Anda di halaman 1dari 18

PENCIPTAAN TATA SURYA

MENURUT AL-QURAN DAN SAIN MODERN

BAB I
PENDAHULUAN
Diantara segi kemujizatan al-Quran adalah beberapa petunjuk yang mengenai
ilmu pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebih dahulu dalam al-Quran
sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. Teori al-Quran itu tidak
bertentangan dengan teori-teori ilmu pengetahuan modern. Dari segi kemujizatan ini
al-Quran telah mununjuk salah satu firmannya :

‫سنريهم آياتنا في الفاق وفي أنفسهم حتى يتبين لهم أنه‬


‫الحق أولم يكف بربك أنه على كل شيء شهيدسنريهم آياتنا في‬
‫الفاق وفي أنفسهم حتى يتبين لهم أنه الحق أولم يكف بربك أنه‬
‫على كل شيء شهيد‬
“Kami akan memperlihatan kepada mereka tanda kekuasaan kami di segenap
penjuru dan pada diri mereka sndiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran
itu adalah benar. Dan Tuhanmu tidak cukup bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia
menyaksiikan segala sesuatu.”(QS: Fussilat:53).
Berdasarkan keyakinan kita, bahwa al-Quran yang besar itu bukanlah kitab
ilmu alam, arsitek dan fisika, tapi al-Quran adalah kitab petunjuk, pembimbing dan
kitab undang-undang dan perbaikan. Namun demikian, ayat-ayatnya tidak terlepas
dari petunjuk-petunjuk yang detail kebenaran-kebenaran yang sama terhadap
beberapa masalah alam, kedokteran, dan geografi yang kesemuanya menunjukan
kemujizatan al-Quran serta kedudukannya sebagai wahyu Allah. Yang pasti
Muhammad itu seorang yang ummi tidak bisa membaca dan menulis. Ia lahir dalam
lingkungan yang jauh dari kebudayaan dimana tidak didapat sekolah-sekolah tempat
diajarkannya ilmu pengetahuan umum, karena bangsa dan keluarganya semuanya
orang-orang ummi. Disamping itu, teori-teori ilmiah yang diberitahukan al-Quran
pada masa itu belum dikenal dan ilmu pengetahiuan modern juga belum menemukan
rahasia-rhasia dan baru menemukannya baru-baru ini.
Jadi, sangat mustahil sekali kalau al-Quran dikatakan sebagai perkataan
Muhammad sebagaimana yang dituduhkan oleh para orientalis. Sesungguhnya
mereka hanya ingin membuat umat Islam ragu terhadap al-Quran tetapi hal itu tidak
mungkin te karena Allah sendiri sudah berjanji akan menjaganya, sebagaimana
yang terdapat di dalam Firmannya:

