Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN KEBIDANAN

PADA AKSEPTOR KB BARU (DEPO PROVERA)


LANGKAH I. PENGKAJIAN
Tanggal: 27 Mei 2005
Jam: 09.30 wita
DATA SUBJEKTIF
1.
Identitas
Nama Klien: Ny. H
Nama Suami : Tn. A
Umur
: 24 tahun
Umur
: 26 tahun
Suku
: Banjar
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Agama
: Islam
Pendidikan : SMU
Pendidikan
: D III
Pekerjaan : IRT
Pekerjaan
: Swasta
Alamat
: Pandan sari no.12
2.
Alasan kumjungan saat ini: ibu P I A 0 post partum hari ke-15 datang ingin
mengikuti program KB suntik
3. Riwayat obstetric dan ginekologi:
a.
Riwayat menstruasi
Menarche
: 14 tahun
Siklus
: 30 hari
Lamanya
: 5 hari
Banyaknya
: 2-3 x ganti pembalut
Dismenorrea
: tidak pernah
b.
Flour albus
: tidak ada
c.
Perdarahan dari jalan lahir: tidak ada
4.
Riwayat kehamilan, persalinan,nifas yang lalu
Umur kehamilan I
: 40 minggu
Hamil berapa kali
:1x
Abortus berapa kali
: tidak pernah
Anak lahir hidup/mati
: hidup
5.
Riwayat ginekologi
Ibu tidak pernah mempunyai penyakit ginekologi
6.
Riwayat kesehatan:
Ibu tidak pernah menderita penyakit serius, menular atau penyakit turunan. Ibu juga tidak
menderita alergi terhadap makanan atau obat tertentu
7.
Riwayat KB
Ibu tidak pernah mengikuti metode kontrasepsi apapun
DATA OBJEKTIF
1.
Pemeriksaan umum
Keadaan umum
: baik
Kesadaran
: compos mentis
Tanda-tanda vital
Tekanan darah
: 120/70 mmHg

Suhu
Nadi
Pernapasan
2.

: 36,4C
: 80 x/menit
: 24 x/menit
Berat badan
: 48 kg
Tinggi badan
: 157 cm
Pemeriksaan fisik dan khusus

Inspeksi
1.
kepala
a.
kulit kepala
: bersih
b.
konstrusi rambut : kuat, tebal
c.
distribusi rambut : merata
2.
Mata
a. Kelopak mata : tidak tampak oedema
b. Konjungtivita : tidak tampak anemis
c. Sclera
: tidak tampak ikterik
3.
Muka
a. Kloasma gravida : tidak tampak
b. Oedema
: tidak tampak
c. Pucat/tidak
: tidak tampak pucat
4.
Mulut dan gigi
a.
Gigi geligi
: lengkap
b.
Mukosa mulut
: bersih, lembab
c.
Caries dentis
: tidak tampak
d.
Geraham
: tidak tamapak berlubang
e.
Lidah
: bersih, lembab
5.
Leher
a. Tonsil
: tidak tamapk pembesaran
b. Faring
: tidak tampak pembesaran
c. Vena jugularis
: tidak tampak pembesaran
d. Kel. Getah bening : tidak tampak pembesaran
e. Kelenjar tiroid
: tidak tampak pembesaran
6.
Dada
a. Mammae
: simetris, tidak tampak pembesaran abnormal
b. Retraksi
: tidak tampak retraksi intra kostal
c. Putting susu
: menonjol
7.
Punggung
Bentuk/posisi
: normal
8.
Perut
a.
Bekas operasi
: tidak tampak
b.
Strie
: tampak strie albican
c.
Membesar
: tampak ada pembesaran
d.
Asites
: tidak tampak
9.
Vagina
a. Varieses
: tidak dilakukan
b. Pengeluaran
: tidak dilakukan

c.
d.
e.
f.
10.

