Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN PENDAHULUAN KOMUNITAS 1 (KELUARGA BINAAN 34)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn. A DENGAN ANGGOTA KELUARGA MENDERITA HIPERTENSI di JL. KERTOASRI N0 54 RT. 01 RW.01 KETAWANGGEDE, MALANG

Disusun oleh:
1. Lia Isnaini H 2. Mohammad Lukman Hakim I 3. Hasbi Assyydiqi 4. Tyas Vibrianti ( 201210420311145 ) ( 201210420311146 ) ( 201210420311147 ) ( 201210420311149 )

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Asuhan Keperawatan ini berjudul ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn. A DENGAN ANGGOTA KELUARGA MENDERITA HIPERTENSI DI JL. KERTOASRI N0 54 RT. 01 RW.02 KETAWANGGEDE, MALANG

telah disetujui dan disahkan pada : Hari : Sabtu Tanggal : 22 Maret 2014 Ruang : Poli Umum

Mengetahui : Pembimbing Puskesmas Pembimbing Akademik

Ibu Lina

Sri Sunaringsih Ika Wardojo, MPH

KATA PENGANTAR Alhamdulillah wasyukkurillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya yang telah memberikan kesehatan baik rohani dan jasmani sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tepat pada waktunya. Makalah ini kami susun dengan tujuan untuk memenuhi tugas. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Oleh karena itu,kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Dan semoga,makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha hambaNya. Amin..

Malang, 20 Maret 2014

PENULIS

BAB I 1.1 PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah perguruan tinggi swasta ilmu kesehatan yang menyelenggarakan Program pendidikan S1 Ilmu Keperawatan , memiliki cita-cita menghasilkan tenaga Ahli keperawatan yang profesional. Untuk mewujudkan perawat yang profesional , Program Studi S1 Ilmu keperawatan , melakukan serangkaian bentuk kegiatan pembelajaran, berupa kegiatan pembelajaran teori di kelas, praktek laboratorium, dan praktek lapangan.

Berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan, pelaksanaan kegiatan kuliah Keperawatan Komunitas 1. Praktik keperawatan komunitas dilakukan melalui pendekatan manajemen keperawatan dan didasari oleh konsep, ketrampilan dan sikap profesional perawat dalam memberikan asuhan di komunitas yang meliputi konsep dasar dan perkembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat serta aplikasinya di dalam kebijakan dan programprogram pembangunan kesehatan di Indonesia khususnya yang terkait dalam pendidikan keperawatan yaitu upaya perawatan hipertensi. Selain itu menjelaskan peran perawat dalam pengembangan kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan penggerakan peran serta masyarakat.
Kegiatan pembelajaran tersebut dirancang untuk mencapai kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan. Khusus untuk praktik perawat merupakan pengalaman inti pendidikan S1 Keperawatan yang dilaksanakan pada semester IV. Program Perawatan Komunitas 1 wajib ditempuh oleh mahasiswa semester IV, yang telah selesai menempuh teori di kelas pada semester sebelumnya yaitu pencapaian mata kuliah Keperawatan Komunitas 1. Pelaksanaan praktik tahun ini dilaksanakan secara terintegrasi yaitu mahasiswa praktik di lingkungan masyarakat, yang mana keluarga yang dikaji didapatkan dari data puskesmas.

B. DEFINISI HIPERTENSI
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih besar dari normal. Tekanan yang didapatkan pada pembuluh darah saat jantung menguncup yang disebut dengan systole dan tekanan yang didapat pada pembuluh darah ketika

jantung mengembang yang disebut dengan diastole. Hipertensi tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg.

C. ETIOLOGI
Pada umumnya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik (idiopatik). Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi: 1) Genetik: Respon neurologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na. 2) Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat. 3) Stress Lingkungan.

4) Hilangnya Elastisitas jaringan dan arterosklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah.
Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:

1) Hipertensi Esensial (Primer) Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, system rennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut : a. Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi. Ciri perseorangan, Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah:
Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ) Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih )

b. Kebiasaan hidup, Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah : Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ) Kegemukan atau makan berlebihan Stress Merokok Minum alcohol Minum obat-obatan ( ephedrine, prednison, epineprin )

2) Hipertensi Sekunder
Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vaskuler renal seperti penyebab hipertensi sekunder adalah : Ginjal, Glomerulonefritis, Pielonefritis, Nekrosis tubular akut, Tumor, Vascular, Aterosklerosis, Hiperplasia, Trombosis, Aneurisma, Emboli kolestrol, Vaskulitis, Kelainan endokrin, Diabetes Mellitus, Hipertiroidisme, Hipotiroidisme, Saraf, Stroke, Ensepalitis, SGB, Obat obatan, Kontrasepsi oral, dan Kortikosteroid.

Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan perubahan pada : a. Elastisitas dinding aorta menurun b. Katub jantung menebal dan menjadi kaku c. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya. d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah. Hal ini terjadi karena kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer.
D. KLASIFIKASI Klasifikasi hipertensi menurut WHO 1. Tekanan darah normal yaitu bila sistolik kurang atau sama dengan 140 mmHg dan diastolik kurang atau sama dengan 90 mmHg 2. Tekanan darah perbatasan (broder line) yaitu bila sistolik 141-149 mmHg dan diastolik 91-94 mmHg 3. Tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu bila sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan diastolik lebih besar atau sama dengan 95mmHg.

Klasifikasi menurut The Joint National Committee on the Detection and Treatment of Hipertension: 1. Diastolik : a. < 85 mmHg b. 85 99 c. 90 -104 d. 105 114 e. >115 a. < 140 mmHg b. 140 159 c. > 160 : Tekanan darah normal : Tekanan darah normal tinggi : Hipertensi ringan : Hipertensi sedang : Hipertensi berat : Tekanan darah normal : Hipertensi sistolik perbatasan terisolasi : Hipertensi sistolik teriisolasi

2. Sistolik (dengan tekanan diastolik 90 mmHg)

Krisis hipertensi adalah Suatu keadaan peningkatan tekanan darah yang mendadak (sistole 180 mmHg dan/atau diastole 120 mmHg), pada penderita hipertensi, yg membutuhkan penanggulangan segera yang ditandai oleh tekanan darah yang sangat tinggi dengan kemungkinan timbulnya atau telah terjadi kelainan organ target (otak, mata (retina), ginjal, jantung, dan pembuluh darah). Tingginya tekanan darah bervariasi, yang terpenting adalah cepat naiknya tekanan darah. Dibagi menjadi dua: a. Hipertensi Emergensi Situasi dimana diperlukan penurunan tekanan darah yang segera dengan obat antihipertensi parenteral karena adanya kerusakan organ target akut atau progresif target akut atau progresif. Kenaikan TD mendadak yg disertai kerusakan organ target yang progresif dan di perlukan tindakan penurunan TD yg segera dalam kurun waktu menit/jam. b. Hipertensi urgensi Situasi dimana terdapat peningkatan tekanan darah yang bermakna tanpa adanya gejala yang berat atau kerusakan organ target progresif bermakna tanpa adanya gejala yang berat atau kerusakan organ target progresif dan tekanan darah perlu diturunkan dalam beberapa jam. Penurunan TD harus dilaksanakan dalam kurun waktu 24-48 jam (penurunan tekanan darah dapat dilaksanakan lebih lambat (dalam hitungan jam sampai hari). E. MANIFESTASI KLINIS Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi : a. Tidak ada gejala

Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur. b. Gejala yang lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.Menurut Rokhaeni ( 2001 ), manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu : Mengeluh sakit kepala, pusing Lemas, kelelahan, Sesak nafas, Gelisah, Mual Muntah, Epistaksis, Kesadaran menurun Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 1. 2. 3. 4. Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg 2. Sakit kepala Pusing / migraine Rasa berat ditengkuk Penyempitan pembuluh darah Sukar tidur Lemah dan lelah Nokturia Azotemia Sulit bernafas saat beraktivitas Riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan hipertensi Pria usia 35 55 tahun dan wanita > 50 tahun atau sesudah menopause Kebanyakan mengkonsumsi garam/natrium Sumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis) disebabkan oleh beberapa hal seperti merokok, kadar lipid dan kolesterol serum meningkat, caffeine, DM, dsb. 5. 6. 7. 8. 9. Factor emosional dan tingkat stress Gaya hidup yang monoton Sensitive terhadap angiotensin Kegemukan Pemakaian kontrasepsi oral, seperti esterogen.

F. FAKTOR RESIKO

G. PATOFISIOLOGI

Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitiv terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Renin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi. Sebagai pertimbangan gerontologis dimana terjadi perubahan structural dan fungsional pada system pembuluh perifer bertanggungjawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung (volume sekuncup) mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer (Smeltzer, 2001).

Pada usia lanjut perlu diperhatikan kemungkinan adanya hipertensi palsu disebabkan kekakuan arteri brachialis sehingga tidak dikompresi oleh cuff sphygmomanometer (Darmojo, 1999). Menurunnya tonus vaskuler merangsang saraf simpatis yang diteruskan ke sel jugularis. Dari sel jugularis ini bisa meningkatkan tekanan darah. Dan apabila diteruskan pada ginjal, maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkan retensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanan darah. Dengan peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan pada organ-organ seperti jantung. ( Suyono, Slamet. 1996 )

1.2 TUJUAN 1. Tujuan Umum


Setelah mengikuti pembelajaran kuliah keperawatan komunitas 1, mahasiswa diharapkan mampu memahami masalah kesehatan dasar dan program-program yang terkait khususnya di bidang pelayanan kesehatan terutama di PUSKESMAS maupun di komunitas.

2. Tujuan Khusus A. Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran komunitas 1 , diharapkan mahasiswa mampu :
a. Mengenal dan memahami struktur organisasi serta ruang lingkup pelayanan kesehatan di PUSKESMAS b. Mengenal langsung program program layanan dasar di PUSKESMAS c. Mengetahui system rujukan puskesmas dan pembiayaan (HI, JAMKESOS, JAMKESMAS, JAMPERSAL dan Pasien Umum) dalam program KIA & KB, Imunisasi, Promosi Kesehatan, P2M, Kesehatan Lingkungan dan Gizi yang ada di PUSKESMAS

B. Setelah mengikuti kegiatan pengkajian di kerto asri, diharapkan mahasiswa mampu :


a. Mengenal peta wilayah dan organisasi pemerintahan di tingkat keluarga dan kesehatan masyarakat

b. Mengidentifikasi masalah kesehatan utama ditingkat keluarga. c. Mengidentifikasi sumber daya yang ada untuk mengatasi masalah kesehatan. d. Merumuskan prioritas masalah kesehatan di tingkat keluarga. e. Menyusun bentuk rencana intervensi untuk mengatasi masalah kesehatan. f. Melaksanakan intervensi masalah kesehatan utama di tingkat keluarga. g. Evaluasi hasil intervensi masalah kesehatan di tingkat dususun. h. Peyusunan laporan hasil pelaksanaan hasil intervensi masalah kesehatan di tingkat keluaraga dan kesehatan masyarakat. i. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan hasil intervensi melalui forum terbuka.

1.3

MANFAAT
Manfaat dilakukan pengkajian keluarga ialah sebagai berikut :

a. Dapat mengenal dan memahami struktur organisasi serta ruang lingkup pelayanan kesehatan di PUSKESMAS. b. Dapat mengenal langsung program program layanan dasar di PUSKESMAS. c. Dapat mengetahui system rujukan puskesmas dan pembiayaan (HI, JAMKESOS, JAMKESMAS, JAMPERSAL dan Pasien Umum) dalam program KIA & KB, Imunisasi, Promosi Kesehatan, P2M, Kesehatan Lingkungan dan Gizi yang ada di PUSKESMAS. d. Dapat mengidentifikasi masalh kesehatan yang di alami e. Dapat menetapakan masalah kesehatan dan memprioritaskan masalah tersebut f. Dapat merumuskan serta memecahakan masalah kesehatan g. Dapat menanggulangi masalah kesehatan yang mereka hadapi h. Dapat mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah yangmereka hadapi,yang akhirnya dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri (self care).

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENGETAHUAN HIPERTENSI PADA KELUARGA Tn. A DI JL. KERTOASRI N0 54 RT. 01 RW.01 KETAWANGGEDE, MALANG Bidang studi Hari Tanggal Waktu Tempat Sasaran Topik kegiatan : Komunitas 1 : Kamis : 20 Maret 2014 : 45 menit : Ruang tamu : Keluarga pasien yang dikhususkan kepada Ny.A : Pengetahuan tentang penyakit Hipertensi

I. Latar Belakang 1.1 Fenomena Hipertensi kini menjadi masalah global karena prevalensi yang terus meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup seperti merokok, obesitas, inaktivitas fisik, dan stress psikososial. Hampir di setiap negara, hipertensi menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling sering dijumpai (WHO, 2000). Di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni bumi mengidap hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari 972 juta pengidap hipertensi, 333 juta berada di negara maju dan 639 sisanya berada di negara sedang berkembang, temasuk Indonesia (WHO, 2000). Penelitian berskala nasional dilakukan perhimpunan hipertensi Indonesia pada tahun 2002 di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Dari 3080 subjek dewasa umur 40 tahun atau lebih yang berobat pada praktik dokter didapatkan prevalensi hipertensi 58,89% dan 37,32% pasien tanpa pengobatan antihipertensi. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan tahun 2004 mendapatkan prevalensi hipertensi