‫إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون‬


“Sesungguhnya kami yang menurunkan al-Dzikr dan sesungguhnya kami
yang akan menjaganya”
Berbicara tentang al-Quran, tentu saja ini adalah kitab komprehensip yang
memuat hal-hal yang tidak disebutkan dalam kitab lainnya. al-Quran tidak hanya
memuat sejarah, hukum dsb, tapi memuat juga tentang masalah alam raya ini.
Dalam kandungan Al-Quran dibagi menjadi dua bagian. Pertama, ayat-ayat
Qauliyah yang berbicara tentang hukum, sejarah dan lain sebagainya. Sedangkan,
yang kedua, ayat-ayat Kauniyah yaitu ayat yang berbicara tentang alam semesta
dimana ayat ini memerlukan analisis dan penelitaian dan yang mampu menjawabnya
adalah orang-orang tertentu saja.
Dalam pembahasan makalah ini akan dibatasi, hanya membahas tentang ayat-
ayat Kauniyah saja
Definisi
Definisi tentang alam raya ini sebagaimana yang disebutkan di dalam kamus
besar bahasa Indonesia, alam adalah segala sesuatu yang ada di bumi, sedangkan
semesta adalah seluruh. tentu saja baik yang bersifat ghaib maupun non ghaib definisi
di atas senada dengan apa yang dikatakan DR. Yunahar Ilyas dalam bukunya kualiah
aqidah, beliau juga membagi alam semesta ini menjadi dua bagian besar, yaitu
syahadah dan ghaib
Alam raya yang sekarang kita tempati ini, ternyata masih menyimpan rahasia-
rahasia yang belum terungkap, Al-Quran mensinyalir rahasia alam dalam Q.S. al-
An’am: 73 yang berbunyi :
َْ
‫ض بالحق ويوم يقول كن فيكون‬
ِ ‫ت والْر‬
ِ ‫سماوا‬ َ َ ‫خل‬
ّ ‫ق ال‬ َ ْ‫وَهُوَ ال ّذ ِي‬
‫قوله الحق وله الملك يوم ينفخ في الصور عالم الغيب والشهادة‬
‫وهو الحكيم الخبير‬
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi, dan benarlah perkataan-Nya
diwaktu Dia mengatakakan “jadilah, lalu terjadilah” dan di tangan-Nyalah segala
kekuasaan diwaktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak
dan Dialah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa alam semesta baik di langit maupun di
bumi, menyimpan rahasia yang tidak semua orang mengetahuinya. Hanya orang-
orang yang berilmu pengetahuan alamlah yang dapat menyibaknya. Meskipun
demikian tidak semua rahasia alam dapat diketahui oleh manusia. Baik rahasia alam
yang sudah diketahui dan ditemukan manusia, maupun yang belum diketahui dan
belum diketemukan.
Untuk menyibak alam ini diperlukan suatu ilmu agar tidak terjadi pandangan
terhadap alam ini dijadikan mitos. untuk itu, kita perlu untuk mempelajari ilmu
alamiyah. Ilmu alamiyah ialah suatu ilmu yang memperlajari proses-proses gejala di
alam ini. Dalam mempelajari alam ini kita sebagai manusia yang hidup di bumi
dibedakan atas dua hal, untuk membedakannya, pertama benda mati, kedua di sebut
benda hidup.
Menurut perkembagan alam, benda yang mengisi bumi ini tunduk pada
hukum alamyang disebut deterministis, sedangkan makhluk hidup tunduk pada
hukum biologis.
Sedang menurut al-Quran alam yang ada di jagad raya ini adalah suatu ciptaan
yang di sengaja oleh Allah yang mempunyai tujuan yang jelas tidak hasil atau ada
dengan evolusi hal ini ditegaskan dalam firman Allah, surat al-Anbiya

‫وما خلقنا السماء والرض وما بينهما لعبين‬


“ dan tidaklah kami cipatakan langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya
diantara langit dan bumi dengan bermain-main” (al-Anbiya:16)
Dengan mengkaji ayat di atas jelaslah bahwa alam ini di ciptakan mempunyai
tujuan yang mengandung hikmah sehingga Allah menciptakan alam semesta ini tidak
dengan sia-sia.
Hak ini telah dilakukan oleh makhluk yang diciptakan Allah mengakui sejak
zaman dahulu karena termaktub dalam al-Quran :al-Imran : 191

‫الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في‬


‫خلق السماوات والرض ربنا ما خلقت هذا باطل سبحانك فقنا‬
‫عذاب النار‬
“ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk dalam
keadaan berbaring dan mereka memikirkan atantang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata) : ya tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
maha suci Engkau, maka perihalah kami dari api neraka (ali-imran: 191)
Dengan demikian jelah alam ini terjadi tidak ada yang sia-sia semua memiliki
fungsi dalam kehidupan, mesing-masing bagian alam ini mempunyai tugas masing-
masing hal ini sesuai dengan surat an-Naba’ ayat 6-9

# ‫وخلقناكم أزواجا‬ # ‫ والجبال أوتادا‬#‫ألم نجعل الرض مهادا‬


‫وجعلنا نومكم سباتا‬
Artinya: “bukankah kami jadikan bumi ini sebagai hamparan dan gunung sebagai
pasak dan kami jadikan berpasang-pasang dan kami jadikan tidurmu sebagai untuk
istirahat dan kami jadikan malam sebagai pakaian dan kami jadikan siang untuk
mencari pernghidupan dan kami jadikan bina di atas tujuh langit yang kokoh dan
kami jadikan matahari sebagai pelita yang amat terang”.
Berdasar pada surat an-Naba’ ayat 6-9 maka setiap alam di jagad raya ini
mempunyai fungsi masing-masing.