Oedema
Perimeum
Luka parut
Fistula

: tidak dilakukan
: tidak dilakukan
: tidak dilakukan
: tidak dilakukan
Ekstremitas
: tidak tampak
: tidak tampak
: baik

a. oedema
b. varieses
c. turgor
Palpasi
1. Leher
a. Vena jugularis
: tidak teraba pembesaran
b. Kel. Getah bening : tidak teraba pembesaran
c. Kelenjar tiroid
: tidak teraba pembesaran
2.
Dada/ mammae
a. Massa
: tidak teraba adanya massa abnormal
b. Konsistensi
: tegang
c. Pengeluaran
: ASI (+)
3. Perut
Tidak teraba pembesaran abnormal
4. Odema
Tidak teraba oedema
Auskultasi
Tidak dilakukan
Perkusi
Reflek patella positif kaki ka/ki
Pemeriksaan khusus
Pemeriksaan dalam : tidak dilakukan
Pelvimetri klinik
: tidak dilakukan
Ukuran panggul luar
: tidak dilakukan
Pemeriksaan laboratorium
Tidak dilakukan

LANGKAH II. INTERPRETASI DATA DASAR


Diagnosa
Dasar
Ibu akseptor KB baru (Depo Ibu P I A 0 post partum hari ke-15, melahirkan
Provera)
tanggal 12-05-2005
Ibu mengatakan ingin menggunakan metode
kontrasepsi suntikan
Ibu menyusui, pengeluaran ASI (+)
TD: 120/70 mmHg T: 36,4C
N : 80 x/menit
R: 24 x/menit

Masalah

Dasar

Kebutuhan

Dasar

Tidak ada

Tidak ada

LANGKAH III. MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA ATAU MASALAH POTENSIAL


Tidak ada

LANGKAH IV. MENETAPKAN KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA


Tidak ada

LANGKAH V. MENYUSUN RENCANA ASUHAN YANG MENYELURUH


1.
KIE mengenai KB suntik Depo Provera
2.
Lakukan informed consent
3.
Persiapkan alat dan bahan
4.
Persiapkan klien
5.
Lakukan penyuntikan
6.
Anjurkan ibu untuk kembali pada tanggal yang telah ditentukan, yaitu 20-08-2005
atau bila ibu mengalami keluhan yang memberatkan
LANGKAH VI. PELAKSANAAN LANGSUNG ASUHAN/IMPLEMENTASI
1.
MemberikanKIE mengenai KB suntik Depo Provera:
Keuntungan
Kerugian
Efek samping dan penanganannya
2.
Melakukan informed consent
3.
Mempersiapkan alat dan bahan:

Spuit steril
Kapas alcohol
Depo Provera 1 vial
Bengkok
4.
Persiapkan klien:
Persilahkan ibu berbaring dengan posisi sim
Buka sedikit pakaian bagian bawah ibu
5.
Lakukan penyuntikan
Menentukan 1/3 sias dan desinfeksi dengan kapas alcohol
Suntik bagian yang telah didesinfeksi, aspirasi udara, masukkan
obat
Pantau keadaan ibu setelah penyuntikan
6.
Anjurkan ibu untuk kembali pada tanggal yang telah ditentukan, yaitu 20-08-2005
atau bila ibu mengalami keluhan yang memberatkan

LANGKAH VII. EVALUASI


Tanggal: 27-5-2005
jam: 09.40 wita
1.
KU dan ttv ibu dalam keadaan normal
2.
Penyuntikan telah dilakukan
3.
Ibu berjanji akan datang lagi pada waktu yang telah ditentukan

DOKUMENTASI KEBIDANAN

S :-

Ibu mengatakan post partum hari ke-15, melahirkan tanggal 12-05-2005


Ibu mengatakan ingin mengikuti program KB suntik
Ibu menyusui, pengeluaran ASI (+)

O:-

KU: baik

Kes: compos mentis


TD: 120/70 mmHg T: 36,4C

N: 80 x/menit

x/menit
-

BB: 48 kg
Pada pemeriksaan tidak ditemukan kelainan

A : Ibu akseptor KB baru (Depo provera)


P : 1.
2.
3.
4.
5.

Berikan KIE mengenai Depo Provera


Lakukan informed consent
Persiapkan alat dan bahan
Persiapkan klien
Lakukan penyuntikan

R:

24

6. Anjurkan ibu untuk kembali pada tanggal yang telah ditentukan, yaitu 20-08-2005
atau bila ibu mengalami keluhan yang memberatkan
DASAR TEORI
KONTRASEPSI SUNTIKAN PROGESTIN
(DEPO PROVERA)

Profil
1.
2.
3.
4.
5.

