Anda di halaman 1dari 34

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Belajar tentang pajak dianggap rumit oleh kebanyakan orang.

Hal ini disebabkan oleh jumlah peraturan perpajakan yang cukup banyak. Belajar pajak memerlukan pemahaman secara garis besar tentang pajak sebelum belajar mengenai detil-detil perpajakan. Pemahaman perpajakanan secara garis besar diharapkan dapat membantu menghadapi sebuah permasalahan apabila kita dapat mengetahui pada posisi mana sebenarnya masalah perpajakan tersebut berada. Dasar hukum paling utama bagi berlakunya pajak di Indonesia adalah Pasal 23A D !"#$

%Amandemen I&' yang berbunyi (Pajak dan pungutan lain yang bersi)at memaksa untuk keperluan *egara diatur dengan undang-undang+. Itu berarti semua peraturan perpajakan haruslah menunjuk pada suatu undang-undang termasuk perangkat hukum di ba,ahnya sepanjang terdapat pelimpahan dari undang-undang yang mengaturnya. B. Tujuan penulisan -akalah ini bertujuan membahas tentang beberapa hal diantaranya sebagai berikut. !. Pengertian self assessment/ tax compliance % kepatuhan pajak ' dan perla,anan terhadap pajak. 2. Aspek perpajakan dalam kegiatan pertambangan dan migas. 3. Aspek perpajakan dalam transaksi khusus.

BAB II

PEMBAHASAN

A. De inisi Perpajakan -enurut Pro). Dr. 0ochmat 1oemitro/ 1H./ Pajak adalah iuran rakyat kepada kas *egara berdasarkan undang-undang %yang dapat dipaksakan' dengan tiada mendapat jasa timbal %kontraprestasi' yang langsung dapat ditunjukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dari de)inisi tersebut/ dapat disimpulkan bah,a pajak memiliki unsur-unsur. !. Dari rakyat kepada *egara 2. Iuran Berdasarkan undang-undang 3. 2anpa jasa timbal balik atau kontraprestasi dari *egara yang secara langsung dapat ditunjuk. #. Digunakan untuk membiayai rumah tangga *egara/ yakni pengeluaran-pengeluaran yang berman)aat bagi masyarakat luas.

B. !ungsi Pajak Ada dua )ungsi pajak/ yaitu. !. 3ungsi budgetair Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaranpengeluaranya. 2. 3ungsi mengatur%regulered' Pajak sebagai alat untuk mengatur untuk melaksanakan kebijaksaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi.

". Sistem pemungutan pajak #apat #ibagi menja#i$ !. 4))icial Assessment 1ystem Adalah suatu system pajak yang memberikan ,e,enang kepada pemerintah %)iskus-pega,ai pajak' untuk menentukan besarnya pajak yang terutang. 5iri-ciri 4))icial Assessment 1ystem a. 6e,enang untuk menentukan besarnya pajak terutang berada pada )iskus7

b. 6ajib Pajak bersi)at pasi)7 c. tang pajak timbul setelah diterbitkan 1urat Pemberitahuan Pajak 2erutang atau 1urat 8etetapan Pajak oleh )iskus.

2. 1el) Assessment 1ystem Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberi ,e,enang/ kepercayaan/ tanggung ja,ab/ kepada 6ajib Pajak untuk menghitung/ memperhitungkan/ membayar/ dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang terutang dan harus dibayar. 3. 6ithholding Assessment 1ystem Adalah suatu sistem pemungutan pajak yang memberikan ,e,enang kepada pihak ketiga untuk memotong atau memungut besarnya pajak yang terutang oleh 6ajib Pajak. pajak yang dipotong atau dipungut oleh pihak lain ini/ nanti bisa menjadi kredit pajak atau merupakan pelunasan atas pajak terutang. D. Ta% &'mplian&e ( )epatuhan pajak * -enurut *orman D. *o,ak %-oh. 9ain. 2::#'/ 8epatuhan 6ajib Pajak memiliki pengertian yaitu. (1uatu iklim kepatuhan dan kesadaran pemenuhan ke,ajiban perpajakan/ tercermin dalam situasi di mana. !.6ajib pajak paham atau berusaha untuk memahami semua ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. 2.-engisi )ormulir pajak dengan lengkap dan jelas 3.-enghitung jumlah pajak yang terutang dengan benar #.-embayar pajak yang terutang tepat pada ,aktunya.; -enurut <rard dan 3einstein yang di kutip oleh 5hai=i *asucha dan di kemukakan kembali oleh 1iti 8urnia %2::>.!!!' pengertian kepatuhan ,ajib pajak adalah rasa bersalah dan rasa malu/ persepsi ,ajib pajak atas ke,ajaran dan keadilan beban pajak yang mereka tanggung/ dan pengaruh kepuasan terhadap pelayanan pemerintah.

-enurut 8eputusan -enteri 8euangan *o. $##?8-8.:#?2:::. kepatuhan ,ajib pajak dapat diidenti)ikasi dari. (2epat ,aktu dalam menyampaikan 1P2 untuk semua jenis pajak dalam 2 tahun terakhir7 tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak/ kecuali telah memperoleh i=in untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak7 tidak pernah dijatuhi hukuman karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dalam jangka ,aktu !: tahun terakhir7 dalam 2 tahun terakhir menyelenggarakan pembukuan dan dalam hal terhadap ,ajib pajak pernah dilakukan pemeriksaan/ koreksi pada pemeriksaan yang terakhir untuk masing-masing jenis pajak yang terutang paling banyak $@7,ajib pajak yang laporan keuangannya untuk 2 tahun terakhir diaudit oleh akuntan publik dengan pendapat ,ajar tanpa pengecualian/ atau pendapat dengan pengecualian sepanjang tidak mempengaruhi laba rugi )iskal;. Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan/ pengertian kepatuhan ,ajib pajak adalah ,ajib pajak yang taat dan memenuhi serta melaksanakan ke,ajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. E. Hambatan pemungutan pajak 1udah menjadi ke,ajiban masyarakat di bidang perpajakan/ yaitu membayar pajak dengan benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. *amun dalam kenyataannya banyak hambatan yang dihadapi/ yaitu perla,anan terhadap pajak yang dibedakan menjadi dua/ yaitu. !. Perla,anan Pasi) Perla,anan pasi) terdiri dari hambatan-hanbatan yang mempersulit pemungutan pajak yang erat hubungannya dengan struktur ekonomi/ perkembangan intelektual dan sistem pemungutan pajak itu sendiri. 6alaupun perla,anan pajak ini tidak secara nyata dari masyarakat/ namun akibatnya masyarakat tidak mau membayar pajak. 2. Perla,anan akti) Perla,anan akti) meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan terhadap )ocus dan bertujuan untuk menghindari pajak. melalaikan pajak/dan sebagainya. Ada 3 cara perla,anan akti) terhadap pajak/ yaitu. Penghindaran Pajak %2aA ABoidance'/ Pengelakan Pajak %2aA <Bation'/ -elalaikan Pajak. saha tersebut dapat berupa pengelakan atau penyelundupan pajak/ pembuatan )aktur pajak )ikti)/ memanipulasi data/

a. Penghin#aran Pajak (Ta% A+'i#an&e*


Penghindaran pajak terjadi sebelum 18P keluar. Dalam penghindaran pajak ini/ ,ajib pajak tidak secara jelas melanggar undang-undang sekalipun kadang-kadang dengan

jelas mena)sirkan undang-undang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pembuat undang-undang. Penghindaran pajak dilakukan dengan 3 cara/ yaitu. -enahan Diri Cang dimaksud dengan menahan diri yaitu ,ajib pajak tidak melakukan sesuatu yang bisa dikenai pajak. 5ontoh. 2idak merokok agar terhindar dari cukai tembakau 2idak menggunakan ikat pinggang dari kulit ular atau buaya agar terhindar dari pajak atas pemakaian barang tersebut. 1ebagai gantinya/ menggunakan ikat pinggang dari plastik. Pindah Dokasi -emindahkan lokasi usaha atau domisili dari lokasi yang tari) pajaknya tinggi ke loksi yang tari) pajaknya rendah. 5ontoh. Di Indonesia/ diberikan keringanan bagi inBestor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia 2imur. *amun/ pindah lokasi tidak semudah itu dilakukan oleh ,ajib pajak. -ereka harus memikirkan tentang transportasi/ akomodasi/ 1D-/ 1DA/ serta )asilitas-)asilitar yang menunjang usaha mereka. Hal ini harus sesuai dengan kentungan yang akan mereka dapatkan dan keringanan pajak yang mereka peroleh. Biasanya/ hal ini jarang terjadi. Cang terjadi hanya pada pengusaha yang baru membuka usaha/ atau perusahaan yang akan membuka cabang baru. -ereka membuka cabang baru di tempat yang tari) pajaknya lebih rendah. Penghindaran Pajak 1ecara Curidis Perbuatan dengan cara sedemikian rupa sehingga perbuatan-perbuatan yang dilakukan tidak terkena pajak. Biasanya dilakukan dengan meman)aatkan kekosongan atau ketidak jelasan undang-undang. Hal inilah yang memberikan dasar potensial penghindaran pajak secara yuridis. 5ontoh. !. Penetapan pajak khusus untuk tempat dansa umum di Belanda. Pemerintah negeri Belanda menetapkan pajak khusus untuk tempat dansa umum. 8arena pengenaan pajak ini/ keuntungan pengusaha jadi berkurang. ntuk menghindari hal ini/ mereka mengubah status tempat dansa umum tersebut menjadi tempat dansa khusus anggota yang keanggotaannya terbuka untuk umum. Dengan demikian/ mereka terbebas dari pengenaan pajak untuk tempat dansa umum. 2. Di Belanda dan di Indonesia pada =aman penjajahan Belanda/ pemilik bioskop menyediakan sederet kursi gratis di barisan terdepan khusus untuk ,arta,an. Dengan asumsi/ setelah menonton ,arta,an tersebut akan menulis reBie,

tentang )ilm tersebut dan memuat di koran?majalah mereka. 4leh pemerintah/ ini dianggap iklan gratis. -aka dari itu/ diterapkanlah pajak untuk kursi gratis tersebut. Pemilik bioskop menghindari pengenaan pajak ini dengan cara mengenakan tari) masuk yang sangat murah khusus untuk ,arta,an. Di Indonesia/ untuk pega,ai diberi tunjangan beras %in natura'. -enurut undangundang yang berlaku/ hal ini tidak boleh dibebankan sebagai biaya. Penghindarannya dengan cara. perusahaan bekerjasama dengan yayasan dalam penyaluran tunjangan ini. Perusahaan memberi uang kepada yayasan/ dan yayasan menyalurkannya ke pega,ai dalam bentuk beras. Eadi/ pega,ai tetap dapat beras dan hal itu dibebankan sebagai biaya sehingga pajaknya berkuarang.

b. Pengelakan Pajak (Ta% E+asi'n*


Pengelakan pajak terjadi sebelum 18P dikeluarkan. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap undang-undang dengan maksud melepaskan diri dari pajak?mengurangi dasar penetapan pajak dengan cara menyembunyikan sebagian dari penghasilannya. 6ajib pajak di setiap negara terdiri dari ,ajib pajak besar %berasal dari multinational corporation yang terdiri dari perusahaan-perusahaan penting nasional' dan ,ajib pajak kecil %berasal dari pro)esional bebas yang terdiri dari dokter yang membuka praktek sendiri/ pengacara yang bekerja sendiri/ dll'. 8ecenderungan ,ajib pajak melakukan penghindaran atau pengelakan pajak %dengan asumsi negara yang mempunyai sistem penegakan hukum yang bagus dan orangorang yang tidak mudah disuap'.

