Anda di halaman 1dari 8

PERINGATAN YESUS BAGI ORANG-ORANG KRISTEN!

Hati saya sungguh-sungguh berharap bahwa semua orang akan percaya kepada Yesus,
menerima jaminan keselamatan, dan tidak masuk ke Neraka.

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam
Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Matius 7:21

Kata-kata ini adalah kebenaran dan akan digenapai. Jonathan Edwards, John Wesley,
George Whitfield, Charles Finney, Richard Baxter, Thomas Waston, dan Joseph Alleine
dengan sangat jelas menyatakan kebenaran ini. Charles Hodge, Dwight L. Moody, Aiden
W. Tozer, Martyn Lloyd-Jones, dan John Stott mengikuti kebenaran yang sama. Akan
tetapi, kebanyakan gereja modern saat ini telah kehilangan kebenaran ini. Sebagai
hasilnya, banyak jiwa yang disesatkan dan menghadapi bahaya kebinasaan.

Heaven Is So Real! (Surga Itu Nyata) adalah kesaksian tentang pengalaman Choo
Thomas pergi ke Surga sebanyak 17 kali. Dalam buku itu, Tuhan membukakan suatu
kenyataan bahwa “Hanya sekitar 20 % dari gereja-gereja meletakkan AKU sebagai yang
Terutama; sisanya kuatir tentang apa yang akan dikatakan oleh orang dan berapa
banyak uang yang akan mereka peroleh.” Dia juga berkata, “Hanya sekitar 20 % dari
orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh menyenangkan DIA.”

Di dalam buku itu terdapat informasi yang mengejutkan berikut ini,

Tuhan menyentuh kepala saya, dan memegang tangan saya, memimpin saya turun ke
sebuah terowongan yang gelap, dan kami muncul pada jalan lain yang tidak rata yang
sangat panjang dan sampai ke pinggir lubang. Jalan gunung ini melalui pohon-pohon
yang tinggi-tinggi dan batu-batu yang besar sekali. Ketika kami sampai ke puncaknya,
saya memandang sebuah lembah berwarna coklat dan mati. Semuanya serba coklat.
Seluruh kawasan seolah-olah dipenuhi oleh rumput mati.

Saya melihat banyak orang memakai jubah berwarna pasir berjalan-jalan tak tentu arah,
dekat dengan lubang Neraka yang menganga. Kepala mereka tertunduk, dan mereka
kelihatan sedih dan tiada pengharapan.
“Siapakah orang-orang ini, Tuhan?” saya bertanya.
“Mereka adalah orang-orang Kristen yang tidak taat.”
“Berapa lama lagi mereka harus tinggal di tempat yang tandus dan mati ini?”
“Selamanya, puteriKu. Mereka yang akan masuk ke dalam KerajaanKu adalah yang
murni hatinya – anak-anakKu yang taat.”

Ia terus menerangkan: “Banyak yang menamakan diri mereka ‘Kristen’ tidak hidup
menurut firmanKu, dan beberapa di antaranya mengira bahwa ke gereja seminggu
sekali sudah cukup. Mereka tidak pernah membaca FirmanKu, dan mereka mengejar
hal-hal duniawi. Beberapa yang meskipun tahu FirmanKu hati mereka tidak bersamaKu.”

Seluruh rencana dan maksud Tuhan mulai menerangi pikiran saya. Saya ingat
bagaimana Yesus memperingatkan bahwa adalah sukar untuk masuk KerajaanNya
(Markus 10:24), dan sekarang saya baru sadar apa artinya.
“PuteriKu, FirmanKu mengatakan bahwa adalah sukar untuk masuk Kerajaan Surga,
tetapi sedikit sekali yang mempercayainya dan mengerti betapa pentingnya ini. Aku
memperlihatkan ini kepadamu supaya engkau dapat memperingatkan mereka,” Ia
menerangkan.