di Pulau Jawa mencapai 41,9%. Survei Pernefri dilakukan dengan tujuan menilai proteinuria dan hipertensi sebagai faktor resiko PGK pada populasi di 4 daerah percontohan Bali, Jakarta, Surabaya dan Yogya dan mendapatkan prevalensi hipertensi umur 18 tahun keatas sebesar 19,4%. Dari data tersebut 26,9% dikategorikan hipertensi stadium II menurut JNC 7. Walaupun angka prevalensi hipertensi secara pasti belum diketahui,data tersebut merefleksikan besarnya masalah hipertensi di Indonesia (Prodjosudjadi, 2008). Hipertensi atau tekanan darah tinggi seringkali muncul tanpa gejala, sehingga disebut sebagai silent killer. Secara global, tingkat prevalensi hipertensi di seluruh dunia masih tinggi. Lebih dari seperempat jumlah populasi dunia saat ini menderita hipertensi. Namun sebaliknya, tingkat kontrol tekanan darah secara umum masih rendah (Bakri, 2008). Kalau saja hipertensi tidak mengundang segudang risiko komplikasi, barangkali permasalahannya menjadi lebih sederhana. Masalahnya, tekanan darah di atas normal yang tidak ditangani dengan baik akan merembet kepada komplikasi yang lebih berat. Hipertensi bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, diantaranya ialah penyakit gagal ginjal (Bakri, 2008). Saat ini terdapat satu juta penduduk dunia yang sedang menjalani terapi pengganti ginjal dan angka ini terus bertambah sehingga diperkirakan pada 2010 terdapat dua juta orang yang menjalani terapi ginjal. Angka prevalensi ini diperkirakan lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hipertensi berperan terhadap meningkatnya insiden penyakit ginjal kronik. Berdasarkan data penelitian dari beberapa negara menunjukan bahwa hipertensi dan diabetes melitus menyumbang sekitar 50 persen pada penyakit ginjal kronik (Fisch, 2000). Penyakit ginjal dan saluran kemih telah menyumbang 850.000 kematian setiap tahunnya, hal ini berarti meduduki peringkat ke 12 tertinggi angka kematian atau peringkat tertinggi ke 17 angka kecacatan (Global Burden of Disease dan WHO, 2002).

Adanya proteinuria dapat dijadikan indikator terjadinya gangguan fungsi ginjal, karena berarti ginjal tidak mampu menyaring protein agar tidak keluar ke dalam urin. Sebaliknya, kontrol tekanan darah yang baik akan mengurangi ekskresi proteinuria dan memperlambat penurunan fungsi ginjal (Yogiantoro, 2006). 1.2 Angka Kejadian Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi telah membunuh 9,4 juta warga dunia setiap tahunnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) Angka memperkirakan, jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang membesar. Pada 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29 persen warga dunia terkena hipertensi. Prosentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat di negara berkembang. Data Global Status Report on Noncommunicable Disesases 2010 dari WHO menyebutkan, 40 persen negara ekonomi berkembang memiliki penderita hipertensi, sedangkan negara maju hanya 35 persen. Kawasan Afrika memegang posisi puncak penderita hipertensi sebanyak 46 persen. Sementara kawasan Amerika menempati posisi buncit dengan 35 persen. Di kawasan Asia Tenggara, 36 persen orang dewasa menderita hipertensi. Untuk kawasan Asia, penyakit ini telah membunuh 1,5 juta orang setiap tahunnya. Hal ini menandakan satu dari tiga orang menderita tekanan darah tinggi. Hipertensi saat ini masih menjadi masalah utama di dunia. Menurut Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment on High Blood Pressure VII (JNC-VII), hampir 1 milyar orang menderita hipertensi di dunia. Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, hipertensi merupakan penyebab nomor 1 kematian di dunia. Data tahun 2010 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 28,6% orang dewasa berusia 18 tahun ke atas menderita hipertensi. Walaupun sebagian besar dari mereka telah mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi dan mengkonsumsi obat penurun tekanan

darah, hanya 53,3% yang berhasil mengontrol tekanan darah dalam batas normal. Sedangkan untuk populasi di Indonesia, angka kejadian hipertensi itu berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) Departemen Kesehatan tahun 2007 mencapai sekitar 31% dan angkanya pun meningkat 2-3 kali lipat. Daerah yang disebutkan dalam riskesdas adalah propinsi dengan angka prevelansi paling tinggi ditempati Kepulauan Natuna dengan 53,3 persen. Sedangkan posisi buncit ditempati Pripinsi Papua Barat dengan angka prevalensi 6,8 persen. Data pasien hipertensi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang mengunjungi poli rawat jalan maupun rawat inap periode tahun 2010-2012 sebanyak lebih dari 15.000 kunjungan penderita. 1.3 Rumusan Masalah 1.4 Apa definisi hipertensi ? Apa penyebab hipertensi ? Apa tanda dan gejala hipertensi ? Apa komplikasi dari hipertensi Bagaimana mencegah terjadinya hipertensi ? Bagaimana cara mengobati hipertensi ? Bagaimana cara diet bergizi untuk hipertensi ?

Solusi Untuk mengantisipasi meningkatnya penderita demam hipertensi, perlu adanya sosialisasi pencegahan hipertensi karena dibandingkan harus mengeluarkan biaya yang relatif besar untuk mengobati penyakit hipertensi, pencegahan dini adalah solusi yang tepat.

II. Tujuan 2.1 Tujuan Umum Setelah mendapatkan penjelasan tentang Hipertensi selama 30 menit , diharapkan siswa/i Keluarga dapat mengerti dan memahami tentang Hipertensi. 2.2 Tujuan khusus Setelah mendapatkan penjelasan tentang Hipertensi , diharapkan Keluarga tersebut mampu: 1. Menjelaskan pengertian hipertensi. 2. Menjelaskan penyebab hipertensi. 3. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi. 4. Menjelaskan komplikasi hipertensi. 5. Menjelaskan cara mencegah hipertensi. 6. Menjelaskan cara pengobatan hipertensi. 7. Mejelaskan cara diet bergizi untuk hipertensi. III. Strategi Pelaksanaan 3.1 Metode : a. Demonstrasi b. Praktek Senam c. Tanya jawab 3.2 Alat / Media a. Alat 1) Tensi 2) Video Senam b. Media 1) Leaflet 2) Lembar Bolak-Balik 3) Jus Buah Belimbing dan Seledri :

3.3 Sasaran

Keluarga Binaan Ny. U / KK A di Jl. Kerto Asri no 54 RT 1/RW 1, Ketawanggede. Malang. IV. Rancangan Pelaksanaan 4.1 Stuktur Organisasi dan Pembagian Tugas a) Penyaji b) Observer c) Fasilitator d) Anggota 4.2 Alokasi waktu Hari/Tanggal Pukul 4.3 Denah : Kamis , 20 Maret 2014 : 13.30 WIB : Moh. Lukman Hakim Ibrahim : Lia Isnaini : Hasbi Assydiqi : Tyas Vibrianti

e) Pembimbing : Bu. Lina

Penyaji Anggot a

Tn. A

Ruang Tamu Keluarga

Ny. A

Fasilitat or Observe r

Pembimbing

4.4 Strategi NO KEGIATAN KEGIATAN PENYULUHAN 1. Pendahulua Mengucapka KEGIATAN PESERTA Menjawab MEDIA WAK TU 5 PENANGG UNG JAWAB Lia

n salam pembukaan Memperkena lkan diri Mengkomuni kasikan tujuan

salam Memperhat ikan Memperhat ikan

Menit

2.

