Anda di halaman 1dari 32

ASI DAN SUSU FORMULA PADA BAYI BARU LAHIR BAB I PENDAHULUAN Kesehatan merupakan salah satu aspek

dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak, menurunnya daya kerja fisik serta terganggunya perkembangan mental adalah akibat langsung atau tidak langsung dari masalah gizi kurang. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang paling utama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori protein. Hal ini banyak ditemukan bayi dan anak yang masih kecil dan sudah mendapat adik lagi yang sering disebut kesundulan! artinya terdorong lagi oleh kepala adiknya yang telah muncul dilahirkan. Keadaan ini karena anak dan bayi merupakan golongan rentan. "erjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena #ir Susu Ibu $#SI% banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi. &ertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah #SI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam #SI tersebut. #SI tanpa bahan makanan lain dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia sekitar empat bulan. Setelah itu #SI hanya berfungsi sebagai sumber protein 'itamin dan mineral utama untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu pada beras. (alam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian #ir Susu Ibu $#SI%. &emberian #SI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus di masa depan. #khir-akhir ini sering dibicarakan tentang peningkatan penggunaan #SI. (ukungan politis dari pemerintah terhadap peningkatan penggunaan #SI termasik #SI )KS*+SI, telah memadai, hal ini terbukti dengan telah dicanangkannya -erakan .asional &eningkatan &enggunaan #ir Susu Ibu $-.&&-#SI% oleh /apak &residen pada hari Ibu tanggal 00 (esember 1223 yang betemakan 4(engan #si, kaum ibu mempelopori peningkatan
1

kualitas manusia Indonsia4. (alam pidatonya presiden menyatakan juga bahwa #SI sebagai makanan tunggal harus diberikan sampai bayi berusia empat bulan. &emberian #SI tanpa pemberiaan makanan lain ini disebut dengan menyusui secara ekslusif. Selanjutnya bayi perlu mendapatkan makanan pendamping #SI kemudian pemberian #SI di teruskan sampai anak berusia dua tahun. #SI merupakan makanan yang bergizi sehingga tidak memerlukan tambahan komposisi. (isamping itu #SI mudah dicerna oleh bayi dan langsung terserap. (iperkirakan 536 dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan air susu dalam jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya secara penuh tanpa makanan tambahan. Selama enam bulan pertama. /ahkan ibu yang gizinya kurang baikpun sering dapat menghasilkan #SI cukup tanpa makanan tambahan selama tiga bulan pertama. #SI sebagai makanan yang terbaik bagi bayi tidak perlu diragukan lagi, namun akhirakhir ini sangat disayangkan banyak diantara ibu-ibu meyusui melupakan keuntungan menyusui. Selama ini dengan membiarkan bayi terbiasa menyusu dari alat pengganti, padahal hanya sedikit bayi yang sebenarnya menggunakan susu botol atau susu formula. Kalau hal yang demikian terus berlangsung, tentunya hal ini merupakan ancaman yang serius terhadap upaya pelestarian dari peningkatan penggunaan #SI. Hasil penelitian yang dilakukan di /iro Konsultasi #nak di 7umah Sakit +-8 9ogyakarta tahun 12:; menunjukkan bahwa anak yang disusui sampai dengan satu tahun <3,;6. Sedangkan data dari sur'ei (emografi Kesehatan Indonesia $SK(I% tahun 1221 bahwa ibu, yang memberikan #SI pada bayi 3-= bulan yaitu >:6 diperkotaan dan <<6 dipedesaan $(epkes 1220% dari laporan SK(I tahun 122> menunjukkan bahwa ibu-ibu yang memberikan #SI )KS*+SI, kepada bayinya mencapai >:6, sedangkan pada repelita ?I ditargetkan 536. (ari hasil penelitian yang dilakukan oleh (r.8oh. )fendi di 7.S. +mum (r. Kariadi Semarang tahun 12:: didapatkan pemberian #SI setelah umur 0 bulan =1,;6, #SI @ Susu botol 1<,56 dan susu botol <0,;6. Sedangkan sebelumnya yaitu pada umur 1 bulan masih lebih baik yaitu ;;,:6 #SI dan ==,=6 susu botol, dalam hal ini tampaknya ada pengaruh susu botol lebih besar. Auga hasil penelitian (r. &arma dkk di 7umah Sakit +mum (r. 8. Aamil &adang tahun 12:5 -12:2 di dapatkan bahwa lama pemberian #SI saja sampai >-; bulan pada ibu yang
2

karyawan adalah 10,;=6 dan pada ibu rumah tangga sebanyak 01,0:6. #pabila dilihat dari pendidikannya ternyata :<6 dari ibu-ibu yang berpendidikan tamat S( telah memberikan makanan pendamping #SI yang terlalu dini pada bayi. /erbagai alasan dikemukakan oleh ibu-ibu mengapa keliru dalam pemanfaatan #SI secara )ksklusif kepada bayinya, antara lain adalah produksi #SI kurang, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan puting susu ibu yang tidak menunjang, ibu bekerja, keinginan untuk disebut modern dan pengaruh iklanBpromosi pengganti #SI dan tdak kalah pentingnya adalah anggapan bahwa semua orang sudah memiliki pengetahuan tentang manfaat #SI.

BAB II AIR SUSU IBU


3

#ir Susu Ibu $#SI% adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garamgaram anorganik yang disekresi oleh kelenjar mammae ibu, yang berguna bagi makanan bayi. Kolostrum merupakan cairan yang pertama dikeluarkanBdisekresi oleh kelenjar payudara pada > hari pertama setelah persalinan. Komposisi kolostrum #SI setelah persalinan mengalami perubahan. Kolostrum berwarna kuning keemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel-sel hidup. Kolostrum merupakan pencahar $pembersih usus bayi% yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima #SI. Hal ini menyebabkan bayi sering defekasi dan feses berwarna hitam. Aumlah energi dalam kolostrum hanya <; kalB133ml kolostrum dan pada hari pertama bayi memerlukan 03-=3 cc. Kandungan protein pada kolostrum lebih tinggi dibandingkan kandungan protein dalam susu matur. PATOFISIOLOGI &ada kehamilan, hormone prolaktin maternal meningkat dan merangsang terjadinya peningkatan sekretori sel dan reseptor prolaktin di payudara, dan secara signifikan meningkatkan progesterone dan menginhibisi prolaktin $ yang merangsang produksi #SI %. Setelah melahirkan dan keluarnya plasenta prolaktin progesterone menyebabkan yang dan tingginya estrogen. produksi &rolaktin berakibat menurunnya

menstimulasi sekretori sel yang menyebabkan terproduksinya #SI

Cksitosin, jika jumlahnya tinggi menyebabkan kontraksi uteri, yang terjadi saat proses melahirkan,juga dihasilkan saat bayi menyedot payudara ibu, hal ini menyebabkan uterus berkontraksi dan berin'olusi kembali kebentuk yang normal.

