Anda di halaman 1dari 17

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

BAB 1 REKAYASA LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL ENGINEERING) Tujuan Instruksional Umum: Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pemahaman tentang sifat-sifat dan karakteristik lingkungan dan intraksi manusia dengan lingkungan. Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa mampu menjelaskan Menjelaskan sifat-sifat dan karakteristik lingkungan dan intraksi manusia dengan lingkungan. Menjelaskan dampak kegiatan manusian terhadap lingkungan Menjelaskan Dampak lingkungan terhadap manusia Dapat mengelola kegiatan per aikan kualitas lingkungan, se agai ahli reka!asa lingkungan !ang program pengelolaan lingkungan. Menjelaskan peranan ahli reka!asa lingkungan dalam kehidupan sehari hari. erperan penting dalam program-

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

"

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

PERTEMUAN PERTAMA REKAYASA LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL ENGINEERING) #eka!asa lingkungan atau atau (Environmental pada Engineering) telah

didefinisikan se agai $a ang memperhatikan

idang ilmu reka!asa (Engineering) !ang masalah perlindungan

memfokuskan

lingkungan dari kemungkinan terjadin!a kerusakan aki at akti%itas manusia, serta perlindungan pada populasi manusia dari kemungkinan terjadin!a efek negatif mem aha!akan atau merugikan kesehatan manusia aki at pengaruh faktor lingkungan, dan dengan demikian reka!asa lingkungan akan selalu meli atkan diri dalam per aikanper aikan kualitas lingkungan untuk tujuan kesehatan manusia dan makhluk hidup pada umumn!a se$ara keseluruhan. Se agaimana !ang dimaksudkan dalam definisi diatas, manusia

dipastikan akan lingkungan

erinteraksi dengan lingkungann!a, !ang dalam hal ini, ketika !ang lain manusia menerima atau

suatu ketika akti%itas manusia menim ulkan dampak negatif pada dan suatu mendapatkan dampak negatif aki at terjadin!a pen$emaran lingkungan. &emahaman diperlukan tentang guna sifat-sifat mengetahui dan karakteristik kerja lingkungan lingkungan dan atau

intraksi manusia dengan lingkungan terse ut dengan demikian sangat lingkup Environmental Engineering. I LINGKUNGAN materi dan kondisi suatu !ang ada disekitar le ih makhluk spesifik hidup perlu

Dengan pern!ataan !ang sederhana, lingkungan dapat didefinisikan se agai reka!asa 'manusia(. )kan tetapi, dalam kaitann!a dengan keterli atan para ahli lingkungan, definisi !ang dikem angkan. *agi para ahli reka!asa lingkungan, kata lingkungan

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

arangkali men$akup demensi glo al, atau merujuk pada suatu areal tertentu !ang dalam hal ini masalah atau pro lema spesifik sedang dikaji, atau arangkali dalam kaitann!a dengan materi !ang ada dalam lingkungan !ang dimaksud, merujuk pada sejumlah %olume $airan, %olume gas, atau materi padat !ang terdapat dalam suatu reaktor instalasi pengolahan (treatment plant). ,ingkungan glo al terdiri dari atmosfir, hidrosfir, dan litosfir, !ang dalam !ang umi hal ini sum erda!a alam pendukung kehidupan di umi ditemukan atau !ang erada. )tmosfir, terdiri dari $ampuran mengalami proses gasfikasi er agai gas masa

erada di atas permukaan telah

umi, dihasilkan dari elemen-elemen sepanjang -idrosfir terdiri dari lautan,

pem entukan

dan metamorfosisn!a. isa umi.

danau, sungai, dan air tanah !ang dalam hal ini infiltrasi dan eksfiltrasi terhadap air sungai !ang men!elimuti inti erlangsung. ,itosfir adalah lapisan tanah