Pelaksanaan

Menjelaskan dan menguraikan tentang : 1. Pengertian hipertensi 2. Penyebab hipertensi 3. Tanda dan gejala hipertensi. 4. Komplikasi hipertensi 5. Pencegahan hipertensi. 6. Pengobatan demam berdarah. 7. Diet bergizi hipertensi Memberikan kesempatan kepada peserta penyuluhan untuk bertanya

Memperhatika n dan mencatat penjelasan penyuluh dengan cermat

Lemba r BolakBalik

20 Menit

Lukman dan Hasbi

Menanyakan hal-hal yang belum jelas atau belum dipahami. Memperhati

Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan yang berkaitan dengan materi yang belum jelas. 3. Terminasi Menyimpulkan materi yang telah disampaikan Melakukan evaluasi Mengakhiri kegiatan penyuluhan

kan dan mendengark an jawabanjawaban dari penyuluh

Memperhatikan kesimpulan dari materi penyuluhan yang telah disampaikan. Menjawab pertanyaan yang telah diajukan oleh penyuluh. Menjawab salam

5 Menit

Tyas

4.5 Standart Evaluasi a. Struktur Waktu pelaksanaan yang dialokasikan jam 13.30, kemudian langsung masuk pada demonstran-tanya jawab yang dilakukan oleh pemateri . b. Proses Proses penyuluhan diharapkan berjalan lancar dengan antusias keluarga penyuluhan baik, memahami, mengerti materi yang diberikan serta mampu bertanya jawab kepada penyuluh sehingga terjalin

feedback yang baik dan hal itu akan membantu keluarga dalam memahami materi yang disampaikan c. Hasil Keluarga dapat menjelaskan definisi dari hipertensi, penyebabnya, cara pencegahan, komplikasi, tanda dan gejalanya, cara pengobatan serta diet bergizi khusus hipertensi.

MATERI PENYULUHAN HIPERTENSI H. Definisi hipertensi Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih besar dari normal. Tekanan yang didapatkan pada pembuluh darah saat jantung menguncup yang disebut dengan systole dan tekanan yang didapat pada pembuluh darah ketika jantung mengembang yang disebut dengan diastole. Hipertensi tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg. I. Etiologi Pada umumnya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik (idiopatik). Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi: 5) Genetik: Respon neurologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na. 6) Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat. 7) Stress Lingkungan. 8) Hilangnya Elastisitas jaringan dan arterosklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah. Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu: 3) Hipertensi Esensial (Primer) Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, system rennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress. Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya hipertensi. Faktor tersebut adalah sebagai berikut : c. Faktor keturunan

Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi. Ciri perseorangan, Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah: Umur ( jika umur bertambah maka TD meningkat ) Jenis kelamin ( laki-laki lebih tinggi dari perempuan ) Ras ( ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih )

d. Kebiasaan hidup, Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah : Konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr ) Kegemukan atau makan berlebihan Stress Merokok Minum alcohol Minum obat-obatan ( ephedrine, prednison, epineprin ) Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vaskuler renal seperti penyebab hipertensi sekunder adalah : Ginjal, Glomerulonefritis, Pielonefritis, Nekrosis tubular akut, Tumor, Vascular, Aterosklerosis, Hiperplasia, Trombosis, Aneurisma, Emboli kolestrol, Vaskulitis, Kelainan endokrin, Diabetes Mellitus, Hipertiroidisme, Hipotiroidisme, Saraf, Stroke, Ensepalitis, SGB, Obat obatan, Kontrasepsi oral, dan Kortikosteroid. Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan perubahan pada : e. Elastisitas dinding aorta menurun f. Katub jantung menebal dan menjadi kaku g. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1% setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.

4) Hipertensi Sekunder

h. Kehilangan elastisitas pembuluh darah. Hal ini terjadi karena kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer. J. Klasifikasi Klasifikasi hipertensi menurut WHO 4. Tekanan darah normal yaitu bila sistolik kurang atau sama dengan 140 mmHg dan diastolik kurang atau sama dengan 90 mmHg 5. Tekanan darah perbatasan (broder line) yaitu bila sistolik 141-149 mmHg dan diastolik 91-94 mmHg 6. Tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu bila sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan diastolik lebih besar atau sama dengan 95mmHg. Klasifikasi menurut The Joint National Committee on the Detection and Treatment of Hipertension: 3. Diastolik : f. < 85 mmHg g. 85 99 h. 90 -104 i. j. 105 114 >115 : Tekanan darah normal : Tekanan darah normal tinggi : Hipertensi ringan : Hipertensi sedang : Hipertensi berat : Tekanan darah normal : Hipertensi sistolik perbatasan terisolasi : Hipertensi sistolik teriisolasi

4. Sistolik (dengan tekanan diastolik 90 mmHg) d. < 140 mmHg e. 140 159 f. > 160

Krisis hipertensi adalah Suatu keadaan peningkatan tekanan darah yang mendadak (sistole 180 mmHg dan/atau diastole 120 mmHg), pada penderita hipertensi, yg membutuhkan penanggulangan segera yang ditandai oleh tekanan darah yang sangat tinggi dengan kemungkinan timbulnya atau telah terjadi kelainan organ target (otak, mata (retina), ginjal, jantung, dan pembuluh darah). K. Manifestasi Klinis Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi : c. Tidak ada gejala

Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur. d. Gejala yang lazim Sering dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataannya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.Menurut Rokhaeni ( 2001 ), manifestasi klinis beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu : Mengeluh sakit kepala, pusing Lemas, kelelahan, Sesak nafas, Gelisah, Mual Muntah, Epistaksis, Kesadaran menurun Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah : 11. Peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg 2. 12. Sakit kepala 13. Pusing / migraine 14. Rasa berat ditengkuk 15. Penyempitan pembuluh darah 16. Sukar tidur 17. Lemah dan lelah 18. Nokturia 19. Azotemia 20. Sulit bernafas saat beraktivitas L. Faktor Resiko 1. 2. 3. 4. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung dan hipertensi Pria usia 35 55 tahun dan wanita > 50 tahun atau sesudah menopause Kebanyakan mengkonsumsi garam/natrium Sumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis) disebabkan oleh beberapa hal seperti merokok, kadar lipid dan kolesterol serum meningkat, caffeine, DM, dsb. 5. Factor emosional dan tingkat stress

6. 7. 8. 9.

Gaya hidup yang monoton Sensitive terhadap angiotensin Kegemukan Pemakaian kontrasepsi oral, seperti esterogen.

