Anda di halaman 1dari 177

e-book gratis!

Simulasi Elektronik
Menggunakan PSpice

Oleh
Agfianto Eko Putra
(http://agfi.staff.ugm.ac.id)
eBook ini dapat diunduh
di http://www.kelas-mikrokontrol.com/
ii

2007 Copyright Notice

This electronic book is proprietary and protected by ndonesian! and
international copyright laws and treaties.

!isclaimer

The author! editors! publisher!and distributor of this electronic book ha"e
worked hard to pro"ide you with high #uality and accurate information.
$owe"er! we are not responsible for any damages arising out of or in
connection with the use of this intellectual property. %e do not make any
guarantees on the income as a result of using the tips! strategies! concepts and
principles contained herein. &ll products! names and trademarks or registered
trademarks belong to the respecti"e owners.

Sanksi Pelanggaran Pasal "" ## No$ 7%&'(7 tentang Peru)ahan atas ## No$
*%&'(2 tentang +ak Cipta

'. Barangsiapa dengan senga(a dan tanpa hak mengumumkan atau
memperbanyak suatu ciptaan atau memberi i)in untuk itu! dipidana
dengan pidana pen(ara paling banyak * (tu(uh) tahun dan/atau denda
paling banyak +p. ',,.,,,.,,,!- (seratus (uta +upiah).
-. Barangsiapa dengan senga(a menyiarkan! memamerkan! mengedarkan!
atau men(ual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran
$ak .ipta sebagaimana dimaksud dalam ayat (')! dipidana dengan
pidana pen(ara paling lama / (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
+p. /,.,,,.,,,!- (lima puluh (uta +upiah).

2007 Agfianto Eko Putra
,S-N

Printe. in /ogyakarta0 ,n.onesia
iii

Mohon Perhatian

0arena buku elektronik ini dibagikan secara gratis ',,1 oleh &gfianto 2ko
3utra melalui website http://www.kelas-mikrokontrol.com/! maka dengan
hormat! &nda dimohon untuk melakukan beberapa hal supaya niat baik dari
penerbitan buku ini bisa tercapai:

&pabila &nda mengutip buku ini! mohon cantumkan sumbernya selalu!
yaitu Simulasi Elektronik menggunakan PSpice oleh Agfianto Eko Putra
atau penulisan dengan format daftar pustaka sebagai berikut:
o 3utra! &.2.! -,,*! Simulasi Elektronika menggunakan Pspice!
ebook
&nda diperkenankan untuk mendistribusikan ebook ini kepada siapa sa(a
sesuai dengan ketentuan di bawah ini! atau (ika &nda memiliki website!
silahkan arahkan pengun(ung &nda untuk mendownload langsung dari
website saya! &nda tidak perlu menyimpan ebook ini dalam ser"er &nda!
linknya sebagai berikut:
o http://agfi.staff.ugm.ac.id/inde4.php5page6ebooksimel
Tuliskan komentar dan testimoni! bagaimana ebook ini telah membantu
&nda dalam mempela(ari elektronika baik sebagai hobi atau untuk
kebutuhan kuliah maupun untuk bahan kuliah. 0irimkan komentar &nda
melalui agfi7ugm.ac.id. Terima kasih.

8elain itu! dimohon agar &nda untuk ti.ak:
9engambil bagian per bagian dan mengakuinya sebagai tulisan &nda
sendiri. 9ohon selalu mencantumkan sumbernya dengan (elas.
9encetak buku ini dan mendistribusikannya untuk mengambil
keuntungan.
9embuat produk-produk deri"atif dan mendistribusikannya untuk
mengambil keuntungan.
9emasukkan buku ini ke dalam satu paket untuk didistribusikan sebagai
hadiah atau bonus dari produk intelektual tertentu.

iv

1entang Penulis

Agfianto Eko Putra adalah seorang staf penga(ar dan peneliti
pada 3rogram 8tudi Elektronika .an ,nstrumentasi (E2,NS)!
:urusan ;isika! ;akultas 93&! <ogyakarta (informasi lebih
lan(ut di http://mipa.ugmac.id).
Beliau (uga salah satu pimpinan C3$ Aga.hi4a0 /ogyakarta
(informasi lebih lan(ut di http://agadhi)a.awardspace.com)
yang bergerak dalam perdagangan umum! konsultan dan (asa
pelatihan (training) dalam bidang elektronika dan instrumentasi.
8elain itu beliau adalah seorang penulis beberapa buku elektronika yang diantaranya
merupakan Best 8eller (-ela5ar Mikrokontroler A1('C6&%62%66 1eori .an Aplikasi! P2C
7onsep0 Pemrograman .an Aplikasi! 1eknik Antarmuka 7omputer 1eori .an Aplikasi! dll).
nformasi dari masing-masing buku bisa &nda dapatkan di http://agfi.staff.ugm.ac.id.
8elain sebagai staf penga(ar! beliau (uga pernah men(abat sebagai 8taf &hli di =3T 3usat
0omputer (sekarang 33T0) =>9 (http://www.ugm.ac.id) serta &sisten ?irektur Bagian
2lektronika dan nstrumentasi di .T8 3&=! =>9 (sekarang 3@T! =>9).
8aat ini beliau aktif menga(ar di 3rogram 8tudi 2lektronika dan nstrumentasi (2@A8)!
mengembangkan hobi dalam bidang elektronika seperti Mikrokontroler! Antarmuka dan
P2C serta melakukan penelitian intensif dalam bidang Em)e..e. System atau +ome
Net8orking 9)ase. on Microcontroller an. :P;A<! PS! (3emrosesan 8inyal ?igital)!
Multime.ia0 e=2earning! 2a)3,E> dan Matla) serta menulis buku-buku elektronika lainnya
(&ssembly! +obotika! dll).
0un(ungi website-nya di http://agfi.staff.ugm.ac.id untuk biodata lebih lan(ut atau kontak
email: agfi7ugm.ac.id
&tau http://agadhi)a.awardspace.com
v
7ata Pengantar

8egala pu(a dan pu(i hanya saya haturkan kepada &lloh a)a wa (alla yang telah
memberikan karunia-Aya! sehingga penulisan ebook ini dapat diselesaikan dengan baik.

2book ini merupakan hasil dari kumpulan handout yang telah penulis berikan selama
memberikan kuliah 8imulasi 2lektronika di 3rogram 8tudi E2,NS (silahkan kun(ungi website
kami di http://elins.fmipa.ugm.ac.id untuk informasi lebih lan(ut). 8elain itu (uga buku ini
dilengkapi dengan bahan-bahan eksperimen yang bisa digunakan untuk praktikum yang
menyertai kuliah atau sekedar untuk bahan bela(ar/praktek secara otodidak. ?engan kata
lain buku atau ebook ini merupakan bahan siap pakai untuk bela(ar sendiri maupun bahan
kuliah 8imulasi 2lektronika! silahkan digunakan untuk adopsi bahan kuliah &nda! informasi
atau keterangan lebih lan(ut silahkan hubungi hotline (,-*B) CC'',DC.

$arapannya! ebook gratis ',,1 ini bisa memberikan sumbangan dalam khasanah
pustaka elektronika di ndonesia! selain itu:
8ebagai ungkapan syukur atas ke)erlimpahan penulis selama hi.up .i alam
semesta ciptaan Alloh S>1. 8emoga bisa membawa manfaat bagi &nda para
pembaca.
8ebagai ungkapan syukur penulis telah berhasil menerbitkan C (udul buku (beberapa
diantaranya merupakan )est seller)! yang dalam proses penyelesaian ebook gratis ini
(uga sedang menyelesaikan (udul-(udul lainya (informasi selengkapnya dapat dilihat
di http://agfi.staff.ugm.ac.id)E
?apat digunakan untuk bela(ar elektronika secara otodidak maupun sebagai acuan
bahan kuliah dan praktikum! sebagaimana telah dilakukan di 3rogram 8tudi
2lektronika dan nstrumentasi (2@A8)! ;ak. 93&! =ni"ersitas >ad(ah 9ada!
<ogyakarta! ndonesia.

8eperti ungkapan Ftiada gading tak retakF! saran! kritik dan koreksi yang
membangun mohon dapat disampaikan ke penulis di agfi7ugm.ac.id. Terima kasih!

'* Gktober -,,* (C 8yawal 'B-H$)

&gfianto 2ko 3utra
http://agfi.staff.ugm.ac.id
mailto: agfi7ugm.ac.id
$otline: (,-*B) CC'',DC

vi

!A:1A? ,S,
Kata Pengantar ........................................................................................................................... v
Tutorial PSpice 1 : Pendahuluan ................................................................................................ 1
1.1. Apakah Spice Atau Pspice Itu? ................................................................................... 1
1.2. Mengapa Menggunakan Pspice? ................................................................................. 1
1.3. Bagaimana PSpice Bekerja? ........................................................................................ 1
1.4. Netlist Atau Skematik? ................................................................................................ 2
1.5. Mensimulasikan Rangkaian Anda ............................................................................... 2
1.6. Topologi Dan Analisa Rangkaian ............................................................................... 3
1.7. Tipe Berkas Yang Digunakan & Dihasilkan Pspice ................................................... 3
1.8. Beberapa Fakta Dan Aturan Dalam Pspice ................................................................. 5
1.9. Penggunaan Huruf Besar Dan Kecil Untuk Satuan ..................................................... 5
1.10. Komponen-Komponen Yang Sering Digunakan ..................................................... 6
1.10.1. Sumber Tegangan Bebas Ideal ......................................................................... 7
1.10.2. Resistor ............................................................................................................. 7
1.10.3. Sumber Arus Bebas Ideal ................................................................................. 8
1.11. Contoh Rangkaian-1 ................................................................................................ 8
1.12. Menggunakan Perintah Print Pada PSice............................................................... 10
1.12.1. Mencetak Tegangan DC ................................................................................. 10
1.12.2. Mencetak Arus DC ......................................................................................... 10
1.12.3. Kombinasi Perintah PRINT ............................................................................ 11
1.13. Contoh Rangkaian-2 .............................................................................................. 12
1.14. Contoh Rangkaian-3 .............................................................................................. 16
1.15. Pemodelan Komponen ........................................................................................... 19
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana .................................................................... 22
2.1. Voltage-Controlled Voltage Source (VCVS) ........................................................... 22
2.2. Voltage-Controlled Current Source (VCCS) ........................................................... 23
2.3. Current-Controlled Voltage Source (CCVS) ........................................................... 23
2.4. Current-Controlled Current Source (CCCS) ............................................................ 24
2.5. Contoh 2-1: Menghitung Rangkaian Ekivalen Thevenin .......................................... 25
2.6. Contoh 2-2: Menghitung Tegangan Dan Resistansi Thevenin ................................. 26
2.7. Contoh 2-3: Menghitung Tegangan Dan Resistansi Thevenin ................................. 28
2.8. Contoh 2-4: Rangkaian Ekivalen Thevenin .............................................................. 29
2.9. Contoh 2-5: Plot Vout Dan Vin ................................................................................ 31
Tutorial PSpice 3: Membuat Sub-rangkaian ............................................................................ 33
3.1. Sub-Rangkaian Sederhana Dalam PSpice ................................................................. 33
3.2. Pengkodean Sebuah Subrangkaian ............................................................................ 33
vii

3.3. Menyertakan Suatu Sub-Rangkaian .......................................................................... 34
3.4. Contoh Kasus-1: Penguat Operasional (Opamp) ...................................................... 36
3.5. Contoh Kasus-2: Penguat Operasional (Opamp) ...................................................... 38
Tutorial PSpice 4: Gerbang-gerbang Digital Dasar ................................................................. 41
4.1. Rangkaian Gerbang Ekivalen .................................................................................... 41
4.2. Gerbang NAND ......................................................................................................... 42
4.3. Percobaan Dengan Gerbang NAND .......................................................................... 43
4.4. Percobaan Dengan Gerbang Lain .............................................................................. 45
4.5. Percobaan Dengan Gerbang 3-Masukan ................................................................... 48
Tutorial PSpice 5: Analisa Transien ........................................................................................ 51
5.1. lilitan-Lilitan (Induktor) Linear Dalam PSpice ......................................................... 51
5.2. Kapasitor-Kapasitor Linear Dalam PSpice ............................................................... 51
5.3. Analisa Transien Menggunakan PSpice .................................................................... 52
5.3.1. Cara Penggunaan Perintah .TRAN .................................................................... 52
5.3.2. Cara Penggunaan Perintah .PROBE .................................................................. 53
5.4. Contoh Analisa Transien ........................................................................................... 54
Tutorial PSpice 6 : Analisa AC Steady-state dalam PSpice ................................................... 61
6.1. Sumber Tegangan Dan Arus AC ............................................................................... 61
6.2. Penggunaan Perintah .PRINT AC ......................................................................... 62
6.3. Contoh Rangkaian Analisa Transien AC .................................................................. 63
6.4. Ringkasan Analisa Rangkaian Phasor AC Dengan PSpice ....................................... 65
Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi ....................................................................... 66
7.1. Menentukan Sumber-Sumber AC ............................................................................. 66
7.1.1. Penggunaan .PROBE ...................................................................................... 66
7.1.2. Penggunaan .PRINT AC................................................................................. 66
7.2. Contoh Rangkaian Analisa Tanggap Frekuensi ........................................................ 66
7.3. Studi Kasus: Penapis Lolos-Rendah Sallen-Key ....................................................... 70
7.3.1. Rangkaian Penapis Lolos-Rendah ..................................................................... 70
7.3.2. Perancangan Penapis Lolos-Rendah .................................................................. 71
7.3.3. Berkas PSpice-nya ............................................................................................. 72
7.3.4. Percobaan/Eksperimen ....................................................................................... 72
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice ..................................................... 75
8.1. Sumber Pulsa (Pulse) ................................................................................................. 75
8.2. Sumber Sinusoidal (SIN) ........................................................................................... 77
8.3. Sumber Piece Wise Linear (PWL) ............................................................................ 79
8.4. Sumber Tabel (TABLE) ............................................................................................ 81
Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus ......................................................... 88
viii

9.1. Studi Kasus-1 ............................................................................................................ 88
9.1.1. Solusi Studi Kasus-1 .......................................................................................... 88
9.2. Studi Kasus-2 ............................................................................................................ 91
9.2.1. Solusi Studi Kasus-2 .......................................................................................... 91
9.3. Studi Kasus-3 ............................................................................................................ 93
9.3.1. Solusi Studi Kasus-3 .......................................................................................... 93
9.4. Studi Kasus-4 ............................................................................................................ 94
9.4.1. Solusi Studi Kasus-4 .......................................................................................... 94
9.5. Studi Kasus-5 ............................................................................................................ 95
9.5.1. Solusi Studi Kasus-5 .......................................................................................... 95
9.6. Studi Kasus-6 ............................................................................................................ 96
9.6.1. Solusi Studi Kasus-6 .......................................................................................... 97
9.7. Studi Kasus-7 ............................................................................................................ 98
9.7.1. Solusi Studi Kasus-7 .......................................................................................... 99
9.8. Studi Kasus-8 .......................................................................................................... 100
9.8.1. Solusi Studi Kasus-8 ........................................................................................ 100
RINGKASAN PERINTAH PSPICE ..................................................................................... 102
DEVICES ........................................................................................................................... 102
CONTROLLED SOURCES .............................................................................................. 103
INPUT SOURCES ............................................................................................................. 104
ANALOG BEHAVIORAL MODELING ......................................................................... 104
STATEMENTS .................................................................................................................. 105
Eksperimen I : ........................................................................................................................ 107
1.1. Struktur Program ..................................................................................................... 107
1.2. Komponen-Komponen PSpice Yang Digunakan .................................................... 107
1.3. Aturan-Aturan Dasar PSpice ................................................................................... 108
1.4. Eksperimen I.1 ......................................................................................................... 109
1.5. Tugas Eksperimen I.1 .............................................................................................. 114
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana ............................................................... 116
2.1. Eksperimen II-1 ....................................................................................................... 116
2.1.1. Tugas Eksperimen II-1 ..................................................................................... 117
2.2. Eksperimen II-2 ....................................................................................................... 117
2.2.1. Program #1: Perhitungan Tegangan Rangkaian Terbuka ................................ 117
2.2.2. Program #2: Perhitungan Arus Rangkaian Hubung-singkat ............................ 118
2.2.3. Program #3: Resistansi Ekivalen ..................................................................... 119
2.2.4. Tugas Eksperimen II-2 ..................................................................................... 120
2.3. Eksperimen II-3 ....................................................................................................... 120
ix

2.3.1. Tugas Eksperimen II-3 ..................................................................................... 125
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen & Analisa Transien ...................................... 126
3.1. Eksperimen III-1 ...................................................................................................... 126
3.1.1. Tugas Eksperimen III-1.................................................................................... 128
3.2. Eksperimen III-2 ...................................................................................................... 128
3.2.1. Tugas Eksperimen III-2.................................................................................... 131
3.3. Eksperimen III-3 ...................................................................................................... 131
3.3.1. Tugas Eksperimen III-3.................................................................................... 133
Eksperimen IV : Analisa Rangkaian RL dan RC ................................................................... 134
4.1. Eksperimen IV-1 ..................................................................................................... 134
4.1.1. Tugas Eksperimen IV-1 ................................................................................... 136
4.2. Eksperimen IV-2 ..................................................................................................... 136
4.2.1. Tugas Eksperimen IV-2 ................................................................................... 136
Eksperimen V : Gelombang Disearahkan dan Disipasi Daya ................................................ 138
5.1. Eksperimen V-1 ....................................................................................................... 138
5.1.1. Tugas Eksperimen V-1 ..................................................................................... 140
5.2. Eksperimen V-2 ....................................................................................................... 140
5.2.1. Tugas Eksperimen V-2 ..................................................................................... 142
Eksperimen VI : Magnitude (phase) vs Frekuensi ................................................................. 143
6.1. Eksperimen VI-1 ..................................................................................................... 143
6.1.1. Tugas Eksperimen VI-1 ................................................................................... 145
6.2. Eksperimen VI-2 ..................................................................................................... 146
6.3. Tugas: Dinamika Rangkaian RC ............................................................................. 148
6.4. Tugas: Tanggap Dinamika Rangkaian RLC ........................................................... 149
Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dan Analisa DC ................................................. 151
7.1. Eksperimen VII-1 .................................................................................................... 151
7.2. Eksperimen VII-2 .................................................................................................... 156
Eksperimen VIII : Analisa AC dari Rangkaian Skematik ..................................................... 160
8.1. Eksperimen VIII-1 ................................................................................................... 160
8.2. Tugas: Tanggap Frekuensi Penapis RC ................................................................... 163
Eksperimen IX : Studi Kasus I ............................................................................................... 164
9.1. Eksperimen IX-1: Karakteristik Dioda .................................................................... 164
9.2. Eksperimen IX-2: Karakteristik Dioda .................................................................... 165
9.3. Eksperimen IX-3: Karakteristik Transformator ...................................................... 166
Eksperimen X : Studi Kasus II ............................................................................................... 167
10.1. Eksperimen X-1: Penguat Non-Inversi ................................................................ 167
10.2. Eksperimen X-2: Penguat Inversi ........................................................................ 168
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 1
Tutorial PSpice 1 : Pendahuluan
1.1. Apakah Spice Atau Pspice Itu?
SPICE adalah program yang mampu mensimulasikan rangkaian elektronika melalui
komputer. Anda bisa melihat bentuk gelombang dari tegangan atau arus pada rangkaian
Anda. SPICE menghitung tegangan dan arus versus waktu (Analisa Transien atau versus
!rekuensi (Analisa AC. "anyak program SPICE #uga bisa digunakan untuk analisa $C%
sensitivitas% derau maupun distorsi.
&epan#angan SPICE adalah Simulation Program with Integrated Circuit Emphasis. Para
peneliti di 'iversitas &ali!ornia% "erkeley telah mengembangkan program komputer ini se#ak
pertengahan tahun ()*an. Apa yang mendorong pengembangan program SPICE ini+
,adirnya berbagai ma-am IC (Integrated Circuit menuntut suatu metode untuk mengu#i
dan men-oba ran-angan rangkaian sebelum proses !abrikasi.
Saat ini% SPICE tersedia dari berbagai ma-am perusahaan yang kemudian menambahkan
!asilitas untuk menggambar rangkaian serta kemampuan untuk plot gra!ik hasil analisis.
Simulator dan aplikasi SPICE telah berkembang unuk berbagai ma-am rangkaian analog dan
digital% piranti microwave dan sistem mekatronika.
1.2. Mengapa Menggunakan Pspice?
SPICE merupakan alat yang bagus untuk bela#ar elektronika. Anda bisa meningkatkan
pemahaman suatu rangkaian seiring dengan per-obaan da simulasi menggunakan SPICE.
.akukan eksperimen/ 'bah rangkaian dan lihatlah apa yang ter#adi/ 'bahlah nilai resistor%
nilai kapasitor dan lain sebagainya serta perhatikan e!ek pada rangkaian seke#ap mata.
Idealnya% kita perlu membuat dan mengu#i rangkaian elektronika sesungguhnya da
memahami perilakunya. "agaimanapun #uga% Anda membutuhkan breadboard% komponen*
komponen dan waktu untuk merangkai rangkaian tersebut. 0angkaian sesungguhnya
adakalanya membutuhkan peralatan yang mahal mulai dari suplai daya% generator sinyal
dan osiloskop. Selain itu tidak selalu mudah merangkai semua rangkaian elektronika yang
Anda temukan menggunakan breadboard.
Anda bisa menghabiskan waktu ber#am*#am untuk membuat rangkaian elektronika yang
sesungguhnya dan hanya untuk mendapatkan suatu konsep sederhana dari rangkaian
tersebut% sedangka menggunakan SPICE Anda bisa melakukannya dalam hitungan menit.
SPICE bisa Anda anggap sebagai breadboard 1virtual2. 3alaupun Anda hanya memiliki
waktu yang pendek% Anda bisa mendapatkan prinsip*prinsip dan aplikasi dari beberapa
rangkaian elektronika.
1.3. Bagaimana PSpice Bekerja?
Pada dasarnya% SPICE beker#a dengan -ara sebagai berikut4
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 5
1. Tentukan sebuah rangkaian dalam berkas teks (ekstensi 1.CI02 yang dinamakan
netlist atau menggunakan simbol*simbol gra!ik melalui pembuatan skematik
(rangkaian yang digambar6
5. 7alankan simulasi. SPICE memba-a netlist dan kemudian melakukan analisa yang
diminta4 AC% $C atau 0espon transien. ,asilnya disimpan dalam sebuah berkas
keluaran teks (ekstensi 1.8'T26
9. Perhatikan hasil simulasi pada berkas teks keluaran (ekstensi 1.8'T2 menggunakan
editor teks. "anyak program SPICE yang sudah menyediakan tampilan gra!ik untuk
plot data*data yang tersimpan pada berkas data biner.
1.4. Netlist Atau Skematik?
:un-ul pertanyaan% apakah rangkaian yang akan disimulasikan dengan SPICE harus dibuat
menggunakan teks berupa netlist atau digambar menggunakan skematik. 7awabannya
disarankan menggunakan editor teks% mengapa+ 3alaupun menggambar rangkaian
menggunakan schematic capture memiliki beberapa kelebihan% tetapi masing*masing
vendor SPICE memiliki antarmuka skematik dan !ormat berkas yang berbeda*beda. ,al ini
bisa menyebabkan kebingungan% #ika Anda menggunakan berbagai ma-am versi SPICE untuk
sebuah rangkaian. Selain itu% banyak karakterisik komponen tidak nampak melalui skematik
(selain itu% schematic capture selalu membuat berkas netlist sebelum men#alankan simulasi%
#adi ya sama sa#a dong;
$eskripsi netlist dari sebuah rangkaian adalah sederhana dan kosisten untuk tiap*tiap
vendor SPICE dengan beberapa variasi. Seluruh properti komponen dan rangkaian #elas
terlihat. :empela#ari netlist itu mudah dan melakukan perubahan bisa dilakukan se-ara
-epat. Anda bisa membuat sebuah netlist dengan menggambar rangkaian yang
bersangkutan di atas kertas dan menerapkan beberapa aturan sederhana. Selain itu%
beberapa buku SPICE (masih kebanyakan dalam bahasa Inggris sangat menyarankan
penggunaan netlist% walaupun selan#utnya Anda memutuskan untuk menggunakan program
schematic capture.
1.5. Mensimulasikan angkaian An!a
:ensimulasikan dan mengu#i rangkaian Anda bisa dilakukan dengan mudah4
1. <ambarkan atau tuliskan rangkaian Anda% #angan lupa memberikan nomor pada
masing*masing titik6
5. "erikan label pada masing*masing komponen dan nilainya6
9. "uatlah sebuah berkas teks (netlist yang berisikan semua komponen dan hubungan
antar titik koneksi6
=. Tentukan tipe analisis yang akan dilakukan (AC% Transien% $C% derau dan lain*lain
dan sertakan pernyataan*pernyataan yang terkait6
>. 7alankan simulasi dan perhatikan hasilnya.
?. Anda bisa mendapatkan koleksi rangkaian SPICE dari internet% gunakan koleksi
rangkaian yang Anda peroleh tersebut untuk membuat rangkaian yang Anda
inginkan dengan -ara merubah sebagian komponen maupun nilai*nilainya.
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 9
1.". #$p$l$gi %an Analisa angkaian
Pen#elasan lebih detil diberikan sepan#ang buku ini% bagian ini men#elaskan se-ara singkat
tentang topologi dan analisa rangkaian. "erkas masukan SPICE% dinamakan berkas sumber%
mengandung tiga bagian4
1. Pernyataan Data4 deskripsi komponen dan koneksi antar komponen
5. Pernyataan Kontrol4 memberitahukan SPICE tipe analisa yang akan dilakukan pada
rangkaian
9. Pernyataan Keluaran4 menentukan keluaran yang akan di-etak maupun dibuat
gra!iknya.
3alaupun pernyataan*pernyataan tersebut dapat dituliskan dalam urutan bebas% tetap
disarankan untuk menuliskan dengan urutan seperti disebutkan di atas. $ua pernyataan lain
yang dibutuhkan adalah4 Pernyataan untuk Judul dan Pernyataan akhir. Pernyataan judul
diletakkan pada awal baris dan bisa mengandung in!ormasi apa sa#a% sedangkan pernyataan
akhir (end selalu dalam pernayataan .END% pernyataan ini harus diakhiri dengan E@TE0/
Selain itu% Anda bisa menyisipkan komentar dengan memberikan awalan asterisk (* di awal
baris (baris dengan awalan A akan diabaikan oleh SPICE. Perhatikan -ontoh berikut4
PERNYATAAN JUDUL
PERNYATAAN ELEMEN-ELEMEN
.
.
PERNYATAAN PERINTAH (KONTROL)
PERNYATAAN KELUARAN
.END <CR>

Contoh penulisan rangkaian diberikan pada pasal*pasal maupun tutorial*tutorial berikutnya
pada buku ini. Selain menuliskan rangkaian% Anda #uga bisa menggambar rangkaian% -aranya
sangat mudah sehingga Anda bisa men-oba sendiri.
1.&. #ipe Berkas 'ang %igunakan ( %ihasilkan Pspice
Sebagaimana ditun#ukkan pada <ambar 1.1 berkas masukan dasar untuk PSPi-e adalah
berkas ASCII atau yang lebih dikenal dengan nama berkas teks dan memiliki ekstensi
*.CIR. Pada awalnya% berkas CI0 ini dibuat se-ara manual% seperti menulis sebuah
program% yang merupakan penya#ian sebuah rangkaian. 'ntuk saat ini telah digunakan -ara
yang lebih baik yaitu menggambar rangkaian elektronika*nya se-ara langsung menggunakan
perangkat lunak Schematic Capture yang kemudian se-ara otomatis bisa dihasilkan berkas
CI0 serta berkas*berkas pendukung lainnya. Sebagai catatan penting4 #angan sekali*kali
membuat berkas CI0 se-ara manual menggunakan prosesor kata (word processor seperti
:S 3ord% 8pen 8!!i-e dan lain sebagainya ke-uali disimpan sebagai berkas teks biasa
(ASCII. Sebaiknya Anda menggunakan @otepad% TeBtEdit atau yang lain sema-am itu.
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman =
Editor
Schematic
Editor
ASCII
nama.sch
nama.cir
nama.cir
buat
netlist
nama.inc
simulasi
nama.out nama.dat
<ambar 1.1. "erkas*berkas yang digunakan oleh PSpi-e
&eluaran yang dihasilkan oleh Pspi-e #uga merupakan berkas teks (ASCII dengan ekstensi
*.OUT. Perhatikan <ambar 1% misalnya% #ika Anda membuat data rangkaian dalam Pspi-e
dengan nama 1rangkaian.cir2% maka akan dihasilkan berkas keluaran
1rangkaian.out2. "erkas keluaran ini akan tetap dihasilkan walaupun ter#adi kegagalan
maupun kesalahan% penyebab kegagalan atau keterangan kesalahan bisa diba-a pada berkas
8'T% dengan demikian% berkas keluaran ini*lah yang harus Anda lihat pertama kali saat
mela-ak kesalahan atau kegagalan rangkaian. <unakan TeBtEdit atau @otepad untuk
membuka berkas 8'T ini. 7ika tidak ter#adi kegagalan maupun kesalahan% hasil simulasi
analisa $C disimpan dalam berkas 8'T ini. 7ika Anda men#alankan simulasi analisa transien%
terlalu banyak data yang disimpan dalam berkas 8'T% sehinngga Anda perlu menambahkan
sebuah peritah khusus pada berkas CI0 yang memberitahu Pspi-e untuk menyimpan data
dalam berkas $AT% perhatikan <ambar 1.1.
"erkas $AT yang disebutkan sebelumnya merupakan berkas biner (bukan ASCII% aplikasi
:i-roSim P08"E digunakan untuk memba-a berkas tersebut. Se-ara default% P08"E ter*
instal bersamaan dengan instalasi Pspi-e. 7ika diinginkan% Anda bisa merubah default
penyimpanan ke !ormat ASCII% namun ini tidak disarankan% karena akan membutuhkan
ruang hard disk lebih banyak (#ika tersimpan dalam !ormat ASCII. @anti akan dibi-arkan
tentang bagaimana mengakti!kan P08"E dan membuat berkas $AT. "ersama dengan berkas
$AT terdapat berkas P0" yang berisi in!ormasi inisialisasi untuk program P08"E.
:etode lain yang digunakan para pengguna PSpi-e yang mahir adalah menggunakan berkas
I@C (include. "erkas ini digunakan untuk menyimpan sub*rangkaian yang sering digunakan
dan belum dimasukkan kedalam pustaka. 'ntuk penggunaan*nya sangat mudah% -ukup
disebutkan dalam berkas CI0 yang kita buat.
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman >
"erkas lain yang digunakan PSpi-e adalah berkas LIB. $i dalam berkas ini detil dari bagian*
bagian yang kompleks disimpan. 7ika digunakan program untuk menggambar rangkaian
(s-hemati- -apture% yang men#adi satu dengan program PSpi-e*nya% ada beberapa
tambahan berkas yang lain% yaitu berkas skema rangkaian (*.SC% berkas alias (*.!LS dan
berkas koneksi #aringan (*.NE".
1.). Be*erapa +akta %an Aturan %alam Pspice

PSpi-e tidak membedakan huru! "ESA0 maupun ke-il6
Semua nama*nama elemen harus unik (berbeda satu dengan lainnya6
"aris pertama berkas data (*.CI# merupakan #udul6
Ada satu titik yang harus diberi label C)D (nol <@$6
Tiap*tiap titik (node harus memiliki% minimal% dua titik elemen6
"aris terakhir harus dituliskan .END
Semua baris yang tidak kosong (ke-uali baris #udul kolom 1*nya harus berupa suatu
karakter4
o Tanda C*D (bintang komentar6
o Tanda C$D (plus lan#utan baris sebelumnya6
o Tanda C.D (titik instruksi khusus PSpi-e6
o ,uru! sebagai komponenEelemen (0% C dan lain56
<unakan spasi untuk memisahkan parameter atau field6
<unakan tanda C6D memisahkan data dengan komentar.
1.,. Penggunaan -uru. Besar %an /ecil 0ntuk Satuan
PSpi-e merupakan program komputer yang sering digunakan oleh para ilmuwan dan insiyur
(teknisi. $engan demikian% PSpi-e diran-ang dengan kemampuan untuk mengenali berbagai
ma-am unit ukuran (metrik. @amun sayang% PSPi-e tidak mengenal huru!*huru! Funani
serta tidak membedakan huru! besar maupun ke-il. $engan demikian penggunaan dan
pemahaman umum standar ukuran perlu diluruskan dalam PSPi-e. :isalnya% dalam sehari*
hari% 1:2 digunakan untuk menyatakan 1mega2 (1)
?
dan 1m2 digunakan untuk menyatakan
1mili2 (1)
*9
. Tentu sa#a hal ini men#adi membingungkan dalam PSPi-e karena tidak
mengenal perbedaan antara huru! besar dan ke-il. $engan demikian% dalam PSPi-e% !aktor
1)
?
dinyatakan dengan 1:E<2 atau 1meg2% sedangkan untuk !aktor 1)
*9
digunakan 1:2 atau
1m2. sedangkan untuk !aktor 1)*? digunakan (trik mesin tik dan ketiadaan dukungan huru!
Funani 1'2 atau 1u2 (mirip dengan %u atau &. Pada tabel 1.1 ditun#ukkan se-ara lengkap
pre!iks yang digunakan dalam PSPi-e.

Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman ?
Tabel 1.1. Pre!iks dalam PSPi-e
!ngka Pre'ik( Keterangan
1)
15
T atau t Tera
1)
G
< atau g <iga
1)
?
:E< atau meg :ega
1)
9
& atau k &ilo
1)
*9
:atau m :ili
1)
*?
' atau u :ikro
1)
*G
@ atau n @ano
1)
*15
P atau p Piko
1)
*1>
H atau ! Hemto
Contoh penulisan angka4

?>?%))) ?.>?E>
*).))))19> *1.9>E*>
I%=?)%))) I.=?E?
1.11. /$mp$nen2/$mp$nen 'ang Sering %igunakan
Pada tabel 1.5 ditun#ukkan da!tar simbol dan komponen yang bisa digunakan dalam PSPi-e.
Pada pasal*pasal berikutnya akan di#elaskan tentang komponen*komponen yang seringa
digunakan dalam PSPi-e.
Tabel 1.5. Simbol*simbol Elemen 0angkaian dan Sumber*sumber

uru'
Perta%a
Ele%en rangkaian
dan (u%)er
" Transistor Hield*e!!e-t :ES <aAs
C &apasitor
$ $ioda
E Joltage*-ontrolled voltage sour-e
H Current*-onrolled -urrent sour-e
< Joltage*-ontrolled -urrent sour-e
, Current*-ontrolled voltage sour-e
I Independent -urrent sour-e
7 Transistor 7un-tion !ield*e!!e-t
& Induktor mutual (trans!ormer
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman (
Tabel 1.5. Simbol*simbol Elemen 0angkaian dan Sumber*sumber (lan#utan

uru'
Perta%a
Ele%en rangkaian
dan (u%)er
. Induktor
: Transistor :8S !ield*e!!e-t
K Transistor "ipolar #un-tion
0 0esistor
S Saklar terkendali tegangan
T 7alur transmisi
J Sumber tegangan bebas
3 Saklar terkendali arus
1.11.1. Sum*er #egangan Be*as I!eal
Sumber tegangan bebas ideal atau Ideal Independent Voltage Sour-e diawali dengan
sumber tegangan bebas $C yang merupakan sumber tegangan default. ,uru! pertama dari
komponen sumber tegangan independen ideal adalah 1J2. Ini merupakan huru! yang harus
diletakkan pada kolom 1 baris yang terkait pada bagian yang menggunakan komponen ini.
@ama*nya diikuti dengan letak titik positi! (positive node% letak titik negati! (negative node
dan tag opsional4 1$C2 diikuti dengan nilai sumber tegangannya (perhatikan -ontoh*-otnoh
yang akan ditun#ukkan setelah alinea ini. Tag 1$C2 (atau 1d-2 si!atnya opsional karena
sumber tegangan default*nya memang $C. 7ika sumber tegangan yang digunakan bukan $C%
misalnya AC untuk rangkaian AC atau sumber tegangan yang menghasilkan pulsa dan lain
sebagainya% maka tipe sumber perlu disebutkan se-ara eksplisit% #ika tidak dituliskan akan
dianggap sebagai sumber tegangan $C.
Salah satu penggunaan sumber tegangan independen yang menarik adalah ammeter. &ita
bisa memberdayakan laporan yang dibuat PSPi-e yang selalu melaporan arus yang masuk ke
terminal positi! sumber tegangan. 7ika kita tidak membutuhkan sebuah sumber tegangan
pada suatu pen-abangan yang akan diukur berapa arusnya% maka dengan mudah nilai
tegangan kita buat ) volt dan pada laporan PSpi-e akan tetap diberikan in!ormasi berapa
arus yang melalui sumber tegangan tersebut.
Perhatikan -ontoh penulisan sumber tegangan bebas berikut ini4
*nama titik+ titik- tipe nilai komentar
Va 4 2 DC 16.0V ; "V" setelah "16.0"
opsional
vs qe qc dc 24m ; "QE" titik+ & "qc" titik-
VWX 23 14 18k ; "dc" tdk harus ditulis
vwx 14 23 DC -1.8E4 ; sama spt atas-nya
Vdep 15 27 DC 0V ; sumber-V sebagai Ammeter
1.11.2. esist$r
3alaupun PSpi-e bisa menggunakan model resistor bergantung*suhu yang -anggih% kita
awali dengan sebuah resistor yang sederhana% resistor dengan nilai*konstan. ,uru! pertama
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman I
dari model resistor adalah 102 diikuti dengan nama model resistor% titik positi!% titik negati!
dan nilai dalam satuan ohm (atau kelipatan ohm. @ilai resistansi biasanya positi!% nilai
negati! digunakan untuk model sumber energi. @ilai nol akan menghasilkan kesalahan.
0esistor bukan merupakan komponen akti!% sehingga polaritas koneksi tidak ada e!eknya
pada nilai tegangan dan arus yang dilaporkan. Arus yang melalui sebuah resistor dilaporkan
mengalir dari titik kiri ke titik kanan pada berkas CI0. $engan demikian pernyataan .PRINT
dan PROBE dapat melaporkan nilai arus yang negati!% tergantung dari susunan resistor yang
dituliskan dalam berkas rangkaian (A.CI0. 7ika anda menginginkan nilai resistor yang positi!%
maka baliklah penulisan titik positi! dan negati!nya dan lakukan analisa*ulang.
Perhatikan -ontoh penulisan model resistor berikut ini4
*nama titik+ titik- nilai komentar
Rabc 31 0 14k ; laporan arus dari 31 ke 0
Rabc 0 31 14k ; laporan arus dari 0 ke 31
rshnt 12 15 99m ; 0.099 ohm resistor
Rbig 19 41 10MEG ; 10 meg-ohm resistor
1.11.3. Sum*er Arus Be*as I!eal
'ntuk sumber arus bebas ideal atau Ideal Independent Current Sour-e% nama model*nya
adalah 1I2. Sebagaimana pada sumber tegangan bebas% default*nya adalah sumber arus $C.
&arena sumber arus merupakan komponen atau elemen yang akti!% penting untuk
memperhatikan bagaimana dihubungkan dalam rangkaian. Arus mengalir dari titikL ke titik*%
ingatlah bahwa titikL pada sumber arus bisa memiliki tegangan negati! berkaitan dengan
titik*% hal ini berdasarkan !akta bahwa eksternal rangkaian terhadap sumber arus
menyatakan tegangannya.
Perhatikan -ontoh penulisan model sumber arus bebas berikut ini4
*nama titik+ titik- tipe nilai komentar
Icap 11 0 DC 35m ; 35mA mengalir dari 11 ke 0
ix 79 24 1.7 ; "DC" tdk harus ditulis
I12 43 29 DC 1.5E-4 ;
I12 29 43 dc -150uA ; sama spt atasnya
1.11. 3$nt$h angkaian21

Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
<ambar
Perhatikan <ambar 1.5% rangkaian
Contoh_Rangkaian_1 (psp01_01
Vs 1 0 DC 20.0V
Ra 1 2 5.0k
Rb 2 0 4.0k
Rc 3 0 1.0k
Is 3 2 DC 2.0mA
.END
,asil analisa atau keluaran sebagai berikut4
**** 10/11/07 21:15:42 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **
Contoh_Rangkaian_1 (psp01_01.cir)
**** CIRCUIT DESCRIPTION
******************************************************************************
Vs 1 0 DC 20.0V ; perhatikan penempatan titik
Ra 1 2 5.0k
Rb 2 0 4.0k
Rc 3 0 1.0k
Is 3 2 DC 2.0mA ; perhatikan penempatan titik
.END
**** 10/11/07 21:15:42 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Contoh_Rangkaian_1 (psp01_01.cir)
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 20.0000 ( 2) 1
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vs -1.333E-03
TOTAL POWER DISSIPATION 2.67E
an
mbar 1.5. Contoh 0angkaian*1
an*1 yang berkas rangkaiannya ditun#ukkan sebagai berikut4
p01_01.cir)
V ; perhatikan penempatan titik
A ; perhatikan penempatan titik
gai berikut4
***** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
.cir)
*************************************************
; perhatikan penempatan titik
; perhatikan penempatan titik
***** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
.cir)
OLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
*************************************************
LTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
13.3330 ( 3) -2.0000
2.67E-02 WATTS
halaman G
bagai berikut4
ik
ik
********
********
********
C
********
GE
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 1)
JOB CONCLUDED
TOTAL JOB TIME .09
$ari hasil laporan terlihat bahwa tegangan pada titik 1 adalah 5) J (ini merupakan titikL dari
sumber tegangan% pada titik 5 sebesar 19%9J (arus sebagian masuk ke 0a dan 0b dan pada
titik 9 sebesar *5J (merupakan titikL dari sumber arus.
1.12. Menggunakan Perintah Print Pa!a PSice
Perintah yang berguna lainnya adalah .PRINT. Perintah ini memiliki banyak kegunaan%
tetapi saat ini akan dibi-arakan penggunaannya untuk men-etak tegangan dan arus $C.
Perintah .PRINT dapat diulang*ulang sesering mungkin dalam analisa.
"agaimanapun #uga% harus diingat bahwa perintah .PRINT diran-ang untuk beker#a dalam
sweep $C atau AC. Ini merupakan metode untuk memvariasi suatu parameter dalam suatu
#angkauan nilai tertentu% sehingga kita bisa mendapatkan sekumpulan nilai hasil analisa.
Seringkali kita tidak memerlukan sweep pada suatu parameter% sehingga nilai awal dan akhir
pada #angkauan dibuat sama. Perhatikan sintaks untuk perintah sweep $C berikut (tipe
linear4
.DC variable_sweep nilai_awal nilai_akhir kenaikan
Pada -ontoh% kita pilih sumber tegangan dan diatur #angkauan variabel sweep*nya
sedemikian hingga tidak dapat di#alankan untuk lebih dari satu nilai4
.DC Vs 20.0 20.0 1.0
&arena nilai awal sama dengan nilai akhir% maka analisa hanya di#alankan sekali% yaitu untuk
Js pada 5)J. Ingatlah% satu*satunya kita tuliskan pernyataan sweep adalah untuk
mengakti!kan perintah .PRINT. Perintah .PRINT tidak akan beker#a ke-uali ada sweep.
1.12.1. Mencetak #egangan %3
Sebagai tambahan% untuk men-etak tegangan suatu titik ketik huru! 1J2 diikuti dengan
nomor titik dalam tanda kuruang% Anda bisa men-etak tegangan pada sepasang titik%
misalnya V(m,n) digunakan untuk men-etak tegangan dari titik m ke n.
.PRINT DC V(1) V(2) V(3) ; cetak tegangan titik 1,2 dan 3
.PRINT DC V(1,2) ; cetak tegangan pada Ra
.PRINT DC V(3,2) ; cetak tegangan pada Is
1.12.2. Mencetak Arus %3
'ntuk men-etak arus% ketik huru! 1I2 dengan nama elemen*nya berada dalam tanda
kurung. Arus yang dilaporka yaitu yang mengalir melalui elemen dari da!tar titik yang berada
pada sebelah kiri berkas CI0% melalui elemen dan keluar melalui da!tar titik di sebelah kanan
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 11
berkas CI0. 7ika Anda ingin mengubah tanda pada arus pada resistor yang dilaporkan% tukar
dua titik untuk resistor yag bersangkutan tersebut.
.PRINT DC I(Ra) ; cetak arus dari + ke pada Ra
.PRINT DC I(Rb) I(Rc) ; cetak arus pada Rb dan Rc
1.12.3. /$m*inasi Perintah PIN#
.PRINT DC V(1,2) I(Ra) ; tegangan dan arus untuk Ra
.PRINT DC V(2,0) I(Rb) ; V(2,0) sama seperti V(2)
.PRINT DC V(3,0) I(Rc) ; V(3,0) sama seperti V(3)
:odi!ikasi untuk rangkaian*1 menggunakan perintah .PRINT4
Contoh Rangkaian 1 (psp01_02.cir)
Vs 1 0 DC 20.0V ; perhatikan penempatan titik
Ra 1 2 5.0k
Rb 2 0 4.0k
Rc 3 0 1.0k
Is 3 2 DC 2.0mA ; perhatikan penempatan titik
.DC Vs 20 20 1 ; mengaktifkan perintah .print
.PRINT DC V(1,2) I(Ra)
.PRINT DC V(2) I(Rb)
.PRINT DC V(3) I(Rc)
.END
,asil analisa sebagai berikut4

Contoh Rangkaian 1 (psp01_02.cir)
Vs 1 0 DC 20.0V ; perhatikan penempatan titik
Ra 1 2 5.0k
Rb 2 0 4.0k
Rc 3 0 1.0k
Is 3 2 DC 2.0mA ; perhatikan penempatan titik
.DC Vs 20 20 1 ; mengaktifkan perintah .print
.PRINT DC V(1,2) I(Ra)
.PRINT DC V(2) I(Rb)
.PRINT DC V(3) I(Rc)
Contoh Rangkaian 1
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
Vs V(1,2) I(Ra)
2.000E+01 6.667E+00 1.333E-03 <== data untuk Ra
Contoh Rangkaian 1
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
Vs V(2) I(Rb)
2.000E+01 1.333E+01 3.333E
Contoh Rangkaian 1
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
Vs V(3)
2.000E+01 -2.000E+00 -
JOB CONCLUDED
TOTAL JOB TIME .13
1.13. 3$nt$h angkaian2
<ambar
0angkaian yang ditun#ukkan pada gambar
menghitung dan menampilkan semua tegangan dan arus pada titik 1 hingga > serta daya
pada semua sumber tegangan Js% JB dan Jy.
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2
Vs 1 0 DC 20V
Is 0 4 DC 50mA
R1 1 2 500
R2 2 5 800
R3 2 3 1k
R4 4 0 200
Vx 3 0 DC 0V
an
Rb)
333E-03 <== data untuk Rb
S TEMPERATURE = 27.000 DEG C
I(Rc)
2.000E-03 <== data untuk Rc
2
mbar 1.9. Contoh 0angkaian*5
ada gambar 1.9 akan disimulasikan dengan PSpi-e untuk
semua tegangan dan arus pada titik 1 hingga > serta daya
s% JB dan Jy.
kaian 2 (psp01_03.cir)
halaman 15
PSpi-e untuk
a > serta daya
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 19
Vy 5 4 DC 0V
.end
,asil analisa sebagai berikut4

**** 02/12/04 12:38:27 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2 (psp01_03.cir)
**** CIRCUIT DESCRIPTION
******************************************************************************
Vs 1 0 DC 20V
Is 0 4 DC 50mA
R1 1 2 500
R2 2 5 800
R3 2 3 1k
R4 4 0 200
Vx 3 0 DC 0V
Vy 5 4 DC 0V
.end
**** 02/12/04 12:38:27 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 20.0000 ( 2) 12.5000 ( 3) 0.0000 ( 4) 10.5000
( 5) 10.5000
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vs -1.500E-02
Vx 1.250E-02
Vy 2.500E-03
TOTAL POWER DISSIPATION 3.00E-01 WATTS
JOB CONCLUDED
TOTAL JOB TIME .05
:asih menggunakan gambar -ontoh rangkaian 5% akan disimulasikan dan di-etak tegangan
pada titik =% arus I
05
dan I
01
untuk Js M 1) J% 5)J dan 9)J.

Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2a (psp01_03a.cir)
Vs 1 0 DC 20V
Is 0 4 DC 50mA
R1 1 2 500
R2 2 5 800
R3 2 3 1k
R4 4 0 200
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 1=
Vx 3 0 DC 0V
Vy 5 4 DC 0V
.DC Vs 10V 30V 10V
.PRINT DC V(4) I(Vx) I(Vy)
.end
,asil analisa sebagai berikut (beberapa baris dipotongEdihilangkan4

**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
*************************************************************************
Vs V(4) I(Vx) I(Vy)
1.000E+01 9.500E+00 7.500E-03 -2.500E-03
2.000E+01 1.050E+01 1.250E-02 2.500E-03
3.000E+01 1.150E+01 1.750E-02 7.500E-03
JOB CONCLUDED
TOTAL JOB TIME 0.00
:asih menggunakan gambar -ontoh rangkaian 5% akan disimulasikan dan di-etak tegangan
pada titik =% arus I
05
dan I
09
untuk Js M > J% 5)J dan 9)J untuk tiap*tiap Is M >) mA% 1))mA
dan 1>)mA. $an plot gra!ik I
05
.
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2b (psp01_03b.cir)
Vs 1 0 DC 20V
Is 0 4 DC 50mA
R1 1 2 500
R2 2 5 800
R3 2 3 1k
R4 4 0 200
Vx 3 0 DC 0V
Vy 5 4 DC 0V
.DC Vs LIST 5V 20V 30V Is 50mA 150mA 50mA
.PRINT DC V(4) I(Vx) I(Vy)
.PLOT DC I(VY)
.PROBE
.end
,asil analisa sebagai berikut (beberapa baris dipotongEdihilangkan4

**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
Vs V(4) I(Vx) I(Vy)
5.000E+00 9.000E+00 5.000E-03 -5.000E-03
2.000E+01 1.050E+01 1.250E-02 2.500E-03
3.000E+01 1.150E+01 1.750E-02 7.500E-03
5.000E+00 1.750E+01 7.500E-03 -1.250E-02
2.000E+01 1.900E+01 1.500E-02 -5.000E-03
3.000E+01 2.000E+01 2.000E-02 3.000E-12
5.000E+00 2.600E+01 1.000E-02 -2.000E-02
2.000E+01 2.750E+01 1.750E-02 -1.250E-02
3.000E+01 2.850E+01 2.250E-02 -7.500E-03
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 1>
**** 02/12/04 12:51:42 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2a
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
Vs I(VY)
(*)---------- -2.0000E-02 -1.0000E-02 0.0000E+00 1.0000E-02 2.0000E-02
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
5.000E+00 -5.000E-03 . . * . . .
2.000E+01 2.500E-03 . . . * . .
3.000E+01 7.500E-03 . . . * . .
5.000E+00 -1.250E-02 . * . . . .
2.000E+01 -5.000E-03 . . * . . .
3.000E+01 3.000E-12 . . * . .
5.000E+00 -2.000E-02 * . . . .
2.000E+01 -1.250E-02 . * . . . .
3.000E+01 -7.500E-03 . . * . . .
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
JOB CONCLUDED
TOTAL JOB TIME .01
<ambar 9. ,asil plot arus vs. tegangan rangkaian*5

Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
1.14. 3$nt$h angkaian2
<ambar
0angkaian yang ditun#ukkan pada <ambar
menghitung dan mengin!ormasikan (a semua tegangan titik% (b arus dan disipasi daya pada
sumber tegangan Ja dan Jb serta (- arus yang melalui masing
TUTORIAL 1 CONTOH RANGKAIAN 3
VA 0 1 220V
VB 4 0 110V
R1 1 2 20K
R2 2 3 1K
R3 2 0 54K
R4 3 4 25K
R5 3 0 5K
.DC VA 220 220 1
.PRINT DC V(1) V(2) V(3) V(4)
.PRINT DC I(R1) I(R2) I(R3) I(R4)
.END
Potongan hasil analisa sebagai berikut4
**** 02/18/04 15:47:00 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 3
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
Va V(1) V(2) V(3) V(4)
2.200E+02 -2.200E+02 -2.843E+01
**** 02/18/04 15:47:00 *********** Evaluation PSpice
an
3
mbar 1.=. Contoh 0angkaian 9

ada <ambar 1.= akan disimulasikan dengan PSpi-e untuk
kan (a semua tegangan titik% (b arus dan disipasi daya pada
a (- arus yang melalui masing*masing resistor/
KAIAN 3 (psp01_04.cir)
3) V(4)
I(R3) I(R4) I(R5)
erikut4
***** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
3 (psp01_04.cir)
TEMPERATURE = 27.000 DEG C
*************************************************
) V(3) V(4)
843E+01 -1.938E+01 1.100E+02
***** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
halaman 1?
PSpi-e untuk
pasi daya pada
r/
********
C
********
********
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 1(
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 3
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
Va I(r1) I(r2) I(r3) I(r4) I(r5)
2.200E+02 -9.578E-03 -9.052E-03 -5.266E-04 -5.175E-03 -3.876E-03
'langi untuk Ja M 1))J% 15)J dan 1>)J

TUTORIAL 1 CONTOH RANGKAIAN 3A (psp01_04a.cir)
VA 0 1 220V
VB 4 0 110V
R1 1 2 20K
R2 2 3 1K
R3 2 0 54K
R4 3 4 25K
R5 3 0 5K
.DC VA LIST 100V 120V 150V
.PRINT DC V(1) V(2) V(3) V(4)
.PRINT DC I(R1) I(R2) I(R3) I(R4) I(R5)
.END
Potongan hasil analisa sebagai berikut4

**** 02/18/04 15:51:42 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 3
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
Va V(1) V(2) V(3) V(4)
1.000E+02 -1.000E+02 -5.539E+00 -9.186E-01 1.100E+02
1.200E+02 -1.200E+02 -9.355E+00 -3.996E+00 1.100E+02
1.500E+02 -1.500E+02 -1.508E+01 -8.612E+00 1.100E+02
**** 02/18/04 15:51:42 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 3
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
Va I(r1) I(r2) I(r3) I(r4) I(r5)
1.000E+02 -4.723E-03 -4.620E-03 -1.026E-04 -4.437E-03 -1.837E-04
1.200E+02 -5.532E-03 -5.359E-03 -1.732E-04 -4.560E-03 -7.992E-04
1.500E+02 -6.746E-03 -6.467E-03 -2.792E-04 -4.744E-03 -1.722E-03
'langi untuk Ja M 1))J% 15)J dan 1>)J4

TUTORIAL 1 CONTOH RANGKAIAN 3B (psp01_04b.cir)
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 1I
VA 0 1 220V
VB 4 0 110V
R1 1 2 20K
R2 2 3 1K
R3 2 0 54K
R4 3 4 25K
R5 3 0 5K
.DC VA LIST 100V 120V 150V
.PRINT DC V(1) V(2) V(3) V(4)
.PRINT DC I(R1) I(R2) I(R3) I(R4) I(R5)
.END
Potongan hasil analisa sebagai berikut4

**** 02/18/04 15:57:46 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) ********
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 3
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
************************************************************************
Va V(1) V(2) V(3) V(4)
1.000E+02 -1.000E+02 -9.232E+00 -4.864E+00 8.000E+01
1.200E+02 -1.200E+02 -1.305E+01 -7.942E+00 8.000E+01
1.500E+02 -1.500E+02 -1.877E+01 -1.256E+01 8.000E+01
1.000E+02 -1.000E+02 -5.539E+00 -9.186E-01 1.100E+02
1.200E+02 -1.200E+02 -9.355E+00 -3.996E+00 1.100E+02
1.500E+02 -1.500E+02 -1.508E+01 -8.612E+00 1.100E+02
1.000E+02 -1.000E+02 -1.846E+00 3.027E+00 1.400E+02
1.200E+02 -1.200E+02 -5.662E+00 -5.015E-02 1.400E+02
1.500E+02 -1.500E+02 -1.139E+01 -4.666E+00 1.400E+02
**** 02/18/04 15:57:46 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) ********
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 3
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
************************************************************************
Va I(r1) I(r2) I(r3) I(r4) I(r5)
1.000E+02 -4.538E-03 -4.367E-03 -1.710E-04 -3.395E-03 -9.729E-04
1.200E+02 -5.348E-03 -5.106E-03 -2.416E-04 -3.518E-03 -1.588E-03
1.500E+02 -6.561E-03 -6.214E-03 -3.476E-04 -3.702E-03 -2.512E-03
1.000E+02 -4.723E-03 -4.620E-03 -1.026E-04 -4.437E-03 -1.837E-04
1.200E+02 -5.532E-03 -5.359E-03 -1.732E-04 -4.560E-03 -7.992E-04
1.500E+02 -6.746E-03 -6.467E-03 -2.792E-04 -4.744E-03 -1.722E-03
1.000E+02 -4.908E-03 -4.873E-03 -3.419E-05 -5.479E-03 6.054E-04
1.200E+02 -5.717E-03 -5.612E-03 -1.049E-04 -5.602E-03 -1.003E-05
1.500E+02 -6.931E-03 -6.720E-03 -2.109E-04 -5.787E-03 -9.332E-04
'langi untuk Jb M I)J% 11)J dan 1=)J4

TUTORIAL 1 CONTOH RANGKAIAN 3B (psp01_04b.cir)
VA 0 1 220V
VB 4 0 110V
R1 1 2 20K
R2 2 3 1K
R3 2 0 54K
R4 3 4 25K
R5 3 0 5K
.DC VB LIST 30V 80V 140V
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 1G
.PRINT DC V(1) V(2) V(3) V(4)
.PRINT DC I(R1) I(R2) I(R3) I(R4) I(R5)
.END
Potongan hasil analisa sebagai berikut4

**** 10/11/07 21:38:29 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) *********
TUTORIAL 1 CONTOH RANGKAIAN 3B (psp01_04b.cir)
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
*************************************************************************
VB V(1) V(2) V(3) V(4)
3.000E+01 -2.200E+02 -3.828E+01 -2.990E+01 3.000E+01
8.000E+01 -2.200E+02 -3.213E+01 -2.333E+01 8.000E+01
1.400E+02 -2.200E+02 -2.474E+01 -1.544E+01 1.400E+02
**** 10/11/07 21:38:29 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) ********
TUTORIAL 1 CONTOH RANGKAIAN 3B (psp01_04b.cir)
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
************************************************************************
VB I(R1) I(R2) I(R3) I(R4) I(R5)
3.000E+01 -9.086E-03 -8.377E-03 -7.089E-04 -2.396E-03 -5.981E-03
8.000E+01 -9.394E-03 -8.799E-03 -5.949E-04 -4.133E-03 -4.666E-03
1.400E+02 -9.763E-03 -9.305E-03 -4.582E-04 -6.217E-03 -3.087E-03
1.15. Pem$!elan /$mp$nen

Pemodelan diperlukan #ika parameter*parameter komponenEelemen ikut andil dalam
simulasi% misalnya% nilai resistor yang bergantung pada suhu ker#a dan lain*lain6

Cara penulisan pemodelan dalam PSpi-e sebagai berikut4

.MODEL MNAMA TIPE (P1=A1 P2=A2 P3=A3 PN=AN)

MNAMA merupakan nama model yang harus diawali dengan sebuah huru!% walaupun tidak
harus% tetapi disarankan menggunakan huru! dari elemen atau komponen yang
bersangkutan (misalnya 0% .% C dan seterusnya6

P1, P2, merupakan parameter*parameter elemen (perhatikan tabel parameter 0 dan
A1, A2, merupakan nilai*nilai dari parameter yang bersangkutan% perhatikan Tabel 1.9.

Tabel 1.9. Parameter 0

Na%a Keterangan *nit De'ault
# Pengali resistansi 1
"C+ &oe!isien suhu linear NC
*1
)
"C, &oe!isien suhu kuadratik NC
*5
)
"CE &oe!isien suhu eksponensial O NC )
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
TIPE merupakan tipe dari elemen yang akan dimodelkan dan harus diisi dengan tipe yang
sesuai dan benar% perhatikan table
Tabel
Na%a tipe
#ES
C!P
D
IND
NPN
PNP
NJ-
PJ-
N./S
P./S
0!S-E"
1S2I"C
IS2I"C
C/#E
Contoh4

.MODEL RMOD RES (R=1.1 TCE=0.001)
.MODEL RLOAD RES (R=1 TC1=0.02 TC2=0.005)
.MODEL CPASS CAP (C=1 VC1=0.01 VC2=0.002 TC1=0.02 TC2=0.005)
.MODEL LFILTER IND (L=1 IL1=0.1 IL2=0.002
.MODEL DNOM D (IS=1E
.MODEL QOUT NPN (BF=50 IS=1E
Contoh kasus dengan rangkaian pada -ontoh 5
an
men yang akan dimodelkan dan harus diisi dengan tipe yang
ble 1.=.
el 1.=. @ama*nama Tipe elemen

Ele%en3ko%ponen
0esistor
&apasitor
$ioda
InduktorE.ilitan
Transistor @P@ bipolar #un-tion
Transistor P@P bipolar #un-tion
HET @*-hannel #un-tion
HET P*-hannel #un-tion
:8SHET @*-hannel
:8SHET P*-hannel
:8SHET <aAs @*-hannel
Saklar terkendali tegangan
Saklar terkendali arus
Trans!ormer (Inti magnet non*linear
1.1 TCE=0.001)
1 TC1=0.02 TC2=0.005)
1 VC1=0.01 VC2=0.002 TC1=0.02 TC2=0.005)
1 IL1=0.1 IL2=0.002 TC1=0.02 TC2=0.005)
=1E-6)
=50 IS=1E-9)
pada -ontoh 54
halaman 5)
ngan tipe yang
TC2=0.005)
C2=0.005)
Tutorial PSpice 1: Pendahuluan
halaman 51
:enggunakan -ontoh rangkaian 5 (disini digambarkan kembali% sekarang nilai 01 dan 05
naik L>O serta 09 dan 0= turun L1)O.

Solusi dengan PSpi-e sebagai berikut4

Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2 Kasus Pemodelan (psp01_05.cir)
Vs 1 0 DC 20V
Is 0 4 DC 50mA
R1 1 2 RMOD1 500 ; resistansi 500 ohm dengan model RMOD1
R2 2 5 RMOD1 800 ; resistansi 800 ohm dengan model RMOD2
.MODEL RMOD1 RES (R=1.05) ; model untuk R1 dan R2
R3 2 3 RMOD2 1k ; resistansi 1 kohm dengan model RMOD2
R4 4 0 RMOD2 200 ; resistansi 200 ohm dnegan model RMOD2
.MODEL RMOD2 RES (R=0.9) ; model untuk R3 dan R4
Vx 3 0 DC 0V
Vy 5 4 DC 0V
.end
Potongan hasil analisa sebagai berikut4

**** 02/19/04 12:12:36 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) ***********
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2 Kasus Pemodelan
**** Resistor MODEL PARAMETERS
***************************************************************************
RMOD1 RMOD2
R 1.05 .9
**** 02/19/04 12:12:36 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) ***********
Tutorial 1 Contoh Rangkaian 2 Kasus Pemodelan (psp01_05.cir)
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
**************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 20.0000 ( 2) 11.7410 ( 3) 0.0000 ( 4) 9.4836
( 5) 9.4836
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vs -1.573E-02
Vx 1.305E-02
Vy 2.687E-03
TOTAL POWER DISSIPATION 3.15E-01 WATTS
*** selesai tutorial 1 ***
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
Tutorial PSpice
Sumber Dependen Sederhana
Empat sumber dependen yang akan dibahas pada bagian ini merupakan pengali sederhana
suatu tegangan atau arus yang terkendali. Dimungkinkan untuk memodelkan sumber
dependen yang merupakan fungsi non
dan/atau arus, namun untuk saat ini akan dibahas sumber dependen linear dasar yang
sederhana.
2.1. Voltage-Controlled Voltage Source (V
ambar 2.!. Simbol "#"S $
Sumber tegangan dengan tegangan terkontrol, sebagaimana simbolnya ditun%ukkan pada
ambar 2.! dan penulisan dalam PSpice dinyatakan dengan &
sumber tegangan yang dikendalikan
memiliki terminal 'n+( dan 'n-'
penguatan $gain). V
x
adalah tegangan pengendali yang memiliki dua
'nc-'. #ara dan contoh penulisan
ENama n+ n- nc+
Ebar 17 8 42
efix 3 1 11
efix 3 1 0
efix 1 3 11
efix 1 3 0
Ellen 12 0 20
den Sederhana
e 2:
nden Sederhana
akan dibahas pada bagian ini merupakan pengali sederhana
ng terkendali. Dimungkinkan untuk memodelkan sumber
gsi non*linear yang lebih kompleks mengendalikan tegangan
aat ini akan dibahas sumber dependen linear dasar yang
Voltage Source (VCVS)

bol "#"S $Voltage-Controlled Voltage Source)
ngan terkontrol, sebagaimana simbolnya ditun%ukkan pada
am PSpice dinyatakan dengan &E+ atau &e
alikan oleh tegangan lain. Sumber tegangan dependen
dengan besarnya tegangan adalah V
x
dengan
angan pengendali yang memiliki dua terminal yaitu '
"#"S dalam PSpice sebagai berikut:
nc- penguatan
18 24.0 ; penguatannya 24
0 20.0
11 -20.0 ; sama seperti atasnya
0 -20.0 ; sama seperti atasnya
11 20.0 ; sama seperti atasnya
41 16.0
halaman 22
gali sederhana
delkan sumber
likan tegangan
ear dasar yang
un%ukkan pada
e+, merupakan
dependen ini
ngan adalah
yaitu 'nc+( dan
asnya
asnya
asnya
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
2.2. Voltage-Controlled Current Source (V
ambar 2.2. Simbol "##S $
Sumber arus terkontrol, yang simbolnya ditun%ukkan pada gambar 2.2
PSpice dinyatakan dengan &G+ a
dengan arus. ,rusnya sama dengan
'n+( ke 'n-'. -onstanta disebut sebagai
$kebalikan ohm). .isalnya, %ika
transkonduktans*nya sebesar /.20 siemens, maka arus yang dihasilkan
!.0 ampere. #ara dan contoh penulisan
GNama n+ n- NC+
Glab 23 17 8
G1 12 9 1
Grad 19 40 6
Grad 19 40 99
Grad 40 19 99
2.3. Current-Controlled Voltage Source (C
ambar 2.1. Simbol ##"S $
Sumber tegangan terkontrol ##"S, yang simbolnya ditun%ukkan pada
penulisan dalam PSpice dinyatakan dengan &
berbanding terhadap arus i
x
yang mengali
den Sederhana
Current Source (VCCS)

bol "##S $Voltage-Controlled Current Source)
mbolnya ditun%ukkan pada gambar 2.2 dan penulisan dalam
atau &g+, merupakan sumber tegangan yang dikendalikan
ngan dikalikan dengan V
x
yang mengalir melalui terminal
t sebagai transkonduktans dan memiliki dimensi
ika tegangan pengendali "
2
besarnya 3./ 4olt dan
20 siemens, maka arus yang dihasilkan adalah /.20 2 3./ 5
nulisan "##S dalam PSpice sebagai berikut:
NC transkonduktans
3 2.5
0 4E-2
99 0.65
6 -0.65 ; sama seperti atasnya
6 0.65 ; dan lain-lain...
d Voltage Source (CCVS)

bol ##"S $Current-Controlled Voltage Source)
#"S, yang simbolnya ditun%ukkan pada ambar 2.1 dan
an dengan &H+ atau &h+, menghasilkan suatu tegangan yang
g mengalir pada cabang rangkaian lainnya. 6
halaman 21
enulisan dalam
g dikendalikan
elalui terminal
mensi Siemens
3./ 4olt dan
ah /.20 2 3./ 5
snya
mbar 2.1 dan
tegangan yang
asilnya berupa
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
suatu tegangan yang besarnya adalah
,rus pengontrol I
x
diperoleh dari sumber tegangan yang besarnya arus digunakan sebagai
pengendali, bisa merupakan sumber tegangan independen ba
bukan. #ara dan contoh penulisan
HNama n+ n- Vmonitor
Hvx 20 12 Vhx
Vhx 80 76 DC
Hab 10 0 V20
V20 15 5 DC
HAL 20 99 Vuse
Vuse 3 5 DC
2.4. Current-Controlled Current Source (C
ambar 2.7. Simbol ###S $
Sumber arus terkendali arus ###S, yang simbolnya ditun%ukkan pada
penulisan dalam PSpice dinyatakan dengan &
proporsional dengan arus pengontrol
penulisannya mirip dengan sumber arus terkendali tegangan
sumber tegangan yang dihubungkan secara serial dengan elemen pengontrol
pengontrol yang masuk ke terminal positif $8) digunakan sebagai sebuah ammeter
contoh penulisan ###S dalam PSpice
FNama n- n+ Vmonitor
Ftrn 81 19 Vctl
Vclt 23 12 DC
Fcur 63 48 Vx
Vx 33 71 DC
F3 2 0 V1
V1 3 1 DC
den Sederhana
dalah I
x
dengan merupakan transresistans $dalam ohm)
ri sumber tegangan yang besarnya arus digunakan sebagai
mber tegangan independen baik sebagai ammeter maupun
n ##"S dalam PSpice sebagai berikut:
transresistans
50.0
0V ; mengontrol Hvx
75.0
0V ; mengontrol Hab
10.0
20V ; sumber tegangan sebenarnya
d Current Source (CCCS)

bol ###S $Current-Controlled Current Source)
##S, yang simbolnya ditun%ukkan pada ambar 2.7 dan
akan dengan &F+ atau &f+, menghasilkan suatu arus yang
gontrol I
x
dengan penguatan $tanpa dimensi).
mber arus terkendali tegangan, kita harus menggunakan
gkan secara serial dengan elemen pengontrol,
nal positif $8) digunakan sebagai sebuah ammeter
pice sebagai berikut:
tor Gain
50.0
0V ; mengontrol Ftrn
20.0
0V ; mengontrol Fcur
15.0
0V ; mengontrol F3
halaman 27
s $dalam ohm).
unakan sebagai
meter maupun
narnya
mbar 2.7 dan
atu arus yang
mensi). ,turan
menggunakan
, sehingga arus
meter. #ara dan
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
2.5. Contoh 2-1: Menghitung Rangkaian Ekialen !heenin
PSpice dapat digunakan untuk menentukan 9esistansi The4enin dan tegangan rangkaian
terbuka pada suatu rangkaian s
beberapa sumber dependen $tidak bisa disederhanakan
Digunakan fungsi transfer $Transfer Function
sumber tegangan atau arus dan hasil beda tegangan atau arus cabang
perintah PSpice: .tf, hasilnya berupa perbandingan fungsi transfer, resistansi masukan
pada sumber serta resistansi masukan pada
pada pasangan terminal yang ditin%au
keluarannya merupakan 9esistansi The4enin:
sebagai berikut:

perintah varabel_keluaran sumber
.TF V(4)
;ntuk rangkaian yang ditun%ukkan pada ambar 2.0,
The4enin pada titik ! dan /, dengan beban 9!/ $! megaohm), untuk me<akili rangkaian
terbuka sehingga dipilih nilai resistansi yang cukup
ambar 2.
Penulisan rangkaian yang ditun%ukkan pada gambar 2.0 sebagai berikut:
den Sederhana
itung Rangkaian Ekialen !heenin
menentukan 9esistansi The4enin dan tegangan rangkaian
sehingga hal ini cocok untuk rangkaian kompleks dengan
ak bisa disederhanakan).
sfer Function) untuk menghitung perbandingan antara suatu
an hasil beda tegangan atau arus cabang
berupa perbandingan fungsi transfer, resistansi masukan
masukan pada pasangan terminal yang ditin%au.
ditin%au merupakan Tegangan The4enin dan resistansi
nsi The4enin: #ara penulisan fungsi transfer dalam PSpice
keluaran sumber_masukan
Vs
kkan pada ambar 2.0, akan dicari 9angkaian Eki4alen
engan beban 9!/ $! megaohm), untuk me<akili rangkaian
istansi yang cukup besar yang bisa ditemukan di pasaran.
ar 2.0. 9angkaian untuk #ontoh 2*!
ukkan pada gambar 2.0 sebagai berikut:
halaman 20
n
gan rangkaian
mpleks dengan
n antara suatu
menggunakan
tansi masukan
n%au. Tegangan
dan resistansi
r dalam PSpice
kaian Eki4alen
akili rangkaian
di pasaran.
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
halaman 23
Contoh Rangkaian Ekivalen Thevenin (psp02_01.cir)
Vs 2 5 DC 100V
Vc 2 3 DC 0V ; mengontrol Fx
Fx 6 7 Vc 4.0 ; penguatan = 4
* n+ n- NC+ NC penguatan
Ex 2 1 5 4 3.0 ; penguatan = 3
R1 3 4 5.0
R2 4 7 5.0
R3 5 4 4.0
R4 7 0 4.8
R5 5 6 1.0
R10 1 0 1MEG ; seakan-akan ujung terbuka...
.TF V(1,0) Vs ; analisa transfer function
.END
hasilnya=

**** 02/25/04 15:19:42 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **********
Contoh Rangkaian Ekivalen Thevenin (psp02_01.cir)
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
**************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 180.0000 ( 2) -60.0010 ( 3) -60.0010 ( 4) -80.0010
( 5) -160.0000 ( 6) -176.0000 ( 7)-864.0E-06
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vs -4.000E+00
Vc 4.000E+00
TOTAL POWER DISSIPATION 4.00E+02 WATTS
**** SMALL-SIGNAL CHARACTERISTICS
V(1,0)/Vs = 1.800E+00 FUNGSI TRANSFER
INPUT RESISTANCE AT Vs = 2.500E+01
OUTPUT RESISTANCE AT V(1,0) = 5.000E+00 RESISTANSI THEVENIN
2.". Contoh 2-2: Menghitung !egangan #an Re$i$tan$i !heenin

Sebuah rangkaian D# ditun%ukkan pada gambar 2.3. unakan PSpice untuk menghitung:

a. Penguatan tegangan ,4 5 "$2,7)/"in>
b. 9esistansi masukan 9in 5 "in/?in>
c. 9esistansi The4enin $keluaran) 9out 5 9th antara titik 2 dan 7> dan
d. Tegangan The4enin "th antara titik 2 dan 7

Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
halaman 2@
ambar 2.3. 9angkaian untuk #ontoh 2*2

Tegangan keluaran "$2,7) terletak antara titik 2 dan 7. Perintah .TF digunakan untuk
menghitung dan menampilkan penguatan D#, resistansi masukan dan resistansi keluaran.
Sumber tegangan "2 yang ditun%ukkan pada gambar 2.3 berlaku sebagai ammeter $karena
diberi nilai /").