BAB II
PERAMALAN ILMIAH MENGENAI TERJADINYA ALAM SEMESTA

Persoalan-persoalan yang timbul dalam kosmologi karena kemajuan akhir-


akhir ini agak berlainan dengan persoalan yang telah kita perbincangkan selama ini.
Persoalan yang kita bicarakan saat ini, lebih menyakut manusia di dalam alam
semesta daripada hubungan manusia dengan makhluk ciptaan yang lain. Persoalan ini
menyangkut juga proses pencipataan sendiri.
Dari pengguanaan teleskop dan optic dan radio seperti yang dipergunaan di
Mount Palamer di Amerika Serikat dan jendral bank di inggris. Ternyata, bahwa alam
semesta tak terbayangkan begitu luasnya jarak antara bintang seperti yang diselidiki
oleh Copernicus, Brahe, dan Newton itu berjarak beberapa ratus juta mil, suatu jarak
yang cukup jauh, sehingga hampir tidak dapat dibayangkan. Berkat perbaikan
teleskop-teleskop optic sehingga hampir dapat diamati diperpanjang sampai puluhan
biliun km. beberapa tahun cahaya yang berlaku untuk menghitung jarak antara
bintang-bintang terdekat yang menyerupai matahari kita. Bintang-bintang yang
terjauh di dalam susunan Bima Sakti( susunan yang terdiri 100 milyar bintang)
berjarak ribuan bilium jauhnya. Tetapi alat astronomi sekarang menunjukan, bahwa
ada lebih dari seratus juta susunan Bima Sakti dan susunan bintang yang menyerupai
kabut bercahaya. Menurut ukuran teleskop di mount Palomar, Bima Sakti yang
terjauh dari sisitem matahari kita berjarak lebih dari 1800 juta tahun cahaya.
Sesungguhnya semakin kuat alat yang dipergunakan semakin banyak pula kabut
bercahaya yang nampak. Kerapatan materi dalam keseluruhan angkasa luar
nampaknya tak berubah dalam alam semesta yang dikenal. Bila pada kesimpulan-
kesimpulan yang tak terbayangkan ini ditambahkan pula kenyataan. Bahwa banyak
diantara bintang-bintang itu jauh lebih besar dan panas daripada matahari kita, dan
mungkin memiliki planet-planet lain dalam matahari mereka maka dapat dimengerti
betapa menakjubkan alam semesta ini. Ukuran ini membingungkan pikiran manusia,
akan tetapi lebih penting lagi tuntutan-tuntutan yang diajukan demi arti manusia,
makhluk kecil yang hidup di planet kecil.
Dalam ajaran agama (khususnya kita), pencipta dan penyelenggara system
yang luar biasa besarnya ini, memperhatikan dan mencintai manusia yang kecil ini,
rupanya tidak masuk akal. Tetapi apa yang mungkin menggantikan khayalan ini?
Manusia telah makan dari “pohon pengetahuan baik dan buruk” dan hampir pasti
kehilangan kemampuan untuk berfikir sederhana. Gagasan Allah tentang pencipta
ditentang oleh pengukur alam semesta yang tidak terbayangkan, tapi sudahkah
gagasan itu diungkapkan? Dan bersamaan dengan itu sudahkah ajaran keagamaan
yang menekankan hubungan manusia dengan Allah itu menghilang.
Untuk menjawab ancaman yang dirasakan oleh sementara orang yang cukup
pela perasaannya ini, haruslah ditegaska terlebih dahulu, bahwa kecilnya ukuran
tidaklah dengan sendirinya menurangi nilai. Kebenaran ini berlaku untuk banyak hal,
seperti sebentuk cincin intan misalnya. Makin bertambahnya pengetahuan mengenai
luasnya alam semesta (makrokosmos) pada satu pihak diimbangi dengan penemuan
mikroskop electron (mikrokosmos) pada lain pihak. Mungkin manusia merupakan
bintik dari jangka kehidupan pendek dalam alam materi. Tatapi hal itu tidak berarti
bahwa itu tidak penting atau tidak berharga dimata penciptanya. Makna manusia
bukanlah soal ruang dan waktu, apalagi, alam semesta yang tak terduga ini sama
sekali tidak membinasakan unsur misteri, malahan memperbesarkannya. Luasnya
alam semesta ini menunjukan kepada kita sifat-sifat sang pencipta, yang tak dapat
dimengerti oleh makhluk apapun, tak terduga dan tak terbatas dalam pengertian
keagaman kita mengenai Allah harus diperluas pula.
Fakta ilmu astronomi yang lebih baru meruntuhkan bayangan kekanak-
kanakan mengenai Allah. Namun demikian, gambaran baru sedikitpun tidak
menggoncangkan gagasan dasar mengenai Allah yang lebih mendalam, yaitu sebagai
yang berpribadi, luhur dalam kekuasaan dan kemuliaannya. Pengetahuan yang baru
itu lebih memperluas dari pada menghancurkan yang lama, menghaluskan yang
masih kasar dan membatasi gambaran-gambaran buah pikiran kita dan menambah
rasa hormat terhadap indahnya penciptaan. Pengetahuan yang baru ini meningkatkan