M. Komplikasi Komplikasi dari hipertensi dapat menyebabkan : 1. Kerusakan otak Tekanan darah yang terlalu tinggi menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak (stroke) akibatnya, darah tercecer dari daerah tertentu otak sedangkan bagian lain otak tidak teraliri cukup sehingga bagian otak menjadi rusak. 2. Kerusakan jantung Tekanan darah yang tinggi menyebabkan pembesaran otot jantung kiri sehingga jantung mengalami gagal fungsi. Pembesaran otot jantung kiri disebabkan jantung bekerja keras untuk memompa darah. 3. Kerusakan ginjal Tingginya tekanan darah akan membuat pembuluh darah dalam ginjal tertekan. Akhirnya, pembuluh darah menjadi rusak dan menyebabkan fungsi ginjal menurun hingga mengalami kegagalan ginjal. 4. Kerusakan mata Tekanan darah yang tinggi menyebabkan tertekannya pembuluh darah dan syaraf pada mata sehingga penglihatan terganggu. 5. Kerusakan paru-paru Tekanan darah yang tinggi menyebabkan paru-paru juga bekerja ekstra keras untuk mendapatkan oksigen yang diperlukan darah untuk melakukan sirkulasi dijantung sehingga daya kerja paru semakin keras yang akan menyebabkan emboli paru atau kebocoran. 6. Kerusakan otak Tekanan darah yang tinggi menyebabkan sirkulasi darah ke otak semakin banyak sehingga otak akan banyak menerima stimulus. Jika terlalu tertekan maka otak akan mengalami kematian beberapa sel

yang menyebabkan kemampuan kognitif atau berfikir mereka berkurang. N. Cara Mencegah Cara pencegahan untuk hipertensi adalah : 1. Kurangi konsumsi garam dalam makanan. Jika sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya menghindari makanan yang mengandung garam. 2. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi. 3. Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari. 4. Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk. Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan mampu mengendalikan emosi Anda. Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kendalikan kadar kolesterol. Kendalikan diabetes. Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah. O. Pengobatan Terapi Herbal untuk Hipertensi

Pengobatan terhadap hipertensi dapat dilakukan dengan terapi herbal hipertensi. Sebelum membuat racikan atau ramuan, pengenalan jenis tanaman sangat diperlukan, demikian juga sifat dan cita rasa tanaman tersebut. Pengetahuan ini penting untuk mengetahui dan mencegah kekeliruan dengan tanaman jenis lain yang mungkin sosok dan bentuknnya mirip. Di dalam tradisional chinesse pharmacology, ada empat macam sifat dan lima macam cita rasa dan tamanan obat. Empat macam sifat dari tanaman obat, yaitu dingin, panas, hangat dan sejuk. Tanaman dengan sifat panas, hangat dapat dipakai untuk pengobatan pada sindrom dingin. Adapun sifat sejuk dan dingin digunakan untuk pengobatan pada sinrom panas. Dalam memilih pemakaian obat, seseorang lebih cenderung menyukai obat yang langsung ditelan. Akibatnya jamu instan dalam kemasan dan obatobatan medis menjadi semakin popular. Penyajian jenis obat-obat pada terapi herbal untuk hipertensi khususnya dalam terapi hipertensi disuguhkan dengan beberapa cara, misalnya dengan dimakan langsung disajikan dengan dibuat jus untuk diambil sarinya, diolah menjadi obat ramuan ataupun dengan dimasak sebagai pelengkap menu sehari-hari. Berdasarkan penyebab terjadinya hipertensi ramuan tanaman obat pun dalam terapi herbal hipertensi harus disesuaikan. Berikut ini tanaman obat dan ramuan yang dapat digunakan untuk mengatasi hipertensi : 1. Sambiloto : Memberikan efek muskarinik pada pembuluh darah, mempengaruhi penyakit jantung iskemik, eek pada respirasi sel sifat kholeretik, menurunkan tekanan darah tinggi, mengatasi diabetes, penawar racun, penghilang nyeri (analgesic), anti inflamasi, dan antibakteri. 2. Tapak dara : tapak dara berkhasiat sebagai diuretic, hipoglikemih, hipotensif (menurunkan tekanan darah), sedative (penenang), hemostatis (pengehnti pendarahan), peluruh haid, serta menghilangkan panas dan racun. 3. Mahkota dewa : berkhasiat mengobati hipertensi, stroke, bersifat sebagai tonik pada lever dan darah, penangkal alergi (antihistamin),

sintosinon, oksitosin (pemacu kerja otot rahim), serta mengobati disentru, jerawat, penyakit kulit seperti eksim dan gatal-gatal. 4. 5. Mawar ; menurunkan tekanan darah, menguatkan jantung. Membersihkan darah, dan obat radang sendi. Belimbing wuluh : mengobati hipertensi, rematik, sariawan, batuk rejan, pegal linu, jerawat, panu, memperbanyak pengeluaran empedu, menghilangkan rasa sakit, peluruh kencing dan bersifat antiradang. 6. Alang-alang : menghentikan pendarahan, menurunkan panas, peluruh kemih, menghilangkan haus, serta mengatasi gejala meridian paruparu, penyakit lambung, dan usus kecil. 7. Bawang putih/garlic : Tanaman ini dikenal bermanfaat mengatasi seluruh system kardiovaskular termasuk tekanan darah. Tekanan darah (angka distolik) menurun secara berarti hanya dengan mengonsumsi 3 siung bawang putih setiap dari selama tiga bulan. Di dalam bawang putih juga mengandung senyawa adenosine yang dapat melenturkan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih lancar. 8. Seledri/ Celery : Tanaman seledri ini mengandung senyawa aktif apigenin. Senyawa ini berfungsi sebagai calcium antagonist dan manitol yang identik dengan diuretic. Selain dalam bentuk suplemen, seledri enak dikonsumsi dalam bentuk jus. 9. Bawang merah / Onion : Minyak esensial pada bawang merah di anggap paling efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi. 10. Mengkudu : Kandungan scopoletin dalam buah buruk rupa ini mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Uji preklenisnya dilakukan oleh Departemen Farmasi Universitas Indonesia terhadap mengkudu bentuk pil. Mengkudu biasanya dikonsumsi dalam bentuk jus. Tetapi sejarang banyak juga yang tersedia dalam bentuk pil. 11. Tomat : Kandungan asam amino Gamma-amino butyric (GABA) pada tomat bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi 12. Belimbing : Buah belimbing kaya akan serat yang akan mengikat lemak dan bermanfaat pada tidak bertambahnya berat badan, penyebab hipertensi. Belimbing juga kaya air dan mengandung kalium yang

bersifat diuretic, sehingga kelebihan garam dapat dikeluarkan dari tubuh melalui urine. P. Diet Bergizi untuk Hipertensi Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah diet yang dirancang untuk mengobati atau mencegah hipertensi. Diet ini dilakukan dengan mengurangi asupan garam dan menambah berbagai macam makanan yang kaya akan nutrisi untuk menurunkan tekanan darah. Dengan menerapkan diet DASH, penderita hipertensi akan dapat menurunkan tekanan darahnya beberapa poin dalam waktu 2 minggu. Dan jika dilakukan terus menerus, tekanan darah akan dapat turun 8 sampai 14 poin, yang akan membuat perubahan yang berarti bagi kesehatan. Selain untuk menurunkan tekanan darah, diet DASH juga memiliki keuntungan lain, seperti mengurangi resiko osteoporosis, kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Diet DASH juga dapat menurunkan berat bedan karena memberikan arahan untuk bagaimana mengkonsumsi makanan atau cemilan yang bergizi. Tujuan utama dari diet DASH adalah mengurangi asupan garam, karena natrium dapat meningkatkan tekanan darah secara dramatis pada orang yang sensitif terhadapnya. Sebagai tambahan dari diet DASH, terdapat juga versi diet rendah garam. Anda dapat memilih diet mana yang sesuai dengan kesehatan Anda.

