Anda di halaman 1dari 75

PENDIDIKAN ORANG DEWASA dan Manajemen Waktu

K3 Blok I Tahun Ajaran 2012


Dr.H.Syahrul Muhammad, MARS

Dr.H.Syahrul Muhammad, MARS


FK Unsri 1978 Strata 2 MARS 1994 Pengalaman sistem pelayanan kesehatan, kedokteran emergency, dokter keluarga, pembiayaan kesehatan, epidemiology lapangan. Talang kerangga 27 Palembang. Anak 3

TUJUAN PEMBELAJARAN BLOK I..1


Mampu belajar secara mandiri dan secara dewasa (adult learning, self learning, student centered) dengan falsafah Islam. Mempunyai kemampuan berkomunikasi secara verbal dan non verbal dan kemampuan dasar berkomunikasi dengan sesama mahasiswa, dosen, karyawan dan pihak lain yg bhb dg proses pembelajaran Mampu mengembangkan diri dan menambah pengetahuan ipdok dan kaitan ajaran Islam dg menggunakan media tehnology komunikasi

TUJUAN PEMBELAJARAN BLOK I..2


Memahami keterbatasan dlm pengeta huan/kemampuan utk penguasaan ipdok Mampu belajar sepanjang hayat Mampu membuat sajian informasi kedokteran dan kesehatan yg ber wawasan Islam dg teknology informasi dan komunikasi.

Q.S .Al-Alaq (segumpal darah) turun di mekah, 19 ayat


Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya.

TUJUAN PEMBELAJARAN K 3 CARA BELAJAR MANUSIA DEWASA

Mampu menjelaskan pengertian pendidikan org dewasa Mampu menjelaskan tujuan pendidikan org dewasa Mampu menyebutkan faktor-2 yg mempengaruhi proses belajar org dewasa Mampu menjelaskan cara belajar pd org dewasa Mampu menjelaskan macam sumber belajar utk org dewasa

PENGERTIAN, RUANG LINGKUP PENDIDIKAN ORG DEWASA


Berbeda dg pendidikan usia anak-anak (dewasa androgogik, anak-anak paedogogik). Pendidikan org dewasa mulai di tata 1920, pendidikan di rumuskan sebagai suatu proses yg menimbulkan keinginan utk bertanya dan belajar secara berkelanjutan sepanjang hayat. Belajar bagi org dewasa adl bagaimana mengarahkan diri sendiri utk selalu bertanya dan mencari jawabannya.

BEDA DG PENDIDIKAN ANAK-ANAK


Anak - anak Usia < 16 th Paedagogy Proses pemberian :
Dasar 2 Pengetahuan Pembentukan sikap mental & moral Pendidikan kewarganegaraan

Dewasa Usia > 16 Androgogy Titik berat pd :


peningkatan kehidupan mereka Memberikan ketrampilan/kemampuan pemecahan problem dlm kehidupan

BATASAN/DEFENISI
Bentuk pengalaman belajar yg di butuhkan oleh manusia dewasa sesuai dg minat & kebutuhannya pd tingkatan kemampuan & pengetahuan yg berbeda beda utk mendukung perubahan peranan serta tanggung jawab dlm kehidupannya.

Proses belajar bagi org dewasa

TUJUAN
Membantu setiap mahasiswa sebagai manusia dewasa, utk mengembangkan diri melalui pendidikan. Peran dosen
1. Membangkitkan semangat mhs 2. Memberikan kemampuan pd mhs agar dpt berbuat seperti diperbuat org lain 3. Memberikan kemampuan pd mhs utk dpt menolak/menerima hal-hal yg berhub dg perkembangan mereka.