*iosfir adalah lapisan !ang men!elimuti litosfir di sekitar permukaan Dalam lapisan dapat dalam iosfir inilah

umi terdiri dari atmosfir dan umi termasuk manusia

umi, termasuk disini adalah hidrosfir. entuk kehidupan

erlangsung. Sum erda!a alam !ang mendukung kehidupan entuk gas, $airan, dan materi padat mengalami sirkulasi atau iosfir sehingga kelangsungan hidup organisme dan

siklus dalam

makhluk lainn!a dapat terjamin. Sum erda!a alam pendukung kehidupan, seperti udara, makanan, dan air, diperoleh dari lapisan produk sampingan dalam iosfir. Dengan demikian pulalah, produkentuk lim ah $air, gas, dan sampah akan iosfir. Sejak permulaan waktu, lapisan inatang serta manusia. )lam

kem ali masuk dalam lapisan

iosfir telah menerima dan mengasimilasikan lim ah-lim ah !ang dihasilkan dari kehidupan tum uhan dan

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

semesta atau sistem natural tern!ata sangat aktif, !ang dalam hal ini, misaln!a men!e arluaskan asap aki at ke akaran hutan, mengen$erkan lim ah manusia dan hidup lainn!a inatang kedalam sungai atau material lain se agai adan air lainn!a, angkai makhluk siklus pen!okong dan mengkon%ersikan sampah-sampah tum uhan dan menjadi kehidupan makhluk di iosfir. Setiap akti%itas makhluk kehidupan, setiap peru ahan karakteristik fisik/ kimiawi/ dan iologi dari lingkungan, dan setiap insiden atau ahwa sum erda!a alam memiliki kapasitas e erapa tahun terakhir !ang iosfir tidak lagi erjutae erapa tahun silam. Sistem alam erlangsung selama kejadian !ang semuan!a mengaki atkan kerusakan kualitas lingkungan, selalu dapat dikatakan untuk merestorasi atau memper aiki kualitas lingkungan !ang telah rusak terse ut. -an!a saja, dalam seim ang se agaimana !ang terjadi atau sistem natural telah dirasakan ini, kapasitas merestorasi dan asimilasi dari eroperasi dan

juta tahun dan sekarang mulai tampak tanda-tanda terjadin!a stress, terutama aki at dampak negatif atas kegiatan-kegiatan manusia di lingkungan ini. I !A"PAK KEGIA#AN "ANUSIA PA!A LINGKUNGAN entuk- entuk kehidupan di umi erada dalam alam !ang

&ada kondisi alamiah, spesies tersedia makhluk

kesetim angan dengan alam lingkungann!a. 0umlah dan akti%itas setiap hidup dipengaruhi oleh sum erda!a agi makhluk hidup terse ut. Interaksi spesies-spesies adalah agi spesies !ang lainn!a. ahan-

saling mendukung, !ang dalam hal ini seringkali produk lim ah dari satu spesies menjadi sum er makanan Manusia sendiri memiliki kemampuan untuk mengumpulkan ahan terse ut menjadi

ahan makanan tidak saja dari lingkungan disekitarn!a dan mengolah ahan !ang le ih tahan lama se agai $adangan.

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

Kemampuan ini menjadikan manusia !ang lainn!a meskipun di

isa

ertahan hidup le ih dari an!ak keter atasan

lingkungann!a

sum erda!a alam pendukung kehidupann!a. 2amun sa!angn!a, lim ah ' aik !ang natural maupun manufaktur( !ang dihasilkan dan di uang kedalam iosfir oleh manusia ini akhirn!a semakin hari semakin mengganggu kesetim angan proses alami. )nthropogeni$, atau polutan !ang dihasilkan dari kegiatan manusia ini akhirn!a telah mele ihi Kondisi kele ihan e an !ang dapat diterima oleh lingkungan. e an ini 'o%erloading( disadari se$ara terlam at,

mungkin karena selama itu manusia sudah ter iasa dengan kondisi !ang masih setim ang dengan lingkungann!a. Kondisi lingkungan !ang seperti itu menunjukan ahwa mas!arakat terse ut elum memiliki kesadaran terhadap lingkungan se agaimana !ang telah dilakukan oleh mas!arakat di negara maju.