Diet DASH Standar membatasi konsumsi natrium sampai 2.300 mg/hari Diet DASH Rendah Garam membatasi konsumsi natrium sampai 1.500 Menurut penelitian, diet DASH Rendah Garam sangat berguna untuk

mg/hari membantu menurunkan tekanan darah untuk orang dewasa yang berusia 50 tahun ke atas atau orang yang sudah terkena penyakit hipertensi. Diet DASH : Apa yang Harus Dimakan Berikut adalah makanan yang baik untuk dikonsumi pada diet DASH. 1. Biji-bijian (6-8 Kali Konsumsi/hari) Termasuk roti, sereal dan pasta. Pilihlah gandum utuh karena mengandung lebih banyak serat dan nutrisi. Misalnya, gunakan beras

merah untuk mengganti beras putih, roti gandum untuk pengganti roti biasa. Roti gandum biasanya rendah lemak, hindari mengoleskan mentega atau krim. 2. Sayur-sayuran (4-5 Kali Konsumsi/hari. Konsumsi sayuran yang mengandung banyak serat, vitamin dan mineral seperti kalium dan magnesium. Jangan hanya mengkonsumsi sayuran sebagai lauk saja, tetapi konsumsi sayuran sebagai menu utama 3. Buah-buahan (4-5 Kali Konsumsi/hari) Buah-buahan juga mengandung banyak serat dan mineral yang diperlukan untuk tubuh, dan biasanya rendah lemak kecuali alpukat dan kelapa. Tetapi ada beberapa macam buah-buahan yang bersifat kontradiktif dengan beberapa obat, maka sebaiknya konsultasikanlah kepada dokter atau ahli diet Anda buah-buahan apa yang harus dihindari. 4. Produk Susu (2-3 Kali Konsumsi/hari) Susu, yoghurt, keju adalah sumber vitamin D, kalsium dan protein. Tetapi pilihlah produk olahan susu yang rendah atau tanpa lemak. 5. Kurangi konsumsi daging Meskipun daging adalah sumber protein, vitamin B dan zat besi, tetapi daging juga mengandung banyak lemak dan kolesterol. Kurangi mengkonsumsi daging 1/3 atau 1/2 porsi dari biasanya. Buanglah lemak pada daging sebelum dimasak atau memasak ayam tanpa kulitnya. Makan ikan yang banyak mengandung Omega 3 seperti Salmon dan Tuna, ini akan membantu menurunkan kolesterol Anda. 6. Kacang-kacangan Biji bunga matahari, almond, kacang merah, kacang polong dan kacangkacangan lain merupakan sumber dari magnesium, kalium dan protein, serta mengandung banyak serat dan senyawa yang dapat mencegah penyakit kanker dan jantung. Tetapi makanan ini harus dikonsumsi dalam jumlah yang kecil karena kacang-kacangan mengandung kalori yang tinggi. Makanan yang mengandung kedelai seperti tahu dan tempe, dapat menjadi alternatif pengganti daging sebagai sumber protein.

7.

Lemak Lemak berguna untuk membantu tubuh menyerap vitamin esensial dan membantu menjaga imunitas tubuh. Tetapi terlalu banyak lemak, terutama lemak tak jenuh, dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, obesitas dan diabetes. Diet DASH berfokus pada lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, minyak kanola, minyak jagung. Namun minyak ini tidak stabil pada suhu yang tinggi sehingga lebih baik digunakan sebagai campuran salad atau untuk menumis.

8.

Gula Anda tidak perlu berpantang makan yang manis-manis dalam mengikuti diet DASH. Bila ingin makan makanan yang manis, pilihlah makanan yang rendah kalori seperti permen rendah kalori, es buah atau biskuit rendah kalori. Anda dapat juga menggunakan pemanis buatan seperti aspartame, tetapi sebaiknya gunakanlah secara bijaksana.

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


PENGKAJIAN DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN Pengkajian 1. DATA UMUM
Nama kepala keluarga : Abd.Rachman Umur :62 tahun Pekerjaan keluarga :wiraswasta Alamt dan telphon :Jln.Kertoasri No.54 Rt.01/rw.01 KETAWANG GEDE LOWOKWARU Pendidikan Kepala Keluarga : SLTP Tipe keluarga :Extended Family Nama 1.ABD.RACHMAN 2.USWATUL 3.LUTFI LAILATFAR 4.ANDIK JAKARYA 5.EYI LIA NURCAHYATI Genogram : H Jenis kelamin L P L L P Tanggal lahir/ umur 16-061952 20-031961 26-081984 19-101990 17-081992 Hubungan Kepala keluarga Istri Anak Anak Anak Pendidikan SLTP SLTA SLTA SLTA SLTA Pekerjaan Wiraswasta Wiraswasta Karyawan swasta Karyawan swasta Karyawan swasta

Keterangan : = laki-laki = perempuan = menikah --------- = tinggal serumah = meninggal =pasien yang di identifikasi Latar Belakang Budaya Identitas Religius Tn. A dan Ny.U berasal dari Jawa,dan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-harinya Sering mengikuti pengajian (1 minggu sekali) dan Tn.A pun Sering di undang untuh menjadi penceramah serta Tn.A mengurusi Yayasan di sekitar daerah tempat tinggalnya tersebut Penghasilan keluarga mencukupi jumlah pemasukan perbulan kurang lebih 1,5 jt.dengan rincihan enghasilan Tn.A 1 jt perbulan dari hasil penjualan mabel dan Ny.U 500 rb per bulan dari hasil Catringan. Sering kumpul bersama keluarga serta cucu-cucunya =kembar

Status Ekonomi

Aktivitas rekreasi waktu luang 2.RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA Tahap perkembangan Tahap Keluarga Pertengahan keluarga saat ini Riwayat keluarga inti Anak pertama dan anak ke empat pernah

Riwayat keluarga sebelumnya 3.DATA LINGKUNGAN Karakteristik Rumah

mengalami pendarahan saat hamil dan sampai sekarang anak yang pertama belum mempunyai anak selama 8 tahun pernikan mereka Ny.U pernah mengalami kecelakan (jatuh dari sepeda motor ) karena pusing dan kejadian itu sudah berlangsung sejak 5 tahun silam dan itu adalah sebagai tanda pertama munculnya hipertenci pada Ny.U Ibu dari Ny.u mempunyai riwayat hipertensi dan semua garis keturunan dari Ny.U mengalami hipertensi

(deskrifsikan kepemilikan,penerangan,ventilasi,lantai,tangga kebersihan)

Dari segi kepemilikan rumah telah memiliki rumah sendiri, dan dari segi penerangan atau pencahayaan ruangan kurang karena terlalu gelap dan cahaya yang masuk sedikit ventilasi udara pun kurang sehingga runganan


Karakteristik Lingkungan

pengap tidak ada sirkulasi udara di dalamnya lantai sedikit kotor karena di saat masuk rumah pun menggunakan sandal yang telah di gunakan di luar rumah tangga kebersihan kurang bersih

(deskrifsikan kebersihan lingkungan,polusi) Rumah tersebut memiliki 3 kamar di lantai satu ,1 kamar mandi,dapur,ruang tamu ,perabotan rumah tangga tidak tertata dengan rapi,kondisi lantai kotor,kamar mandi dan dapur udara terasa pengap,ventilasi kurang dan lembab,dan begitu pula di lantai 2 memiliki 8 kamar tidur,I ruang keluarga,1 gudang,1 kamar mandi