ACUAN PENCAPAIAN 3 ASPEK DIATAS


Pencapaian rasa percaya diri dan kemampuan hidup mandiri sesuai dengan status seseorang dlm masyarakat. Membebaskan org dari kebodohan agar tdk diperlakukan sbg robot yg pasif/menjalankan perintah tanpa fikir Diharapkan mhs menjadi manusia kreatif, sensitif, sadar, dpt menjadi anggota masyarakat yg berperan aktif dlm proses pembangunan

FAKTOR - FAKTOR YG MEMPENGARUHI


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor kebebasan Faktor tanggungjawab Faktor pengambilan keputusan Faktor pengarahan diri sendiri Faktor psikologis Faktor fisik Faktor daya ingat Faktor motivasi

Faktor kebebasan
Org dewasa cenderung berkeinginan utk menentukan apa yg ingin dipelajarinya serta membandingkan dan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman belajar yg telah di miliki sebelumnya. Demokratis Menilai kebenaran informasi yg diterima dari dosen Praktis mengarah pemecahan masalah Bukan sekedar pengetahuan dan teori teori Memerlukan contoh dan aplikasi pengetahuan dan teori dlm kehidupan sehari hari Bebas memilih tugas, tugas menulis opinion paper

Faktor tanggung jawab


Bertanggungjawab thd tindakannya dan berdiri sendiri Dlm hal kedewasaan, mahasiwa dan dosen sama dan sejajar. Dosen memilki pengetahuan/keterampilan tertentu yg belum di miliki mahasiswa mahasiswa senang dianggap sbg sahabat yg mengerti apa yg mereka lakukan Membutuhkan dosen sbg tempat bertanya Pertukaran pendapat bukan menunggu petunjuk Diskusi, tanya jawab, tugas mandiri, ketentuan waktu yg jelas (dead lines) adl cara yg dpt membantu membina rasa tanggung jawab mhs thd proses belajar.

Faktor pengambilan keputusan


Mampu mengambil keputusan berdasarkan sistem nilai dan pengetahuan yg dimiliki, tanpa ditentukan atau di pengaruhi oleh org lain. Dapat menentukan mana yg baik dan yg tidak baik Dlm proses belajar, tdk dapat dipaksa utk menerima kebenaran kebenaran dari luar Mahasiswa menentukan arah pelajaran yg didapatnya, menghubungkan dengan kebutuhan diri dan pengalamannya, dan menilai baik buruknya. Dosen lebih mengutamakan pemberian informasi yg relevan dan netral Peran dosen sbg fasilitator yg membantu mahasiswa dlm pengambilan keputusan dan menseleksi informasi terutama hal hal baru.

Faktor pengarahan diri sendiri


Ciri kedewasaan adl mampu mengarahkan diri sendiri, dan mempunyai way of life. Mampu berinisiatif dan berkreasi sendiri sesuai dgn pandangan yg dimilikinya. Tetap memerlukan orang lain untuk berinteraksi Metode diskusi kelompok, simulasi, atau studi kasus akan dapat mengakomodasi tingkat interaksi antar mahasiswa dan faktor pengarahan diri dalam kelompok.

Faktor Psikologis
Perlu di perhatikan, perlu kesan mahasiswa diterima sbg orang dewasa yg mempunyai kebebasan berekspresi dan berkreasi dan dihargai sbg sahabat Dosen dan mahasiswa dapat menumbuhkan rasa saling membutuhkan, bukan saling menggurui Asas humanistik

Faktor Fisik
Membutuhkan situasi belajar yg bebas Tempat & perlengkapan
Nyaman Menyenangkan Santai tidak formal Tata kelas klasikal < tata kelas bentuk U Pengaturan udara ruangan yg baik Penempatan alat & media yg tepat Jumlah mahasiswa yg ideal 15-20 orang Karena daya ingat orang dewasa mempengaruhi proses belajar, tidak di haruskan menghapal bahan yg bertumpuk tumpuk Yg diperlukan pengertian dan pemahaman thd materi bukan sekedar menghapal.

Faktor motivasi
Berbeda beda, (Houle 1961), motivasi ada 3 kelompok. Goal oriented Social oriented Learning oriented Bisa ditambah Ibadah > masuk surga.

