Anda di halaman 1dari 8

Mekanika Zat Padat dan Fluida D.

Wahyuni

1

MODUL 3
SIFAT MEKANIK PADATAN 1

Material tersusun atas atom ataupun molekul, sehingga interaksi fisis
antara unsur pembentuknya akan menentukan sifat dari material itu sendiri.
Demikian pula pada material padat, interaksi fisis (misal ikatan atom) dan
struktur padatan (misal struktur kristal) menentukan kelakuan fisis yang dimiliki
oleh padatan. Padatan dapat berdeformasi dibawah pengaruh gaya luar.
Deformasi pada padatan dapat berupa perubahan bentuk ataupun ukuran benda,
atau keduanya. Ketika perubahan berlangsung, gaya internal benda akan melawan
deformasi. Deformasi pada benda yang menyebabkan perubahan bentuk, tidak
akan membuat perubahan volume benda. Pada modul ini akan dibahas bagaimana
padatan berdeformasi ketika diberikan beban. Material elastik akan kembali ke
bentuk semula setelah gaya deformasi dihilangkan. Akan didefinisikan pula
beberapa konstanta elastik yang berhubungan dengan jenis deformasi.

3.1 KERAPATAN
Kerapatan (rapat massa/densitas) suatu bahan merupakan rasio massa
terhadap volumenya yang dapat dituliskan sebagai
V
m
(3.1)
Satuan SI untuk kerapatan adalah kg/m
3
.

3.2 BERAT JENIS
Berat jenis (spesific gravity - SG) suatu bahan adalah perbandingan
kerapatan bahan tersebut pada suhu tertentu (t
1
) terhadap bahan standar pada
suhu tertentu (t
2
). Berat jenis merupakan bilangan tak berdimensi. Oleh karena
Mekanika Zat Padat dan Fluida D.Wahyuni

2

kerapatan bahan bergantung pada suhu, maka berat jenis dapat dinyatakan
sebagai
) (
) (
2 standar
1 meterial
t
t
SG

(3.2)
Biasanya SG padatan dan cairan dirujuk terhadap kerapatan maksimum air murni,
yaitu 999,972 kg/m
3
yang diukur pada suhu 4C. Untuk bahan gas, kerapatan
standar dirujuk pada kerapatan udara kering yang diukur pada suhu dan tekanan
normal, yaitu 273,15K dan 101,325 kPa.

3.3 ELASTISITAS
Elastisitas merupakan sifat yang memungkinkan bahan untuk kembali ke
ukuran semula setelah gaya deformasi pada bahan ditiadakan. Elastisitas
merupakan kecenderungan benda untuk berubah baik panjang, lebar maupun
tingginya, tetapi massanya tetap. Kebanyakan benda adalah elastik terhadap
gaya-gaya sampai batas tertentu yang dinamakan batas elastik. Batas elastik
merupakan nilai tegangan yang dapat membuat bahan mengalami deformasi
permanen. Jika bahan diberi tegangan lebih besar dari batas elastisitas maka
benda tidak dapat pulih ke bentuk semula meskipun gaya deformasi terhadapnya
telah ditiadakan. Sifat kebalikan dari elastik adalah sifat plastik. Benda yang
memiliki sifat plastik cenderung untuk tidak kembali ke bentuk semula. Dalam
pembahasan sifat elastik, diasumsikan bahwa benda memiliki homogenitas dalam
kerapatan, dan isotropik (sifat fisisnya sama ke segala arah) pada setiap titik.

3.4 TEGANGAN
Tegangan (stress) merupakan besar gaya yang dikenakan pada luas
permukaan suatu bahan sehingga bahan mengalami deformasi. Jika gaya F
dikenakan pada luas permukaan A, maka tegangan dapat dituliskan sebagai
Mekanika Zat Padat dan Fluida D.Wahyuni

3

A
F
tegangan (3.3)
Satuan SI untuk tegangan adalah pascal (Pa) dengan 1 Pa = 1 N/m
2
.

