Anda di halaman 1dari 49

Organisasi Sistem Saraf Pusat

Oleh: Marwito Wiyanto.dr.,M.Biomed.

Pada vertibrata SSP terdiri dari: - Otak dan - Medula spinalis

Secara Mikroskopis dibedakan atas: 1.Subtansia kelabu (gray matter); terdiri atas: - Badan saraf takbermielin (unmyelinated nerve cell body), - dendrit dan - akson terminalis. 2.Subtansia putih (white matter); terdiri atas: - Banyak akson bermielin dan beberapa badan sel (cell bodies), akson bermielin ini menghubungkan antar bagian SSP yang berbeda (disebut traktus).

Bantalan dan pelindung jaringan yang mudah rusak

Kortek Serebri: Terdiri atas selaput tipis, mengandung banyak neuron dengan ketebalan 2 5 milimeter. Menutupi seluruh permukaan serebrum, luas total kira-kira meter persegi, mengandung kira-2 100 milyard neuron.

Lapisan lapisan Korteks serebri

Anatomi otak
a.Serebrum terdiri atas 4 lobus: 1.Lobus Frontalis 2.Lobus parietalis 3.Lobus oksipitalis 4.Lobus temporalis b.Diensefalon: 1.Thalamus 2.Hipothalamus 3.Pituitari 4.Pineal gland

Anatomi otak
c. Serebelum (otak kecil) d. Brain stem (batang otak): Midbrain Pons Medula Oblongata

Berdasarkan fungsinya dapat dibedakan atas:


Korteks serebri: - Sensory fields : fungsi persepsi (pusat sensorik) - Motor areas : pergerakan otot rangka - Assosiation areas : integrasi informasi gerak volunter Nukleus Basalis : gerakan Sistem Limbik dibedakan atas: - Amygdala : emosi dan memori - Hipokampus : learning dan memori

Anatomi otak dan Fungsi


Serebelum (otak kecil) : koordinasi gerakan

Brain stem (batang otak): 1. Midbrain : gerakan mata 2. Pons : pusat relay antara serebrum dan serebelum. 3. Medula Oblongata: kontrol fungsi involunter Formatio retikularis : bangun, tidur, tonus otot dan modulasi nyeri

Organisasi Fungsi Kortek Serebri Lobus Oksipitalis: Terletak dikepala bagian belakang, Menerima prosessing input visual Lobus temporalis: Terletak dilateral kepala, menerima sensasi suara

Lobus Parietalis: Pusat sensorik primer: Raba, tekan, panas, dingin, nyeri dari permukaan. Sensasi posisi tubuh, propioseptif.

Organisasi Fungsi Kortek Serebri Lobus Frontalis: Dibedakan atas tiga fungsi: 1. Aktivitas motorik volunter: merencanakan gerakan kompleks dan koordi nasi gerakan kompleks. 2. Korteks assosiasi preprontal: perencanaan aktivitas volunter dan berfikir 3. Brocas area: korteks primer bicara yang mengontrol otototot artikulasi.

Organisasi Fungsi Kortek Serebri

Wernickes area: Terletak antara korteks parietalis, temporal dan lobus oksipitalis Terutama kemampuan bahasa : Memahami pesan bicara dan tulisan. Wernickes area menerima input visual dari korteks visual lobus oksipitalis dan input suara dari korteks auditorius lobus temporalis.

Fungsional area korteks serebri

Traktus kortikospinalis lateralis dan Traktus kortikospinalis anterior

Serat - serat saraf yang memotong garis tengah di piramid medula oblongata membentuk traktus kortikospinalis lateralis (sekitar 80 %) dari serat di jalur kortikospinalis, dikenal juga sebagai traktus pyramidalis. Sisanya (20 %) Membentuk traktus kortikospinalis anterior atau ventralis memotong garis tengah sampai se tingkat tempat traktus ini bersinaps dengan neuron motorik.

Daerah Motorik Korteks


Daerah korteks tempat asal sistem kortikospinalis dan kortikobulbaris umumnya dianggap apabila dirangsang menghasilkan gerakan tersendiri. Yang paling terkenal adalah korteks motorik primer (M1) di girus presentralis. Namun terdapat daerah motorik suplementorik pada dan diatas tepi superior sulkus singulatum di sisi medial hemisfer yang mencapai korteks pre motoriks dipermukaan lateral otak. Respon motorik juga dihasilkan oleh perangsangan daerah sensorik somatik.