Analisa Thevenin 2 (psp02_02.cir)
Vin 1 0 DC 10V ; sumber tegangan 10V DC
IS 4 3 DC 2A ; sumber arus 2A DC
VX 4 5 DC 0V ; mengukur arus yang melalui R5
R1 1 2 5
R2 2 3 10
R3 2 0 20
R4 3 4 40
R5 5 0 10
.TF V(2,4) VIN
.END
hasilnya=

**** 02/25/04 15:49:02 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **********
Analisa Thevenin 2 (psp02_02.cir)
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
**************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 10.0000 ( 2) 12.5000 ( 3) 23.7500 ( 4) -11.2500
( 5) -11.2500
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vin 5.000E-01
VX -1.125E+00
TOTAL POWER DISSIPATION -5.00E+00 WATTS
**** SMALL-SIGNAL CHARACTERISTICS
V(2,4)/Vin = 6.250E-01 JAWABAN (A) SEBAGAI Av
INPUT RESISTANCE AT Vin = 2.000E+01 JAWABAN (B) SEBAGAI Rin
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
halaman 2A
OUTPUT RESISTANCE AT V(2,4) = 1.094E+01 JAWABAN (c) SEBAGAI Rth
Dengan demikian Tegangan The4enin "th 5 ,4 "in 5 /.320 2 !/ 5 3.20"

2.%. Contoh 2-3: Menghitung !egangan #an Re$i$tan$i !heenin

Sebuah rangkaian penguat ditun%ukkan pada gambar 2.@. 6itungla:

a. Penguatan tegangan,4 5 "$0)/"in>
b. 9esistansi masukan, 9in>
c. 9esistansi masukan, 9out> dan
d. Tegangan The4enin antara titik 7 dan /.

ambar 2.@. 9angkaian untuk #ontoh 2*1 dan 2*0

Penulisan rangkaian yang ditun%ukkan pada ambar 2.@ dalam PSpice sebagai berikut:

Analisa Thevenin 3 (psp02_03.cir)
Vin 1 0 DC 1V ; tegangan masukan DC 1V
R1 1 2 1k
R2 2 0 20k
RP 2 6 1.5k
RE 3 0 250
F1 4 3 Vx 40 ; Sumber arus terkendali arus
R0 4 3 100k
RL 4 5 2k
Vx 6 3 DC 0V ; mengukur arus yang melalui RP
Vy 5 0 DC 0V ; mengukur arus yang melalui RL
.TF V(4) Vin ; analisa TF
.END
hasilnya=

**** 02/25/04 16:16:57 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **********
Analisa Thevenin 3 (psp02_03.cir)
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
halaman 2B
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
**************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 1.0000 ( 2) .8797 ( 3) .7653 ( 4) -5.9695
( 5) 0.0000 ( 6) .7653
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vin -1.203E-04
Vx 7.630E-05
Vy -2.985E-03
TOTAL POWER DISSIPATION 1.20E-04 WATTS
**** SMALL-SIGNAL CHARACTERISTICS
V(4)/Vin = -5.969E+00 JAWABAN (A) SEBAGAI Av
INPUT RESISTANCE AT Vin = 8.313E+03 JAWABAN (B) SEBAGAI Rin
OUTPUT RESISTANCE AT V(4) = 1.992E+03 JAWABAN (C) SEBAGAI Rout
Dengan demikian Tegangan The4enin "th 5 ,4 "in 5 *3.3B3 2 ! 5 *0.3B3"

2.&. Contoh 2-4: Rangkaian Ekialen !heenin

Sebuah rangkaian D#, sebagaimana ditun%ukkan pada gambar 2.A, akan disimulasikan.
6itunglah semua tegangan titik dan arus*arus percabangan serta 9angkaian Eki4alen
The4enin antara titik 2 dan 0

ambar 2.A. 9angkaian untuk #ontoh 2*7

-ita dapat menggunakan perintah .DC untuk menghitung semua tegangan dan arus serta
dengan perintah .PRINT untuk menampilkan hasilnya $dari analisa D#). Perintah .TF
digunakan untuk menghitung dan menampilkan tegangan dan resistansi eki4alen The4enin
berikut dengan tegangan dan arus titik yang melalui semua sumber tegangan independen.
Penulisan rangkaian dalam PSpice sebagai berikut:

Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
halaman 1/
Contoh 2-4 (psp02_04.cir)
Vs 1 0 DC 100V ; sumber tegangan 100V DC
Is 0 3 DC 5A ; sumber arus 5A DC
R1 1 2 10
R2 2 5 20
R3 3 0 50
R4 3 4 40
Vx 5 3 0V ; mengukur arus yg melalui R2
E1 4 0 1 0 0.5 ; voltage-controlled voltage source
F1 0 2 Vs 0.5 ; Current-controlled current source
G1 4 3 1 0 0.1 ; voltage-controlled current source
H1 1 3 Vx 2 ; Current-controlled voltage source
.DC Vs 100V 100V 5V ; hanya satu nilai DC sweeep
.PRINT DC I(R1) I(R2) I(R3) I(R4) ; arus-arus cabang
.PRINT DC V(1) V(2) V(3) V(4) V(5) ; tegangan-tegangan titik
.TF V(2,5) Vs ; analisa TF
.end
6asil dari D# s<eep=

**** 02/26/04 16:58:30 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) ***********
Contoh 2-4 (psp02_04.cir)
**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
***************************************************************************
Vs I(R1) I(R2) I(R3) I(R4)
1.000E+02 -7.804E+00 4.336E+00 1.827E+00 1.033E+00
Vs V(1) V(2) V(3) V(4) V(5)
1.000E+02 1.000E+02 1.780E+02 9.133E+01 5.000E+01 9.133E+01
6asil small*bias=

**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
***************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 100.0000 ( 2) 178.0400 ( 3) 91.3280 ( 4) 50.0000
( 5) 91.3280
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vs 2.428E+01
Vx 4.336E+00
TOTAL POWER DISSIPATION -2.43E+03 WATTS
6asil dari perintah .TF atau eki4alen The4enin=
**** SMALL-SIGNAL CHARACTERISTICS
V(2,5)/Vs = 4.982E-01
INPUT RESISTANCE AT Vs = -7.169E+00
OUTPUT RESISTANCE AT V(2,5) = 5.240E+00
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
halaman 1!
2.'. Contoh 2-5: (lot Vout #an Vin

.enggunakan rangkaian penguat yang ditun%ukkan pada gambar 2.@, hitunglah dan
gambarkan plot "out 4ersus "in. Tegangan masukan ber4ariasi dari / hingga !" dengan
kenaikan /.0". 9esistansi R
E
berubah C20D.

Contoh 2-5 (psp02_05.cir)
Vin 1 0 DC 1V ; tegangan masukan DC 1V
R1 1 2 1k
R2 2 0 20k
RP 2 6 1.5k
RE 3 0 RMOD 250 ; Resistansi dengan model RMOD
.MODEL RMOD RES (R=1.0)
F1 4 3 Vx 40 ; Sumber arus terkendali arus
R0 4 3 100k
RL 4 5 2k
Vx 6 3 DC 0V ; mengukur arus yang melalui RP
Vy 5 0 DC 0V ; mengukur arus yang melalui RL
.DC Vin 0 1.5 0.5 RES RMOD(R) LIST 0.75 1.0 1.25
.PRINT DC V(1) V(4) ; membuat tabel tegangan
.PLOT DC V(0,4) ; grafik ASCII pada hasil
.PROBE
.END
6asil tabel=

**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
***************************************************************************
Vin V(1) V(4)
0.000E+00 0.000E+00 0.000E+00
5.000E-01 5.000E-01 -3.736E+00
1.000E+00 1.000E+00 -7.471E+00
1.500E+00 1.500E+00 -1.121E+01
0.000E+00 0.000E+00 0.000E+00
5.000E-01 5.000E-01 -2.985E+00
1.000E+00 1.000E+00 -5.969E+00
1.500E+00 1.500E+00 -8.954E+00
0.000E+00 0.000E+00 0.000E+00
5.000E-01 5.000E-01 -2.485E+00
1.000E+00 1.000E+00 -4.970E+00
1.500E+00 1.500E+00 -7.456E+00
6asil grafik ,S#??=

**** DC TRANSFER CURVES TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
Vin V(0,4)
(*)---------- 0.0000E+00 5.0000E+00 1.0000E+01 1.5000E+01 2.0000E+01
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
0.000E+00 0.000E+00 * . . . .
5.000E-01 3.736E+00 . * . . . .
1.000E+00 7.471E+00 . . * . . .
1.500E+00 1.121E+01 . . . * . .
Tutorial PSpice 2: Sumber Dependen Sederhana
halaman 12
0.000E+00 0.000E+00 * . . . .
5.000E-01 2.985E+00 . * . . . .
1.000E+00 5.969E+00 . . * . . .
1.500E+00 8.954E+00 . . * . . .
0.000E+00 0.000E+00 * . . . .
5.000E-01 2.485E+00 . * . . . .
1.000E+00 4.970E+00 . * . . .
1.500E+00 7.456E+00 . . * . . .
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Plot grafisnya ditun%ukkan pada ambar 2.B.

ambar 2.B. 6asil simulasi

*** selesai tutorial 2 ***
Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
Tutorial PSpice
Membuat Sub-
3.1. Sub-Rangkaian Sederhana Dalam P
Konsep PSpice yang sangat berguna
digunakan pada rangkaian-rangkaian lain, tanpa harus menulis ulang (mirip dengan
prosedur-nya PASA! atau subrutin
sub-rangkaian atau subcircuit antara lain
"# Menghemat penulisan pernyataan$
%# Menyederhanakan rangkaian
3# Sekumpulan subrangkaian yang sering digunakan
dapat dipanggil melalui PSpice
3.2. Pengkodean Sebuah Subrangkaian
Tiap-tiap sub-rangkaian yang akan digunakan
pada subrangkaian terdapat dua terminal atau titik yang nantinya akan dihubungkan dengan
rangkaian di luar sub-rangkaian#
sebanyak mungkin sepan&ang dibutuhkan# Kita &uga b
masuk sub-rangkaian yang membolehkan
yang bersangkutan# 'aris a(al harus
.SUBCKT nama daftar_titik
)
Perhatikan rangkaian yang ditun&ukkan pada )ambar 3#", t
untuk koneksi eksternal# Penulisan sub
dalam berkas terpisah yang nantinya
rangkaiannya sebagai berikut (perhatikan akhiran
rangkaian
e 3:
-rangkaian
derhana Dalam PSpice
rguna terlihat pada penggunaan sub-rangkaian yang bisa
gkaian lain, tanpa harus menulis ulang (mirip dengan
rutin-nya 'AS*+# 'eberapa hal yang menarik dari ,asilitas
tara lain:
ernyataan$
aian mudah dibaca, mudah dimodi,ikasi
n yang sering digunakan dimasukkan dalam berkas yang
Spice
h Subrangkaian
an digunakan harus memiliki nama yang unik dan m
terminal atau titik yang nantinya akan dihubungkan dengan
Sebuah sub-rangkaian bisa memiliki koneksi titik eksternal
dibutuhkan# Kita &uga bisa mele(atkan parameter keluar
mbolehkan perilaku dan tanggap khusus dari sub
arus dia(ali dengan pernyataan berikut:
BCKT nama daftar_titik
)ambar 3#"# Suatu rangkaian
n&ukkan pada )ambar 3#", titik-titik -, "% dan ". digunakan
san sub-rangkaian bisa di dalam program utama maupun
antinya disertakan dalam program utama# /
erhatikan akhiran .ENDS, menggunakan 0S1+:
halaman 33
aian yang bisa
(mirip dengan
k dari ,asilitas
m berkas yang
k dan minimal
ungkan dengan
titik eksternal
ameter keluar
sub-rangkaian
n ". digunakan
tama maupun
/eklarasi sub-
Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
* nama daftar_titik
.SUBCKT contoh_1 5
Iw 10 12 DC 10A
Ra 5 12 5.0
Rb 5 13 4.0
Rc 12 13 2.0
Rd 5 18 8.0
Re 13 18 3.0
Rf 10 13 1.0
Rg 10 18 6.0
.ENDS
3.3. Menyertakan Suatu Sub
2ntuk menggunakan sub-rangkaian gunakan huru, a(al 0
komponen3elemen kemudian diikuti dengan da,tar terminal dan nama su
bersangkutan:

.Xnama daftar_titik
)ambar 3#%
Perhatikan rangkaian yang ditun&ukkan pada )ambar 3#%#
dimasukkan dalam program utama
Contoh penggunaan subrangkaian no.1
* nama daftar_titik
.SUBCKT Contoh_1 5
Iw 10 12 DC 10A
Ra 5 12 2.0
Rb 5 13 5.0
Rc 12 13 2.0
rangkaian
tar_titik
12 18
A
u Sub-Rangkaian
aian gunakan huru, a(al 0.x1 yang diikuti dengan nama
ikuti dengan da,tar terminal dan nama su-brangkaian yang
ftar_titik nama_subrangkaian

ar 3#%# Penggunaan sub-rangkaian
n&ukkan pada )ambar 3#%# PSpice-nya, &ika sub
ma sebagai berikut:
angkaian no.1 (psp03_01.cir)
ftar_titik
12 18
A
halaman 34
dengan nama
rangkaian yang
sub-rangkaian
Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
halaman 3-
Rd 5 18 8.0
Re 13 18 3.0
Rf 10 13 1.0
Rg 10 18 6.0
.ENDS
Vs 1 0 DC 50V
Ra 1 2 1.0 ; berbeda dengan Ra diatas
Rb 3 4 3.0 ; berbeda dengan Rb diatas
Rc 7 0 25.0 ; berbeda dengan Rc diatas
Rd 6 0 45.0 ; berbeda dengan Rd diatas
* daftar_term nama_sub_rangkaian
X1 2 7 3 Contoh_1
X2 4 6 5 Contoh_1
.END
5ama-nama titik dan elemen bersi,at lokal bagi suatu sub-rangkaian# 6ika diperhatikan
rangkaian pada gambar 3#%, terlihat penggunaan nama-nama resistor yang sama dengan
rangkaian utama (7a, 7b dan seterusnya+# PSpice akan memberikan nama yang unik pada
masing-masing elemen dalam sub-rangkaian sesuai dengan deklarasi sub-rangkaian dalam
rangkaian utama# Misalnya sub-rangkaian diberi nama 8", maka PSpice akan memberikan
nama 8"#7a, 8"#7b dan seterusnya, sehingga PSpice tetap men&aga agar nama elemen dan
titik tetap unik# 9asilnya sebagai berikut:

**** 10/12/07 08:35:24 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) ***********
Contoh penggunaan subrangkaian no.1 (psp03_01.cir)
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
***************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 50.0000 ( 2) 47.2110 ( 3) 34.3490 ( 4) 31.9190
( 5) 22.1730 ( 6) 36.4570 ( 7) 49.4640 (X1.10) 26.9140
(X1.13) 35.6740 (X2.10) 13.9800 (X2.13) 22.6150
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vs -2.789E+00
TOTAL POWER DISSIPATION 1.39E+02 WATTS
6ika sub-rangkaian disimpan dalam sebuah berkas dengan nama :sub.lib; maka dalam
PSpice dituliskan sebagai berikut:
Contoh penggunaan subrangkaian no.1 (psp03_02.cir)
.LIB SUB.LIB
Vs 1 0 DC 50V
Ra 1 2 1.0 ; berbeda dengan Ra diatas
Rb 3 4 3.0 ; berbeda dengan Rb diatas
Rc 7 0 25.0 ; berbeda dengan Rc diatas
Rd 6 0 45.0 ; berbeda dengan Rd diatas
* daftar_term nama_sub_rangkaian
Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
X1 2 7 3 Contoh_1
X2 4 6 5 Contoh_1
.END
9asilnya sama seperti sebelumnya#
lainnya tanpa batas, asalkan &angan ter&adi e,ek sirkular
memanggil subrangkaian ', maka sub
demikian seterusnya#
3.4. Contoh a!u!-1" Penguat #pera!ional $#pamp%
)ambar 3#3
Sebagaimana ditun&ukkan pada )ambar 3#3, s
memiliki resistansi masukan 7i (
gain+ A yang tak berhingga serta nilai resistansi
nilai-nilai 0tipikal1 untuk sebuah pernguat operasional praktis, A <
7o < -= >#

Sebagaimana diketahui, PSpice tidak bisa menerima angka tak
tidak dapat diisi nol# Selain itu &
'agian penting dari opamp ini adalah ?
.SUBCKT OpAm p_in n_in com out
Ex int com p_in n_in 1e5
Ri p_in n_in 500k
Ro int out 50.0
.ENDS
7angkaian yang menggunakan subrangkaian opamp ini
gambar 3#4, merupakan rangkaia
rangkaian
ntoh_1
ntoh_1
ya# Sebuah sub-rangkaian bisa menggunakan sub
&angan ter&adi e,ek sirkular, yaitu &ika sub
ka sub-rangkaian ' tidak boleh memanggil sub
nguat #pera!ional $#pamp%
# Sebuah Penguat Aperasional (opamp+
)ambar 3#3, sebuah penguat operasional (opamp+
input resistance+ dan penguatan kalang-terbuka (
ta nilai resistansi keluaran-nya adalah nol# Akan digunakan
pernguat operasional praktis, A < "==#===, 7i < -== k
tidak bisa menerima angka tak-berhingga dan resistansi
&uga digunakan label-label titik berupa teks (bukan angka+#
dalah ??S yang diberi nama x:
com out
_in 1e5
subrangkaian opamp ini, sebagaimana ditun&ukkan pada
an penguat in@ersi sederhana#
halaman 3B
sub-rangkaian
b-rangkaian A
ub-rangkaian A

(opamp+ ideal
uka (open-loop
kan digunakan
i < -== k> dan
dan resistansi
(bukan angka+#
un&ukkan pada
Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
)ambar 3#4
Rangkaian yang menggunakan subrangkaian OpAmp
.SUBCKT OpAmp p_in n_in com out
Ex int com p_in
Ri p_in n_in 500k
Ro int out 50.0
.ENDS
Vg 1 0 DC
Rg 1 2 5k
Rf 2 3 50k
RL 3 0 20k
X1 0 2 0
.END
hasilnyaC

**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) .0500 ( 2) 5.017E
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vg -9.999E-06
TOTAL POWER DISSIPATION 5.00E
6ika menggunakan opamp ideal, penguatan kalang
"= (7,37g+, sehingga keluaran tegangan seharusnya
=#4DDD?# Selain itu, opamp ideal akan meng
nya, diperoleh sekitar - mikro
sesungguhnya#

rangkaian
4# 7angkaian penguat in@ersi sederhana
akan subrangkaian OpAmp (psp03_03.cir)
n com out
n_in 1e5
50mV
3 OpAmp
SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
AGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
E-06 ( 3) -.4999 (X1.int) -.5017
S
N 5.00E-07 WATTS
penguatan kalang-tertutup-nya (closed loop gain
tegangan seharusnya -=#-?# 9asil yang diperoleh adalah
al akan meng-hasilkan tegangan nol pada masukan in@ersi
kro-@olt sehingga mirip dengan model opamp yang
halaman 3E
_03.cir)
DEG C
17
gain+ adalah -
roleh adalah -
asukan in@ersi-
opamp yang
Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
halaman 3.
3.&. Contoh a!u!-2" Penguat #pera!ional $#pamp%

)ambar 3#-# Sub-rangkaian opamp

Perhatikan rangkaian yang ditun&ukkan pada )ambar 3#- yang merupakan subrangkaian
penguat operasional yang akan digunakan untuk rangkaian utama yang ditun&ukkan pada
gambar 3#B# /ituliskan dalam ,ormat PSpice sebagai berikut:

* MODEL MAKRO PENGUAT OPERASIONAL KUTUB-TUNGGAL
* koneksi: masukan non-iversi
* | masukan inversi
* | | keluaran
* | | |
.SUBCKT OPAMP1 1 2 6
* IMPEDANSI MASUKAN
RIN 1 2 10MEG
* PENGUATAN DC (100K) DAN KUTUB 1 (100HZ)
EP1 3 0 1 2 100K
RP1 3 4 1K
CP1 4 0 1.5915UF
* RESISTANSI DAN PENYANGGA KELUARAN
EOUT 5 0 4 0 1
ROUT 5 6 10
.ENDS
)ambar 3#-# 7angkaian utama menggunakan opamp

7angkaian utama dalam PSpice sebagai berikut:

Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
halaman 3D
AMP2.CIR OPAMP KASKADE
*
VS 1 0 AC 1 SIN(0 1 10KHZ)
*
R1 1 2 5K
R2 2 3 10K
XOP1 0 2 3 OPAMP1
R3 4 0 10K
R4 4 5 10K
XOP2 3 4 5 OPAMP1
*
* MODEL MAKRO PENGUAT OPERASIONAL KUTUB-TUNGGAL
* koneksi: masukan non-iversi
* | masukan inversi
* | | keluaran
* | | |
.SUBCKT OPAMP1 1 2 6
* IMPEDANSI MASUKAN
RIN 1 2 10MEG
* PENGUATAN DC (100K) DAN KUTUB 1 (100HZ)
EP1 3 0 1 2 100K
RP1 3 4 1K
CP1 4 0 1.5915UF
* RESISTANSI DAN PENYANGGA KELUARAN
EOUT 5 0 4 0 1
ROUT 5 6 10
.ENDS
*
* ANALISIS
.TRAN 0.01MS 0.2MS
* LIHAT HASILNYA
.PLOT TRAN V(1) V(5)
.END
hasilnyaC

**** 03/05/04 08:14:44 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
AMP2.CIR OPAMP KASKADE
**** INITIAL TRANSIENT SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 0.0000 ( 2) 0.0000 ( 3) 0.0000 ( 4) 0.0000
( 5) 0.0000 (XOP1.3) 0.0000 (XOP1.4) 0.0000 (XOP1.5) 0.0000
(XOP2.3) 0.0000 (XOP2.4) 0.0000 (XOP2.5) 0.0000
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
VS 0.000E+00
TOTAL POWER DISSIPATION 0.00E+00 WATTS
Tutorial PSpice 3: Membuat Subrangkaian
halaman 4=
LEGEND:
*: V(1)
+: V(5)
TIME V(1)
(*)---------- -1.0000E+00 -5.0000E-01 0.0000E+00 5.0000E-01 1.0000E+00
(+)---------- -4.0000E+00 -2.0000E+00 0.0000E+00 2.0000E+00 4.0000E+00
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
0.000E+00 0.000E+00 . . X . .
1.000E-05 5.835E-01 . + . . . * .
2.000E-05 9.469E-01 .+ . . . *.
3.000E-05 9.445E-01 .+ . . . *.
4.000E-05 5.849E-01 . + . . . * .
5.000E-05 2.006E-04 . . X . .
6.000E-05 -5.853E-01 . * . . . + .
7.000E-05 -9.444E-01 .* . . . +.
8.000E-05 -9.467E-01 .* . . . +.
9.000E-05 -5.839E-01 . * . . . + .
1.000E-04 2.467E-04 . . X . .
1.100E-04 5.835E-01 . + . . . * .
1.200E-04 9.469E-01 .+ . . . *.
1.300E-04 9.445E-01 .+ . . . *.
1.400E-04 5.849E-01 . + . . . * .
1.500E-04 2.009E-04 . . X . .
1.600E-04 -5.853E-01 . * . . . + .
1.700E-04 -9.444E-01 .* . . . +.
1.800E-04 -9.467E-01 .* . . . +.
1.900E-04 -5.839E-01 . * . . . + .
2.000E-04 2.513E-11 . . X . .
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
9asil menggunakan PSpice student edition menggunakan ,asilitas plot gra,ik:

)ambar 3#B# Plot hasil simulasi contoh-%

--- selesai tutorial 3 ---
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
Tutorial PSpice
Gerbang-gerbang Digital Dasar
4.1. Rangkaian Gerbang Ekivalen
Anda akan mensimulasikan suatu rangkaian yang membutuhkan beberapa gerbang digital,
tetapi Anda tidak memiliki simulator dengan fasilitas mode
dan digital! Apa yang akan Anda lakukan"
sederhana dari fungsi logika yang bersangkutan! #ntuk melakukan hal ini, kita gunakan
implementasi transistor $%&S sebagai gerbang logik, karena transistor in
sebagai saklar terkendali oleh
menggunakan saklar PSpice, s
masukan-nya adalah '(G'! Perhatikan beberapa rangkaian eki)alen gerbang digital yang
ditun*ukkan pada Gambar 4!+!

Dengan menempatkan saklar-saklar tersebut secara seri maupun paralel, akan diperoleh
berbagai macam fungsi logik, perhatikan ketentuan berikut:
Fungsi
A$D , Saklar diseri
&- , Saklar diparalel

Gambar 4!+! .erbagai macam rangkaian eki)alen gerbang
ang Digital Dasar
e 4:
ang Digital Dasar
g Ekivalen
tu rangkaian yang membutuhkan beberapa gerbang digital,
ator dengan fasilitas mode-campuran /mixed mode
a lakukan" Salah satu solusi adalah dengan membuat )ersi
ang bersangkutan! #ntuk melakukan hal ini, kita gunakan
sebagai gerbang logik, karena transistor ini b
h tegangan! Selain menggunakan transistor, kita akan
sama seperti transistor, saklar akan &$ saat tegangan
hatikan beberapa rangkaian eki)alen gerbang digital yang
aklar tersebut secara seri maupun paralel, akan diperoleh
rhatikan ketentuan berikut:
Keluaran
($01-S( , -esistor pull-up
$&$-($01-S( , -esistor pull-do2n

erbagai macam rangkaian eki)alen gerbang
'alaman 4+
gerbang digital,
mode , analog
membuat )ersi
, kita gunakan
bisa digunakan
or, kita akan
saat tegangan
ng digital yang
akan diperoleh
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
4.2. Gerbang NAND

#ntuk gerbang $A$D, *ika kedua masukan bernilai '(G', maka keluaran
atau dengan kata lain merupakan in)ersi dari keluaran gerbang A$D!
dengan persamaan .oolean:

-angkaiannya ditun*ukkan pada gambar 4!3
Gambar 4!3
Saklar S+ dan S3 yang dihubungkan secara
sedangkan -4 berfungsi sebagai resistor pull
didefinisikan gerbang $A$D sebagai sub
putus, agar dapat dengan mudah digunakan dalam
S+ dan S3 merupakan saklar-skalar yang terkendali
unik ini membolehkan Anda menentukan resistansi &$ dan &55 serta tegangan kontrol yang
terkait, sedangkan saklar yang bersangkutan ditentukan melalui d
piranti itu sendiri dan modelnya:
S1 3 5 1 0 SW
...
.MODEL SW VSWITCH(VON=2.6 VOFF=2.4 RON=10 ROFF=1MEG)
ang Digital Dasar
a masukan bernilai '(G', maka keluaran-nya
kan in)ersi dari keluaran gerbang A$D! Dapat dinyatakan
gambar 4!3
!3! -angkaian eki)alen gerbang $A$D
ungkan secara serial membentuk fungsi gerbang A$D,
ai resistor pull-up yang akan mengin)ersi keluaran! Akan
bagai sub-rangkaian /yang ada di dalam kotak garis putus
h digunakan dalamrangkaian utama!
alar yang terkendali oleh tegangan! 6omponen PSpice yang
nentukan resistansi &$ dan &55 serta tegangan kontrol yang
bersangkutan ditentukan melalui dua pernyataan, yaitu
W
WITCH(VON=2.6 VOFF=2.4 RON=10 ROFF=1MEG)
'alaman 43
a men*adi 4&7
pat dinyatakan
gerbang A$D,
keluaran! Akan
ak garis putus-
en PSpice yang
an kontrol yang
nyataan, yaitu
OFF=1MEG)
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
'alaman 48
Definisikan bentuk -/8,9 sebagai resistansi antara titik saklar 8 dan 9 /perhatikan gambar
4!3! :ika 0/+,; < 3!=0, maka -/8,9 > +; ?, akan tetapi *ika 0/+,; @ 3!40, maka -/8,9 > +
%?! Antara tegangan &$ dan &55 /atau 3!40 @ 0/+,; @ 3!=0, maka resistor akan ber)ariasi
terus menerus antara -on dan -off /menggunakan -on dan -off, Anda bisa meng-&55-kan
saklar *ika tegangannya '(G', kebalikannya!

Sedangkan deklarasi gerbang $A$D selengkapnya /perhatikan gambar 4!3 sebagai berikut:

.SUBCKT NAND 1 2 3 4
* TERMINALS A B OUT VCC
RL 3 4 500
S1 3 5 1 0 SW
S2 5 0 2 0 SW
.ENDS
4.3. Percobaan Dengan Gerbang NAND

4akukan simulasi program pada rangkaian berikut, VA dan VB bersama-sama membentuk
pencacah 3 bit yang menghasilkan keluaran ;;, ;+, +; dan ++! Aatu daya 0cc>B90 digunakan
untuk memberikan tegangan pada gerbang logika yang bersangkutan! Gunakan perintah
P#4S1 untuk memberikan stimulan digital dengan format sebagai berikut:

PULSE({v1} {v2} {td} {t} {tf} {pw} {per})

6eterangan perhatikan pulsa yang ditun*ukkan pada gambar 4!8!

Gambar 4!8! Sebuah Pulsa

Plot masukan 0/+, 0/3 dan 0/8! Apakah 0/8 men*adi 4&7 saat 0/+ dan 0/3 > '(G'"

Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
'alaman 44
LOGIC_SW1.CIR GERBANG LOGIKA DASAR MENGGUNAKAN SAKLAR-SAKLAR
*
VCC 10 0 5V
*
* MASUKAN A DAN B, PENCACAH BINER 0 S/D 3 (2 BIT)
VA 1 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 90NS 200NS)
VB 2 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 190NS 400NS)
*
XNAND1 1 2 3 10 NAND
*
* SUBRANGKAIAN GERBANG LOGIKA *************************************
*
.SUBCKT NAND 1 2 3 4
* TERMINALS A B OUT VCC
RL 3 4 500
S1 3 5 1 0 SW
S2 5 0 2 0 SW
.ENDS
*
.SUBCKT AND 1 2 3 4
* TERMINALS A B OUT VCC
S1 4 5 1 0 SW
S2 5 3 2 0 SW
RL 3 0 500
.ENDS
*
.SUBCKT NOR 1 2 3 4
* TERMINALS A B OUT VCC
RL 3 4 500
S1 3 0 1 0 SW
S2 3 0 2 0 SW
.ENDS
*
.SUBCKT NOT 1 3 4
* TERMINALS A OUT VCC
RL 3 4 500
S1 3 0 1 0 SW
.ENDS
*
.MODEL SW VSWITCH(VON=2.6 VOFF=2.4 RON=10 ROFF=1MEG)
*
* ANALYSIS **************************************************
.TRAN 5NS 400NS
*
* VIEW RESULTS
.PRINT TRAN V(1) V(2) V(3)
.PROBE
.END
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
'alaman 49
Gambar 4!4! 'asil simulasi gerbang eki)alen $A$D

'asilnya sebagaimana ditun*ukkan pada gambar 4!4! Perhatikan 2aktu bangkit /rise time
dan 2aktu *atuh /fall time dari 0/+ dan 0/3 dan *ika betul-betul diperhatikan, akan nampak
bah2a tegangan keluaran 0/8 secara cepat berubah saat tegangan-tegangan masukan
mele2ati 3!90 sesuai dengan deklarasi sebagai tingkat ambang gerbang logik kita!
4.4. Percobaan Dengan Gerbang Lain

Anda bisa mencoba gerbang-gerbang logika dasar lainnya yang telah didefinisikan dalam
logic_sw1.cir, antara lain $A$D, A$D, $&- dan $&T! Aaranya" Dengan mengganti
baris!!!

XNAND1 1 2 3 10 NAND

dengan gerbang lain yang diinginkan, misalnya $&-, sehingga men*adi!!!

XNOR1 1 2 3 10 NOR

dan seterusnya!!! perhatikan potongan program logic_sw2.cir berikut ini:

LOGIC_SW2.CIR - GERBANG LOGIKA DASAR MENGGUNAKAN SAKLAR-SAKLAR
*
VCC 10 0 5V
*
* MASUKAN A DAN B, PENCACAH BINER 0 S/D 3 (2 BIT)
VA 1 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 90NS 200NS)
VB 2 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 190NS 400NS)
*
XNOR1 1 2 3 10 NOR
*
...dst
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
'alaman 4=
Apakah dengan gerbang $&- diperoleh hasil 0/8 adalah 4&7 saat 0/+ dan 0/3 dalam
kondisi 0A dan 0. '(G'"

Gambar 4!9! 'asil simulasi rangkaian gerbang $&-

'asil simulasi ditun*ukkan pada Gambar 4!9, perhatikan adanya spike di sekitar 3;;ns yaitu
adanya peralihan logika /tingkat ambang 3!90C

.agaimana dengan gerbang A$D" Perhatikan potongan program logic_sw3.cir berikut
ini dan perhatikan hasil simulasinya pada Gambar 4!=!

LOGIC_SW3.CIR - GERBANG LOGIKA DASAR MENGGUNAKAN SAKLAR-SAKLAR
*
VCC 10 0 5V
*
* MASUKAN A DAN B, PENCACAH BINER 0 S/D 3 (2 BIT)
VA 1 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 90NS 200NS)
VB 2 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 190NS 400NS)
*
XAND1 1 2 3 10 AND
*
DST
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
Gambar 4!
.agaimana dengan D&-"

%enggunakan persamaan .oolean tersebut, bisakah Anda
#ntuk bantuan, perhatikan potongan program
gerbang yang ditun*ukkan pada Gambar 4!E! Sedangkan hasil simulasinya ditun*ukkan pada
Gambar 4!F!

LOGIC_SW4.CIR - GERBANG LOGIKA DASAR MENGGUN
*
VCC 10 0 5V
*
* MASUKAN A DAN B, PENCACAH BINER 0 S/D 3 (2 BIT)
VA 1 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 90NS 200NS)
VB 2 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 190NS 400NS)
*
X1 1 2 103 10 NAND
X2 1 103 104 10 NAND
X3 103 2 105 10 NAND
X4 104 105 3 10 NAND
*
dst
ang Digital Dasar
r 4!=! 'asil simulasi rangkaian A$D

ean tersebut, bisakah Anda menuliskan-nya dalam PSpice"
ngan program logic_sw4.cir berikut ini dan
Gambar 4!E! Sedangkan hasil simulasinya ditun*ukkan pada
G LOGIKA DASAR MENGGUNAKAN SAKLAR
CACAH BINER 0 S/D 3 (2 BIT)
V 0V 0NS 10NS 10NS 90NS 200NS)
V 0V 0NS 10NS 10NS 190NS 400NS)
'alaman 4E
dalam PSpice"
dan rangkaian
un*ukkan pada
LAR-SAKLAR
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
'alaman 4F
Gambar 4!E! -angkaian D&-

Gambar 4!F! 'asil simulasi rangkaian D&-

4.5. Percobaan Dengan Gerbang 3-Masukan

Sekarang, bagaimana *ika rangkaian membutuhkan gerbang dengan 8 masukan" Aukup
Anda gambar rangkaian gerbang yang bersangkutan dengan 8 masukan, beri label pada
masing-masing titik dan tuliskan PSpice-nya! Deklarasi penggunaan gerbang 8-masukan,
misalnya $A$D, sebagai berikut!!!

XNAND1 1 2 3 4 10 NAND3

sedangkan deklarasi subrangkaian adalah!!!

.SUBCKT NAND3 1 2 3 4 5
* TERMINALS A B C OUT VCC
.
. (tuliskan rangkaian disini)
.
.ENDS
dengan titik +, 3 dan 8 sebagai masukan, titik 4 sebagai keluaran dan titik 9 sebagai 0cc!
#ntuk melakukan simulasi, ingat untuk menambahkan sebuah tegangan masukan, misalnya
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
'alaman 4G
0c, sehingga akan membentuk deret pencacah ;;;, ;;+, ;+;, ;++ hingga +++ menggunakan
0A, 0. dan 0A:

VC 3 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 390NS 800NS)

6emudian 2aktu simulasi diperpan*ang hingga F;;ns!!!