Saat menyusui,sinyal saraf dari puting susu ke hipotalamus

menyebabkan lonjakan

sekresi prolaktin sebesar 13- 03 D lipat dan berlangsung selama 1 jam , prolaktin lalu berfungsi mempertahankan kelenjar mamaria agar mensekresikan air susu kedalam al'eoli untuk periode berikutnya #SI secara kontinyu disekresikan ke dalam al'eoli payudara , tapi tidak dapat mengalir dengan mudah dari al'eoli kedalam duktus, sehingga tidak menetes dari puting susu. (iperlukan adanya proses !let down! air susu untuk mengejeksikan air susu dari al'eoli kedalam duktus sebelum masuk kebayi. &roses ini disebabkan gabungan reflek neurogenik dan hormonal yang melibatkan hormon hipofisis posterior yaitu oksitosin. &ertama kali bayi menghisap #SI, sebenarnya belum mendapat #SI. Impuls saraf sensorik ditransmisikan melalui saraf somatik dari puting susu ke medulla spinalis lalu kehipotalamus menyebabkan sekresi oksitosin yang bersamaan dengan sekresi prolaktin. Cksitoksin dibawa dalam darah kelenjar payudara, menyebabkan sel sel mioepitel yang mengelilingi dinding luar al'eoli berkontraksi dan mengalirkan #SI ke duktus, dan dengan isapan bayi aliran #SI menjadi efektif, proses ini berlangsung dalam waktu =3 detik hingga 1 menit. Saat proses isapan bayi,puting dan aerola mamae memanjang sejauh palatum bayi, lalu rahang bayi menggerakkan lidahnya ke aerola untuk menekannya, sehingga #SI megalir dari sinus laktoferous ke mulut bayi, Sang bayi kemudian terus melakukan hal itu untuk melanjutkan proses menyusunya. Selama proses menyusui ini, puting tidak boleh bergerak B berubah posisi didalam mulut bayi. Saat 'olume #SI telah cukup untuk merangsang proses menelan, bagian belakang lidah bayi berele'asi dan menekan ke dinding faring posterior, palatum kemudian naik dan menutup saluran napas, laring kemudian naik dan maju kedepan menutup trakea, menyebabkan #SI mengalir ke oesofagus, /ayi kemudian menurunkan rahangnya dan hal ini menyebabkan pengisian kembali sinus laktiferus dan siklus kembali lagi dari awal. 7itme proses menelan ini terjadi setiap 1-= kali isapan.

&erlu diperhatikan bahwa proses menyedot #SI dengan menyedot pada botol susu sangat berbeda dimana Saat menyusui, puting dan aerola dibawa lebih masuk kedalam mulut bayi, dan bibir bayi membentuk lapisan penahanB segel. Saat menyusui proses pengisapan yang dilakukan oleh mulut bayi menyebabkan puting ibu dan aerola mamae memanjang 0-= kali dari posisi normal dan membentuk seperti saluran.

proses menyedot #SI pada payudara merupakan proses yang aktif,sementara proses menyedot pada botol susu merupakan proses yang pasif.

KOMPOSISI DAN ZAT YANG TERDAPAT DALAM ASI Komposisi dari #SI berubah seiring dengan semakin berjalannya produksi #SI. (iawali dengan Kolustrum, #SI transsisional sampai menjadi #SI yang matur dalam waktu 0 minggu sejak keluarnya #SI. Kolustrum 8erupakan suatu cairan kental berwarna kekuningan yang dihasilkan dalam waktu 0> jam setelah kelahiran. &rotein yang dikandung oleh kolustrum menunjukkan tingginya immunoglobulin yang dimiliki oleh kolustrum, terutama Ig #. kolustrum juga membawa sel mononuclear kompeten bersama dengan agen antiinfeksi. Kolustrum juga memiliki efek cathartic, yang merangsang keluarnya mekonium. Aumlah kolustrum yang dikeluarkan setiap pemberian #SI sebanyak <-03 ml ASI transisional 8enunjukkan perubahan yang gradual dari kolustrum ke #SI yang matur.(imulai pada hari ke = E < pada proses produksi #SI. #SI transisional merupakan juga peralihan terhadap jumlah #SI yang keluar dimana terjadi peningkatan produksi #SI,dan juga semakin tingginya kandungan kalori yang berhubungan dengan meningkatnya jumlah lemak dan karbohidrat.

ASI matur
6

(ihasilkan pada 0 minggu postpartum. Setiap waktu pemberian #SI, #SI matur terdiri dari fore milk dan hind milk. #SI matur mengandung protein dan karbohidrat yang tinggi. Hind milk yang dihasilkan saat menyusui 0-< menit mengandung kandungan lemak yang tinggi. Kandungan lemak yang tinggi ini untuk memberikan rasa kenyang dan puas pada bayi, sehingga dapat beristirahat cukup. Tabel perbandingan jumlah nutrisi yang terdapat pada kolustrum, ASI transisional, ASI matur dan susu sapi / 100 ml Protei tot!l " Lem!) #$e% Kolustrum ASI transisional ASI matur Susu Sapi / &!'ei ( 0,=g $ total % 0,2 g 1,1 g $ 036- =,5 g 536 % 1,51g =,=g $ 536 % >,3 g =,= g *HO "L!)to'!( <,= g :,3 g ;,2< g >,5 g =2 mg =< mg 00 mg 1=3 mg :3 ug 133 ug 133 ug :3 ug *A FE

A'+e) Gi,i a. 8anfaat kolostrum F 1. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama Ig# untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. 0. Aumlah kolostrum yang diproduksi ber'ariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Galaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Cleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi. =. Kolostrum mengandung protein, 'itamin # yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. >. 8embantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan. b. Komposisi F

1. #SI mudah dicerna, selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzimenzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam #SI tersebut. 0. #SI mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayiBanak. =. Selain mengandung protein yang tinggi, #SI memiliki perbandingan antara Ghei dan Hasein yang sesuai untuk bayi. 7asio Ghei dengan Hasein merupakan salah satu keunggulan #SI dibandingkan dengan susu sapi. #SI mengandung Ghey yang lebih banyak yaitu ;<F=<. Komposisi ini menyebabkan #SI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan GheyFHaasein adalah 03F53, sehingga tidak mudah diserap. c. Komposisi "aurin, (H#, dan ## pada #SI 1. "aurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam #SI yang berfungsi sebagai neurotransmiter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. &ercobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat pada terjadinya gangguan pada retina mata. 0. (ecosaheDanoic #cid $(H#% dan #rachidonic #cid $##% adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang $polysaturated fatty acids% yang diperlukan untuk pembentukkan sel-sel otak yang optimal. Aumlah (H# dan ## dalam #SI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. (isamping itu (H# dan ## dalam tubuh dapat dibentukBdisintesa dari substansi pembentuknya $prekursor% yaitu masing-masing dari Cmega = $asam linolenat% dan Cmega ; $asam linoleat%. A'+e) Im- olo.i) 1. #SI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas dari kontaminasi. 0. Immunoglobulin # $Ig#% dalam kolostrum atau #SI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig# tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen ). Holi dan berbagai 'irus dalam saluran pencernaan. =. *aktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran cerna. >. *ysosim, )nzim yang melindungi bayi terhadap bakteri $). Holi dan salmonella% dan 'irus. Aumlah lysosim dalam #SI =33 kali lebih banyak daripada susu sapi.
8