Dengan mengetahui motivasi belajar, dosen perlu meyakinkan bhw program yg akan di sajikan dlm proses belajar telah memenuhi asumsi dasar sbb

Mahasiswa sbg org dewasa mampu mengarahkan diri sendiri dlm belajar (self directing) Mahasiswa sbg orang dewasa mempunyai pengalaman hidup yg sangat kaya yg merupakan sumber belajar yg berharga. Mahasiswa sebagai orang dewasa cenderung lebih berminat pada proses belajar mengajar yg berhubungan dengan penyelesaian masalah dan tugas tugas yang dihadapinya.

Berdasarkan asumsi-asumsi yg sangat humanistik tersebut, dosen perlu merancang dan melaksanakan proses belajar mengajar yg mempunyai ciri sbb :

Dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinisiatif dan kreatif dlm berperan serta dan mengendalikan proses belajar. Bersifat demokratis. Menghargai dan menempatkan mahasiswa sebagai manusia biasa yg mandiri dan bertanggung jawab. Bukan Cuma passive recepient namun active actor.

GAYA BELAJAR ORG DEWASA


Fungsi dosen berubah, bukan lagi berperan sebagai guru yg menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan seseorang yg mengorganisasikan pengalaman pengalaman kehidupan yg sebenarnya menjadi suatu pengalaman baru yg memberi arti baru bagi mahasiswa Pengalaman baru tsb melibatkan baik dosen maupun mahasiswa.

Sikap pembimbing bagi org dewasa


1. 2. 3. 4. 5. Empati Wajar Respek Komitmen Mengakui kehadiran orang lain

Sikap pembimbing bagi org dewasa


6. Membuka diri 7. Tidak menggurui 8. Tidak menjadi ahli 9. Tidak memutus bicara 10.Tidak berdebat 11.Tidak diskriminatif

Dosen di harapkan terampil :


1. 2. 3. 4. 5. 6. Memulai diskusi Menyediakan informasi (acuan) Meningkatkan partisipasi Menentukan kriteria dan rambu rambu. Menengahi perbedaan Mengkoordinasi dan menganalisis informasi. 7. Memberikan rangkuman/ringkasan.

Beberapa tahapan proses belajar orang dewasa


1. 2. 3. 4. Kesadaran (awarenes) Pengetahuan/pemahaman Keterampilan Penerapan keterampilan atau pengetahuan 5. Sikap.

Sumber belajar orang dewasa


Teman Pakar Media cetak Media elektronik Internet.

Metodologi
1. Terciptanya partisipasi aktif mhs 2. Saling tukar pengalaman mhs dan fasilitator. 3. Memperlakukan mhs sebagai orang dewasa. 4. Belajar dan bekerja.

Rangkuman
1. Pendidikan org dewasa adl pendidikan yg menitikberatkan pd cara bertanya sepanjang hayat (5W+H) dan mempelajari ketrampilan utk mengarahkan diri sendiri. 2. Dalam menjalankan proses belajarnya, org dewasa menyukai kondisi belajar yg bebas, tidak menyukai hafalan dan lebih mengutamakan pemecahan masalah dan hal hal praktis.

Rangkuman
3. Orang dewasa mengikuti pendidikan krn motivasi yg berbeda beda, goal oriented, social oriented, dan learning oriented.++(IBADAH) 4. Faktor faktor yg mempengaruhi pendidikan org dewasa, adl faktor kebebasan, tanggungjawab, pengambilan keputusan, pengarahan diri sendiri, psikologis, dan fisik 5. Dosen berfungsi sebagai organisator yg mengorganisasikan pengalaman-pengalaman dari kehidupan yg sebenarnya menjadi suatu pengalaman dan pengetahuan baru yg memberi arti baru bagi mahasiswa.