.TRAN 5NS 800NS

Perhatikan program logic_sw5.cir berikut:

LOGIC_SW5.CIR - GERBANG LOGIKA DASAR MENGGUNAKAN SAKLAR-SAKLAR
*
VCC 10 0 5V
*
* MASUKAN A DAN B, PENCACAH BINER 0 S/D 3 (2 BIT)
VA 1 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 90NS 200NS)
VB 2 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 190NS 400NS)
VC 3 0 PULSE(5V 0V 0NS 10NS 10NS 390NS 800NS)
*
XNANDS 1 2 3 4 10 NAND3
*
* SUBRANGKAIAN GERBANG LOGIKA *****************************
*
.SUBCKT NAND 1 2 3 4
* TERMINALS A B OUT VCC
RL 3 4 500
S1 3 5 1 0 SW
S2 5 0 2 0 SW
.ENDS
*
.SUBCKT AND 1 2 3 4
* TERMINALS A B OUT VCC
S1 4 5 1 0 SW
S2 5 3 2 0 SW
RL 3 0 500
.ENDS
*
.SUBCKT NOR 1 2 3 4
* TERMINALS A B OUT VCC
RL 3 4 500
S1 3 0 1 0 SW
S2 3 0 2 0 SW
.ENDS
*
.SUBCKT NOT 1 3 4
* TERMINALS A OUT VCC
RL 3 4 500
S1 3 0 1 0 SW
.ENDS
Tutorial PSpice 4 : Gerbang-gerbang Digital Dasar
'alaman 9;
*
.SUBCKT NAND3 1 2 3 4 5
* TERMINALS A B C OUT VCC
RL 5 4 500
S1 4 6 1 0 SW
S2 6 7 2 0 SW
S3 7 0 3 0 SW
.ENDS
*
*
.MODEL SW VSWITCH(VON=2.6 VOFF=2.4 RON=10 ROFF=1MEG)
*
* ANALYSIS **************************************************
.TRAN 5NS 800NS
*
* VIEW RESULTS
.PRINT TRAN V(1) V(2) V(3)
.PROBE
.END
sehingga diperoleh hasil simulasi sebagaimana ditun*ukkan pada Gambar 4!G!

Gambar 4!G! 'asil simulasi rangkaian $A$D 8 masukan

-- selesai tutorial 4 --

Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
Tutorial PSpice
!nalisa Transien
5.1. lilitan-Lilitan (Induktor) Linear Dalam PS
Komponen lain adalah lilitan atau yang lebih dikenal dengan nama
imbol L. Walaupun bisa diakses secara non
dulu.

Induktor menyimpan energi di dalam medan magnetnya, dengan demikian kita bisa
menentukan arus aal dalam simulasi. Walaupun kita bisa memasang induktor dalam
rangkaian !" untuk simulasi, tetapi hal ini akan tidak banyak berarti,
bertingkah sebagai hubung#singkat pada analisa !". Sedangkan pada analisa atau rangkaian
A", induktor berperilaku seperti impedansi ima$iner. !engan demikian kita tidak perlu
menentukan arus aal induktor pada analisa !", sedangkan pa
menentukan arus aalnya.

%
Pada gambar 5.& ditun$ukkan simbol dari induktor dengan terminal & dan ', dengan arus
aal '.5 A dan nilai induktanis 5( m). !alam PSpice kita tuliskan dengan sintaks atau
contoh berikut:

Lnama titik_pertama titik_kedua
Lag 1 2 50m IC=2.5
Perlu diperhatikan baha arus aal
kedua *'+ dari induktor. ,ika Anda menginginkan arus mengalir berkebalikan *dari ' ke &+,
maka baliklah penulisan titik-
didepan angka arus aal.
5.2. Kapasitor-Kapasitor Linear Dalam PS
Kapasitor $uga dapat digunakan untuk menyimpan energi. Karena dapat digunakan untuk
menyimpan energi, PSpice menyediakan suatu cara untuk menentukan tegangan aal yang
dikenakan pada kapasitor. Ini sangat berguna untuk simulas
en
e :
ien
uktor) Linear Dalam PSpice
au yang lebih dikenal dengan nama induktor,
s secara non#linear, tetapi sementara dibahas yang linear
i dalam medan magnetnya, dengan demikian kita bisa
simulasi. Walaupun kita bisa memasang induktor dalam
tapi hal ini akan tidak banyak berarti, karena induktor akan
kat pada analisa !". Sedangkan pada analisa atau rangkaian
rti impedansi ima$iner. !engan demikian kita tidak perlu
r pada analisa !", sedangkan pada analisa A", kita perlu
%ambar 5.&. Simbol induktor
mbol dari induktor dengan terminal & dan ', dengan arus
s 5( m). !alam PSpice kita tuliskan dengan sintaks atau
ma titik_kedua nilai
IC=2.5
aal yang mengalir dari terminal pertama *&+ ke terminal
da menginginkan arus mengalir berkebalikan *dari ' ke &+,
pertama dan titik-kedua#nya atau berilah tanda minus
or Linear Dalam PSpice
untuk menyimpan energi. Karena dapat digunakan untuk
yediakan suatu cara untuk menentukan tegangan aal yang
angat berguna untuk simulasi perilaku transien rangkaian
)alaman 5&
, dengan nama
as yang linear
kian kita bisa
nduktor dalam
induktor akan
atau rangkaian
ta tidak perlu
A", kita perlu
', dengan arus
n sintaks atau
&+ ke terminal
n *dari ' ke &+,
tanda minus
gunakan untuk
ngan aal yang
sien rangkaian
Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
yang mengandung kapasitor. Pada gambar 5.' ditun$ukkan simbol kapasitor dengan
terminal . dan 5, tegangan aal '(/ dan
%
Penulisannya dalam PSpice mengikuti
Cnama titik_pertama titik_kedua nilai
Cfb 4 5 50u IC=20
Artinya, dide0inisikan kapasitor 5(
sedemikian hingga sisi positi0 ditempatkan pada
pada titik-kedua. 1ntuk membalik polaritas tegangan aal dapat dilakukan dengan
membalik penulisan terminal positi0 dan negati0nya atau memberikan tanda minus di
tegangan aal.
5.3. Analisa ransien !en""unakan PS
Salah satu aspek penting dalam analisa rangkaian adalah mempela$ari tanggap alami dan
step suatu rangkaian serta bagaimana tanggapan rangkaian terhadap sumber yang
ber2ariasi terhadap aktu *time-
.TRAN dan .PROBE:
5.3.1. #ara Pen""unaan Perinta$ .%A&
TRAN adalah perintah yang digunakan untuk melakukan analisa transien dalam
PSpice., penggunaannya melibatkan . *empat+ parameter sebagai berikut:
.TRAN prt_stp t_max prt_dly max_stp
.TRAN 20us 20ms 8ms
Arti masing#masing parameter sebagai berikut
prt_stp *print step
atau penyimpanan
2ariabel#2ariabel sistem akan disimpan
dilakukan *aktu
berbeda dari itu+.
en
Pada gambar 5.' ditun$ukkan simbol kapasitor dengan
'(/ dan besarnya kapasitans adalah 5( 34.

%ambar 5.'. Simbol kapasitor
gikuti aturan atau contoh berikut:
ma titik_kedua nilai
C=20
or 5( 34. Perhatikan, baha polaritas tegangan aal
tempatkan pada titik-pertama dan sisi negati0 ditempatkan
mbalik polaritas tegangan aal dapat dilakukan dengan
siti0 dan negati0nya atau memberikan tanda minus di
!en""unakan PSpice
m analisa rangkaian adalah mempela$ari tanggap alami dan
agaimana tanggapan rangkaian terhadap sumber yang
-varying+. 1ntuk melakukan hal ini, bisa digunakan perintah
Perinta$ .%A&
gunakan untuk melakukan analisa transien dalam
kan . *empat+ parameter sebagai berikut:
max prt_dly max_stp
ms 8ms 10us UIC
ebagai berikut:
step+ digunakan untuk menentukan langkah
an atau pencetakan data, karena diisi dengan
sistem akan disimpan setiap '( 3detik selama simulasi
langkah yang sesungguhnya digunakan oleh PSpice bisa
)alaman 5'
asitor dengan
egangan aal
i0 ditempatkan
kukan dengan
minus di depan
gap alami dan
sumber yang
nakan perintah
dalam simulasi
h pencuplikan
gan '(u maka
elama simulasi
eh PSpice bisa
Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
)alaman 55
t_max *final time+ merupakan akhir aktu simulasi, dalam hal ini '(
milidetik *karena diisi dengan '(ms+. Karena simulasi PSpice dimulai saat t6(,
maka aktu simulasi atau span aktunya dalah '( milidetik.
prt_dly *print delay+, merupakan aktu tunda pencetakan, karena diisi
dengan 7ms, artinya akan diabaikan data pada 7 milidetik yang pertama dari
sepan$ang aktu simulasi, atau dengan kata lain hanya akan disimpan data
simulasi &' milidetik terakhir *dari total '( milidetik+. Kebanyakan nilai
parameter ini diisi dengan nol atau tidak digunakan.
max_stp *max step+, merupakan ukuran langkah aktu maksimum yang
boleh dilakukan oleh PSpice, hal ini dilakukan karena PSpice secara otomatis
mengatur dan mengubah ukuran langkah aktu selama simulasi dan dapat
menaikkan ukuran langkah lebih besar dari yang diinginkan untuk
menampilkan data. !alam hal ini, $ika 2ariabel berubah dengan cepat, PSpice
akan memendekkan ukuran langkah#nya, sedangkan $ika 2ariabel berubah
dengan lambat, PSpice akan meman$angkan ukuran langkah#nya.
Penggunaan parameter ini bersi0at opsional. Parameter terakhir adalah 1I"
yang merupakan kepan$angan dari Use Initial Condition. Kecuali Anda
menuliskan parameter ini, PSpice akan mengabaikan semua kondisi aal
yang telah ditetapkan saat mende0inisikan komponen.

Sekarang kita perhatikan contoh lain:

.TRAN 10ns 500us

artinya, PSpice akan menyimpan data tiap selang &( nanodetik selama simulasi mulai dari
t6( hingga aktu akhir 5(( 3detik. Tidak dituliskan tundaan pencetakan sehingga pengguna
memberikan kontrol sepenuhnya terhadap ukuran langkah kalkulasi kepada PSpice. Selain
itu, PSpice akan melakukan perhitungan kondisi aal dirinya sendiri untuk komponen
induktor maupun kapasitor yang ada serta mengabaikan kondisi aal yang dituliskan
pengguna.

.TRAN 50m 2.5 0 10m UIC

artinya, PSpice akan menyimpan data tiap selang aktu 5( milidetik mulai dari nol hingga
'.5 detik. Karena tundaan pencetakan tidak digunakan sedangkan kita akan menentukan
ukuran langkah maksimum, maka tundaan pencetakan diisi dengan ( *nol+ dan ukuran
langkah maksimum#nya adalah &( milidetik. !alam hal ini PSpice akan menggunakan kondisi
aal yang telah dituliskan untuk tiap#tiap komponen induktor dan8atau kapasitor yang ada.
Tanda 9s: yang menyatakan detik $uga boleh tidak dituliskan.
5.3.2. #ara Pen""unaan Perinta$ .P%'()

Selain menentukan parameter#parameter aktu untuk solusi transien pada suatu rangkaian,
perlu $uga ditentukan bagaimana data#data akan disimpan. )al ini bisa dengan mudah
dilakukan dengan menuliskan suatu baris dalam berkas ."I; yang mengandung instruksi
.P;<=>. Ini akan mememerintahkan PSpice untuk membuat sebuah berkas data dan
menyimpan data#data hasil perhitungan. ,ika kita membuat berkas rangkaian dengan nama
Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
;A?%KAIA?."I; yang mengandung pernyataan
PSpice akan membuat sebuah berkas dengan nama
sebuah berkas data biner *anda tidak dapat membaca isinya dengan editor teks+.
Secara default, .P;<=> akan
disimpan, termasuk semua 2ariabel yang ada di dalam sub
kasus, hal ini bisa menyebabkan penyimpanan data yang besar sekali.
mensimulasikan suatu rangkaian kompleks yang besar dengan berbagai macam komponen
serta menyimpan data dengan
sepan$ang aktu simulasi yang sangat pan$ang, Anda dapat dengan mudah membuat berkas
!AT dalam ukuran %iga=yte@ 1ntuk menghindari hal ini,
yang perlu disimpan. ,ika pernyataan .P;<=> ditulis tanpa parameter, maka semuanya akan
disimpan, misalnya:

.PROBE

akan menyebabkan PSpice menyimpan segalanya dalam berkas !AT
.PROBE V(5,23) I(Rx) I(L4)
artinya, PSpice hanya akan menyimpan tegangan antara titik 5 dan '5, arus
resistor ;A dan arus yang melalui induktor B., semuanya dalam 0ormat biner, tidak ada data
lain yang disimpan.
5.*. #onto$ Analisa ransien
%ambar 5.5.
1ntuk contoh analisa transien digunakan rangkaian sebagaimana ditun$ukkan pada %ambar
5.5, sedangkan program PSpice#n
Tanggap Natural rangkaian RLC paralel
Rp 0 1 1.0
Lp 1 0 8mH IC=20A
Cp 1 0 10mF IC=0V
.TRAN 500us 100ms 0s 500us UIC
.PROBE
.END
en
ng pernyataan .T;A? dan sebuah pernyataan
berkas dengan nama ;A?%KAIA?.!AT yang merupakan
tidak dapat membaca isinya dengan editor teks+.
menyebabkan semua 2ariabel#2ariabel rangkaian akan
iabel yang ada di dalam sub#rangkaian. !alam beberapa
bkan penyimpanan data yang besar sekali.
n kompleks yang besar dengan berbagai macam komponen
0rekuensi yang tinggi *dalam selang aktu yang pendek+
angat pan$ang, Anda dapat dengan mudah membuat berkas
ntuk menghindari hal ini, Anda bisa menentukan nilai
ataan .P;<=> ditulis tanpa parameter, maka semuanya akan
yimpan segalanya dalam berkas !AT#nya.
Rx) I(L4)
nyimpan tegangan antara titik 5 dan '5, arus
i induktor B., semuanya dalam 0ormat biner, tidak ada data
nsien
;angkaian untuk contoh analisa transien
igunakan rangkaian sebagaimana ditun$ukkan pada %ambar
nya sebagai berikut:
ian RLC paralel (psp05_01.cir)
20A
0V
00us UIC
)alaman 5.
.P;<=>, maka
ng merupakan
ks+.
angkaian akan
alam beberapa
ali. ,ika Anda
am komponen
yang pendek+
embuat berkas
ukan nilai#nilai
emuanya akan
s yang melalui
tidak ada data
n pada %ambar
Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
)alaman 55
Pada contoh ini, induktor 7 milihenry, Bp, memiliki arus aal sebesar '( A yang mengalir
melalui titik & ke titik (. Kapasitor &( mili0arad, "p, memiliki tegangan aal ( /. Bangkah
pencetakan dan ukuran step maksimum diatur 5(( 3detik dan aktu akhir simulasi &((
mdetik. Tidak diperlukan tundaan pencetakan dan PSpice diperintahkan untuk mengguna#
kan kondisi aal yang telah ditetapkan pada masing#masing komponen *dengan pernyataan
1I"+. )asilnya tidak terlihat pada berkas .<1T.

Agar diperoleh in0ormasi yang berarti *mudah dibaca+ tentang tanggap transien rangkaian,
diperlukan program lain yang terintegrasi dengan PSpice. Program ini namanya P;<=>.
Program P;<=> ini akan secara otomatis membuka berkas !AT yang baru sa$a dibuat.
,alankan PSpice !esign Canager *gambar 5..+ kemudian ;un PSpice *gambar 5.5+.

%ambar 5.. Tanda panah untuk tombol ;un PSpice

Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
)alaman 5D
%ambar 5.5. Tanda panah untuk menampilkan Plot %ra0ik

Setelah selesai dilakukan simulasi atau kalkulasi, dengan adanya pernyataan .PROBE pada
berkas rangkaian, maka tombol P;<=> akan akti0 *perhatikan gambar panah pada gambar
5.5 sebagai tombol /ie Simulation ;esult+, klik pada tombol tersebut, sehingga akan
ditampilkan $endela plot sebagaimana ditun$ukkan pada gambar 5.D.

Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
)alaman 5E
%ambar 5.D. Tampilan plot gra0ik hasil simulasi

%ambar 5.E. Cenambahkan trace pada plot gra0ik *tanda panah+
Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
)alaman 57
Bangkah selan$utnya adalah menambahkan trace pada plot tersebut dengan menu Trace
Add Trace, tambahkan trace /*&+ *perhatikan %ambar 5.E+, sehingga dihasilkan gra0ik
sebagaimana ditun$ukkan pada gambar 5.7, gra0ik ini merupakan gra0ik perubahan tegangan
pada titik & *perhatikan rangkaian pada gambar 5.5+, tegangan pada masing#masing
komponen *;, B dan "+.

%ambar 5.7. Plot gra0ik /*&+ 2ersus aktu

,ika kemudian trace yang ditampilkan adalah I*Bp+, maka akan diperoleh gra0ik sebagai#mana
ditun$ukkan pada gambar 5.F, yang merupakan plot perubahan arus yang melalui induktor
Bp.

%ambar 5.F. Plot gra0ik I*Bp+ 2ersus aktu

1ntuk melihat bagaimana perubahan arus yang mengalir pada kapasitor, maka trace yang
harus ditampilkan adalah I*"p+, sebagaimana ditun$ukkan pada gambar 5.&(. Sedangkan
pada gambar 5.&& ditun$ukkan gra0ik perubahan arus yang melalui resistor ;p.
Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
)alaman 5F
%ambar 5.&(. Plot gra0ik I*"p+ 2ersus aktu

%ambar 5.&&. Plot gra0ik I*;p+ 2ersus aktu

Apa $adinya, $ika semua perubahan arus yang melalui semua komponen kita tampilkan,
sehingga bisa dilakukan perbandingan secara langsung, perhatikan gambar 5.&&. Gang
bertanda segitiga *H+ merupakan plot arus yang melalui resistor ;p, tanda plus *I+
merupakan plot arus yang melalui induktor Bp dan tanda lingkaran *J+ merupakan plot arus
yang melalui kapasitor "p. Terlihat baha arus yang melalui resistor beraal dari (A
kemudian naik dan turun akhirnya menu$u atau mendekati (A seiring dengan aktu.
!emikian $uga dengan arus yang melalui induktor, diaali dengan arus '(A dan arus yang
melalui kapasitor, diaali dengan arus #'(A, semuanya menu$u (A seiring dengan aktu.
?ilai#nilai arus aal tersebut, se$ak aal sudah ditentukan saat deklarasi komponen.

Tutorial PSpice 5 : Analisa Transien
)alaman D(
%ambar 5.&'. Plot gra0ik I*;p+, I*"p+ dan I*Bp+ 2ersus aktu

## selesai tutorial 5 ##

Tutorial PSpice 6 : Analisa AC Steady-state dalam PSpice
Halaman 61
Tutorial PSpice " :
!nalisa !# Stead$-state dalam PSpice
Selain bisa melakukan analisa DC dan transien (Tutorial 5! PSpice dapat di"unakan untuk
memeca#kan masala# $asor kondisi-stabil (steady-state phasor% &ntuk meli#at #asil analisa
ini dalam berkas keluaran PSpice! maka di"unakan perinta# .PRINT dalam bentuk lain% Dan
seba"aimana diketa#ui! untuk men"eta#ui #asil analisa DC di"unakan perinta# .PRINT DC
dan sebelumnya diakti$kan dulu den"an perinta# .DC% Serupa den"an #al ini! a"ar perinta#
analisa AC dapat dilaporkan "unakan perinta# .PRINT AC untuk menampilkan arus dan
te"an"an $asor dan #arus diakti$kan dulu den"an perinta# .AC%
6.1. Sumber Tegangan Dan Arus AC

Sintaks untuk sumber AC mirip den"an sumber DC yan" tela# diba#as pada tutorial
sebelumnya (Tutorial 5% Sumber AC dian""ap seba"ai "elomban" cosinus den"an sudut $ase
tertentu% 'rekuensinya #arus ditentukan men""unakan perinta# .AC yan" terpisa# yan"
mende$inisikan $rekuensi untuk semua sumber dalam ran"kaian% (n$ormasi unik yan" #arus
dituliskan untuk tiap-tiap sumber adala#: nama (yan" dia)ali den"an * atau (! an"ka-an"ka
titik! nilai besaran sumber dan sudut $asenya! per#atikan beberapa conto# berikut:

*nama titik tipe nilai fase (derajat)
Vac 4 1 AC 120V 30
Vba 2 5 AC 240 ; sudut fasenya 0 derajat
Ix 3 6 AC 10.0A -45 ; sudut fasenya -45 derajat
Isv 12 9 AC 25mA ; 25 mA pada 0 derajat

Per#atikan! penulisan tipe (AC #arus dilakukan karena +ika tidak! akan dian""ap seba"ai
sumber DC (nilai default% ,ika sudut $ase tidak dituliskan akan dian""ap seba"ai - dera+at
(satuannya adala# dera+at bukan radian.% Polaritas sumber te"an"an AC dtentukan
sedemikian rupa #in""a te"an"an berupa $un"si cosinus t saat t=0% Den"an demikian titik
yan" dituliskan di sebela# kiri merupakan titik positi$ dan di kanannya merupakan titik
ne"ati$% Hal in +u"a berlaku untuk sumber arus AC% Arus positi$ men"alir dari titik kiri! melalui
sumber dan menin""alkan sumber le)at titik kanan%

Ada #al-#al yan" perlu diper#atikan% SIN merupakan sala# satu tipe sumber yan" bisa
di"unakan (selain EXP! PULSE! PWL dan SFFM untuk analisa transien% ,an"an sekali-kali
men""unakan SIN untuk analisa AC kondisi stabil (p#asor be"itu +u"a untuk sapuan atau
sweep $rekuensi% Tipe SIN merupakan $un"si berbasis-)aktu untuk analisa berbasis-)aktu!
sedan"kan tipe AC di"unakan untuk pemodelan berbasis $rekuensi% /arena analisa p#asor
men""unakan model berbasis $rekuensi! maka selalu "unakan tipe AC seba"aimana akan
di+elaskan berikut%

Tutorial PSpice 6 : Analisa AC Steady-state dalam PSpice
Halaman 60
6.2. Penggunaan Perintah .PRINT AC

Sebelum perinta# .PRINT AC bisa beker+a! #arus diakti$kan terlebi# dulu den"an perinta#
.AC% Perinta# ini di"unakan untuk membuat sapuan berba"ai macam $rekuensi pada
sebua# ran"kaian! den"an kata lain mencari tan""ap $rekuensi suatu ran"kaian (akan
diba#as pada tutorial yan" lain% Cara penulisan perinta# .AC seba"ai berikut:

.AC tipe #titik start stop

Terdapat ti"a macam tipe +an"kauan sapuan $rekuensi! yaitu LIN! DEC dan OCT%
LIN Linear Sweep (Sapuan Linear): 'rekuensi disapu secara linear dari
$rekuensi a)al (start #in""a $rekuensi ak#ir (stop dan #titik menentu-
kan total +umla# titik dalam sapuan tersebut% 'rekuensi berikutnya
di#itun" den"an cara menamba#kan suatu konstanta dari $rekuensi
sebelumnya% LIN di"unakan +ika +an"kauan $rekuensi-nya sempit1

.AC LIN #titik start stop
.AC LIN 101 2k 4k ; 101 titik dari 2 kHz hingga 4 kHz
.AC LIN 11 800 1000 ; 11 titik dari 800 Hz hingga 1 kHz

OCT Sweep by Octave (Sapuan oktaf): 'rekuensi disapu secara lo"aritmik
dalam tiap +an"kauan okta$ (dua kali atau dobel dan #titik merupakan
+umla# titik per okta$% 'rekuensi berikutnya di#itun" den"an cara
men"alikan $rekuensi sebelumnya den"an suatu konstanta yan" lebi#
besar dari satu% OCT di"unakan +ika +an"kauan $rekuensi-nya lebar1

.AC OCT #titik start stop
.AC OCT 20 440Hz 1.76kHz ; 20 titik/oktaf pada 2 oktaf
; (440Hz dan 880Hz)
.AC OCT 40 110Hz 880Hz ; 40 titik/oktaf pada 3 oktaf
; (110Hz, 220Hz dan 440Hz)

DEC Sweep by Decade (Sapuan dekade): 'rekuensi disapu secara lo"aritmik
dalam +an"kauan dekade (sepulu# kali dan #titik merupakan +umla#
titik per dekade% DEC di"unakan +ika +an"kauan $rekuensinya san"at
lebar1

.AC DEC #titik start stop
.AC DEC 50 1kHz 100kHz ; 50 titik per dekade pada 2 dekade
; (1kHz dan 10 kHz)
.AC DEC 25 100k 100MEG ; 25 titik per dekade pada 3 dekade
; (100k, 1MEG dan 10MEG)

&ntuk saat ini kita #anya men""unakan sebua# $rekuensi tun""al! se#in""a tipe apa yan"
dipili# tidak +adi masala#% /ita akan "unakan tipe LIN untuk $rekuensi tun""al kita% Conto#
pernyataan perinta# .AC ditun+ukkan berikut:

Tutorial PSpice 6 : Analisa AC Steady-state dalam PSpice
Halaman 62
.AC LIN 1 60Hz 60Hz ; <== seperti ini yg diinginkan
.AC LIN 11 100 200 ; <== sapuan linear
.AC DEC 20 1Hz 10kHz ; <== sapuan logaritmik

Pernyataan pertama akan melakukan sebua# analisa tun""al men""unakan $rekuensi 6-H3
(satuan 4H35 bersi$at opsional% Pernyataan kedua akan melakukan sapuan $rekuensi
men""unakan $rekuensi 1--! 11-! 10-! 12-! 16-! 15-! 16-! 17-! 18-! 19- dan 0--H3 (yan"
ini belum di"unakan saat ini% Pernyataan keti"a akan melakukan sapuan secara lo"aritmik
0- titik per dekade (persepulu# dari 1H3 #in""a 1-kH3! artinya 0- titik dari 1H3 #in""a
1-H3! 0- titik dari 11H3 #in""a 1--H3! 0- titik dari 1-1H3 #in""a 1---H3 dan 0- titik dari
1--1H3 #in""a 1-kH3 (ada empat dekade! #al ini ber"una untuk mempela+ari tan""ap
$rekuensi ran"kaian%

:encetak atau menampilkan komponen-komponen nilai $asor (yan" berupa bilan"an
kompleks memerlukan beberapa pili#an! terdapat empat ekspresi untuk menyatakn #al ini!
yaitu! besaran! $ase (sudut! ba"ian nyata dan ba"ian ima+iner% :isalnya! untuk mencetak
besar-nya te"an"an antara titik 0 dan 2 dituliskan ;VM(2,3)<% Sudut $ase untuk te"an"an
yan" sama dituliskan den"an ;VP(2,3)< dan dalam satuan dera+at% ,ika kita in"inkan
mencetak besarnya arus yan" melalui =load! maka dituliskan ;IM(Rload)<% >a"ian nyata
dari te"an"an di titik 7 dituliskan den"an ;VR(7)< dan ba"ian ima+inernya dituliskan
den"an ;VI(R7)<% Dan seba"aimana pernyataan .PRINT DC! tidak ada batasan berapa
kali Anda men""unakan .PRINT AC% Per#atikan beberapa conto# berikut:

.PRINT AC VM(30,9) VP(30,9) ; besaran dan sudut fase tegangan
.PRINT AC IR(Rx) II(Rx) ; bag real dan imaj. arus pada Rx
.PRINT AC VM(17) VP(17) VR(17) VI(17) ; untuk titik 17 semuanya
6.3. Contoh Rangkaian Anaisa Transien AC

Akan dilakukan analisa ran"kaian seba"aimana ditun+ukkan pada "ambar 6%1 pada $rekuensi
6- H3! sedan"kan berkas PSpice-nya seba"ai berikut:

Rangkaian AC 60 Hz (psp06_01.cir)
Vs 1 0 AC 120V 0
Rg 1 2 0.5
Lg 2 3 3.183mH
Rm 3 4 16.0
Lm 4 0 31.83mH
Cx 3 0 132.8uF
.AC LIN 1 60 60
.PRINT AC VM(3) VP(3) IM(Rm) IP(Rm) IM(Cx) IP(Cx)
.END
Tutorial PSpice 6 : Analisa AC Steady
?ambar 6%1% Conto# ran"kaian untuk analisa transien AC
Pada listin" berkas PSpice! pernta#
tun""al 6- H3% Perinta# .PRINT AC
te"an"an pada titik 2! besarnya dan sudut $ase arus yan" melalui resistor
dan sudut $ase arus yan" melalui kapasitor
**** 03/16/04 08:38:21 *******
Rangkaian AC 60 Hz
**** SMALL SIGNAL BIAS SOLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
( 1) 0.0000 ( 2) 0.0000 ( 3) 0.0000 ( 4) 0.0000
VOLTAGE SOURCE CURRENTS
NAME CURRENT
Vs 0.000E+00
TOTAL POWER DISSIPATION 0.00E+00 WATTS
**** 03/16/04 08:38:21 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
Rangkaian AC 60 Hz
**** AC ANALYSIS TEMPERATURE = 27.000 DEG C
******************************************************************************
FREQ VM(3) VP(3) IM(Rm) IP(Rm) IM(Cx)
6.000E+01 1.203E+02 -3.335E+00 6.014E+00
FREQ IP(Cx)
6.000E+01 8.667E+01
JOB CONCLUDED
TOTAL JOB TIME .03
Per#atikan! ba#)a solusi te"an"an di laporan pertama pada masin"
(nol% (ni merupakan laporan ba"ian DC
tidak ada eksitasi DC% Sedan"kan pada ba"ian kedua laporan terli#at ba#)a
titik 2 adala# 10-%2 @A -2%220B Colt dan arus yan" melalui kapasitor CD adala# 6%-16 @A 88%67
ady-state dalam PSpice
onto# ran"kaian untuk analisa transien AC
ta# .AC di"unakan untuk men"atur analisa untuk $rekuensi
T AC di"unakan untuk melaporkan besarnya dan sudut $ase
dan sudut $ase arus yan" melalui resistor Rm s
i kapasitor Cx% Hasilnya simulasi seba"ai berikut:
***** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
OLUTION TEMPERATURE = 27.000 DEG C
*************************************************
LTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
0.0000 ( 3) 0.0000 ( 4) 0.0000
0.00E+00 WATTS
***** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
TEMPERATURE = 27.000 DEG C
*************************************************
3) IM(Rm) IP(Rm) IM(Cx)
335E+00 6.014E+00 -4.020E+01 6.022E+00
.03
"an di laporan pertama pada masin"-masin" titik adala# -
"ian DC-nya dan tentu sa+a nilainya adala# - (nol
n pada ba"ian kedua laporan terli#at ba#)a t
olt dan arus yan" melalui kapasitor CD adala# 6%-16 @A 88%67
Halaman 66
untuk $rekuensi
dan sudut $ase
serta besarnya
kut:
********
C
********
GE
0000
********
C
********
00
" titik adala# -
- (nol! artinya
te"an"an pada
6%-16 @A 88%67B
Tutorial PSpice 6 : Analisa AC Steady-state dalam PSpice
Halaman 65
ampere% Sesuai den"an teori! arus yan" melalui kapasitor menda#ului te"an"an-nya sebesar
9-B%
6.!. Ringkasan Anaisa Rangkaian Phasor AC Dengan PS"i#e

?unakan AC seba"ai tipe semua sumber independen1
Tentukan sudut $ase sumber +ika bukan -B1
Harus ada perinta# .AC untuk menentukan $rekuensi yan" akan di"unakan untuk
seluru# sumber1
?unakan perinta# .PRINT AC untuk menentukan te"an"an dan arus yan" mana
yan" akan dicetak pada laporan (berkas keluaran1
M seba"ai indikasi magnitude atau besaran! seba"ai indikasi sudut $ase (phase
angle! ! seba"ai indikasi ba"ian real dan I seba"ai indikasi ba"ian imaginer%
-- selesai tutorial 6 --

Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Halaman 66
Tutorial PSpice % :
!nalisa Tanggap &rekuensi
Analisa ini digunakan untuk mempelajari tanggap frekuensi berbagai macam rangkaian.
7.1. Menentukan Sumber-Sumber AC

Sebagaimana telah dijelaskan pada tutorial sebelumna !Tutorial 6"# akan digunakan sumber
A$ lagi. Perhatikan kembali bagaimana menggunakan sumber A$ pada tutorial sebelumna.
7.1.1. Penggunaan .PROBE

Pada tutorial sebelumna kita menggunakan perintah .PROBE# karena kemampuanna
menimpan banak data dan membuat plot grafikna. %ita menghadapi situasi ang sama
kali ini. Perbedaan utama terletak pada &ariabel bebas ang digunakan PROBE dalam
perintah analisa .TRAN adalah 'aktu# sedangkan &ariabel bebas ang akan digunakan kali
ini untuk analisa tanggap frekuensi adalah frekuensi. Selain itu# saat PROBE menimpan data
dalam analisa transien !.TRAN"# &ariabel(&ariabel tak(bebas merupakan tegangan dan arus#
sedangkan dalam analisa tanggap frekuensi# &ariabel(&ariabel tak(bebasna dalah
komponen real dan imajiner dari tegangan dan arus phasor.
7.1.2. Penggunaan .PRINT AC

)ormalna# kita tidak akan menggunakan perintah .PRINT AC saat melakukan analisa
tanggap frekuensi# karena dengan PROBE sudah dapat diperoleh informasi dan interpretasi
secara grafis dari data(data ang ada. *agaimanapun juga# perintah .PRINT AC dapat
digunakan untuk menimpan data(data tegangan dan+atau arus dalam bentuk tabel dalam
berkas .,-T(na dan dapat dibaca serta copy and paste dengan program apapun. .engan
perintah .PROBE Andapun bisa melakukan hal ang serupa# asalkan tuliskan parameter
/CSDF setelah perintah .PROBE.
7.2. Conto Rangka!an Ana"!#a Tangga$ %rekuen#!

Pada gambar 7./ ditunjukkan sebuah rangkaian ang akan digunakan sebagai contoh analisa
tanggap frekuensi. 0angkaian ini merupakan rangkaian penapis lolos(rendah orde satu.
%arena akan dicari penguatan penapis ini# maka sebaikna tegangan masukan nilai(na /
&olt# sehingga tegangan keluaranna sekaligus merupakan nilai penguatanna. Anda jangan
kha'atir# karena grafik pada P0,*1 bisa dituliskan dalam bentuk perhitungan aritmetik#
seperti pembagian tegangan masukan dengan keluaran dan lain sebagaina. %ode berkas
PSpice untuk rangkaian pada gambar 7./ sebagai berikut !analisa untuk 23 titik mulai dari
/33 H4 hingga /33 kH4 dengan sapuan dekade":

Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Penapis RC Lolos-rendah Orde Pertama
Vin 1 0 AC 1.0V
Rf 1 2 1.59
Cf 2 0 100u
.AC DEC 20 100Hz 100kHz
.PROBE
.END
5ambar 7./. $ontoh rangkaia untuk analisa tanggap frekuensi !lolos
Setelah dilakukan simulasi# seperti pada tutorial
tegangan keluaran 6!2"# sebagaimana
5ambar 7.2
$ara lain untuk menggambarkan penguatan adalah dalam satuan d* atau deci*ell dan cara
ini umum digunakan. 5unakan fungsi
sebagaimana hasilna ditunjukkan pada gambar 7.7.
ap Frekuensi
h Orde Pertama (psp07_01.cir)
z
gkaia untuk analisa tanggap frekuensi !lolos(rendah"
rti pada tutorial(tutorial sebelumna# tampilkan grafik untuk
mana hasilna ditunjukkan pada gambar 7.2.

7.2. Plot grafik 6!2" &ersus Frekuensi
n penguatan adalah dalam satuan d* atau deci*ell dan cara
n fungsi dB() untuk menggambar plot grafik penguatan#
an pada gambar 7.7.
Halaman 67
endah"
an grafik untuk
ci*ell dan cara
fik penguatan#
Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Halaman 68
5ambar 7.7. Plot grafik 6!2" &ersus Frekuensi dalam d*

Perhatikan bah'a penguatan (7 d* terletak pada frekuensi sekitar / kH4 !frekuensi ini
dinamakan sebagai frekuensi cutoff" dan kemiringanna sekitar 23 d*+dekade. *erikutna
akan digambarkan pergeseran fase dari rangkaian penapis lolos(rendah ini. 5unakan titik
96P!2": untuk memplot grafikna# sebagaimana hasilna ditunjukkan pada gambar 7.;.