- ,ajib Pajak Besar


6ajib pajak besar memiliki kecenderungan untuk melakukan penghindaran pajak %2aA ABoidance'. 8arena. Perusahaan besar memiliki biro-biro hukum atau tim la,yer yang tangguh yang mampu mencari celah dalam undang-undang pajak. Pembukuan dilakukan oleh banyak orang sehingga risiko terjadinya kebocoran juga besar. Eika ,ajib pajak besar ingin melakukan pengelakan pajak/ mereka harus memperkecil keuntungannya di mata publik. Perusahaan yang labanya kecil/ per)ormancenya akan turun sehingga harga sahamnya turun. Hal ini mengakibatkan pamornya turun di depan relasi dagangnya. 1ehingga

mereka akan kehilangan relasi yang mengakibatkan kerugian yang lebih besar dibandingkan pengurangan tari) pajak.

- ,ajib Pajak )e&il


6ajib pajak kecil cenderung melakukan pengelakan pajak %2aA <Bation'. 8arena. 2idak punya kemampuan untuk mencari celah undang-undang pajak. Apabila dokter?pro)esional bebas menyembunyikan sebahagian

pendapatannya/ kecil kemungkinan diketahui oleh )iscus karena dia sendiri yang mencatat penghasilannya. Penghasilan para pro)esional bebas sulit dilacak oleh )iscus karena biaya yang dibayar oleh pasien kepada dokter tidak mengurangi penghasilan kena pajak seseorang. Biaya tersebut dianggap sebagai konsumsi.

c. Melalaikan Pajak
-elalaikan pajak terjadi setelah 18P keluar. -elalaikan pajak adalah menolak membayar pajak yang telah ditetapkan dan menolak memenuhi )ormalitas-)ormalitas yang harus dipenuhi oleh ,ajib pajak dengan cara menghalangi penyitaan. !. Eika ,ajib pajak telah menerima 18P/ maka dia harus membayar pajak sesuai dengan 18P tersebut. 2. Eika ,ajib pajak tidak melakukannya/ maka )iscus akan mengirim surat teguran. 3. Eika belum dibayar juga/ maka diterbitkanlah surat paksa yang kekuatannya sama dengan putusan pengadilan yang berlaku. #. 1etelah 2 A 2# jam ,ajib pajak belum membayar juga/ maka diterbitkan surat penyitaan yaitu surat perintah untuk melakukan penyitaan pada harta ,ajib pajak itu. 6ajib pajak akan melakukan usaha untuk menghalangi penyitaan itu dengan cara kasar dan cara halus. 5ara kasar. yaitu saat juru sita datang/ dilepaskan anjing herder untuk mengusir juru sita tersebut. Ataupun mengancam dengan golok. 5ara halus. yaitu dengan cara mengalihkan?memindahtangankan semua harta ,ajib pajak ke tangan orang lain atau keluarganya secara pura-pura. ntuk memunculkan harta yang tersembunyi ini/ maka ,ajib pajak disandera. 8arena melalaikan pajak bukanlah perbuatan pidana/ maka jika ,ajib pajak disandera/ biaya makan dan minum ditanggung oleh Direktorat Eenderal Pajak. 1andera diberlakukan untuk orang yang berutang/ baik utang publik maupun perdata %menurut HI0'. 2etapi/ ada edaran dari -A bah,a untuk utang perdata/ orang yang berutang tidak disandera karena posisi

orang yang berutang lebih lemah.

ntuk utang pajak termasuk utang publik. 8arena

itu ,ajib pajak yang tidak membayar pajak akan disandera. !. Aspek perpajakan #alam kegiatan pertambangan #an migas. Berikut disajikan prinsip-prinsip perpajakan yang berlaku dalam kegiatan hulu migas 7 !.0ing 3ence policy 0ing 3ence Policy adalah kebijakan yang membatasi hak dan ke,ajiban suatu kontraktor 881 di satu 6ilayah 8erja Pertambangan %68P/ tidak bisa dikonsolidasikan ke 68P lainnya yang dimiliki oleh 8881 yang sama. 2ujuan dari kebijakan ini adalah agar 8881 yang dimiliki oleh satu perusahaan induk dan beroperasi di beberapa ,ilayah kerja tidak dapat melakukan konsolidasi biaya dari beberapa ,ilayah kerja tersebut/ baik untuk tujuan cost recoBery maupun untuk tujuan perhitungan PPh Badan %2aA 5onsolidation'. 1esuai dengan prinsip ini/ maka setiap 68P harus diusahakan oleh satu entity/ dan setiap entity/ baik operator maupun silent partner/ yang mempunyai penyertaan di suatu 68P/ ,ajib memiliki *P6P sendiri. Dalm hal 6ajib pajak mengelola beberapa 68P/ maka 6P tersebut harus membentuk badan hukum yang terpisah untuk setiap 68P/ dan ,ajib memiliki *P6P sendiri untuk tiap-tiap 68P. 2. ni)ormity Principle Caitu cost o) oil harus sama dengan cost o) taA/ artinya bah,a biaya-biaya operasi yang boleh dibebankan %5ost 0ecoBerable' menurut 8881 harus sama dengan biayabiaya yang boleh dibebankan menurut PPh %2aA Deductible'. Dengan demikian penghasilan untuk kepentingan penghitungan 8881 sama dengan penghasilan untuk kepentingan penghitungan pajak. A=as ini mengharuskan penghitungan PPh yang terutang oleh 8881 mengikuti ketentuan yang tertuang dala Penghasilan 8ena Pajak. 3. 8ompensasi 8erugian PPh menyatakan bah,a kerugian dalam satu tahun pajak dapat dikompensasikan selama $ %lima' tahun berturut-turut. Pembatasan jangka ,aktu kerugian yang dapat dikompensasikan tidak dikenal dalam bidang usaha hulu migas ini. Atas biaya operasi yang belum di recoBery pada tahun-tahun sebelumnya/ dii=inkan untuk dilakukan pada setiap tahun berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 8etentuan mum PPh/ sehingga terdapat keseragaman dengan 6P *on -igas lainnya dalam penghitungan

Dua komponen utama penerimaan migas berasal dari penerimaan bagi hasil migas dan penerimaan pajak penghasilan %PPh' migas atau pajak migas. 8eduanya sangat tergantug kepada besaran nilai produksi migas yang dapat dibagi %eFuity to be split'. Dengan asumsi besarnya produksi kotor %li)ting' sudah benar/ maka besar kecilnya eFuity to split tergantung pada besar kecilnya biaya yang dapat dikembalikan %cost recoBery'. 8arena itu/ titik kritis penerimaan negara sektor migas sebenarnya ada pada jenis dan jumlah biaya-biaya pembentuk cost recoBery. !.PPh Badan untuk Industri -igas 1ebagaimana disebutkan dalam pasal 3! -igas bah,a penerimaan negara dari kegiatan usaha hulu adalah pajak-pajak dan P*BP. Dalam 8ontrak 8erja 1ama ditentukan bah,a kontraktor dapat memilih apakah ke,ajiban membayar pajak dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan yang berlaku saat kontrak ditandatangani atau sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Pada prinsipnya P15 harus membayar PPh Badan dan pajak )inal atas laba setelah pajak %Branch Pro)it 2aA?BP2'. Dari tabel di atas dapat diketahui besaran tari) pajak e)ekti) %setelah menggabungkan tari) PPh Badan dan BP2' untuk masing-masing generasi P15. Dari tabel tersebut di atas juga dapat diketahui bah,a sebelum pemberlakuan -igas/ bagi hasil setelah pajak antara pemerintah dan kontraktor -igas maka bagi hasil untuk yaitu G$?!$ dan >$?3$/ namun dengan pemberlakuan belah pihak. Dari tahun !">:-!"H:/ kontraktor akan mendapatkan bagiannya dalam basis netto yang berarti bah,a pembayaran pajaknya dilakukan oleh Pertamina sebagai regulator ,aktu itu atas nama kontraktor. *amun semenjak !"H: metode ini berubah menjadi basis bruto yang berarti bah,a kontraktorlah yang melakukan pembayaran pajak kepada negara sehingga penghitungan penghasilan kena pajak menjadi sangat diperlukan. Perlakuan Biaya Berkaitan dengan perubahan metode netto menjadi metode bruto maka dalam menghitung penghasilan kena pajak Indonesia menggunakan asas yang disebut dengan (uni)ormity principle;. Prinsip ini menyatakan bah,a biaya-biaya yang boleh dipulihkan %cost recoBery' menurut kontrak P15 harus sama dengan biaya-biaya yang boleh dikurangkan %deductable' menurut PPh. Pengecualian dari asas ini adalah pembayaran signature bonus/ education bonus/ dan crude oil production bonus oleh kontraktor kepada pemerintah. Pembayaran bonus-bonus ini bersi)at dapat dikurangkan

masing-masing P15 bersi)at unik dan tergantung dari hasil negosiasi antara kedua

%deductable' dalam penghitungan penghasilan kena pajak namun tidak boleh dimasukkan dalam penghitungan cost recoBery. Pada prinsipnya dalam menghitung penghasilan kena pajak/ penentuan biaya-biaya yang dapat dikurangkan tetap menggunakan prinsip-prinsip yang dijelaskan pada pasal > ayat %!' PPh sebagaimana disebutkan dalam 8-8 *omor #$G?8-8.:!2?!"G#. Dalam 8-8 ini juga dijelaskan de)inisi penghasilan bruto adalah nilai uang yang direalisir 8ontraktor dari produksi bagiannya yang terjual. Dari de)inisi ini dapat diketahui bah,a penghasilan bruto kontraktor berasal dari bagiannya berupa minyak yang berasal dari 32P dan <Fuity to be split %lebih jelas dapat dilihat pada ilustrasi soal di bagian terakhir'. Perlakuan 1umbangan Perlakuan atas sumbangan yang dilakukan kontraktor merujuk pada 1-!!!!?-8?!"G$/ yang menyebutkan bah,a perlakuan sumbangan sesuai dengan prinsip umum dalam PPh yang bersi)at non deductable. *amun disebutkan pula/ supaya dapat dikurangkan maka sumbangan tersebut dapat dilakukan dalam bentuk inBestasi sehingga dapat dibebankan melalui mekanisme penyusutan dan setelah disusutkan sepenuhnya maka dapat dihibahkan. Perlakuan Biaya Pra Produksi Perlakuan atas biaya pra produksi merujuk pada 1-3!>?-8.:!2?!"G> yang menegaskan bah,a biaya yang menjadi beban dalam masa praproduksi %preproduction cost' sampai saat dimulainya produksi komersial dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. -. Aspek perpajakan #alam transaksi khusus INDUST.I PE.BAN)AN S/A.IAH Perbankan s0ariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah %hukum' islam. saha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan inBestasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram/ dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konBensional. 1ejarah perbankan syariah pertama kali muncul di mesir pada tahun !">3. 1edangkan di Indonesia sendiri perbankan syariah baru lahir pada tahun !""! dan secara resmi dioperasikan tahun !""2. Berbagai prinsip perbankan syariah telah diterapkan dengan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan?atau pembiayaan kegiatan usaha/ atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. Adapun jenis produk atau jasa perbankan syariah adalah jasa untuk peminjam dana dan jasa untuk penyimpan dana.

