanasannya. Pemanasan bisa diprogram sesuai dengan kebutuhan misalkan kita bisa mengatur memanaskan sampel sampai ))( 5 dan ditahan )( menit kemudian pemanasan dengan $epat dilanjutkan sampai <(( 5 kemudian suhu diturunkan menjadi 3(( 5 ditahan selama &( menit. !ita dapat memprogram temperatur dan juga ke$epatan pemanasan, alat ini bisa memanaskan sampai sekitar )((( 5 dengan ke$epatan sampai )(( 5?menit atau lebih tergantung tipe alat :.u#thi %((<;. A.1.$. Pera%atan Thermogravimetri analizer (TGA) Setiap selesai menggunakan Thermogravimetri analizer (TGA), timbangan :(alance) dibersihkan dan disimpan pada tempat yang aman. Timbangan yang masih berisi pereaksi disimpan pada tempat yang jauh dari bahan lain yang berbahaya. Sebaiknya disimpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari se$ara langsung. Thermogravimetri analizer (TGA) sebelum digunakan harus diperiksa terlebih dahulu masih apakah ber#ungsi dengan baik atau tidak. 0urge ga , tem pada T+A sebelum dan sesudah digunakan diperikasa apakah ada kebo$oran gas atau tidak didalamnya. A.1.&. 'agian(bagian Thermogravimetri analizer (TGA) Thermogravimetri analizer (TGA) terdiri dari beberapa bagian, yaitu (alance1 Furnace :tungku pembakar;1 0urge ga :Singagerda %((<;. en itive anal,tical

, tem1 2icrocomputer atau micro proce or

A.1.&.1 Balance Berbagai jenis desin thermo(alance dapat dijumpai se$ara komersil, jenis-jenisnya berdasarkan pada penyediaan in#ormasi kuantitati# $uplikan dalam range massa, antara ) mg @

)(( g. 7enis balan$e yang umum digunakan adalah yang memiliki range antara 2-%( mg. Prinsip yang terjadi adalah adanya perubahan massa $uplikan menyebabkan de#leksi pada beam yang terpapar sorotan $ahaya antara lampu dan satu atau dua #otodioda. !etidaksetimbangan pada #otodioda diampli#ikasi dan masuk pada bagian *, dimana bagian ini berada diantara kutub dari magnet yang permanent oleh -. Adanya peningkatan medan magnet menyebabkan beam kembali pada kondisi a0al. Peningkatan #otodioda dimonitor dan ditrans#ormasi menjadi in#ormasi dalam bentuk massa atau kehilangan massa oleh system akuisisi data. A.1.&. Furnace ,ange suhu pada sebagian besar #urna$e adalah sampai )2((o5. 6mumnya ke$epatan rata-rata pemanasan atau pendinginan pada #urna$e dapat dipilih antara lebih dari (o5?menit sampai %((o5?menit. Insulasi dan pendinginan pada bagian luar 3urnace dibuat untuk menghindari trans#er panas pada (alance. Nitrogen atau argon sering digunakan untuk melindungi 3urnace dan menghindari oksidasi $uplikan. A.1.). Penanganan *ata Thermogravimetri analizer (TGA) Temperatur yang terekam pada thermogram idealnya merupakan temperature nyata dari $uplikan. Pada prinsipnya, temperature ini dapat dipengaruhi oleh adanya adalah thermo$ouple dari $uplikan, yang disebabkan karena dekomposisi katalitik dari $uplikan, kontaminasi $uplikan, kesalahan pada pengukuran massa. !onsekuensinya temperature yang terekam umumnya diukur dengan thermo$ouple ke$il yang berada pada tempat $uplikan. Temperatur yang terekam akan menyimpang dari temperature $uplikan sebenarnya. Thermobalan$e modern biasanya menggunakan $ontrol temperature terkomputerisasi yang se$ara otomatis mengkomparasi tegangan keluaran dari thermo$ouple dengan table tegangan 's temperature yang tersimpan dalam ,ead "nly .emory :,".;. .ikro $omputer menggunakan perbedaan antara temperature dari thermo$ouple dan temperature yang terspesi#ikasi dalam ,". untuk menyesuaikan tegangan dengan pemanas. engan demikian memungkinkan adanya kesesuaian antara program spesi#ikasi temperatur dan temperature $uplikan. A.1.+. Kalibrasi Thermogravimetri analizer (TGA)

!alibrasi merupakan hal yang penting dalam analisis menggunkan alat instrumen dalam laboratorium. T+A yang merupakan alat instrument dalam laboratorium juga harus dikalibrasi untuk dapat menghasilkan hasil yang baik. 5ara terbaik adalah untuk memeriksa kalibrasi T+A se$ara berkala. !alibrasi T+A dapat dilakukan dengan memperhatikan si#at dari sampel yang diujikan. 7ika menjalankan sampel yang relati# bersih dan tidak melapisi tungku atau tungku tabung, maka dianjurkan untuk memeriksa harian, mingguan, atau lainnya. !alibrasi dapat dilakukan jika T+A dirubah rentang suhunya, mengubah gas pembersihan, dan jika alat akan dipindahkan atau direratakan. !alibrasi T+A dapat dilakukan dengan $ara melakukan re tore de3ault pada alat. !emudian papan kesetimbangan dikosongkan, nol keseimbangan, dan tempat kalibrasi berat yang disediakan instrument dalam papan sampel. Setelah papan kesetimbangan diatur beratnya, kemudian dilakukan pengaturan pada tungku dan suhu.

A.1.,. !-nt-. apli#asi *engan Thermogravimetri analizer (TGA) Thermogravimetri sangat penting digunakan pada kajian mengenai polimer. Thermogram dapat memberikan in#ormasi mengenai mekanisme dekomposisi pada berbagai ma$am polimer. T+A dapat digunakan untuk analisis kinetik. !e$epatan rata-rata pada proses kinetika tidak hanya tergantung pada suhu spesimen, melainkan juga tergantung pada 0aktu dimana dia dapat bertahan pada suhu tersebut. Se$ara tipikal, analisis kinetika terdiri dari parameter-parameter seperti *nergi akti'asi :*a;, orde reaksi :k;, dll. *nergi akti'asi :*a; dapat ditentukan pada jumlah energi minimum yang diperlukan untuk menginisiasi proses kimia. Thermogravimetri juga dapat digunakan untuk analisis kuantitati# untuk $ampuran $alsium, stronsium dan ion barium. !etiga-tiganya pada presipitat a0al berada dalam bentuk monohidrat oksalat. Aplikasi T+A dan Analisis termal lain, seperti T.A dapat digunakan pada alam penelitian ini, T+A karakterisasi dan e'aluasi bahan baku pembuatan obat, misalnya karakterisasi dan e'aluasi yang pada IPN hidrogel terhadap pelepasan antibioti$. digunakan untuk mengetahui proses degradasi yang terjadi, sementara T.A digunakan untuk mengamati kekuatan penetrasi. Penggunaan T.A se$ara tunggal dapat digunakan untuk menentukan 'is$ositas obat amor#, misalnya indometa$in. Pada penerapannya, temperature yang dipilih adalah temperature yang dekat dan sesuai dengan temperature transisi calorimetric gla .