Pemenuhan Kebutuhan-Kebutuhan Natural pada awaln!a memanfaatkan sum erda!a alam untuk

Manusia

memenuhi ke utuhan-ke utuhann!a, misaln!a air, udara, makanan dan papan. Sum erda!a alam !ang tersedia tanpa dilakukan pemrosesan se$ara manufaktur ini ditemukan didalam umumn!a lingkungan. dapat diasimilasikan kehidupan atau primitif, iosfir, dan lim ah atau kem ali makan oleh residu !ang dihasilkan dari pemanfaatan sum er alam terse ut pada dimurnikan manusia Dalam tum uh-

tum uhan dan

inatang tanpa merusak kualitas atmosfir aki at asap

!ang dihasilkan dari kegiatan mem akar'memasak( makanan terse ut. *ahkan ketika pemanfaatan api guna masak-memasak makanan menjadi

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

la4im dalam kehidupan manusia pada saat itu, jumlah asap !ang relatif sedikit dari kegiatan terse ut dapat dengan mudah dan $epat dise arkan serta diasimilasikan oleh atmosfir. &ada mulan!a dalam kehidupan mas!arakat seringkali suatu komunitas meminum air dari sungai !ang dalam hal ini sungai terse ut juga digunakan se agai tempat pem uangan lim ah manusia dan tempat mandi. &ada saat itu dampak negatif atas pemanfaatan sungai sema$am itu tidaklah tampak karena proses pemurnian se$ara alami dapat terjadi dengan $epat guna merestorasikan kualitas air sungai terse ut. )tau seringkali dalam kehidupan nomaden, suatu populasi atau komunitas meninggalkan egitu saja lim ah-lim ahn!a !ang sulit diuraikan oleh atmosfir, hidrosfir, atau 'refa$tor! material( dan sulit dia sor

litosfir. Dan material-material !ang sulit terurai terse ut pada saat itu jumlahn!a sangat sedikit dan tidak men$olok dampak pro lem !ang ditim ulkan. Ketika mas!arakat mulai dampak-dampak negatif erkumpul dalam suatu komunitas !ang le ih dari lungkungan lokaln!a !ang semakin

esar dan le ih mapan, maka mulai pulalah mereka men!adari adan!a signifikan. &ada tahun 5"SM, masak-memasak dan pemanasan ruangan dirasakan menim ulkan pro lem pen$emaran udara. &ada akhir a ad sem ilan ter$emar elas, air dari sungai #hein dan sungai Thames telah menjadi erat dan tidak dapat lagi mendukung kehidupan ikan di

sungai terse ut. Pemenuhan Kebutuhan-Kebutuhan !uatan Tanda-tanda terjadin!a gejala pen$emaran makin industri, e an le ih 'pollution e an le ih !ang memenuhi

o%erload( sesungguhn!a merupakan indikasi kondisi menunjukan ahwa manusia tern!ata

esar lagi di masa !ang akan datang. Dengan adan!a re%olusi mampu

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

ke utuhan pokok se$ara le ih pintar terhadap udara, air, pangan dan papan. 2amun aki at dari kemampuan sema$am itu, mun$ullah perhatiann!a terhadap ke utuhan-ke utuhan diluar !ang pokok, dan tidak ter atas han!a pada ke utuhan sekedar untuk &ada akhir a ad sem ilan menjadi populer dan ertahan hidup. elas dan awal a ad dua puluh, kendaraan se agai ke utuhan dalam hal ini

atau mo il, alat rumah tangga, dan makanan-minuman kemasan telah tampak memenuhi tuntutan sema$am itu dianggap se agai $iri kehidupan dari mas!arakat industri !ang modern. Tidak seperti haln!a !ang dimaksudkan se agai ke utuhan pokok se$ara natural, ke utuhan non-natural skala iasan!a disediakan dengan $ara$ara proses industri, manufaktur, atau pengilangan (refinery), produksi esar, distri usi, dst. 6ang dalam hal ini umumn!a disertai ersifat komplek dan se agian dengan residu, produk samping !ang diasimilasikan oleh lingkungan. Se agian $ontoh adalah, perangkat rumah tangga pem akaran roti 'toaster( dari suatu keluarga modern. Sel-sel dan elemen pem akaran dalam perangkat terse ut ter uat dari ahan aja, pemegangn!a 'handel( ter uat dari plastik. Ka el-ka el tem aga dan insulator sintesis mungkin juga digunakan dalam rangkaian penghu ung arus aliran listrik, dan karet digunakan se agai pem ungkus stop kontak, dst. Dalam hal pengkajian terjadin!a pen$emaran !ang dise a kan dari manufaktur, produksi, distri usi dan penjualan perangkat ini, sangat penting untuk memperhatikan semua komponen sum erda!a alam !ang dijadikan se agai material terkait, ahan aku alat terse ut, mulai dari penam angan umi, pengapalan produksi, er agai dan manufaktur, distri usi, metal, ekstraksi dan pengilangan min!ak kemudian

dari residu terse ut tidak mudah terurai se$ara alami atau sulit

penjualan dari produk akhir perangkat terse ut.

