Anda di halaman 1dari 2

Kepada koruptor

Gantilah makanan bapak dengan nasi putih, sayur dan daging, jangan makan uang kami. Lihatlah airmata para bocah yang menderas di tiap lampu merah jalan-jalan Jakarta dengarlah jerit lapar mereka di pengungsian juga doa kanak-kanak yang ingin sekali sekolah. Telah bapak saksikan orang-orang miskin memenuhi seluruh negeri tidakkah menggetarkan bapak? Tolong, Pak gantilah makanan bapak seperti manusia, jangan makan uang kami.

Refleksi isi Puisi


Refleksi (Gambaran) Isi Puisi Melalui puisi "Kepada Koruptor", tersebut penyair ingin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Indonesia yang menderita akibat ulah para koruptor yang memakan uang rakyat. Penderitaan tersebut dapat dilihat dari air mata para

bocah di lampu merah, jeritan kelaparan mereka, keinginan untuk melamjutkan sekolah, dan orang-orang miskin yang memenuhi negeri ini. Penyair juga memohon pada koruptor agar jangan memakan uang rakyat.

Narasi Puisi
Buat bapak, gantilah makanan bapak dengan nasi putih, sayur, daging dan daging. Janganlah anda makan uang kami, lihatlah bapak.. air mata para bocah yg menderas di tiap-tiap lampu jalan-jalan jakarta, begitu pula dengarlah jeritan lapar mereka di pengungsian, juga doa anak-anak yang ingin sekolah. Telah Bapak saksikan, orang-orang miskin memenuhi seluruh negeri ini, tidakkah menggetarkan bapak? . Gantilah makanan bapak seperti manusia, jangan makan uang kami.