5ambar 7.;. Plot grafik 6P!2" &ersus Frekuensi

0angkaian untuk contoh berikutna ditunjukkan pada gambar 7.<. 0angkaian ini merupakan
rangkaian penapis lolos(tinggi orde kedua. *erkas PSpice(na dituliskan sebagai berikut:

Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Penapis lolos-tinggi orde kedua
Vin 1 0 AC 10V
Rf 1 2 4.0
CF 2 3 2.0uF
Lf 3 0 127uH
.AC DEC 20 100Hz 1MEG
.PROBE
.END
5ambar 7.<. 0angkaian contoh analisa tanggap frekuensi !lolos
%ali ini tidak digunakan tegangan masukan sebesar / &olt# melainkan /3 &olt. .engan
demikian agar diperoleh nilai penguatan# tegangan keluaran
tegangan masukan !6!/"" dan kita hitung dalam satuan d*# sebagaimana hasilna
ditunjukkan pada gambar 7.6.

5ambar 7.6. Plot grafik 6!7"+6!/" &ersus Frekuensi dalam d*
Perhatikan bah'a penguatan di ba'ah frekuensi resonansi /3 kH4 miring ke atas dengan
kemiringan ;3 d*+dekade. Saat memplot pergeseran fase penapis ini# kita hana perlu
menentukan sudut fase tegangan keluaran# karena tegangan masukan sudah ditentukan
ap Frekuensi
rde kedua (psp07_02.cir)
an contoh analisa tanggap frekuensi !lolos(tinggi"
gan masukan sebesar / &olt# melainkan /3 &olt. .engan
penguatan# tegangan keluaran !6!7"" harus dibagi dengan
n kita hitung dalam satuan d*# sebagaimana hasilna
t grafik 6!7"+6!/" &ersus Frekuensi dalam d*
i ba'ah frekuensi resonansi /3 kH4 miring ke atas dengan
t memplot pergeseran fase penapis ini# kita hana perlu
an keluaran# karena tegangan masukan sudah ditentukan
Halaman 6=
ggi"
3 &olt. .engan
dibagi dengan
mana hasilna
ke atas dengan
a hana perlu
dah ditentukan
Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Halaman 73
untuk 3 derajat. 5unakan fungsi 6P!7" untuk menampilkanna# sebagaimana hasilna
ditunjukkan pada gambar 7.7.

5ambar 7.7. Plot 6P!7" &ersus Frekuensi

7.&. Stu'! (a#u#) Pena$!# *o"o#-Ren'a Sa""en-(e+
7.&.1. Rangka!an Pena$!# *o"o#-Ren'a

>isalkan saja Anda memiliki kasus interferensi sinal ang cukup besar dan menggangu dan
Anda ingin menghilangkanna. -ntuk mendapatkan penguatan ang cukup besar# Anda bisa
mengkaskade !seri" beberapa penapis 0$. Saangna# impedansi satu bagian 0$
mempengaruhi bagian lainna. Artina# 9dengkul: atau transisi antara pita lolos dan stop
tidak begitu tajam. Sebuah lekukan ang tajam akan membantu Anda dalam mengurangi
sinal interferensi tanpa mempengaruhi sinal aslina. .alam kondisi seperti ini# penapis
aktif Sallen(%e merupakan alternatifna. 0angkaian ini !sebagaimana ditunjukkan pada
5ambar 7.8" mengimplementasi(kan penapis 2(kutub. >engkaskadekan beberapa bagian
dapat digunakan untuk memperoleh pelemahan sinal ang cukup curam aitu dengan
lekukan ang cukup tajam?

Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
5ambar 7.8
7.&.2. Peran,angan Pena$!# *o"o#
@alaupun terdapat berbagai macam jenis penapis dan berbagai macam cara
implementasina !penjelasan detil lihat catatan kaki atau
penapis lolos(rendah dengan penederhanaan 0/A02 dan tingkat penguatan penguat
operasional(na adalah unitas !
penapis *utter'orth 2(kutub hana memerlukan beberapa langkah:
/. Tentukan frekuensi cutoff rangkaian# fo !H4"
>isalna# pilih foA/3 kH4 untuk mengurangi sinal derau pada <3 kH4 dan
meloloskan sinal ang diinginkan diba'ah < kH4.
2. Pilih nilai kapasitor $2 ang cocok antara /33 pF hingga 3./ uF
Andaikan anda puna banak kapasitor /333 pF#
nilai $2.

7. )ilai $/ A 2 B $2
.engan nilai $2 A /333 pF maka diperoleh $/ A 2333 pF.
;. Hitunglah 0/ A 02 A 3.737+!2 .
0/ A 02 A 3.737+!2 . C . /3kH4 . /333pF" A //.2 k ohm
/
Penjelasan detil tentang penapis aktif
Agfianto 1ko Putra dan diterbitkan oleh $6. 5a&a >edia
terdekat di kota Anda.
ap Frekuensi
8. 0angkaian penapis aktif Dolos(rendah
a$!# *o"o#-Ren'a
1
macam jenis penapis dan berbagai macam cara
etil lihat catatan kaki atau footnote"# berikut ini
penederhanaan 0/A02 dan tingkat penguatan penguat
!unity# 0*Ahubung(singkat dan 0AAterbuka". Perancangan
na memerlukan beberapa langkah:
ngkaian# fo !H4"
kH4 untuk mengurangi sinal derau pada <3 kH4 dan
iinginkan diba'ah < kH4.
ocok antara /33 pF hingga 3./ uF
nak kapasitor /333 pF# maka gunakan kapasitor ini untuk
F maka diperoleh $/ A 2333 pF.
. C . fo . $2"
3kH4 . /333pF" A //.2 k ohm
tif ada di buku 9Penapis Aktif Elektronika: Teori dan Praktek
oleh $6. 5a&a >edia E Fogakarta. .apatkan segera di toko
Halaman 7/
macam cara
kut ini adalah
uatan penguat
. Perancangan
<3 kH4 dan
asitor ini untuk
n Praktek:# kara
di toko(toko buku
Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Halaman 72
7.&.&. Berka# PS$!,e-n+a

OPSALKEY1.CIR - OPAMP SALLEN-KEY LOW-PASS FILTER
* 2ND-ORDER BUTTERWORTH
*
VS 1 0 AC 1
*
R1 1 2 11.2K
R2 2 3 11.2K
C1 2 5 2000PF
C2 3 0 1000PF
*
* UNITY GAIN AMPLIFIER, RA=OPEN, RB=SHORT
RA 4 0 100MEG
RB 4 5 1
XOP 3 4 5 OPAMP1
*
* SINGLE RC FILTER FOR COMPARISON
R10 1 10 15.9K
C10 10 0 1000PF
*
* OPAMP MACRO MODEL, SINGLE-POLE
* connections: non-inverting input
* | inverting input
* | | output
* | | |
.SUBCKT OPAMP1 1 2 6
* INPUT IMPEDANCE
RIN 1 2 10MEG
* DC GAIN (100K) AND POLE 1 (100HZ)
* GBWP = 10MHz
EGAIN 3 0 1 2 100K
RP1 3 4 1K
CP1 4 0 1.5915UF
* OUTPUT BUFFER AND RESISTANCE
EBUFFER 5 0 4 0 1
ROUT 5 6 10
.ENDS
*
* ANALYSIS
.AC DEC 10 100 1MEG
* VIEW RESULTS
.PROBE
.END
7.&.-. Per,obaan.Ek#$er!men

Sesuai dengan berkas PSpice# analisa A$ dilakukan dari frekuensi /33 H4 hingga / >H4
dengan /3 titik atau /3 data tiap dekadena !/33 H4 E / kH4# /kH4 E /3 kH4 dan seterusna".
Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Halaman 77
Perhatikan tanggap frekuensi pada keluaran !6!<""# sebagaimana ditunjukkan pada gambar
7.=. -ntuk mendapatkan plot grafik ang baik# sehingga bisa melihat pelemahan !atenuasi"
di sekitar /3 kH4# ubahlah sumbu G dan F dalam bentuk logaritmik. *erapa kemiringan kur&a
seiring dengan kenaikan frekuensi dengan faktor /3 !dekade"H Perhatikan hasil grafik ang
ditunjukkan pada gambar 7.=.

Anda bisa mengganti plot 6!<" dengan fungsi perbandingan tegangan keluaran dan
tegangan masukan atau 6!<"+6!/" dalam satuan d* dengan mengetikkan fungsi
dB(V(5)/V(1)) pada add trace dan sumbu F tetap dalam tipe linear# sebagaimana hasilna
ditunjukkan pada gambar 7./3.

Terlihat pada gambar 7./3# bah'a frekuensi cutoff ang berkaitan dengan penguatan (7 d*
terletak pada frekuensi sekitar /3 kH4.

5ambar 7.=. Plot grafik 6!<" &ersus Frekuensi

Tutorial PSpice 7 : Analisa Tanggap Frekuensi
Halaman 7;
5ambar 7./3. Plot grafik 6!<"+6!/" &ersus Frekuensi !dalam d*"

Catatan Si!lasi

-ntuk membuat penguat dengan penguatan unitas pada G,P/# rangkaian membutuhkan 0*
A hubung(sngkat dan 0A A rangkaian terbuka. -ntuk tujuan ini# nilai 0A kita buat sekecil(
kecilna# misalna /3 ohm dan nilai 0* sebesar(besarna# misalna /33 mega ohm.

(( selesai tutorial 7 ((

Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
Tutorial PSpice
Sumber-sumber 'husus dalam PSpice
Sampai tutorial yang ke-7, hanya dibicarakan tentang tipe
yaitu sumber tegangan dan arus DC dan C serta ! "empat# macam sumber arus maupun
sumber tegangan terkendali$ Kali
yang dapat digunakan%dikenali d
8.1. Sumber Pulsa (Pulse)
Tipe sumber ini bisa berupa sumber tegangan maupun arus$ &anyak digunakan se
stimulus untuk simulasi tanggap transien rangkaian$ Sebaiknya 'angan digunakan dalam
analisa tanggap (rekuensi karena model diasumsikan berada dalam
domain#$ Penulisan sumber pulsa dia)ali
dengan nama mengikuti huru( V
dengan da(tar titik, kemudian diikuti dengan kata kunci
parameter$ Da(tar parameter bisa dipi
pulsa tegangan ditun'ukkan pada gambar 8$*$
+ambar 8$*
Parameter-parameter untuk tipe pulsa "harus ditulis dengan urutan berikut
perhatikan +ambar 8$*# adalah:

V1 adalah nilai saat pulsa dianggap
sesuai kebutuhan$ ,ntuk
-.olt/0
V2 adalah nilai saat pulsa sepenuhnya
V1 dan V2 tidak boleh sama#0
Td adalah )aktu tundaan
tetapi tidak boleh negati(0
Tr adalah )aktu bangkit "
sama dengan nol, tetapi nilai nol pada )aktu bangkit bisa menyebabkan masalah
er Khusus dalam PSpice
e ( :
er 'husus dalam PSpice
ya dibicarakan tentang tipe-tipe sumber yang paling dasar,
s DC dan C serta ! "empat# macam sumber arus maupun
li ini akan dibahas tentang sumber-sumber khusus lainnya
alam Pspice, yaitu sumber pulsa, sinusoidal, P12 dan tabel$
se)
umber tegangan maupun arus$ &anyak digunakan se
p transien rangkaian$ Sebaiknya 'angan digunakan dalam
na model diasumsikan berada dalam ranah
lsa dia)ali, seperti layaknya sumber independen lainnya,
V "untuk tegangan# atau I "untuk arus#, kemudian diikuti
iikuti dengan kata kunci PULSE yang diikuti dengan da(tar
bisa dipisahkan dengan spasi maupun koma$
a gambar 8$*$
*$ 3lustrasi tipe sumber pulsa tegangan
pe pulsa "harus ditulis dengan urutan berikut
a dianggap 455 atau bukan 46, nilai ini bisa nol atau negati(
k sumber arus terpulsa, satuannya adalah -ampere/ bukan
a sepenuhnya 46, ini 'uga bisa bernilai nol atau negati( "nilai
ma#0
an a)al, default satuannya adalah detik, nilainya bisa nol
(0
"rise time# pulsa "dalam detik#, PSpice membolehkan nilai ini
nilai nol pada )aktu bangkit bisa menyebabkan masalah
7alaman 78
Spice
g paling dasar,
r arus maupun
khusus lainnya
P12 dan tabel$
nakan sebagai
unakan dalam
h )aktu "time
enden lainnya,
mudian diikuti
dengan da(tar
$ 3lustrasi tipe

rikut dan 'uga
ol atau negati(
ampere/ bukan
au negati( "nilai
ainya bisa nol
olehkan nilai ini
abkan masalah
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
kon.ergensi dalam beberapa simulasi analisa transien, artinya ada alasan yang
sangat tepat untuk penulisan bukan nol pada
Tf adalah )aktu 'atuh "f
nilainya nol, perhatikan keterangan pada
Tw adalah lebar pulsa "detik# selama pulsa 460
Period adalah total )aktu pulsa dalam detik$ Pulsa akan mengulang 'ika )aktu
simulasi melampaui periode pulsa$
Sebagai contoh, perhatikan rangkaian dan pulsa yang ditun'ukkan pada gambar 8$9$
+ambar 8$9$ Contoh rangkaian dan sebuah pulsa tegangan
&erkas rangkaian PSpice-nya sebagai berikut:
Tanggap transien penapis Lolos
* V1 V2 Td Tr
Vs 1 0 PULSE(0V 10V 0s 100ms 100ms 900ms 2s)
Rs 1 2 10k
Cs 2 0 100uF IC=0V
.TRAN 5ms 3s 0s 5ms UIC
.PROBE
.END
Keterangan:
V1 diset nol dan *: .olt untuk
simulasi "; detik# lebih besar dari periode pulsa "9 detik#, sehingga diperoleh hasil
sebagaimana ditun'ukkan pada gambar 8$; untuk plot <"*# sebagai masukan dan <"9#
sebagai keluaran$
er Khusus dalam PSpice
erapa simulasi analisa transien, artinya ada alasan yang
isan bukan nol pada parameter ini0
fall down# pulsa "dalam detik#, PSpice 'uga membolehkan
eterangan pada Tr0
etik# selama pulsa 460
ktu pulsa dalam detik$ Pulsa akan mengulang 'ika )aktu
ode pulsa$
kaian dan pulsa yang ditun'ukkan pada gambar 8$9$
ntoh rangkaian dan sebuah pulsa tegangan
agai berikut:
is Lolos-rendah (psp08_01.cir)
Tr Tf Tw Per.
100ms 100ms 900ms 2s)
C
uk V2, sedangkan Tw sebesar =:: md ":$= detik#
dari periode pulsa "9 detik#, sehingga diperoleh hasil
gambar 8$; untuk plot <"*# sebagai masukan dan <"9#
7alaman 7>
a alasan yang
membolehkan
ang 'ika )aktu
ar 8$9$
detik#$ 1aktu
diperoleh hasil
ukan dan <"9#
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
7alaman 77
Dari gambar 8$; terlihat bah)a, sesuai dengan deklarasi pulsa sebagai masukan di <"*#,
maka keluarannya "<"9## berupa gelombang -gerga'i/ yang sesuai dengan karakteristik
kapasitor Cs$
+ambar 8$;$ 7asil simulasi rangkaian pada +ambar 8$9$
8.2. Sumber Sinusoidal (SIN)

Tipe sumber sinusoidal "SIN# sebenarnya merupakan bentuk sinus teredam dengan
parameter )aktu tunda, pergeseran (ase dan o((set DC$ &iasanya, hanya dibutuhkan sebuah
gelombang sinus sederhana untuk pemodelan sumber C dalam simulasi analisa transien$

&erikut ini di'elaskan > "enam# parameter lengkap yang dituliskan saat mendeklarasikan
sumber sinusoidal$ Dua parameter yang pertama dapat dengan mudah diubah dalam satuan
ampere untuk menghasilkan sumber arus$ ?angan gunakan tipe sumber ini untuk analisa
(asor "phasor analysis# maupun sapuan (rekuensi "frequency sweep#:

Vo adalah nilai o((set DC, harus diset nol, 'ika diinginkan sumber sinusoidal murni0
Va adalah amplitudo sinus tak teredam, yaitu nilai puncak yang diukur dari nol 'ika
o((set DC tidak ada "nol#0
Fr adalah (rekuensi sinusoidal dalam 7@0
Td adalah )aktu tunda dalam detik, set ke nol untuk sinusoidal normal0
Df merupakan (aktor redaman dalam detik
-*
, atur ke nol untuk sinusoidal normal0
adalah (ase dalam dera'at, atur ke =: 'ika diinginkan gelombang cosinus$

Aenggunakan berkas PSpice berikut akan dihasilkan bentuk gelombang sebagaimana
ditun'ukkan pada gambar 8$! yang merupakan sebuah gelombang sinusoidal teredam
dengan nilai-nilai parameter: <o B 9<, <a B 8<, 5r B 9 7@, Td B 9:: md, D( B 9 detik
-*
dan C B
;:D$

Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
7alaman 78
Contoh sumber sinusoidal (psp08_01.cir)
* Vo Va Fr Td Df theta
Vs 1 0 SIN(2V 5V 2Hz 200ms 2Hz 30d)
RS 1 0 1MEG
.TRAN 1ms 2s 0s 1ms UIC
.PROBE
.END
+ambar 8$!$ Sumber sinusoidal "teredam#

PSpice menggunakan parameter-parameter tersebut dalam persamaan berikut:

!"



#$
% &&' )

% &&' *

Sumber sinusoidal dapat digunakan untuk simulasi tanggap transien sebuah sistem daya
pada contoh rangkaian yang ditun'ukkan pada gambar 8$8$ nggap sa'a rangkaian pada
gambar 8$8 tersebut dia)ali dengan sebuah gelombang cosinus saat tB:$ Tidak ada energi
yang tersimpan di dalam kapasitor$ &erkas PSpice untuk rangkaian dan keperluan ini sebagai
berikut:

Tanggap transien terhadap sinusoidal (psp08_03.cir)
* Vo Va Fr Td Df
Vs 1 0 SIN(0V 170V 60Hz 0s 0Hz 90d)
RS 1 2 2k
Cs 2 0 1uF IC=0V
.TRAN 100us 50ms 0s 100us UIC
.PROBE
.END
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
+ambar 8$8$ E
Penggunaan normal pada tipe sumber ini dengan cara mengatur
Karena gelombang cosinus dibutuhkan, maka (ase diatur ke =: dera'at$ ?ika diinginkan
gelombang sinus, maka tiga parameter terakhir harus diset nol, sehingg
dituliskan$ 7asil gra(ik plot <"*# sebagai masukan dan <"9# sebagai keluaran ditun'ukkan
pada gambar 8$>$

+ambar 8$>
8.3. Sumber Piece Wise
Sumber P12 merupakan suatu (ungsi yang dapat digunakan untuk membuat suatu bentuk
gelombang yang terdiri dari garis lurus yang digambar dengan interpolasi antara dua titik
yang dideklarasikan$ Karena nda bisa menuliskan banyak titik sesuai kebutuhan, maka
nda bisa membuat gelombang yang sangat kompleks$ Tipe sumber ini dapat berupa
sumber tegangan "dia)ali dengan
Cara penulisan tipe sumber ini sangat (leksibel dan hanya memiliki beberapa parameter$
Parameter yang harus dituliskan adalah dua titik
tegangan "atau arus#$ Pasangan titik ini bisa dituliskan sebanyak
)aktu harus dituliskan secara naik "
er Khusus dalam PSpice
Eangkaian untuk simulasi tanggap transien
sumber ini dengan cara mengatur Vo, Td dan
utuhkan, maka (ase diatur ke =: dera'at$ ?ika diinginkan
rameter terakhir harus diset nol, sehingga b
# sebagai masukan dan <"9# sebagai keluaran ditun'ukkan
>$ Plot gra(ik <"*# dan <"9# .ersus )aktu
Linear (PWL)
(ungsi yang dapat digunakan untuk membuat suatu bentuk
ris lurus yang digambar dengan interpolasi antara dua titik
nda bisa menuliskan banyak titik sesuai kebutuhan, maka
g yang sangat kompleks$ Tipe sumber ini dapat berupa
n V# maupun sumber arus "dia)ali dengan I#$
sangat (leksibel dan hanya memiliki beberapa parameter$
adalah dua titik dalam dua koordinat: )aktu dan besarnya
n titik ini bisa dituliskan sebanyak-banyaknya, tet
aik "ascending# dan inter.al )aktu tidak perlu harus tetap
7alaman 7=
an Df-nya nol$
?ika diinginkan
bisa tidak usah
an ditun'ukkan
t suatu bentuk
ntara dua titik
butuhan, maka
dapat berupa
pa parameter$
u dan besarnya
ya, tetapi nilai
rlu harus tetap
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
"bisa berubah-ubah#$ Dua parameter opsional adalah -DC/ dan C/$
C untuk sumber ini meragukan, karena digunakan untuk analisa transien
sembarang akan diabaikan$ &agaimanapun 'uga, 'ika nda ingin mengubah tipe analisis dan
menggunakan sebuah sumber C, maka parameter C merupakan satu
digunakan$ Perhatikan contoh berikut:
Vnama +n n dc=10
Vx 12 24 DC 10V AC 1V PWL(1ms 12V 3ms 15V 8ms 4V)
Pada contoh di atas, parameter C akan diabaikan dalam analisa transien$
"sebesar *:<# akan dipasangkan dengan )aktu t B : detik untuk membuat titik data
pertama$ nda dapat men'alankan sapuan C
merupakan sumber C *< sederhana dengan (rekuensi yang dideklarasikan$
yang berbeda dengan tu'uan yang sama sebagai berikut:
Vnama +n n t
Vx 12 24 PWL(0ms 10V 1ms 12V 3ms 15V 8ms 4V)
Pada penulisan yang kedua, kita hapuskan parameter C dan mengganti parameter DC
dengan menuliskan titik a)al dalam da(tar
sangat (leksibel, nda bisa me
parameter dan pasangan kurung bisa tidak dituliskan, berikut ini dituliskan tiga macam cara
dengan hasil yang sama:

Vx 12 24 PWL 0ms,10V 1ms,12V 3ms,15V 8ms,4V;
Vx 12 24 PWL(0ms,10V,1ms,12V,3ms,15V,8ms
Vx 12 24 PWL(0ms,10V 1ms,12V 3ms,15V 8ms,4V)
?ika 'angka )aktu analisa transien melebihi nilai dari titik )aktu terakhir yang dituliskan
dalam P12, maka sumber berperilaku sebagai sumber DC dengan nilai tegangan terakhir
yang di'umpai hingga akhir simulasi$ Dan siklus
sumber pulsa$

Sebagai contoh, perhatikan rangkaian yang ditun'ukkan pada gamb
sumber P12 untuk analisa$

+ambar 8$7$ Contoh rangkaian untuk analisa dengan P12
er Khusus dalam PSpice
meter opsional adalah -DC/ dan C/$ Penggunaan parameter
an, karena digunakan untuk analisa transien
aimanapun 'uga, 'ika nda ingin mengubah tipe analisis dan
C, maka parameter C merupakan satu-satunya yang bisa
erikut:
ac=1 titik_2 titik_3 titik_4
V AC 1V PWL(1ms 12V 3ms 15V 8ms 4V)
r C akan diabaikan dalam analisa transien$
an dengan )aktu t B : detik untuk membuat titik data
an sapuan C "AC sweep# dengan sumber ini dan sumber ini
rhana dengan (rekuensi yang dideklarasikan$ C
ng sama sebagai berikut:
itik_1 titik_2 titik_3 titik_4
ms 10V 1ms 12V 3ms 15V 8ms 4V)
ta hapuskan parameter C dan mengganti parameter DC
lam da(tar PWL$ Secara umum cara penulisan dalam PSpice
nggunakan koma, spasi atau tabulasi untuk memisahkan
g bisa tidak dituliskan, berikut ini dituliskan tiga macam cara
ms,12V 3ms,15V 8ms,4V;
ms,12V,3ms,15V,8ms,4V)
ms,12V 3ms,15V 8ms,4V)
ien melebihi nilai dari titik )aktu terakhir yang dituliskan
erilaku sebagai sumber DC dengan nilai tegangan terakhir
mulasi$ Dan siklus tidak akan diulang sebagaimana p
gkaian yang ditun'ukkan pada gambar 8$7, akan digunakan
ontoh rangkaian untuk analisa dengan P12
7alaman 8:
aan parameter
n dan nilai C
pe analisis dan
unya yang bisa
tik_4
s 4V)
Parameter DC
buat titik data
dan sumber ini
Cara penulisan
parameter DC
n dalam PSpice
k memisahkan
ga macam cara
yang dituliskan
angan terakhir
gaimana pada
kan digunakan
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
7alaman 8*
Contoh PWL (psp08_04.cir)
Vs 1 0 PWL(0s,5V 1s,8V 2s,10V 3s,2v)
RS 1 2 1.0k
Cs 2 0 1mF IC=0V
.TRAN 1ms 5s 0s 1ms UIC
.PROBE
.END
7asil gra(ik <"*# sebagai masukan dan <"9# sebagai keluaran terhadap )aktu ditun'ukkan
pada gambar 8$8, garis lurus yang patah-patah merupakan sumber P12 kita, sedangkan
garis kur.a lainnya merupakan keluaran <"9#$

+ambar 8$8$ Plot gra(ik <"*# dan <"9# .ersus )aktu
8.4. Sumber Tabel (TABL)
Sumber ini dapat digunakan untuk metode pemodelan yang paling (leksibel dan ampuh
dalam PSpice$ Sumber ini merupakan sumber dependen karena keluarannya bergantung
pada tegangan atau arus yang dituliskan dalam suatu tabel data$ Pengacuan suatu titik data
dalam tabel dapat diker'akan dari persamaan masukan$ 3nterpolasi linear digunakan saat
nilai persamaan masukan di antara dua nilai tabel$ Perhatikan gra(ik yang ditun'ukkan pada
gambar 8$=$

7anya dua titik yang diperlukan dalam gra(ik di gambar 8$= tersebut, yaitu "-*m<,-*:<# dan
"*m<, *:<#$ Sembarang nilai antara -* m< dan F* m< saling bergantung secara interpolasi
linear dengan gra(ik tersebut$ Aisalnya, nilai tegangan masukan 8:: G< akan menghasilkan
tegangan keluaran sebesar 8<$ ?ika suatu nilai masukan berada di luar 'angkauan yang telah
dide(inisikan, maka akan menghasilkan keluaran berupa nilai terdekat, artinya tegangan
masukan 9 m< akan tetap menghasilkan tegangan keluaran *: <$

Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
+ambar 8$=
?ika kita amati gra(ik ini, terlihat bah)a perbandingan antara tegangan keluaran dan
masukan sebesar *:
!
"*:$:::#$
*:
!
antara -* m< hingga F* m< dari tegangan masukan$ Kita dapat menggunakannya untuk
mende(inisikan sebuah penguat operasional dengan penguatan kalang
yang mengalami kondisi saturasi
berkas PSpice:

Enama +n n
Etab 2 0 TABLE {V(1)}=(
dengan tegangan pada titik * sebagai masukan$
kemudian diikuti tegangan masukan
titik (-1mV,-10V) dan (1mV,1V)
urutan (masukan,keluaran)$ Karena interpolasi linear digu
pasangan data tersebut harus ditulis sedemikian rupa hingga nilai
urutan naik "ascending#$

Sekarang akan dide(inisikan sebuah sub
meman(aatkan sumber tabel ini
sebagaimana ditun'ukkan pada gambar 8$*:$
er Khusus dalam PSpice
mbar 8$=$ 3lustrasi sumber tabel
hat bah)a perbandingan antara tegangan keluaran dan
Dengan demikian, gra(ik ini menyatakan suatu penguatan
dari tegangan masukan$ Kita dapat menggunakannya untuk
operasional dengan penguatan kalang-terbuka sebesar *:
pada tegangan *: .olt$ &erikut ini cara penulisannya dalam
masukan in out in out
{V(1)}=(-1mV,-10V) (1mV,10V)
bagai masukan$ Penulisan TABLE harus diikuti dengan spasi,
ukan "V(1)# yang dinyatakan dengan tabel yang berisi dua
V,1V), masing-masing pasangan tersebut ditulis dengan
ena interpolasi linear digunakan antar pasangan data, maka
ditulis sedemikian rupa hingga nilai-nilai masukan dalam
sebuah sub-rangkaian penguat operasional dengan
i, resistansi masukan 8:: kH dan resistansi keluaran 8:
gambar 8$*:$
7alaman 89
keluaran dan
atu penguatan
akannya untuk
ka sebesar *:
!
lisannya dalam
i dengan spasi,
yang berisi dua
ditulis dengan
gan data, maka
masukan dalam
ional dengan
keluaran 8: H,
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
+ambar 8$*:
&erkas sub-rangkaian PSpice-nya sebagai berikut:
.SUBCKT OpAmpSat non inv out com
Ri non inv 500k
Ro int out 50.0
Et int com TABLE {V(non,inv)}=(
.ENDS
&erkaitan dengan e(ek saturasi atau 'enuh dengan menggunakan paradigma
rangkaian ini akan berperilaku seperti sebuah penguat operasional dengan F<cc dan
nya berturut-turut sebesar F*:< dan
Sekarang akan dicoba untuk mensimulasi
ditun'ukkan pada gambar 8$**$
+ambar 8$**$ Eangkaian penguat in.ersi "
&erkas PSpice-nya secara lengkap:
Contoh saturasi pada OpAmp
.SUBCKT OpAmpSat non inv out com
Ri non inv 500k
Ro int out 50.0
er Khusus dalam PSpice
*:$ Sub Eangkaian penguat operasional
a sebagai berikut:
nv out com
n,inv)}=(-1mV,-10V) (1mV,10V)
atau 'enuh dengan menggunakan paradigma T
eperti sebuah penguat operasional dengan F<cc dan
dan -*:<$
mensimulasikan sebuah rangkaian penguat in.ersi
kan digunakan sumber S36 untuk melihat e(ek saturasinya
ngkaian penguat in.ersi "inverting amplifier#
p:
pAmp (psp08_05.cir)
nv out com
7alaman 8;
T!L" ini, sub-
F<cc dan I<cc-
t in.ersi yang
k saturasinya$
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
7alaman 8!
Et int com TABLE {V(non,inv)}=(-1mV,-10V) (1mV,10V)
.ENDS
Vs 1 0 SIN(0V 1.5V 10Hz); last 3 params = 0
Rg 1 2 5k
Rf 2 3 50k
RL 3 0 10k
Xp 0 2 3 0 OpAmpSat; must include above subckt def.
.TRAN 100us 200ms 0s 100us
.PROBE
.END
+ra(ik tegangan masukan dan keluaran "<"*# dan <";## ditun'ukkan pada gambar 8$*9$
Karena penguatan opamp-nya sebesar *:, maka ketika tegangan masukan-nya *$8 .olt,
keluarannya men'adi *8 .olt dan akan mengalami saturasi "tetap *: .olt# karena F<cc dan I
<cc diset ke F*:< dan -*:<$

+ambar 8$*9$ Plot gra(ik <"*# dan <";# .ersus )aktu

Contoh yang lebih canggih dalam penggunaan sumber ini ditun'ukkan pada gambar 8$*;$
+ambar 8$*; merupakan pendekatan penya'ian karakteristik <-3 pada komponen dioda$ Kita
dapat membuat sebuah model dioda dengan sumber tabel ini, dengan masukannya berupa
arus yang melalui dioda yang bersangkutan$ ,ntuk melakukan hal ini, kita bisa gunakan
sumber tegangan DC dengan nilai nol sebagai pengukur arus, perhatikan gambar rangkaian
"+ambar 8$*8# yang menggunakan model dioda yang ditun'ukkan pada gambar 8$*!$

Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
+ambar 8$*;$ 3lustrasi penggunaan sumber tabel
&erkas PSpice untuk subrangkaian:
.SUBCKT My_diode anode cathode
Vx anode int DC 0V; use this to measure current
Ed int cathode TABLE {I(Vx)}=(
+ (0A,0V) (125mA,100mV) (250mA,150mV) (500m
+ (1.5A,250mV) (3.5A,300mV)
.ENDS
Sekarang kita u'i subrangkaian dioda kita dengan rangkaian penyearah setengah gelombang
yang ditun'ukkan pada gambar 8$*8$
er Khusus dalam PSpice
strasi penggunaan sumber tabel secara detil

+ambar 8$*!$ Aodel dioda
an:
cathode
e this to measure current
I(Vx)}=(-2uA,-5V) (-1uA,-1mV)
) (250mA,150mV) (500mA,200mV)
00mV)
ioda kita dengan rangkaian penyearah setengah gelombang
$*8$
7alaman 88
gah gelombang
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
+ambar 8$*8$ P
&erkas PSpice-nya dengan mode
Simulasi perilaku dioda
.SUBCKT My_diode anode cathode
Vx anode int DC 0V; use this to measure current
Ed int cathode TABLE {I(Vx)}=(
+ (0A,0V) (125mA,100mV) (250mA,150mV) (500mA,200mV)
+ (1.5A,250mV) (3.5A,300
.ENDS
Vs 1 0 SIN(0V 6V 10Hz)
Rl 2 0 5.0
Xd 1 2 My_diode; must include above SUBCKT
.TRAN 100us 200ms 0s 100us
.PROBE
.END
7asil gra(ik antara masukan <"*# dan keluaran <"9# ditun'ukkan pada gambar 8$*>$ &eda
tegangan antara <"*# dan <"9# tersebut selama setengah siklus positi( <"*# merupakan
tegangan ma'u yang melalui dioda$ Karena tegangan negati( terbesar yang dinyatakan da
model hanya -8 .olt, maka terdapat suatu
mencapai 8 .olt$ ?ika nda tidak menginginkan e(ek
dengan menuliskan nilai negati( sebesar mungkin pada pasangan data yang pertama$
er Khusus dalam PSpice
Penggunaan model dioda dalam rangkaian
dioda:
a (psp08_06.cir)
cathode
e this to measure current
I(Vx)}=(-2uA,-5V) (-1uA,-1mV)
) (250mA,150mV) (500mA,200mV)
00mV)
include above SUBCKT
00us
*# dan keluaran <"9# ditun'ukkan pada gambar 8$*>$ &eda
tersebut selama setengah siklus positi( <"*# merupakan
da$ Karena tegangan negati( terbesar yang dinyatakan da
rdapat suatu breakdown Jener saat tegangan balik dioda
k menginginkan e(ek breakdown dioda Jener, maka cukup
sebesar mungkin pada pasangan data yang pertama$
7alaman 8>
bar 8$*>$ &eda
*# merupakan
yatakan dalam
an balik dioda
r, maka cukup
ertama$
Tutorial PSpice 8 : Sumber-sumber Khusus dalam PSpice
7alaman 87
+ambar 8$*>$ Plot gra(ik <"*# dan <"9# .ersus )aktu

Perlu diingat, model dioda yang digunakan PSpice sebenarnya lebih canggih daripada yang
kita de(inisikan, tetapi tentunya dengan melibatkan sumber-daya yang lebih banyak$

1alaupun dua contoh sumber TABLE ini belum yang 'enis sumber arus, nda tetap dapat
membuatnya dengan mudah dengan mengganti huru( K"L dengan K$L sebelum nama
komponen sumber dan nilai-nilai keluaran pada pasangan data men'adi berbentuk arus
"bukan tegangan lagi#$

-- selesai tutorial 8 --

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 88
Tutorial PSpice ) :
Studi kasus sumber-sumber khusus
9.1. Studi Kasus-1

Sebuah masukan pulsa, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 9.1.b, diumpankan ke
rangkaian !" #gambar 9.1.a$. %unakan PSpice untuk menghitung dan menggambar gra&ik
tanggap transien dari ' hingga ('' udetik dengan kenaikan 1 udetik. Tegangan kapasitor
)#*$ dan arus +ang melalui 1, ,#1$, +ang akan digambar gra&ikn+a. -ama rangkaiann+a
psp09_01.cir #atau psp09_01s.sch untuk gambar skeman+a$.

%ambar 9.1. angkaian untuk Studi .asus / 1

9.1.1. Solusi Studi Kasus-1

0nda bisa men+elesaikan kasus ini dengan menggambar langsung rangkaian menggunakan
PSpice Schematic Editor, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 9.1. %unakan
Voltage/Level Marker #)$ pada titik * untuk menggambar )#*$ dan Curret Marker #,$ pada
titik 2 untuk menggambar ,#1$, arus +ang melalui 1.