Dampak negatif

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

potensial dari semua !ang dikemukakan diatas pada kualtas udara dan kualitas air, adalah sangat signifikan. ,e ih lanjut, jika potensi pen$emaran !ang tim ul aki at manufaktur perangkat terse ut dan penggunaan alat-alat er agai ahan erat !ang di utuhkan untuk ekstraksi dan proses aku komponen toaster dipertim angkan, maka daftar

rin$ian potensi pen$emaran akan semakin panjang. Dan selanjutn!a pro lem-pro lem pem uangan lim ah padat dari perangkat toaster !ang telah rusak karena masa pakain!a, akan le ih memperpanjang lagi daftar rin$ian pen$emaran diatas. Se agai peringatan, pemenuhan ke utuhan-ke utuhan non-material

' uatan( dari suatu mas!arakat modern akan menghasilkan residu ata lim ah !ang le ih ke utuhan !ang an!ak dari pada dalam hal pemenuhan ke utuhaniosfir. ersifat natural, dan residu atau lim ah sema$am ini

sifatn!a le ih sulit terurai atau le ih sulit diasimilasi oleh

Semakin tinggi kondisi sosial ekonomi suatu mas!arakat, maka akan semakin tinggi pula ke utuhan-ke utuhan non-natural dan seiring dengan itu semakin tinggi pula kompleksitas masalah-masalah pen$emaran !ang diaki atkann!a. 8leh karena itu, dampak negatif dari suatu kehidupan mas!arakat modern terhadap lingkungan menjadi perhatian utama agi para ahli reka!asa lingkungan.

II !A"PAK LINGKUNGAN #ER$A!AP "ANUSIA Meskipun sungai-sungai menjadi stagnan 'menggenang(, langit penuh dengan asap, dan lahan pem uangan sampah er au dan tidak enak dipandang, mas!arakat kadangkala masih memandang remeh atau menga aikan kondisi terse ut !ang sesungguhn!a merupakan indikasi terjadin!a kerusakan lingkungan. Mas!arakat mulai men!adari adan!a kerusakan lingkungan ilamana mereka telah merasakan dampak dari kondisi terse ut pada kesehatan mereka.

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

Meskipun sungai-sungai menjadi stagnan, langit penuh dengan asap, dan lahan pem uangan sampah menjadi er au dan tidak enak dipandang, pada saat itu gejala-gejala pen$emaran elum ada usaha-usaha untuk mereser%asi

dampak negatif lingkungan pada manusia sampai suatu saat terjadi ahwa air, udara, dan tanah !ang telah mengalami erat tern!ata juga mendatangkan dampak negatif terhadap uda!a, ahkan se$ara

kesehatan mas!arakat, merusak keindahan dan

tidak langsung mengurangi peluang-peluang kegiatan ekonomi. 1 Ke"e#ul$an Terha#a" Ke%ehatan

:lemen air, udara, dan tanah mungkin merupakan tempat tinggaln!a mikro a dan ahan- ahan kimia !ang er aha!a agi kesehatan manusia. *er agai ma$am pen!akit menular dapat dise arkan melalui elemen-elemen lingkungan aki at pem uangan lim ah manusia maupun inatang. *aru pada akhir a ad sem ilan saat itu mulai dilakukan elas dapat di uktikan adan!a korelasi efektif pen$egahan dan

antara agen-agen mikro a dalam air dan pen!akit manusia, dan pada tindakan-tindakan Melalui penularan pen!akit terse ut. program imunisasi

pengendalian lingkungan, se agian

esar pen!akit !ang ditularkan e as sama sekali dari melalui lingkungan.

melalui lingkungan dapat dihilangkan, terutama di negara-negara maju. )kan tetapi tidaklah mungkin suatu negara akan pen!akit menular !ang dapat ditularkan