4.STRUKTUR KELUARGA Pola komunikasi Keluarga dalam kehidupan sehari-harinya menggunakan bahasa Jawa,dan keterbukaan dalam keluarga mendiskusikan masalah sangatlah efektif. Struktur kekuasaan bapak (Tn.A) sebagai kepala keluarga dalam keluarga mengambil keputusan selalu di rundingkan


Stryuktur Peran Struktur Nilai 5.FUNGSI KELUARGA Fungsi Afektif

Ibu (Ny.U) sebagai pemenggang managemen keuangan di keluarga tersebut Disiplin anak orang tua yang mengatur dan mengajari segala prilaku baik kepada anaknya

Peran keluarga bekerja sesuai tugas,namun jika ada masalah maka keluarga tersebut dapat bekerja sama menggantikan peran anggota tersebut Nilai nilai dari keluarga tersebut mempunyai nilai kekeluargaan sehingga tidak ada masalah

Fungsi sosialisai Fungsi perawatan keluarga

Adanya kepercayaan anggota dengan anggota keluarga yang lain dalam keterbukaan Anak merasa sedih saat anggota keluarga sakit Sosialisasi antar keluarga terjalin dengan baik begitu pun juga dengan lingkungan luar. Ny.U mengetahui tentang sehat sakit Kebiasaan tidur Ny.U tidak teratur karena lebih mementingkan pekerjaannya Peran keluarga dalam perawatan sendiri masih tergoong perawatan dasar yang dapat keluarga lakukan Cara penanggulangan penyakit kurang karena tingkat kesadaran kesehatan yang minim mereka ketahui Adanay riwayat kesehatan keluarga sebelumnya yang di turunkan pada keluarga saat ini Penggunaan pelayanan kesehatan di dunakan dengan baik

6.STRESS DAN KOPING KELUARGA

Kondisi stress dan koping keluarga

(deskrifsikan stressor,cara mengatasi/strategi koping) Jika terjadi perselisihan yang menimbulkan konflik dan pada saat itu juga keluarga menyelesaikan masalah tersebut dan tidak berjangka panjang

PEMERIKSAAN FISIK Hasil pemeriksaan fisik (focus pada klien yang sakit)

PEMERIKSAAN KEPALA

Tn.A Massa (-), penyebaran rambut merata, warna (hitam) TTV TD : 200/140 mmhg RR : 18 kl/mnt Suhu : 36 C Nadi : 63 kl/mnt BB/TB : 55 Kg / 155 cm

MATA

Simetris antara kanan dan kiri, kondisinya kurang baik, fungsi penglihatan terganggu.

HIDUNG

Simetris antara kanan dan kiri, kondisinya baik dan tidak ada lesi maupun odeme

MULUT

Tidak ada lesi, odeme, bau +

LEHER

Bentuk leher simetris, Tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

DADA PARU

Tidak terkaji Tidak terkaji

ABDOMEN KAKI

Tidak terkaji Bentuk simetris, nyeri, odeme (-)

Analisis Data No Data Fokus 1 DS : - Ny.A mengatakan tetap mengkonsumsi makanan yang tidak dianjurkan oleh dokter atau tenaga kesehatan dikarenakan Ny. A merasa sehat. DO : - Ny. A tampak sehat - TD : 200/140mmHg - Suhu : 360C - Nadi : 63 x/mnt - RR : 12 x/mnt 2 DS : - Ny.A mengatakan setelah dia selesai bekerja, Ny.A malas untuk membersihkan rumah. DO : - Rumah terlihat kotor, lembab dan berdebu. - Perabotan rumah tangga tidak tertata dengan rapi. - Ventilasi rumah, pencahayaan kurang memadai DS : - Ny.A mengatakan 5tahun yang lalu pernah mengalami kecelakaan yaitu jatuh dari sepeda motor yang menyebabkan gangguan penglihatan mata sebelah kanan. DO : - Mata terlihat tidak fokus -Adanya bekas luka pada kantong mata Diagnosa Keperawatan yang muncul :

Masalah Perilaku Sehat

Penyebab Kurangnya pengetahuan Ny.A tentang pengobatan hipertensi.

Pemeliharaan Rumah

Kurangnya dukungan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang bersih

Penglihatan

Riwayat Ny.A yang lalu.

1. Ketidakmampuan berperilaku sehat b.d Kurangnya pengetahuan Ny.A tentang pengobatan hipertensi. 2. Ketidakmampuan dalam pemeliharaan rumah b.d Kurangnya dukungan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang bersih 3. Resiko trauma b.d penurunan penglihatan.

Prioritas Masalah Skoring Data

1. Ketidakmampuan berperilaku sehat b.d Kurangnya pengetahuan Ny.A tentang pengobatan hipertensi.
Kriteria 1. Sifat masalah. Skala : Aktual 3 Resiko 2 Potensial 1 2. Kemungkinan masalah dapat diubah. Skala :Mudah 2 Sebagian 1 Tdk dapat 0 3. Potensial masalah untuk dicegah Skala : Tinggi 3 Cukup 2 Rendah 1 4. Menonjolnya masalah. Skala : masalah berat harus segera di tangani 2 Ada masalah tp tdk perlu ditangani 1 Masalah tidak dirasakan 0 Jumlah Score 3 1/6 1 1 1/2x1= 1/2 2 1 2/3x1= 2/3 1 2 x2=1 Skor 3 Bobot 1 Nilai 3/3 x1=1 Pembenaran

2. Ketidakmampuan dalam pemeliharaan rumah b.d Kurangnya dukungan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang bersih.
Kriteria Skor 3 Bobot 1 Nilai 3/3 x1=1 Pembenaran

1. Sifat masalah. Skala : Aktual 3


Resiko 2 Potensial 1

2. Kemungkinan masalah dapat diubah.


Skala :Mudah 2 Sebagian 1 Tdk dapat 0 3. Potensial masalah untuk dicegah Skala : Tinggi 3 Cukup 2 Rendah 1 4. Menonjolnya masalah. Skala : masalah berat harus segera di tangani 2 Ada masalah tp tdk perlu ditangani 1 Masalah tidak dirasakan 0 Jumlah Score

x2=1

1/3x1= 1/3

0/2x1= O

2 1/3

3. Resiko trauma berhubungan dengan penurunan penglihatan.


Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

5. Sifat masalah. Skala : Aktual 3


Resiko 2 Potensial 1

2/3 x1= 2/3

6. Kemungkinan masalah dapat diubah.


Skala :Mudah 2 Sebagian 1 Tdk dapat 0 7. Potensial masalah untuk dicegah Skala : Tinggi 3 Cukup 2 Rendah 1 8. Menonjolnya masalah. Skala : masalah berat harus segera di tangani 2 Ada masalah tp tdk perlu ditangani 1 Masalah tidak dirasakan 0 Jumlah Score

x2=1

2/3x1= 2/3

1/2x1= 1/2

2 1/3

Diagnosa keperawatan sesuai dengan prioritas masalah : No 1 2 3 Diagnosa Ketidakmampuan berperilaku sehat b.d Kurangnya pengetahuan Ny.A tentang pengobatan hipertensi. Resiko trauma b.d penurunan penglihatan. Ketidakmampuan dalam pemeliharaan rumah b.d Kurangnya dukungan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang bersih 2 1/3 2 1/3 Score 3 1/6

PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI


Rencana Keperawatan No. Diagnosa 1 Ketidakmampuan berperilaku sehat b.d Kurangnya pengetahuan Ny.A tentang pengobatan hipertensi.