arti misteri kasih sayang Allah terhadap setiap manusia dan mukjizat penjelmaan
asalkan orang yang beriman menerimanya. Sebenarnya ilmu astronomi yang
menyelidiki alam semesta material ini, tidak dapat membuktikan benar atau
salahnya gambaran mengenai sang penciptanya.
Personal mengenai ada tidaknya makhluk-makhluk manusiawi lain dalam
matahari lain, hanyalah merupaka kecemasan-kecemasan, kesombaongan manusia,
Allah tidak terbatas oleh ruang, waktu, materi, kekuatan atau kekerdialan manusiawi.
Teori astronomi modern mengajukan persoalan lain kepada agama yaitu
mengenai penciptaan. Kegelapan langit pada malam hari katanya merupakan semakin
luasnya lingkup alam semestanya yang kita amati. Kita dapat mempergunakan
spektrostop untuk memperoleh macam-macam spectrum dari cahaya yang berasal
dari sinar kabut bintang yang bercahaya yang jauh. Spectrum yang diperoleh itu
menunjukan garis-garis gelap (garis spectral) semakin bergeser kearah warna merah.
Pada tahun 1929 seorang ahli astronomi menerangkan gejala itu sebagai berikut,
pergeseran tersebut terjadi karena sumber cahaya, yaitu bintang jauh bergeser lebih
jauh lagi menjauhi bumi kita ini. Sebenarnya pada apa yang sudah dikenal sebagai
effek dopteker dalam bidang gelombang bunyi, efek itu berarti bilamana suatu
sumber bunyi mendekati lalu melewati dan menjauhi kita lagi misalnya suatu
lokomotif yang membunyikan peluitnya dengan cepat melewati seorang yang
mendengarnya yang tetap pada satu tempat, maka bunyi itu berubah dari semakin
meninggi menjadi semakin merendah. Dengan mengeterapkan hukum-hukum alam
yang normal ini pada gejala dalam spectrum warna maka hal itu berarti bahwa Bima
sakti-Bima sakti dan kabut-kabut bercahaya itu semakin menjauh dari kita. Jadi
berarti pula, bahwa alam semesta semakin meluas, teori yang diterima dikalangan
para ahli menyebabkan ahli-ahli ilmu astronomi memperbincangkan kemungkinan,
bahwa seluruh alam material semakin meluas dari satu asal saja. Atas dasar kecepatan
perluasan setujuh milyar tahin yang lalu, seluruh materi dalam alam semesta ini
terkumpul dalam kesatuan pekat yang luar biasa padatnya yang kemungkinan
meledak.
Teori-teori tadi lazim disebut big-bang, disamping teori ini, telah
didengungkan pula teori yang lain, diantaranya adalah hipotesa belaka yang tidak
dikukuhkan dan tidak pula ditolak mungkin akan timbul peramalan-peramalan
“ilmiah” lain dengan dilangsungkannya penyelidikan sumber sinar kosmis dan
bintang-bintang radio. Tetapi orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman
dengan semangat mendiskusikan keagamaan mengenai penafsiran penciptaan yang
beraneka ini. Sekali-kali pandangan yang mau menyisihkan Allah membangkitkan
perselisihan. Sementaran itu hipotesa-hipotesa ini menghadapkan kita kepada
persoalan sama yang telah kita jumpai telebih dahulu. Bila ilmu pengetahuan mampu
memberikan kepada kita keterangan mengenai gejala yang di amati , apakah
keterangn itu merupakan yang satu-satunya dan yang lengkap. Andaikata hipotesa
mengenai penciptaan yang berlangsung terus-menerus itu ternyata cocok dengan
segala kenyataan dan mampu memenuhi segala tuntutan penelitian, apakah Allah
tidak “diperlukan lagi”? jawabnya tergantung dari keyakinan asasi seseorang
mengenai hakikat kenyataan. Dan orang yang beriman dengan sepenuh hati akan
menyatakan, bahwa Allah cukup mampu menciptakan alam semesta dengan satu
ledakan besar atau dengan penciptaan terus-menerus. Kedua hipotesa itu tidak
menyinggung kebenarann teologis perihal ajaran mengenai penciptaan.
BAB III
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
Pada mulanya sebuah ledakan yang terjadi dari sebuah titik seujung jarum
dikegelapan yang tak terdefinisikan. Alam semesta belum ada seperti sebelum adanya
seorang anak yang belum ada ketika ibu dan ayahnya belum menikah. Gelap, hampa,
tanpa ruang, tanpa waktu, saat itu betul-betul ketiadaan, sepi, sunyi, manusia belum
ada, begitu pula seluruh makhluk yang ada sekarang. Saat itulah ledakan dari sebuah
titik tunggal itu tejadi kita-kita 15 milyar tahun yang lalu. Demikian ilmu
pengetahuan di abad ke-20 menyimpulkan terjadinya ledakan dahsyat yang menandai
bermulanya alam semesta, bernama Big Bang.

