Anda di halaman 1dari 5

6. Lesi-lesi ulseratif yang ada di mukosa mulut: A.

Ulkus Traumatikus: -Ulkus dapat terjadi pada semua usia dan kedua jenis kelamin. -Lokasi ulkus bisa di mukosa pipi, mukosa bibir, palatum dan tepi perifer lidah. -Disebabkan oleh bahan-bahan kimia, panas, listrik, atau gaya mekanik serta seringkali diklasifikasikan menurut sifat penyebabnya. - Tekanan dari sayap gigi tiruan yang tidak pas adalah sumber dari ulkus dekubitus. - untikan gigi juga dianggap berkaitan dengan ulserasi traumatik yang dapat dijumpai pada bibir ba!ah pada anak-anank yang menggigitnya setelah pera!atan gigi selesai dilakukan. - Ulkus dapat juga diakibatkan oleh kontak dengan gigi patah, "engkeram gigi tiruan sebagian atau mukosa tergigit se"ara tak sengaja. Luka bakar dari makanan dan minuman yang terlalu panas yang terjasi di palatum. - Akibat kuku jari yang men"ungkil-"ungkil mukosa mulut. Diagnosis dari keadaan ini sederhana dan seringkali diperoleh darri ri!ayat "ermat dan pemeriksaan temuan fisik. -#ambaran ulkus: biasanya tampak sedikit "ekung dan o$al bentuknya. %ada a!alnya daerah eritematosus dijumpai di perifer yang perlahan lahan menjadi muda karena proses keratinisasi. &agian tengah ulkus biasanya kuning kelabu. 'ukkosa yang rusak karena kimia seperti terbakar aspirin umumnya batasnya tidak jelas dan mengandung kulit permukaan yang terkontaminasi dan mengelupas. etelah pengaruh traumatik hilang, ulkus akan sembuh dalam !aktu ( minggu, jika tidak maka penyebab lain harus di"urigai dan dilakukan biopsi. &. tomatitis Apthosa )ambuhan *Apthae 'inor, Ulkus Apthosa+ Digolongkan menjadi , kategori menurut ukurannya: -. Apthae minor. /anker sore (. Apthae major ,. Ulkus 0erpetiformis %enyebab meliputi atopi trauma, endolrinopati, menstruasi, defiseiensi nutrisi, stress dan alergi makanan 'eskipun etiologinya tidak diketahui, studi de!asa ini men"urigai proses imunopatik yang melibatkan akti$itas sitolotik diperantarai sel sebagai respons terhadap 0LA atau antigen asing. &entuk L dari treptokokus di"urigai menjadi penyebab dalam pembentukan ulserasi apthosa. eringkali terjadi pada mukosa bibir dan pipi, tapi ulkus jarang dijumpai pada mukosa berkeratin banyak seperti gusi dan palatum keras. )adang parastesi dan hiperetesia.

#ambaran: ulkus o$al, dangkal, kuning kelabu dengan diameter kitra-kira (-1 mm. Tepi eritematosus yang men"olok mengelilingi pseudo membran fibrinosa. Tidak ada pembentukan $esikel. Ulkus yang terjadi di sepanjang lipatan mukobukal seringkali tampak lebih memanjang. )eluhan utama: rasa terbakar diikuti dengan sakit hebat selama beberapa hari. eringkali melibatkan kelenjar submandibuler,ser$ikal anterior, dan parotis terasa nyeri jika ulkus tsb terinfeksi sekunder. )ebanyakan orang terserang ulkus tunggal sekali atau ( kali setahun, mulai sejak masa anak-anak atau remaja. )adang-kadang ulkus tampak dalam kelompokkelompok tetapi biasanya kurang dari 1 terjadi sekaligus. Ulkus multipel dapat menetap dalam jangka !aktu beberapa bulan. Ulkus apthosa minor biasanya sembuh dengan spontan tanpa pembengkakan jaringan parut dalam !aktu -2 hari. 'eskipun tidak ada pengobatan yang sukses sepenuhnya untuk stomatitis apthosa, pasien terbukti memberi respon terhadap suspensi antibiotik, koagulasi, kauterisasi dan obat-obat anti peradangan.