Di bagian lain dari buku itu, Yesus dengan sungguh-sungguh memperingatkan bahwa
mereka yang hanya datang pada kebaktian hari Minggu, mereka yang pelit dan tidak
memberikan persembahan persepuluhan, mereka yang memiliki iman suam-suam kuku,
dan mereka yang mengasihi dunia lebih daripada mengasihi Tuhan tidak bisa masuk
Surga meskipun mereka adalah orang-orang Kristen. Lebih lanjut, Tuhan
memperingatkan “bahwa banyak pendeta akan pergi ke lembah-lembah … (bayang-
bayang kematian), kemudian jemaat mereka akan mengikuti.”

Saya harus menanyakan sebuah pertanyaan kepada Saudara: Apakah Saudara sungguh-
sungguh mengerti kata-kata yang Yesus katakan kepada Choo Thomas? Dengan kata
lain, apakah Saudara yakin bahwa kata-kata ini adalah kebenaran dari kitab suci?

BERADALAH DI MANA SAJA ASAL TIDAK DI NERAKA!

Alkitab berbicara lebih banyak mengenai Neraka daripada Surga. Hal ini mungkin karena
lebih banyak manusia akan berakhir di Neraka daripada di Surga. Di dalam Alkitab,
orang yang paling banyak berbicara mengenai Neraka adalah Yesus. Tentu saja, Yesus
tahu lebih banyak tentang Neraka dari pada orang lain.

Belakangan ini, banyak pengkhotbah melakukan kesalahan karena tidak berbicara


mengenai Neraka. Mereka tidak berbicara mengenai Neraka karena banyak orang tidak
senang mendengar khotbah ini.

Seorang pengkhotbah tidak perlu memikirkan apa yang orang lain pikirkan; mereka
harus lebih sering berbicara mengenai Neraka. Topik pertama yang harus mereka
bicarakan adalah Neraka itu benar-benar ada. Topik selanjutnya adalah “Tempat seperti
apakah Neraka itu?” Kalau begitu, tempat seperti apakah Neraka itu?

Thomas a’ Kempis berkata seperti ini mengenai Neraka, “Satu jam berada di lubang
Neraka ini akan lebih menyakitkan daripada ratusan tahun rasa sakit yang dialami yang
kita rasakan di Bumi.”

Kesaksian yang sangat mengejutkan berikut ini menunjukkan betapa menakutkannya


api Neraka itu. Tahun 1948, George Godkin dari Alberta, Canada, meninggal dunia
setelah mengalami sakit yang lama. Pada waktu itu, ia mengalami berada di Neraka
untuk sesaat. Ia menceritakan pengalamannya itu sebagai berikut:

Saya dibawa ke suatu tempat di alam roh yang disebut Neraka. Ini adalah tempat
penghukuman bagi mereka yang menolak Yesus Kristus. Saya tidak saja menyaksikan
Neraka, tetapi merasakan penyiksaan bagi mereka yang akan pergi ke sana. Kegelapan
di Neraka sangat pekat sekali sehingga tampaknya tekanan ada di setiap inci. Betul-
betul hitam, tidak ada cahaya, terisolasi, berat, dan pekat. Hal ini memberikan kepada
orang tersebut kepedihan, tidak ada harapan, dan perasaan kesepian.
Ada panas yang sangat kering, seperti dehidrasi. Biji mata terasa sangat kering sehingga
membuat mata itu menjadi merah, batu bara panas ada di dalam rongga matanya. Lidah
dan bibir terasa kering dan pecah-pecah karena panas yang hebat. Napas yang
dikeluarkan dari hidung seperti hembusan dari perapian. Tubuh bagian luar terasa
seperti disimpan di dalam kompor api. Tubuh bagian dalam merasakan siksaan yang
membakar, udara yang panas keluar dari dalamnya. Penderitaan yang mendalam dan
kesunyian Neraka yang dirasakan jiwa manusia tidak dapat digambarkan dengan jelas,
tetapi harus dialami!

