Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN

Eksistensi Pondok Pesantren Ashri Dalam Kehidupan


Masyarakat Modern

Diajukan untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Kapita Selekta Pendidikan


Islam yang di bina oleh B. Dyah Nawangsari, M.Ag

Oleh :
Ahmad Zakaria
Maulida Ulfa
Almania

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)


JEMBER
2009
Abstraksi
Arus zaman yang semakin santer membawa kita kepada revolusi pola
pemikiran, pola tingkah laku, dan pola prilaku sehhingga tak pelak jikalau
kemudian arah kehidupan kita semakin jauh dari tujuan hidup yang sebenarnya.
Orientasi akhirat yang merupakan ending akhir dari arah tujuan hidup kita
sudah mulai banyak tersisih dari isi kepala kita, semua pandangan masyarakat
sudah mulai terinfeksi dengan dimensi keduniaan tanpa perimbangan sisi akhirat
akhirnya adalah hidup hedonis pun sering terjadi lebih-lebih di kalangan remaja.
Agama islam salah satu agama yang menjadi wadah pengantar kehidupan
manusia ketika hidup di dunia merespon dengan baik terhadap persoalan ini salah
satunya dengan mendirikan benteng untuk memfilter hal-hal yang sangat jauh dari
prilaku, pengetahuan dan tingkah laku yang menyimpang dari ajaran agama.
Benteng inilah yang sering kita sebut sebagai pondok pesantren sebagai
tempat untuk mencetak dan menggembleng para generasi muda atau santri untuk
membendung hal-hal negatif diluar islam dan hingga sekarang masih tetap eksis
bertahan. Salah satu pesantren di JEMBER yang sudah lama menghasilkan
product generasi yang kompeten dalam agama dan modern adalah pondok
pesantren ASHRI yang didirikan oleh K.H. Shiddiq.

Potensi Pondok Pesatren ASHRI di JEMBER


Salah satu agen yang menciptakan santri qur’ani di JEMBER adalah
Pondok Pesantren Ashshiddiqi Putri atau sering kita sebut ASHRI yang terletak di
desa Telangsari kecamatan Kaliwates kabupaten Jember hingga sekarang tetap
bertahan mengikuti laju arus zaman dengan tetap mencetak Hafidzah-Hafidzah
(para penghafal al-qur’an putri) yang menjadi alasan secara umum kenapa
kemudian Pondok Pesantren ASHRI masih langgeng di pelataran kota jember.
Disamping itu juga alasan lain kenapa kemudian Pondok Pesatren ASHRI
tetap hidup kami uraikan dalam format berikut ini.

Kelebihan Pondok Pesantren ASHRI


1. Pondok pesantren ashri lebih mementingkan pemahaman al-qur’an.
2. Pondok pesantren ashri mempunyai program lulusan hafidzah setiap
tahunnya untuk tingkat SD/ MI / sederajad atau MA / SMA / sederajad.
3. Dari pendidikan sudah memenuhi syarat yaitu lulusan S1 (tenaga pengajar
dari luar).
4. Diadakannya kegiatan ekstrakurikuler.
5. Pondok pesantren ashri ini menjadi solusi bagi masyarakat yang khawatir
kepada generasi muda yang tercemar oleh pergaulan bebas.
6. Melaksanakan kegiatan anjangsana dalam bentuk kegiatan khatmil qur’an
bagi para santri.

Faktor Penunjang Pondok Pesantren ASHRI

-Manajemen
Manajemen tetap bersifat sentralistik dengan artian seluruh control
kegiatan masih di emban oleh satu orang pemimpin sehingga sebagai pengasuh
sekaligus pengurus.
Keputusan memang berada pada satu orang itu saja sehingga kegiatan
yang ada terkadang masih belum kompromistis dengan kondisi santri seperti
larangan untuk mendengarkan musik, dll.

-Segi Sumber Daya Manusia


a. Santri belum memiliki motivasi yang besar terhadap pembelajaran kitab
klasik atau kitab kuning.
Faktor Penyebabnya antara lain :
1. Minimnya pemahaman dan bimbingan kepada para peserta didik
atau santri tentang tata cara / kayfiyah membaca kitab klasik,
karena yang menjadi acuan utama bagi pondok pesantren ashri
seharusnya dalam memahami al-qur’an adalah melalui pendalaman
Nahwu dan Sharraf.
2. Santri masih terlalu bersifat permisif terhadap kegiatan lokal
pesantren tapi lebih mereka lebih tendensi kepada kegiatan lokal
madrasah.
3. Minimnya kesadaran akan pemahaman dan pendalaman al-qur’an.
-Sarana dan Prasarana
a. Kelas
Ruangan kelas yang kurang mencukupi kalkulasi jumlah santri ASHRI

Faktor Penyebabnya
a. Suasana di dalam kelas yang kurang kondusif terhadap keberlangsungan proses
belajar mengajar seperti kepengapan yang menjadi hambatan utama.
Faktor Penyebabnya
1. Gaji guru yang kurang memadai terhadap kelangsungan hidup
sehari-hari sehingga kesejahteraan hidup guru kurang sempurna.
2. Tenaga pengabdian (sukarelawan) santri yang menjabat guru
ataupun pengurus masih terlalu minim.
Faktor Penyebab
1. Santri seringkali datang terlambat ke kelas
Karena beragam alas an seperti belum shalat,
belum mandi, dll.
2. Santri di hantui perasaan takut untuk masuk
kelas sehingga dia memilih bolos sekolah.
3. Minimnya air pada musim kemarau.
4. Kekurang pedulian para pengurus pondok
pesantren untuk mengatasi persoalan diatas.

Faktor solusi terhadap problema Pondok Pesantren ASHRI


Solusi
2. Meninggikan iuran SPP bulanan santri untuk tunjangan guru.
3. Menganjurkan santri untuk melaksanakan amal bakti pengabdian
dari para lulusan MA / SMA / sederajad.
Solusi
a) Mendirikan beberapa kelas yang strategis dan kondusif trehadap
proses belajar mengajar.
b) Minimya air
minimnya aliran air dapat menyebabkan terhambatnya KBM (kegiatan belajar
mengajar) dan santri rentan untuk bolos sekolah.
Solusi
1. Pengurus lebih teliti lagi untuk urusan pondok pesantren dari segi pengadaan air
dengan cara mengatur debit dan irigasi secara teratur.
2. memberikan arahan terbaik secara psikologis untuk para siswa yang seringkali
bolos.
Solusi
1. Mendatangkan guru dari luar untuk mendidik dan membimbing
pembelajaran kitab kuning.
2. Memberikan stimulus kepada para peserta didik atau santri akan
urgennya kitab klasik dan al-qur’an untuk menjaga keutuhan sendi-
sendi agama islam.
b. Tenaga pengajar (guru)
1. Minimnya tenaga didik untuk madrasah diniyah.
2. Kurangnya kepedulian para pengurus yang berperan ganda di
dalam pasntren sebagai guru sekaligus pengurus akan kondisi anak
asuhnya.

Ket Informan :
Ustadzah Raufah (Ketua Pengurus Pondok Pesantren ASHRI; Tgl : 09-10-2009.)
Ustadzah Dewi (Alumni Pondok Pesantren ASHRI; Tgl : 13-10-2009)