Cara memperkuat memori ingatan secara Islami


Bertakwa. Memahami masalah. Menggunakan dan memanfaatkan irama Mengaitkan informasi/pengetahuan dengan peristiwa. Menyesuaikan dengan lingkungan eksternal Menjaga kesehatan tubuh dan otak di usia belia. Selalu menggali sumber pengetahuan.

MANAJEMEN WAKTU UNTUK MAHASISWA

Pendahuluan
Banyak mahasiswa (baru), merasa bahwa kebiasaan belajar yang dilakukannya sudah memadai. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, beberapa diantaranya menyadari bahwa nilai yang diperoleh tidaklah secermelang seperti ketika di SMA. Mengapa? Apa sebenarnya yang terjadi? Salah satu jawabannya mungkin karena ketrampilan belajar, termasuk manajemen waktunya, kurang efektif. Kuliah di perguruan tinggi memang berbeda dengan belajar di SMA, karena itu manajemen waktu yang ada mestinya turut disesuaikan.

Pendahuluan
Tidak ada satu cara yang ampuh yang berlaku bagi semua orang dalam manajemen waktu. Namun dengan mengenali diri sendirisecara lebih baik anda dapat menentukan bagaimana anda mempergunakan waktu anda dengan lebih efektif. Patut pula diingat bahwa inti dari manajemen waktu adalah konsentrasi pada hasil dan bukan sekedar menyibukkan diri. Banyak orang menghabiskan hari-harinya dengan berbagai kegiatan yang seakan tiada habisnya tetapi tidak mendapat capaian apapun karena kurang konsentrasi pada hal yang benar.

Siklus Manajemen Waktu


Salah satu sistem manajemen waktu yang bisa dipilih oleh mahasiswa adalah menggunakan sistem siklus pada setiap tahun ajaran atau setiap semester. Umumnya sistem ini dimulai dengan ; Menetapkan tujuan (goal setting) untuk mengukuhkan konteks bagi manajemen waktu. Menelusuri penggunaan waktu dan membangun kesadaran tentang bagaimana anda akan menghabiskan waktu. Membuat rencana, dan ini termasuk membuat (to do list), rencana mingguan, rencana bulanan, dan rencana semesteran. Memantau (self monitoring) apa yang telah dikerjakan. Pada tahap ini anda menilai seberapa baik anda menjalankan rencana, seberapa akurat anda membuat rencana, seberapa tepat anda menduga kegiatan-kegiatan yang dilakukan, dan sebagainya. Pergeseran dan penyesuaian waktu dimana anda melakukan koreksi terhadap sistem yang berjalan sebelum memulai siklus yang baru.

Kuis Manajemen Waktu


Sebelum memulai melakukan manajemen waktu, ada baiknya anda evaluasi terlebih dahulu apa yang telah anda lakukan selama ini dengan menjawab pertanyaan berikut: Pertama, lima kegiatan/aktivitas apa yang paling banyak menyita waktu anda (menonton tv, main PS, jalan-jalan ke mall, belajar, tidur, ngobrol, atau apa?). Kedua, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Apakah anda mengestimasi berapa jam anda membutuhkan waktu untuk belajar setiap minggu? Apakah anda selalu tepat waktu dalam mengerjakan tugas? Apakah anda mulai mengerjakan tugas akhir/penulisan ilmiah pada awal semester? Apakah anda membuat daftar apa yang harus dikerjakan (to do list)? Apakah anda menentukan target tertentu untuk setiap periode studi? Apakah anda memulai belajar dengan mengerjakan tugas/pr yang paling sulit? Apakah anda menyelesaikan belajar anda selama jam produktif setiap harinya?

Langkah untuk Meningkatkan Manajemen Waktu


Di awal tulisan telah disebutkan bahwa, mula-mula anda harus menetapkan tujuan. Apakah anda punya target yang ingin anda capai pada semester sekarang? Jika anda sudah yakin dengan tujuan dan target yang ingin anda raih pada semester ini, maka anda sudah bisa memulai membuat jadwal semester.