Api Neraka, yang diuraikan di atas, adalah tempat untuk penyiksaan. Tempat yang
paling buruk di alam semesta adalah Neraka. Kita harus berusaha untuk tidak masuk ke
sana dengan cara apa pun.

Neraka adalah tempat yang kekal. Api di Neraka tidak pernah padam, dan tidak ada
kematian di Neraka. Itulah sebabnya penyiksaan di Neraka adalah kekal.

Kesaksian lainnya adalah penglihatan mengenai jiwa yang menderita di Neraka yang
dialami oleh seorang wanita bernama Susan. Suatu malam, Susan sedang duduk di
sofanya di ruang tamu. Tiba-tiba ia merasakan hadirat Allah dan dipenuhi dengan Roh
Kudus. Ia mendengar Tuhan berkata, “Lihatlah! Jangan alihkan pandanganmu dari
Neraka!”

Segera setelah ia mendengar suara itu, sebuah dinding yang terbakar muncul di
hadapannya. Lidah api berwarna biru seperti tiang api muncul secara dahsyat dari dasar
lantai berwarna coklat. Sesosok tubuh seperti agar-agar muncul dan berdiri di tengah
api tersebut. Sementara ia memandang sosok itu, ia mulai dipenuhi ketakutan.

Suara tangisan yang sangat kuat terdengar dengan rintihan, “Oh Allah, tolonglah saya,
tolonglah saya!” ia terus meratap.

Kemudian Tuhan berbicara,” Anak-Ku yang Kukasihi, jiwa yang kau lihat di Neraka
sudah ada di Neraka selama 1800 tahun. Ia terus menangis dan berteriak seperti ini
kepadaKu.”

Kenapa Saudara terkejut? Apakah Saudara berpikir 1800 tahun adalah waktu yang
lama? Tidak, itu tidak lama. 1800 tahun bahkan tidak mendekati 1 detik di Neraka. Hal
ini karena Neraka adalah tempat yang kekal.

Buku yang terbaik mengenai Neraka adalah yang ditulis oleh Mary Kathryn Baxter, yang
berjudul A Divine Revelation of Hell (Wahyu Ilahi Mengenai Neraka). Berikut ini adalah
sebagian kesaksian yang ditulis dalam buku itu:

Kemudian, kami tiba di tungku api. Ukuran tungku api ini sama dengan yang pertama,
dan tulang belulang ada di sana. Ada suara yang berkata, “Tuhan kasihanilah aku!”
Setelah ia berbicara baru saya mengetahui apakah ia laki-laki atau perempuan.

Dia berkata dengan terisak, ”Tuhan, saya telah berdosa. Ampunilah saya, keluarkan
saya dari sini. Saya telah berada dalam penderitaan ini bertahun-tahun. Tolong
keluarkan saya! Sementara ia memohon tulang-tulangnya jatuh dengan keras.
Saya melihat kepada Yesus dan Dia juga sedang menangis. Dia menatap ke atas dan
berkata, ”BapaKu, BapaKu, berbelaskasihanilah!”

“Tuhan Yesus, bukankah saya sudah menderita cukup lama untuk dosa yang telah saya
perbuat?” sebuah suara berteriak dari dalam api. “Saya sudah berada di sini lebih dari
40 tahun!”

Yesus berkata, ”Telah tertulis, orang benar akan hidup oleh iman. Bukan dengan
membayar atas hukuman dosa-dosamu yang membuatmu selamat, tetapi dengan
memiliki iman kepadaKu, Yesus Kristus, saat engkau di Bumilah engkau bisa
mendapatkan keselamatan. Engkau tidak percaya akan kebenaran. Bahkan ketika
orang-orangKu dikirim ke tempatmu dan menunjukkan kepadamu jalan yang benar,
engkau tidak mau mendengarkan mereka. Engkau menghina mereka dan menolak Injil.
Walaupun Aku telah mati bagimu, engkau mengejek Aku dan tidak bertobat dari dosa-
dosamu. BapaKu telah memberikan banyak sekali kesempatan kepadamu untuk
menerima keselamatan. Seandainya saja engkau mendengarkan mereka …” Yesus
meneteskan air mataNya.