Prinsip Perbankan 1yariah Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan?atau pembiayaan kegiatan usaha/ atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. Beberapa prinsip? hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain . Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan. Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana. Islam tidak memperbolehkan (menghasilkan uang dari uang;. memiliki nilai intrinsik. nsur Iharar %ketidakpastian/ spekulasi' tidak diperkenankan. 8edua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi. InBestasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak saha minuman keras misalnya tidak boleh ang

hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak

diharamkan dalam islam.

didanai oleh perbankan syariah. Produk Perbankan 1yariah Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain. Easa untuk peminjam dana -udhorobah/ adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. 1etiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. 0esiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan/ kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyele,engan/ kecurangan dan penyalahgunaan. -usyarokah %Eoint &enture'/ konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint Benture. 8euntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan

-urobahah / yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank/ dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran )lat sesuai akad dia,al dan besarnya angsuranJharga pokok ditambah margin yang disepakati. 5ontoh.harga rumah/ $:: juta/ margin bank?keuntungan bank !:: jt/ maka yang dibayar nasabah peminjam ialah >:: juta dan diangsur selama ,aktu yang disepakati dia,al antara Bank dan *asabah.

2aka)ul %asuransi islam'

Easa untuk penyimpan dana 6adi+ah %jasa penitipan'/ adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut se,aktu-,aktu. Dengan sistem ,adiah Bank tidak berke,ajiban/ namun diperbolehkan/ untuk memberikan bonus kepada nasabah. Deposito -udhorobah/ nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun ,aktu yang tertentu. 8euntungan dari inBestasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

Aspek syariah dalam 1etelah giliran

PP*

*omor 3> 2ahun 2::G memberikan penegasan khusus tentang *omor #2 2ahun 2::" juga memberikan ruang khusus untuk ndang-undang ini/ semangat yang diusung adalah sama/

perlakuan Pajak Penghasilan atas transaksi yang bermbasiskan syariah/ kini menegaskan perlakuan Pajak Pertambahan *ilai atas transaksi bermbasiskan syariah. Dalam kedua yaitu memberikan persamaan perlakuan antara transaksi konBensional dan transaksi yang berbasiskan syariah. <Fual treatment ini memang sudah selayaknya dilakukan agar tidak terjadi pembebanan pajak yang berbeda dalam suatu industri yang sama. 8etentuan tentang transaksi berbasiskan syariah dalam diatur dalam dua tempat/ yaitu . !. Pasal !A ayat %!' huru) h/ di mana dalam bagian ini dijelaskan bah,a yang termasuk dalam pengertian penyerahan Barang 8ena Pajak adalah penyerahan Barang 8ena Pajak oleh Pengusaha 8ena Pajak dalam rangka perjanjian pembiayaan yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah/ yang PP* yang baru

penyerahannya dianggap langsung dari Pengusaha 8ena Pajak kepada pihak yang membutuhkan Barang 8ena Pajak. 2. Penjelasan Pasal #A ayat %3' huru) d. Bagian ini menjelaskan bah,a jasa keuangan adalah salah satu jasa yang tidak dikenai %atau dikenakan' PP*. *ah/ termasuk dalam jasa keuangan ini adalah jasa pembiayaan termasuk pembiayaan syariah berupa se,a guna usaha dengan hak opsi %)inancial lease'/ anjak piutang %)actoring'/ usaha kartu kredit dan?atau pembiayaan konsumen. Transaksi #eri+ati Berdasarkan PP *o.!H ? 2::" tersebut yang dimaksud dengan transaksi deriBati) dijelaskan dalam penjelasan Pasal ! adalah . ( transaksi yang didasari pada kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya merupakan turunan dari nilai instrumen yang mendasari seperti suku bunga, nilai tukar, komoditi, ekuiti, dan indeks, baik yang diikuti dengan pergerakan maupun tanpa pergerakan dana atau instrumen.;

Pelaksanaan Dalam pasal # dari PP *o !H ? 2::" tersebut dijelaskan bah,a ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemungutan/ penyetoran/ dan pelaporan Pajak Penghasilan atas transaksi deriBati) berupa kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa diatur dengan Peraturan -enteri 8euangan %P-8'. PP *o !H ? 2::" sendiri mengatur adanya PPh sebesar 2/$ @ %dua koma lima persen' dari margin a,al dan lembaga kliring bertindak sebagai pemungut/ penyetor dan pelapor dari PPh tersebut. 8onsep Dasar dan Aspek Pajak Perlakuan Perpajakan atas Penghasilan dari 2ransaksi DeriBati) Analisa mengenai ketentuan perpajakan atas penghasilan yang didapat dari transaksi instrumen deriBati) akan diuraikan sebagai berikut . !. Penghasilan saha De)enisi penghasilan usaha tidak dijelaskan dalam undang-undang pajak penghasilan. Pembedaan antara penghasilan usaha dan penghasilan lainnya sangat penting dan dibutuhkan untuk menentukan jenis penghasilan sesuai dengan penerapan undang-undang domestik maupun taA-treaty yang bersangkutan. Apabila di dalam penghasilan usaha termasuk penghasilan yang didapat dari transaksi instrumen keuangan deriBati)/ maka semua biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan transaksi instrumen keuangan deriBatiBe diperkenankan untuk mengurangi penghasilan usaha %Perkasa 2::#/!:G'.

2. Bunga De)enisi mengenai (premium; yang dapat dikatagorikan sebagai bunga harus diberi de)enisi dan penjelasan yang lebih rinci sehingga terdapat kejelasan dalam perlakuan pajak atas premium yang tidak dapat digolongkan sebagai bunga %Perkasa 2::#/!:"'. 3.8euntungan Penjualan?Pengalihan Harta %5apital Iain' Penjelasan pasal %#' ayat ! huru) d ndang- ndang Pajak Penghasilan dapat digunakan untuk

penerapan tari) pajak yang berbeda atau untuk pengecekan apabila ada dugaan taA aBoidance yang dilakukan oleh ,ajib pajak. Analisis Pengenaan Pajak Penghasilan 2erhadap 2ransaksi Bursa 8omoditi Berjangka Beberapa konsep sebagai bahan perbandingan dalam rangka menganalisa model pengenaan pajak penghasilan terhadap transaksi bursa komoditi berjangka.

!. 8onsep Perdagangan 2ransaksi deriBati) diperlakukan sebagai transaksi dagang biasa/ laba dikenakan pajak penghasilan dan kerugian dapat dikompensasikan baik secara Bertikal maupun hori=ontal. Biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan berkaitan dengan transaksi deriBati) dapat di perhitungkan sebagai pengurang pendapatan. 2. 8onsep 9ero 1um-Iame Dengan konsep ini laba dari transaksi deriBati) tidak dikenakan pajak penghasilan/ begitu pula dengan kerugian dari transaksi deriBati) tidak dapat dikompensasikan. -enurut konsep ini/ negara secara makro tidak mendapat apa-apa karena ,ajib pajak yang mendapatkan laba tidak dikenakan pajak/ sedangkan ,ajib pajak yangmendapatkan kerugian tidak dapat mengkompensasikan kerugiannya. Dengan penerapan konsep ini jelas para pelaku bursa dibebaskan dari ke,ajiban perpajakan khususnya pajak penghasilan/ namun pengenaan pajak pertambahan nilai %PP*' tetap bisa dilaksanakan. 3. 8onsep InBestasi Dengan konsep ini suatu transaksi di bursa komoditi berjangka dianggap sebagai suatu inBestasi. 1ebagai suatu inBestasi jumlah kerugian yang diakui tentunya tidak boleh melebihi nilai inBestasinya. Pengenaan pajak penghasilan baik dikategorikan sebagai aktiBa lancar maupun sebagai inBestasi jangka panjang akan diperhitungkan ketika inBestasi tersebut mengalamai gain atau loss saat realisasi penjualannya. Eadi tidak ada pengakuan keuntungan atau kerugian dari penilaian inBestasi tidak lancar %inBestasi jangka panjang' di akhir tahun jika terjadi penurunan atau kenaikan harga pasar sebagaimana yang diperkenankan dalam akuntansi komersial. #. 8onsep Pengenaan Pajak Penghasilan 3inal %gross )inal basis?presumptiBe taAation'.

