Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK II TITRASI ARGENTOMETRI 3 APRIL 2014

Disusun Oleh : Annisa Etika Arum 1112016200009 Kelompok 4 : 1. Aini Nadhokhotani Herpi 1112016200017 2. Fikri Sholihah 1112016200028 3. Rendhika Taufik Yudoseno 1112016200036

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014

I. ABSTRAK Tujuan percobaan kali ini melakukan metode titrasi argentometri yang melibatkan garam perak. Perak tak dapat dititrasi langsung dengan ion klorida, dengan menggunakan indikator kromat. Tetapi dengan menambahkan larutan klorida standar secara berlebihan dan mentitrasi dengan menggunakan indikator kromat.

II. LANDASAN TEORI Titrasi argentometri didasarkan pada reaksi : AgNO3 + Cl - AgCl(s) + NO3Kalium kromat dapat digunakan sebagai suatu indicator, menghasilkan warna merah dengan kelebihan ion Ag+ . titrasi yang lebih banyak dapat digunakan adalah metode titrasi balik. Kelebihan AgNO3 ditambahkan ke dalam sampel yang mengandung ion klorida atau bromida. Kelebihan AgNO3 kemudian dititrasi dengan ammonium tiosinat, dan ammonium fero sulfat digunakan sebagai indicator pada kelebihan SCN-. AgNO3 + NH4SCN AgSCN(s) + NH4NO3Sebelum titrasi balik dapat dilakukan, AgCl yang mengendap harus disaring atau dilapisi dengan dietilftalat untuk mencegah SCN- menyebabkan penguraian AgCl. Klorin yang dikombinasikan secara organic harus dibebaskan melalui hidrolisis dengan natrium hidroksida sebelum titrasi. Suatu halogen yang menempel pada cincin aromatik tidak dapat dibebaskan melalui hidrolisis dan halida aromatik harus dibakar dalam tabung oksigen agar dapat melepaskan halogen untuk titrasi. (David. G. Watson : 81)

III. ALAT BAHAN DAN LANGKAH KERJA 1. Alat dan bahan Tabung Erlenmeyer Gelas kimia Buret Statif dan klip Larutan MgCl2 x M AgNO3 10%

AgNO3 0,3 M Larutan K2CrO4

2. Langkah kerja Siapkan alat dan bahan Masukkan AgNO3 10% kedalam buret dan Larutan MgCl2 x M kedalam tabung erlenmeyer Tambahkan indicator Larutan K2CrO4 kedalam larutan MgCl2 x M Titrasi sampai dengan muncul perubahan warna pada larutan MgCl2 x M

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Persamaan reaksi Ag+ + Cl- AgCl 2Ag+ + CrO42- Ag2CrO42 Perhitungan Volume MgCl2 = 10 mL Mr [MgCl2] = [AgNO3] . V AgNO3 V MgCl2 = 0,072 M . 4,5 mL 10 mL = 0,0324 M 2. Pembahasan Percobaan titrasi argentometri ini menggunakan garam perak. Titrasi ini dilakukan untuk mencari konsentrasi dari larutan MgCl2 sebagai sampel yang akan ditentukan kadar kloridanya. Titrasi argentometri ini selesai apabila telah 170 Volume AgNO3 = 4,5 mL

[AgNO3]= = 1,22 .10. 1% = 0,072 M

teradi perubahan warna pada sampel dan juga menghasilkan endapan perak seperti serbuk. Dalam titrasi yang melibatkan garam perak, terdapat tiga indicator yang telah digunakan dengan berhasil selama bertahun-tahun. Metode Mohr menggunakan ion kromat untuk mengendapkan Ag2CrO4 yang coklat. Titrasi Mohr terbatas untuk larutan dengan pH 6-10. Dalam larutan yang lebih basa perak oksida akan mengendap. Dalam larutan asam konsentrasi ion kromat akan sangat dikurangi, HCrO4- hanya terionisasi sedikit sekali. Banyak endapan menunjukkan kelarutan yang meningkat dalam larutan yang mengandung ion-ion yang tidak bereaksi secara kimia dengan ion-ion endapan. Besaran kelarutan yang meningkat, untuk perak klorida dalam larutan kalium nitrat 0,010 M kelarutan AgCl naik sekitar 12% dibandingkan kelarutan dalam air. (A.L. Underwood : 1996) Setelah dilakukan titrasi pada larutan MgCl2 diketahui konsentrasinya sebesar 0,0324 M.

V. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Titrasi argentometri menggunakan garam perak dengan indicator kromat. 2. Konsentrasi larutan MgCl2 0,0324 M VI. DAFTAR PUSTAKA Underwood. A.L. 1996. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga. David. G. Watson. Analisis Farmasi. books.google.com/books?isbn=9790440049