‫والسماء بنيناها بأيد وإنا لموسعون‬


“dan langit itu kami bangin dengan kekuasaan kami dan sesungguhnya kami
benar-benar meluaskannya”(adz-dzariyat: 47)
Teori Big Bang didukung oleh beberapa penemuan mutakhir. Pertama,
penemuan Edwin Hubble, astronom kebangsaan Amerika Serikat di observatorium
California Mount Wilson thn 1924. ketika Hubble mengamati bintang-bintang
diangkasa Mell teleskop raksasanya, ia mendapati spectrum cahaya merah diujung
bintang-bintang tersebut. Menurut teori fisika yang sudah diakui, spectrum cahaya
berkelap-kelip yang bergerak yang menjauhi tempat observasi cenderung mendekati
warna merah. Pengamatan tersebut memberi kesimpualan bahwa bintang-bintang itu
menjauh artinya alam semesta terus berkembang. Kedua, hasil hitungan cermat
Albert Einstin yang menyimpulkan bahwa alam semesta dinamis, tidak statis artinya
alam semesta terus berkembang. Ketiga, pada tahin 1948 George Gamov berpendapat
bahwa setelah ledakan dahsyat ini akan ada radiasi yang tersebar merata dan
melimpah di alam semesta, radiasi tersebut dinamai radiasi kosmos. Hal ini
ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1965 keduanya
mendapat hadiah nobel dari penemuan tersebut. Untuk membuktikan radiasi kosmos
tersebut Nasa mengirim setelit casmic Background Expoler (COBE) tahun 1989, dan
hanya dalam waktu delapan menit setelit itu telah mengirim gambar radiasi tersebut.
Penemuan ini semakin menguatkan bahwa alam semesta terbentuk dari sebuah
ledakan dahsyat. Keempat, adanya jumlah unsur hydrogen dan helium di alam
semesta yang sesuai dengan perhitungan konsentrasi hydrogen-helium merupakan
sisa dari ledakan dahsyat tersebut. Kalau saja alam ini tetap dan abadi maka
hydrogen di alam semesta telah habis berubah menjadi helium. Demikian seperti
ditulis di dalam buku Harun Yahya

