Anda di halaman 1dari 66

Dewi Agustina FKG UGM

INTRODUKSI
Defisiensi saliva akan mengalami kesulitan :
a. Makan, berbicara dan menelan b. Rentan thdp. infeksi c. Rentan thdp. karies gigi

Ada 3 kel. Saliva mayor :


a. Parotis (duktus : Stensen) b. Submandibular (duktus : Wharton) c. Sublingual (duktus : Rivinus)

Ciri :
Letaknya di luar kavitas oral Encapsulated Berduktus (> panjang)

Kel. Salivarius minor :


Terletak tersebar (labial, lingual, palatal, bukal, glosopalatal, retromolar) Unencapsulated Berduktus (pendek)

Jenis sekresi :
Parotis : serous/watery : amilase>> Submandibularis : more mucinous Sublingual : viscous MIXED SALIVA di dalam rongga mulut

FUNGSI SALIVA
Proteksi : - lubricant - barrier thdp. noxious stimuli, toksin mikroba, trauma minor - pencuci mekanis - protein yg mengikat Ca saliva membantu pembentukan pelikel saliva (sbg. membran protektif)

Buffering : - dilakukan oleh ion bikarbonat , fosfat dan residu bermuatan negatif - melindungi kav. oral melalui 2 jalan yaitu membuat pH oral tidak optimal utk bakteri dan mencegah plak mikroorganisma utk menghasilkan asam - sialin (peptida saliva) : pH dental plaque karies <<

Digesti : - untuk mengenali rasa - menetralisir kandungan esofagus - melarutkan gastric chyme - membentuk bolus makanan (karena amilasenya dapat memecah zat tepung)

Organ perasa : - mengenali agen berbahaya - melarutkan substansi shg. dapat dirasakan - membawa substansi ke taste buds - protein gustin-nya diperlukan untuk pertumbuhan dan pematangan taste buds

Antimikrobial : - kandungan histatin-nya mgd. subs. antibakteri - lisosim : menghidrolisa dinding sel bakteri - laktoferin : dpt. mengikat ion Fe bebas bakteri kekurangan elemen esensial - IgA : menggumpalkan mikroorganisma (cleansing action)

Menjaga integritas gigi :


- maturasi post-eruption, mll difusi ion Ca, fosfat, Mg, Chloride yang tdpt di saliva, akibatnya : Kekerasan permukaan gigi Permeabilitas Ketahanan thdp. Karies (tjd remineralisasi krn ada ion Ca dan fosfat) Statherin dan acidic proline-rich proteinsnya akan menghambat pertumbuhan kristal hidroksiapatit

Percepatan clotting time (kecepatan wound contraction ) krn adanya EGF di dalam saliva yg diproduksi oleh kel. submandibularis

KOMPOSISI SALIVA
99 % : air 1 % : komponen organik dan inorganik Saliva manusia : hipotonik Osmolaritas saliva tgt curah saliva (curah saliva tinggi osmolaritas Elektrolit utama : Na, K, Ca, Cl, bikarbonat, fosfat organik (lainnya, < 1.0 mM : Mg, S, I, Fl)

Kel salivarius mayor menentukan homeostasis Ca dan fosfat Konsentrasi Ca dan fosfat tgt curah saliva Ca dan fosfat diperlukan utk remineralisasi email gigi (stlh erupsi) Konsentrasi Fl tak tgt curah saliva Fl saliva penting utk pembentukan fluorapatite enamel (lebih tahan thdp demineralsasi asam dibanding hidroksiapatit)

Sekresi kel salivarius minor tak mgdng bikarbonat shg tak berefek sbg bufer Komponen organik : protein dan glikoprotein (dibentuk dan disekresi oleh sel acinar dan duktus) Konsentrasi protein saliva total tergantung stimulasi dan ritme sirkadian

Material organik/protein di dalam saliva :


Amilase dan lipase (diproduksi oleh sel acinar kel parotis utk pencernaan) Lisosim, IgA, Peroxidase, Lactoperoxidase (utk fungsi imunologis) Esterase Kallikrein (vasodilator) Ribonuklease Thromboplastin NGF (utk stimulasi diferensiasi dan maturasi sel saraf simpatetik) EGF Ca-binding protein Erythropoietin (utk produksi eritrosit) Blood group substances (lainnya : urea, glukosa, lipids, C2O, insulin, cortisol)