Daerah Motorik Korteks


Daerah wajah dipetakan bilateral, tetapi pemetaan sisanya terjadi secara unilateral, yaitu daerah motorik korteks yang mengatur perototan di sisi tubuh yang berlawanan. Ukuran pemetaan di korteks masing-masing bagian tubuh setara dengan kemampuan bagian tubuh yang bersangkutan melakukan gerakan volunter halus. Menggerakkan jari tangan kiri berkaitan terutama dengan aktivitas korteks motorik kanan dan demikian sebaliknya. Terutama pada orang kinan menggerakkan jari tangan kiri juga mengaktifkan korteks motorik kiri. Hal ini berhubungan dengan lesi di korteks motorik kiri menyebabkan disfungsi motoriks tangan kiri dan kanan, sedang lesi korteks motorik kanan hanya sedikit menimbulkan efek pada tangan kanan

Kemampuan bahasa:

Memerlukan informasi sensorik terutama dari pendengaran dan penglihatan. Prosesnya melibatkan berbagai pusat di korteks serebri, dan koordinasi out put motorik bicara dan menulis.

Hemisfer Dominan: Banyak orang kemampuan bahasanya terdapat pada serebrum hemisfer kiri. Rata-rata 70 % manusia left- handed (right- brain dominan) menggunakan otak kiri untuk bicara

Homonkulus sensorik

Homonkulus motorik

Daerah Motorik Korteks

Kerusakan traktus kortikospinalis lateralis pada manusia menimbulkan tanda babinski, dorsofleksi jempol kaki dan mekarnya jari-jari lainnya sewaktu bagian lateral telapak kaki digores. Kecuali pada bayi respon normal terhadap rangsangan ini adalah plantar fleksi semua jari-jari kaki.

Integrative Physiology I: Kontrol Gerak Tubuh


Banyak dari kita tidak pernah berpikir bagaimana tubuh kita menterjemahkan pikiran kedalam suatu gerakan. Dari setiap gerakan yang sederhanapun memerlukan urutan waktu yang tepat dari kelompok otot antagonis dan sinergis untuk berkontraksi. Tubuh kita harus secara terus menerus mangatur posisi dengan kompensasi yang berbeda dari satu gerakan ke gerakan lainnya.

Kontrol Gerak Tubuh


Otot rangka tidak dapat berkomunikasi secara langsung dengan bagian tubuh liannya, mereka mengirimkan pesan ke SSP, ke pusat integrasi dan langsung hasilkan gerak. Banyak gerakan tubuh memerlukan pusat integrasi yang lebih tinggi dan respon koordinasi yang memerlukan masukan dari banyak regio di otak.
Contoh: Pada pemain basket yang secara cepat bergerak dan tibatiba harus berdiri tegak untuk memasukkan bola ke kranjang.

Kontrol Gerak Tubuh

Gerak tubuh dapat diklasifikasikan Atas tiga kategori:

1.Gerak Refleks

2.Gerak Volunter

3.Gerak Ritmik

1. Gerak Refleks
Stimulus/ rangsang Contoh Terutama Reseptor sensorik luar
Refleks tungkai,batuk, refleks postural Kurang kompleks, pusat integrasi pada spinal dengan modulasi pusat yg lebih tinggi Simple, cepat.

Kompleksitas

Gerakan

Input sensorik pada gerak refleks dapat dari kumparan otot (muscle spindle) dan Tendon golgi organ dan bisa pergi ke otak berperan dalam gerak Volunter dan postural refleks.