8onsep ini paling mudah diterapkan untuk mengatasi kesulitan mengidenti)ikasikan suatu transaksi bertujuan lindung nilai atau spekulati). 1etiap transaksi di bursa komoditi langsung dikenakan pajak penghasilan )inal. Pengenaan pajak penghasilan dengan pola ini terkesan yang mudah diterapkan. 2idak disulitkan dengan identi)ikasi hedging atau bukan dari transaksi yang ada di bursa komoditi berjangka/ dan yang jelas semua pelaku baik indiBidual maupun berbentuk badan tidak akan bias menyembunyikan transaksi yang dilakukan di bursa. *amun demikian/ perlu dipertimbangkan bah,a pengenaan pajak penghasilan )inal ini bisa membuat pasar tidak bergairah/ karena semua transaksi baik yang laba maupun rugi dikenakan pajak. Di samping itu pula/ bagi para pelaku lindung nilai %hedger' ketentuan ini tentunya dirasa lebih memberatkan karena mereka bertransaksi bener-benar untuk mendapatkan komoditinya/ namun dikenakan pajak penghasilan )inal yang akan menambah beban perusahaan ketika terjadi kerugian. Dengan tidak adanya kalkulasi deductible eApense bagi para pelaku transaksi maka rasa keadilan bagi calon ,ajib pajak menjadi terpenuhi/ juga secara akuntansi prinsip pengakuan pendapatan seperti ini tidak sesuai dengan matching principle/ dan metode akrual. Bagi perusahaan yang menderita kerugian/ pengenaan pajak penghasilan )inal ini akan menambah beban mereka/ namun dalam kondisi normal kerugian ini hanya bersi)at jangka pendek %6ijono 2::!/>3'. NI.LABA a.)egiatan rumah sakit 1ebuah rumah sakit pada umumnya dapat dikelola oleh pemerintah maupun s,asta. Bagi rumah sakit Pemerintah tidak perlu melaporkan PPh 2$ %1P2 -asa' maupun PPh 2" %1P2 2ahunan' karena rumah sakit pemerintah bukan merupakan subyek pajak. Adapun kategori sebagai rumah sakit pemerintah harus memenuhi hal-hal sebagai berikut yaitu . !. Dibentuk berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku/ 2. Dibiayai dengan dana yang bersumber APB* dan APBD/ 3. Penerimaan lembaga tersebut dimasukkan dalam anggaran/ #. Pembukuannya diperiksa oleh aparat penga,asan )ungsional *egara Dengan demikian karena 01 ?01 D mendapatkan pembiayaan dari luar APB*?APBD atau tidak seluruh penerimaan dan pembiayaan tercatat dalam APB*?APBD/ maka ke,ajiban menghitung pajak sendiri %PPh 2$?2"' disamakan dengan badan s,asta lain. - Aspek Perpajakan 0umah 1akit Pemerintah Dan *on Pemerintah a. 8e,ajiban PPh Pasal 2$?2" 1eperti kita ketahui bah,a 0umah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah %01 ataupun 01 D' didanai dari APB* dan APBD/ maka rumah sakit tidak memiliki ke,ajiban PPh terhadap diri sendiri. Dengan kata lain/ rumah sakit pemerintah tidak perlu melaporkan

PPh 2$ %1P2 -asa' maupun PPh 2" %1P2 2ahunan' karena bukan subyek pajak beda hal jika rumah sakit s,asta sebagaimana objek penulisan kali ini yang tentu saja memiliki ke,ajiban PPh Pasal 2$ dan untuk itulah ,ajib pajak mengajukan permohonan penurunan angsuran PPh Pasal 2$. b. 8e,ajiban PPh Pemotongan dan Pemungutan 1ama halnya baik rumah sakit pemerintah maupun s,asta memiliki ke,ajiban sebagai pemungut pajak PPh pasal 2!/ 23/ 2>/dan pasal # ayat %2' berkaitan dengan aktiBitas pembayaran gaji/ honor/ jasa/ se,a/ dll kepada karya,an dan pihak ketiga. Berkaitan dengan transaksi yang berhubungan dengan Pph 2! di rumah sakit disamping pengenaan PPh Pasal 2! atas karya,an non dokter dan dokter/ terdapat ketentuan khusus bagi rumah sakit/ yaitu . 2enaga dokter berdasar status hubungan kerja digolongkan menjadi. Dokter yang menjabat sebagai pimpinan rumah sakit/ Doker sebagai pega,ai tetap atau honorer rumah sakit/ Dokter tetap yaitu dokter yang mempunyai jad,al praktek tetap tetap bukan sebagai pega,ai tetap rumah sakit/ Dokter tamu yaitu dokter yang mera,at atau menitipkan pasiennya untuk dira,at di rumah sakit/ Dokter yang menye,a ruangan di rumah sakit untuk praktek/

1edangkan terkait atas penghasilan yang diterima dokter dan pengenaan PPh nya dapat dibaca dalam tulisan terdahulu yang berjudul 1ekilas 2entang Penghasilan 1eorang Dokter/ dimana penghasilan seorangdokter bersumber dari keuangan rumah sakit atau dari imbalan lain yang diterima oleh para dokter/ dan penghasilan yang berasal dari pasien yang diterima oleh para dokter sebagaimana diberikan contoh dalam tulisan tersebut di atas. c. 8e,ajiban Pajak Pertambahan *ilai Berkaitan dengan transaksi penyerahan obat kepada pasien/ rumah sakit juga berpotensi memiliki ke,ajiban memungut PP* %pajak pertambahan nilai' dan dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak. Dalam 1urat <daran Direktur Eenderal Pajak *o. 1<-:>?PE.$2? 2::: tanggal 2 -aret 2::: tentang PP* Atas Penggantian 4bat Di 0umah 1akit/ ditegaskan bah,a instalasi )armasi %kamar obat' merupakan suatu tempat untuk mengadakan dan menyimpan obat-obatan/ gas medik alat kesehatan serta bahan kimia yang bukan berdiri sendiri tetapi merupakan satuan organic yang tidak terpisah dari keseluruhan rumah sakit. 1elanjutnya ditegaskan

bah,a penyerahan obat-obatan yang dilakukan instalasi )armasi %kamar obat' tidak terutang PP*. Dalam kenyataannya instalasi )armasi melayani rumah sakit yang terdiri dari pasien ra,at inap/ pasien ra,at jalan dan pasien ga,at darurat. -engingat instalasi )armasi rumah sakit melakukan pelayanan kepada pasien ra,at jalan sebagaimana la=imnya sebuah apotik/ maka atas penyerahan obat-obatan oleh instalasi )armasi kepada pasien ra,at jalan tetap terutang PP*/ terkait bagaimana mekanisme pengkreditan karena terdapat yang terutang PP* dan tidak dijelaskan dalam P-8-HG?P-8.:3?2:!: 2entang Pedoman Pengkreditan Pajak -asukan Bagi Pengusaha 8ena Pajak Cang -elakukan Penyerahan Cang 2erutang Pajak Dan Penyerahan Cang 2idak 2erutang Pajak. Eenis Eenis Pendapatan 1ebuah 0umah 1akit Cang menjadi objek pajak adalah semua penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh sebuah rumah sakit terdiri dari beberapa sumber/ untuk itu penulis mencoba membagi penghasilan yang diperoleh rumah sakit menjadi 2 %dua' jenis penghasilan yang meliputi . a. Penghasilan dari 4perasional Pelayanan Pasien Penghasilan yang diterima atau diperoleh dari usaha/ pekerjaan/ kegiatan atau jasa/ sehubungan dengan kategori penghasilan operasional pelayanan pasien dari sebuah rumah sakit diantaranya. !. 2. 3. Instalasi 0a,at Inap/ hal ini meliputi se,a kamar?ruangan di rumah sakit/ poliklinik/ pusat pelayanan kesehatan/ Instalasi 3armasi/ hal ini meluputi diantaranya uang penda)taran untuk pelayanan kesehatan/ dan penghasilan dari penjualan obat Instalasi 0a,at Ealan/ hal ini meliputi Penghasilan dari pera,atan kesehatan seperti uang pemeriksaan dokter/ operasi/ rontgen/ scanning/ pemeriksaan laboratorium/ dll #. $. Instalasi Penunjang -edik/ meliputi uang pemeriksaan kesehatan termasuk general check up/ 1enam Hamil dan Pijat Bayi. Instalasi Ia,at Darurat. b. Penghasilan dari 4perasional Dainnya Penghasilan yang diterima atau diperoleh dari usaha/ pekerjaan/ kegiatan atau jasa/ sehubungan dengan kategori penghasilan operasional lainnya dari sebuah rumah sakit diantaranya . !. 2. Pembagian keuntungan dari kerjasama usaha/ yang meliputi diskon dari supplier yang dibutuhkan oleh rumah sakit/ 2elepon. Distrik/ Parkir Pemakaian ruangan/ yang meliputi penghasilan dari penye,aan alat kesehatan %1e,a dan imbalan lain sehubungan dengan penggunaan harta' dan lain-lain.

3. #.

Bunga deposito/ bunga obligasi/ diskontto 1BI dan bunga lainnya dan lain-lain

b. /a0asan Pen#i#ikan !. Penghasilan yang -erupakan 4byek PPh . - ang penda)taran dan uang pangkal - ang seleksi penerimaan sis,a?mahasis,a?peserta pendidikan - ang pembangunan gedung?pengadaan prasarana atau pembayaran lainnya dengan nama apapun yang berkaitan dengan keberadaan sis,a?mahasis,a?peserta pendidikan. - ang 1PP/ uang 181/ uang ujian/ uang kursus/ uang seminar?lokakarya/ dsb. - Penghasilan dari kontrak kerja dalam bidang penelitian/ dsb. Penghasilan lainnya yang dikaitkan dengan jasa penyelenggaraan pengajaran?pendidikan?pelatihan dengan nama dan dalam bentuk apapun. 2. Pengurang Penghasilan Bruto % 1< - 3"?PE.#?!""$ ' . Iaji?tunjangan?honorarium pimpinan/ dosen/ pengajar/ karya,an. Biaya umum/ administrasi/ alat tulsi menulis kantor Biaya publikasi?iklan Biaya kendaraan Biaya kemahasis,aan Biaya ujian semester Biaya se,a gedung dan utilities %listrik/ telepon/ air' Biaya laboratorium Biaya penyelenggaraan asrama Bunga bank dan biaya-biaya bank lainnya Biaya pemeliharaan kampus Biaya penyusutan 8erugian karena penjualan?pengalihan harta Biaya penelitian dan pengembangan Biaya beasis,a dan pelatihan dosen?pengajar?karya,an Biaya pembelian buku-buku perpustakaan dan alat-alat olah raga dan peraga 1ubsidi?beasis,a bagi sis,a yang kurang mampu Pajak Bumi dan Bangunan %PBB'. Biaya pembangunan gedung dan prasarana pendidikan yang berasal dari selisih lebih yang diakui sebagai penghasilan. 3. Dana Pembangunan Iedung dan Prasarana Pendidikan % 8<P - GH?PE.?!""$ ' Dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan adalah dana yang akan digunakan untuk pembangunan gedung dan prasarana pendidikan yang berasal dari sisa lebih %laba neto'. 1isa lebih yaitu selisih lebih antara penghasilan yang merupakan obyek PPh %selain yang dikenakan PPh 3inal' dikurangi dengan biaya-biaya yang dapat dikurangkan. Dengan terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan tentang rencana )isik sederhana