Faktor yg mempengaruhi komposisi saliva : Kecepatan curah saliva Sifat stimulasi Durasi stimulasi Ritme sirkadian Faktor genetik Kontrol kecepatan curah saliva tergantung pada : Neuron (serabut eferen parasimpatetik kolinergik) Stimulasi pencecapan Stimulasi mekanik dari pengunyahan Hormon (sedikit berpengaruh)

ANATOMI KEL. SALIVARIUS


PAROTIS :
letak : di depan telinga belakang ramus mandibula berat : 14-28 gram berhub dg cabang perifer N VII duktus berjalan ke depan menyeberangi m. masseter, belok masuk ke kavitas oral dan terbuka di papila parotis (~M2 atas)

SUBMANDIBULARIS :
letak : di bag posterior dasar mulut berat : 10-15 gram Duktus berjalan ke depan dan terbuka di dalam kavitas oral di bawah lidah mll orifice kecil sebelah lateral fren. lingualis

SUBLINGUALIS :
letak : di dasar mulut antara tepi lidah dan gigi geligi berat : 2 gram duktus ekskretori di dalam kav oral mell duktus-duktus kecil pada sublingual fold Kadang ada pertemuan antara kel submandibularis dan sublingualis yg membentuk kompleks subling-submand

Kelenjar salivarius minor :


jumlah : 600 1000 ciri : kecil, massa discrete menempati submukosa kav oral kecuali gusi dan bagian anterior palatum keras Semua mensekresi mukus kecuali gland of von Ebner (serous!!), tdpt di sulci papila sirkumvalata dan papila foliata

Development
Sebagai penebalan epitel oral yg tumbuh ke dalam ektomesenkim, membentuk small buds Sel epitel ektomesenkim berkondensasi di sekitar kuncup Sel acinar sekretori & sistem duktus berasal dari invaginasi epitel oral (ekto/endo) Jar stroma/jaringan ikat terbentuk dari ektomesenkim

Parotis : minggu ke 4-6 (dari ektoderm oral) Submandibularis : minggu ke 6 Sublingualis dan kel salivarius minor : minggu ke 8-12 (keduanya berasal dari endodermis dasar mulut)

Development of salivary gland

STRUKTUR KEL SALIVARIUS (i)


Terdiri dari serangkaian duktus yang berakhir di terminal secretory end pieces (tdr dari sel acinar) Terminal end pieces mempunyai variasi : ukuran bentuk : simple circular, tubular, multilobed polygons jumlah sel Ruang antar sel acinar terhubung dg lumen (lumina) yg mrpkn awal dari sistem duktus

STRUKTUR KEL SALIVARIUS (ii)


Kel serous : sel pada end piece dlm bentuk roughly spherical di sekitar lumen yg sempit Kel mucous : sel dgn konfigurasi tubular/polygonal dgn lumen yg lebih lebar

STRUKTUR KEL SALIVARIUS (iii)


Terminal secretory end piece tdr 3 tipe : Mucous cell Serous cell Myoepithelial cell Jumlah dan distribusi masing2 jenis sel bervariasi utk tiap sel dan secretory end piece

Morfologi kel salivarius : a. Spherical acinus b. Tubular acinus Sel sekretori pada kel salivarius dibagi 2 yi serous dan mucous. Gambaran histologis dan produksi sekretorinya berbeda namun sama dalam proses sintesis dan proses sekretorinya

Saliva dibentuk di dalam secretory end pieces yg tdr dari 2 komponen yi : makromolekuler (berasal dari aktivitas sintetik dan sekretori sel acinar) cairan (fluid) (berasal dari darah)

Struktur sel acinar :


Rough Endoplasmik Retikulum (RER) Golgi complexes Secretory vesicles

Golgi complexes berperan untuk :


1. Sintesis dan sekresi yang terlibat dalam transport protein, menentukan konsentrasi protein dan dalam memodifikasi protein Formasi granula sekretori dan lisosom Regulasi lalu lintas membran di dalam sel

2. 3.