Refleks postural membantu kita untuk mempertahankan posisi tubuh dan gerak dalam ruangan dengan integrasi di batang otak. Memerlukan input sensorik dari penglihatan dan vestibuler secara terus menerus

2. Gerak Volunter
Stimulus/ rangsang
Contoh

Eksternal atau kemauan

Pemain piano Lebih kompleks dan Integrasi di kortek serebri Gerakan yang dipelajari, perlu latihan, dibawah kesadaran (muscle memory)

Kompleksitas

Komentar

3. Gerak Ritmik
Stimulus/ rangsang Contoh

Inisiasi dan terminasi volunter

Jalan dan lari

Kompleksitas

Intermediet, integrasi di spinal dengan input pusat yang lebih tinggi Generator sirkuit spinal, aktivasi memerlukan input dari batang otak

Komentar

Gerak ritmik seperti berjalan dan lari merupakan kombinasi dari gerak refleks dan gerak volunter. Gerak ini diawali dan diakhiri oleh input korteks serebri

Refleks postural
Mempertahankan posisi berdiri atau bergerak dalam suatu ruangan (gerak refleks)

Integrasi: batang otak Melibatkan input sensoris dari muscle spindle, golgi tendon organ, input continu visual dan vestibuler diteruskan ke otak .

Integrasi gerak sistem saraf pusat

Medula spinalis Dibagi tiga tingkatan

Batang otak Area motorik kortek serebri

Integrasi refleks otot. Banyak refleks otot merupakan refleks spinal sederhana. Informasi sensoris di transmisikan ke otak melalui jaras asending, dan otak mengirim pesan ke pusat Integrasi spinalis melalui jaras desending.

Muscle spindle (kumparan otot) dan golgi tendon organ (alat-alat tendon golgi) sebagai saraf sensoris menerima impuls dari regangan otot meneruskan impuls ke medula spinalis dan ke pusat integrasi SSP lebih tinggi Gambar: Integrasi refleks otot

Kontrol gerak dari pusat yang lebih tinggi. Gerak sederhana di kontrol refleks spinal. Jaras desending dari batang otak dan korteks otak meng Inisiasi/modifikasi gerak. Serebelum menerima informasi umpan balik reseptor sensorik & kombinasi informasi dari korteks otak, memodifikasi perintah desending. Ganglia basal membantu korteks otak merencanakan Gerak. Gambar:2

Kontrol saraf terhadap gerak


1.Tingkat spinal: Gerak sederhana
input dari Sensorik reseptor

Muscle spindle Golgi tendon organ Propioseptor sendi

Refleks spinal Integrasi di Medula spinalis

Catatan: ada juga impuls dikirim ke pusat yang lebih tinggi yaitu: Batang otak, serebelum, talamus/korteks serebri.

2.Tingkat batang otak: Mengatur Postur tubuh, gerak mata dan tangan

Menerima input dari reseptor penglihatan, vestibuler (keseimbangan) dan juga serebelum untuk gerakan indah
Mengirim luaran (out put) integrasi pada medula spinalis

3.Tingkat Area motorik korteks otak

Peran perencanaan dan Koordinasi gerakan kompleks

Menerima impuls dari talamus


Mengirim luaran (out put) integrasi batang otak, medula spinalis, serebelum dan ganglia basal

4.Tingkat serebelum

Memonitor sinyal yang keluar dari korteks motorik dan mengatur gerakan Menerima input sensoris spinalis dan perintah korteks serebri
Mengirim luaran (out put) integrasi ke Batang otak dan korteks serebri dengan out put inhibitor

5.Tingkat talamus

Peran inti relay pesan cepat ke korteks serebri

Menerima input dari Basal ganglia, serebelum dan Medula spinalis Mengirim luaran (out put) Integrasi ke korteks serebri

6. Tingkat ganglia basalis

Perencanaan motorik

Menerima input dari Korteks serebri Mengirim luaran (out put) Integrasi ke korteks serebri

Kontrol gerak volunter oleh SSP. Gerak volunter dibagi atas 3 fase: 1. Planning 2. Inisiasi 3. Eksekusi Planning melibatkan: Koordinasi informasi dari area korteks asosiasi, ganglia basal dan serebelum Inisiasi merupakan respon sibilitas korteks motorik. Eksekusi oleh jaras desending neuron motorik somatik Gambar :3

Reseptor sensorik otot: muscle spindle merupakan reseptor regang terdapat peda serat ekstrafusal. Golgi tendon organ reseptor menghubungkan tendo dan otot. Regangan pada kolegen tendon organ membangkitkan potensial aksi.