<. Sel darah putih pada #SI dalam 0 minggu pertama lebih dari >333 sel per mil. "erdiri dari tiga macam yaitu F /ronchus-#ssociated *ynphocyte "issue $/#*"% antibodi pernafasan, -ut #ssociated *ymphocyte "issue $-#*"% antibodi saluran pernafasan, dan 8ammary #ssociated *ymphocyte "issue $8#*"% antibodi jaringan payudara ibu. ;. ,aktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. /akteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

Pem/eri! ASI E)')l-'i0 #ir susu ibu $#SI% )ksklusif adalah #SI yang diberikan sejak bayi baru lahir sampai dengan usia enam bulan, tanpa dicampur dengan makanan atau cairan lain walau air putih sekalipun dengan pengecualian pemberian 'itamin, mineral, atau obat dalam bentuk tetes atau sirup. &ada "ahun 0331, GHC mere'isi rekomendasi global mengenai #SI. Isi dari re'isi tersebut adalah pemberian #SI pada bayi harus dilakukan sesegera mungkin yaitu dianjurkan dalam satu jam setelah bayi lahir. Selain itu ibu dianjurkan memberi #SI eksklusif pada bayinya selama ; bulan, dimana rekomendasi sebelumnya #SI eksklusif hanya sampai > bulan. +ntuk memungkinkan ibu tetap memberikan #SI eksklusif selama ; bulan, maka GHC dan +.IH), merekomendasikan F 1. #SI inisiasi dalam 1 jam pertama kehidupan 0. #SI eksklusif yaitu bayi hanya meminum #SI saja tanpa makanan atau minuman tambahan, bahkan air sekalipun. =. #SI sesuai dengan kebutuhan, yaitu sesering yang bayi inginkan, siang atau malam. >. "anpa penggunaan botol atau dot. &edoman internasional yang menganjurkan pemberian #SI eksklusif selama ; bulan pertama kehidupan tersebut didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat #SI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan dan perkembangannya. #SI memberi semua energi dan gizi $nutrisi% yang dibutuhkan bayi selama ; bulan pertama hidupnya. &emberian #SI eksklusif mengurangi tingkat
9

kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru-paru, serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kehamilan. 7ekomendasi pemberian #SI eksklusif sampai usia ; bulan tampaknya masih terlalu sulit untuk dilaksanakan. /erbagai kendala yang menghambat pemberian #SI, adalah F 1. &erilaku menyusui yang kurang mendukung misalnya membuang kolostrum karena dianggap tidak bersih dan kotor. 0. &emberian makananBminuman sebelum #SI keluar. =. Kurangnya rasa percaya diri ibu bahwa #SI cukup untuk bayinya. >. Ibu kembali bekerja setelah cuti bersalin, yang menyebabkan penggunaan susu botolBsusu formula secara dini, sehingga menggeserBmenggantikan kedudukan #SI. Hal ini diperberat lagi dengan adanya kecenderungan meningkatnya peran ganda wanita dari tahun ke tahun. &ada tahun 122: jumlah pekerja wanita adalah =>,== juta jiwa dengan angka pertumbuhan sebesar >,:;6 $1225%, sementara angka pertumbuhan pekerja pria pada tahun yang sama adlaah 0,:36. <. -encarnya promosi susu formula, baik melalui petugas kesehatan maupun melalui mass media, bahkan dewasa ini secara langsung ke ibu-ibu. ;. Sikap petugas kesehatan yang mendukung tercapainya keberhasilan program &&-#SI $&eningkatan &emberian #ir Susu Ibu%. *!r! Pe %im+! ! ASI a. &ersiapan dasar untuk penyimpanan #SI &ilih waktu dimana payudara dalam keadaan yang paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi hari. Semua peralatan yang akan digunakan telah disterilkan terlebih dahulu. /reast pump sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa susu tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan. &ilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah susu, tempat yang ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel pintu atau telepon masuk. (i tempat kerja, mungkin bisa di meeting room yg kosong, toilet, dan lain-lain.

10

Huci

tangan

dengan

sabun

sedangkan

payudara

dibersihkan

dengan

air

Sebelum memulai, minumlah segelas air atau cairan lainnya, misalnyaF susu, juice, decaffeinated teaBcoffee, atau sup, disarankan minuman hangat agar membantu menstimulasi payudara. +sahakan untuk relaD, kalau bisa dengan kaki yg diangkat. Kompres payudara kira-kira <-13 menit, atau mandi air hangat sambil memijat payudara membantu agar air susu dapat keluar dengan lancar. /ila masih kesulitan bisa meminta oDytocin pada dokter

b. *ama &enyimpanan #SI yang telah diperah Aika ruangan tidak ber-#H, disarankan tidak lebih dari > jam. .amun, jika ruangan ber-#H, bisa sampai ; jam. .amun, perlu diingat suhu ruangan tersebut harus stabil. 8isalnya ruangan ber-#H, tidak mati sama sekali selama botol #SI ada di dalamnya. Segera simpan #SI di lemari es setelah diperah. #SI ini bisa bertahan sampai delapan hari dalam suhu lemari es. Syaratnya, #SI ditempatkan dalam ruangan terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es. Aika lemari es tidak memiliki ruangan terpisah untuk menyimpan botol #SI hasil pompa, maka sebaiknya #SI tersebut jangan disimpan lebih dari = D 0> jam. Ibu juga dapat membuat ruangan terpisah dengan cara menempatkan botol #SI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik. #SI hasil pompa dapat disimpan dalam freezer biasa sampai tiga bulan. .amun jangan menyimpan #SI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan 'ariasi suhu udara terbesar. Aika Ibu kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah atau deep freezer yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka #SI hasil pompaBperasan bahkan dapat disimpan sampai dengan enam bulan di dalamnya. c. Hara 8enyimpan #SI hasil pompaan dan perasan Simpan #SI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu. /otol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas atau kaca.
11

Aika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikan plastiknya cukup kuat $tidak meleleh jika direndam dalam air panas%. Aangan pakai botol susu berwarna atau bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas. Aangan lupa bubuhkan label setiap kali Ibu akan menyimpan botol #SI, dengan mencantumkan tanggal dan jam #SI dipompa atau diperas. Simpan #SI di dalam botol yang tertutup rapat, jangan ditutup dengan dot. Karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara. Aika dalam satu hari Ibu memompa atau memeras #SI beberapa kali, bisa saja #si itu digabungkan dalam botol yang sama. Syaratnya, suhu tempat botol disimpan stabil, antara 3 sBd 1< derajat Helcius.