Membuat Jadwal Semester


Catat tugas mata kuliah yang telah diketahui: paper, proyek penelitian, kuis, dan sejenisnya. Mencatat tugas pada setiap awal semester membuat anda mengetahui kapan anda membutuhkan waktu lebih banyak untuk kegiatan akademik dan kapan anda punya waktu lebih longgar untuk aktivitas lainnya

Membuat Jadwal Semester


Catat aktivitas ko-kurikuler termasuk hari kerja (jika bekerja), pertemuan atau rapat organisasi, aktivitas sosial, jadwal keluar kota (pulang kampung di akhir pekan atau liburan), dan sejenisnya. Mencatat aktivitas ko-kurikuler memungkinkan anda mendapat gambaran yang lebih akurat tentang seberapa penuh atau seberapa luang jadwal anda selama satu semester. Aktivitas non akademik ini penting untuk menciptakan keseimbangan pada jadwal anda

Membuat Jadwal Semester


memperbaharui jadwal semester secara berkala. Perubahan tenggat waktu pengumpulan tugas, misalnya, atau tugas matakuliah yang baru dan aktivitas lain yang perlu direncanakan, menyebabkan jadwal harus dikoreksi dan diperbaharui. Mempunyai jadwal semester yang akurat penting untuk tahap berikutnya dari proses ini, yaitu merencanakan beban kerja mingguan.

Menilai dan Merencanakan Jadwal Mingguan


Buat daftar apa yang harus dikerjakan dalam minggu depan, (tugas kuliah, belajar mandiri, skilab, tutorial) Buatlah daftar ini inklusif, karena segala sesuatu membutuhkan waktu, apakah itu membaca satu bab, buka internet,tugas tutorial, atau menulis outline untuk makalah penelitian Masukkan dalam daftar apa yang harus dikerjakan minggu itu: aktivitas ko-kurikuler, jam kerja, olah raga, makan, dan kumpul dengan teman. Aktivitas sehari-hari dan aktivitas ko-kurikuler penting dan menciptakan keseimbangan hidup, walaupun itu berarti mengambil waktu belajar. Mempersiapkan makan dan mandi, misalnya, atau menghadiri rapat organisasi bisa menghabiskan waktu sebanyak waktu untuk membaca satu bab buku ajar.

Menilai dan Merencanakan Jadwal Mingguan


Estimasikan berapa lama setiap tugas dapat diselesaikan. Setiap aktivitas membutuhkan waktu yang berbeda, sehingga penting sekali untuk mengestimasikan berapa lama setiap tugas dapat diselesaikan dan menyediakan waktu untuk tugas tersebut. Bila anda tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, lebih baik mengestimasikan waktu secara konservatif. Jika anda dapat menyelesaikan waktu 30 menit lebih cepat dari yang anda perhitungkan, anda dapat menggunakan waktu sisanya untuk mengerjakan apapun yang anda suka, tetapi jika anda tidak dapat menyelesaikan dalam waktu yang telah direncanakan maka anda harus mengambil waktu dari kegiatan lain untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan waktu lebih lama dari yang direncanakan.

Menilai dan Merencanakan Jadwal Mingguan


Identifikasi pada hari apa setiap tugas akan diselesaikan, selalu ingat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas itu dan hal-hal lain yang juga harus dikerjakan pada hari itu. Dengan melihat jadwal minggu itu dan menyadari apa saja yang harus dikerjakan setiap harinya, tenggat tidak akan terlewati. Anda dapat membuat penyesuaian pada minggu tersebut, misalnya, jika anda melihat ada tugas yang membutuhkan waktu 6 jam untuk menyelesaikannya padahal hanya ada waktu tiga jam sebelum tenggat. Membuat jadwal minggu berikutnya setiap jumat petang atau jumat malam adalah suatu kebiasaan yang baik. Karena jika minggu berikutnya jadwal sangat padat, maka akan sangat membantu jika menyelesaikan sebagian tugas pada akhir pekan itu agar tekanan pada minggu yang akan datang berkurang.