&en!e aran atau transmisi %irus dan proto4oa tern!ata ter ukti sulit dikendalikan, namun ter ukti pula !ang serendah-rendahn!a. &en$emaran atmosfir juga memiliki potensi tim uln!a pro lem ahwa kondisi sanitasi lingkungan aik akan mengurangi epidemi terkait sampai pada tingkat !ang

pen!akit dan kesehatan sehingga masalah pen$emaran udara terse ut

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

sangatlah diperhatikan oleh para ahli reka!asa lingkungan. Mas!arakat !ang tinggal di kota-kota padat pada umumn!a telah merasakan dampak pen!akit aki at pen$emaran udara. )kan tetapi sem ilan elas saja peningkatan pen$emaran aru pada akhir a ad erat telah men!e a kan

pro lema kesehatan se$ara dramatis. *e erapa kali ter$atat adan!a asap te al !ang men!elimuti kota ,ondon pada saat itu, tetapi kesadaran penduduk ahwa asap terse ut merupakan pen!e a kematian se agian aru mun$ul setelah menelan kor an jiwa sekitar 1<<< orang.

Kejadian-kejadian sema$am itu dialami pula di )merika Serikat sehingga mun$ullah tekat memerangi pen$emaran udara se$ara serius. &emantauan kualitas udara dari kadar sulfur dioksida, tim al, dan kar on monoksida di areal !ang udaran!a penuh dengan asap menunjukan ahwa kadar !ang relatif tinggi dari parameter terse ut

memiliki korelasi langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan mas!arakat setempat. &enemuan ini telah menempatkan tindakantindakan pegendalian pen$emaran udara pada pun$ak prioritas lingkungan pada umumn!a. Tidak saja terhadap pen$emran udara perhatian terse ut ditujukan, akan tetapi pro lem-pro lem lingkungan lainn!a !ang er agai ma$am mem erikan erkaitan dengan kesehatan mas!arakat juga menjadi sasaran perhatiann!a. &enggunaan ahan- ahan kimia dalam pertanian dan industri telah masukn!a sen!awa-sen!awa aru dalam kontri usi agi :&) (Environmental Prote tion Agen y) maupun para ahli reka!asa

lingkungan. *e erapa sen!awa terse ut se agian didistri usikan se$ara merata sehingga konsentrasi menjadi ke$il, akan tetapi se agian !ang lainn!a terkonsentrasi pada satu lokasi tempat pem uangann!a. *ahanahan kimia terse ut mungkin terse ar melalui udara, air, dan tanah, maupun melalui rantai makanan, sehingga dengan demikian memiliki potensi menim ulkan dampak negatif atau aha!a agi manusia.

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

"<

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

&estisida DDT pada saat itu digunakan se$ara ekstensif 'luas( selama pertengahan a ad sem ilan er agai elas dan merupakan ahan kimia pem erantas malaria di pengendali pest pada elahan dunia. ,e ih lanjut, pestisida uah-

ini juga dimanfaatkan se$ara ekstensif se agai pem erantas atau ahan makan dan tum uhan 'sa!uran dan uahan(. Manfaat !ang diperoleh dari penggunaan pestisida terse ut pada saat itu sangat dirasakan oleh mas!arakat dan promotorn!a, &aul Muller, mendapatkan penghargaan hadiah 2o el pada tahun";39 idang kesehatan se agai orang !ang mem erikan kontri usi pada ahwa DDT merupakan toksin 'ra$un( !ang tra$es DDT menunjukan

mas!arakat. )kan tetapi penelitian-penelitian selanjutn!a menunjukan ersifat akumulatif dan memiliki dampak negatif pula pada spesies-spesies non target. )nalisis ahwa DDT terse ut ditemukan hampir di seluruh organisme hidup diseluruh dunia'pengguna DDT( termasuk pada tu uh manusia. Meskipun kemudian penggunaan DDT dilarang di )merika, :ropa, dan negara-negara maju lainn!a, namun ini le ih *ahan masih diproduksi, terutama untuk ke utuhan ahan kimia negara-negara

erkem ang atau daerah-daerah tropis karena manfaatn!a dianggap esar dari pada aha!an!a. kimia toksin !ang populer manusia pada adalah akhir-akhir dio=in !ang ini !ang ahan

mem aha!akan

kesehatan

formula

kimian!a +,.,7,9-tetra$hlorodi en4oparadio=in. Ter entukn!a

kimia ini se enarn!a merupakan produk samping !ang tidak disengaja dalam pem uatan her isida dan sen!awa-sen!awa pengawet ka!u. Dio=in juga di entuk dalam proses manufaktur e erapa jenis disinfektan dan sen!awa-sen!awa pem ersih ( leaning Dio=in adalah sen!awa dalam konsentrasi " pp sangat menjadi perhatian ompo!n"#).

era$un !ang sangat kuat dan kehadirann!a pun 'misan!a, <,<<"mg>,( di lingkungan agi para ahli reka!asa lingkungan.