&enggabungan

hasil

simpanan

ini

bisa

dilakukan

asalkan

jangka

waktu

pemompaanBpemerasan pertama sBd terakhir tidak lebih dari 0> jam. d. Hara memberikan #SI yang telah didinginkan &anaskan #SI dengan cara membiarkan botol dialiri air panas yang bukan mendidih yang keluar dari keran. #tau merendam botol di dalam baskom atau mangkuk yang berisi air panas atau bukan mendidih. Aangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwa'e atau alat pemanas lainnya, kecuali yang memang didesain untuk memanaskan botol berisi simpanan #SI. Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum #SI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tersebut. 8isalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 153 cc #SI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 53 cc, jangan langsung dipanaskan semua. e. Indikator #SI /asi Sebenarnya jika Ibu mengikuti pedoman pemompaanBpemerasan #SI dan penyimpanan yang baik, #SI tidak akan mungkin basi. "erkadang memang setelah disimpan atau didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa #SI
12

sudah basi. #salkan Ibu berada dalam keadaan bersih ketika memompa atau memeras, menyimpan #SI dalam botol yang steril dan tertutup rapat, dalam jangka waktu tepat dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, #SI akan terjaga dalam kondisi yang baik. (ibandingkan susu formula, #SI lebih tahan lama. &ada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan #SI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat #SI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi. K! 1- .! ASI l!i

%! 'e&!r! /io)imi! 2

&rotein *aktoalbumin dan laktoglobulin lebih banyak, penting untuk pertahanan tubuh dan antibody

Karbohidrat *aktosa lebih banyak, penting untuk pertumbuhan *actobacillus bifidus, menghilangkan infeksi saluran cerna, pertumbuhan sel otak, retensi kalium, fosfor dan magnesium

*emak #sam lemak tak jenuh lebih banyak dan mudah diserap

Kolesterol lebih banyak #sam lemak esensial lebih banyak

#sam palmitat lebih banyak -aram empedu lebih banyak lebih banyak membuat absorpsi lebih baik

*aktoferin, lysozime, Ig# melindungi bayi dari infeksi gastroenteritis, radang saluran pernafasan dan paru-paru, otitis media, dan diare

8ineral Kadar .atrium lebih banyak, melindungi neonatus dari dehidrasi dan hipernatremia

<3-:36 besi diserap dari #SI bila dibandingkan dari susu sapi yang hanya diserap 13=36

13

#SI mengandung molekul pengikat seng, asam pikolinik, membuat penyerapan seng lebih efisien SEPULUH LANGKAH MENU3U KEBERHASILAN MENYUSUI "LMKM(

1. Sarana &elayanan Kesehatan $S&K% mempunyai kebijakan &eningkatan &emberian #irSusu Ibu $&&-#SI% tertulis yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas. 0. 8elakukan pelatihan bagi petugas dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan kebijakan tersebutI =. 8enjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir sampai umur 0 tahun termasuk cara mengatasi kesulitan menyusuiI >. 8embantu ibu mulai menyusui bayinya dalam =3 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. #pabila ibu mendapat operasi Haesar, bayi disusui setelah =3 menit ibu sadarI <. 8embantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medisI ;. "idak memberikan makanan atau minuman apapun selain #SI kepada bayi baru lahirI :. 8elaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 0> jam sehari 5. 8embantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi 2. "idak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang menyusui diberi #SI

13. 8engupayakan terbentuknya Kelompok &endukung #SI $K&-#SI% dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari 7umah SakitB7umah /ersalinBSarana &elayanan Kesehatan.
14

Millennium Development Goals (MDGs)


1. Mengurang Kemiskinan dan Kelaparan Kekurangan gizi menurunkan kualitas SDM melalui penurunan p tensi pertum!u"an #isik dan perkem!angan ke$erdasan anak %ang !ersi#at permanen dan inter&generasi . 2. Men$apai 'a(i! !ela(ar 9 ta"un Kekurangan gizi mengurangi kesempatan anak untuk !ersek la") dan men%elesaikan sek la" dengan prestasi %ang !aik. 3. Mend r ng kesetaraan gender *dat ke!iasaan %ang merenda"kan marta!at perempuan !erdampak perempuan

!eresik tinggi kekurangan gizi karena kurang mendapat akses ter"adap makanan %ang !ergizi seim!ang). +r gram per!aikan gizi mem!erda%akan perempuan le!i" !esar daripada laki&laki. 4. Mengurangi angka kematian !alita Kematian !alita terutama karena pen%akit in#eksi) 55, aki!at da%a ta"an tu!u" %ang lema" karena kekurangan gizi. +r gram per!aikan gizi meningkatkan da%a ta"an anak ter"adap pen%akit in#eksi dan menurunkan angka kematian 5. Meningkatkan kese"atan i!u Kese"atan i!u k"ususn%a 'aktu "amil dan men%usui sangat tergantung keseim!angan gizi makanan se"ari&"ari 6. Mem!rantas -./0*.D) malaria) dan pen%akit lainn%a. Kekurangan gizi meningkatkan resik tertular -./) mengurangi e#ekti1itas terapi pada

antiretr 1iral) memper$epat ter(adin%a *.D %ang para" 23#ull&!l 'n45 dan kematian dini6 meningkatkan penularan malaria) dan mengurangi kemampuan !at& !at malaria untuk mengurangi kematian 15

BAB III ALERGI SUSU SAPI DAN BERBAGAI 3ENIS SUSU FORMULA

&emberian susu adalah merupakan masalah yang tersendiri pada penderita alergi susu sapi. +ntuk menentukan penderita alergi susu sapi pilihan utama adalah susu ektensif hidrolisat. "etapi beberapa penderita juga bisa toleran terhadap susu soya. /eberapa bayi dengan gejala
16

alergi yang ringan dapat mengkonsumsi susu hodrolisat parsial. 8eskipun sebenarnya susu ini untuk pencegahan alergi bukan untuk pengobatan. Secara klinis dan laboratoris seringkali sulit untuk memastikan anak menderita alergi susu sapi. "idak mudah untuk menentukan pemilihan susu yang terbaik untuk anak tersebut. Seringkali sulit memastikan apakah seseorang alergi susu sapi atau intoleransi atau bereaksi terhadap kandungan tertentu dari kandungan yang ada di dalam formula. (alam menghadapi kasus seperti ini klinik Hhildren #llergy Henter 7umah Sakit /unda Aakarta melakukan eliminasi pro'okasi terbuka sederhana. Secara awal penderita diberikan susu ekstensif hidrolisat. /ila gejala alergi membaik selanjutnya dilakukan pro'okasi formula berturut turut yang lebih beresiko seperti soya, parsial hidrolisat, dan susu formula yang minimal kandungan ##, (H#, minyak kelapa sawit dan sebagainya. ,ormula yang paling tepat adalah yang tidak menimbulkan gangguan. /ila timbul gejala pada salah satu formula tersebut kita harus pilih formula satu tingkat lebih aman di atasnya. /ila susu parsial hidrolisa dan soya timbul gangguan dilakukan pro'okasi terhadap susu laktosa dan lemah rantai tunggal $8onochain "riglicerideB8H"%. Secara umum semua susu formula yang beredar secara resmi kandungan gizinya sama. Karena mengikuti standard 7(# $7ecomendation (ietery #llowence% dalam jumlah kalori, 'itamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Keraguan bahwa susu formula tertentu tidak menggemukkan tidak beralasan karena kandungan kalori, 'itamin dan mineral tidak berbeda. /eberapa alternatif pilihan untuk pengganti susu sapi sangat ber'ariasi tergantung kondisi setiap anak. Susu pengganti tersebut meliputi #SI, susu soya, susu kambing, susu ektensif hidrolisa, susu parsial hidrolisat, sintesis asam amino dan sebagainya.