PEMBENTUKAN KOMPONEN MAKROMOLEKUL RER sintesis protein Golgi complex (transport vesicles) : dimodifikasi packaged in secretory granules dikirim ke cell surface membrane + unit surface membran (terintegrasi) ruptur released to external environment (EXOCYTOSIS) Bila ada stimulasi secara farmakologis pada sekresi sel acinar banyak small vesicles ditemukan pada sitoplasma apikal ENDOCYTOSIS

PEMBENTUKAN KOMPONEN CAIRAN Sekresi oleh kel. Salivarius terjadi setiap 15 60 menit ketika ada stimulasi dengan proses sbb :
stimulasi RER : Ca++ dikeluarkan (sampai 5 -10X/detik) membuka 2 membran ion channels utk K+ dan Cl- termasuk Chlorine dan Potassium channels Potassium dilepaskan (terjadi pengambilan Na+ dan Cl- : Cl- keluar dari sel melalui channel Chlorine dan Na+ masuk ke sel melalui paracellular pathway flux of water ke lumen melalui osmotic coupling NaCl dan H2O

Jadi produksi saliva adalah suatu peristiwa transcellular

Sel Serous (Seromucous cells) (1)


Bentuknya piramid Nukleus : spheric dan berada pada sepertiga basal Sitoplasma : terwarnai secara intensif dengan H&E (basal hematoxyphilia) Secretory granules terwarnai secara intensif dengan eosin terletak pada sitoplasma sebelah apikal ME : semua organela sel yang berfungsi untuk sintesis, penyimpanan dan sekresi protein dapat terlihat Di dalam end piece seromucous, sel-selnya didukung oleh sebuah basement membrane yg memisahkan parenkim dari jar. ikatnya

Sel Serous (Seromucous cells) (2)


Sel serous pada kel. Submandibularis mempunyai spesialisasi basal yg lebih kompleks drpd kel.parotis Permukaan sel serous mmepunyai mikrovili yg rumit yg meluas ke luminal dan ruang kanalikuler Permukaan sel serous dengan lipatan yang begitu kompleks sebagai refleksi dari fungsinya utk mengangkut cairan dan elektrolit dari serum ke saliva (Gb. 15-13, p. 325) Walaupun scr histologis semua sel serous sama, namun scr fisiologis sekresi utk tiap sel serous berbeda-beda, kemungkinan karena perbedaan densitas elektron

Sel Mucous
Bentuk piramidal dengan nukleus memipih berada dekat basalnya Bagian apikal sel tidak terwarnai kuat dg H&E (untuk sel serous terwarnai kuat) krn karbohidrat >> Mempunyai komponen ensimatik lebih sedikit dengan proteinnya berhubungan dengan carbohydrate materialforming mucins ME : Golgi complex >>> krn metabolisme KH meningkat selain itu bahan yang akan disekresikan tersimpan dalam droplets Interdigitation antar sel mucous lebih sedikit dibandingkan pada sel serous Lipatan basal sel mucous pd kel. submandibularis dan sublingualis cukup kompleks

Secretory Granules
Pada sel serous dan mucous, produknya dikemas di dalam secretory granules, Terdapat variasi struktur pada secretory granules yaitu : Monopartite : granules yg mengandung matriks homgenous padat Bipartite : granules dengann a denser spherical inclusion Tripartite : granules dengan a crescent-shaped component yg melekat pada permukaan dalam membran dan melingkungi granules Variasi tsb ditemukan baik pada sel mucous maupun serous dari semua kelenjar. Variasi tsb kemungkinan berkaitan dg tingkat maturasi granules dan peran secretory cell yg mampu menghasilkan berbagai jenis protein

a. b. c.

Myoepithelial cells (1)


terletak dekat terminal secretory end piece dan intercalated ducts, menempati ruang antara basement membrane dan basal plasma membrane dari suatu secretory epithelial cells Biasanya hanya ada satu sel myoepithelial per secretory end piece HE : hanya tampak nukleusnya Morfologi tgt lokasinya, utk sel yang dekat secretory end piece mempunyai bentuk an octopus sitting on a rock Yang dekat dg intercalated ducts berbentuk lebih spindle dan punya prosesus lebih sedikit ME : mirip dg sel otot polos Tiap sel terdr dari satu central body (di dalamnya ada nukleus) yang darinya akan muncul 4 8 prosesus Kemungkinan berasal dari sel epitel

Myoepithelial cells (2)