dan rencana biaya pembangunan gedung dan prasarana pendidikan kepada 8PP setempat/ Cayasan Pendidikan dapat mengakui dana pembanguan gedung dan prasarana pendidikan sebagai penghasilan pada tahun digunakannya %pengenaan PPhnya ditunda'. Dan sebesar dana yang telah digunakan tersebut merupakan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto pada tahun pajak yang bersangkutan. 2ata 5ara Pembentukan Dana Pembangunan Iedung dan Prasarana Pendidikan . - 1isa lebih yayasan setiap tahun yang akan digunakan untuk pembanguan gedung dan prasarana pendidikan dialihkan ke rekening dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan. 1isa Debih KKK Dana Pembangunan Iedung KKK - Pembukuan atas penggunaan dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan dilakukan dengan mendebit rekening aktiBa dan rekening dana pembangunan gedung serta mengkredit rekening kas atau utang dan rekening modal yayasan %penghasilan'. AktiBa KKK Dana Pembangunan Iedung KKK 8as atau utang KKK -odal yayasan %penghasilan' KKK Dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan tersebut ,ajib dipergunakan dalam jangka ,aktu # tahun setelah berakhirnya tahun pajak disisihkannya dana tersebut. Apabila setelah le,at # tahun/ Cayasan Pendidikan tidak mempergunakan dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan di atas/ maka dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan tersebut harus diakui sebagai penghasilan yang terutang PPh pada tahunn pajak berikutnya setelah masa # tahun tersebut terle,ati. Di samping itu/ terhadap yayasan ini akan dikenai sanksi 2@ per bulan sesuai dengan ndang- ndang *omor !H 2ahun 2:::. Dalam akuntansi )iskal %PPh'/ atas pengeluaran untuk pembangunan gedung dana prasarana pendidikan tersebut tidak perlu dibebankan melalui penyusutan/ melainkan dibebankan langsung pada saat terjadinya?terutangnya biaya tersebut. Dalam hal pembangunan gedung dan prasarana pendidikan tersebut dibiayai dengan pinjaman/ maka bunga atas pinjaman tersebut dapat diakui sebagai biaya %pengurang penghasilan bruto'. Cayasan Pendidikan atau organisasi yang sejenis yang membentuk dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan ,ajib membuat . - Pencatatan tersendiri atas dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan yang diterima dan digunakan setiap tahun. - Pernyataan bah,a dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan yang tidak digunakan pada tahun diterimanya dana tersebut akan digunakan dalam jangka ,aktu selambat-lambatnya # tahun setelah berakhirnya tahun pajak yang bersangkutan. - Daporan mengenai penyediaan dan penggunaan dana pembangunan gedung dan prasarana pendidikan dan menyampaikannya kepada 8epala 8PP setempat dalam

lampiran 1P2 2ahunan PPh. APA.TEMEN Pajak-pajak yang terkait dengan penjualan properti dari penjual %baik deBeloper maupun penjual properti bekas' kepada pembeli %pemakai langsung dan tidak untuk dijual kembali'/ paling tidak ada dua jenis. Pajak Penghasilan %PPh' 3inal dan Pajak Pertambahan *ilai %PP*'. Apabila properti yang dijual tersebut termasuk properti yang dikategorikan sebagai barang me,ah/ maka akan dikenakan Pajak Penjualan atas Barang -e,ah %PPnB-'.Pajak Penghasilan yang bersi)at )inal atas peralihan hak atas tanah dan?atau bangunan akan dikenakan kepada penjual dari hak tersebut. 1esuai dengan Peraturan Pemerintah *omor H! tahun 2::G/ atas penghasilan sehubungan dengan pengalihan hak atas tanah dan?atau bangunan dikenakan PPh 3inal sebesar $@ dari jumlah bruto nilai pengalihan. 1edangkan pengalihan hak atas 0umah 1ederhana dan 0umah 1usun 1ederhana yang dilakukan oleh 6P yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan?atau bangunan dikenakan PPh 3inal sebesar !@ dari nilai pengalihan. *ilai pengalihan hak adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dengan *E4P tanah dan?atau bangunan yang bersangkutan/ kecuali. dalam hal pengalihan hak kepada pemerintah adalah nilai berdasarkan keputusan pejabat yang bersangkutan7 dalam hal pengalihan hak sesuai dengan peraturan lelang %1taatsblad 2ahun !":G *omor !G" dengan segala perubahannya' adalah nilai menurut risalah lelang tersebut.PPh 3inal atas Pengalihan Hak atas 2anah dan?atau Bangunan tidak dikenakan terhadap 4rang Pribadi yang penghasilannya diba,ah Penghasilan 2idak 8ena Pajak %P28P' yang mengalihkan hak atas tanah dan?atau bangunan dengan nilai diba,ah 0p >: juta. PPh 3inal juga tidak dikenakan kepada 4rang Pribadi atau Badan yang mengalihkan hak atas tanah dan?atau bangunan kepada Pemerintah. Pengalihan hak atas tanah dan?atau bangunan dengan cara hibah kepada keluarga sedarah semenda dengan cara hibah yang dilakukan oleh 4rang Pribadi pun tidak dikenakan PPh 3inal tersebut. Demikian halnya untuk pengalihan hak atas tanah dan?atau bangunan dengan cara hibah yang dilakukan baik oleh 4rang Pribadi maupun Badan. Pengalihan hak atas tanah dan?atau bangunan karena ,arisan pun tidak dikenakan PPh 3inal ini.PP* atas penjualan properti dikenakan terhadap kegiatan penjualan bangunan baik berupa rumah/ apartemen/ kondominium maupun jenis-jenis lainnya. PP* terutang pada saat pembayaran uang muka maupun pada saat pelunasan pembelian. PP* akan dikenakan kepada Pembeli/ dipungut oleh penjual dengan catatan penjual adalh Pengusaha 8ena Pajak. Cang menjadi dasar pengenaan PP* tersebut adalah nilai transaksi sebenarnya/ namun apabila nilai transaksi tersebut di ba,ah *ilai Eual 4bjek Pajak %*E4P' maka yang menjadi dasar pengenaannya adalah *E4P tersebut. Penyerahan bangunan tersebut tidak seluruhnya terutang PP*. 0umah sederhana/ rumah sangat sederhana/ rumah susun sederhana/ pondok boro/ asrama mahasis,a dan pelajar serta

perumahan lainnya/ yang batasannya ditetapkan oleh -enteri 8euangan setelah mendengar pertimbangan -enteri Pemukiman dan Prasarana 6ilayah dibebaskan dari pengenaan PP*. 1edangkan untuk pembelian rumah dengan kategori me,ah/ selain dikenakan PP*/ pembeli akan dikenakan juga PPnB-. 8ategori produk properti yang dikenakan PPnB- antara lain produk apartemen/ to,n house, rumah me,ah/ kondominium. Berdasarkan Peraturan Pemerintah *omor > 2ahun 2::3/ atas penjualan properti-properti tersebut dikenakan tari) sebesar 2:@. -ulai ! Euni 2::"/ penyerahan bangunan yang terutang PPnB- hanya berdasarkan luas bangunan/ yaitu luas bangunan dengan to,n house non strata title sebesar 3$:m2 atau lebih sedangkan apartemen/ kondominium/ to,n house dengan strata title yang memiliki luas !$:m2 atau lebih. PPnB- hanya dikenakan untuk properti yang dijual oleh deBeloper dan properti tersebut memenuhi kriteria tertentu di atas. PPnB- tidak dikenakan terhadap transaksi penjualan properti antar perorangan. PP* Hampir dapat dipastikan semua transaksi apartemen baru dikenakan PP*/ karena hanya properti seharga 0p#2 juta ke ba,ah yang dibebaskan dari PP*. *ilai PP* !: persen dari harga jual. Eadi/ kalau apartemen 0p!:: juta/ PP* yang harus dibayar !:@ A 0p!:: juta J 0p!: juta. PP* biasanya dibayarkan melalui deBeloper/ termasuk pelaporannya/ dilakukan oleh deBeloper. BPH2B Bea ini dikenakan terhadap semua transaksi apartemen baik baru maupun lama yang dibeli dari deBeloper atau perorangan. Besarnya $ persen dari nilai transaksi setelah dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak %*E4P28P'. Di Eakarta *E4P28P ditetapkan pemerintah proBinsi sebesar 0p>: juta. Eadi/ untuk apartemen seharga 0p!:: juta/ BPH2B yang harus dibayar adalah $@ A %0p!:: juta L 0p>: juta' J 0p2 juta. AEB/ Pertelaan dan BB* -enurut <r,in 8allo/ Direktur Dembaga AdBokasi 8onsumen Properti Indonesia / AEB/ pertelaan dan BB* biasanya dibayar satu paket. Besarnya kurang lebih satu persen. Eadi/ bila harga apartemen 0p!:: juta/ biaya yang harus dirogoh untuk ketiga item itu adalah 0p! juta. PPnB1eperti sudah disinggung di atas/ khusus untuk apartemen dengan harga bangunan 0p# juta ke atas per m2 atau luasnya !$: m2 ke atas di,ajibkan membayar PPnB-. 2api pajak ini hanya dikenakan pada apartemen yang dibeli dari deBeloper. Besarnya 2: persen dari harga jual dibayar saat bertransaksi. PPnBtidak berlaku untuk transaksi antarperorangan.

8e,ajiban 1etelah -embeli Bila sudah membeli apartemen/ selain membayar serBice charge per bulan/ setiap tahun pemilik juga ,ajib membayar pajak bumi dan bangunan %PBB'. Biasanya tagihan dilayangkan setiap bulan -aret dalam bentuk 1urat Pemberitahuan Pajak 2erutang %1PP2'. Pembayaran harus dilakukan paling lambat enam bulan setelah 1PP2 diterbitkan. Bila sampai batas ,aktu yang ditetapkan belum dibayar/ dikenai denda 2 persen per bulan hingga maksimal 2# bulan.

5ara menghitung PBB apartemen. !. Hitung nilai perbandingan proposional %*PP' unit apartemen atau satuan rumah susun dengan rumus. *PP J %D1n A !::@' ? 2 D1n 8eterangan. 1n. 1atuan rumah susun %unit apartemen' D1n. Duas unit apartemen 2 D1n. 2otal luas unit apartemen 2. Hitung luas bumi %tanah' proposional. *PP A luas tanah bersama 3. Hitung luas bangunan proposional. *PP A total luas bangunan bersama #. Duas bangunan proposional. total luas bangunan L total luas seluruh unit apartemen dan ruang komersial $. Hitung *E4P. a. *E4P bumi proposional. luas bumi proposional A *E4P tanah yang ditetapkan kantor pajak setempat b. *E4P bangunan proposional. luas bangunan proposional A *E4P bangunan yang ditetapkan kantor pajak setempat c. *E4P unit apartemen. luas unit apartemen A *E4P bangunan yang ditetapkan kantor pajak setempat. >. Point a/ b dan c kemudian dijumlahkan untuk memperoleh *E4P total H. Hitung *E4P 8ena Pajak %*E4P8P' 0umusnya. *E4P total-*E4P 2idak 8ena Pajak %*E4P28P' G. *E4P28P telah ditetapkan pemerintah sebesar 0p!: juta ". -enghitung PBB. a. b. ntuk apartemen yang nilainya di ba,ah 0p! miliar rumusnya. :/$@ A 2:@ A *E4P8P. ntuk apartemen yang nilainya 0p! miliar ke atas rumusnya. :/$@ A #:@ A *E4P8P. 1ASA )2NST.U)SI