ALERGI SUSU SAPI #lergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. 8ekanisme reaksi terhadap susu yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe I dan hipersensitifitas terhadap makanan yang dasarnya adalah reaksi hipersensitifitas tipe III dan I?. 7eaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai
17

intoleransi susu. #lergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejalagejala reaksi alergi pun akan muncul. #lergi susu sapi akan 536 akan menghilang atau menjadi toleran sebelum usia = tahun. &enanganan alergi susu sapi adalah penghindaran susu sapi dan makanan yang mengandung susu sapi, dengan memberikan susu kedele sampai terjadi toleransi terhadap susu sapi. &erbedaan yang mencolok antara penyakit alergi susu sapi dan alergi terhadap makanan lain pada bayi adalah bahwa toleransi dapat terjadi secara spontan semasa usia dini. MEKANISME TER3ADINYA GANGGUAN #lergi susu sapi terjadi karena mekanisme pertahanan spesifik dan non-spesifik saluran cerna bayi belum sempurna. Susu sapi adalah protein asing utama yang diberikan kepada seorang bayi, Harus dibedakan antara alergi susu sapi suatu reaksi imunologis dan reaksi intoleransi yang bukan berdasarkan kelainan imunologis seperti efek toksik dari bakteri stafilokok, defek metabolik akibat kekurangan enzim laktase, reaksi idiosinkrasi atau reaksi simpang dari bahanbahan lain yang terkandung dalam susu formula. &rotein susu sapi merupakan alergen tersering pada berbagai reaksi hipersensiti'itas pada anak. Susu sapi mengandung sedikitnya 03 komponen protein yang dapat mengganggu respon imun yang menyimpang pada seseorang. &rotein susu sapi terbagi menjadi kasein and whey. Kasein yang berupa bagian susu berbentuk kental biasanya didapatkan pada terdiri dari :;-5;6 dari protein susu sapi. Kasein dapat dipresipitasi dengan zat asam pada pH >,;. Ghey terdiri dari 036 total protein susu, tang terdiri dari J -lactoglobulin $26 total protein susu%, K -lactalbumin $>6%, bo'ine immunoglobulin $06%, bo'ine serum albumin $16%, dan sebagian kecil beberapa proteins seperti lactoferrin, transferrin, lipases $>6%. (engan pasteurisasi rutin tidak cukup untuk menghilangkan protein ini tetapi sebaliknya meningkatkan sifat alergenitas beberapa protein susu seperti b-laktoglobulin. K!r!)teri'ti) )om+o e +rotei '-'- '!+i4
18

BERAT KC8&C.). &7C")I. MOLEKUL ")D( 15.= 03-=3 1>.0 ;: &)7S)."#S) &7C")I. "C"#* J -lactoglobulin Hasein K -lactalbumin Serum albumin 13 50 > 1 0 @@@ @@ @@ @ @ #*)7-I.ISI"#S S"#/I*I"#S &#(# 133 H @@ @@@ @ @ @ S+H+

Immunoglobulins 1;3

/anyak penelitian mengenai alergenitas protein susu sapi. "erdapat lebih dari >3 jenis protein yang berbeda dalam susu sapi yang berpotensi untuk menyebabkan sensiti'itas. Kandungan pada susu sapi yang paling sering menimbulkan alergi adalah lactoglobulin, selanjutnya casein, lactalbumin bo'ine serum albumin $/S#%. MANIFESTASI KLINIS "arget organ utama reaksi terhadap alergi susu sapi adalah kulit, saluran cerna dan saluran napas. 7eaksi akut $jangka pendek% yang sering terjadi adalah gatal dan anafilaksis. Sedangkan reaksi kronis $jangka panjang% yang terjadi adalah asma, dermatitis $eksim kulit% dan gangguan saluran cerna. /eberapa manifestasi reaksi simpang karena susu sapi melalui mekanisme Ig) dan .on Ig).

"arget organ yang sering terkena adalah kulit berupa urticaria dan angioedema. Sistem saluran cerna yang terganggu adalah sindrom oral alergi, gastrointestinal anaphylaDis, allergic eosinophilic gastroenteritis. Saluran napas yang terjadi adalah asma, pilek, batuk kronis berulang. "arget multiorgan berupa anafilaksis karena makanan atau anafilaksis dipicu karena aktifitas berkaitan dengan makanan

Selain target organ yang sering terjadi tersebut di atas, manifetasi klinis lainnya berupa 8anifestasi tidak biasa $anussual 8anifestation%. (iantaranya adalah manifestasi kulit berupa 'askulitis, fiDed Skin )ruption. Sistem saluran cerna yang terganggu adalah
19

chronic &ulmonary disease $Heiner Syndrome%, hypersensiti'ity pneumonitis. Saluran cerna yang terjadi adalah konstipasi, gastroesophageal refluk, saluran napas seperti hipersekresi bronkus $napas bunyi grok-grok% dan obstruksi duktus nasolakrimalis $mata sering berair dan belekan% "arget multiorgan berupa irritabilityBSleeplessness in infants, artropati, nefropati dan trombositopeni

"erdapat = pola klinis respon alergi protein susu pada anak F 7eaksi Hepat, waktu dari setelah minum susu hingga timbulnya gejala. 7eaksi sedang $pencernaa%, >< menit hingga 03 jam. Sedangkan 7eaksi *ambat $kulit dan sal.cerna%, *ebih dari 03 jam. 7eaksi awal kulit gejala timbul dalam >< menit setelah mengkonsumsi susu. 7eaksi tersebut dapat berupa bintik merah $seperti campak% atau gatal. -ejala lain berupa gangguan system saluran napas seperti napas berbunyi .ngik. $wheezing%, atau rhinoconjuncyLti'itis $bersin, hidung dan mata gatal, dan mata merah%. -ejala tersebut bisa terjadi meskipun hanya mengkonsumsi sedikit susu sapi.

(alam kelompok reaksi sedang gejala yang sering timbul adalah muntah, diare dimulai setelah >< menit hingga 03 jam setelah mendapatkan paparan dengan susu.

-ejala yang timbul dalam reaksi lambat terjadi dalam sekitar 03 jam setelah terkena paparan susus sapi. +ntuk terjadinya reaksi ini dibutuhkan jumlah 'olume susu sapi yang cukup besar.

DIAGNOSIS ALERGI SUSU SAPI

#namnesis yang cermat, mengamati tanda atopi pada pemeriksaan fisis, pemeriksaan imunoglobulin ) total dan spesifik susu sapi. +ntuk memastikan alergi susu sapi harus menggunakan pro'okasi makanan secara buta $(ouble /lind &lacebo Hontrol ,ood Hhalenge L (/&H,H%. (/&H,H yang menjadi gold standard atau baku emas. .amun cara (/&H,H tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. /eberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap
20

cara itu. Hhildren #llergy Henter 7umah Sakit /unda Aakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. 8odifikasi (/&H,H tersebut dengan melakukan )liminasi &ro'okasi 8akanan "erbuka Sederhana..

#namnesis atau mengetahui riwayat gejala dilihat dari jangka waktu timbulnya gejala setelah minum susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi. Harus diketahui riwayat pemberian makanan lainnya termasuk diet ibu saat pemberian #SI dan pemberian makanan pendamping lainnya. Harus diketahui juga gejala alergi asma, rinitis alergi, dermatitis atopik, urtikaria, alergi makanan, dan alergi obat pada keluarga $orang tua, saudara, kakek, nenek dari orang tua%, dan pasien sendiri.