Fungsi : 1. Mendukung fungsi secretory cells 2. Mencegah overdistention ketika tjd produk secretory cell >>> di dalam sitoplasma 3. Mengecilkan dan melebarkan diameter intercalated ducts shg akan dapat menurunkan dan meningkatkan resistensi 4. Membantu rupturnya sel acinar

DUCTAL SYSTEM
Sistem duktus kel. Salivarius mrp suatu jaringan duktus yang bervariasi yg dicirikan dengan ukuran diameter membran yg semakin kecil Jaringan duktus (Ductal network) mengandung 3 klas : a. Intercalated ducts b. Striated ducts c. Terminal ducts Duktus tidak hanya mrp sistem duktus yang sederhana, namun juga berperan dalam produksi dan memodulasi saliva

Intercalated ducts
Sekresi dari terminal end pieces pertama kali melalui intercalated ducts Dinding duktus terdiri dari sel kuboid pendek yg di tengahnya ada nukleus dan mgd sedikit sitoplasma (RER, Golgi complex), kadang tdp secretory granules di dekat secretory end piece. Myoepithelial cell ataupun prosesusnya terdapat diantara basement membrane sel-sel duktus Banyak dijumpai pada kel salivarius dg sekresi serous (kel. parotis)

Striated ducts (1)


Setelah melalui intercalated duct kemudian akan sampai ke striated ducts Dinding duktus terdiri sel kolumnar dgn nukleus di tengah, sitoplasma terwarnai intensif dg eosin Disebut striated (seperti pita ) krn gambaran pita yang sangat jelas pada akhiran basal setiap selnya EM : striae tampak sebagai indentasi yg dalam dari membran plasma basal ke sel Striated ducts dikelilingi oleh sejumlah pemb. darah kecil yg tersusun scr longitudinal Diantara sel pada intercalated dan striated ducts tdp clear cells (macrophage-like, lymphocytic cells)

Striated ducts (1) Fungsi : 1. Memodifikasi sekret 2. Merubah dari protein yang mixed-tonic menjadi kondisi yang hipotonik 3. Mempunyai kapasitas memompa sodium

Terminal Secretory Ducts (TSD) (1)


Setelah melalui striated ducts, saliva disekresikan ke rongga mulut melalui TSD Gambaran histologis TSD dari striated ducts menuju ke kavitas oral Bila di dekat striated ducts : dindingnya tdr dr pseudo-stratified epithelium yg tdr dari sel kolumner tinggi yg bercampur dg sel basal yang berbentuk kecil dan sel goblet juga dijumpai Bila sudah mendekati kav. oral, epitel berubah mjd true stratified epithelium yg kmd akan menyatu dg kavitas oral pada ductal orifice

Terminal Secretory Ducts (TSD) (2)


Duktus ekskretori akan memodifikasi produk saliva yg dihasilkan dg merubah konsentrasi elektrolitnya atau dg menjadikan cairan yg hipotonik atau dg menambahkan komponen mukoid Sel eosinofilik khusus yg dijumpai pada duktus tu pada mukosa kelenjar disebut ONCOCYTES, kemungkinan berperan sbg petunjuk perubahan umur seseorang

JARINGAN IKAT
Jaringan ikat pada kel salivarius mengandung : fibroblas, makrofag, mast cells, adipose cells, plasma cells yang kesemuanya berada pada matriks ekstraseluler dari serabut kolagen dan substansi dasardari glikoprotein dan proteoglycans Pada kel submandibularis dan kel salivarius minor dijumpai juga serabut oxytalan Stroma dari jar. ikat pada kel salivarius berfungsi untuk membawa pembuluh saraf dan darah

INERVASI (1)
Aktivitas sekretori setiap kelenjar dikontrol oleh impuls yg melalui secretomotor nerves,namun pd kel mukosal yg kecil2 sekresi spontan sering tjd tanpa kontrol dari saraf Masuknya saraf ke kel salivarius mengikuti pemb darah yg selanjutnya terurai mjd bendel2 serabut saraf yg lebih kecil yg membentuk anyaman di dekat terminal parenkim, lalu menyebar ke otot arteriola, sel myoepithelia, sel secretory dari terminal end pieces dan sel-sel duktus intercalated dan striated Inervasi : parasimpatetik (untuk pertumbuhan) dan simpatetik (diferensiasi acinar)