Easa 8onstruksi merupakan layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi/ layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi/ dan layanan jasa konsultasi penga,asan konstruksi. %PP !#: th 2:::' Pekerjaan konstruksi. 8eseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan atau pelaksanaan beserta penga,asan yang mencakup pekerjaan arsitektural/ sipil/ mekanikal/elektrikal/ dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya/ uantuk me,ujudkan suatu bangunan atau benruk )isik lain. %PP !#: th 2:::' 8etentuan perpajakan mengenai jasa konstruksi mulai tahun 2::! mengikuti ketentuan yang diatur dalam PP !#: tahun 2::: dan 8mk *o.$$"?8-8.:#?2::: serta 8eputusan Dirjen Pajak *o 8ep-">?PE.?2::!. Dalam ketiga peraturan tersebut pengenaan pajak penghasilan atas jasa -enurut si)atnya konstruksi dibedakan menjadi dua/ yaitu )inal dan tidak )inal. 2ergantung dari kuali)ikasi 6P sebagai pengusaha di bidang jasa konstruksi/ kecil atau besar. !. Bersi)at 2idak 3inal PPh atas jasa konsruksi bersi)at tidak )inal dikenakan terhadap 6P penerima jasa konstuksi yang . perseorangan. 2ermasuk pengusaha kecil berdasarkan serti)ikasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang ber,enang tetapi nilai pengadaannya lebih besar dari 0p. !.:::.:::.:::.- %satu miliar rupiah'. Atas pembayaran jasa konstruksi yang diterima 6P pada saat pembayaran uang muka atau termin dipotong PPh pasal 23 dengan tari) yang diatur dalam 8eputusan Dirjen Pajak *o 8ep-">?pj.?2::! sbb. Eenis Easa 8onstruksi Easa perencana konstruksi Easa penga,asan konstruksi Easa Pelaksanaan konstruksi 8e,ajiban PPh Pasal 2$ 2erhadap 6P yang termasuk dalam kategori ini juga dikenakan ketentuan PPh Pasal 2$ dalam hal pemberi penghasilan adalah bukan Badan pemerintah/ subyek pajak badan dalam negeri/ bentuk usaha tetap atau orang pribadi sebagai 6P dalam negeri yang ditunjuk oleh DEP sebagai pemotong pajak. 2ari) # @ dari jumlah bruto tidak termasuk PP* # @ dari jumlah bruto tidak termasuk PP* 2 @ dari jumlah bruto tidak termasuk PP* 2idak termasuk 6P dengan kuali)ikasi usaha kecil termasuk orang

ntuk masa tahun pajak 2::!/ mulai tanggal ! Eanuari 2::! 6P ,ajib membayar PPh Pasal 2$ dengan cara perhitungan !?!2 dari %seperdua belas' dari PPh yang dihitung berdasarkan tari) umum pasal !H ndang-undang PPh atas penghasilan neto bulan yang bersangkutan setelah disetahunkan. Dengan memperhitungkan pajak yang dipotong dan dipungut oleh pihak lain. Dalam hal ini/ angsuran PPh pasal 2$ untuk tahun 2::! belum tentu nihil. 2. Bersi)at )inal PPh atas jasa konstruksi bersi)at )inal dikenakan terhadap 6P dengan kuali)ikasi usaha kecil termasuk orang perorangan yang mempunyai nilai pengadaan sampai dengan 0p. !.:::.:::.:::.- %satu miliar rupiah'. Atas pembayaran yang diterima pada saat pembayaran uang muka atau termin dipotong PPh yang bersi)at )inal dengan tari) yang diatur dalam PP *o !#: 2ahun 2::: sbb. Eenis Easa 8onstruksi Easa perencana konstruksi Easa penga,asan konstruksi Easa Pelaksanaan konstruksi 2ari) # @ dari jumlah bruto tidak termasuk PP* # @ dari jumlah bruto tidak termasuk PP* 2 @ dari jumlah bruto tidak termasuk PP* 6P menyetor sendiri pph 3inalnya

Dalam hal pemberi penghasilan adalah bukan Badan pemerintah/ subyek pajak badan dalam negeri/ bentuk usaha tetap atau orang pribadi sebagai 6P dalam negeri yang ditunjuk oleh DEP sebagai pemotong pajak. -aka 6P menyetor sendiri PPh yang terhutang pada saat menerima pembayaran uang muka dan termijn. 0ugi 3iskal 8erugian )iskal yang terjadi dari tahun-tahun sebelumnya tidak boleh dikompensasikan dengan penghasilan kena pajak mulai masa pajak Eanuari 2::! dan seterusnya. PEMBIA/AAN ATAU LEASINDalam bahasa Indonesia/ leasing diartikan sebagai 1e,a Iuna modal bagi perusahaan yang membutuhkan barang modal tersebut. !. Pajak Penghasilan %PPh' saha %1I '. Deasing merupakan salah satu jenis jasa pembiayaan yang dilakukan dalam bentuk penyediaan barang

Berdasarkan

ndang-undang no !H tahun 2::: dan surat 8eputusan -enteri 8euangan

0I *o. !!>"?8-8.:!?!""! Pasal !> ayat 2 menyatakan. (Dessee tidak memotong pajak penghasilan pasal 23 atas pembayaran se,a guna usaha yang dibayar atau terutang berdasarkan perjanjian se,a guna usaha dengan hak opsi;. Dalam pasal tersebut dengan jelas menyatakan bah,a angsuran-angsuran atau pembayaran yang diterima lessor dari lessee untuk jenis transaksi )inance lease tidak dikenakan pemotongan pajak penghasilan. Pasal !H ayat 2 menyatakan. M Pembayaran se,a guna usaha tanpa hak opsi yang dibayar atau terutang oleh lessee adalah biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. M Dessee ,ajib memotong pajak penghasilan pasal 23 atas pembayaran se,a guna usaha tanpa hak opsi yang dibayarkan atau terutang kepada lessor. Pasal !H ayat 2a mengatur tentang perlakuan pembayaran leasing oleh lessee. Di sini dijelaskan bah,a pembayaran leasing dari lessee kepada lessor untuk transaksi operational lease diperlukan pemotongan pajak penghasilan pasal 23 karena menurut pajak diperlakukan sebagi se,a-menye,a biasa. 2. Pajak Pertambahan *ilai %PP*' A. Perlakuan PP* atas transaksi capital lease. !. Berdasarkan ketentuan pasal !3 Peraturan Pemerintah nomor $: tahun !""# huru) d dan e/ Pengumuman Direktur Eenderal Pajak *o. Peng- !3"?PE.>3?!"G" dan Pasal ! angka # 8eputusan Direktur Eenderal Pajak *omor 8ep:$?PE?!""#/ penyerahan jasa dalam transaksi capital lease dari lessor kepada lessee adalah penyerahan jasa yang terutang PP*/ karena lessor sebagai perusahaan jasa perse,aan barang dengan demikian adalah pengusaha kena pajak. 2. Pengalihan barang dalam transaksi operating lease bukan merupakan penyerahan barang kena pajak karena pengalihan barang tersebut adalah dalam rangka perse,aan biasa. 3. Besarnya PP* yang terutang adalah !:@ dari *ilai Penggantian. #. PP* sebagaimana dimaksud dalam angka 3' merupakan PP* 8eluaran bagi lessor dan merupakan PP* -asukan bagi lessee dalam hal lessee adalah Pengusaha 8ena Pajak. PP* yang dibayar atas perolehan barang kena pajak %B8P' yang dilease merupakan PP* Pajak -asukan yang dapat dikreditkan dengan PP* Pajak 8eluaran lessor. B. Dalam hal transaksi sale and lease back tanpa hak opsi/ PP* masukan atas perolehan barang

tidak boleh dikreditkan oleh lessee. Dalam hal lessee kemudian melease kembali barang tersebut/ maka lessor harus mengenakan PP* yang terutang atas jasa perse,aan barang yang dilakukan. Dease . 1uatu kontrak se,a atas penggunaan harta untuk suatu periode tertentu dengan se,a tertentu. Dessee . Pemakai aktiBa yang akan di lease. Perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak perusahaan leasing. Dessor. Pemilik dari aktiBa yang akan di lease. Dease term. Eangka ,aktu lease yang tetap dan tidak dapat dibatalkan/ termasuk. a. Periode yang mencakup hak opsi untuk memperbarui kontrak leasing. b. Periode yang mencakup digunakannya hak opsi untuk membeli aktiBa yang dilease. c. Periode dimana lessor mempunyai hak untuk memperbarui atau memperpanjang masa lease. d. Periode dimana denda dikenakan bagi lessee atas kegagalannya untuk memperbarui lease dan jumlah denda tersebut dijamin pada permulaan lease. e. Periode yang mencakup hak opsi pembaruan yang biasa yaitu diberikan jaminan oleh lessee atas utang lessor yang mungkin terjadi. .E3ALUASI A)TI!A TETAP PPh 3inal atas 1elisih Debih 0eBaluasi AktiBa 2etap !. Dihat 8eputusan -enteri 8euangan *omor . 3G#?8-8.:#?!""G Eo 1< - 2"?PE.#2?!""G 2. 6ajib pajak yang diperkenankan untuk melakukan reBaluasi aktiBa tetap adalah ,ajib pajak dalam negeri yang mempunyai aktiBa tetap yang terletak?berada di Indonesia/ dengan syarat telah memenuhi semua ke,ajiban pajaknya %PPh/ PP*/ PPnB-/ dan PBB' sampai dengan masa pajak terakhir sebelum reBaluasi. 3. AktiBa tetap yang dapat direBaluasi meliputi 7 tanah/ bangunan/ dan bukan bangunan/ dengan syarat tidak dimaksudkan untuk dialihkan. #. 0eBaluasi dapat dilakukan baik terhadap keseluruhan aktiBa tetap maupun sebagian aktiBa tetap yang dimiliki. Penilaian didasarkan pada nilai pasar ,ajar pada saat penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai yang diakui Pemerintah. $. Apabila nilai pasar?nilai ,ajar yang ditetapkan oleh Dembaga Penilai ternyata tidak mencerminkan keadaaan yang sebenarnya/ maka Dirjen Pajak dapat menetapkan kembali nilai pasar?nilai ,ajar aktiBa yang bersangkutan. >. 1elisih lebih antara nilai pasar?nilai ,ajar dengan nilai sisa buku )iskal aktiBa tetap yang dinilai kembali/ harus dikompensasikan terlebih dahulu dengan rugi )iskal tahun berjalan dan sisa rugi )iskal tahun-tahun sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan. H. PPh 3inal yang terutang J !:@ A %1elisih antara nilai pasar dengan nilai sisa buku )iskal aktiBa tetap - 8ompensasi kerugian yang masih diperkenankan'. G. Dalam rangka restrukturisasi usaha PPh 3inal tersebut dapat dibayar secara cicilan dalam jangka ,aktu $ tahun %tiap tahun minimal 2:@ dari PPh yang terutang/ kecuali pelunasan