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

""

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

*ahan kimia !ang mengandung residu dio=in se$ara tidak disadari telah digunakan se$ara luas pada akhir-akhir ini, dan sejauh ini tingkat konsentrasi ahan era$un terse ut di lingkungan elum diketahui se$ara pasti. &enemuan residu dio=in pada lokasi pem uangan sampah dan tanah !ang ter$emar aki at ahan kimia !ang mengandung dio=in ia!a !ang sangat telah menjadi perhatian para ahli dan mengha isakan

esar dalam usaha-usahan!a untuk mem ersihkan lim ah terse ut. Ke"e#ul$an Terha#a" Ma%alah N&n Ke%ehatan )ir dan udara !ang ersih se$ara estetis adalah sangat men!enangkan. isa dirasakan oleh

&ada masa-masa lampau, kondisi sema$am ini Udara !ang ersih, tidak

mas!arakat, akan tetapi tidaklah demikian pada saat sekarang ini. er au/ dan air sungai, danau !ang jernih saat ahkan ini $enderung jarang ditemukan. Sampah-sampah di jalan arang- arang

$enderung semakin men!edihkan daripada men!enangkan. Tumpukan ekas, atau tempat pem uangan sampah akan le ih terlihat hilangn!a estetika dan ini merupakan aki at tidak adan!a managemen atau teknik-teknik pengelolaan sampah !ang memadai. ?arisan dalam telah hilang entuk aki at uda!a dan estetika atau keindahan seolah-olah pen$emaran. *an!ak pendapat !ang enda- enda peninggalan

mengkhawatirkan akan adan!a perusakan atau monumen !ang sekarang masih

erdiri tegak aki at sen!awa-

sen!awa kimia !ang terkandung dalam atmosfir !ang mengalami pen$emaran. Tidak han!a itu, pen$emaran juga merupakan an$aman agi kegiatan ekonomi mas!arakat. Se agai $ontoh, dulu suatu danau dapat menunjang suatu kegiatan ekonomi !ang mapan 'perikanan, pariwisata, pertanian(, namun aki at pen$emaran !ang terjadi, kegiatan ekonomi terse ut menjadi hilang. Sungai-sungai !ang dulun!a jernih, dan dalam, pada akhirn!a menjadi dangkal dan keruh aki at erosi dan

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

"+

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

pen$emaran. &ada $ontoh diatas terlihat adan!a ketidak seim angan ahwa kadangkala suatu kemajuan atau pem angunan !ang dilakukan oleh pihak lain merupakan kerugian dan ham atan atau di a!ar oleh pihak lainn!a. )hli reka!asa lingkungan hidup atau mas!arakat erkepentingan dalam melindungi makhluk dari an$aman-an$aman lingkungan !ang agi pihak lainn!a, ahkan kemajuan dan keuntungan itu se$ara tidak langsung juga

ter$emar guna menjamin adan!a suatu kehidupan !ang sehat, indah, men!enangkan, dan menopang kegiatan ekonomi !ang serasi. III PERBAIKAN KUALI#AS LINGKUNGAN Didalam kegiatan per aikan kualitas lingkungan, ahli reka!asa

lingkungan

erperan penting dalam program-program pengelolaan

lingkungan. Dalam hal ini program pengelolaan lngkungan mungkin di edakan menjadi dua !aitu aspek strategi dan aspek teknik. )spek strategi lingkungan menekankan peran$angan se$ara men!eluruh ( omp$e$en#ive plan#) !ang iasan!a mengarah pada er agai ma$am