Tujuan Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 2x/minggu kunjungan. Keluarga Ny.A dapat mengetahui pengetahuan tentang perilaku hidup sehat dengan kriteria sebagai berikut : Kriteria Definisi pengertian hipertensi Faktor penyebab Tanda dan gejala Komplikasi Cara pencegahan Cara pengobatan Diet bergizi 5 5 5 5 5 5 Nilai 5

Intervensi

1. Berikan pengetahuan keluarga tentang karakteristik penyakit hipertensi dan perawatannya. 2. Diskusikan bersama tentang karakteristik penyakit hipertensi dan perawatannya. 3. Berikan bimbingan dengan brosur sebagainya. 4. Dengarkan yang keluarga. 5. Tanggapi pertanya an dengan sabar. 6. Diskusikan alternatif yaitu : o Pentingnya untuk mengatasi masalah dengan diajukan seksama sanggahan ilustrasi dan menggunakan

berobat ke

teratur sarana

kesehatan. o Pentingnya kerjasama dengan petugas kesehatan. o Manfaat istirahat dan 7. Bimbing untuk penjelasan olah raga teratur. keluarga mengulangi yang

sudah diberikan. 8. Berikan pujian bila keluarga menjawab


2 Resiko trauma b.d penurunan penglihatan. Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 2x/minggu kunjungan. Keluarga Ny.A dapat mengetahui pengetahuan tentang perilaku hidup sehat dengan kriteria sebagai berikut : Kriteria Lapang pandang kanan Lapang 5 Nilai 5

mampu dengan

baik dan benar. 1. Pantau TTV 2. ajari senam mata pada klien. 3. Berikan tindakan nyaman seperti kompres pada daerah edema 4. Kurangi dari cidera kecelakaan dan menurunkan gerakan mata 5. Tentukan ketajaman

pandang kiri Blurred vision Sakit kepala 5 5

penglihatan, catat satu atau kedua mata. 6. batasi aktivitas seperti menggerakkan kepala tiba-tiba, menggaruk mata, membungkuk.

Ketidakmampuan dalam pemeliharaan rumah b.d Kurangnya dukungan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang bersih.

Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 2x/minggu kunjungan. Keluarga Ny.A dapat mengetahui pengetahuan tentang perilaku hidup sehat dengan kriteria sebagai berikut : Kriteria Definisi rumah dan lingkungan sehat Syarat rumah sehat Rumah sehat dan rumah kotor Motivasi merubah lingkungan 5 5 5 Nilai 5

1. Gali pengetahuan keluarga tentang lingkungan rumah sehat 2. Beri penjelasan pada keluarga tentang pengertian pemeliharaan lingkungan rumah sehat 3. Beri motivasi keluarga untuk mengulang kembali pengertian intervensi 4. Gali pengetahuan tentang syarat rumah sehat. 5. Jelaskan syarat rumah sehat

6. Motivasi keluarga untuk menjelaskan kembali 7. Gali pengetahuan keluarga tentang perbedaan rumah bersih dan kotor. 8. Jelaskan mengenai perbedaan rumah bersih dan kotor. 9. Motivasi keluarga untuk menyebutkan perbedaan rumah bersih dan kotor.

IMPLEMENTASI Tgl/Wkt No dx kep KAMIS 20/03/14 13.3014.00 1 Penyuluhan tentang pengetahuan hipertensi yang terdiri dari definisi, klasifikasi, tanda dan gejala, komplikasi, cara pencegahan, cara pengobatan serta diet bergizi untuk hipertensi. Penyuluhan dihadiri oleh keluarga yang terdiri dari Ny. A dan Tn. A, penyuluhan dilakukan oleh 2 orang penyuluh. Setelah itu diajarkan cara pengobatan tradisional atau diet bergizi yaitu mengolah belimbing menjadi minuman sari buah dan olahan sayur seledri menjadi minuman sebagai pengobatan untuk hipertensi. Setelah diberikan penyuluhan, keluarga diajarkan senam sehat yaitu senam antistroke. Selanjutnya setelah selesai implementasi, keluarga di evaluasi dari pengetahuan hipertensi, pengolahan buah belimbing dan seledri sekaligus mempraktekkan kembali senam antistroke. Kamis 20/03/14 14.0014.30 2 Implementasi dilakukan dengan cara senam mata yang dilakukan oleh Ny.A dan Tn. A. Senam dilakukan dengan memberikan instruksi dari penyuluh kemudian di ikuti oleh keluarga Selanjutnya setelah selesai implementasi, keluarga di evaluasi dengan cara mempraktekkan kembali secara mandiri senam mata. Implementasi

EVALUASI EVALUASI RENCANA KEPERAWATAN No 1 Waktu KAMIS 20/03/14 13.3014.00 Diagnosa Ketidakmampuan berperilaku sehat b.d Kurangnya pengetahuan Ny.A tentang pengobatan hipertensi. O: Klien dapat menjelaskan sedikit demi sedikit definisi,faktor penyebab,komplikasi, cara pencegahan, cara pengobatan dan diet Hipertensi. Klien mengerti manfaat dari senam pencegahan stroke dan dapat mengikuti atau mempraktekan kembali. Klien dapat menjelaskan cara pembuatan dan pemakaian untuk pengobatan alternative hipertensi. A: P: 2 Kamis Resiko trauma b.d S: Lanjutkan intervensi Masalah sebagian teratasi S: Klien mengetahui hidup sehat dan cara mencegah pola makan (diet) Keluarga sanggup untuk merawat klien dan berperilaku sehat Klien mengetahui pembuatan obat alternative dari belimbing dan seledri secara sederhana Evaluasi

20/03/14 14.0014.30

penurunan penglihatan. O:

Keluarga dan klien dapat mempraktekan senam mata. Klien dapat mempraktekkan senam mata dengan benar. Keluarga dapat mengingatan klien untuk senam mata saat lelah.

A:

- Masalah sebagian teratasi P: - Lanjutkan Intervensi

Lampiran

Hasil Olahan Kelompok 34 yang terdiri dari Leaflet, Lembar bolak balik, Minuman sari buah belimbing dan seledri, dan video untuk senam mata dan antistroke.

Cek Tekanan Darah keluarga

Penyuluhan tentang hipertensi kepada Ny. A dan keluarga

Praktek Senam mata sebagai salah satu implementasi dari diagnosa keperawatan.

Praktek Senam antistroke yang dilakukan oleh keluarga

Tampak Tn.A memperhatikan senam antistroke dengan seksama

Keluarga Ny. A mengikuti gerakan antistroke