-ejala klinis pada kulit seperti urtikaria, dermatitis atopik, ras. Saluran napasF batuk berulang terutama pada malam hari, setelah latihan asma, rinitis alergi. -angguan saluran cerna, muntah, diare, kolik dan obstipasi.

PEN*EGAHAN ALERGI SUSU SAPI &encegahan terjadinya alergi susu sapi harus dilakukan sejak dini. Hal ini terjadi saat sebelum timbul sensitisasi terhadap protein susu sapi, yaitu sejak intrauterin. &enghindaran harus dilakukan dengan pemberian susu sapi hipoalergenik yaitu susu sapi yang dihidrolisis parsial untuk merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari. /ila sudah terjadi sensitisasi terhadap protein susu sapi atau sudah terjadi manifestasi penyakit alergi, maka harus diberikan susu sapi yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu sapi misalnya susu kacang kedele. #lergi susu sapi yang sering timbul dapat memudahkan terjadinya alergi makanan lain di kemudian hari bila sudah terjadi kerusakan saluran cerna yang menetap. &encegahan dan penanganan yang baik dan berkesinambungan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya alergi makanan yang lebih berta dikemudian hari.."indakan pencegahan alergi susu sapi juga hampir sama seperti yang dilakukan pada alergi lainnya. Secara umum tindakan pencegahan alergi susu sapi dilakukan dalam = tahap yaituF Pe &e.!$! +rimer

21

(ilakukan sebelum terjadi sensitisasi. Saat penghindaran dilakukan sejak pranatal pada janin dari keluarga yang mempunyai bakat atopik. &enghindaran susu sapi berupa pemberian susu sapi hipoalergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis secara parsial, supaya dapat merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari karena masihmengandung sedikit partikel susu sapi, misalnya dengan merangsang timbulnya IgG blocking agent. "indakan pencegahan ini juga dilakukan terhadap makanan penyebab alergi lain serta penghindaran asap rokok. Pe &e.!$! 'e)- 1er (ilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi belum timbul manifestasi penyakit alergi. Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara pemeriksaan Ig) spesifik dalam serum atau darah talipusat, atau dengan uji kulit. Saat tindakan yang optimal adalah usia 3 sampai = tahun. &enghindaran susu sapi dengan cara pemberian susu sapi non alergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis sempurna, atau pengganti susu sapi misalnya susu kedele supaya tidak terjadi sensitisasi lebih lanjut hingga terjadi manifestasi penyakit alergi.. &emberian #SI ekslusif terbukti dapat mengurangi resiko alergi, tetapi harus diperhatikan diet ibu saat menyusui Selain itu juga disertai tindakan lain misalnya pemberian imunomodulator, Th1-immunoajuvants, probiotik. "indakan ini bertujuan mengurangi dominasi sel limfosit "h0, diharapkan dapat terjadi dalam waktu ; bulan.

Pe &e.!$! ter'ier (ilakukan pada anak yang sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakit alergi yang masih dini misalnya dermatitis atopik atau rinitis tetapi belum menunjukkan gejala alergi yang lebih berat seperti asma. Saat tindakan yang optimal adalah pada usia ; bulan sampai > tahun.

22

&enghindaran juga dengan pemberian susu sapi yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu sapi. &emberian obat pencegahan seperti setirizin, imunoterapi, imunomodulator tidak direkomendasikan karena secara klinis belum terbukti bermanfaat.

BERBAGAI 3ENIS SUSU FORMULA Susu formula sangat berbeda dengan susu sapi murni, meski bahan baku susu formula dari susu sapi. (alam susu formula, ada tambahan nutrisi yang sudah terukur dan disesuaikan dengan gizi yang dibutuhkan bayi. Karena itu, pemberian susu formula kepada bayi harus sesuai dengan kebutuhan bayi dan kandungan yang telah dianjurkan. &#SI $&engganti #ir Susu Ibu% adalah merupakan alternatif terakhir bila memang #SI tidak keluar, kurang atau mungkin karena sebab lainnya. &#SI adalah makanan bayi yang secara tunggal dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai berumur enam bulan. /erbagai Aenis susu sapi, meliputi F 14 S-'- So%!

Susu formula soya adalah susu formula bebas laktosa untuk bayi dan anak yang mengalami alergi terhadap protein susu sapi. .utrilon Soya adalah susu formula bebas laktosa yang aman dipakai oleh bayiB anak yang sedang menderita diare atau memerlukan diet bebas laktosa. Soya menggunakan isolat protein kedelai sebagai bahan dasar. Isolat protein kedelai tersebut memiliki kandungan protein tinggi yang setara dengan susu sapi.

Susu formula soya yang saat ini beredar di Indonesia adalah isomil, nutrisoya, prosobee dan sebagainya.

Seperti halnya pada #SI, kalsium dan fosfor pada susu formula soya memiliki perbandingan 0F 1 untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Susu formula ini juga ada yang mengandung asam lemak esensial, yaitu Cmega ; dan Cmega = dengan rasio yang tepat sebagai bahan dasar pembentukan ## M (H# untuk tumbuh kembang otak yang optimal. &emberian ## dan (H# secara langsung pada formula ini
23

tidak terlalu penting karena sebenarnya tubuh bayi cukup bulan sudah bisa mensitesa atau memproduksi sendiri ## dan (H# dari asam lemak esessial lain yang ada dalam kandungan susu tersebut

Karbohidrat pada formula soya adalah maltodeDtrin, yaitu sejenis karbohidrat yang dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan bayi yang terluka saat mengalami diare ataupun oleh sistem pencernaan bayi yang memang alergi terhadap susu sapi. Susu formula soya $kedelai% kurang lebih sama manfaat nutrisinya dibandingkan formula hidrolisat ekstensif, tetapi lebih murah dan rasanya lebih familiar.

&ada penelitian yang dilakukan terhadap 1:3 bayi alergi susu sapi didapatkan susu soya bisa diterima oleh sebagian besar bayi dengan alergi susu sapi baik Ig) dan .on Ig) . &erkembangan Ig) berkaitan dengan susu soya termasuk jarang. Susu soya direkomendasikan untuk alternatif pilihan pertama pada penderita alergi susu sapi pada usia di atas ; bulan. "etapi bukan berarti penelitian ini merubah pemberian susu formula soya di bawah usia ; bulan. #nak yang mengalami alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar =3 E >36 mengalami alergi susu soya.

&enderita alergi dengan gangguan saluran cerna terutama sulit buang air besar, konstipasi, sering kali tidak membaik dengan pemberian soya. "etapi anak dengan keluhan muntah $-)7%, napas bunyi grok-grok atau hipersensitifitas bronkus% responnya sangat bagus.

54 S-'- K!m/i .

&ada beberapa negara secara tradisional susu kambing sering diberikan terhadap penderita alergi susu sapi. Susu kambing bukan merupakan susu dengan nutrisi yang lengkap untuk bayi.. Kandungan 'itamin tertentu sangat kecil, seperti asam folat, 'itamin /;, /10, H, and (, tetapi kaya mineral.