masalah !ang terjadi dalam satu areal tertentu, misaln!a, program per aikan kualitas danau To a, program per aikan kualitas sungai *rantas, program per aikan kualitas udara di lingkungan industri, program pengumpulan dan pem uangan sampah kota *andung. dst. )spek strategi lingkungan pada ummn!a di$o akan dalam arena politik dan ke ijakan. &ertim angan-pertim angan harus men$akup faktor ekonomi, sosial, dan demografi. Se$ara umum, ahli reka!asa lingkungan tidaklah men$olok keterli atann!a dalam memikirkan atau meren$anakan strategi lingkungan. 2amun demikian mereka harus merupakan anggota team !ang sangat penting dari sekian an!ak ahliahli disiplin ilmu lainn!a !ang terli at dalam pengelolaan kualitas lingkungan. Masukan 'input( dari ahli reka!asa lingkungan adalah

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

".

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

sangat diperlukan dalam strategi lingkungan terutama dalam hal memperkirakan atau assessment dampak-dampak terhadap lingkungan aki at er agai e an kontaminan dan pen$emar, serta dalam hal isa diusulkan guna mengatasi men$ari solusi-solusi teknis !ang masalah terse ut. )hli reka!asa lingkungan iasan!a le ih ditekankan keterli atann!a

dalam kaitann!a dengan implementasi aspek-aspek teknis lingkungan !aitu $ara-$ara untuk men$apai tujuan !ang digariskan dalam aspek strategi lingkungan. Bagian- agian yang %ikerjakan ahli rekayasa lingkungan sehu ungan %engan i&'le&en(asi %ari s(ra(egi (erse u( (eru(a&a &en)aku' %isain* kons(ruksi* %an o'erasi sua(u ins(ansi 'engolahan air* u%ara* %an li& ah 'a%a( +sa&'ah, . Se agai $ontoh, ahli reka!asa lingkungan akan terli at se$ara langsung dalam hal peren$anaan proses tersier pemisahan phosphorous dari efluen suatu instalasi pengolahan air lim ah, dalam hal peren$anaan instalasi pemisahan sen!awa hidrokar on dalam sistem pengilangan gas, dalam hal disain instalasi pengolahan lim ah padat atau sampah. -. PERAN PARA A$LI REKAYASA LINGKUNGAN Ketika polutan masuk kedalam air, udara atau tanah, proses se$ara natural seperti pengen$eran, kon%ersi iologis, dan reaksi kimiawi akan terjadi !ang dalam hal ini material polutan akan dikon%ersikan menjadi produk lain !ang le ih dapat diterima oleh lingkungan dan kemudian dise arkan ke lingkungan !ang le ih luas. &ada kondisi sekarang ini proses se$ara natural tidak lagi dapat diandalkan isa menuntaskan proses-proses pemurnian polutan terse ut, oleh karena fasilitas-fasilitas pengolahan harus di angun !ang pada dasarn!a proses !ang terjadi dalam instalasi ini serupa dengan proses natural. &roses reka!asa (engineere" pro#e#) meskipun serupa dengan proses

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

"1

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

natural, akan tetapi le ih dioptimalkan, dan le ih intensif, sehingga mampu mengolah polutan le ih esar %olumen!a dan le ih $epat prosesn!a. )hli reka!asa lingkungan meniru prinsip-prinsip mekanisme proses natural dalam sostem reka!asa (engineere" #y#tem) untuk mengendalikan lingkungan, misaln!a dalam hal meran$ang konstruksi pipa sta$k guna mendispersikan dan mengen$erkan polutan udara, dalam hal mendesain instalasi pengolahan air lim ah, dalam hal meran$ang proses oksidasi presipitasi kimiawi untuk mengolah dan operasi sistem pem uangan sampah-sanitar! landfill. Sangat jarang agi ahli reka!asa lingkungan terli at dalam desainaha!a seperti ahanesi dan mangan dalam pen!ediaan air minum, atau dalam hal peren$anaan

desain !ang serupa dengan proses alamiah, misaln!a dalam hal peren$anaan kontainer untuk pem uangan lim ah ahan toksit, dan material radio aktif, !ang dalam hal ini material terse ut harus terisolir kehadirann!a di lingkungan dan praktik-praktik pengen$eran atau dispersian ke alam ter uka tidak diper olehkan. 8leh se a dan itu penguasaan atau pemahaman tentang proses-proses natural proses pemurnian reka!asa (engineere" p!rifi ation pro#e#) iologis dan reaksi-reaksi kimiawi sangat diperlukan. idang matematika, fisika s$ien$e(, ahli reka!asa iologi idang reka!asa 'engineering idang