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber
Sumber tegangan )in berupa
.emudian jangan lupa untuk mengedit isi parameter
dan diisi dengan nilai-nilai sesuai gambar pulsa +ang diinginkan #g
gambar 9.1.c$, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 9.*.
%ambar 9.1. Solusi dengan skematik
%ambar 9.*. Pengisian parameter pada
3ika anda ingin menggunakan editor teks biasa, maka ketiklah program PSpice berikut
Rangkaian Tutorial 9 Contoh 1
Vin 7 0 pulse (-220V 220V 0 1ns 1ns 100us 200us)
R1 7 5 2
L1 5 3 50uH
C1 3 0 10uF
.tran 1us 400us ; p
.probe i(R1) v(3) ; p
.end
.emudian lakukan simulasi, dari editor rangkaian bisa dilakukan dengan cara menekan
tombol 411, tetapi sebelumn+a, lakukan pengaturan analisa transien sebagaimana
ditunjukkan pada gambar 9.(.
mber-sumber khusus
VP!LSE #bisa diperoleh dengan "et Part
engedit isi parameter VP!LSE #lakukan dengan klik
i gambar pulsa +ang diinginkan #gambar 9.1.b dan mengikuti
njukkan pada gambar 9.*.
mbar 9.1. Solusi dengan skematik
.*. Pengisian parameter pada VP!LSE
itor teks biasa, maka ketiklah program PSpice berikut
ontoh 1 (psp09_01.cir)
20V 0 1ns 1ns 100us 200us)
perintah untuk analisa transien
plot grafik i pada R1 dan v pada titik 3
ri editor rangkaian bisa dilakukan dengan cara menekan
n+a, lakukan pengaturan analisa transien sebagaimana
Halaman 89
atau Ctrl#"$.
gan klik-ganda$
dan mengikuti
berikut ini:
n
da titik 3
cara menekan
sebagaimana
Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 9'
Pengisian parameter analisa transien dilakukan dengan memilih menu $al%sis Setup...
kemudian dipilih &rasiet $al%sis, sehingga ditampilkan jendela sebagaimana ditunjukkan
pada gambar 9.(. Pengisian tersebut didasarkan pada permintaan atau kebutuhan.

%ambar 9.(. Pengisian parameter analisa transien

Hasil simulasi sebagaimana ditunjukkan pada gambar 9.5

%ambar 9.5. Hasil simulasi studi kasus / 1

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber
9.2. Studi Kasus-2

Tiga rangkaian !" dengan 61 ohm, 1 ohm dan 8 ohm ditunjukkan pada gambar 9.7.a.
8asukann+a berupa tegangan
%unakan PSpice untuk menghitung dan menggambar tanggap transien dari ' hingga (''
udetik dengan kenaikan 1 udetik.
keluaran, )#*$, )#7$ dan )#9$ +ang harus dig
psp09_0'.cir #atau psp09_0's.sch
%ambar 9.7. angkaian untuk studi kasus
9.2.1. Solusi Studi Kasus
9ntuk gambar rangkaian menggunakan
9.2. 9ntuk masing-masing sumber tegangan )1, )1 dan )* harus diisi parameter
+ang terkait, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 9.8 #sesuai dengan soal studi kasus
%ambar 9.2. Solusi dengan skematik
mber-sumber khusus
ohm, 1 ohm dan 8 ohm ditunjukkan pada gambar 9.7.a.
undak, sebagaimana ditunjukkan pada gambar 9.7.b.
ung dan menggambar tanggap transien dari ' hingga (''
k. Tegangan masing-masing kapasitor merupakan tegangan
ang harus digambar gra&ikn+a. -ama rangkaiann+a adalag
ch untuk gambar skeman+a$.
9.7. angkaian untuk studi kasus / 1
-2
gunakan PSpice Schematic Editor ditunjukkan pada gambar
er tegangan )1, )1 dan )* harus diisi parameter
ukkan pada gambar 9.8 #sesuai dengan soal studi kasus
mbar 9.2. Solusi dengan skematik
Halaman 91
gambar 9.7.a.
gambar 9.7.b.
i ' hingga (''
akan tegangan
aiann+a adalag
n pada gambar
eter-parameter
tudi kasus-1$.

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber
8asing-masing titik *, 7 dan 9 diberi )oltag
akan langsung tergambar. Sedangkan untuk program PSpice
berikut, hasil simulasi ditunjukkan pada gambar 9.9.
Rangkaian Tutorial 9 Contoh 2
VI1 1 0 PWL (0 0 1ns 1v 1ms 1v)
VI2 4 0 PWL (0 0 1ns 1v 1ms 1v)
VI3 7 0 PWL (0 0 1ns 1v 1ms 1v)
R1 1 2 2
L1 2 3 50uH
C1 3 0 10uF
R2 4 5 1
L2 5 6 50uH
C2 6 0 10uF
R3 7 8 8
L3 8 9 50uH
C3 9 0 10uF
.tran 1us 400us
.probe v(3) v(6) v(9)
.end
%ambar 9.8. Pengisian parameter )P:! untuk )1, )1 dan )*
mber-sumber khusus
diberi )oltage;!e<el 8arker, sehingga ketika disimulasikan
dangkan untuk program PSpice-n+a ditunjukkan sebagai
n pada gambar 9.9.
ontoh 2 (psp08_02.cir)
v 1ms 1v) ; step 1 volt
v 1ms 1v) ; step 1 volt
v 1ms 1v) ; step 1 volt
gisian parameter )P:! untuk )1, )1 dan )*
Halaman 91
a disimulasikan
ukkan sebagai
t
t
t
Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 9*
%ambar 9.9. Hasil simulasi studi kasus-1
9.3. Studi Kasus-3

9langi studi kasus-1, han+asaja masukann+a sekarang berupa gelombang sinusoidal dengan
bentuk atau persamaan <
in
6 1' sin #1= > 5'''t$.
9.3.1. Solusi Studi Kasus-3

?ari program PSpice untuk studi kasus-1 kita modi&ikasi jenis sumber tegangann+a,
men+esuaikan dengan gelombang sinusoidal +ang diinginkan, ingatlah bah@a bentuk
tegangan sinusoidal dituliskan sebagai:

+,-./01
dengan kata lain, sumber tegangan +ang diinginkan memiliki amplitudo 1' <olt dan
&rekuensi 5''' HA atau 5kHA. Sehingga program PSpice-n+a #nama program psp09_01a.cir$
sebagai berikut:

Rangkaian Tutorial 9 Contoh 1 Modifikasi (psp09_01a.cir)
Vin 7 0 SIN (0 10 5kHz)
R1 7 5 2
L1 5 3 50uH
C1 3 0 10uF
.tran 1us 500us ; perintah untuk analisa transien
.probe i(R1) v(3) ; plot grafik i pada R1 dan v pada titik 3
.end
Hasil simulasi-n+a ditunjukkan pada gambar 9.1'.

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 9(
%ambar 9.1'. Hasil simulasi studi kasus-*
9.4. Studi Kasus-4

9ntuk rangkaian +ang ditunjukkan pada gambar 9.11.a, hitung dan gambar gra&ikn+a dengan
PSpice untuk melihat tanggap transien dari ' hingga 1 mdetik dengan kenaikan 5 udetik.
Tegangan keluaran pada resistor 1 dan tegangan masukann+a sebagaimana ditunjukkan
pada gambar 9.11.b. ?igunakan model untuk komponen , ! dan ":

Parameter model untuk resistor adalah 61, T"16'.'1 dan T"16'.''5.
Sedangkan untuk kapasitor adalah "61, )"16'.'1, )"16'.''1, T"16'.'1 dan T"16'.''5.
Serta untuk induktor adalah !61, ,!16'.1, ,!16'.''1, T"16'.'1 dan T"16'.''5.
Suhu kerjan+a 5'B".

%ambar 9.11. angkaian untuk studi kasus / (

9.4.1. Solusi Studi Kasus-4

Solusi paling mudah untuk kasus pemodelan komponen adalah dengan cara membuat
program atau berkas PSpice-n+a sebagai berikut #nama program psp09_0(.cir$:

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 95
Rangkaian Tutorial 9 Contoh 3 (psp09_03.cir)
Vs 1 0 PWL (0 0 10ns 10v 2ms 10v) ; tegangan tangga untuk pulsa
PWM
R1 1 2 RMOD 6ohm ; resistansi dengan model RMOD
L1 2 3 LMOD 1.5mH ic=3A ; arus awal 3A dan modelnya
LMOD
C1 3 0 CMOD 2.5uF ic=4V ; tegangan awal 4V dan modelnya
CMOD
R2 3 0 RMOD 2ohm
.temp 50 ; suhu kerja 50 derajat celcius
* pernyataan model untuk resistor, induktor dan kapasitor
.model RMOD RES (R=1 TC1=0.02 TC2=0.005)
.model CMOD CAP (C=1 VC1=0.01 VC2=0.002 TC1=0.02 TC2=0.005)
.model LMOD IND (L=1 IL1=0.1 IL2=0.002 TC1=0.02 TC2=0.005)
.tran 5us 1ms UIC
.probe v(3) v(1)
.end
Hasil simulasi ditunjukkan pada gambar 9.11.

%ambar 9.11. Hasil simulasi untuk studi kasus / (
9.5. Studi Kasus-5

9langi studi kasus / 5, dengan anggapan tegangan +ang melalui kapasitor diatur
menggunakan perintah .)C daripada )C dan !)C tidak dituliskan.
9.5.1. Solusi Studi Kasus-5

9ntuk mengatur tegangan +ang melalui kapasitor menggunakan perintah .,", maka
tambahkan perintah berikut pada program PSpice-n+a:

.IC V(3)=4V ; titik 3 diatur ke 4 volt

dan perintah 9," pada pern+ataan .T0- dihilangkan #nama program psp09_0(a.cir$.
8enggunakan PSpice Student Cdition, programn+a sebagai berikut:
Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 97
Rangkaian Tutorial 9 Contoh 3 (psp09_03a.cir)
Vs 1 0 PWL (0 0 10ns 10v 2ms 10v) ; tegangan tangga untuk pulsa
PWM
R1 1 2 RMOD 6ohm ; resistansi dengan model RMOD
L1 2 3 LMOD 1.5mH ; modelnya LMOD
C1 3 0 CMOD 2.5uF ; modelnya CMOD
R2 3 0 RMOD 2ohm
.temp 50 ; suhu kerja 50 derajat
celcius
* pernyataan model untuk resistor, induktor dan kapasitor
.model RMOD RES (R=1 TC1=0.02 TC2=0.005)
.model CMOD CAP (C=1 VC1=0.01 VC2=0.002 TC1=0.02 TC2=0.005)
.model LMOD IND (L=1 IL1=0.1 IL2=0.002 TC1=0.02 TC2=0.005)
.IC v(3)=4V ; titik 3 diatur ke 4 volt
.tran 5us 1ms
.probe v(3) v(1)
.end
Hasil simulasi +ang ditunjukkan pada gambar 9.1* berbeda dengan hasil simulasi
sebelumn+a #gambar 9.1*$, hal ini dikarenakan tegangan kapasitor di atur ke ( <olt #pada
a@aln+a$.

%ambar 9.1*. Hasil simulasi untuk studi kasus / 5
9.6. Studi Kasus-6

Sebuah rangkaian dengan saklar terkendali-tegangan ditunjukkan pada gambar 9.1(. 3ika
tegangan masukann+a adalah )
s
6 1'' sin #1= > 1'''t$, gambarkan gra&ik tegangan pada
titik * dan arus +ang melalui resistor beban ! untuk durasi ' hingga 1 mdetik dengan
kenaikan 5 udetik. Parameter model untuk saklar adalah D-65m, D4461'eE9, )D-615m
dan )D446'.'.

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 92
%ambar 9.1(. angkaian untuk studi kasus / 7

9.6.1. Solusi Studi Kasus-6

Sumber tegangan )>6') disisipkan untuk memonitor arus keluaran, program PSpice
selengkapn+a #nama program psp09_0*.cir$ sebagai berikut:

Rangkaian Tutorial 9 Contoh 4 (psp09_04.cir)
Vs 1 0 SIN (0 200v 1kHz) ; tegangan sinusoidal dengan puncak
200v
Rs 1 2 100ohm
R1 2 0 100kohm
E1 3 0 2 0 0.1 ; saklar terkendali tegangan dengan penguatan
0.1
Rl 4 5 2ohm
Vx 5 0 DC 0V ; mengukur arus beban
S1 3 4 3 0 SMOD ; saklar tekendali tegangan dengan model SMOD
.model SMOD VSWITCH (RON=5M ROFF=10E+9 VON=25M VOFF=0.0)
.tran 5us 1ms
.probe v(3) i(vx)
.end
Hasil simulasi ditunjukkan pada gambar 9.15.

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 98
%ambar 9.15. Hasil simulasi untuk studi kasus / 5
9.7. Studi Kasus-7

angkaian !" sebagaimana ditunjukkan pada gambar 9.17.a akan dilakukan analisa
transien ?" dengan cara membuka dan menutup saklar S1 dengan diagram pe@aktuan +ang
ditunjukkan pada gambar 9.17.b. %unakan PSpice untuk menghitung dan menggambar
gra&ik arus +ang melalui induktor i
!
dan tegangan pada kapasitor <
c
dari ' hingga 1' mdetik
dengan kenaikan 5 udetik. Parameter model untuk saklar adalah D-6'.'1, D4461'eE5,
)D446'.1) dan )D446').

%ambar 9.17. angkaian untuk studi kasus / 2
Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 99
9.7.1. Solusi Studi Kasus-7

9ntuk pembukaan dan penutupan saklar sesuai dengan gambar 9.17.b +ang dibutuhkan
adalah sebuah sumber tegangan )g #lihat gambar 9.17.a$ sebagai sumber tegangan pulsa
#P!LSE$ +ang dideklarasikan sebagai berikut:

Vg 8 0 PULSE (0V 10V 5ms 1us 1us 5ms 10.01ms)

dan saklar S1-n+a merupakan saklar +ang bergantung pada tegangan )g dan model S8D?:

S1 3 0 8 0 SMOD ; saklar tegangan dengan model
SMOD
.model SMOD VSWITCH (RON=0.01 ROFF=10e+5 VON=0.1v VOFF=0v)

program selengkapn+a, dengan nama psp09_0+.cir, ditunjukkan sebagai berikut:

Rangkaian Tutorial 9 Contoh 5 (psp09_05.cir)
Vs 1 0 DC 200V ; sumber tegangan 100V DC
Vg 8 0 PULSE (0V 10V 5ms 1us 1us 5ms 10.01ms)
Rg 8 0 10meg ; resistansi tinggi untuk
kontinyuitas
R1 1 2 4.7k
R2 2 0 1.5k
R3 2 3 2.5k
R4 4 0 5k
R5 4 5 1k
R6 5 6 150
R7 6 0 5k
Vx 7 4 DC 0v ; mengukur arus yang melalui L1
C1 6 0 0.1uF ic=10v ; kapasitor dengan tegangan awal
L1 3 7 5H ic=4mA ; induktor dengan arus awal
F1 0 5 Vx 0.5 ; sumber arus terkendali-arus
S1 3 0 8 0 SMOD ; saklar tegangan dengan model SMOD
.model SMOD VSWITCH (RON=0.01 ROFF=10e+5 VON=0.1v VOFF=0v)
.tran 5us 20ms uic
.probe v(6) i(vx)
.end
hasil simulasi ditunjukkan pada gambar 9.12. .arena rangkaian memiliki dua elemen
pen+impan energi, maka karakteristik-n+a merupakan sistem orde kedua.

Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 1''
%ambar 9.12. Hasil simulasi untuk studi kasus / 2
9.8. Studi Kasus-8

Sebuah rangkaian +ang dilengkapi dengan sebuah saklar terkendali arus ditunjukkan pada
gambar 9.18. 8enggunakan PSpice, lakukan penggambaran gra&ik tegangan kapasitor dan
arus induktor untuk durasi ' hingga 17' udetik dan kenaikan 1 udetik. Parameter model
untuk saklar adalah D-61eE7, D446'.''1, ,D-61m0 dan ,D446'.

%ambar 9.18. angkaian untuk studi kasus / 8
9.8.1. Solusi Studi Kasus-8

Tegangan sumber )>6') disisipkan untuk memonitor arus pengontrol, program
selengkapn+a #dengan nama psp09_0,.cir$ sebagai berikut:

Rangkaian Tutorial 9 Contoh 6 (psp09_06.cir)
C1 1 0 40uF ic=200v ; kapasitor dengan tegangan awal 200v
Vx 2 1 DC 0v ; sumber tegangan 'dummy' untuk mengukur
arus
W1 2 3 vx SMOD ; saklar terkendali-arus dengan model
SMOD
.model SMOD ISWITCH (RON=1e+6 ROFF=0.001 ION=1mA IOFF=0)
L1 3 0 50uH
.tran 1us 160us uic
Tutorial PSpice 9 : Studi kasus sumber-sumber khusus
Halaman 1'1
.probe v(1) i(w1)
.end
Hasil simulasi ditunjukkan pada gambar 9.19. Saklar :1 bertingkah seperti dioda dan han+a
membolehkan arus positi& saja +ang le@at. Tegangan a@al kapasitor-lah +ang menggerakkan
sumber.

%ambar 9.19. Hasil simulasi untuk studi kasus - 8

-- selesai tutorial 9 --

Ringkasan Perintah PSpice
Halaman 102
*+,G'!S!, P-*+,T!. PSP+#-
DEVICES

C device - Capacitor.
C{name} {+node} {-node} [{model}] {value} [IC={initial}]
Examples:
CLOAD 15 0 20pF
CFDBK 3 33 CMOD 10pF IC=1.5v

D device - Diode.
D{name} {+node} {-node} {model} [area]
Examples:
DCLAMP 14 0 DMOD

I device - Current Source.
I{name} {+node} {-node} [[DC] {value}] [AC {mag} [{phase}]]
Examples:
IBIAS 13 0 2.3mA
IAC 2 3 AC .001
IPULSE 1 0 PULSE(-1mA 1mA 2ns 2ns 2ns 50ns 100ns)
I3 26 77 AC 1 SIN(.002 .002 1.5MEG)

J device - Junction FET.
J{name} {d} {g} {s} {model} [{area]}
Examples:
JIN 100 1 0 JFAST

K device - Inductor Coupling.
K{name} L{name} { L{name} }* {coupling}
Examples:
KTUNED L3OUT L4IN .8
KXFR1 LPRIM LSEC .99

L device - Inductor.
L{name} {+node} {-node} [model] {value} [IC={initial}]
Examples:
LLOAD 15 0 20mH
L2 1 2 .2e-6
LSENSE 5 12 2uH IC=2mA

M device - MOSFET.
M{name} {d} {g} {s} {sub} {mdl} [L={value}] [W={value}]
+ [AD={value}] [AS={value}]
+ [PD={value}] [PS={value}]
+ [NRD={value}] [NRS={value}]

Examples:
M1 14 2 13 0 PNOM L=25u W=12u
M13 15 3 0 0 PSTRONG

Ringkasan Perintah PSpice
Halaman 103
Q device - Bipolar Transistor.
Q{name} {c} {b} {e} [{subs}] {model} [{area}]
Examples:
Q1 14 2 13 PNPNOM
Q13 15 3 0 1 NPNSTRONG 1.5

R device - Resistor.
R{name} {+node} {-node} [{model}] {value}
Examples:
RLOAD 15 0 2k

S device - Voltage-Controlled Switch.
S{name} {+node} {-node} {+control} {-control} {model}
Examples:
S12 13 17 2 0 SMOD

T device - Transmission Line.
T{name} {A+} {A-} {B+} {B-} Z0={value}
[TD={val} | F={val}[NL={val}]]
Examples:
T1 1 2 3 4 Z0=220 TD=115ns
T2 1 2 3 4 Z0=50 F=5MEG NL=0.5

V device - Voltage Source.
V{name} {+node} {-node} [[DC] {value}] [AC {mag} [{phase}]]
Examples:
VBIAS 13 0 2.3mV
VAC 2 3 AC .001
VPULSE 1 0 PULSE(-1mV 1mV 2ns 2ns 2ns 50ns 100ns)
V3 26 77 AC 1 SIN(.002 .002 1.5MEG)

X device - Subcircuit Call.
X{name} [{node}]* {subcircuit name}
Examples:
X12 100 101 200 201 DIFFAMP

CONTROLLED SOURCES

E device - Voltage Controlled Voltage Source VCVS.
E{name} {+node} {-node} {+cntrl} {-cntrl} {gain}
E{name} {+node} {-node} POLY({value}) {{+cntrl} {-cntrl}}* {{coeff}}*
Examples:
EBUFF 1 2 10 11 1.0
EAMP 13 0 POLY(1) 26 0 500

F device - Current Controlled Current Source CCCS.
F{name} {+node} {-node} {vsource name} {gain}
Examples:
FSENSE 1 2 VSENSE 10.0

G device - Voltage Controlled Current Source VCCS.
G{name} {+node} {-node} {+control} {-control} {gain}
Examples:
GBUFF 1 2 10 11 1.0

Ringkasan Perintah PSpice
Halaman 104
H device - Current Controlled Voltage Source CCVS.
H{name} {+node} {-node} {vsource name} {gain}
H{name} {+node} {-node} POLY({value}) { {vsource name} }* {{coeff}}*
Examples:
HSENSE 1 2 VSENSE 10.0
HAMP 13 0 POLY(1) VIN 500

INPUT SOURCES

EXPONENTIAL
EXP( {v1} {v2} {trise_delay} {tau_rise} {tfall_delay} {tau_fall) )
PULSE
PULSE( {v1} {v2} {tdelay} {trise} {tfall} {width} {period} )
PIECE WISE LINEAR
PWL( {time1} {v1} {time2} {v2} ... {time3} {v3} )
SINGLE FREQUENCY FM
SFFM( {voffset} {vpeak} {fcarrier} {mod_index} {fsignal} )
SINE WAVE
SIN( {voffset} {vpeak} {freq} {tdelay} {damp_factor} {phase} )

ANALOG BEHAVIORAL MODELING

VALUE
E|G{name} {+node} {-node} VALUE {expression}
Examples:
GMULT 1 0 VALUE = { V(3)*V(5,6)*100 }
ERES 1 3 VALUE = { I(VSENSE)*10K }

TABLE
E|G{name} {+node} {-node} TABLE {expression} = (invalue, outvalue)*
Examples:
ECOMP 3 0 TABLE {V(1,2)} = (-1MV 0V) (1MV, 10V)
LAPLACE
E|G{name} {+node} {-node} LAPLACE {expression} {s expression}
Examples:
ELOPASS 4 0 LAPLACE {V(1)} {10 / (s/6800 + 1)}
FREQ
E|G{name} {+node} {-node} FREQ {expression} (freq, gain, phase)*
Examples:
EAMP 5 0 FREQ {V(1)} (1KZ, 10DB, 0DEG) (10KHZ, 0DB, -90DEG)
POLY
E|G{name} {+node} {-node} POLY(dim) {inputs X} {coeff k0,k1,...} [IC=value]
Examples:
EAMP 3 0 POLY(1) (2,0) 0 500
EMULT2 3 0 POLY(2) (1,0) (2,0) 0 0 0 0 1
ESUM3 6 0 POLY(3) (3,0) (4,0) (5,0) 0 1.2 0.5 1.2
COEFFICIENTS
POLY(1)
y = k0 + k1X1 + k2X1X1 + k3X1X1X1 + ...
POLY(2)
y = k0 + k1X1 + k2X2 +
+ k3X1X1 + k4X2X1 + k5X2X2 +
+ k6X1X1X1 + k7X2X1X1 + k8X2X2X1 +
+ k9X2X2X2 + ...
POLY(3)
y = k0 + k1X1 + k2X2 + k3X3 +
+ k4X1X1 + k5X2X1 + k6X3X1 +
+ k7X2X2 + k8X2X3 + k9X3X3 + ...

Ringkasan Perintah PSpice
Halaman 105
STATEMENTS

AC - AC Analysis.
.AC [LIN][OCT][DEC] {points} {start} {end}
Examples:
.AC LIN 101 10Hz 200Hz
.AC DEC 20 1MEG 100MEG

.DC - DC Analysis.
.DC [LIN] {varname} {start} {end} {incr}
.DC [OCT][DEC] {varname} {start} {end} {points}
Examples:
.DC VIN -.25 .25 .05
.DC LIN I2 5mA -2mA 0.1mA VCE 10V 15V 1V

.FOUR - Fourier Analysis.
.FOUR {freq} {output var}*
Examples:
.FOUR 10KHz v(5) v(6,7)

.IC - Initial Transient Conditions.
.IC { {vnode} = {value} }*
Examples:
.IC V(2)=3.4 V(102)=0

.MODEL Device Model.
.MODEL {name} {type}
Typename Devname Devtype
CAP Cxxx capacitor
IND Lxxx inductor
RES Rxxx resistor
D Dxxx diode
NPN Qxxx NPN bipolar
PNP Qxxx PNP bipolar
NJF Jxxx N-channel JFET
PJF Jxxx P-channel JFET
NMOS Mxxx N-channel MOSFET
PMOS Mxxx P-channel MOSFET
VSWITCH Sxxx voltage controlled switch

Examples:
.MODEL RMAX RES (R=1.5 TC=.02 TC2=.005)
.MODEL QDRIV NPN (IS=1e-7 BF=30)

.NODESET Initial bias point guess.
.NODESET { {node}={value} }*
Examples:
.NODESET V(2)=3.4 V(3)=-1V

.NOISE - Noise Analysis.
.NOISE {output variable} {name} [{print interval}]
Examples:
.NOISE V(5) VIN

Ringkasan Perintah PSpice
Halaman 106
.PLOT Plot Output.
.PLOT [DC][AC][NOISE][TRAN] [ [{output variable}*]
Examples:
.PLOT DC V(3) V(2,3) V(R1) I(VIN)
.PLOT AC VM(2) VP(2) VG(2)

.PRINT Print Output.
.PRINT [DC][AC][NOISE][TRAN] [{output variable}*]
Examples:
.PRINT DC V(3) V(2,3) V(R1) IB(Q13)
.PRINT AC VM(2) VP(2) VG(5) II(7)

.PROBE Save simulation output PSPICE COMMAND.
.PROBE [output variable]*
Examples:
.PROBE
.PROBE V(3) VM(2) I(VIN)

.SENS - Sensitivity Analysis.
.SENS {output variable}*
Examples:
.SENS V(9) V(4,3) I(VCC)

.SUBCKT - Subcircuit Definition.
.SUBCKT {name} [{node}*]
Examples:
.SUBCKT OPAMP 1 2 101 102

.TEMP Temperature Analysis.
.TEMP {value}*
Examples:
.TEMP 0 27 125

.TF DC Transfer Function.
.TF {output variable} {input source name}
Examples:
.TF V(5) VIN

.TRAN - Transient Analysis.
.TRAN {print step value} {final time} [{no print time}
[{step ceiling value}]] [UIC]
Examples:
.TRAN 5NS 100NS
-- selesai ringkasan --
Eksperimen I : Simulasi Rangkaian Sederhana
Halaman 107
-ksperimen + :
Simulasi *angkaian Sederhana
1.1. Struktur Program

Program PSpice sebenarnya merupakan rangkaian data dan perintah-perintah !nda harus
menulis progran PSpice dalam "ormat umum sebagai berikut:

Judul
Deklarasi data
Kontrol
Keluaran
Pernyataan <end>

#eterangan:

1 Judul: bisa berupa sembarang kata$kalimat sesuai pilihan !nda%
& Deklarasi data: merupakan deklarasi komponen-komponen yang digunakan
dalam rangkaian dan bagaimana hubungan antara satu komponen dengan
komponen lainnya dalam rangkaian%
' Kontrol: merupakan perintah analisa (simulasi) yang harus diker*akan pada
rangkaian+ misalnya ,.op-+ ,.tran-+ ,.dc- dan lain sebagainya%
. Keluaran: pernyataan yang dituliskan disini digunakan untuk memerin-tahkan
PSpice agar memberikan in"ormasi tentang rangkaian !nda bisa memperoleh
in"ormasi tegangan dan arus /0 pada rangkaian dengan perintah ,.print dc V(x)
I(R1)-+ selain itu bisa *uga diminta untuk menampilkan plot gra"ik dengan
perintah ,.probe-%
1 Pernyataan <end>: merupakan pernyataan sederhana ,.end- sebagai akhir
program$data PSpice yang bersangkutan

2idak setiap program PSpice mengandung kelima macam deklarasi tersebut+ contohnya
untuk rangkaian kita+ tidak memiliki Kontrol
1.2. Komponen-Komponen PSpice Yang Digunakan

3erikut ini da"tar komponen-komponen linear yang digunakan selama praktikum+ beberapa
komponen lain akan di*elaskan lebih lan*ut pada modul yang terkait

Eksperimen I : Simulasi Rangkaian Sederhana
Halaman 104
u!ber "e#an#an dan $rus

Deskripsi su!ber Deskripsi perinta%
Sumber tegangan /0 independen Vnama titik+ titik- nilai
Sumber arus /0 independen Inama In titik Out titik nilai
Voltage Controlled Voltage Source /0
(sumber tegangan dependen)
Enama titik+ titik-
titik_kontrol+ titik_kontrol-
penguatan
Sumber tegangan sinusoidal
bergantung 5aktu (time dependent)
Vnama titik+ titik- SIN ofset
amplitudo frekuensi
Sumber tegangan kotak atau gerga*i
bergantung 5aktu
Vnama titik+ titik- PULSE init
peak+ delay rise_time
fall_time lebar periode
Sumber tegangan phasor sinusoidal !0
Vnama titik+ titik- AC besaran
fase (dalam derajat)
Ko!ponen&ko!ponen pasi'

Deskripsi ko!ponen Deskripsi perinta%
Resistor
Rnama titik+ titik- nilai
#apasitor
Cnama titik+ titik- nilai
Induktor
Lnama titik+ titik- nilai
1.3. Aturan-Aturan Dasar PSpice

6ama berkas+ program harus disimpan dengan ekstensi ,.cir-+ *ika program !nda
berhasil disimulasikan+ maka PSpice akan membuat berkas keluaran dengan nama yang
sama tetapi dengan ekstensi ,.out- (lihat contoh pada halaman sebelumnya) 7ika
keluaran gra"ik dibuat oleh PSpice+ maka akan dihasilkan berkas gra"ik dengan nama
yang sama dengan ekstensi ,.dat-+ berkan inilah yang digunakan oleh Probe untuk
menampilkan plot gra"ik%
8rutan perintah$pernyataan+ baris pertama dari program harus berupa baris *udul3aris
yang terakhir harus diakhiri dengan pernyataan ,.end- 3adan program merupakan ,roti
sand5ich- di antara kedua baris tersebut (pertama dan terakhir)+ artinya disarankan
untuk mengikuti urutan yang telah di*elaskan sebelumnya+ tetapi !nda bisa merubah
urutan tersebut+ kecuali pernyataan ,.para!- (akan di*elaskan pada 9odul &)%
#omentar+ PSpice membolehkan !nda menuliskan komentar di dalam program Setiap
komentar harus dia5ali dengan tanda titik-koma (,(-)+ misalnya:

Vs 1 0 10 ; Ini merupakan deklarasi tegangan

:an*utan baris+ *ika ada pernyataan-pernyataan yang tidak cukup dituliskan dalam satu
baris+ maka !nda bisa meneruskan menuliskannya pada baris berikutnya dengan
menambahkan tanda plus ,;- di kolom pertama baris yang lan*utan+ misalnya+ deklarasi
suatu resistor 10k dengan cara:

Rabcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1 0
+ 10k
Eksperimen I : Simulasi Rangkaian
Huru" besar$kecil+ PSpice tidak membedakan huru" besar dan kecil+ sehingga (misalnya)
pernyataan Rkeluaran dengan
#arakter+ spasi+ tabulasi dan koma diperlakukan sama dalam PSpice+ misalnya:
Vin 1,0,10
Vin 1 0 10
Vin 1 0

6ilai dan unit+ unit default adalah <olt+ ampere+ ohm+ "arad+ henry dan seterusnya 6ilai
nilai dapat diberikan dalam "ormat desimal (misalnya 0001) atau dalam eksponensial
(misalnya 1e-') atau menggunakan singkatan standar (misalnya 1m) Standar singkatan
lainnya sebagai beikut:

pico p
nano n
mikro u
mili m
2anda+ sebagaimana *uga akan diterangkan pada 9odul &+ PSpice menggunakan aturan
tanda pasi" /engan demikian+ tegangan yang melalui suatu komponen dide"inisikan
sebagai tegangan antara titik pertama dengan titik kedua yang dituliskan !rus yang
melalui suatu komponen ditetapkan positi" *ika mengalir dari titik pertama dan keluar
dari titik kedua yang dituliskan
6ama titik+ anda boleh menamai titik dengan sembarang string sesuka !nda+ tapi ada
titik yang harus diberi nama atau label =
3eda tegangan+ V(titik1)titik*)
2idak boleh ada titik yang mengambang
minimal ke dua komponen
1.4. Eksperimen I.1

Perhatikan rangkaian sederhana
label angka yang digunakan untuk
n Sederhana
ak membedakan huru" besar dan kecil+ sehingga (misalnya)
n rK+,-$R$. adalah sama%
koma diperlakukan sama dalam PSpice+ misalnya:
sama dengan
sama dengan
10 (dengan tab)
dalah <olt+ ampere+ ohm+ "arad+ henry dan seterusnya 6ilai
"ormat desimal (misalnya 0001) atau dalam eksponensial
unakan singkatan standar (misalnya 1m) Standar singkatan
kilo k
mega meg (bukan 9)
giga g
an diterangkan pada 9odul &+ PSpice menggunakan aturan
an+ tegangan yang melalui suatu komponen dide"inisikan
ik pertama dengan titik kedua yang dituliskan !rus yang
tetapkan positi" *ika mengalir dari titik pertama dan keluar
an
amai titik dengan sembarang string sesuka !nda+ tapi ada
atau label =/> yaitu titik ground%
*) adalah singkatan dari V(titik1) 0 V(titik*)%
gambang+ setiap titik dalam rangkaian harus dihubungkan
yang ditun*ukkan pada ?ambar E11+ perhatikan
uk memberi nama titik-titik (nodes) rangkaian
?ambar E11
Halaman 10@
gga (misalnya)
nya:
terusnya 6ilai-
m eksponensial
ndar singkatan
unakan aturan
n dide"inisikan
kan !rus yang
ma dan keluar
!nda+ tapi ada
s dihubungkan
kan *uga label-
Eksperimen I : Simulasi Rangkaian Sederhana
Halaman 110
9isalkan+ akan dihitung tegangan pada titik & (terhadap titik ?6/+ titik A0 atau tegangan
pada resistor R&) dan arus yang melalui rangkaian tersebut Secara teoritis+ bisa dihitung:

Rtotal 1 R1 2 R* 1 *k 2 3k 1 4ko%!
I 1 V5Rtotal 1 454k 1 1 !$) se%in##a
V* 1 I 6 R* 1 1 !$ 6 3k 1 3 7olt

2uliskan sebuah program PSpice mengikuti rangkaian ?ambar E11 sebagai berikut:

Eksperimen 1 Tugas 1
Vs 1 0 5
R1 1 2 2k
R2 2 0 3k
:angkah-langkah memulai simulasi dengan PSpice Student Edition:

1 !ktikan program Ppice Desi#n 8ana#er dari PSpice Student Edition Bersi @1 dengan
memilih menu tart Pro#ra! 9iles Ppice tudent Ppice Desi#n 8ana#er+
sehingga akan ditampilkan *endela sebagaimana ditun*ukkan pada ?ambar E1&%
& #emudian klik pada tombol Run "ext +ditor atau untuk mengakti"kan teks editor
(biasanya akan dimunculkan .otepad)+ kemudian ketik rangkaian tersebut dan simpan
dengan nama apa sa*a yang diakhiri dengan ekstensi :IR
0atatan: 8ntuk menyimpan secara benar+ agar dihasilkan berkas dengan ekstensi :IR+
dengan .otepad pilih menu 9ile a7e as kemudian pada a7e as type pilih $ll 'iles
dan ketik <nama_berkas>.cir pada 9ile na!e+ lalu klik a7e
?ambar E1&
Eksperimen I : Simulasi Rangkaian Sederhana
Halaman 111
#eterangan:
Program-program PSpice perlu diketik menggunakan sebuah editor teks (apa sa*a)%
3aris pertama dari program merupakan baris untuk menuliskan *udul (title)+
sedangkan baris terakhir merupakan pernyataan akhir (.end) #edua baris ini perlu
dituliskan agar program PSpice apa sa*a bisa men*alankannya dengan benar%
3aris kedua pada contoh merupakan deklarasi sumber tegangan /0 Secara umum+
!nda bisa mendeklarasikan suatu sumber tegangan /0 dengan cara menuliskan
menggunakan aturan atau sintaks sebagai berikut:

Vnama titik(+) titik(-) nilai

nama dapat berupa sembarang string yang !nda pilih sendiri titik(+) dan
titik(-) masing-masing digunakan untuk menentukan dimana !nda
menyambung kutub positi" (;) dan kutub negati" (-) pada rangkaian+ isinya berupa
label titik (node)
PSpice perlu mengetahui bentuk rangkaian secara lengkap+ dengan demikian kita
harus memberikan label pada masing-masing titik pada rangkaian kita sebagai
ru*ukan 2idak peduli bagaimana cara !nda memberikan label pada tiap-tiap titik
tersebut+ tetapi ada satu titik yang harus diberi label =/>+ yaitu sebagai ru*ukan
pentanahan atau ground%
#arena Bs terletak antara titik 1 dan 0 pada rangkaian ini (dengan terminal$kutub (;)
pada titik 1)+ maka kita berikan nilai =1> pada titik(+) dan =/> pada titik(-)
dan karena merupakan sumber tegangan 1 <olt+ maka kita berikan nilai 1 pada
nilai%
#edua resistor dideklarasikan pada baris kedua dan ketiga+ secara umum
pendeklarasian resistor menggunakan sintaks sebagai berikut:

Rnama titik(+) titik(-) nilai

R1 merupakan resistor & kChm yang ditempatkan antara titik 1 dan & /alam
program titik 1 bisa ditempatkan secara acak (sembarang) dalam hal ini kita letakkan
pada titik(+)+ 5alaupun+ sebagaimana diketahui+ bah5a resistor tidak memiliki
polaritas+ PSpice tetap me5a*ibkan kita untuk mendeklarasikan terminal positi" dan
negati"-nya (lebih lan*ut akan dibahas kemudian)+ sedangkan R& merupakan resistor
' kChm yang ditempatkan antara titik & dan 0%

' :akukan simulasi program (setelah berkas anda simpan dengan ekstensi .cir tentunya)
dengan cara: klik tombol Run Ppice pada PSpice /esign 9anager+ sehingga akan
dimunculkan tampilan sebagaimana ditun*ukkan pada ?ambar E1'%

Eksperimen I : Simulasi Rangkaian Sederhana
Halaman 11&
?ambar E1'

3uka berkas dengan memilih menu 9ile ;pen+ kemudian pada 9iles o' type pilihlah
berkas rangkaian atau Circuit Files dengan ekstensi 6.cir dan lakukan pemilihan berkas
yang sudah !nda ketik tadi
2ampilkan isi program dengan tombol Vie< :ircuit 9ile atau (lihat tanda panah
pada ?ambar E1.)+ sehingga akan ditampilkan contoh tampilan sebagaimana
ditun*ukkan pada ?ambar E1.%
/ilan*utkan dengan men*alankan simulasi dengan mengklik tombol Run atau +
sehingga pada sub-*endela bagian kiri-ba5ah akan ditampilkan log proses simulasi+
sebagaimana contohnya ditun*ukkan pada ?ambar E11

Eksperimen I : Simulasi Rangkaian Sederhana
Halaman 11'
?ambar E1.

