Anda di halaman 1dari 6

MANFAAT BELAJAR SEJARAH1

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu syajara yang berarti terjadi2, syajarah yang berarti pohon kehidupan. Maksudnya, segala hal mengenai kehidupan memiliki pohon yakni masa lalu itu sendiri. Sebagai pohon, sejarah adalah awal dari segalanya yang menjadi realitas masa kini.3 Menurut sejarawan arat, kata History !bahasa "nggris#, berasal dari kata benda $unani yaitu Istoria yang berarti ilmu. %alam penggunaannya oleh &ilsu& $unani Aristoteles, "storia berarti suatu penelaah sistematis mengenai seperangkat gejala alam, entah susunan kronologis merupakan &aktor atau tidak di dalam penelaah' penggunaan itu meskipun jarang, masih tetap hidup di dalam bahsa "nggris yang disebut natural history.( )ertanyaan yang sering mun*ul terkait dengan pelajaran sejarah ialah apa gunaya kita mempelajari sejarah+ ukankah itu adalah masa lalu atau sesuatu yang telah terjadi+ ,ika dipelajari, apa gunanya bagi kehidupan kita yang bergerak menuju kemasa yang akan datang+ Adakah masa lalu dapat memberikan man&aat bagi kehidupan dan yang akan datang+ Thats imposible, kata sebagian kalangan. )erspekti& tentang nilai guna !mempelajari sejarah memang tidak mudah disamakan antara an ini pada hakikatnya ingin memberikan setitik pengetahuan !pen*erahan# tentang guna sejarah. Se*ara umum, guna sejarah dapat dibagi menjadi empat, yaitu guna edukati& !pendidikan#, inspirati& !wawasan#, interakti& !dialog#, dan rekreati& !kesenangan#.A. Edukatif %alam konteks guna sejarah se*ara edukati&, penting dikemukakan disini satu kalimat klasik, historia magistra vitae !sejarah adalah guru kehidupan#. Sebagai guru, berarti sejarah berguma memberikan arahan !guide# bagi kita dalam melakoni kehidupan kekinian. Sebut saja titus .i/itus, sejarawan 0oma dalam bukunya yang berjudul Ab Urbe Condita menulis bahwa1 Makalah ini dibuat oleh kelompok 2, guna memenui tugas diskusi kelompok pada mata kuliah Filsafat Ilmu yang diampu oleh apak %arsono, S.)d.
1 2

Kuntowijoyo, engantar Ilmu !ejarah, $ogyakarta1 )3 entang )ustaka, 455-. hlm

4. Abd 0ahman 6amid dan Muhammad Sale Madjid, engantar Ilmu !ejarah, $ogyakarta1 7mbak, 2844. hlm 3.
3 4

0ustam 9&&endy 3amburaka, engantar Ilmu !ejarah, Teori Filsafat !ejarah, !ejarah Filsafat " Ipte#, ,akarta1 0ineka :ipta, 4555. hlm 4.
-

6amid, $p%&it%hlm ;3.

'ang utama menjadi#an studi sejarah penting dan berfaidah adalah bah(a anda memperoleh pelajaran dari setiap jenis pengalaman yang tertera pada sebuah monumen yang menyolo# mata) dari pelaman* pengalaman ini anda bisa memilih mana yang bermanfaat buat ditiru dan mana yang memalu#an dalam #onsep maupun hasil untu# di jauhi% < :on&utse !:on&usius#, seorang &ilsu& dari :ina berkata sejarah mendidik kita supaya bertindak bijaksana.; Kehadirannya dapat menjadi pengarah dalam setiap tindakan kita. Sebagai guru yang menunjukkan dan terutama memberikan keteladanan. Karena itu, mun*ul suatu anggapan bahwa orang yang tidak belajar sejarah, tidak akan berkembang, alias tetap menjadi kerdil. Sebab, pengetahuan terhadap sejarah dapat menjadi petunjuk dalam bertindak, sehingga kita tidak terjebak pada persoalan yang sama. Alangkah bodohnya seseorang, jika ia akhirnya kembali terperanjat atau jatuh pada lubang yang sama !kehidupan# yang sama. Sejarah sebagai ilmu mempunyai peran, yang tidak kalah pentingnya dengan ilmu lain, dalam memberikan kontribusi tentang kebermaknaan dari sebuah kehidupan. %alam bukunya yang berjudul Tea&hing $f 6istory, S. K Ko*hhar mengatakan bahwa sejarah mengkaji perjuangan manusia sepanjang =aman. > Melalui tangan?tangan sejarawan, rona kehidupan manusia dihadirkan kembali agar dapat dipahami oleh generasi sekarang, sehingga bisa menjadi sumber keteladanan dan inspirasi. B. Inspiratif Sejarah dalam arti kisah adalah upaya menghadirkan kembali kejadian masa lalu dalam kehidupan sekarang. %engan demikian belajar sejarah berarti berupaya untuk membangun kembali masa lalu dalam bentuk *erita sejarah. @i*ollo Man*hia/elli !45>;# dalam bukunya II rin&ip !sang penguasa#, mengatakan bahwa salah satu strategi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuan menggunakan kata?kata, gaya bahasa, dan irama yang baik dalam berpidato, termasuk bagaimana mengkaitkannya dengan sejarah.5

Ibid.