INERVASI (2)
Dua pola inervasi kel salivarius yaitu : 1. Epilemmal
Axon (di jar ikat), bila telah mendekati secretory cells, penutup sel Schwann lepas. Bila ada impuls saraf, substansi neurotransmitter dilepaskan dari vesikelnya, substansi tsb berdifusi menuju secretory cells melalui basement membrane

2. Hypolemmal
Axon penetrasi ke basement membrane, kmd melepaskan penutup sel Schwann, mereka berada diantara secretory cells. Vesikel berada di sepanjang axon, dan di situ substansi neurotransmitter dilepaskan

INERVASI (3)
inervasi pada duktus terbatas pada jar ikatnya salivary flow dikontrol oleh sepenuhnya oleh stimulasi saraf stimulasi beta-adrenergic (simpatetik) akan menginduksi mekanisme sekretori protein stimulasi L-adrenergic dan cholinergic akan mengatur pelepasan air dan elektrolit impuls parasimpatetik lebih bersifat prevalen, sedangkan impuls yang simpatetik lebih bersifat intermiten

INERVASI (4)
Karakteristik impuls parasimpatetik :
terjadi dalam kondisi terisolasi terutama berpengaruh pada sekretori cairan mempengaruhi exocytosis dari bbrp sel menginduksi kontraksi myoepithelial cells menyebabkan dilatasi (bagian dari proses sekretori) berpengaruh langsung pada resintesis

Karakteristik impuls simpatetik :


berperan penting pada sel yg menerima impuls parasimpatetik tidak terlalu berpengaruh pada mobilisasi cairan memodulasi komposisi saliva dg meningkatkan exocytosis dari sel-sel tertentu

Neurotransmitters (1)
Ada 2 macam neurotansmitter yaitu : 1. Norepinephrine 2. Acetyl-cholin Keduanya dijumpai pada pada struktur vesikuler yg kecil, tampak agranuler pada cholinergic-axons dan granuler pada adrenergic-axons. Mekanisme yang terjadi ada 2 jenis yaitu : Melibatkan pembentukan cyclic-AMP Melibatkan pemecahan phosphatidylinositol4,5-biphosphate

Neurotransmitters (2) Pembentukan c-AMP :


Stimulasi adrenergic c-AMP mengaktivasi protein kinase menstimulasi sekresi protein

Pemecahan phosphatidylinositol
Stimulasi cholinergic phosphatidylinositol bebas pemecahan pelepasan Ca+2

Neurotransmitters (3)
Hormon yg berperan dalam regulasi kel salivarius :
Estrogen Androgen Glukokortikoid Peptides hormon

Hormon dapat memodifikasi kandungan saliva, namun tdk dpt menginisiasi aliran saliva

BLOOD SUPPLY
Arteri akan bercabang-cabang menjadi arteriola tu berada di sekitar duktus kelenjar Pemb darah akan ber-cabang2 membentuk distribusi kapiler yg padat tu di sekitar duktus striated krn di tempat tsb terjadi pertukaran ion Distribusi kapiler sekitar secretory end piece tidak sepadat di duktus intralobuler Anastomose arteri-venous dijumpai pada sirkulasi di acinar Meningkatnya aliran darah biasanya dijumpai pada saat sekresi saliva

SALIVARY GLANDS IN AGING


Semakin tua, keaktifan kel salivarius semakin berkurang kecepatan curah saliva Histologis : perubahan degenerasi lemak, fibrosis dan adanya akumulasi progresif limfosit Oncocytes : granuler lebih jelas, acidophilia Oncocytes dijumpai di dalam acini dan di duktus intercalated dan striated tendensi ke neoplastic changes ME : akumulasi mitokondria yg strukturnya berubah Kapasitas sintesis protein menurun Meningkatnya aging pigment (lipofuscin granules)

CLINICAL CONSIDERATIONS (1)


Sekresi saliva : 640-1200 ml/hr (10 ml diproduksi di malam hari) Defek developmental kel salivarius : jarang terjadi Peran diagnostik : keperluan metabolisme dan sekresi obat Biopsi kel labialis utk diagnosis lesi sistemik inflamatori (infeksi bakteri dan virus) Simtom : pembengkakan dan rasa nyeri Penyakit pada kel salivarius akan merubah kecepatan sekresi dan komposisi saliva Efek sekunder : plak dan kalkulus >>> karies dan peny periodontal >>>