Jadwal Setiap Hari


Tulis jadwal harian pada setiap pagi. Termasuk tugas-tugas yang belum selesai dari hari sebelumnya. Pembuatan jadwal harian ini hanya membutuhkan beberapa menit saja karena anda sudah mempunyai jadwal mingguan sebagai pedoman. Gunakan kartu indeks atau buku kecil atau notes untuk mencatat jadwal harian ini agar anda dapat membawanya kemana-mana dan memeriksanya setiap saat untuk menandai tugas mana saja yang sudah diselesaikan. Berikan skala prioritas untuk setiap tugas harian yang telah ditulis. Beberapa aktivitas harus dikerjakan hari itu dan sebagian lagi mungkin merupakan opsional untuk diselesaikan hari itu. Anda dapat menggunakan sistem A,B, C untuk memberi prioritas pada setiap tugas. A diberikan pada tugas yang harus diselesaikan pada hari itu dan C adalah opsional, sedangkan B penting tetapi tidak sepenting A. Cobalah untuk menyelesaikan semua tugas A sebelum mulai mengerjakan tugas B, dan akhirnya yang C. Cara ini dapat mengurangi tingkat stress karena beban tugas yang cukup banyak.

Evaluasi Setiap Jadwal


Evaluasi jadwal setiap pagi. Tanyakan pada diri sendiri apakah jadwal hari itu cukup realistis. Tuliskan berapa jam setiap tugas akan diselesaikan. Jika dirasa tidak mungkin diselesaikan, buang beberapa tugas dengan prioritas B dan C dari jadwal Evaluasi jadwal setiap malam. Apakah semua tugas dalam daftar telah diselesaikan? Jika tidak, mengapa? Apakah karena jadwalnya tidak realistis atau manajemen waktunya yang tidak efektif? Apa penyesuaian yang bisa dilakukan agar di lain waktu anda dapat membuat jadwal yang lebih baik?

Mengupayakan agar Manajemen Waktu Berjalan dengan Baik Menurut sistem kredit semester (SKS) mahasiswa belajar setidaknya dua jam di luar kelas untuk setiap jam belajar di kelas (ada universitas yang merekomendasikan lebih dari dua jam!). Jika seorang mahasiswa mengambil 18 SKS, yang berarti kuliah di kelas 18 jam per minggu, maka mahasiswa tersebut harus belajar sedikitnya 36 jam per minggu di luar kelas secara mandiri. Jadi mahasiswa tersebut harus merencanakan total jam belajar di kelas dan di luar kelas sebanyak 54 jam per minggu.

Pada awal tulisan, anda sudah mengidentifikasi lima kegiatan yang paling banyak menyita waktu anda. Nah, apakah anda siap untuk mengurangi atau mengganti aktivitas yang anda rasa dapat menggagalkan target belajar anda?

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

Identifikasi waktu terbaik pada setiap harinya.


Apakah Anda termasuk seorang night person atau morning person? Gunakan kekuatan waktu tersebut untuk belajar. Belajar pada waktu terbaik setiap harinya - apakah itu pagi (jika anda seorang morning person) atau malam hari (jika anda seorang night person) - memungkinkan anda menyelesaikan tugas dalam waktu yang lebih singkat.

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

Belajar subyek yang sulit atau membosankan lebih dulu.


Dalam keadaan segar, informasi dapat diproses lebih cepat dan anda jadi lebih menghemat waktu. Alasan lainnya adalah lebih mudah mendapatkan motivasi untuk mempelajari sesuatu yang menyenangkan pada saat lelah daripada mempelajari subyek yang membosankan.

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

Pastikan bahwa lingkungan sekitar kondusif untuk belajar. Perpustakaan adalah tempat yang baik untuk belajar karena satu-satunya yang bisa dilakukan di perpustakaan adalah belajar. Tetapi jika perpustakaan tidak memungkinkan untuk belajar (karena jam operasi yang terbatas, misalnya), carilah tempat (dan waktu) yang memang benar-benar jauh dari gangguan.

