Anda di halaman 1dari 13

PETUNJUK TEKNIS SELEKSI CALON KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

2011

Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

KATA PENGANTAR

Kepala sekolah/madrasah memiliki posisi penting dan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu kepala

sekolah/madrasah harus memiliki keahlian sebagai pendidik, manajer, akademisi, supervisor, Di pemimpin, samping itu inovator, kepala dan motivator di juga

sekolah/madrasah.

sekolah/madrasah

berkewajiban menjadi koordinator dalam mempererat hubungan antara sekolah/madrasah dengan pemangku kepentingan. Dalam rangka menjamin mutu kepala sekolah/madrasah, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Selain untuk standarisasi, Permendiknas Nomor 28 tahun 2010 juga merupakan sebuah sistem yang dibangun dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu Kepala Sekolah/Madrasah di Indonesia. Oleh karena itu, keseluruhan proses penyiapan sampai dengan pemberhentian Kepala Sekolah/Madrasah yang diatur dalam Permendiknas tersebut perlu

dijelaskan lebih lanjut dalam pedoman pelaksanaan. Pedoman ini meliputi program penyiapan, proses pengangkatan, masa tugas, mutasi dan pemberhentian, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah. Pedoman pelaksanaan ini menjadi acuan semua pihak dalam melaksanakan Permendiknas Nomor 28 tahun 2010.

Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

PETUNJUK TEKNIS SELEKSI CALON KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

A. Syarat dan Kualifikasi Calon Kepala sekolah/madrasah Peserta penyiapan calon kepala sekolah/madrasah adalah guru yang

telah memenuhi kualifikasi umum dan khusus sebagai berikut. 1. Kualifikasi Umum: a. memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi; b. berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun; c. memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing; khusus kepala Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman

mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; d. memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang. 2. Kualifikasi khusus a. Kepala Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) : 1) Berstatus sebagai guru TK/RA; 2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA; b. Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) : 1) Berstatus sebagai guru SD/MI; 2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI; c. Kepala Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah

(SMP/MTs): 1) Berstatus sebagai guru SMP/MTs; Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah 3

2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs; d. Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) : 1) Berstatus sebagai guru SMA/MA; 2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA; e. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) : 1) Berstatus sebagai guru SMK/MAK; 2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK; f. Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SDLB/SMPLB/ SMALB) : 1) Berstatus sebagai guru pada sekolah/madrasah SDLB/

SMPLB/SMALB; 2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SDLB/ SMPLB/SMALB; g. Kepala Sekolah Indonesia Luar Negeri : 1) Memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun sebagai kepala sekolah; 2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru pada salah satu satuan pendidikan; B. Mekanisme Rekrutmen Calon Kepala sekolah/madrasah Secara umum, rekrutmen calon peserta program penyiapan kepala sekolah/madrasah terdiri dari pendaftaran dan seleksi calon peserta. Proses rekrutmen ini dapat dilihat pada Gambar 2. Langkah-langkah rinci proses rekrutmen peserta program penyiapan calon kepala

sekolah/madrasah sebagai berikut.

Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

Seleksi Administrasi Pengumuman Pendaftaran Calon Peserta Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madarash oleh Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag

TIDAK LULUS

LULUS

Identifikasi Guru Yang Memenuhi Kualifikasi dan Potensial oleh Kepala Sekokah/Pengawas

Penyiapan berkas usulan dan portifolio oleh Guru yang berminat

Seleksi Akademik: Ujian Tulis Portofolio Makalah & Presentasi

TIDAK LULUS

Pengajuan Usulan oleh Kepala Sekolah/Pengawas ke Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag

LULUS

Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

Gambar 2 Proses Rekrutmen Calon Kepala Satuan Pendidikan

Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

1. Pengumuman Rekrutmen Calon Kepala Sekolah/Madrasah Berdasarkan proyeksi kebutuhan yang telah ditetapkan, Dinas Pendidikan Kabupatan/Kota atau kantor Kementerian Agama sesuai kewenangannya menyampaikan pengumuman secara terbuka kepada semua guru dan kepala sekolah/madrasah yang ada di wilayahnya. Penyampaian informasi dapat dilaksanakan melalui pengumuman resmi yang dikirim kepada semua sekolah/madrasah atau melalui website. 2. Identifikasi Guru Potensial oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Berdasarkan pengumuman resmi Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama, kepala-kepala sekolah/madrasah atau pengawas mengidentifikasi guru-guru dibawah kepemimpinannya yang memenuhi kualifikasi dan potensial untuk diberi tugas sebagai kepala sekolah/madrasah. Langkah-langkah yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam mengidentifikasi guru potensial ini antara lain: a. Mengidentifikasi guru-guru yang memenuhi kualifikasi umum dan khusus sebagai kepala sekolah berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam Permendiknas nomor 13 tahun 2007 dan Pasal 2 Permendiknas nomor 28/2010 (lihat bagian syarat dan kualifikasi kepala sekolah sebagaimana dikemukakan pada bagian awal bab ini); b. Membuat urutan guru potensial yang didasarkan pada penilaian potensi kepemimpinan berdasarkan pengamatan terhadap kinerja masing-masing guru yang bersangkutan selama berada dibawah kepemimpinan kepala