“Saya tahu Tuhan, saya tahu!” orang itu menjawab. “Tetapi saya bertobat sekarang.”

“Sudah terlambat,” kata Yesus. “Pengadilan sudah berakhir.”

Pria itu terus saja meratap. “Tuhan, bahkan sekarang, orang-orang yang belum bertobat
masih terus berdatangan ke sini. Izinkan saya untuk mengatakan kepada mereka bahwa
mereka harus bertobat dari dosa-dosa mereka selagi mereka di Bumi. Saya tidak ingin
mereka datang ke sini!”

Richard Baxter, pembicara Puritan yang terkenal, menuliskan mengenai penderitaan di


Neraka:

Tetapi kesedihan yang sangat dari penderitaan ini akan menjadi kekekalan mereka.
Ketika ribuan tahun telah berlalu, mereka akan tetap sama seperti pada saat mereka
pertama kali masuk. Seandainya ada pengharapan akan diakhirinya penderitaan
tersebut, hal itu meringankan kesakitan yang dihadapi; tetapi selamanya merupakan
pemikiran yang tidak bisa ditoleransi! Mereka tidak pernah lelah untuk berbuat dosa
begitu juga Allah tidak pernah lelah untuk menghukum. Mereka tidak pernah berpikir
untuk bertobat, begitu juga Tuhan tidak akan menyesal atas penderitaan yang mereka
alami. Mereka melawan hukum kekekalan Allah, dan karenanya mereka akan menerima
penderitaan kekal … Sebagaimana kesukaan surgawi di luar konsep pemikiran kita,
begitu juga kesakitan di Neraka. Penyiksaan kekal adalah penderitaan tiada akhir.

ORANG KRISTEN MASUK NERAKA

Seorang Pendeta dan Penginjil Carmelo Brenes memberikan kesaksiannya ketika dia
berada di dalam Neraka bersama Yesus:

Tuhan mengatakan kepada saya oleh karena ketidaktaatan, banyak orang Kristen yang
datang ke tempat itu (Neraka) memohon belas kasihan terhadap kehidupan mereka.
Namun mereka sudah tidak memiliki kesempatan lagi karena pengampunan hanya ada
sewaktu mereka hidup di dunia. Setelah seseorang meninggal dunia, pengampunan
sudah tidak ada lagi karena Tuhan memberitahu kita dalam FirmanNya,

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu
dihakimi” (Ibrani 9:27).

Kami terus berjalan, lalu sampai ke suatu tempat khusus bagi mereka yang pernah
mendengar firman Tuhan namun mereka masih tidak bertobat. Saya lihat seorang
wanita bersama dua orang anaknya yang marah kepada ibu mereka sambil berkata:
“Mengapa? Mengapa ibu tidak membawa kami ke sekolah minggu? Mengapa ibu tidak
mengizinkan kami pergi ke gereja?” Mereka mengatakan demikian sebab mereka pernah
ingin ke gereja untuk mendengarkan firman Tuhan namun ibu mereka tidak pernah
mengizinkan mereka ke gereja mendengarkan injil. Dia juga membawa saya ke satu
tempat di mana terdapat pendeta, penginjil, pengkhotbah dan orang yang percaya
karena pelbagai sebab.