:.S.3. Kansil dan ,ulianto, !ejarah erjuangan ergera#an +ebangsaan Inddonesia, ,akarta1 Airlangga, 45><. hlm 4.
7 8

S. K. Ko*hhar, embelajarah !ejarah, !%iterjemahkan oleh )urwanta dan $o/ita 6ardiwati#. ,akarta1 Arasind, 288>. hlm 3.
9

6amid, $p%&it%hlm ;-.

)engetahuan sejarah dapat membuat orang lebih bijak menghadapi romantika kehidupan. 3idak jarang orang menggunakan sejarah sebagai alat politik untuk melegitimasi kekuasaanya dan menyingkirkan lawan?lawan politiknya. Sebagai *ontoh, pada masa 7rla ada indoktrinasi. "ndoktrinasi itu dilakukan pada organisasi dan melalui sekolah. 3ujuan dari pendidikan politik ialah dukungan atas politik kekuasaan dengan mendorong perbuatan? perbuatan re/olusioner dan menyingkirkan kaum kontra re/olusioner. 48 %ari *ontoh yersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, sejarah itu penting dipelajari dan sekaligus menjadi guru dalam kehidupan. Sejarawan "nggris, 2enerable ede !<;2?;3-#, yang mengkaji tentang terbentuknya kebudayaan Anglo?SaBon, dalam bukunya The ,lessiasti&al History of the ,nglish menyatakan bahwa1 -i#a sejarah mere#am #ebai#an orang bai#, pendengar yang berfi#ir a#an tergera# untu# meniru apa yang bai#. atau ji#a ia mere#am #eburu#an orang jahat, pendengar atau pemba&a yang taat dan beriman a#an tergera# untu# menghindari segala hal yang berdosa dan mati*matiin mengi#uti apa yang di#etahui sebagai yang bai# dan disenangi Tuhan% 44 3anpa belajar sejarah, orang tidak mampu memahami keadaan sekarang. Sebab apa yang ada sekarang adalah hasil atau proses yang telah terjadi pada masa lalu. 3anpa pengetahuan sejarah, orang pun tidak mampu menginterpretasikan tentang sesuatu yang akan terjadi dimasa mendatang. @amun tidak berarti bahwa sejarawan adalah ahli nujum yang sering membuat ramalan?ramalan tentang masa depan. Singkatnya, kondisi yang akan datang adalah warisan masa lalu Mengabaikan masa lalu pada dasarnya adalah pengingkaran atas realitas kekinian. er&ikir historis memudahkan kita dalam memetakkan masa depan dan sekaligus mengajarkan masa lalu. Cpaya memetakan masa depan hanya bisa dilakukan ketika seseorang mengetahui masa lalu. %alam konteks ini sejarah berguna untuk memberikan inspirasi kepada orang yang belajar sejarah. Sebab, belajar sejarah adalah langkah mengetahui tata perilaku manusia !baik indi/idu maupun kolekti&# pada masa lalu. %engan mengetahui sejarah, seseorang bisa melahirkan gagasan?gagasan *erdas tentang tindakan yang akan dilakukannya. %ari pemaparan diatas dapat kita simpulkan bahwa, belajar sejarah pada hakekatnya adalah salah satu *ara untuk melahirkan pikiran inspirasi yang *erdas

10

Kuntowijoyo, $p%&it%hlm 2>. 6amid, /o&%&it%

11

mengenai tindakan yang perlu dilakukan demi menjaga kelangsungan hidup sekarang dan yang akan datang.42 C. Interaktif Sejarah menurut 9dward 6ellet :arr adalah sebuah dialog yang tidak berkesudahan. %ialog antara sejarawan dengan masa lalu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan sumber sejarah. %engan demikian, proses berdialog dengan masa lalu bagi orang yang belajar sejarah membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam membuka lembaran?lembaran dan ingatan kolekti& tentang in&ormasi terkait kejadian masa lalu.Manusia sebagai subjek yang men*oba melukiskan kisah sejarah umat manusia !obyek# tidak pernah men*apai kesimpulan akhir. 6al itulah yang menyebabkan suasana dialog yang berkelanjutan. %alam proses itu, kita dapat menemukan ke*enderungan pihak?pihak tertentu membenarkan tindakan? tindakannya dalam memasung kebebasan kelompok lain.43 Sejarah dalam konteks ini dipahami sebagai sebuah dialog yang tidak pernah berhenti selama masih ditemukan sumber?sumber sejarah yang akurat. %engan demikian, ketersediaan sumber sejarah semakin memberikan ruang dan waktu berdialog dengan masa lalu. Kualitas dialog itu sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber sejarah. Artinya , kun*i dari dialog sejarah, yang membedakan dengan ilmu sastra !yang juga menggunakan imajinasi dalam menjelaskan kesan penulisnya# ialah pada penggunaan sumber sejarah. )roses dialog ini tidak akan pernah berakhir, selama sumber sejarah masih dapat digunakan dan sejarawan masih menjalankan tugasnya dengan sungguh?sungguh untuk mengkomunikasikannya dengan manusiayang hidup sekarang.4( D. Rekreatif %alam bukunya yang berjudul ende#atan Ilmu !osial 0alam 1etodologi !ejarah, Sartono Kartodirdjo mangatakan bahwa1 elajar sejarah adalah *ara untuk mengetahui masa lalu. Karena itu, orang yang belajar sejarah bisa disebut sebagai wisatawan pro&esional di dalam dunia lampau.4-