CLINICAL CONSIDERATIONS (2)


Radiotx di sekitar oral : predisposisi utk peny kel salivarius lebih parah Peny : DM, cystic fibrosis serostomia Obstruksi aliran saliva dpt krn pembentukan salivary calculi di dalam duktus, atrofi kel salivarius + hilangnya fungsi Kel submandibularis lebih rentan thdp pembentukan calculi Sel acinar kel submadibularis resisten thp atrofi kelenjar dibanding kel parotis, kel mucinous paling resisten (kel sublingualis)

SUMMARY
Minor salivary glands
Lokasi : lingual, bukal dan palatal Merupakan kelenjar mukosal yg kecil dg duktus yg pendek Sekretnya tu kaya mukoprotein tu IgA (kecuali kel serous dari von Ebner) Musin dari kel minor akan berkontak dg gigi dan permukaan mukosa dan berperan sbg mekanisme protektif saliva krn sekresinya kaya substansi mucous yg berperan dalam pembentukan acquired pellicle Akumulasi limfosit secara lokal di sekitar dinding duktus berperan dalam immune surveillance bagi lingkungan oral

Kelenjar salivarius mayor


Saliva yg diproduksinya mempunyai komposisi yg berbeda-beda Komposisi tsb akan berbeda pada waktu yg berbeda utk setiap kelenjar Tdpt variasi struktur kelenjar, tidak hanya karena berbeda spesiesnya, namun perbedaan tsb tjd juga pada spesies yg sama, bahkan pada kelenjar yg sama Sulit utk memberi deskripsi yg tepat utk setiap waktu Identifikasi histologis dgn H&E sangat membantu menerangkan variasi-variasi tsb

Kelenjar parotis
TSED : seromucous Bentuk sel : piramida dg nukleus berbentuk spheric yg berada pada sisi basal dan mengelilingi sebuah lumen sentral yg kecil Sitoplasma sebelah basal terwarnai biru (basofilik) dg granula sekretori yg jelas terlihat, utk kel yg lebih tus akan terlihat sel-sel lemak Intercalated ducts : >>> dan memanjang,mempunyai lumen sempit yg dindingnya tdr dr sel kuboid dg nukleus bundar di tengah dan sitoplasma basofilik yg tidak rata Striated ducts : mudah dikenali krn membentuk gambaran spt kalung merah jambu. Sel-selnya berbentuk kolumner dan terwarnai scr intensif merah jambu (acidophilic) dg eosin. Nukleus terletak di tengah dg perbesaran yg lebih besar striatednya dpt terlihat berdampingan dg basement membrane, bukan dg lumen

Kelenjar submandibularis
80% secretory end pieces mrp seromucous dg gambaran yg sama dg yg ada pada kel parotis, sedangkan 20% sisanya merupakan campuran sel mucous dan seromucous Sel mucous dapat dibedakan dg sel seromucous krn mempunyai lumen yg lebih besar,dikelilingi oleh sel-sel piramida dg nukleus memipih dan terletak pada basal dgn sitoplasma yg tidak terwarnai dg cukup kuat Unit mixed-nya mudah dikenali krn punya penutup (topi) dg bentuk crescent-shaped caps atau demilunes dari sel-sel seromucous pada akhiran terminal dari mucus-secreting tubules Intercalated ducts : lebih pendek Striated ducts berkembang cukup baik dan lebih panjang shg lebih mudah dikenali

Kelenjar sublingualis
Bentuk kecil seperti buah almond H&E : mempunyai komplemen yg bercampur pada selselnya dg individual acini-nya bervariasi menurut jenis selnya Beberapa end piecesnya mengandung sel-sel besar yg terisi mukus dan end pieces yg lain tersusun atas sel-sel dg sedikit secretory granules. Jarang ditemukan seromucous endpieces nya, namun seromucous demilunes-nya menutup mucous tubules yg ada Secara morfologis mrp sebuah mixed gland Intercalated ducts : sangat pendek atau kadang tidak ada dan sulit ditemukan Striated ducts : pendek dan sulit ditemukan, bahkan kadang tidak ada Sekresinya secara imunohistokimiawi adalah mukus