sekolah yang bersangkutan. c. Menyampaikan informasi hasil penilaian kepada guru terpilih untuk diusulkan sebagai calon kepala sekolah/madrasah; d. Pembuatan pernyataan kesanggupan oleh guru yang dipilih oleh kepala sekolah dan/atau pengawas; 3. Penyiapan Berkas Usulan Calon Kepala Sekolah/Madrasah Berdasarkan hasil penilaian kepala sekolah atau pengawas, guru yang berangkutan mempersiapkan semua berkas usulan calon kepala

sekolah/madrasah dan berkas portofolio.

Berkas usulan adalah sekumpulan

dokumen yang menunjukkan bahwa calon peserta telah kualifikasi umum dan Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah 6

khusus sebagaimana diuraikan pada bagian awal bab ini. Berkas portofolio merupakan sekumpulan dokumen dan bukti-bukti yang menunjukkan

pendidikan, pelatihan dan pengalaman manajemen dan kepemimpinan, serta prestasi-prestasi profesional yang pernah diraih oleh yang bersangkutan. Rincian masing-masing berkas diuraikan sebagai berikut. a. Berkas usulan terdiri dari: 1) Surat kesediaan mengikuti peyiapan calon kepala sekolah/madrasah; 2) Fotokopi ijazah terakhir yang dilegalisir oleh pihak yang berwenang; 3) Fotokopi SK Calon Pegawai Negeri Sipil bagi guru PNS atau SK lain yang sejenis bagi guru non-PNS ; 4) Fotokopi SK Kenaikan Pangkat/Jabatan terakhir guru; 5) Fotokopi sertifikat guru; dan 6) SK Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). 7) DP3 selama dua tahun terakhir. 8) Hasil penilaian kinerja guru. Semua berkas disyahkan (dilegalisir) oleh kepala sekolah. b. Berkas portofolio terdiri dari: 1) Identitas guru calon peserta program penyiapan; 2) Daftar berkas yang disertakan dalam dokumen portofolio; 3) Surat-surat keputusan atau penugasan yang terkait dengan keterlibatan yang bersangkutan di bidang organisasi, manajemen dan kepemimpinan baik di lingkungan sekolah/pendidikan maupun di masyarakat. Tugas-tugas di sekolah dan bidang pendidikan antara lain: Wakil kepala sekolah, Ketua program keahlian, Kepala laboratorium, Kepala perpustakaan, Pembina kegiatan kesiawaan. Pengurus MGMP/KKG Pengurus PGRI

Tugas-tugas di masyarakat antara lain: Pengurus RT/RW 7

Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

Pengurus organisasi sosial kemasyarakat di tingkat desa/kelurahan (seperti Badan Perwakilan Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kota, dan sebagainya), kecamatan, kabupaten/kota, atau tingkat di atasnya.

4) Bukti-bukti keterlibatan guru dalam kegiatan pengembangan kompetensi di bidang manajerial atau kepemimpinan seperti pelatihan, workshop, seminar, atau kegiatan sejenis lainnya. Bukti-bukti dimaksud antara lain dapat berupa Sertifikat, Piagam, Surat keterangan, atau bukti lain yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. 5) Bukti-bukti prestasi profesional yang pernah diraih seperti bintang jasa, kejuaraan terkait dengan prestasi kerjanya sebagai guru (misal guru teladan, guru berprestasi, guru inti, dan sebagainya), dan prestasi-prestasi lain yang relevan dengan keprofesiannya sebagai guru. 6) Fotokopi ijazah yang lebih tinggi dari tingkat Sarjana (S1) bagi calon yang telah menempuhnya. 4. Pengajuan Usulan Calon Kepala Sekolah/Madrasah Pengajuan usulan calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan oleh kepala sekolah dimana guru-guru yang diusulkan bertugas. Pengajuan usulan dilaksanakan secara kolektif melalui surat resmi yang dibuat oleh kepala sekolah dan ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan atau Kepala Kantor Kementerian Agama. Semua berkas usulan disertakan dan ditata sedemikian rupa sehingga memudahkan panitia seleksi dalam mengidentifikasi dan memverifikasi datadata yang disertakan. Dinas pendidikan atau kantor kementerian agama melakukan verifikasi berkas usulan dan melanjutkannya dengan proses seleksi administrasi. C. Seleksi Calon Kepala Sekolah/Madrasah Seleksi calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan melalui dua tahap, seleksi administrasi dan seleksi akademik. Seleksi administrasi dimaksudkan untuk menguji kelengkapan, kebenaran dan keabsahan dokumen-dokumen