Sangat efektif
Aman
Dapat dipakai oleh semua wanita dalam usia subur/reproduksi
Kembalinya kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan
Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI

Jenis
Tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang mengandung progestin, yaitu:
1.
Depo Medroksi Progesterone Asetat (DMPA), mengan dung 150 mg DMPA, yang
diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM
2.
Depo Noretisteron (Depo Noristerat), yang mengandung 200 mg norestindron
enantat, diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik IM
Cara kerja

menekan ovulasi
membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu
menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
menghambat transportasi gamet oleh tuba

Efektivitas
Sangat efektif (0,3 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan
Keuntungan kontasepsi

sangat efektif

pencegahan kehamilan jangka panjang

tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri

tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit


jantung dan gangguan pembekuan darah

tidak memiliki pengaruh terhadap ASI

sedikit efek samping

klien tidak perlu menyimpan obat suntik

dapat digunakan oleh perempuan > 35 tahun sampai menopause

membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik

menurunkan kejadian penyakit payudara jinak

mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul

menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell)

Kerugian
terjadi perubahan pada pola haid:
siklus haid yang memendek atau memanjang
perdarahan yang banyak atau sedikit
perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spoting)
tidak haid sama sekali
ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus kembali setiap 3 bulan
untuk mendapatkan suntikan
tidak dapat dihentikan sewaktu-waktusebelum suntikan berikutnya
permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B
virus atau virus HIV
kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian
terjadinya perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang
pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang
pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina,
menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, nervositas, jerawat.
Yang boleh menggunakan suntikan kombinasi
usia reproduksi
telah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas tinggi
menyusui ASI dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
pascapersalinan dan tidak menyusui
setelah abortus
telah banyak anak, tetapi belum menghendaki histerektomi
perokok
tekanan darah < 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah
menggunakan obat untuk epilepsy atau tuberculosis
tidak dapat memakai kontrasepsi yang menggunakan estrogen
sering lupa menggunakan pil
anemia defisiensi besi
mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kombinasi
Yang tidak boleh menggunakan suntikan kombinasi
hamil atau diduga hamil
perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, amenorea
menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara
diabetes mellitus disertai komplikasi
Waktu mulai menggunakan suntikan kombinasi
suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan
kontrasepsi tambahan

bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke 7 siklus haid, klien tidak boleh melakukan
hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasespsi lain untuk 7 hari
bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat asal saja dapat
dipastikan klien tersebut tidak hamil. Klien tidak boleh melakukan hubungan seksual
untuk 7 hari lamanya atau menggunakan metode kontrasepsi yang lain dalam masa 7 hari
bila klien pasca persalinan, menyusui, serta belum mendapat haid, suntikan pertama dapat
diberikan, asal saja dapat dipastikan klien tidak hamil
bila pasca persalinan, menyusui, serta telah mendapat haid, suntikan pertama dapat
diberikan pada siklus haid hari 1 dan 7
pasca keguguran, suntikan dapat segera diberikan atau dalam waktu 7 hari
ibu yang sedang menggunakan metode kontrasepsi hormonal lain dan ingin menggantinya
dengan kontrasepsi suntikan progestin. Selama ibu tersebut menggunakan kontrasepsi
sebelumnya secara benar, suntikan dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid.
Bila ragu-ragu dapat dilakukan uji kehamilan terlebih dahulu
ibu yang menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan
kontrasepsi suntikan progestin, maka suntikan pertama dapat segera diberikan asal saja
diyakini ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiaannya tanpa perlu menunggu datangnya
haid.
ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur, suntikan dapat diberikan setiap
saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil dan selama 7 hari setelah suntikan ibu tidak boleh
melakukan hubungan seksual

Cara penggunaan kontrasepsi suntikan progestin


suntikan DMPA diberikan setiap 3 bula dengan cara disuntik IM. Apabila suntikan
diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bekerja
segera dan efektif
pemberian noristerat untuk 3 injeksi pertama diberikan setiap 8 minggu, mulai injeksi
kelima diberikan setiap 12 minggu
Tanda-tanda yang harus diwaspadai pada penggunaan suntikan kombinasi
setiap terlambat haid harus diperkirakan adanya kemungkinan hamil
nyeri abdomen bawah berat, kemungkinan gejala KET
timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi
sakit kepala migraine, sakit kepala berat berulang atau penglihatan kabur
perdarahan berat yang 2 kali lebih panjang dari masa haid atau 2 kali lebih banyak dalam
satu periode haid