men$akup proses dan ilmu-ilmu

Dengan demikian, selain pengetahuan dalam

lingkungan harus memiliki pengetahuan dasar dalam dan kimia. &entingn!a pengetahuan en%ironmental engineering statika dan tegangan material dalam

iologi dan kimia dalam

arang kali se agaimana pentingn!a ilmu idang teknik sipil.

Keunikan ahli reka!asa lingkungan adalah dalam perann!a se agai jem atan reka!asa antara modern ilmu untuk iologi dan teknologi dengan $ara !ang mengaplikasikan semua teknik-teknik !ang di$iptakan dalam teknologi mem ersihkan lim ah-lim ah

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

"3

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

ditinggalkan aki at pemanfaatan hasil teknologi !ang sem arangan. Kesetim angan alam dari terhadap ter atasn!a iosfir telah terganggu dan kondisi !ang alam dalam menetralkan iosfir. e an sekarang ini dirasakan merupakan aki at dari ketidakpedulian kita kemampuan polutan dan juga aki at dari ketidakpedulian kita terhadap ter atasn!a kapasitas mekanisme proses pemurnian se$ara alami dari

Kesadaran !ang sungguh-sungguh terhadap keter atasan proses-proses alami, sangat mempengaruhi sikap dan peran para ahli reka!asa lingkungan. Se agai $ontoh, energi, tampak erdasarkan hukum kekekalan massa dan isa dihilangkan sama ahwa polutan seakan-akan tidak

sekali dan ahli reka!asa lingkungan sangat di atasi oleh hal-hal demikian. Dengan demikian dalam hal pengolahan air lim ah, pada prinsipn!a adalah mengkon%ersikan material !ang tidak dikehendaki menjadi material lain dalam entuk !ang le ih dapat diterima, atau dengan $ara mendispersikan material terse ut sehingga konsentrasin!a menjadi jauh le ih, atau mengkonsentrasikan material terse ut menjadi jauh le ih pekat untuk diisolasikan dari kehadirann!a dalam lingkungan. Dalam segala hal, produk akhir dari proses pengolahan polutan untuk air, udara, atau lim ah padat 'sampah(, alam harus ada kompati el-tidak di lingkungan ertentangan dengan sum erda!a !ang

ersangkutan dan tidak

oleh merusak da!a assimilatif dari hidrosfir, idang teknik sipil, erupa e an ahwa produk akhir !ang

atmosfir, atau litosfir. Se agaimana haln!a dalam se$ara sederhana dapat dikatakan alok penahan !ang le ih erat.

e an haruslah sedemikian kuat untuk menahan

-an!a dengan $ara menerapkan teknologi !ang selaras dengan sifatsifat alami dari lingkungan maka dapatlah di$apai tujuan-tujuan dari

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

"5

Pengajar, Salmani, ST, MT, MS

idang profesi reka!asa lingkungan, !aitu perlindungan lingkungan dari kerusakan aki at aktifitas manusia, perlindungan masnuia dari dampak-dampak merugikan aki at faktor lingkungan dan per aikan kualitas lingkungan demi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainn!a. Bahan Ba)aan/ @unningham, Kup$hella, ?.& A A *.?. M.@. Saigo. -!land. ";;;. ";;.. (Environmental (Environmental

% ien e& a glo al $on$ern. Bifth edition. M$Craw--ill, *oston ) @.:. % ien e& li%ing within the s!stem of nature. &rento$e--all International, 2ew 0erse! ). Miller, C. T!ler, 0r. +<<<, ";;9 atau ";;5. ,i%ing in the en%ironment: prin$iple, $onne$tion, and solution. *ooks>@ole pu lishing @ompan!, &asifi$ Cro%e, @). #a%en, &.-., ,.#. *ergAC.*. 0ohnson. ";;9. :n%ironment. Se$ond edition. Saunders @ollege &u lishing, Bortworth, B,

Bahan Ajar-Rekayasa Lingkungan_Poli an

"7