/. Ulkus %seudoapthosa - ulkus mirip apthosa dan sifatnya kambuhan yang terjadi karena defisiensi asam folat, besi dan $itamin &-(. %seudoapthae seringkali disertai dengan pennyakit peradangan usus, penyakit /rohn, intoleransi gluten dan anaemia pernisiosa - #ambaran: ulkus "ekung, membulat dan sakit. Tepi-tepi dapat menimbul dan ken"ang, tetapi pengerasan jarang dijumpai. %erubahan papila lidah dapat memberi petunjuk bagi pakar diagnostik tentang keadaan defisiensi nutrisi yang mendasarinya. %enyembuhan lambat dan pasien mungkin mengeluh tidak pernah bebas dari ulserasi. &iila kronis, maka perlu dilakukan pemeriksaan lab. D. Apthosa 'ajor -3tiologi tidak diketahui4 beberapa pakar men"urigai bah!a adanya keterlibatan "a"at kekebalan -Umumnya terjadi pada !anita de!asa muda yang mempunyai kepribadian "emas.

-Ulserasi apthosa major seringkali mutipel. Ulserasi tersebut mengenai palatum lunak, fau"ea tonsil, mukosa bibir, mukosa pipi, lidah, kadang-kadang meluas ke gusi "ekat. )hasnya ulkus asimetris dab unilateral. -#ambaran : ukurannya yang besar dab bagian tengahnya yang nekrotik dan "ekung. Tepi peradangan yang menimbul dan merah adalah umum. Tergantung pada ukuran pada ukuran, pengaruh traumatik dan infeksi sekunder ,ulkus dapat sembuh bbrp minggu sampai beberapa bulan. )arena ulkus tersebut mengerosi jaringan ikat, bila sembuh lesi akan terbentuk jaringa parut dan distorsi jaringan. )erusakan otot dapat mengakibatkan febestrasi jaringan dan jika periodonsiumnya teribat, perlekatan jaringan dapat rusak. akit hebat dan limfadenopati adalah gejala umum. - %enyembuhan dapat diper"epat dan pembentukan jaringan ukat dapat dikurangi dengan menggunakan steroid.

D. Ulkus 0erpetiformis -tipe kambuhan pada mukkosa mulut yang se"ara klinis mirip ulkus-ulkus yang dijumpai pada herpes primer, karena itu namanya herpetiformis. -#ambaran men"olok dari penyakit tersebut adalah erosi-erois kelabu putih yang jumlahnya banyak, berukuran sekepala jarum yang membesar, bergabung dan menjadi tak jelas batasnya. -%ada a!alnya ulkus-ulkus tersebut berdiameter - sampai ( mm dan timbul berkelompok terdiri atas -- sampai -55. 'ukosa disekitar ulkus adalah eritematosus dan diperkirakan akan ada gejala sakit. - etiap bagian dari mukosa mulut dapat terkena ulserasi herpetiformis,tetapi khususnya pada ujung anterior lidahh tepi-tepi lidah dan mukosa bibir. Ukuran yang lebih ke"il ini membedakan dari apthae, sedangkan tidak adanya $esikel dan gingi$itis bersama dengansifat kambuhnya membedakan dari herpes primer dan infeksi $irus lainnya. - 3pisode pertama dari ulserasi herpetiformis biasanya terjadi pada pasien di akhir usia (5 tahun, yaitu -5 tahun sesudah pun"ak terjadinya apthae. Lamanya serangan ber$ariasi, tak dapat diramalkan dan penyebabnya belum dipastikan. Ulserasi 0erpetiformis kambuhan

memberi respons yang sangat baik terhadap suspensi tetrasiklin dan keadaan tersebut seringkali mengnhilang se"ara spontan setelah beberapa tahun.

3. indrom &eh"et -Terjadi di 6ongga mulut dan kelamin. - %enyebabnya tetap tidak diketahui, tetapi reaksi hipersensiti$itas lambat yang kemungkinan menyangkut antigen-antigen 0LA, kompleks immun dan $askulitiis di"urigai. - Ulkus oral, lesi yang paling sering terjadi dari sindrom &eh"et dapat merupakan tanda a!al dari penyakit tersebut. atu, beberapa atau sekelompok ulkus mirip apthosa pada mukosa pipi atau bibir adalah khas, tetapi dapat terjadi di setiap daerah mukosa mulut. ama dengan apthosa, ulkusnya rata, dangkal dan o$al dengan ukuran yang ber$ariasi. Lesi-lesi ke"il "enderung terjadi lebih sering daripada lesi yang besar. 3ksudat serofibrinosa menutupio permukaannya dan tepi-tepinya merah serta berbatas jelas. ering ada keluhan sakit dan periode kambuh dari ekserbasi dan remisi adalah khas. %asien dengan keterlibatan mukokutan terbatas dira!at se"ara simtomatik dengan steroid topikal dan sistemik. %enyakit protraksi yang meliibatkan struktur neuro-okuler memerlukan pera!atan dokter umum.