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

Jangan tinggalkan rekreasi dan hiburan.


Kuliah di perguruan tinggi tidak berarti anda harus belajar sepanjang waktu. Anda harus tetap mempunyai kehidupan sosial demi keseimbangan hidup anda. Jadi, tidak ada salahnya anda menjadwalkan berkunjung dan mengobrol dengan teman atau mengerjakan hobi anda yang lain.

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

Usahakan anda punya waktu tidur dan makan yang cukup dan berkualitas.
Tidur seringkali dianggap sebagai bank dalam manajemen waktu. Setiap kali anda mendapat tugas yang membutuhkan waktu cukup banyak, anda akan mengambil waktu tidur anda untuk mengerjakan tugas. Hal ini jelas tidak efektif karena anda pasti akan memerlukan waktu yang lebih banyak lagi untuk mengerjakan tugas karena tubuh anda kelelahan sehingga kurang konsentrasi..

Berikut adalah beberapa strategi yang mungkin membantu membuat jadwal Anda menjadi efektif dan efesien.

Manfaatkan waktu menunggu atau kombinasikan dua kegiatan.


Jika anda menggunakan transpotasi umum untuk pergi dan pulang dari kampus anda seringkali harus menunggu beberapa menit bahkan beberapa jam di halte/ peron. Mengapa tidak manfaatkan waktu menunggu tersebut untuk membaca? Bawalah catatan atau ringkasan kuliah kemana pun anda pergi dan baca setiap ada kesempatan meskipun hanya satu paragraf. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, mobil misalnya, jangan membaca sambil mengemudi karena sangat berbahaya. Tapi tidak berarti tidak bisa belajar selama perjalanan. Dengarkan saja rekaman belajar anda sendiri dari kaset.

CATATAN YANG TERORGANISASI

CATATAN YANG TERORGANISASI


catatan yang isinya tersusun dengan teratur. Ingat.... teratur tidak berarti rapi! Catatan yang terorganisasi dengan baik akan memberi banyak keuntungan bagi Anda. Ada beberapa macam teknik membuat catatan yang terorganisasi dengan baik. Pilihlah teknik yang paling sesuai dengan Anda, atau kombinasikan teknik-teknik tersebut. Alternatif lain adalah membuat sendiri teknik yang paling sesuai dengan diri Anda. Sekali lagi, yang terpenting pilihlah teknik yang paling pas untuk Anda.

Teknik mengorganisasi catatan:


1. Mengelompokan informasi 2. Ringkasan standar 3. Mengorganisasi informasi dengan tabel 4. Mengorganisasi informasi dengan diagram 5. Membuat catatan berjenjang/bertingkat 6. Catatan yang berbentuk coretan

1. Mengelompokan informasi
Teknik ini menganjurkan Anda untuk mengelompokkan informasi yang sejenis. Melalui pengelompokkan tersebut, diharapkan Anda akan lebih mudah

Pengelompokan informasi
Negara di benua Asia Jepang Indonesia Thailand Negara di benua Eropa Inggris Perancis Ibukota Tokyo Jakarta Bangkok Ibukota London Parus

Itali
Negara di Benua Amerika Canada Amerika Serikat

Roma
Ibukota Ottawa Washington D.C

Argentina

Buenos Aires

Dokter
Berfikir
Anamnese Pemeriksaan jasmani Pengkajian masalah Penentuan diagnosa
diagnosa kerja diagnosa banding, diagnosa pasti (defenitif)

Rencana asuhan medis (rencana terapi dan rencana penyuluhan)Bekerja

Bekerja
Menuliskan semuanya dlm rekam medik Menulis terapi/resep Berkomunikasi

2. Ringkasan standar
Dengan teknik ini, suatu bacaan diringkas dengan cara menyusun konsep-konsep yang saling berhubungan melalui susunan bertingkat, Konsep utama dari bacaan tersebut, kemudian sub-konsep, dan yang terakhir adalah detailnya. Konsep utama tersebut dapat merupakan ringkasan dari suatu paragraf, bab, kegiatan belajar atau seluruh bacaan. Pada umumnya konsep utama adalah topik utama dari suatu bacaan. Konsep utama dapat juga diambil dari setiap topik yang dibaca. Sebenarnya prinsip dasar teknik ini adalah membuat konsep utama tersebut berarti bagi Anda, untuk mudah diingat atau mudah dipahami.