terakhir'. ". AktiBa yang direBaluasi tersebut tidak diperkenankan dialihkan dalam jangka ,aktu $ tahun/ kecuali . - Dialihkan kepada Pemerintah. - Dialihkan dalam rangka penggabungan/ peleburan/ atau pemekaran usaha bagi ,ajib pajak yang diperkenankan melakukan penggabungan/ peleburan/ atau pemekaran usaha berdasarkan nilai buku - Dihat 8eputusan -enteri 8euangan *omor #22?8-8.:#?!""G Eo #>"?8-8.:#?!""G G. Apabila aktiBa tetap yang telah direBaluasi tersebut dialihkan sebelum le,at $ tahun/ ,ajib pajak yang bersangkutan ,ajib menyetor tambahan PPh 3inal sebesar J !$@ A %1elisih Penilaian 8embali AktiBa 2etap - 8ompensasi 8erugian yang masih diperkenankan'. Bagaimana ketentuan reBaluasi berdasakan #G>?8-8.:3?2::2 Eo 8<P - $!"?PE.?2::2 N 8etentuan reBaluasi berdasarkan #G>?8-8.:3?2::2 Eo 8<P - $!"?PE.?2::2 !. 6ajib pajak yang kondisi keuangannya tidak memungkinkan untuk melunasi secara sekaligus PPh )inal yang terutang/ dapat mengajukan permohonan pembayaran secara angsuran paling lama !2 %dua belas' bulan. 2. Apabila PPh yang terutang lebih dari 0p 2.:::.:::.:::.:::/- %dua triliun rupiah'/ ,ajib pajak yang tidak dapat melunasi hutang pajaknya dapat mengajukan permohonan pembayaran secara angsuran lebih dari ! %satu' tahun hingga paling lama $ %lima' tahun. 3. Besarnya angsuran ditetapkan sbb . - O 0p 2.:::.:::.:::.:::/- s.d. 0p #.:::.:::.:::.:::/- J masa angsuran 2 %dua' tahun - O 0p #.:::.:::.:::.:::/- s.d. 0p >.:::.:::.:::.:::/- J masa angsuran 3 %tiga' tahun - O 0p >.:::.:::.:::.:::/- s.d. 0p G.:::.:::.:::.:::/- J masa angsuran # %empat' tahun - O 0p G.:::.:::.:::.:::/J masa angsuran $ %lima' tahun Bagaimana tata cara dan prosedur pelaksanaan reBaluasi AktiBa 2etap untuk Perpajakan %8<P $!"?PE.?2::2' 2ata 5ara dan Prosedur Pelaksanaan 0eBaluasi AktiBa 2etap ntuk Perpajakan %8<P $!"?PE.?2::2' !. 6ajib pajak mengajukan permohonan kepada 8epala 8an,il yang memba,ahi 8PP tempat ,ajib pajak terda)tar %8PP domisili'/ selambat-lambatnya 3: %tiga puluh' hari sejak tanggal pelaksanaan reBaluasi/ dengan melampirkan . a. 3otokopi surat ijin usaha jasa penilai yang dilegalisir oleh Instansi Pemerintah yang ber,enang7 b. Daporan penilaian perusahaan jasa penilai atau ahli penilai pro)esional yang diakui pemerintah7 c. Da)tar reBaluasi aktiBa tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan7 d. laporan keuangan tahun buku terakhir sebelum reBaluasi aktiBa tetap yang telah diaudit akuntan publik7 e. 1urat keterangan tidak memiliki tunggakan pajak dari kepala 8PP tempat ,ajib pajak terda)tar 2. Apabila permohonan ,ajib pajak telah memenuhi persyaratan/ maka 8epala kan,il ,ajib menerbitkan 8eputusan Persetujuan Dirjen Pajak paling lambat 3: %tiga puluh' hari sejak diterimanya permohonan ,ajib pajak. 3. 8eputusan Penolakan akan diterbitkan 8epala 8an,il dalam jangka ,aktu 3: %tiga puluh' hari sejak diterimanya permohonan ,ajib pajak/ apabila ,ajib pajak tidak memenuhi persyaratan )ormal maupun

material. #. Permohonan ,ajib pajak dianggap diterima apabila dalam jangka ,aktu 3: %tiga puluh' hari kepala 8an,il tidak memberikan keputusan. E4"2MME."E <-commerce adalah perdagangan barang dan?atau jasa yang dilakukan oleh pelaku usaha dan konsumen melalui sistem elektronik. Ada dua jenis e-commerce. Cang pertama adalah )ront-end e-commerce/ yaitu transaksi melalui e-commerce antara pengusaha %baik pribadi maupun badan hukum' dengan konsumen. Eenis lainnya adalah back-end e-commerce/ yaitu transaksi antara para pengusaha menyangkut transaksi in)ormasi internal dengan masing-masing pengusaha atau antara para pelaku usaha menyangkut pertukaran data komersial. 8egiatan usaha e-commerce dapat dilakukan melalui apa yang disebut PApplication 1erBice ProBider %A1P' yang biasanya menjadi sarana utama bagi pelaku usaha di bidang ini. A1P menyediakan disk space untuk dise,a pengusaha untuk mena,arkan produksinya. Disk space tersebut tidak dapat dipergunakan tanpa dilengkapi dengan program tertentu %dalam bentuk so)t,are' sehingga space tersebut menjadi ,ebsite. Pemilik A1P biasanya menye,akan space yang dimilikinya kepada perusahaan-perusahaan yang selanjutnya akan menggunakannya sebagai ,ebsite-nya. Perusahaan yang menye,a space dimaksud kemudian mengisinya dengan perangkat lunak yang dapat diakses oleh para calon pembeli. Dari ,ebsite tersebut maka perusahaan dimaksud mena,arkan barang produksinya. Perlakuan pajak penghasilan terhadap transaksi bisnis tersebut akan dibahas diba,ah ini dengan mengambil asumsi pertama bah,a A1P dimaksud berada di Indonesia. Perlakuan PPh Agar lebih menyederhanakan analisis untuk tahap ini diberikan asumsi bah,a serBer yang disebutkan diatas tidak mempunyai back-up serBers sehingga serBer tersebut merupakan satu-satunya serBer yang menjadi objek analisis. 1erBer dimiliki oleh ,ajb pajak Indonesia. Bagi ,ajib pajak dalam negeri yang mempunyai serBer yang berlokasi di dalam negeri dan menye,akannya kepada ,ajib pajak lainnya/ penghasilan yang diperolehnya dari kegiatan tersebut adalah penghasilan atas se,a dari space yang bersangkutan. Dari sudut pandang penye,a/ apakah penye,a tersebut ,ajib memotong se,a yang dibayarkannya. Pemotongan PPh dalam yaitu pasal # ayat %2'/ pasal 22/ dan pasal 23. 8etentuan yang paling dekat dengan kasus di atas adalah pasal 23/ karena cakupan dari pasal tersebut meliputi diBiden7 bunga7 royalty7 hadiah atau penghargaan7 se,a dan ndang-undang Pajak Penghasilan yang menyangkut pembayaran kepada ,ajib pajak dalam negeri/ diatur di beberapa pasal

penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta7 imbalan sehubungan dengan jasa teknik/ jasa manajemen/ jasa konstruksi/ jasa konsultan. Apabila disimak cakupan PPh Pasal 23 tersebut maka yang paling mendekati adalah se,a sehubungan dengan penggunan harta. 8etentuan Pasal 23 yang menyangkut penghasilan dari penggunaan harta tidak terlalu jelas ruang lingkupnya. Apabila pengertian PhartaP diberi interpretasi yang luas maka mencakup harta ber,ujud dan harta tak ber,ujud. Cang pasti adalah bah,a suatu ,ebsite bukan merupakan harta ber,ujud/ sehingga apabila pengertian PhartaP diberi arti yang luas maka penye,aan P,ebsiteP akan dicakup dalam ketentuan Pasal 23 dimaksud. Pasal 23 mensyaratkan bah,a dalam hal yang membayar adalah orang pribadi maka orang tersebut harus ditunjuk sebagai pemotong. Dengan demikian apabila penye,a ,ebsite adalah orang pribadi pembayaran yang dilakukan kepada pemilik I1P tidak perlu memotong sepanjang yang bersangkutan tidak ditunjuk sebagai pemotong. 1ebagaimana telah disinggung di muka/ agar supaya ,ebsite menjadi akti) dan dapat dipergunakan diperlukan perangkat lunak yang sepsi)ikasinya tergantung kepada pemiliknya sesuai dengan kebutuhannya. Perangkat lunak ini diperlukan baik oleh pemilik I1P maupun penye,anya. ntuk keperluan tersebut baik pemilik I1P maupun penye,a ,ebsite akan meminta seorang programmer untuk membuat program %perangkat lunak' sesuai dengan kebutuhannya. 2ransaksi tersebut akan menimbulkan implikasi pajak terutama masalah pemotongan PPh. Dengan perkataan lain/ apakah pembayaran atas perangkat lunak tersebut merupakan objek pemotongan. Hal ini ditentukan masuk jenis penghasilan apa pembayaran dimaksud. Hanya ada dua jenis penghasilan yang paling mendekati yaitu royalti atau jasa. De)inisi ProyaltiP berdasarkan harta ber,ujud/ dan In)ormasi. Pada dasarnya ProyaltiP adalah imbalan sebagai pengganti penggunaan atas hak/ sehingga kepemilikan hak tersebut tetap pada penemunya?pemilik. Bila dibandingkan dengan kasus perangkat lunak dalam kaitannya dengan ,ebsite/ perangkat lunaknya sudah berpindah tangan kepada yang membelinya. Atas dasar pertimbangan ini maka pembayaran atas perangkat lunak tersebut masuk dalam kategori PjasaP/ yang berdasarkan ketentuan Pasal 23 masuk dalam kelompok jasa teknik/ yang dasar pemotongannya adalah penghasilan neto. a. Implikasi pajak bagi perusahaan yang berdomisili di dalam negeri. ndang-undang PPh Qpenjelasan Pasal # ayat %!' huru) hR adalah imbalan sehubungan sengan penggunaan. hak atas harta tak ber,ujud/ hak atas