Lalu perhatian saya tertuju kepada seorang pendeta. Lelaki ini tidak percaya mengenai
kuasa Roh Kudus, berkata-kata dalam bahasa roh, dan urapan Roh Kudus. Dia juga
tidak percaya mengenai mujizat kesembuhan dari Tuhan. Namun waktu itu dia
memohon pengampunan dan kesempatan untuk kembali ke dunia untuk memberitahu
bahwa berkata-kata dalam bahasa Roh itu benar, Roh Kudus itu nyata, dan ada
pelepasan dari Injil Tuhan. Namun sudah terlambat baginya. Dia tidak dapat keluar dari
tempat itu karena waktunya untuk bertobat dari kefasikannya hanya ketika dia di bumi.
Walaupun dia seorang anggota gereja Kristen dan seorang pendeta, namun dia tidak
sempat menerima pengampunan. Terdapat juga pemimpin Kristen di tempat itu karena
dia meminta uang untuk misi penginjilan di Afrika namun dia hanya menggunakan
separuh dari jumlah uang yang diberikan. Separuh lagi uang itu dia gunakan untuk
dirinya sendiri dan sekarang dia memohon pengampunan untuk kesempatan yang kedua
untuk mengembalikan uang tersebut. Dia ingat bagaimana dia menipu untuk
mendapatkan uang tersebut namun sekarang dia memohon belas kasihan dan
pengampunan. Tetapi apabila dia sadar pengampunan sudah tidak ada lagi lalu dia mulai
mengutuk Yesus Kristus.

Saya ingin memberitahu anda sekarang tidak sama apabila anda hidup di dunia dan
apabila anda hidup tempat penyiksaan itu. Di Neraka anda akan mendengar jeritan dan
keluhan penderitaan di mulut orang-orang yang pernah memuji Yesus di dalam gereja.
Di tempat itu mereka berteriak memohon belas kasihan terhadap dosa mereka namun
hanya di dunialah mereka mempunyai kesempatan tersebut. Sekarang mereka hanya
menunggu untuk penghakiman kekal dan terakhir. Terdapat juga pendeta yang mencuri
perpuluhan dan persembahan dari gereja mereka. Sekarang mereka ingin kesempatan
sekali lagi namun sia-sia karena kesempatan tersebut hanya dapat diperoleh di dunia.
Mereka menghabiskan siang dan malam menangis menderita tidak henti-henti untuk
melepaskan perbuatan jahat mereka. Kesempatan untuk bertobat hanyalah ketika anda
di bumi karena setelah meninggal tidak akan ada kesempatan lagi. Orang yang mati
tanpa Yesus Kristus akan pergi ke Neraka namun orang yang mati dalam Yesus Kristus
akan mendapat hidup yang kekal. Banyak orang percaya bahwa kematian adalah titik
akhir kehidupan sementara tubuh mereka masuk kembali ke tanah. Setelah meninggal
dunia kehidupan sebenarnya dimulai dan sifat seorang yang percaya atau orang berdosa
akan muncul lalu hidup selamanya dalam kemuliaan Tuhan atau dalam kebinasaan yang
kekal. Pilihannya ada di tangan anda sekarang. Pada waktu ini juga anda pikirkan dan
pertimbangkan di mana anda ingin hidup kekal. Kekekalan di Neraka atau kemuliaan
Tuhan? Putuskanlah saat ini juga!

Kami berjalan hingga tiba di suatu tempat dan Tuhan berkata: “Lihat jalan yang lebar
ini.” Saya memandang ke arah jalan itu dan melihat banyak orang percaya sedang
memegang Alkitab mereka. Mereka mengangkat tangan mereka dan ada yang berdoa
dan ada juga yang mengangkat suara mereka kepada Tuhan. Jalan Tuhan menuju ke
kanan namun mereka sedang berjalan ke arah Neraka. Saya bertanya kepada Tuhan
mengapa mereka berjalan ke arah itu. Dia memberitahu: “Mereka menduakan
kehidupan – satu di rumah doa Tuhan dan satu di rumah mereka sendiri.” Dan saya
berkata kepada Tuhan: “Tapi Tuhan mereka ini memuji namaMu!” Lalu Dia berkata:
“Betul, walaupun mereka menangis, mengangkat suara, dan mengatakan sesuatu yang
baik mengenaiKu, namun hati mereka penuh dengan zinah, kejahatan, dusta, penipuan,
benci, kepahitan, dan pikiran yang jahat.” Lalu saya mengerti seperti yang tertulis di
dalam Matius 7:21