Susu kambing dan susu sapi memiliki epitop yang identik sebagai bahan allergen. Sehingga susu kambing biasanya tidak bisa ditoleransi juga oleh penderita alergi susu sapi.
24

64 S-'- Form-l! E)'te 'i0 Hi1roli'!

-olongan susu ini termasuk yang paling aman karena komposisinya tanpa laktosa, mengandung banyak lemak 8H" $monochain trigliserida% dan protein susu yang lebih mudah dicerna. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita alergi susu sapi, alergi susu kedelai, malabsorspsi dan sebagainya. $HthF &epti junior, pregestimil%.

#lternatif pengganti pada alergi susu sapi adalah susu formula yang mengandung protein susu sapi hidrolisa $melalui pemrosesan khusus%. Susu formula ini rasanya memang tidak begitu enak dan relatif lebih mahal.. &rotein Ghey sering lebih mudah di denaturasi $dirusak% oleh panas dibandingkan protein kasein yang lebih tahan terhadap panas. Sehingga proses denaturasi whey dapat diterima oleh penderita alergi susu sapi, seperti susu sapi e'aporasi.

)uropean Society of &aediatric #llergy dan Hlinical Immunology $)S&#HI% mendefinisikan formula ekstensif hidrolisa adalah formula dengan bahan dasar protein hidrolisa dengan fragmen yang cukup kecil untuk mencegah terjadinya alergi pada anak. ,ormula ekstensif hidrolisa akan memenuhi criteria klinis bila secara klinis dapat diterima 236 oleh penderita pro'en Ig)-mediated alergi susu sapi $2<6 confidence inter'al% seperti yang direkomendasikan #merican #cademy of &aediatrics .utritional Hommittee. Sejauh ini sekitar 136 penderita alergi susu sapi dapat menimbulkan reaksi terhadap susu formula ekstensif hidrolisa. Secara pasti penderita yang alergi terhadap formula ekstensif hidrolisa belum diketahui, diperkirakan lebih dari 126. &engalaman penggunaan hidrolisa kasein telah dilakukan hampir <3 tahun lebih, /eberapa penelitian menunjukkan sangat efektif untuk penderita alergi susu sapi. Susu Hidrolisa kasein yang terdapat dipasaran adalah .utramigen $8ead Aohnson% dan &regestimil $8ead Aohnson%. Sedangkan hidrolisa whey dalam waktu terakhir ini mulai dijadikan alternatif, dan tampaknya toleransi secara klinik hampir sama dengan hidrolisa kasein. /eberapa contoh susu hidrolisa whey adalah #alfa-7e $nestle% dan &epti- Aunior $.utricia%. &rotein Ghey lebih mudah didenaturasi dengan suhu panas tetapi kasein sangat tahan panas4

74 Form-l! P!r'i!l $i1roli'!


25

-olongan susu ini biasanya digunakan untuk bayi yang beresiko alergi atau untuk mencegah gejala alergi agar tidak semakin memberat dikemudian hari.

+ntuk pencegahan alergi biasanya hanya digunakan sejak lahir hingga usia ; bulan. Sebenarnya susu ini bukan digunakan untuk penderita alergi susu sapi, kesalahan yang sering terjadi penderita alergi diberi susu hipoalergenik, padahal susu ini hanya diberikan untuk pencegahan. (imana, bila anak tanpa gejala alergi dan orangtua mempunyai bakat alergi atau asma maka dapat dilakukan pnecegahan primer dengan susu hipoalergenik. "etapi dalam keadaan gejala alergi yang ringan tampaknya penggunaan susu ini sangat bermanfaat.

Susu formula parsial hidrolisa masih mengandung peptida cukup besar sehingga masih berpotensi untuk menyebabkan reaksi alergi susu sapi. Susu ini tidak direkomendasikan untuk pengobatan atau pengganti susu untuk penderita alergu susu sapi.

Susu hipoalergenik atau rendah alergi ini contohnya .#. H#, .+"I*C. H# dan )nfa H#. Susu ini direkomendasikan untuk penderita yang beresiko tinggi alergi sebelum menunjukkan adanya gejala alergi. &enelitian menunjukkan pemberian ,ormula hidrolisa &arsial mengurangi onset gejala alergi yang dapat ditimbulkan.

84 Form-l! 'i teti' !'!m !mi o

.eocate adalah sintetis asam amino 1336 yang merupakan bahan dasar susu formula hipoalergenik. 7asa susu formula ini relatif lebih enak dan lebih bisa rasanya lebih bisa diterima oleh bayi pada umumnya, tetapi harganya sangat mahal.

.eocate digunakan untuk mengatasi gejala alergi makanan persisten dan berat. Seperti 8ultiple ,ood &rotein Intolerance, alergy terhadap eDtensi'ely hydrolysed formulae, alergi makanan dengan gangguan kenaikkan berat badan, alergi colitis, -)7 yang tidak berespon dengan terapi standar. 8ultiple food protein intolerance atau 8,&I didefinisikan sebagai intoleransi terhadap lebih dari < makanan utama termasuk )H, $eDtensi'e Hydrolysa 8ilk% dan susu formula soya. 8,&# $8ultiple food protein allergy% didefinisikan sebagai alergi lebih dari 1 makanan dasar seperti susu, tepung, telur
26

dan kedelai. Susu ini juga digunakan sebagai placebo dalam (/&H,H untuk mendiagnosis alergi susu sapi 94 S-'- 0orm-l! )$-'-' l!i

%!

adalah susu bebas atau rendah laktosa. Susu formula khusus ini digunakan untuk penderita intoleransi laktosa, misalnya /ebelac ,*, Similac *, dan sebagainya.

PEMILIHAN SUSU FORMULA TERBAIK Susu formula bayi adalah cairan atau bubuk dengan formula tertentu yang diberikan pada bayi dan anak-anak. 8ereka berfungsi sebagai pengganti #SI. Susu formula memiliki peranan yang penting dalam makanan bayi karena seringkali bertindak sebagai satu-satunya sumber gizi bagi bayi. Karenanya, komposisi susu formula yang diperdagangkan dikontrol dengan hati-hati dan ,(# $,ood and (rugs #ssociationB/adan &engawas Cbat dan 8akanan #merika% mensaratkan produk ini harus memenuhi standard ketat tertentu. Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. matur saja. &enambahan prebiotik atau sinbiotik untuk memperbaiki saluran cerna bukanlah yang utama. Selama bahan dasar susu formula tersebut bisa diterima saluran cerna, maka penambahan kandungan tersebut tidak terlalu bermanfaat. Sebaliknya meskipun terdapat zat tersebut, tetapi bila beberapa kandungan dalam susu sapi tidak bisa diterima saluran cerna juga tidak akan memperbaiki keadaan. /ila terdapat masalah gangguan saluran cerna berkepanjangan yang penting adalah mencari jenis susu atau makanan lainnya yang dapat mengganggu saluran cerna tersebut.

27

MENGAPA SUSU FORMULA TIDAK *O*OK &engaruh ketidak cocokan terhadap susu formula bisa disebabkan karena reaksi simpang makanan bisa karena reaksi alergi atau reaksi nonalergi, yaitu F

7eaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. #lergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. 7eaksi non alergi atau reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi. Intoleransi ini bisa terjadi ketidakcocokan terhadap laktosa, gluten atau jenis lemak tertentu. 7eaksi simpang makanan tersebut terjadi karena ketidakcocokan beberapa kandungan didalam susu formula. /isa terjadi karena ketidakcocokan terhadap kandungan protein susu sapi $kasein%, laktosa, gluten, zat warna, aroma rasa $'anila, coklat, strawberi, madu dll%, komposisi lemak, kandungan (H#, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya.