Contoh ringkasan standar


Konsep utama Sub-konsep Detil I. Tubuh Manusia A. Kepala 1. Rambut 2. Kulit dan jaringan bawah kulit 3. Tengkorak B. Rongga kepala 1. Otak besar 2. otak kecil 3.Batang otak II.Batang tubuh A. Leher 1. tulang leher 2. tenggorokan 3. kerongkongan B. Rongga dada B.Rongga perut C. Rongga panggul

Konsep Utama Sub-konsep Detil

Sub-konsep Sub-konsep
Sub-konsep

3. Mengorganisasi informasi dengan tabel


Suatu ringkasan catatan dapat juga diatur dalam bentuk tabel. Bagi orang-orang tertentu, table dapat membantu mereka untuk lebih mudah mengingat atau memahami suatu bacaan. Sebagai contoh, informasi mengenai sistem tubuh dan organnya dapat diringkas dalam bentuk tabel sebagai berikut:

3. Mengorganisasi informasi dengan tabel


Systema tubuh Lokomotorik subsistem Rangka tubuh Otot tubuh Sendi Peredaran darah Peredaran darah Peredaran limphe Pompa darah Pencernaan Pertahanan Reproduksi mulut Imunitas Laki laki Wanita organ Tulang Otot-otot tubuh Persendian tubuh Sel darah merah Sel darah putih jantung Gigi, lidah, kelenjar Amandel/tonsil Testis Ovarium

4. Mengorganisasi informasi dengan diagram


Diagram yang jelas dan menarik, akan membantu Anda untuk lebih mudah mengingat isi modul yang telah Anda baca. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh-contoh diagram berikut ini.

ALASAN KENAPA UMP MEMBUKA FK

Pendidikan APK Perguruan Tinggi 12% (Sumsel 9%)

Kesehatan HDI/IPM Indonesia masih tinggi Beban ganda penyakit

Fakultas Kedokteran UMP

Islam Al Quran ilmu dari segala ilmu Memotivasi spy mhs menguasai science & religion

rongga hidung faring

trakea bronkus bronkus paru-paru (bronkiol dan alveolus).

Profesionalisme Kedokteran

Bekerja

Kualitas tinggi
Faktor yg berpengaruh 1. Ilmu pengetahuan & ketrampilan 2. Proses berfikir yg benar (penerapan pengetahuan)

Memuaskan pasien
Faktor yg berpengaruh 1.Komunikasi 2. Sikap dasar (Attitude)

Dokter

Pasien

Aspek etika

Transaksi teraputik

Aspek medikolegal

Berinteraksi (Doctor patient relationship)

Berkomunikasi (doctor patient communication)

5. Membuat catatan berjenjang/bertingkat

Beberapa penjelasan pada modul dapat disusun berdasarkan jenjang. Sebagai contoh penjelasan mengenai topik yang dibahas dalam ilmu tubuh manusia dapat di susun sebagai suatu jenjang.

Berjenjang/bertingkat

Tubuh manusia

Anatomi

Histology

Kepala

Batang tubuh

Ektremitas

Organ

jaringan

Sel

6. Catatan yang berbentuk coretan


Busur, kotak, panah (Bukonah)

Selamat belajar
Nah, anda sekarang sudah mempunyai manajemen waktu anda sendiri, semoga sukses !

selesai
Terima kasih Wassallamuallaikum,w.w.