pendukung kriteria administratif. Dokumen administrasi meliputi (1) berkas usulan yang terdiri dari semua persyaratan administratif terkait dengan kualifikasi umum dan kualifikasi khusus calon kepala sekolah/madrasah, dan (2) Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah 8

berkas portofolio yang merupakan sekumpulan dokumen yang menunjukkan pendidikan dan pengalaman di bidang manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah guru yang bersangkutan. Seleksi akademik terdiri dari (1) penilaian portofolio, (2) ujian tertulis, (3) penulisan makalah, dan (4) pemaparan makalah. Nilai seleksi akademik merupakan akumulasi dari nilai-nilai yang diperoleh melalui masing-masing penilaian tersebut dengan pembobotan tertentu. Tujuan, kriteria, mekanisme seleksi, instrumen penilaian, dan tim penilai diuraikan secara rinci sebagai berikut. 1. Seleksi Administrasi a. Tujuan Penilaian Administratif Seleksi administrasi bertujuan untuk memverifikasi kelengkapan dan keabsahan berkas-berkas permohonan dan portofolio yang diajukan oleh calon peserta. b. Kriteria Seleksi Administratif Kriteria administrasi meliputi kelengkapan dan keabsahan berkas-berkas sebagai berikut: 1) Berkas usulan beserta seluruh kelengkapannya 2) Berkas portofolio. Peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi apabila yang berkas-berkas tersebut lengkap dan sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. c. Instrumen Penilaian Administratif Seleksi administrasi dilakukan dengan menggunakan format penilaian

sebagaimana ditunjukkan pada Lampiran 3. 2. Seleksi Akademik a. Tujuan Seleksi Akademik Seleksi akademik bertujuan untuk mendapatkan calon-calon terbaik dan memenuhi standar minimal sebagai peserta program penyiapan calon kepala sekolah ditinjau dari pengetahuan, pengalaman, serta kualitas visi dan misinya terkait dengan tugas dan fungsi kepala satuan pendidikan. Calon Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah 9

dinyatakan lolos seleksi akademik apabila yang bersangkutan sekurangkurangnya mendapatkan nilai 70% (tujuh puluh persen) b. Kriteria Seleksi Akademik 1) Potensi kepemimpinan atau Leadership Potential Assessment (LPA) yang digunakan untuk menilai potensi kepemimpinan sekolah (school

leadership) para calon Kepala Sekolah/Madrasah. Potensi kepemimpinan yang dinilai mencakup kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan kemampuan pengambilan keputusan. 2) Penguasaan awal terhadap kompetensi kepala sekolah/madrasah yang meliputi dimensi: kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. 3) Pengalaman di bidang manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan portofolio, yang meliputi: penilaian atasan yang diwujudkan dalam rekomendasi yang dibuat oleh kepala sekolah dan pengawas dimana guru yang bersangkutan bertugas; pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan, pengalaman keterlibatan dalam organisasi di bidang kependidikan, pengalaman keterlibatan dalam organisasi dalam organisasi sosial kemasyarakatan prestasi-prestasi profesional yang relevan dengan bidang pendidikan. tingkat pendidikan (khusus bagi peserta yang telah menyelesaikan pendidikan pada strata yang lebih tinggi dari Sarjana S1) 4) Kualitas Visi dan misi kepemimpinan serta kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang terkait dengan isu-isu aktual di bidang pendidikan. Kualitas ini dinilai dari kemampuan peserta dalam

mengkomunikasikan hal-hal tersebut secara tertulis dalam bentuk makalah dan secara lisan melalui presentasi dihadapan penilai. d. Prosedur Seleksi Akademik Seleksi akademik ini dilakukan melalui ujian tulis, penilaian portofolio, serta penulisan makalah dan presentasi.

Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

10

1) Ujian tertulis digunakan untuk mengukur (1) potensi kepemimpinan dan (2) penguasaan awal calon kepala sekolah/madrasah terhadap kompetensi kepala sekolah/madrasah sebagaimana tercantum dalam Permendiknas nomor 13 tahun 2007. 2) Penilaian portofolio dimaksudkan untuk menilai pengalaman calon dalam bidang manajemen dan kepemimpinan dengan menggunakan kriteria sebagaimana dikemukakan di atas. 3) Penulisan makalah dan presentasi bertujuan untuk menguji kualitas gagasan, visi, misi dan wawasan calon kasek terkait dengan isu-isu terkini di bidang pendidikan, serta untuk menilai keterampilan berkomunikasi secara tertulis dan secara lisan. Makalah ditulis tangan dan dilaksanakan dibawah pengawasan panitia seleksi calon kepala sekolah (makalah tidak dibuat di rumah). Tema makalah ditetapkan oleh panitia seleksi yang sesuai dengan isu-isu terkini di bidang pendidikan. Makalah

kepemimpinan ditulis sesuai dengan ketentuan sebagaimana tata cara dan kaidah penulisan karya ilmiah. Hasil penilaian akademik merupakan nilai akumulasi dari semua penialaian tersebut dengan pembobotan sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1: Kriteria dan Pembobotan Penilaian Akademik. No 1. 2. 3. 4. Kriteria Ujian Tertulis Penilaian Portofolio Makalah Presentasi Makalah Jumlah Bobot 30% 30% 20% 20% 100%

Hasil penilaian dinyatakan dalam rentang 0 sampai dengan 100. Peserta dinyatakan lulus dalam seleksi akademik apabila yang berangkutan mendapatkan nilai sebesar 70,00 (tujupuluh koma nol nol) atau lebih. Apabila jumlah peserta yang mendapatkan nilai 70,00 atau melebihi kebutuhan, maka penetapan kelulusan peserta ditetapkan didasarkan pada peringkat sesuai dengan kebutuhan. Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah 11

e. Instrumen Penilaian Akademik Instrumen penilaian akademik terdiri dari soal ujian tulis, rubrik penilaian portofolio, rubrik penilaian makalah, dan rubrik penilaian presentasi dan wawancara. 1) Soal ujian tulis merupakan instrumen berstandar nasional yang

dikembangkan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) atau lembaga lain yang ditetapkan Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Instrumen ujian tulis mencakup penilaian terhadap kompetensi-kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi pembelajaran, dan sosial. 2) Rubrik-rubrik penilaian portofolio terdiri dari (1) rubrik penilaian rekomendasi kepala sekolah dan pengawas, (2) rubrik penilaian pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, (3) rubrik penilaian pengalaman organisasi sosial

kemasyarakatan, (4) rubrik penilaian prestasi profesional, (5) rubrik penilaian pengalaman organisasi kependidikan, dan (6) rubrik penilaian tingkat pendidikan formal. 3) Rubrik penilaian makalah yang ditujukan untuk menilai aspek-aspek: (1) judul, (2) struktur, (3) dukungan data dan rujukan, (4) analisis dan argumentasi, (5) kesimpulan dan (6) bahasa dan tata tulis. 4) Rubrik penilaian presentasi yang mengukur aspek-aspek: (1) relevansi isi, (2) organisasi penyajian, (3) penggunaan bahasa, (4) pemanfaatan media, (5) pemanfaatan waktu, (6) keterampilan verbal, dan (7) keterampilan nonverbal. f. Penilai (Asesor) Seleksi Akademik Meskipun penilaian pada seleksi akademik telah didasarkan pada kriteria dan isntrumen yang jelas, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih memerlukan penilaian yang berbasis profesional (professional assessment atau

professional judgement). Oleh karena itu penilai harus terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang kekepala sekolahan, independen, memiliki integritas dan mampu bertindak secara obyektif. Penilaian pada seleksi akademik harus dilaksanakan secara tim yang sekurang-kurangnya beranggotakan 3 (tiga) orang. Tim penilai merupakan tim independen yang dibentuk oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kepala Kantor Kementerian Agama sesuai kewenangannya. Tim penilai dapat terdiri dari: Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah 12

Pengawas atau Widya iswara dari LPMP atau PPPPTK yang telah memiliki sertifikat sebagai trainer atau master trainer kepala sekolah yang dikeluarkan oleh Lembaga Administrasi Negara atau sertifikat lain yang diakui oleh Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK;

Dosen dari perguruan tinggi atau program studi yang terakreditasi Baik yang memiliki keahlian yang relevan dengan kekepalasekolahan.

D. Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Akademik 1. Pengumuman hasil seleksi diumumkan dalam dua tahap: (1) pengumuman hasil seleksi administrasi dan (2) pengumuman hasil seleksi akademik. 2. Pengumuman hasil seleksi administrasi disampaikan sebelum pelaksanaan seleksi akademik. 3. Pengumuman Kabupaten/Kota dibuat atau secara Kepala resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan sesuai

Kantor

Kementerian

Agama

kewenangannya dan disampaikan kepada semua calon melalui kepala sekolah dimana yang bersangkutan bertugas. 4. Semua pengumuman hasil seleksi ditembuskan kepada Ditjen PMPTK dan LPPKS.

Bagian 2: Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah

13

Anda mungkin juga menyukai