M! i0e't!'i )li i' %! . 'eri . 1i+er/er!t 1! 1i)!it)! )!re ! re!)'i !ler.i !t!- re!)'i 'im+! . '-'- 0orm-l!

Saluran cerna F &ada bayi F sering muntahBgumoh, kembung, cegukan!, sering buang angin, sering ngeden atau mulet!, sering rewel,gelisah atau kolik terutama malam hari% dan sering minta minum. Sering buang air besar $N = kali perhari%, tidak /#/ tiap hari. Kotoran berbau tajam, warna hijau atau berak darah. *idahBmulut sering timbul putih, Karena sering ngeden beresiko terjadi Hernia +mbilikalis $pusar%, Scrotalis dan inguinalis. &ada anak lebih besar F mulut berbau, sulit buang air besar, /#/ tidak tiap hari, kotoran bulat-bulat seperti kotoran kambing, berbau tajam, warna hijau tua atau hitam, nyeri perut.

Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut."imbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran telinga berlebihan. Kulit Kepala /erkerak. &embesaran kelenjar di belakang kepala atau leher. Sering berkeringat $berlebihan%, kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumerBhangat.
28

Saluran napas F &ada bayi F .apas grok-grok, kadang disertai batuk ringan, terutama malam dan pagi hari. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, /ila tidur kepala sering miring ke salah satu sisi karena hidung buntu sebelah. 8inum #SI sering tersedak atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. 8ata sering berair atau sering timbul kotoran mata $belekan% salah satu sisiBkedua sisi.

7eaksi simpang makanan seperti ketidakcocokan susu formula terutama mengganggu sistem saluran cerna. -angguan saluran cerna tersebut kadang mengakibatkan gangguan permeabilitas pada saluran cerna atau leaky gut. /anyak penelitian terakhir mengungkapkan bahwa gangguan saluran cerna kronis dengan berbagai mekanisme imunopatofisiologis dan imunopatobiologis ternyata dapat mengakibatkan gangguan neurofungsional otak. -angguan fungsi otak tersebut mempengaruhi gangguan perilaku seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala #(H( dan #utis.

STRATEGI PEMILIHAN SUSU FORMULA *angkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. 7esiko ini ter(adi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi. *angkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. -ejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir. /ila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak Hermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare $buang air besar N 0 kali perhari%, sulit buang air besar. /ila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula. Sering terjadi o'erdiagnosis dalam menentukan anak menderita alergi susu sapi. Sebaiknya jangan terlalu cepat mem'onis alergi susu sapi pada bayi. 7eaksi alergi yang timbul bukan saja
29

terjadi karena susu formula. (alam pemberian #SI, diet yang dikonsumsi ibu juga dapat mengakibatkan gangguan alergi. (alam keadaan bayi mengalami infeksi batuk, panas dan pilek sering mengalami gangguan seperti reaksi alergi khususnya pada kulit, saluran cerna dan hipersekresi bronkus $lendir yang berlebihan%. Hal lain sering terjadi anak di'onis alergi susu sapi padahal sebelumnya penggunaan susu sapi tidak menimbulkan masalah kesehatan. #lergi susu sapi biasanya semakin pertambahan usia akan semakin membaik, bukan sebaliknya. #lergi susu sapi biasanya terjadi sejak lahir. /ila gejala alergi baru timbul di atas usia ; bulan, penyebabnya sangat mungkin bukan susu sapi. Kita harus mencermati alergi terhadap makanan lainnya yang biasanya mulai dikenalkan pada usia tersebut. &enderita alergi makanan, selain alergi terhadap susu sapi juga mengalami alergi terhadap makanan tertentu. /ila mencurigai ketidak cocokan susu formula, jangan terlalu cepat mem'onis susu sapi adalah penyebabnya. Ketidakcocokan susu formula belum tentu hanya karena kandungan susu sapinya. -angguan bisa timbul karena kandungan yang terdapat dalam susu formula seperti gluten, zat warna, aroma rasa $'anila, coklat, strawberi, madu dll%, komposisi lemak, kandungan (H#, minyak jagung, minyak kelapa sawit dan sebagainya. &roses pengolahan bahan dasar susu sapi ternyata juga bisa berpengaruh. /eberapa cara proses pengolahan susu sapi tertentu dapat menghilangkan protein tertentu yang dapat menyebabkan gangguan alergi. &erbedaan ini dapat diamati dengan perbedaan bau susu formula tersebut. Susu sapi formula satu dengan yang lainnya kadang bau ketajaman susu sapinya berbeda. &enggantian ketidakcocokan susu formula tidak harus selalu dengan susu soya atau susu hipoalergenik. Aadi, bila mencurigai ketidak cocokan susu jangan terlalu cepat mengganti dengan susu soya atau susu hipoalergi lainnya. /ila gangguannya ringan dengan penggantian susu sapi formula yang sejenis gangguan tersebut dapat berkurang. 8isalnya, penggantian susu yang tidak mengandung (H# gangguan kulit bisa menghilang. /uang air besar yang sulit dengan pengantian susu sapi tertentu yang tidak mengandung kelapa sawit gangguannya membaik. (emikian pula gangguan penderita yang sering batuk, dengan mengganti susu sapi formula tertentu dapat mengurangi gangguan itu. Selain ketidakcocokan susu, pertimbangan berikutnya dalam pemilihan susu adalah masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. 8eskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, 'itamin dan mineralnya kurang baik. Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia
30

anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Secara umum semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia kandungan gizinya sama. Karena harus mengikuti standard 7(# $7ecomendation (ietery #llowence% dalam jumlah kalori, 'itamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. (engan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai kondisi dan usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. /ila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. #mati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.

DAFTAR PUSTAKA

31

1.httpFBBayurai.wordpress.comB0332B3;B1:Basi-menurut-stadium-laktasiB #yurai, 0332. ASI Menurut Stadium Laktasi. 0.httpFBBbabies.sutterhealth.orgBbreastfeedingBbfOproduction.html Breast Milk &roduction =.httpFBBwww.e'erything.comBarticle.aspDPreQuestedOurlLbreastmilk-composition Breastmilk om!osition. >.httpFBBwww.medela.comBIS/(BbreastfeedingBknowhowBcomposition.php Breastmilk om!osition" <.Saleha, 0332. Asuhan Kebidanan #ada Masa $i%as. AakartaF Salemba 8edika. $hlmF 15-01%. 7oesli, +. 0335. Inisiasi Men&usu 'ini. AakartaF &ustaka /unda. $hlmF >=%.

;.Suherni, 033:. #era(atan Masa $i%as. 9ogyakartaF ,itramaya. $hlmF 0;-==%. www.lusa.web.id *usa, 0332. Gi)i Seimbang Bagi Ba&i. (iunduh 0> September 0332, pukul 13F<< GI/. :./uku &anduan 8anajemen *aktasiF (it.-izi 8asyarakat-(epkes 7I,0331

32