Anda di halaman 1dari 15

Kewajiban anak terhadap orang tua

Kewajiban anak terhadap orang tua

Di dunia ini sering dijumpai anak-anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya. Mereka sering menyalahkan orang tuanya karena mereka menganggap bahwa orang tuanya tidak memberikan cinta kasih dan perhatian yang penuh kepada mereka. Mereka selalu menuntut cinta kasih dan perhatian dari orang tuanya karena mereka menganggap bahwa cinta kasih dan perhatian itu wajib diberikan oleh orang tua kepada mereka.. Mereka tidak menyadari bahwa anak yang baik tidak menuntut cinta kasih dan perhatian, tetapi melakukan kewajibannya dengan baik.

Terdapat banyak ayat yang mendudukkan ridha orang tua setelah ridha Allah dan keutamaan berbakti kepada orang tua adalah sesudah keutamaan beriman kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, Dan Kami perintahkan kepada manusia kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. QS. Lukman: 14)

ciri ciri agar seorang anak bisa disebut sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya:

Pertama

lebih mengutamakan ridha dan kesenangan kedua orang tua daripada ridha diri sendiri, isteri, anak, dan seluruh manusia.

Kedua
menaati orang tua dalam semua apa yang mereka perintahkan dan mereka larang baik sesuai dengan keinginan anak ataupun tidak sesuai dengan keinginan anak. Selama keduanya tidak memerintahkan untuk kemaksiatan kepada Allah.

Allah Taala berfirman, artinya, Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, . (QS.Luqman: 15).

Ketiga

memberikan untuk kedua orang tua kita segala sesuatu yang kita ketahui bahwa hal tersebut disukai oleh keduanya sebelum keduanya meminta hal itu. Hal ini kita lakukan dengan penuh kerelaan dan kegembiraan dan selalu diiringi dengan kesadaran bahwa kita belum berbuat apa-apa meskipun seorang anak itu memberikan hidup dan hartanya untuk kedua orang tuanya.

Keempat
Berbicara lemah lembut di hadapan mereka Bergaul dengan orangtua dengan cara yang baik, antara lain adalah dengan berbicara yang lemah lembut kepada keduanya. Tawadlu (rendah hati) kepada keduanya merupakan suatu hal yang wajib bagi anak.

Kelima

Mendahulukan berbakti kepada ibu dari pada ayah Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku? beliau menjawab, Ibumu. Lelaki itu bertanya lagi, Kemudian siapa lagi? Beliau kembali menjawab, Ibumu. Lelaki itu kembali bertanya, Kemudian siapa lagi? Beliau menjawab, Ibumu. Lalu siapa lagi? Tanyanya. Ayahmu, jawab beliau. (HR. al-Bukhari dan Muslim) Hadits di atas tidak bermakna lebih menaati ibu daripada ayah. Sebab, menaati ayah lebih didahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dalam hal yang dibolehkan syariat. Alasannya, ibu sendiri diwajibkan taat kepada suaminya.

Keenam

Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orangtua

Allah berfirman yang artinya, Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (QS. al-Isra: 24)

Keutamaan Menjadi Anak yang Berbakti


Termasuk Amal yang Paling Allah Cintai Dari Abdullah bin Masud, Aku bertanya kepada Rasulullah, Amal apakah yang paling Allah cintai. Beliau bersabda, Shalat pada waktunya, Aku bertanya, Kemudian apa? Nabi bersabda, Berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya, Kemudian apa? Nabi bersabda, Berjihad di jalan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Masuk Surga Dari Muawiyah bin Jahimah dari bapaknya radhiyallahu anhu, aku menemui Nabishallallahu alaihi wa sallam dan bermusyawarah dengan beliau tentang jihad di jalan Allah. Nabi bertanya, Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Ya, kataku. Nabi pun bersabda, Selalulah engkau berada di dekat keduanya. Karena sesungguhnya surga berada di bawah kaki keduanya. (HR. Thabrani, alMundziri mengatakan sanadnya jayyid)

Semua Amal Shalih Diterima dan KesalahanKesalahan Diampuni Allah taala berfirman: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah . Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah kebaikan kepadaku dengan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka. (QS al-Ahqaf: 15-16)