?ambar E11

7ika masih ada kesalahan+ lakukan perbaikan terlebih dahulu kemudian di-Run lagi+
hingga tidak ada kesalahan sama sekali 8ntuk melihat hasil simulasi+ maka klik tombol
Vie< ;utput 9ile atau + sehingga akan ditampilkan (misalnya+ beberapa baris
dipotong):

1: **** 09/13/07 15:55:33 *********** Evaluation PSpice (Nov 1999) **************
2:
3: Eksperimen 1 Tugas 1
4:
5:
6: **** CIRCUIT DESCRIPTION
7:
8:
9: ******************************************************************************
10:
Eksperimen I : Simulasi Rangkaian Sederhana
Halaman 11.
11: NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE NODE VOLTAGE
12:
13:
14: ( 1) 5.0000 ( 2) 3.0000
15:
16:
17:
18:
19: VOLTAGE SOURCE CURRENTS
20: NAME CURRENT
21:
22: Vs -1.000E-03
23:
24: TOTAL POWER DISSIPATION 5.00E-03 WATTS
25:
26:
27:
28: JOB CONCLUDED
29:
30: TOTAL JOB TIME 0.00
3erkas keluaran (output file) berisikan banyak in"ormasi+ tetapi untuk saat ini hanya
beberapa in"ormasi sa*a yang kita butuhkan (sesuai dengan tu*uan simulasi)+ yaitu
tegangan titik dan arus rangkaian 6ilai-nilai pada titik-titik tegangan dalam satuan <olt
Sebagaimana hitungan teoritis+ pada baris 1. *elas terlihat bah5a tegangan pada titik 1
sebesar 1 <olt dan pada titik & sebesar ' <olt+ sedangkan arus yang melalui rangkaian
(baris &&) sebesar 1 D 10
-'
! atau 1 m! 2anda arusnya negati" karena PSpice
menggunakan aturan tanda pasi"
1.5. Tugas Eksperimen I.1

1 3uatlah rangkaian$program Pspice megikuti rangkaian yang ditun*ukkan pada ?ambar
E11 kemudian :engkapi tabel berikut:

Vs (7olt) R1 (ko%!) R* (ko%!) V(*) (7olt) I (!$)
1 1 1
10 & .
1 ' '
&0 . &
11 1 1
& 0arilah arus yang melalui resistor R1+ R&+ R' dan R. serta tegangan pada masing-masing
resistor pada rangkaian berikut ini:

Eksperimen I : Simulasi Rangkaiann Sederhana
-- selesai eksperimen 1 --
Halaman 111
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
-ksperimen ++
!nalisa D# *angkaian Sederhana
2.1. Eksperimen II-1

Menggunakan hitungan secara teoritis dan
titik dan arus pada tiap-tiap cabang dari rangkaian
Solusi program PSpice:

Eksperimen 2 Contoh 1
Vs 1 0 10 ;
R1 1 2 1.5k ;
R2a 2 0 6k ;
R2b 2 0 6k ;
R2c 2 0 3k ;
.dc Vs list 10 ; a
.print dc V(1,0) V(2,0)
.end
Keterangan:

Sumber tegangan !" diberi label
diberi label 1 dan 0# Resistor #$ k
dan 2% selain itu terdapat tiga resistor lain%
masing-masing diberi label
titik 2 dan 0&
Pern'ataan (.dc Vs l
rangkaian dengan sumber tegangan 'ang di
aian Sederhana
:
ngkaian Sederhana
eoritis dan secara PSpice% carilah tegangan pada tiap
ang dari rangkaian )ambar E*# berikut:

)ambar E*#

sumber tegangan 10 V
resistor 1.5 kohm
resistor 6 kohm
resistor 6 kohm
resistor 3 kohm
analisa DC (Vs=10V)
) I(R1) I(R2a) I(R2b) I(R2c)
beri label Vs% terminal positi+ dan negati+n'a masing
stor #$ k,hm diberi label R1 dan ditempatkan antara titik
at tiga resistor lain% * resistor - k,hm dan . k,
bel R2a% R2b dan R2c ditempatkan secara paralel antara
list 10/ digunakan agar PSpice melakukan analisa DC
r tegangan 'ang di-set sebesar !"&
0alaman -
da tiap-tiap
masing-masing
n antara titik 1
. k,hm 'ang
paralel antara
an analisa DC
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
Kita bisa memperoleh in+ormasi besarn'a tegangan untuk semua titik dengan cara
langsung meminta PSpice untuk menuliskann'a dalam laporan keluaran 1
Misaln'a% dengan perintah (
tegangan titik terhadap titik ! pada berkas keluarann'a&
Kita bisa memperoleh in+ormasi besarn'a arus pada masing
hal ini 'ang melalui ke-2
PSpice untuk menulisk
(.print dc I(R1) I
menuliskan besarn'a arus 'ang melalui ke
diingat bah3a PSpice menggunakan aturan tanda pasi+% sehingga kare
positi+ R1 diberi label dan terminal negati+n'a dengan label !% maka PSpice akan
menganggap arah positi+ dari
Dalam hal ini kita han'a perlu menuliskan satu perintah (
mendapatkan in+ormasi 'a
2.1.1. Tugas Eksperimen I
4langi dengan menggunakan rangkaian 'ang sama 1
E*#5 dengan menambahkan
dengan nilai 2k# Sumber tegangan diganti men6adi $" dan
2.2. Eksperimen II-2

Carilah rangkaian eki7alen 8he7enin dan 9orton pada bagian kiri terminal A dan : dari
rangkaian 'ang ditun6ukkan pada
rangkaian terbuka 1Voc5% arus
8he7enin 1Rth5 pada bagian kiri A dan ::
2.2.1. Program #1: Perhitungan Tegangan Rangkaian Terbuka
Dengan terminal A dan : 'ang terbuka% maka tidak ad
*#$ k,hm tersebut# Dengan demikian% kedua resistor tersebut bisa kita hilangkan
sementara% sehingga terbentuklah rangkaian sebagaimana 'ang ditun6ukkan pada
)ambar E*#*#b&
aian Sederhana
+ormasi besarn'a tegangan untuk semua titik dengan cara
e untuk menuliskann'a dalam laporan keluaran 1
ntah (.print dc V(1,0)/% PSpice akan
titik ! pada berkas keluarann'a&
+ormasi besarn'a arus pada masing-masing cabang% dalam
resistor% dengan cara 'ang sama% 'aitu meminta langsung
kann'a pada laporan keluaran# Misaln'a% perintah
I(R2a) I(R2b) I(R2c)/ akan mengakibatkan PSpice
us 'ang melalui ke-2 komponen resistor tersebut# Perlu
enggunakan aturan tanda pasi+% sehingga kare
dan terminal negati+n'a dengan label !% maka PSpice akan
dari I(R1) adalah dari titik ke *&
'a perlu menuliskan satu perintah (.print
'ang diinginkan&
II-1
ngkaian 'ang sama 1sebagaimana ditun6ukkan pada
resistor 'ang paralel 1R2d5 terhadap R2a%
n diganti men6adi $" dan R1 diubah men6adi *k#
7enin dan 9orton pada bagian kiri terminal A dan : dari
da )ambar E*#*#a# Dengan kata lain% tentukan
rangkaian hubung singkat 1Isc5 dan resistansi eki7alen
A dan ::
)ambar E*#*#a
tungan Tegangan Rangkaian Terbuka
ng terbuka% maka tidak ada arus 'ang melalui kedua resistor
n demikian% kedua resistor tersebut bisa kita hilangkan
ntuklah rangkaian sebagaimana 'ang ditun6ukkan pada
0alaman ;
ik dengan cara
an 1output file5#
n menuliskan
cabang% dalam
minta langsung
n'a% perintah
ibatkan PSpice
ersebut# Perlu
arena terminal
ka PSpice akan
t/ sa6a untuk
n pada )ambar
R2b dan R2c
i *k#
A dan : dari
ukan tegangan
stansi eki7alen
uka
kedua resistor
kita hilangkan
un6ukkan pada
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
8egangan rangkaian terbuka
dan ! 1perhatikan )ambar E*#
dengan meminta PSpice untuk melakukan analisa DC dengan "s diset ke !" dan
meminta untuk menuliskan in+ormasi tegan
Program PSpice-n'a:

Eksperimen 2 Contoh 2b
Vs 1 0 10
R12 1 2 5k
R20 2 0 5k
.dc Vs list 10
.print dc V(2,0)
.end
2.2.2. Program #2: Perhitungan Arus Rangkaian Hubung
Dengan terminal A dan : dihubung
ditun6ukkan pada )ambar E*#
aian Sederhana
)ambar E*#*#b
a tersebut sebenarn'a merupakan tegangan antara titik *
*#*#b5# Cara untuk mendapatkan in+ormasi tegangan ini 'aitu
ntuk melakukan analisa DC dengan "s diset ke !" dan
n+ormasi tegangan tersebut pada laporan keluaran:
.print DC V(2,0)

2b
;cari V2-V0=Voc
tungan Arus Rangkaian Hubung-singkat
dihubung-singkat% rangkaian men6adi sebagaimana 'ang
#*#c#

)ambar E*#*#c
0alaman <
antara titik *
angan ini 'aitu
et ke !" dan
uaran:
ngkat
gaimana 'ang
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
Arus hubung-singkat Isc merupakan arus 'ang mengalir dari titik . ke titik ! 1perhatikan
)ambar E*#*#c5# Kita bisa memperoleh bes
dengan "s diset !" dan mencetak arus 'ang men
tersebut:

.print dc I(R30)
Program PSpice-n'a:

Eksperimen 2 Contoh 2c
Vs 1 0 10
R12 1 2 5k
R20 2 0 5k
R23 2 3 2.5k
R30 3 0 2.5k
.dc Vs list 10
.print dc I(R30) ;cetak Isc
.end
2.2.3. Program #3: Resistansi Ekivaen
Resistansi eki7alen bagian kiri terminal A dan : dapat dihitung dengan cara: 15 Sumber
tegangan diganti dengan hubung
mengalir dari terminal : ke terminal A#
Kemudian dilakukan perhitungan
)ambar E*#*#d5# Resistansi eki7alen
Rth
Program PSpice-n'a:

aian Sederhana
upakan arus 'ang mengalir dari titik . ke titik ! 1perhatikan
emperoleh besarn'a arus ini dengan melakukan analisa DC
encetak arus 'ang mengalir pada kedua resistor *#$ k,
t dc I(R30) ;cetak Isc
2c
etak Isc
tansi Ekivaen
)ambar E*#*#d
ri terminal A dan : dapat dihitung dengan cara: 15 Sumber
ubung-singkat dan 1*5 men'isipkan sumber arus A 'ang
erminal A#
ngan tegangan 6atuh 'ang dihasilkan% "1A5 = "1:5 1perhatikan
ki7alen-n'a adalah:
) ( ) (
) ( ) (
B V A V
1
B V A V
h =

=
0alaman >
k ! 1perhatikan
kan analisa DC
stor *#$ k,hm
ra: 15 Sumber
arus A 'ang
1:5 1perhatikan
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
Eksperimen 2 Contoh 2d
R20p 2 0 5k
R20q 2 0 5k
R23 2 3 2.5k
Ix 4 3 1 ;
R40 4 0 2.5k
.dc Ix list 1 ; a
.print dc V(3,4) ; R
.end
2.2.!. Tugas Eksperimen I
Carilah rangkaian eki7alen 8he7enin dan 9orton pada bagian terminal A dan : dari
rangkaian pada )ambar E*#*#e#
2.3. Eksperimen II-3

8entukan nilai RL sedemikian hingga da'a 'ang melalui komponen tersebut adalah
maksimum pada rangkaian 'ang ditun6ukkan pada
aian Sederhana
2d
sumber arus 1A dari 4 -> 3
analisa DC dengan Ix=1A
Rth=V(3,4)!!
II-2
e7enin dan 9orton pada bagian terminal A dan : dari
)ambar E*#*#e
hingga da'a 'ang melalui komponen tersebut adalah
ditun6ukkan pada )ambar E*#.#
0alaman *!
A dan : dari
rsebut adalah
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
Solusi program PSPice:

Eksperimen 2 Contoh 3
Vs 1 0 10
R12 1 2 4k
RL 2 0 {R} ; R dibuat variabel
.param R=1 ; berikan nilai R awal sembarang
.dc param R=1k 10k 100
.probe ; b
.end
4ntuk menentukan berapakah nilai
maksimum% kita harus membuat nil
menuliskan {variabel} pada isian
RL 2 0 {R} ; R dibuat variabel
Selain itu% harus dituliskan 6uga perintah:
dengan x merupakan sembarang bilangan% mengapa hal ini dilakukan tidak penting
untuk tu6uan kita% tetapi PSPice membutuhkann'a? Pada kasus ini
R% sehingga perintahn'a:

Pern'ataan:

.dc
digunakan agar PSPice melakukan analisa DC secara kontin'u
minta agar PSPice melakukan
kenaikan !! ohm# Dengan kata lain% Pspice akan men6alankan analisa DC pada nilai
k% #k% #*k% ###% !k# :entuk umum dari perintah
aian Sederhana
)ambar E*#.
t variabel
nilai R awal sembarang
; analisa DC dengan memvariasi R
buat berkas data untuk plot grafik
kah nilai RL agar da'a 'ang mele3ati komponen tersebut
buat nilai RL 7ariati+ 17ariabel5# 0al ini bisa dilakukan dengan
ada isian nilai komponen RL:
0 {R} ; R dibuat variabel
ga perintah:
.param variabel=x
barang bilangan% mengapa hal ini dilakukan tidak penting
Pice membutuhkann'a? Pada kasus ini variabel
.param R=1

dc param R=1k 10k 100
kukan analisa DC secara kontin'u 1DC sweep analysis
an sweep antara nilai k,hm hingga !
kata lain% Pspice akan men6alankan analisa DC pada nilai
k umum dari perintah DC sweep adalah:
0alaman *
asi R
afik
onen tersebut
akukan dengan
tidak penting
bel di- gunakan
analysis5# Kita
k,hm dengan
pada nilai-nilai
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
.dc param variabel nilai_awal nilai_akhir kenaikan
Pern'ataan (.probe/ digunakan agar PSpice membuat sebuah berkas data 1(
'ang berisikan in+ormasi tegangan% arus dan lain
analisa DC sweep# :erkas ini 'ang digunakan oleh
@akukan simulasi seperti biasan'a% 6ika
6alankan program Probe dengan mengklik tombol
sehingga akan ditampilkan 6endela
ditun6ukkan pada )ambar E*#
)ra+ik pada Probe seharusn'a memiliki 7ariabel R pada sumbu horisontal
menggambar atau memplot (
trace... sehingga ditampilkan kotak dialog sebagaimana ditun6ukkan pada
aian Sederhana
bel nilai_awal nilai_akhir kenaikan
nakan agar PSpice membuat sebuah berkas data 1(
angan% arus dan lain-lain hasil perhitungan selama dilakukan
'ang digunakan oleh Probe#
san'a% 6ika sudah tidak ada kesalahan 1berhasil dengan baik5
ngan mengklik tombol View Simulation Results
endela Probe 1gra+ik atau plot masih kosong5
#2&
'a memiliki 7ariabel R pada sumbu horisontal-
(Daya_R vs R/ dengan cara memilih menu
kotak dialog sebagaimana ditun6ukkan pada )
)ambar E*#2
0alaman **
ikan
data 1(.dat/5
ama dilakukan
l dengan baik5%
ults atau %
5 sebagaimana
n'a# Anda bisa
Trace !!
)ambar E*#$&

Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
Kemudian pada isian Trace "#$ression
atau V1(RL) * I(RL) '
arus1R@55 untuk suatu nilai
gra+ikn'a sebagaimana ditun6ukkan pada
Selan6utn'a tampilkan kursor pada plot dengan cara memilih menu
Dis$lay... atau tombol %
dan tampilan posisi kursor sebagaimana ditun6ukkan pada
aian Sederhana
)ambar E*#$
"#$ression ketiklah persamaanArumus: V(2,0) * I(RL)
'aitu sebagai rumus da'a atau power 1B t
komponen R@% sehingga pada plot akan ditampilkan hasil
6ukkan pada )ambar E*#-&

)ambar E*#-
r pada plot dengan cara memilih menu Trace
sehingga tampilan gra+ik sekarang dilengkapi dengan kursor
ebagaimana ditun6ukkan pada )ambar E*#;:
0alaman *.
0) * I(RL)
egangan1R@5 C
ampilkan hasil
e %ursor
dengan kursor
Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
0alaman *2
)ambar E*#;

4ntuk mencari nilai maksimum pada gra+ik% bisa kita gunakan bantuan dengan cara
memilih menu %ursor &a# atau klik tombol 1Cursor Max5% sehingga tampilan
gra+ik berubah men6adi 1perhatikan angka-angka pada A% berapa nilai R@ dan da'a-
n'aD5% perhatikan )ambar E*#<:

)ambar E*#<

Anda 6uga bisa membuat agar sumbu horisontal dalam skala logaritmik% caran'a dengan
mengklik tombol 1Log X Axis5% sehingga gra+ik berubah men6adi sebagaimana
ditun6ukkan pada )ambar E*#*>:

Eksperimen II : Analisa DC Rangkaian Sederhana
0alaman *$
)ambar E*#*>

:isa 6uga dibuat 'ang 7ertikal dalam skala logaritmik% caran'a dengan mengklik tombol
atau Log Y Axis% sehingga gra+ik berubah men6adi sebagaimana ditun6ukkan pada
)ambar E*#.!:

)ambar E*#.!

2.3.1. Tugas Eksperimen II-3

4langi mencari nilai R@ sedemikian hingga da'a 'ang melalui R@ maksimum dengan
tegangan sumber *! 7olt dan resistor 2k men6adi !k#

-- selesai eksperimen * --
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
-ksperimen ++
Sumber Tegangan Dependen
Transien
Perhatikan sumber tegangan dependen
ditunjukkan pada Gambar E3.1
tegangan !".

Se#ara umum, sebuah $S dituliskan
Enama titik+ titik
%isaln"a, jika terminal & dan ' p
titik k(ntr(l) dan terminal & dan
dan perbandingan ab*!" sebesar 3, maka dapat dituliskan:
3.1. Eksperimen III-1

+uat gra,ik -(ut .s in/ rangkaian "ang ditunjukkan pada
ber.ariasi antara 0 hingga 10.

S(lusi pr(gram PSpi#e:

Eksperimen 3 Tugas 1
Vs a 0 {Vin}
.param Vin=1
R1 a 1 5k
Rf 1 out 25k
Rin 1 0 5Meg
Ro out 4 100
Evcvs1 4 0 0 1 200k
.dc param Vin 0 10 .1
.probe
.end
n Dependen dan Analisa Transien
+ :
ngan Dependen / !nalisa
penden jenis Voltage Controlled Voltage Source
1. Dalam hal ini, tegangan ab bergantung pada besar
Gambar E3.1
liskan dengan #ara sebagai berikut:
k- titik_kontrol+ titik_kontrol-
pada !" terhubungkan pada titik1titik ! dan " 2sebagai titik
' pada ab terhubungkan pada titik a dan b berturut
sar 3, maka dapat dituliskan:
Econtoh A B X Y 3
gkaian "ang ditunjukkan pada Gambar E3.3
s 1
0k ; Sumber dependen
0 .1
4alaman 135
nalisa
ce 2$S) "ang
ng pada besar
- gain
" 2sebagai titik1
berturut1turut
3, dengan in
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
6eterangan:

7angkaian pada Gambar E3.
(perasi(nal 28pAmp)9
6arena akan dibuat gra,ik -(ut .s in/, maka s harus dibuat jenis .ariabel
2ber.ariasi), dengan demikian kita gunakan parameter
0 hingga 10 dengan kenaikan 0.19
Selain itu jangan lupa untuk menuliskan $S
ditempatkan antara titik : dan 0 2dengan terminal p(siti, di :) dan dik(ntr(l dengan
tegangan ;20) ' 21)<. Tegangan "ang dihasilkan 300k=
k(ntr(l atau 2:,0) = 300.000 20,1)9
Setelah pr(gram dituliskan dan disimulasikan, gambarkan gra,ik "ang diminta "aitu
-(ut .s in/ 2perhatikan
tersebut>

n Dependen dan Analisa Transien
Gambar E3.3
r E3.3 mirip dengan k(n,igurasi in.ersi sebuah penguat
a,ik -(ut .s in/, maka s harus dibuat jenis .ariabel
mikian kita gunakan parameter {Vin} "ang ber.ar
naikan 0.19
a untuk menuliskan $S1n"a dalam pr(gram. $S
: dan 0 2dengan terminal p(siti, di :) dan dik(ntr(l dengan
Tegangan "ang dihasilkan 300k=300.000 kali dari tegangan
.000 20,1)9
an dan disimulasikan, gambarkan gra,ik "ang diminta "aitu
n Gambar E3.3). Apa "ang bisa Anda simpulkan dari gra,ik
4alaman 13?
buah penguat
jenis .ariabel
r.ariasi antara
r(gram. $S
k(ntr(l dengan
dari tegangan
g diminta "aitu
kan dari gra,ik
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
3.1.1. Tugas Eksperimen I
@akukan analisa rangkaian seperti sebelumn"a menggunakan
pada Gambar E3.3. +uatlah gra
dengan kenaikan 0.1) dan apa "ang bisa disimpulkan dari gra,ik
$S1=300000)A

3.2. Eksperimen III-2

+uat gra,ik (ut2t) dan s2t) d
sin23Bt) dari rangkaian "ang ditunjukkan pada
miliCarad)..

n Dependen dan Analisa Transien
Gambar E3.3

III-1
rti sebelumn"a menggunakan rangkaian "ang ditunjukkan
a,ik -7@ .s in/ 2ber.ariasi in1n"a dari 1 hingga 10
a "ang bisa disimpulkan dari gra,ik tersebut
Gambar E3.3
dengan s2t) merupakan ,ungsi Daktu dengan persamaan
unjukkan pada Gambar E3.: 2kapasit(r dalam satuan mC =
4alaman 13E
ng ditunjukkan
1 hingga 10
ut 2penguatan

an persamaan
m satuan mC =
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
S(lusi pr(gram PSpi#e:

Eksperimen 3 Tugas 2
Vs a 0 sin 0 1 1
C1 a 1 1m
Rin 1 0 5Meg
Rf 1 out 1k
Rout 4 out 10
Egain 4 0 0 1 200k
.tran 2s 2s
.probe
.end
6eterangan:

Pada berkas rangkaian PSpi#e kita gunakan sumber tegangan sinus(idal dengan label
Vs. Se#ara umum sumber tegangan sinus(idal dituliskan dengan #ara sebagai
berikut:

Vnama titik+ titik
Dengan frekuensi "ang d
berkas PSpi#e tersebut, s
F0G, tanpa memiliki (,,set
1 4ertH 23B rad*detik)9
n Dependen dan Analisa Transien
Gambar E3.:
s 2
1 1 ; Vs(t)=sin(2pi*t)
; 1 milliFarad
k
; analisa transien (t=0s to t=2s)
Spi#e kita gunakan sumber tegangan sinus(idal dengan label
ber tegangan sinus(idal dituliskan dengan #ara sebagai
k- SIN dc-offset amplitudo frekuensi
din"atakan dalam Hertz, bukan dalam radian*detikA Dalam
umber tegangan sinus(idal ditempatkan antara titik F
D$ 2=0), amplitud(1n"a 1 2sinusi(dal 1) dan ,reku
4alaman 13I
t=2s)
al dengan label
#ara sebagai
kuensi
n*detikA Dalam
ara titik FaG dan
n ,rekuensin"a
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
4alaman 130
Terdapat sebuah kapasit(r sebesar 1 miliCarad "ang diletakkan antara titik FaG dan
F1G9
Selain itu, diperkenalkan perintah F.tranG, "ang digunakan untuk melakukan analisa
transien rangkaian. Penulisan se#ara umum dari perintah ini sebagai berikut:

.tran tstop tstop

dengan tstop adalah akhir Daktu analisa transien. Dalam pr(gram kita, analisa
transien dilakukan hingga Daktu 3 detik 2dari 0 detik)9
Setelah pr(gram dituliskan dan disimulasikan, gambarkan gra,ik "ang diminta "aitu
(ut2t) dan s2t), perhatikan Gambar E3.J. Apa "ang bisa Anda simpulkan dari gra,ik
tersebut>

Gambar E3.J

Kika Anda menghendaki, maka s2t) dapat dibuat sebagai sumber tegangan
gel(mbang k(tak, dalam hal ini Anda harus menggunakan sumber tegangan lainn"a
"ang dinamakan PULSE, #ara penulisann"a:

Vnama titik+ titik- PULSE nilai_awal nilai_akhir tundaan
rise_time fall_time lebar *periode

Dengan:
nilai_awal : tegangan aDal pulsa
nilai_akhir : tegangan akhir pulsa
tundaan : tundaan aDal pulsa dari gel(mbang k(tak
rise_tie : berapa Daktu "ang dibutuhkan dari nilai_awal ke
nilai_ahir
fall_tie : berapa Daktu "ang dibutuhkan dari nilai_akhir ke
nilai_awal
le!ar : berapa lama gel(mbang tetap pada nilaiLakhir1n"a
"periode : peri(de dari gel(mbang, parameter ini harus disertakan jika
bentuk gel(mbangn"a berulang 2peri(dik)9
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
4alaman 131
%isaln"a, diinginkan membuat sumber tegangan gel(mbang k(tak dengan ,rekuensi
1 k4H 2peri(den"a 1 milidetik), ber(silasi antara &3 dan 13, maka dapat dituliskan
perintah PSpi#e1n"a:

Vs titik+ titik- PULSE -3 3 0s 1us 1us .5ms 1ms

Kika diperhatikan, kita tidak b(leh menuliskan 0us untuk rise_tie maupun
fall_tie. 4al ini disebabkan se#ara ken"ataann"a tidak mungkin membuat
gel(mbang k(tak "ang mel(mpat dari satu nilai ke nilai lain se#ara langsung, pasti
ada tundaann"a, atau dengan kata lain, tidak mungkin membuat gel(mbang k(tak
"ang memiliki nilai ganda pada saat "ang bersamaan. Agar diper(leh gel(mbang
k(tak "ang #ukup ideal, maka bisa kita tuliskan nilai1nilai tersebut dengan angka1
angka "ang sangat ke#il 2dalam hal ini dipilih 1 mikr(detik).

3.2.1. Tugas Eksperimen III-2

a. @akukan analisa transien 2dalam hal ini gra,ik (ut2t) dan s2t)) dengan rangkaian pada
Gambar E3.: dengan sumber tegangan sinus(idal 3 dengan ,rekuensi J 4H, bagaimana
hasil dan kesimpulann"a9
b. @akukan analisa transien 2dalam hal ini gra,ik (ut2t) dan s2t)) dengan rangkaian pada
Gambar E3.: dengan sumber tegangan gel(mbang k(tak J 4H dan pp = J 2simetris),
bagaimana hasil dan kesimpulann"a>

3.3. Eksperimen III-3

+uatlah gra,ik (ut2t) dan 12t) untuk rangkaian "ang ditunjukkan pada Gambar E3.5.
Penguat (perasi(nal digunakan "ang p(puler "aitu uA?:1, in merupakan tegangan
sinus(idal 1 dengan ,rekuensi 104H.

S(lusi pr(gram PSpi#e:

Eksperimen 3 Tugas 3
Vin 1 0 sin 0 1 10k
R12 1 2 1k
Rf 2 out 5k
Vplus 4 0 10
Vminus 5 0 -10
Xopamp 0 2 4 5 out UA741
.lib eval.lib
.tran .2ms .2ms
.probe
.end
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
6eterangan:

Dalam pr(gram PSpi#e ini kita gunakan k(mp(nen (pamp
pada berkas pustaka e
Editi(n)9
Mntuk tujuan kita, kita bisa
2dari t(tal ? terminal jika kita masukkan dua terminal (,,set D$
penulisan untuk uA?:1 ini sebagai berikut:
Xopamp terminal+ terminal
.lib eval.lib
dengan .&& dan .Nsebagai terminal #atu da"a 2p(siti, dan negati, berturut
+aris kedua digunakan untuk memberitahukan PSpi#e berkas apa "ang terdapat
piranti (pamp "ang bersangkutan9
Setelah pr(gram dituliskan dan disimulasikan, gamba
(ut2t) dan 12t), perhatikan
tersebut>
n Dependen dan Analisa Transien
Gambar E3.5
ni kita gunakan k(mp(nen (pamp uA?:1, "ang tersimpan
#al.li! 2sudah termasuk dalam instalasi PSpi#e Student
bisa memandang uA?:1 sebagai piranti dengan J terminal
a kita masukkan dua terminal (,,set D$1n"a).
ni sebagai berikut:
terminal- v++ v-- keluaran UA741
gai terminal #atu da"a 2p(siti, dan negati, berturut
untuk memberitahukan PSpi#e berkas apa "ang terdapat
angkutan9
an dan disimulasikan, gambarkan gra,ik "ang diminta "aitu
ikan Gambar E3.?. Apa "ang bisa Anda simpulkan dari gra,ik
4alaman 133
ang tersimpan
Spi#e Student
gan J terminal
Se#ara umum
41
berturut1turut).
"ang terdapat
g diminta "aitu
lkan dari gra,ik
Eksperimen III : Sumber Tegangan Dependen dan Analisa Transien
4alaman 133
Gambar E3.?

3.3.1. Tugas Eksperimen III-3

Mlangi pembuatan gra,ik (u2t) dan 12t) dari rangkaian "ang ditunjukkan pada Gambar
E3.J, jika resist(r 1k diganti dengan 3k dan resist(r Jk diganti 13k. Sedangan sumber
tegangan menjadi sinus(idal 3 dengan ,rekuensi 30k4H. +agaimana hasil dan kesimpulan
Anda>

11 selesai m(dul 3 11
Eksperimen IV : Analisa Rangkaian RL dan RC
-ksperimen +0
!nalisa *angkaian *1
4.1. Eksperimen IV-1

Tentukan tegangan V2(t) dengan
positif 5V dengan frekuensi 1k! pada rangkaian "ang ditun#ukkan pada
$olusi program %$pi&e:

Eksperimen 4 Tugas 1
Vs 1 0 pulse 0 5 0 1u 1u .5ms 1ms ; gelombang kotak positif 5V
R12 1 2 1k
R23 2 3 10k ; resistansi induktor
L30 3 0 0.5 ; induktor 0.5 henry
.tran 5ms 5ms
.probe
.end
'eterangan:

$um(er tegangan gelom(ang kotak 5V &ara
eksperimen terda)ulu* )an"a sa#a karena "ang diminta adala) gelom(ang positif 5V*
maka nilai_awal kita isi dengan +V ((ukan
Vs 1 0 pulse 0 5 0
,ika program (er)asil Anda simulasikan* lakukan pem(uatan grafik V(1) dan V(2)
pada grafik "ang sama dan (andingkan keduan"a
ditun#ukkan pada -am(ar E./
n RL dan RC
0 :
kaian *1 dan *#
an Vs(t) merupakan sum(er tegangan gelom(ang kotak
! pada rangkaian "ang ditun#ukkan pada -am(ar E./
-am(ar E./1
1u .5ms 1ms ; gelombang kotak positif 5V
tansi induktor
tor 0.5 henry
m(ang kotak 5V &ara pendeklarasiann"a sama seperti
an"a sa#a karena "ang diminta adala) gelom(ang positif 5V*
engan +V ((ukan 05V) dan nilai_akhir kita isi dengan 5V:
pulse 0 5 0 1u 1u .5ms 1ms

nda simulasikan* lakukan pem(uatan grafik V(1) dan V(2)
an (andingkan keduan"a* se(agaimana &onto) tampilann"a
r E./21
alaman 12.
om(ang kotak
(ar E./1/
positif 5V
sama seperti
(ang positif 5V*
dengan 5V:
V(1) dan V(2)
o) tampilann"a
Eksperimen IV : Analisa Rangkaian RL dan RC
alaman 125
-am(ar E./2

Anda dapat dengan muda) meng)itung konstanta 3aktu rangkaian* "aitu dengan
memper)atikan perilaku transien V(2) selama pulsa "ang pertama (t4+5)* V(2)
men&apai pun&ak 5V kemudian mengalami peluru)an* untuk itu pada grafik
tam(a)kan persamaan (trace) 5*exp(-1) dan per)atikan )asiln"a pada -am(ar E./21

-am(ar E./2

Anda dapat menandai dan mem(eri la(el koordinat pada suatu titik pada grafik
(per)atikan &onto) pada -am(ar E./2)/ Caran"a: pertama kali tampilkan kursor
grafik (ingat eksperimen "ang terda)ulu)* kemudian posisikan kursor pada titik "ang
dike)endaki dan klik tom(ol Mark Label atau 1

Eksperimen IV : Analisa Rangkaian RL dan RC
4.1.1. Tugas Eksperimen I
6asi) menggunakan rangkaian "ang ditun#ukkan pada
#ika Vs(t) merupakan gelom(ang kotak negatif
konstanta 3aktu rangkaian terse(ut7
4.2. Eksperimen IV-2

Tentukan konstanta 3aktu (8) rangkaian RC "ang ditun#ukkan pada
4.2.1. Tugas Eksperimen I
1/ Lakukan simulasi dengan rangkaian "ang ditun#ukkan pada
tanggap transien dengan &ara memplot grafik Vin 9s Vout* se)ingga diperole) grafik
se(agaimana ditun#ukkan pada
2/ :ari grafik terse(ut tentukan konstanta 3aktu (8) dan nilai ak)ir tetap :C (
state) dengan &ara "ang ditun#ukkan pada
n RL dan RC
IV-1
"ang ditun#ukkan pada -am(ar E./1* &arila) tegangan V2(t)
ng kotak negatif 1+V dengan frekuensi 1 k!
e(ut7
ngkaian RC "ang ditun#ukkan pada -am(ar E./
-am(ar E./.
IV-2
ngkaian "ang ditun#ukkan pada -am(ar E./. d
ara memplot grafik Vin 9s Vout* se)ingga diperole) grafik
da -am(ar E./51

-am(ar E./5
n konstanta 3aktu (8) dan nilai ak)ir tetap :C (
n#ukkan pada -am(ar E./;/
alaman 12;
tegangan V2(t)
1 k!< =erapa
././
dan gam(arkan
iperole) grafik
:C (DC steady
Eksperimen IV : Analisa Rangkaian RL dan RC
2/ 'emudian lengkapi ta(el (erikut ini
R (ohm)
2
2
1
2
2
2
n RL dan RC
-am(ar E./;
rikut ini
hm) C (uF) Konstanta waktu
k 2u
k 2u
k 2u
k 1u
k 2u
k 2u
00 selesai modul . 00
alaman 12>
Modul V : Gelombang disearahkan dan Disipasi Daya
Halaman 138
-ksperimen 0 :
Gelombang Disearahkan dan Disipasi
Da$a
5.1. Eksperimen V-1

Tentukan bentuk gelombang yang disearahkan dan tegangan RMS root mean square ! akar
rerata kuadrat" untuk gelombang segitiga 1 #olt pun$ak" dengan %rekuensi 1 H&
menggunakan rangkaian yang ditun'ukkan pada Gambar ()*1*

Gambar ()*1

Solusi program +Spi$e:

Eksperimen 5 Tugas 1
Vs 1 0 pulse -1 1 0 .5 .5 1u 1 ;gelombang segitiga
Rout 1 0 1
.tran 5 5 ;analisa transien (t=0 hingga t=5)
.probe
.end
,eterangan:

-ntuk membuat gelombang segitiga se$ara periodik. maka bisa kita gunakan %ungsi
PULSE perhatikan program +spi$e/nya"* Gelombang tersebut berosilasi antara /1
hingga 01 #olt* Tidak ada tundaan a1al initial delay". dengan demi/kian tundaan23*
Selama setengah gelombang gelombang naik dari /1 ke 01 #olt dan setengahnya lagi
turun dari 01 ke /1 #olt* ,arena %rekuensinya 1 H& maka periodenya 1 detik. dengan
demikian baik rise_time maupun fall_time/nya adalah 3*) detik:

Vs 1 0 pulse -1 1 0 .5 .5 1u 1
Setelah rangkaian disimulasikan dengan benar. tayangkan gra%iknya dan tambahkan
trace dengan persamaan abs(V(1)). hasilnya berupa bentuk gelombang yang
disearahkan nilai absolut" dari gelombang kotak tersbut. sebagaimana ditun'ukkan
pada Gambar ()*45
Modul V : Gelombang disearahkan dan Disipasi Daya
Halaman 136
Selain itu. 7nda bisa menampilkan rata/rata dari sinyal yang disearahkan tersebut.
dengan $ara menambahkan trace dengan persamaan avg(abs(V(1)).
sebagaimana ditun'ukkan pada Gambar ()*35
8ika diperhatikan pada Gambar ()*4. terlihat gra%ik persamaan abs(V(1))
kelihatan aneh* Mestinya u'ung gra%ik ba1ah menyentuh sumbu horisontal y23".
tetapi kenyataan/nya tidak. hal ini disebabkan karena masalah pen$uplikan data
yang kurang pas5

Gambar ()*4

Gambar ()*3

-ntuk menampilkan sinyal RSMS/nya gunakan persamaan rms(V(1)).
sebagaimana hasilnya ditun'ukkan pada Gambar ()*95

Modul V : Gelombang disearahkan dan Disipasi Daya
Halaman 193
Gambar ()*9

8ika diperhatikan. kedua trace tersebut avg dan rms pada Gambar ()*9". kelihatan
agak aneh di t23 detik. hal ini disebabkan karena %ungsi avg dan rms sebenarnya
merupakan rata/rata ber'alan running average" dan RMS ber'alan running rms"*
7rtinya perhitungan dilakukan dari t23detik dan seterusnya* Diperlukan beberapa
saat agar sinyal stabil* -ntuk menghindari perilaku :aneh; di 1aktu/1aktu a1al. 7nda
bisa membuat gra%ik mulai dari 1aktu yang tidak sama dengan 3 detik atau dari
sinyal mulai stabil" dan seterusnya*

5.1.1. Tugas Eksperimen V-1

-langi prosedur ini menggunakan rangkaian yang ditun'ukkan pada Gambar ()*1 untuk
gelombang sinusoidal dengan Vpp sebesar 4 #olt dan %rekuensi 1 H&* <erikan keterangan
yang 'elas pada hasilnya=

5.2. Eksperimen V-2

Hitung disipasi daya yang mele1ati resistor dan kapasitor pada rangkaian yang ditun'ukkan
pada Gambar ()*)* Sumber tegangan beker'a pada %rekuensi )33 H&

Gambar ()*)

Modul V : Gelombang disearahkan dan Disipasi Daya
Halaman 191
Solusi program +Spi$e:

Eksperimen 5 Tugas 2
Vs 1 0 ac 1.41 30 ; sinusoid (Vs=1.41<30)
R12 1 2 1k
C20 2 0 1uf
.ac lin 1 500 500 ; analisa AC pada frekuensi tunggal 500Hz
.print ac IM(R12) II(R12) IR(R12)
.end
,eterangan:

Rangkaian tersebut melibatkan penggunaan analisa phasor* -ntuk itu kita harus
menggunakan sumber tegangan khusus yaitu sumber AC. yang $ara penulisan/nya
se$ara umum sebagai berikut:

Vnama titik+ titik- AC magnitude phase(dalam derajat!)