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam
Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Kesaksian lainnya adalah dari 7 anak muda Kolumbia yang diberikan kesempatan oleh
Yesus untuk melihat orang-orang Kristen yang tidak bertobat dari dosa-dosanya berada
di Neraka:

Kemudian kami memasuki ke bagian yang berbeda. Kami masuk ke bagian dalam yang
paling mengerikan dari Neraka, di mana siksaan terjadi, yaitu di tengah-tengah Neraka.
Bentuk siksaan yang paling hebat, seperti siksaan kalau seorang manusia yang ditempa
oleh mereka. Mereka ini adalah orang-orang yang mengenal Yesus dan Firman Tuhan.
Mereka adalah para gembala, penginjil, misionaris dan banyak tipe-tipe orang yang telah
menerima Yesus dan tahu kebenaran, tapi mempunyai kehidupan ganda.

Ada juga yang kembali kepada kebiasaan lama mereka yang tercela, mereka menderita
dan ribuan kali lebih berat siksaannya dari yang lain. Mereka berteriak histeris dan
meminta pengampunan dari Tuhan, tapi Firman Tuhan berkata dalam Alkitab di Ibrani
10:26-27, “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan
tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang
ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang
akan menghanguskan semua orang durhaka. “

Jiwa-jiwa itu berada di sana karena mereka telah mengajar, puasa, menyanyi dan
mengangkat tangan mereka dalam gereja tapi di jalan dan di rumah mereka adalah
pezinah, orang cabul, pembohong, perampok. Kita tidak bisa berbohong kepada Tuhan.
Alkitab berkata dalam Wahyu 21:8 bahwa, “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang
yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal,
tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan
mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang;
inilah kematian yang kedua.”

Kami berjalan lagi, melihat ribuan dan ribuan orang-orang. Di sana banyak orang-orang
muda, orang-orang dewasa, dan orang-orang tua yang kesakitan dalam penyiksaan.
Kami sampai di dalam sebuah tempat yang seperti kolam renang api, dengan ribuan
laki-laki dan wanita di dalamnya. Setiap mereka mempunyai pelat besi di dadanya yang
bertuliskan, “Saya berada disini karena tidak memberikan perpuluhan dan
persembahan”. Ketika saya membaca itu, saya bertanya pada Tuhan, “Tuhan, apakah
mungkin itu terjadi, orang-orang itu berada disini?”

Tuhan pun menjawab, “Ya, karena orang-orang ini mengira kalau perpuluhan dan
persembahan itu tidak penting, walaupun itu ada di dalam Firman Tuhan.” Dalam
Maleakhi 3:8-9, “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi
kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai
persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi
kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!”

Tuhan mengatakan kepadaku ketika orang-orangNya tidak memberikan perpuluhannya,


itu menghalangi pekerjaan Tuhan, dan kebenaran tidak akan diajarkan. Orang-orang
begitu menderita di tempat itu dan ribuan kali lebih parah dari yang lain, karena mereka
tahu Firman Tuhan dan mereka tidak patuh.

Dan berikut ini adalah bagian lainnya dari kesaksian pengalaman Mary Kathryn Baxter
ketika berada di Neraka bersama Yesus:

Kami berhenti di lubang berikutnya. Lubang itu persis seperti yang lain. Di dalamnya
terdapat seorang wanita, saya mengetahui hal itu melalui suaranya. Dia berseru kepada
Yesus untuk dibebaskan dari api-api itu.

Yesus melihat wanita itu dengan kasih dan berkata, "Ketika kamu masih di dunia, Aku
memanggilmu untuk datang kepadaKu. Aku memohonmu untuk membersihkan hatimu
di hadapanKu sebelum semuanya itu terlambat. Aku mengunjungimu banyak kali pada
tengah malam untuk memberitahukanmu akan kasihKu. Aku membujukmu,
mengasihimu dan menarikmu kembali kepadaKu dengan RohKu."