‫أولم ير الذين كفروا أن السماوات والرض كانتا رتقا ففتقناهما‬


‫وجعلنا من الماء كل شيء حي أفل يؤمنون‬
“ dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air kami jadikan sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka
tiada juga beriman”(al-anbiya’:30)
BAB IV
TATA SURYA

Menurut penelitian ilmiah, alam semesta terjadi dari sebuah ledakan dahsyat
dan terus mengembang. Atom-atom berikatan menjadi melokul, molekul berkumpul
membentuk senyawa, senyawa berkumpul dan terbentuklah benda-benda langit.
Kalau alam semesta diibaratkan separti balon yang ditiup maka benda langit adalah
seperti titik titik hitam yang ada pada permukaan balon. Titik-titik tersebut
mengembang dan menjauh satu sama lain.
Proses pengembangan tersebut terus berlanjut. Dari satu titik menyebar
menjadi gumpalan awan debu, terbentuklah gugusabn galaksi. Gugusan galaksi
mengembang, terbentuklah galaksi-galaksi. Galaksi-galaksi mengembang,
terbentuklah bintang-bintang. Bintang-bintang mengembang terbentuklah tata surya.

‫إن ربكم الله الذي خلق السماوات والرض في ستة أيام ثم‬
‫استوى على العرش يغشي الليل النهار يطلبه حثيثا والشمس‬
‫والقمر والنجوم مسخرات بأمره أل له الخلق والمر تبارك الله‬
‫رب العالمين‬
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam
kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari,
bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta
alam.(al-‘Araf :54)
Galaksi
Galaksi adalah kumpulan bintang-bintang. Rata-rata satu galaksi terdiri dari
100 milyar sampai 300 milyar bintang-bintang. Galaksi tersebar di angkasa raya.
Galaksi memiliki pusat galaksi dan lengan berupa bintang, gas dan awan
debu. Lengan galaksi berputar dengan cepat mengelikari pusat galaksi. Galaksi-
galaksi berkumpul membentuk gugusan-gugusan galaksi. Gugusan-gugusan galaksi
berkumpul membentuk kumpulan benda langit. Kempulan benda langit tersebut
mengembang hingga sekarang.

Bima sakti
Bima sakti adalah nama galaksi tempat matahari dan bumi berada. Ada 250
milyar bintang dalam galaksi bima sakti dan matahari salah satunya. Bima sakti
berupa bintang yang sudah tua berwarna merah atau kuning. Sedangkan lengannya
terdiri dari bintang-bintang yang masih muda bersuhu tinggi dengan warna biru.
Tata surya yang memiliki bintang matahari dan bumi sebagai planetnya
terletak pada sedikit keluar dari setengah lengan dari pusat galaksi. Matahari
menyelesaikan perjalanannya mengelilingi pusat galaksi setiap 220 milyar tahun.
Matahari terus berputar bersamaan dengan sistem tata surya pada jalur yang tetap,
sehigga tidak pernah terjadi tabrakan dengan benda langit lainnya.

‫تبارك الذي جعل في السماء بروجا وجعل فيها سراجا وقمرا‬


‫منيرا‬
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan
Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.(al-Furqan:61)
Matahari
Matahari adalah benda langit terbesar ditata surya yang panasnya tak
terbayangkan. Ia terdiri dari gas dan awan panas yang berpijar. Setiap detik terjadi
ledakan di permukaan matahari. Ledakan tersebut setara dengan berjuta-juta bom
atom. Setiap kobaran api yang dikeluarkan dari permukaan matahari mencapai 40
sampai 50 kali besar bumi. Matahari memiliki garis tengah 103 kali lebih besar dari
garis tengah bumi. Suhu permukaannya sekitar 6.000.000º C, sedangkan intinya
mencpai 12.000.000º C.

