Anda di halaman 1dari 3

2005

Jurnal kualitas pakan ternak

Kontrol Kualitas Pakan Ternak Kontrol kualitas dalam produksi pakan sangat penting dalam keberhasilan dan keuntungan suatu usaha peternakan. Tidak ada faktor lain, baik langsung maupun tidak langsung dalam kaitannya dengan performa ternak, bahwa pengujian kuaitas pakan memerlukan perhatian dan pelaksanaan yang serius. Setiap bahan baku pakan mempunyai kandungan nutrien dan deskripsi tertentu. Sifat-sifat tersebut akan berubah karena adanya pengaruh tertentu, misalnya perlakuan, dan penambahan bahn lain, bahkan karena penyimpanan. Secara umum, bahan baku pakan dinyatakan baik secara fisik apabila apabila memenuhi bebrapa criteria, antara lain kering (kadar air <12% sampai 14%), bebas kutu atau insekta lain, tidak pecah atau rusak (utuh), bau atau rasa sesuai, penampilan luar tetap tidak berubah, dan tidak terdapat atau sedikit dijumpai bahan pemalsu. Beberapa bahan pemalsu yang paling sering digunakan adalah dedak padi halus, ekskreta ayam dan urea (bahan pemalsu yang mengandung nutrien) dan serbuk gergaji, tepung arang, pasir halus, dan batu bata giling bahan pemalsu yang tidak mengandung nutrien (Agus, 2003).
Quality control merupakan ujung tombak dari keberhasilan selama proses produksi berlangsung, mulai dari pengadaan bahan baku sampai pakan yang dihasilkan. Program pengawasan mutu yang baik adalah mencakup pengawasan terhadap empat aspek, yaitu: 1) pengawasan kualitas bahan baku (ingredient quality), 2) kualitas produk akhir (finished feed quality), 3) kandungan zat anti nutrisi atau racun (control of toxic substances), dan 4) kontrol terhadap proses produksi (process control) (Khalil dan Suryahadi, 1997).

Standarisasi Pakan Ternak


Bulk Destiny (kg/ 509 680 440 549 546 515 ) Tegangan Alir Bahan ( Tegangan Geser Bahan (

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Nama Bahan Pakan Dedak halus Bungkil Kedelai Pollard Pellet Bekatul Pur

)(
0,000102 0,000249 0,000092 0,000152 0,000116 0,000119

) (kg/mm)
0,00051 0,0014 0,00069 0,00084 0,00044 0,00056 23

Dari data diatas Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa bahan pakan bulk density dari tertinggi ke rendah adalah bungkil kedelai, Pellet, bekatul, Pur, dedak halus dan pollard. Uji bulk density (Berat jenis) bahan pakan bertujuan untuk mengetahui kualitas bahan sekaligus untuk meminimalkan pemalsuan (pencemaran) bahan (Agus, 2003). Pada tegangan alir bahan diketahui bahwa pollard memiliki tegangan alir bahan terendah dan pada tegangan geser bahannya didapat bahwa bbungkil mempunyai tegangan geser tertinggi. Dengan diketahuinya tegangan alir bahan dan tegangan geser bahan, ini akan memudahkan nanti saat pembuatan atau produksinya. Metode Produksi Bahan Pakan

Metode produksi digunakan untuk menghitung kadar atau nutrisi yang terkandung dalam pakan. Dengan berlandaskan teori tersebut diharapkan bahwa bahan pakan yang kita produksi mendapatkan nutrisi cukup dan seimbang. Dan pada akhirnya mendapatkan hasil ransum murah, mudah, efektif dan efisien yaitu kualitas pakan itu sendiri.

Dalam jurnal ini kami akan menjelaskan tentang metode yang digunakan dalam pembuatan pakan murah berkualitas. Langkah ini digunakan pula oleh beberapa produsen pakan unggas komplit yang terus mengembangkan cara dan metode dalam pencampuran serta pembuatan pakan ternak.

A. Metode Pearson Square Metode pearson square adalah metode yang digunakan untuk menjumlahkan kandungan salah satu kebutuhan nutrisi apabila dicampur dengan dua atau lebih bahan pakan. Dengan memperhatikan kandungan nutrisi terkandung di dalamnya kemudian dianalisa berapa harus kita perlukan. Contoh sebagai berikut :

24

2005

Jurnal kualitas pakan ternak

Gambar metode pearson Square

B. Metode Aljabar Penggunaan metode aljabar yaitu penghitungan secara matematika bila mengetahui 1 bahan pakan kemudian akan dicampur apa agar bisa memenuhi kandungan nutrisi tersebut. Contoh sebagai berikut :

Gambar metode aljabar

25