" 'Ya, Tuhan,' kamu berkata, 'saya akan mengikutiMu,' dengan bibirmu, kamu berkata
bahwa kamu mengasihiKu, tetapi hatimu tidak demikian. Aku mengetahui di mana
hatimu berada. Aku sering mengirim utusan-utusanKu kepadamu untuk
memberitahukanmu untuk bertobat akan dosa-dosamu dan kembali kepadaKu, tetapi
kamu tidak mendengarkan. Aku ingin menggunakanmu untuk melayani orang-orang
lain, untuk menolong orang-orang lain mendapatkanKu. Tetapi kamu ingin dunia itu dan
bukan Aku. Aku telah memanggilmu, tetapi kamu tidak mau mendengarkanKu maupun
bertobat akan dosa-dosamu."

Wanita itu berkata kepada Yesus, "Engkau ingat Tuhan, bagaimana saya ke gereja dan
saya adalah seorang wanita yang baik. Saya masuk gereja. Saya menjadi seorang
anggota dari gerejaMu. Saya tahu akan panggilanMu atas hidupku. Saya tahu saya
harus turut meskipun seluruh dari hidupku harus saya persembahkan dan saya lakukan."

Yesus berkata, "Wanita, kamu masih penuh dengan tipuan-tipuan dan dosa. Aku
memanggilmu tetapi kamu tidak mau mendengarkanKu! Benar, kamu merupakan
seorang anggota dari sebuah gereja, tetapi menjadi anggota tidak akan membuatmu
naik ke surga. Dosa-dosamu banyak dan kamu tidak bertobat. Kamu menyebabkan
banyak orang tersandung akan FirmanKu. Kamu tidak mau mengampuni orang lain
ketika mereka menyakitimu. Kamu berpura-pura mengasihi dan melayaniKu ketika
kamu bersama orang-orang Kristen, tetapi ketika kamu tidak bersama dengan orang-
orang Kristen, kamu berbohong, menipu dan mencuri. Kamu mendengarkan roh-roh
penggoda dan menikmati hidupmu yang bercabang dua. Kamu tahu akan jalan yang
lurus dan sempit."

"Dan," Yesus berkata, "Lidahmu juga bercabang dua. Kamu membicarakan tentang
saudara-saudaramu di dalam Kristus. Kamu menghakimi mereka dan berpikir bahwa
kamu lebih suci dari mereka, sementara di dalam hatimu terdapat dosa-dosa yang
besar. Hal ini Aku ketahui, kamu tidak mau mendengarkan RohKu yang lemah-lembut
dan penuh belaskasihan. Kamu menghakimi penampilan seseorang, tanpa
memperhatikan fakta-fakta bahwa mereka adalah anak-anak yang beriman. Kamu
sangat keras terhadap mereka."

"Ya, kamu berkata bahwa kamu mengasihiKu dengan bibirmu, tetapi hatimu
menjauhiKu. Kamu tahu akan jalan-jalan dari Tuhan dan kamu mengerti. Kamu bermain
dengan Tuhan dan Tuhan mengetahui segalanya. Jika saja kamu telah melayani Tuhan
dengan tulus, kamu tidak akan berada di sini hari ini juga. Kamu tidak bisa melayani
Lucifer dan Tuhan pada waktu yang bersamaan."

Yesus menoleh ke arahku dan berkata, "Banyak orang di hari-hari terakhir akan
meninggalkan imannya, dan mendengarkan roh-roh yang menipu dan akan melayani
dosa. Keluarlah dari mereka, dan pisahkan dirimu dari mereka. Jangan berjalan dengan
cara hidup mereka."

Ketika kami mulai berjalan menjauhi lubang itu, wanita itu mulai mengutuk dan
menyumpahi Yesus. Dia berteriak dan menangis dengan kemarahan yang besar. Kami
tetap berjalan. Badan saya sangat lemah.