Implikasi pajak yang agak rumit dari kegiatan usaha dengan e-commerce juga timbul dalam hal penye,a atas space di I1P %penyedia jasa Internet' adalah perusahaan yang berdomisili di luar negeri. Pertama-tama adalah apakah dengan hadirnya perusahaan luar negeri melalui suatu situs ,eb/ perusahaan tersebut dapat dianggap mempunyai Pbentuk usaha tetapP di Indonesia. De)inisi Pbentuk usaha tetapP diatur di Pasal 2 ayat %$' ndang-undang PPh/ yang berdasarkan rinciannya memberikan indikasi bah,a keberadaan di Indonesia melalui harta ber,ujud/ disamping kegiatan pemberian jasa di Indonesia. Dengan demikian/ apabila sebuah perusahaan luar negeri melakukan kegiatan usaha melalui ,ebsite/ sesuai dengan de)inisi/ kegiatan ini tidak menimbulkan Pbentuk usaha tetapP. Hal yang sama juga dapat dikatakan bila perusahaan luar negeri tersebut adalah perusahaan yang berdomisili di negara yang mempunyai P3B dengan Indonesia. *amun/ bila kegiatan dari perusahaan tersebut memberikan jasa melalui ,ebsite-nya maka pembayaran yang diterima dari Indonesia merupakan objek pemotongan PPh Pasal 2>/ dengan asumsi bah,a perusahaan tersebut berdomisili di negara-negara yang tidak mempunyai P3B dengan Indonesia. 1erBer dimiliki oleh ,ajib pajak luar negeri. Dalam hal I1P dimiliki oleh perusahaan di luar negeri/ masalah utama yang perlu diangkat adalah apakah kehadiran perusahaan tersebut melalui serBer dapat dikatakan bah,a perusahaan tersebut mempunyai Pbentuk usaha tetapP di Indonesia. 1ekali lagi dapat dikatakan bah,a ndang-undang Pajak Penghasilan belum mencakup masalah ini/ sehingga apabila de)inisi Pbentuk usaha tetapP mencakup I1P maka Pasal 2 ayat %$' perlu diubah dan ditambah. Eika situasi tersebut dikaitkan dengan P3B maka ada dua hal yang perlu dipertimbangkan/ yaitu pertama/ dalam domestik dari negara-negara yang terlibat mempunyai aturan tersebut/ dan kedua/ sesuai dengan commentary dari 4<5D/ keberadaan I1P memenuhi ketentuan Pasal $ dari 4<5D -odel. Pasal $ dari 4<5D -odel mensyaratkan bah,a peralatan apapun yang digunakan sebagai serBer/ si)atnya harus tetap. Artinya serBer tersebut harus mempunyai lokasi yang tetap dan pasti. 1ecara garis besar/ semua transaksi dalam kaitannya dengan persiapan untuk mengoperasikan ,ebsite/ dalam hal serBer dimiliki oleh ,ajib pajak luar negeri sama dengan apa yang dikemukakan sebelumnya. -isalkan salah satu dari penye,a ,ebsite/ yaitu ,ajib pajak luar negeri/ menggunakan ,ebsite-nya untuk menyimpan in)ormasi yang menyangkut industri tertentu/ yang kemudian dita,arkan kepada pihak ketiga untuk menjadi pelanggannya %subscriber'.

Pelanggan tersebut membayar iuran untuk dapat mengakses in)ormasi dimaksud. Impikasi pajak penghasilan dari transaksi tersebut adalah perlakuan pajaknya terhadap pembayaran yang di lakukan oleh pelanggan. Cang prtama-tama dilakukan adalah menentukan masuk dalam kategori penghasilan apa pembayaran tersebut. Dari sudut pandang Pajak Penghasilan/ pembayaran untuk in)ormasi yang belum diungkapkan ke public atau yang tidak dapat diperoleh melalui sarana yang tersedia di public/ masuk dalam kategori ProyaltiP/ sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan Pasal # ayat %!' huru) h. Eadi kalau pelanggannya adalah ,ajib pajak Indonesia maka yang bersangkutan harus memotong PPh Pasal 2>/ dengan catatan bah,a tari)nya tergantung domisili dari ,ajib pajak yang menerimanya. Pemotongan PPh pasal 2> ini bisa tidak )inal jika serBer tersebut dianggap sebagai Pbentuk usaha tetapP. 1eandainya demikian maka pembayaran untuk in)ormasi tersebut diperlakukan sebagai penghasilan usaha %business income' dari ,ajib pajak yang menerimanya. 1ebaliknya apabila berdasarkan 2> menjadi )inal. 1erBer berada di luar negeri. Implikasi pajak penghasilan terhadap penghasilan yang bersumber dari Indonesia sebagai akibat dari kegiatan usaha melalui e-commerce yang serBer-nya berada di luar negeri/ mirip dengan apabila serBer yang berada di Indonesia dimiliki oleh ,ajib pajak luar negeri. Dalam hal demikian maka ketentuan dari ndang-undang Pajak Penghasilan yang dapat diterapkan adalah Pasal 2>/ dengan catatan bah,a pembayaran tersebut diterima oleh ,ajib pajak dari *egara yang tidak mempunyai P3B dengan Indonesia. Dalam hal demikian/ setiap pembayaran yang bersumber dari Indonesia yang membayar/ termasuk orang pribadi/ harus memotong PPh Pasal 2> sebesar 2:@. Bentuk usaha tetap Apa yang diuraikan di atas menunjukkan bah,a dalam hal e-commerce melibatkan ,ajib pajak luar negeri/ )aktor utama yang memungkinkan Indonesia dapat mengenakan pajak adalah apakah suatu ,eb page dapat menimbulkan Pbentuk usaha tetapP. 1ebagaimana disinggung di atas/ ,eb page ini dimasukkan dalam host komputer. 2eorinya ,eb page tersebut akan menjadi Pbentuk usaha tetapP di negara dimana host komputer-nya berada/ dengan catatan %sesuai dengan 4<5D -odel' bah,a computer tersebut tetap berada di satu tempat. Ini sejalan dengan de)inisi Pbentuk usaha tetapP yaitu ..a )iAed place o) business.... ndang-undang Pajak Penghasilan PserBerP tersebut tidak?belum masuk dalam de)inisi Pbentuk usaha tetapP maka pemotongan PPh Pasal

Dari sudut pandang

ndang-undang Pajak Penghasilan/ ketentuan tersebut tidak

atau belum dicakup di ketentuan Pasal 2 ayat %$'. Eadi hal ini perlu menjadi pertimbangan dalam rangka upaya ekstensi)ikasi. *amun demikian/ perlu disadari bah,a bagi pemilik serBer atau ,eb page sangat mudah memindahkannya ke tempat lain atau *egara lain sehingga tidak terperangkap ke dalam de)inisi Pbentuk usaha tetapP. Pemenuhan ke,ajiban perpajakan. Di samping pendekatan yuridis )iskal/ pendekatan dari segi administrati) juga perlu dipikirkan. 2ransaksi melalui ecommerce sulit dilacak tanpa tersedianya data atau in)ormasi yang diperlukan/ terutama apabila transaksi tersebut dilakukan melalui serBer yang berada di luar negeri. Pemenuhan ke,ajiban perpajakan/ terutama yang menyangkut ke,ajiban memotong PPh Pasal 2>. Hal ini akan sangat tergantung kepada terbentuknya badan penga,as yang bertugas untuk menga,asi lalu lintas komunikasi melalui internet tersebut. Eika badan tersebut telah ada di Indonesia maka in)ormasi yang dapat diberikan oleh badan tersebut akan sangat berman)aat bagi administrasi perpajakan. PE.LA)UAN PE.PA1A)AN PPh PASAL 5 A/AT 6 Adalah pajak atas penghasilan sebagai berikut. !. Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya/ bunga obligasi dan surat utang negara/ dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi7 2. Penghasilan berupa hadiah undian7 3. Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya/ transaksi deriBati) yang diperdagangkan di bursa/ dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal Bentura7 #. Penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan?atau bangunan/ usaha jasa konstruksi/ usaha real estate/ dan perse,aan tanah dan?atau bangunan7 dan $. Penghasilan tertentu lainnya/ yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah. Pemotong PPh Pasal # ayat %2' !. 8operasi7 2. Penyelenggara kegiatan7 3. 4toritas bursa7 dan #. Bendahara,an7 Penerima Penghasilan Cang Dipotong PPh Pasal # ayat %2'

!. Penerima bunga deposito dan tabungan lainnya/ bunga obligasi dan surat utang negara/ dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi7 2. Penerima hadiah undian7 3. Penjual saham dan sekuritas lainnya7 dan #. Pemilik properti berupa tanah dan?atau bangunan7 Dain-Dain !. Pemotongan PPh Pasal # ayat %2' adalah bersi)at )inal7 2. 8arena bersi)at )inal/ maka pemotongan PPh Pasal # ayat %2' tidak dapat dikreditkan7 3. 4mset terkait transaksi yang dikenakan PPh Pasal # ayat %2' tidak dimasukkan dalam omset usaha/ namun dimasukkan dalam omset penghasilan yang telah dipotong PPh 3inal7 ).EDIT PA1A) LUA. NE-E.I (PPh 65* Pajak penghasilan pasal 2# ndang- ndang *o. 3> 2ahun 2::G/ menyatakan. %!' Pajak yang dibayar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri yang diterima atau diperoleh 6ajib Pajak dalam negeri boleh dikreditkan terhadap pajak yang terutang berdasarkan ndangundang ini dalam tahun pajak yang sama. %2' Besarnya kredit pajak sebagaimana dimaksud pada ayat %!' adalah sebesar pajak penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pajak yang terutang berdasarkan ndang-undang ini. %3' Dalam menghitung batas jumlah pajak yang boleh dikreditkan/ sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut. a. Penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya serta keuntungan dari pengalihan saham dan sekuritas lainnya adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut didirikan atau bertempat kedudukan7 b. Penghasilan berupa bunga/ royalti/ dan se,a sehubungan dengan penggunaan harta gerak adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga/ royalti/ atau se,a tersebut bertempat kedudukan atau berada7 c. Penghasilan berupa se,a sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak adalah negara tempat harta tersebut terletak7 d. Penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa/ pekerjaan/ dan kegiatan adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada7 e. Penghasilan bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan7

). Penghasilan dari pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan atau tanda turut serta dalam pembiayaan atau permodalan dalam perusahaan pertambangan adalah negara tempat lokasi penambangan berada7 g. 8euntungan karena pengalihan harta tetap adalah negara tempat harta tetap berada7 dan h. 8euntungan karena pengalihan harta yang menjadi bagian dari suatu bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap berada. %#' Penentuan sumber penghasilan selain penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat %3' menggunakan prinsip yang sama dengan prinsip yang dimaksud pada ayat tersebut. %$' Apabila pajak atas penghasilan dari luar negeri yang dikreditkan ternyata kemudian dikurangkan atau dikembalikan/ maka pajak yang terutang menurut %>' ndang-undang ini harus ditambah dengan jumlah tersebut pada tahun pengurangan atau pengembalian itu dilakukan. 8etentuan mengenai pelaksanaan pengkreditan pajak atas penghasilan dari luar negeri diatur dengan atau berdasarkan Peraturan -enteri 8euangan.

BAB III PENUTUP


A. 8esimpulan Dari semua uraian diatas dapat kita ambil kesimpulan bah,a . Adanya keterkaitan antara sel) assessment/ 2aA compliance dan perla,anan terhadap pajak ndang-undang dan perlakuan pajak yang mengatur dari kegiatan pertambangan dan migas Penegasan ketentuan perpajakan atas transaksi khusus

B. 1aran -akalah yang berjudul seminar perpajakan ini merupakan karya tulis berdasarkan himpunan material yang di ambil dari berbagai sumber. 4leh karena itu/ jika ada kesalahan dalam penulisan dan dalam penyajian bahan penulis sangat mengharpakan kritik dan saran dari para pembaca demi ter,ujudnya kebenaran yang kita kehendaki semua dan demi kesempurnaan penyelesaian makalah seminar perpajakan ini.