‫وسخر لكم الشمس والقمر دآئبين وسخر لكم الليل والنهار‬


Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus
menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan
siang.(Ibrahim: 33)
Planet
Planet adalah benda langit yang berevolusi mengelilingi bintang. Ada delapan
planet yang mengelilingi matahari, bumi salah satunya. Kalau lintasan delapan planet
itu bulat maka matahari terdapat di tengah lintasan-lintasan planet. Delapan planet
tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan
Neptunus.
Merkurius
Merkurius adalah planet paling dekat dengan matahari. Karena letaknya yang
dekat, merkurius berotasi pada porosnya hanya tiga kali dalam dua kali putaran
memelilingi matahari. Sehingga permukaan yang satu sangat panas dan sebaliknya
perbedaan suhu antara siang dan malam 1000ºC. tidak mungkin ada kehidupan di
planet ini.
Venus
Venus merupakan planet kedua yang terdekat dengan matahari setelah
merkurius. Ia merupakan planet yang paling terang, baik di siang hari maupun malam
hari. Sejak lama manusia telah mengenalnya. Venus memiliki permukaan yang sangat
panas. Suhu permukaannya mencapai 450ºC. Atmosfernya terdiri dari gumpalan
karbon dioksida yang pekat. Beberapa kilometer di atas permukaannya terdapat asap
tebal.
Bumi
Bumi adalah satu-satunya planet yang cocok untuk kehidupan. Ia memiliki
atmosfer, suhu, jarak dengan matahari, gaya gravitasi, ukuran dan masa yang sangat
cocok dan menunjang untuk dihuni manusia. Ia planet ketiga dari matahari setelah
venus.
Mars
Terdapat angin yang sangat kuat disertai badai setiap saat di planet keempat
dari bumi. Walaupun mars merupakan planet yang paling dekat dengan bumi namun
planet ini merupakan planet mati yang tidak mungkin ada kehidupan di dalamnya.
Karena planet ini memiliki suhu -53ºC, atmosfernya terdiri dari karbon dioksida
pekat yang beracun dan tidak ada air di sana.
Jupiter
Planet ini merupakan planet terbesar dalam tata surya. Besarnya 11 kali lipat
bumi. Jupiter merupakan planet yang sangat dingin sehingga tidak cocok untuk
kehidupan.

Saturnus
Suhu planet kedua terbesar setelah Jupiter ini sebesar -178ºC, sehingga tidak
mungkin ada kehidupan di sana. Saturnus terkenal dengan cincin yang melingkarinya.
Cincin tersebut terdiri atas batu-batuan, gas, dan es.
Uranus
Atmosfirnya mengandung gas beracun yang bisa mematikan kehidupan
sekejap. Suhunya -214ºC. planet ini terbesar setelah saturnus.
Neptunus
Badai yang berkecepatan 2000 km/jam bertiup dari permukaannya.
Atmosfirnya terdiri dari gas beracun. Suhunya -218ºC.
Para Ahli astronomi dunia beberapa waktu lalu, setelah mengadakan
penelitian, memutuskan untuk menyingikirkan Pluto dari keluarga planet tata surya
dengan berbagai pertimbangan. Dan sejak oktober 2006, pusat planet minor (MPC)
ternyata telah mendaftarkan Pluto (mantan planet ke-9) sebagai asteroid ke-134340.
Masuknya Pluto dalam katalog asteroid itu menegaskan keputusan di atas.
BAB V
Kesimpulan

Dalam kesimpulan ini kami tidak akan berpanjang lebar membicarakannya


lagi, karena sudah sangat jelas bahwa al-Quran juga memuat tentang penciptaan alam
semesta. Bahkan al-Quranlah yang pertama kali yang memberikan informasi tentang
hal tersebut dibanding dengan ilmu pengetahuan modern.
Ilmu pengetahuan modern hanyalah menguatkan apa yang telah
diinfomasikan oleh al-Quran, karena kemunculan al-Quran dengan ilmu pengetahuan
modern lebih dulu al-Quran.
Oleh karena itu, kita sebagai orang mukmin wajib mempercayai apa yang
diinformasikan oleh al-Quran.
Daftar Pustaka

Quraish Shihab, mu’jizat al-Quran


Adnan Wijan, orientalisme.
Harun Yahya,
Ilmu Alamiah Dasar
PENCIPTAAN TATASURYA
MENURUT AL-QURAN DAN SAIN MODERN

Makalah ini Diajukan


untuk memenuhi tugas ilmu alamiah dasar semester

Penulis
Didin Syafrudin
Sukirman
Sulistyani
Astutiningsih
Sabariman
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH MUHAMMADIYAH WATES
YOGYAKARTA