Anda di halaman 1dari 1

Budidaya lorong ( alley cropping) merupakan sistem pertanaman tanaman pangan di antara atau di sela-sela tanaman-tanaman pagar.

Sistem pertanaman lorong (Alley cropping) merupakan salahsatu sistem hutantani/ wanatani yang memadukan praktek pengolahan hutan secara tradisional dan proses daur-ulang hara secara alami keadaan sistem usaha tani yang lebih intensif, produktif dan berkelanjutan. Pelaksanaaan pertanaman mengikuti pola lorong (tanaman pangan) yang masing-masing lorong dibatasi tanaman pagar/ tegakan (hedgerow) yang tumbuh cepat berupa tanaman multiguna (legum). Teknologi budidaya lorong berusaha sekaligus memadukan konservasi tanah dan air, peningkatan kesuburan tanah, keanekaragaman tanaman dan peningkatan produktivitas tanah. Sutanto, Rachman. 2002. Penerapan pertanian organik. Kasinius: Yogyakarta. Tumpangsari (intercropping) merupakan salah satu cara pola tanam yang melakukan penanaman lebih dari satu tanaman, baik dalam arti umur sama ataupun umur tanaman berbeda. sistem tumpang sari tanaman sisipan (intercropping), yaitu menyisipkan tanaman berikutnya pada tanaman lain yang ditanam terlebih dahulu pada sebidang lahan yang sama. Tumpangsari pada umumnya memberikan efek positif untuk mengurangi hama, penyakit, dan gulma. Reijntjes, Coen ,dkk. 1999. Pertanian masa depan. Kasinius: Yogyakarta.