3.5 REGANGAN
Regangan (strain) suatu bahan adalah deformasi relatif akibat pemberian
tegangan. Regangan diperoleh dengan mengukur perbandingan antara perubahan
dimensi benda dengan dimensi sebelumnya
awal dimensi
dimensi perubahan
regangan (3.4)

3.6 MODULUS ELASTISITAS
Rasio tegangan terhadap tegangan adalah konstanta yang dinamakan
modulus elastisitas
regangan
tegangan
s elastisita modulus (3.5)
Suatu bahan yang memiliki modulus elastisitas yang besar akan sulit melakukan
deformasi pada bahan itu. Dengan kata lain, bahan itu memerlukan tegangan yang
besar untuk menghasilkan perubahan.
MODULUS YOUNG modulus ini menggambarkan elastisitas benda dalam arah
panjang. Kawat sepanjang L dengan luas penampang A, diketahui memanjang
sebanyak L, apabila gaya F dikerjakan pada ujungnya, maka
L A
FL
L L
A F
Y


/
/
regangan
tegangan
Young modulus (3.6)

Gambar 3.1 Batang besi yang dijepit salah satu ujungnya akan mengalami
pemanjangan diujung yang lain akibat pemberian gaya eksternal
Mekanika Zat Padat dan Fluida D.Wahyuni

4

MODULUS BULK Modulus ini menggambarkan perubahan volume benda yang
elastis. Jika pada benda yang memiliki volume V diberikan penambahan tekanan
sebesar p, maka benda mengalami perubahan volume V, sehingga
V
p V
V V
p


/ regangan
tegangan
Bulk modulus (3.7)
tanda negatif menunjukkan bahwa volume berkurang dengan penambahan
tekanan, yaitu p positif artinya tekanan bertambah dan V negatif artinya
volume berkurang.

Gambar 3.2 Padatan dikenakan tekanan seragam mengalami perubahan volume
tapi tidak mengalami perubahan bentuk. Kubus ini termampatkan
pada semua sisinya oleh gaya normal pada tiap-tiap sisi.

MODULUS GESER modulus ini merupakan bilangan yang menunjukkan
perubahan bentuk benda yang elastis. Misalkan sebuah kubus dengan panjang sisi
L dikenakan gaya geser pada salah satu sisinya, maka balok akan mengalami
perubahan atau pergeseran bentuk L tanpa perubahan volume dimana regangan
geser L/L sebanding dengan tan , untuk adalah sudut geser.
L A
FL
L L
A F
M


/
/
geser regangan
geser tegangan
geser modulus (3.8)

Gambar 3.3 (a) Deformasi geser pada balok oleh dua gaya sama besar tapi
berlawanan arah yang dikenakan pada dua sisi paralel. (b) Sebuah
buku dibawah tegangan geser
Mekanika Zat Padat dan Fluida D.Wahyuni

5

3.7 CONTOH SOAL
1. Otot bisep seseorang mempunyai luas penampang maksimum 12 cm
2
.
Berapa tegangan otot ketika memberikan gaya 300 N?
2 5
2 3
N/m 10 5 , 2
m 10 2 , 1
N 300
tegangan



A
F

2. Massa 500 kg digantungkan pada kawat baja 300 cm yang luas
penampangnya 0,15 cm
2
. Berapa pertambahan panjang kawat? Diketahui
modulus Young untuk baja adalah 2,0 x 10
11
N/m
2
.

2 8 2 4
2
N/m 10 27 , 3 N/cm 10 27 , 3
cm ,15 0
N/kg ,8 9 kg 500
tegangan
A
F

cm 49 , 0
cm 300 /
N/m 10 27 , 3
N/m 10 0 , 2
/
/
2 8
2 11




L
L
L L
A F
Y

3. Anda sedang merancang perlengkapan
pendukung berupa kabel baja yang
terhubung pada karung pasir untuk
seorang aktor bermassa 65 kg yang akan
berayun turun ke panggung. Misalkan
tegangan pada kabel 940 N ketika sang
aktor mencapai titik terendah. Berapa
diameter yang harus dimiliki kabel baja sepanjang 10 meter tersebut
agar kabel tidak teregang lebih dari 0,5 cm pada keadaan titik terendah
itu?
L L
A F
Y
/
/




m 10 4 , 9
cm ,005 0 N/m 10 0 , 2
m 0 1 N 40 9
6
2 11
2


L Y
FL
r A
mm 7 , 1 m 10 7 , 1
m 10 4 , 9
3
6


A
r
mm 4 , 3 mm 7 , 1 2 2 r d
Mekanika Zat Padat dan Fluida D.Wahyuni

6

4. Sebuah kawat dengan panjang 1,5 m memiliki luas penampang 2,4 mm
2
.
Kawat ini tergantung secara vertikal dan teregang 0,32 mm ketika balok
10 kg dikaitkan padanya. Hitung modulus Young untuk kawat.