12

Ibid. hlm ;<?;;.

43

Ibid.
4(

Ibid.
4-

Sartono Kartodirdjo, ende#atan Ilmu !osial 0alam 1etodologi !ejarah, ,akarta1 Araedia )ustaka Ctama, 4552. hlm 2;.

Keterkaitan sejarah dan pariwisata malahirkan konsep wisata sejarah. Se*ara teoritik, sejarah dan pariwisata memiliki aspek dasar yang sama. Manusia sebagai subjek adalah unsur insani yang melakukan kegiatan wisata atau mengunjungi obyek tertentu. %alam kajian pemebelajaran sejarah seringkali peserta didik di bawa ke museum untuk melakukan karya wisata. Museum menyediakan in&ormasi, pendidikan dan hiburan bagi peserta didik. )emebelajaran melalui kunjungan kemuseum menjadi sangat populer di semua negara berkembang. Sudah umum diketahui bahwa museum, terutama yang menyediakan obyek sejarah dan budaya memberikan man&aatpendidikan disemua tingkatan. %i sebagian besar negara berkembang, museum dikenal sebagai instrumen pendidikan umum dengan potensi yang sangat luas. Museum penting untuk menanamkan pemahaman bahwa sejarah memilii realitas. %engan melihat peninggalan?peninggalan kuno siswa akan menadari bahwa sejarah berhubungan dengan &akta.4< Kesimpulannya, obyek apapun yang dikunjungi oleh seorang atau kelompok orang merupakan obyek sejarah, ke*uali yang disebabkan oleh gejala alam !dapat pula dijelaskan oleh proses sejarah#. Sebab, kehadiran sesuatu karena adanya keterlibatan manusia adalah duta dari kehidupan manusia pada ruang dan waktu tertentu. %engan kata lain, melihat obyek tersebut, kita dapat mengetahui proses atau gerak sejarah umat manusia pada masa itu sampai sekarang. Selain keempat nilai guna sejarah tersebut, pengajaran sejarah dalam pemikiran Sartono Kartodirdjo, mengembangkan kepribadian peserta didik dalam lima ranah. ertama, membangkitkan perhatian serta minat kepada sejarah masyarakat sebagai satu kesatuan komunitas yang memiliki dinamika dalam sejarah. +edua, mendapat inspirasi dari *erita sejarah, baik dari kisah?kisah kepahlawanan maupun peristiwa?peristiwa yang merupakan tragedi nasional untuk men*iptakan kehidupan yang lebih baik. +etiga, memupuk kebiasaan ber&ikir se*ara kontekstual, terutama dalam meruang dan mewaktu, tanpa menghilangkan hakekat perubahan yang terjadi dalam proses sosio?kultural. +eempat, tidak mudah terjebak pada opini, karena dalam ber&ikir lebih kritis dan rasional denga dukungan &akta. +elima, menghormati dan memperjuangkan nilai?nilai kemanusiaan.4;

Daftar Pustaka

16

Ko*hhar, $p% &it. hlm 3>>?355.

4;

6amid, $p% &it. hlm >2?>3.

Abd 0ahman 6amid dan Muhammad Sale Madjid, engantar Ilmu !ejarah, $ogyakarta1 7mbak, 2844. :.S.3. Kansil dan ,ulianto, !ejarah erjuangan ergera#an +ebangsaan Inddonesia, ,akarta1 Airlangga, 45><. Ko*hhar, S. K., embelajarah !ejarah, !%iterjemahkan oleh )urwanta dan $o/ita 6ardiwati#. ,akarta1 Arasind, 288>. Kuntowijoyo, engantar Ilmu !ejarah, $ogyakarta1 )3 entang )ustaka, 455-. 0ustam 9&&endy 3amburaka, engantar Ilmu !ejarah, Teori Filsafat !ejarah, !ejarah Filsafat " Ipte#, ,akarta1 0ineka :ipta, 4555. Sartono Kartodirdjo, ende#atan Ilmu !osial 0alam 1etodologi !ejarah, ,akarta1 Araedia )ustaka Ctama, 4552.