7.)arsinoma el kuamosa - #ambaram: ulkus ke"il, tidak sakit, dan tidak berulserasi4 tetapi sifat menetap dari penyakitnya mengakibatkan proliferasi neoplastik yang segera mempengaruhi pasokan darah, mengakibatkan telangiektasia permukaan dan akhirnya pembentukan ulkus. Ulkus yang lebih lanjut "nderung menjadi besar, berbentuk ka!ah dan bagian tengahnya tertutup oleh selaput nekrotik yang kuning-kelabu. )adang-kadang ada fokus-fokus kasar merah sedangkan tepitepinya keras, menimbul dan kadang-kadang berjamur.

- )arsinoma dapat terjadi di setiap tempat dalam mulut. Daerah-daerah yang paling umum adalah -., posterior dari tepi lateral lidah dan dasar mulut. #ambaran yang berkaitan dengannya adalah rasa sakit sakit, kebas, leukoplakia, eritroplakia, pengerasan, perlengketan dan limfadenopati. Limfadenopati metastasik ditandai oleh kelenjar limfe seperti karet yang tidak sakit, "ekat didasarnya dan menempel bersama-sama. %enggunaan berlebihan dari alkohol dan tembakau oleh pasien akan meningkatkan ke"urigaan pemeriksa akan karsinoma mulut, jika suatu ulkus menetap tidak sembuh dalam -2 hari. &iopsi harus dilakukan oleh klinisi yang memberi pera!atan utama. #. Ulkus #ranulomatosus - &iasanya disebabkan oleh tuberkulosisi dan histoplasmosis. -Ulkus-ulkus ini dapat terjadi pada setiap permukaan mukosa4 tetapi lesi tuberkulosis terjadi lebih sering pada dorsul lidah dan mukosa bibir di sudut mulut. #ambaran klinisnya ber$ariasi dan dapat mmirip dengan ulkus traumatikus atau karsinoma epdermoid, terutama jika lesinya terletak pada tepi lateral lidah. Lesi-lesi pada lingir al$eolar seringkali mirip suatu daerah pen"abutan yang berggranulasi. &agian tengah ulkus granulomatosa ber!arna kuning kelabu atau bahkan kebiru-biruan, nekrotik dan "ekung beberapa milimeter. Daerah perifer dari ulkus tersebut bergelombang atau membenjol dan digambarkan speperti 8batu bulat9. Tepi lesinya tidak teratur, berbatas jelas dan bergaung. )omponen5komponen noduler dan $egetatif seringkali dijumpai dalam kaitannya dengan ulkus histoplasmosis.

0. Ulkus )emoterapeutik - %asien yang menerima obat-obat imunosupresan untuk berbagai penyakit serius, termasuk transplantasi organ, kondisi autoimun atau neoplasma dapat mengalami ulserasi oral dan stomatitis. 3fek samping dari obat kemo terapeutil dapat langsung atau tidak langsung berbahaya untuk mukosa mulut. Antimetabolit seperti methotre:are bisa menghambat pembelahan sel-sel yang "epat, termasuk epitel mulut, sedangkan alkaloid seperti "y"lophosphamide mengakibatkan leukopenia dan pembentukan ulkus sekunder. -Ulkus kemoterapeutik, suatu tanda a!al dari kera"unan obat, timbul selama minggu kedua dari terapi dan biasanya menetap selama ( minggu. Ulkus-ulkus ini dapat terjadi pada setiap daerah mukosa mulut. Terjadi paling sering pada bibir, mukosa pipi, lidah, dasar mulut dan palatum. %ada a!alnya daerah tersebut merah dan rasa terbakar. 3pitel permukaan hilang dan terbentuk ulkus yang biasanya besar dalam nekrotik dan sakit. Tepi-tepi ulkus tidak teratur dan seringkali tidak ada tepi radang yang khas, karena kurangnya respons radang oleh pasien. ;ika sakitnya menjadi parah dan nutrisi serta "airan tidak "ukup maka dosis obat harus dikurangi.