2
4
2 7
3 -
2 6
GN/m 192
10 13 , 2
N/m 10 09 , 4
m ,5 1 / m 10 ,32 0
m 10 4 , 2 / N/kg ,8 9 kg 0 1
/
/


L L
A F
Y

5. Sebuah bola kuningan awalnya berada di udara, dan udara memberikan
tekanan sebesar 1 x 10
5
N/m
2
(tekanan atmosfer normal). Bola itu
kemudian diturunkan ke lautan dengan kedalaman yang memiliki tekanan
2 x 10
7
N/m
2
. Volume bola kuningan di udara adalah 0,5 m
3
. Berapa
perubahan volume bola ketika dicelupkan dalam lautan? Modulus Bulk
kuningan adalah 6,1 x 10
10
N/m
2
.
V V
P
B
/




3 4
2 10
2 5 2 7 3
m 10 6 , 1
N/m 10 1 , 6
N/m 10 1 N/m 10 2 m ,5 0


B
P V
V
Tanda negatif menunjukkan volume bola berkurang.

3.8 ACUAN
Alonso, M., dan Finn, EJ., Dasar-dasar Fisika Universitas, Erlangga, 1992.
Cardarelli, F., Handbook of material physics, Springer, 2008.
Giancoli, Fisika, Erlangga, 2001.
Halliday, D., dan Resnick, R., Fisika I, ed. 3, Erlangga, 1996.
Tipler, Fisika untuk Sains dan Teknik, jilid 1 ed. 3, Erlangga, 2001.




Mekanika Zat Padat dan Fluida D.Wahyuni

7

3.9 SOAL-SOAL LATIHAN
1. Sebuah bola 50 kg digantungkan pada kawat baja yang panjangnya 5 m
dan jejarinya 2 mm. Hitung pertambahan panjang kawat?
2. Bila kaki seorang pelari menyentuh tanah, gaya geser bekerja pada tanah
setebal 8 mm. Jika gaya 25 N didistribusikan pada luas 15 cm
2
, carilah
sudut geser bila diketahui modulus geser tanah 1,9 x 10
5
N/m
2
.
3. Tiang marmer dengan luas penampang lintang 2 m
2
menopang massa
25000 kg. Hitung tegangan dan regangan dalam tiang.
4. Sebuah balok baja vertikal dengan luas penampang lintang 0,15 m
2

dipasangi papan nama (massa 2000 kg) yang tergantung dari ujungnya.
Hitung tegangan dan regangan dalam tiang. Jika tiang tersebut
panjangnya 9,5 m, hitung pula pertambahan panjangnya (abaikan massa
tiang itu sendiri).
5. Kawat piano terbuat dari baja yang panjang 1,6 m berdiameter 0,2 cm.
Berapa gaya tegangan pada kawat jika meregang 0,3 cm ketika
dikencangkan.
6. Beban 200 kg digantungkan pada kawat dengan panjang 4 m dan luas
penampang 0,2 x 10
-4
m
2
, dan modulus Young 8 x 10
10
N/m
2
. Hitunng
pertambahan panjang kawat.
7. Misalkan modulus Young untuk tulang adalah 1,5 x 10
10
N/m
2
dan tulang
akan patah jika diberikan tekanan lebih besar dari 1,5 x 10
8
N/m
2
.
Berapa gaya maksimum yang dapat dikenakan pada tulang paha jika
diameternya 2,5 cm? Jika tekanan maksimun diberikan pada tulang
sepanjang 25 cm, berapa perubahan panjangnya.
8. Satu liter alkohol (1000 cm
3
) pada kontainer fleksibel dibawa ke dasar
laut yang bertekanan 2,6 x 10
6
N/m
2
. Berapa volumenya disana.
Mekanika Zat Padat dan Fluida D.Wahyuni

8

9. Berapa tekanan yang diperlukan untuk menekan volume balok besi
sebesar 0,1%.
10. Seekor remis memaksa kulitnya terbuka dengan bahan elastis yang
disebut abduction, yang modulus elastisitasnya 2 x 10
6
N/m
2
. Jika
abduction ini tebalnya 3 mm dengan luas penampang 0,5 cm
2
, berapa
energi potensial yang disimpannya ketika ditekan 1 mm.


KUNCI JAWABAN SOAL-SOAL LATIHAN
1. 0,976 mm
2. 5,01
3. 1,2 x 10
5
N/m
2
; 2,4 x 10
-6

4. 1,3 x 10
5
N/m
2
; 6,6 x 10
-7
; 0,0062 mm
5. 1200 N
6. 4,9 mm
7. 73,6 kN ; 2,5 mm
8. 997 cm
3

9. 9 x 10
7
N/m
2

10. 0,017 J