-ntuk kasus kita. sumber 7> yang digunakan memiliki amplitudo pun$ak sebesar
1*91 #olt rms21V" dan %asenya 33 dera'at. sehingga dituliskan:

Vs 1 0 ac 1.41 30

+hasor ini diperlakukan sebagai sinyal 1.41 cos(t+30)5
,ita 'uga menuliskan pernyataan:

.ac lin 1 500 500

yang akan membuat +Spi$e agar melakukan analisa phasor rangkaian dengan
%rekuensi tunggal )33 H&. pernyataan ini akan di'elaskan lebih detil pada Modul V?5
,ita bisa meminta +Spi$e untuk men$etak <esaran. <agian Real dan ?ma'iner
sembarang tegangan atau arus pada rangkaian* Dalam program. kita minta agar
+Spi$e menampilkan in%ormasi besarnya arus phasor yang melalui R14 IM(R12)".
begitu 'uga dengan bagian ima'iner II(R12)" dan real/nya IR(R12)":

.print ac IM(R12) II(R12) IR(R12)
<erapakah nilai/nilainya sesuai dengan hasil berkas .out"@
Dengan demikian akan mudah kita menghitung disipasi daya pada resistor dan
kapasitor:

Resistor R I
2
2
1
1att
,apasitor
C
Z I
2
2
1
1att

Modul V : Gelombang disearahkan dan Disipasi Daya
Halaman 194
5.2.1. Tugas Eksperimen V-2

-langi prosedur ini menggunakan rangkaian yang ditun'ukkan pada gambar ()*) 'ika
kapasitor 1uA diganti dengan lilitan 1mH*

// selesai modul ) //
Eksperimen VI : Magnitude (phase) vs Frekuensi
Halaman 143
-ksperimen 0+ :
Magnitude 2phase3 4s &rekuensi
6.1. Eksperimen VI-1

Gambarkan grafik Magnitude vs Frekuensi! untuk perbandingan (V"ut#Vin) dalam desibel
(d$) dan Fase vs Frekuensi! dalam dera%at untuk rangkaian &ang ditun%ukkan pada Gambar
E'(1( Variasikanla) frekuensi se*ara l"garitmik dari 1H+ )ingga 1,,kH+(

Gambar E'(1

-"lusi pr"gram .-pi*e:

Eksperimen 6 Tugas 1
Vs 1 0 ac 1 0 ;(Vs=1<0)
R12 1 2 1k
L20 2 0 1H
.ac dec 40 1 100k ; variasi frekuensi logaritmik
.probe
.end
/eterangan:

0ntuk rangkaian Gambar E'(1 kita )arus menggunakan sumber 12 lagi( 0ntuk
pen&eder)anaan dipili) sumber tegangan 12 dengan Vs31 v"lt (pun*ak) dan fasen&a
3 , dera%at:

Vs 1 0 ac 1 0

-elain itu kita gunakan lagi analisa 12 &ang bentuk umum penulisann&a adala):

.ac sweep_type points frekuensi_awal frekuensi_akhir

dengan sweep_type adala) satu diantara lin4 dec atau oct dan
frekuensi_awal tidak b"le) sama dengan ,5
6ika sweep_type7n&a adala) lin4 maka kita minta agar .-pi*e melakukan analisa
AC sweep se*ara linear antara frekuensi_awal )ingga frekuensi_akhir4
Eksperimen VI : Magnitude (phase) vs Frekuensi
Halaman 144
points akan menentukan %umla) titik per)itungan (dengan %arak selisi) &ang sama)
&ang akan dilakukan "le) .-pi*e8
6ika sweep_type7n&a adala) dec4 maka kita minta agar .-pi*e melakukan analisa
sweep se*ara l"garitmik antara frekuensi_awal )ingga frekuensi_akhir4 points akan
menentukan %umla) titik per)itungan &ang akan dilakukan dalam tiap7tiap dekade
frekuensi (kelipatan 1,)8
6ika sweep_type7n&a adala) oct4 maka kita minta agar .-pi*e melakukan analisa
sweep se*ara l"garitmik %uga4 )an&asa%a points akan menentukan %umla) titik
per)itungan &ang akan dilakukan dalam tiap7tiap "ktaf frekuensi8
9alam pr"gram kita minta agar .-pi*e melakukan analisa 12 diker%akan antara
frekuensi 1 H+ )ingga 1, kH+4 dengan 4, titik kalkulasi antara tiap7tiap dekade
frekuensi (maksudn&a 4, titik antara 1 )ingga 1, H+4 4, titik lagi antara 1, )ingga
1,, H+ dan seterusn&a )ingga 4, titik antara 1, )ingga 1,, kH+):

.ac dec 40 1 100k

:akukan penggambaran grafik dengan menamba)kan trace menggunakan
persamaan db(V(2)/V(1)) untuk mendapatkan tanggap besaran (magnitude)
rangkaian4 sebagaimana ditun%ukkan pada Gambar E'(;8
-elan%utn&a4 buat pl"t grafik baru dengan *ara memili) menu Plot Add plot to
window se)ingga akan ditampilkan pl"t baru4 tamba)kan trace pada pl"t baru
tersebut dengan persamaan p(V(2)/V(1)) &ang men&atakan tanggap fase rangkaian4
sebagaimana gambar kedua pl"t tersebut ditun%ukkan pada Gambar E'(3(

Gambar E'(;

9ari Gambar E'(34 terli)at ba)<a karakteristik rangkaian mirip dengan penapis l"l"s7
tinggi (high-pass filter)4 frekuensi cutoff (pada penguatan 73 d$) berkisar pada frekuensi
1=>(31; H+ (titik 73(,,?; d$)4 sebagaimana bisa kita *ari dengan *ara mengaktifkan
kurs"r (per)atikan Gambar E'(4) kemudian menggeser kurs"r ke titik di sekitar 73 d$
(lebi) tepat lebi) baik)8

Eksperimen VI : Magnitude (phase) vs Frekuensi
Halaman 14=
0ntuk frekuensi cutoff sebesar 1=>(31; H+ tersebut bisa kita per"le) pergeseran fasen&a
sebesar 4=(1;, dera%at4 dengan *ara mengaktifkan kurs"r pada pl"t fase dan menggeser
kurs"r ke frekuensi 1=>(31; H+ (per)atikan Gambar E'(4)8

Gambar E'(3

Gambar E'(4

6.1.1. Tugas Eksperimen VI-1

:akukan pengamatan dan pemba)asan atau analisa 92 sebagaimana &ang tela) dilakukan
ter)adap rangkaian &ang ditun%ukkan pada Gambar E'(14 )an&a sa%a lilitan 1 )enr& diganti
dengan kapasit"r sebesar 1 uF(

Eksperimen VI : Magnitude (phase) vs Frekuensi
Halaman 14'
6.2. Eksperimen VI-2

1nggap sa%a 1nda suda) membuat rangkaian &ang ditun%ukkan pada Gambar E'(1 se*ara
fisik4 kemudian diper"le) data7data sebagaimana &ang ditun%ukan pada tabel '(1(

@abel '(1

Frekuensi
(H)
V2/V1
(dala! d")
Fase V2/V1
(dera#at)
1 744 A>
1, 7;4(1 A=
=, 71,(1 ?,
1,, 7'(,; ',
=,, 71(41 ;,
1,,, 7,(>1= 13
1,,,, 7,(44 ;
;,,,, 7,(3= 1
3,,,, 7,(;'4 ,(=
4,,,, 7,(1?= ,
=,,,, 7,(1?= ,
',,,, 7,(,A ,
?,,,, , ,
A,,,, , ,
1,,,,, , ,
Gunakan pr"be untuk membandingkan data eksperimen dengan data te"ritis (diper"le)
dari tugas sebelumn&a):

Eksperimen 6 Tugas 2
Vs 1 0 ac 1 0 ;(Vs=1<0)
R12 1 2 1k
L20 2 0 1H
Eexp 3 0 Freq {V(1,0)}= (
+ 1 -44.0 89
+ 10 -24.1 85
+ 50 -10.1 70
+ 100 -6.02 60
+ 500 -1.41 20
+ 1k -.915 13
+ 10k -.44 2
+ 20k -.35 2
+ 30k -.264 0.5
+ 40k -.175 0
+ 50k -.175 0
+ 60k -.08 0
+ 70k 0 0
+ 80k 0 0
Eksperimen VI : Magnitude (phase) vs Frekuensi
Halaman 14?
+ 100k 0 0)
R30 3 0 1
.ac dec 40 100 100k ; variasi tegangan logaritmik
.probe
.end
/eterangan:

.r"gram .-pi*e tersebut merupakan replika dari pr"gram .-pi*e sebelumn&a4 )an&a
sa%a lebi) pan%ang4 karena ada beberapa pern&ataan &ang ditamba)kan8
9alam pr"gram tersebut4 kita gunakan sebua) sumber tegangan dependen &ang
dinamakan sebagai sumber tegangan bergantung frekuensi (a frequency dependent
voltage source)( 2ara penulisan se*ara umum sebaga berikut:

Enama titik+ titik- FREQ (tegangan_kontrol) =
(frekuensi, magnitude (dB), fase (drjt)...)

te$an$an_kontrol untuk sumber dependen sama dengan tegangan masukan
rangkaian kita (V(1%&))(

.ada data7data eksperimen di tabel '(1 kita per"le) magnitude dan fase dari (V2/V1)
untuk 1= ma*am frekuensi &ang berbeda( /ita tuliskan dalam pr"gram .-pi*e4 data7
data tersebut debagai k""rdinat sumber tegangan dependen (*atatan: kita gunakan
tanda BCD di k"l"m pertama pada tiap7tiap baris karena tidak mungkin kita tuliskan
dalam satu baris sa%a)8
6ika rangkaian ber)asil disimulasikan dengan baik4 1nda bisa membandingkan antara
data eksperimen dengan te"ritis( .ada %endela pr"be4 tamba)kan trace dengan
persamaan db(V(2)) dan db(V(')) untuk menampilkan magnitude7n&a( Hasiln&a
sebagaimana ditun%ukkan pada Gambar E'('(

Gambar E'('

Eksperimen VI : Magnitude (phase
@erli)at pada Gambar E'
te"ritis4 artin&a ada perbedaan di antara keduan&a
0ntuk menampilkan perbandingan fase
&ang suda) di%elaskan sebelumn&a atau bisa 1nda buat pl"t tersendiri)
tamba)kan trace dengan persamaan
Gambar E'(?(

6.3. Tugas: Dinamika Rangkaian RC
1( :akukan simulasi rangkaian &ang ditun%ukkan pada
transienn&a (tegangan kapasit"r
;( 9ari grafik &ang diper"le)4 tentukan k"nstanta <aktu E dan nilai ak)ir 92 (
state):
a( 1nda perlu melakukan estimasi
<aktu E sebagaimana ditun%ukkan pada
b( Gunakan dua kurs"r untuk menentukan nilain&a5
se) vs Frekuensi
'(' tersebut4 )asil eksperimen tidak sama dengan data
edaan di antara keduan&a
bandingan fase7n&a4 tamba)kan sebua) pl"t lagi (li)at *ara
sebelumn&a atau bisa 1nda buat pl"t tersendiri)
persamaan p(V(2)) dan p(V('))( Hasiln&a ditun%ukkan pada
Gambar E'(?
angkaian RC
Gambar E'(A (Vin 3 =V)
&ang ditun%ukkan pada Gambar E'(A dan temukan tanggap
it"r Vout4 dalam bentuk grafik)8
tentukan k"nstanta <aktu E dan nilai ak)ir 92 (
an estimasi sl"pe dari grafik untuk menentukan k"nstanta
ditun%ukkan pada Gambar E'(>
untuk menentukan nilain&a5
Halaman 14A
ngan data7data
lagi (li)at *ara
ersendiri) dan
un%ukkan pada
mukan tanggap
92 (DC steady
kan k"nstanta
Eksperimen VI : Magnitude (phase
3( 0langi per*"baan ini untuk nilai
sebagaimana ditun%ukkan pada tabel '(1( @entukan )ubungan empiris antara k"nstanta
<aktu E dengan nilai F(

6.4. Tugas: Tanggap Dinamika Rangkaian RLC
Gambar E'
1( :akukan simulasi rangkaian &ang ditun%ukkan pada
transienn&a (tegangan kapasit"r
merupakan gel"mbang kurang teredam (
atau terlalu teredam (overdamped
se) vs Frekuensi
Gambar E'(>
uk nilai7nilai k"mp"nen7k"mp"nen &ang berbeda
da tabel '(1( @entukan )ubungan empiris antara k"nstanta
@abel '(1

nilai ( konstanta waktu )
;=,
=,,
1,,,
1;=,
1=,,
;,,,
namika Rangkaian RLC
ar E'(1, (Vin 3 =V dan F 3 ; ")m)
&ang ditun%ukkan pada Gambar E'(1, dan temukan tanggap
asit"r *(t)4 dalam bentuk grafik)( 1paka) &ang di)asilkan
ng teredam (underdamped)4 teredam kritis (critical damped
mped)G
Halaman 14>
berbeda7beda
tara k"nstanta
mukan tanggap
ang di)asilkan
ritical damped)
Eksperimen VI : Magnitude (phase
;( 9engan *ara memvariasikan
grafik tanggap transien tersebut (kurang teredam4 teredam kritis dan terlalu teredam)(
3( 9alam kasus kurang teredam4 tentukan nilai k"nstanta <aktu E dan frekuensi "silasi H 3
;If dari grafik 1nda:
a( Grafik &ang ditampilkan tersebut memiliki persamaan:
b( -e)ingga 1nda bisa menemukan nilai E dan H dengan mengukur dua pun*ak
berturutan pada grafik (saat sinus samadengan satu) dan melakukan
beberapa per)itungan seder)ana8
*( .engukuran pun*ak meng)as
i
1
/i
2
= exp-t
1
-t
menggunakan t
2
-t
se) vs Frekuensi
nilai F4 tentukan nilai7nilai F &ang me<akili ketiga k"ndisi
but (kurang teredam4 teredam kritis dan terlalu teredam)(
m4 tentukan nilai k"nstanta <aktu E dan frekuensi "silasi H 3
pilkan tersebut memiliki persamaan:
sa menemukan nilai E dan H dengan mengukur dua pun*ak
grafik (saat sinus samadengan satu) dan melakukan
ngan seder)ana8
ak meng)asilkan (i
1
!t
1
" dan (i
2
!t
2
)4 bentukla) perbandingan
t
2
"/#" dan selesaikan ter)adap E dan menemukan H
t
1
= $ dengan $ merupakan peri"da(
77 selesai m"dul ' 77
Halaman 1=,
ketiga k"ndisi
lu teredam)(
ensi "silasi H 3
kur dua pun*ak
an melakukan
perbandingan
menemukan H
Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 151
-ksperimen 0++ :
Menggambar *angkaian dan !nalisa D#
7.1. Eksperimen VII-1

Akan dibuat sebuah rangkaian sebagaimana ditunjukkan pada ambar E!"1# $aitu rangkaian
$ang menggunakan penguat %perasi%nal &operational amplifier' uA741"
ambar E!"1 &LPFilter.sch'
Akti(kan PSpice )esign Manager# kemudian ikuti langkah*langkah berikut:

1" )ari menu utama PSpice Design Manager# pilih menu Tool Schematic atau klik
t%mb%l Activate PSpice Schematic atau sehingga akan ditampilkan jendela edit%r
rangkaian atau skematik sebagaimana ditunjukkan pada ambar E!"+,

+" Pilih menu Draw Get New Part... atau &CtrlG' atau mengklik t%mb%l Get New Part
atau untuk memulai memilih k%mp%nen dan menempatkann$a dalam gambar kita#
tampilan pustaka k%mp%nen tersebut ditunjukkan pada ambar E!"-"a",

-" Selanjutn$a pada jendela Part !rowser !asic tersebut kita klik t%mb%l A"vance"###
sehingga akan ditampilkan da(tar pustaka k%mp%nen dengan in(%rmasi $ang lebih
lengkap &ambar E!"-"b'" .emudian pada isian Part Name ketikkan /uA7410 &karena kita
memang akan memasang k%mp%nen ini'# sehingga muncul tampilan sebagaimana
ditunjukkan pada ambar E!"1,

Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 15+
ambar E!"+

&a' &b'

ambar E!"-

Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 15-
ambar E!"1

1" .lik pada t%mb%l Place $ Close sehingga k%tak dial%g Part !rowser A"vance" akan
ditutup# kemudian tempatkan k%mp%nen ini ke dalam gambar &catatan: gunakan Ctrl%
untuk memutar simb%l k%mp%nen dan Ctrl& untuk membalik &'lip' simb%l k%mp%nen'#
perhatikan c%nt%h tampilan $ang ditunjukkan pada ambar E!"5,

ambar E!"5

5" 2akukan hal $ang serupa &langkah - dan 1' untuk + &dua' buah k%mp%nen (DC# dengan
cara penempatan sebagaimana ditunjukkan pada ambar E!"3,

Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 151
ambar E!"3

3" .lik*ganda pada simb%l (DC $ang diatas &(1 pada ambar E!"3' sehingga akan
ditampilkan k%tak dial%g .arakteristik Simb%l sebagaimana ditunjukkan pada ambar
E!"!"

.lik pada pilihan DC)*(# kemudian gantilah nilai atau value (DC tersebut ke 1*(
&perhatikan tanda panah pada ambar E!"!'" .emudian klik pada pilihan P+G%,&)(1
dan gantilah nilai atau value (1 dengan (CC" .emudian klik pada t%mb%l Save Attr#
sehingga pada gambar rangkaian terlihat sumber tegangan 14V )5 dengan nama (CC"
Ada cara lain $ang lebih singkat untuk merubah nilai tegangan atau nama k%mp%nen#
$aitu dengan cara mengklik*ganda pada nilai atau nama k%mp%nen $ang bersangkutan#
selain itu Anda juga bisa memindah*mindahkan letakn$a,

ambar E!"!

2akukan hal $ang sama untuk (DC $ang ba6ah &(- pada ambar E!"3' dengan nilai 1*(
dan nama (,,,
!" Menggunakan cara $ang sama seperti sebelumn$a# tempatkan k%mp%nen*k%mp%nen
lain# seperti resist%r %1 dan %- serta kapasit%r C1" 7angan lupa untuk mengganti nilai*n$a
Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 155
masing*masing serta tempatkan k%mp%nen sebagaimana susunann$a ditunjukkan pada
ambar E!"8,

ambar E!"8

Selanjutn$a kita tempatkan k%mp%nen groound atau GND.ANA/0G pada gambar kita#
dengan susunan sebagaimana ditunjukkan pada ambar E!"9,

ambar E!"9

8" 2angkah berikutn$a adalah menghubungkan k%mp%nen sebagaimana rencana rangkaian
$ang telah ditunjukkan pada ambar E!"1" .lik pada menu Draw 1ire &Ctrl1' atau
klik pada t%mb%l Draw 1ire atau # sehingga sekarang kurs%r berubah bentuk
menjadi pensil# klik pada satu ujung dan klik pada ujung k%mp%nen $ang lainn$a#
perhatikan ambar E!"14,

Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 153
ambar E!"14

.a6at penghubung &wire' tidak akan berakhir begitu saja jika Anda tidak mengklik*n$a
pada ujung k%mp%nen# kemampuan ini memberikan keleluasaan pada pengguna untuk
membuat berbagai macam bentuk sambungan" 7ika saat membuat sambungan muncul
titik biru pada ka6at# maka artin$a terhubungkan# sebagaimana ditunjukkan pada
ambar E!"1 &hasil akhir rangkaian' pada kaki + uA741"
9" 7ika sudah selesai# simpan gambar rangkaian Anda &nama terserah'"

7.2. Eksperimen VII-2

Masih menggunakan rangkaian $ang baru saja digambar# akan dilakukan analisa )5# untuk
itu lengkapilah gambar rangkaian &ambar E!"1' menjadi rangkaian $ang ditunjukkan pada
ambar E!"11# $aitu dengan penambahan sumber tegangan (S%C sebagai (2 di sebelah kiri
%1"
ambar E!"11

Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 15!
1" .lik*ganda pada (2 sehingga akan ditampilkan k%tak dial%g (S%C# sebagaimana
ditunjukkan pada ambar E!"1+" :bahlah atau isilah parameter DC dengan * dan AC
dengan 1" Apa $ang telah dilakukan di sini adalah membuat sumber tegangan A5 1 ;%lt
terbias pada titik )5 < 4V,

ambar E!"1+

+" Selanjutn$a klik menu Anal3sis Setup# sehingga akan ditampilkan k%tak dial%g
Anal3sis Setup untuk pengaturan analisa sebagaimana ditunjukkan pada ambar E!"1-,

ambar E!"1-

-" .arena akan dilakukan analisa )5# maka klik pada t%mb%l DC Sweep... &perhatikan
ambar E!"1-'# sehingga ditampilkan k%tak dial%g DC Sweep sebagaimana ditun*jukkan
pada ambar E!"11,

Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 158
ambar E!"11

Sumbern$a berupa sumber tegangan# sehingga dipilih (oltage Source pada Sweep
(ar. T3pe,
=ipe analisa*n$a dipilih /inear pada Sweep T3pe,
:bahlah>isilah Name dengan (2# karena nama sumber tegangan $ang akan
digunakan adalah (2# jika naman$a lain maka ubah dengan nama $ang $ang sesuai,
Isikan nilai 41* pada Start (alue sebagai nilai a6al tegangan# 1* pada ,n" (alue
sebagai nilai akhir tegangan dan kenaikan tegangan sebesar *.1 ;%lt diisikan ke
5ncrement" Artin$a akan dilakukan analisa )5 mulai dari sumber tegangan sebesar *
14 ;%lt hingga ?14 ;%lt dengan kenaikan 4"1 ;%lt,
.lik 0+"
1" .embali ke k%tak dial%g Anal3sis Setup sebagaimana ditunjukkan pada ambar E!"15#
pastikan bah6a DC Sweep... dan !ias Point Detail dicentang &diakti(kan'" !ias Point
Detail memb%lehkan pengguna untuk memeriksa titik %perasi &atau titik )5' rangkaian"
.lik Close,
5" 7angan lupa simpan kembali berkas rangkaian Anda" Selanjutn$a akan dilakukan analisa
)5 sesuai dengan parameter*parameter $ang telah kita berikan sebelumn$a# klik menu
Anal3sis Simulate# sehingga &seperti biasa' akan ditampilkan k%tak gra(ik atau pl%t
atau pr%be,

Eksperimen VII : Menggambar Rangkaian dengan PSpice
Halaman 159
ambar E!"15

3" =ambahkan trace (671807T9 sebagai keluaran dari %pamp dan (6289 $ang merupakan
terminal p%siti( dari sumber tegangan ke dalam gra(ik tersebut# akan terlihat hasiln$a
sebagaimana ditunjukkan pada ambar E!"13" 2akukan pembahasan secukupn$a@

ambar E!"13

7angan lupa simpan rangkaian Anda karena akan digunakan lagi untuk eksperimen
berikutn$a@ =erima kasih@

** selesai m%dul ! **
Eksperimen VIII : Analisa AC dari Rangkaian Skematik
Halaman 160
-ksperimen 0+++ :
!nalisa !# dari *angkaian Skematik
8.1. Eksperimen VIII-1

Buka kembali rangkaian yang telah dibuat pada praktikum sebelumnya gambar rangkaian
ditampilkan kembali sebagaimana ditun!ukkan pada "ambar E#$1$ Sekarang akan dilakukan
analisa AC pada rangkaian tersebut$

"ambar E#$1

1$ %arameter yang ada pada V& tetap sama sehingga tidak perlu diubah'ubah yang perlu
diubah adalah pada pengaturan analisa'nya untuk itu klik pada menu Analysis Setup
n(n'akti)kan pilihan DC Sweep... *tanda +entang dihilangkan,-

.$ /emudian klik pada t(mb(l AC Sweep... sehingga akan ditampilkan k(tak dial(g
sebagaimana ditun!ukkan pada "ambar E#$.-

Eksperimen VIII : Analisa AC dari Rangkaian Skematik
Halaman 161
"ambar E#$.

1$ 0ipe analisa AC kita buat per'dekade dengan demikian pilih Decade pada AC Sweep
Type-
.$ 1umlah titik per'dekade adalah 10 sehingga isikan 10 pada Pts/Decade di Sweep
Parameters-
&$ A2al )rekuensinya adalah 10 H3 sehingga kita isikan 10 pada Start Freq. di Sweep
Parameters-
4$ 5rekuensi akhirnya adalah 100 kH3 sehingga kita isikan 100k pada End Freq. di
Sweep Parameters-
&$ /embali ke k(tak dial(g Analysis Setup dan pastikan bah2a AC Sweep... telah di+entang
*perhatikan "ambar E#$&,-

"ambar E#$&

Eksperimen VIII : Analisa AC dari Rangkaian Skematik
Halaman 16.
4$ 6akukan simulasi hingga ditampilkan pl(t7gra)ik dan tambahkan trace DB!"1#$"T%%
pada gra)ik sehingga akan ditampilkan gra)ik sebagaimana ditun!ukkan pada "ambar
E#$4$a$ Sedangkan untuk pendekatan nilai +ut())nya ditun!ukkan pada "ambar E#$4$b-

*a,

*b,

"ambar E#$4

8$ 6akukan pembahasan se+ukupnya terhadap rangkaian dan gra)ik tersebut9

Eksperimen VIII : Analisa AC dari Rangkaian Skematik
8.2. Tugas: Tanggap Frekuensi Penapis RC
1$ Analisa AC dilakukan dengan mengatur !umlah titik per dekade sebanyak 101 buah
mulai dari )rekuensi 0$0001 H3 hingga 1$0 kH3 gra)iknya berupa pl(t tegangan kapasit(r
:ersus )rekuensi$ %l(t ini dapat digunakan untuk menentukan tanggap AC *besaran atau
magnitude, pada sembarang )rekuensi$
.$ Berapa nilai tegangan kapasit(r pada )rekuensi
&$ ;ari pl(t tentukan nilai )rekuensi saat & dB
de+iBell,9

4$ Sekarang gambarkan pl(t )ase
)ase pada 0 H3 1 H3 dan & dB
Rangkaian Skematik
ekuensi Penapis RC
"ambar E#$8
n mengatur !umlah titik per dekade sebanyak 101 buah
H3 hingga 1$0 kH3 gra)iknya berupa pl(t tegangan kapasit(r
pat digunakan untuk menentukan tanggap AC *besaran atau
)rekuensi$
t(r pada )rekuensi .$8 H3 8 H3 dan 10 H3<
kuensi saat & dB *sesuaikan dulu gra)iknya dengan satuan
se'nya *)ase :s )rekuensi,$ 0entukan besaran *dalam dB, dan
B
'' selesai m(dul # ''

Halaman 16&
yak 101 buah
ngan kapasit(r
C *besaran atau
dengan satuan
dalam dB, dan
Eksperimen IX : Studi Kasus I
-ksperimen +5
Studi 'asus +
9.1. Eksperimen IX-1: Karakteristik Dioda
1. Lakukan simulasi rangkaian dioda yang ditunjukkan pada
karakteristik dioda (V-I)

!. Simulasi ini menggunakan "itur #$ s%eep& dengan nilai
kenaikan 0.05 'olt (lakukan pengaturan melalui
(. #ari gra"ik tentukan arus yang mengalir melalui dioda saat tegangan
0.5V.
5 :
Karakteristik Dioda
)am*ar E+.1
dioda yang ditunjukkan pada )am*ar E+.1 dan tentukan
tur #$ s%eep& dengan nilai VD dari -1 ,ingga
pengaturan melalui Analysis Setup)
ng mengalir melalui dioda saat tegangan VD=
-alaman 1./
dan tentukan
ga 0.8 'olt dan
=-0.5V& 0V dan
Eksperimen IX : Studi Kasus I
9.2. Eksperimen IX-2: K
)am*ar E+.! (Vs *erupa
1. Simulasikan rangkaian dengan nilai $0 di*eri
tanpa kapasitor atau penyeara, tak
untuk tegangan sum*er (Vs)
!. 1elalui ,asil gra"ik& ukur tegangan pun2ak *e*an dan ,itung tegangan *e*an #$ rata
rata

(. )anti nilai kapasitor 1"0 dengan 13u0 dan lakukan simulasi lagi. 4agaimana e"eknya
dengan tegangan *e*an5

/. 6kur tegangan 7agak8 seara, VL dan rata
Karakteristik Dioda
a VSIN dengan "rekuensi 93 -: dan amplitudo (3V)
an nilai $0 di*eri 0fF (mendekati 3 "arad untuk meli,at e"ek
ara, tak-tertapis) dan per,atikan ,asil gra"ik atau plot
dan tegangan *e*an (RL)
gangan pun2ak *e*an dan ,itung tegangan *e*an #$ rata
ngan 13u0 dan lakukan simulasi lagi. 4agaimana e"eknya
VL dan rata-ratanya;
-alaman 1.9
o (3V)
uk meli,at e"ek
k atau plot-nya
*e*an #$ rata-
mana e"eknya
Eksperimen IX : Studi Kasus I
9.3. Eksperimen IX-3: K
)am*ar E+.( (Vsour2e *erupa
1. <rans"ormator memiliki gulungan primer se*anyak 1333 lilitan (
sekunder se*anyak 133 lilitan (
(coupling=0.)

!. Lakukan simulasi dan per,atikan ,asil gra"iknya; #ari gra"ik ukurla, tegangan pun2ak
Vsou!ce dan Vsec serta 2ek rasio
Karakteristik Transformator
erupa VSIN dengan "rekuensi (3 -: amplitudo (33 V)
ungan primer se*anyak 1333 lilitan (L1"#$RNS=1000
n (L%"#$RNS=100) serta koe"isien kopling se*esar 3.++++
tikan ,asil gra"iknya; #ari gra"ik ukurla, tegangan pun2ak
asio-nya. 4erapa nilai =1S Vsou!ce dan Vsec5
-- selesai modul + --

-alaman 1..
(33 V)
RNS=1000) dan
se*esar 3.++++
gangan pun2ak
5
Eksperimen X : Studi Kasus II
-ksperimen 5
Studi 'asus +
10.1. Eksperimen X-1: Penguat Non
Gambar E10
1. Lakukan simulasi rangkaian
Berapakah nilai penguatan rangkaian tersebut
2. Tampilkan nilainilai tegangan rangkaian dengan mengklik t!mb!l
Voltage Display atau
tegangan pada rangkaian.
"ang telah dihitung se#ara te!ritis$
%. Lengkapi tabel berikut &Vin=2V
'
5 :
+
Penguat Non-Inversi

10.1 &Vin berupa VSRC sebesar 1 (!lt)
n penguat in(ersi "ang ditun*ukkan pada Gambar E10
n rangkaian tersebut &se#ara te!ritis)$
ngan rangkaian dengan mengklik t!mb!l E
pada edit!r skematik sehingga mun#ul angka
Berapa rasi! Vout/Vin+ apakah sesuai dengan peguatan
te!ritis$
n=2V):
Tabel 10.1

R1 R2 Vout
1k %k
1k ,k
1k -k
2k ,k
2k -k
2k .k
'alaman 1./
mbar E10.1.
Enable Bias
angkaangka
an peguatan
Eksperimen X : Studi Kasus II
10.2. Eksperimen X-2: Penguat Inversi
Gambar E10
1. Lakukan simulasi rangkaian penguat in(ersi "ang ditun*ukkan pada
Berapakah nilai penguatan rangkaian tersebut &se#ara te!ritis)$
2. Tampilkan nilainilai tegangan rangkaian dengan mengklik t!mb!l
Voltage Display atau
tegangan pada rangkaian. Berapa rasi!
"ang telah dihitung se#ara te!ritis$
%. Lengkapi tabel berikut &Vin=2V
'
Penguat Inversi
10.2 &Vin berupa VSRC sebesar 1 (!lt)
n penguat in(ersi "ang ditun*ukkan pada Gambar E10
n rangkaian tersebut &se#ara te!ritis)$
ngan rangkaian dengan mengklik t!mb!l E
pada edit!r skematik sehingga mun#ul angka
Berapa rasi! Vout/Vin+ apakah sesuai dengan peguatan
te!ritis$
n=2V):
Tabel 10.2

R1 R2 Vout
1k %k
1k ,k
1k -k
2k ,k
2k -k
2k .k
selesai eksperimen 10

'alaman 1.0
mbar E10.2.
Enable Bias
angkaangka
an peguatan

Anda mungkin juga menyukai