Anda di halaman 1dari 5

Pusat massa adalah lokasi rerata dari semua massa yang ada di dalam suatu sistem.

Dalam kasus benda tegar, letak pusat massa adalah tetap dalam hubungannya dengan tubuh benda. Dalam kasus distribusi longgar massa di dalam ruang bebas, seperti misalnya peluru tembakan dari senapan atau planet-planet pada tata surya, letak pusat massa adalah titik dalam ruang di antara mereka yang mungkin tidak berhubungan dengan posisi massa manapun pada benda tersebut. Penggunaan pusat massa sering memungkinkan penggunaan persamaan gerak yang disederhanakan, dan ia merupakan suatu acuan yang mudah digunakan untuk banyak perhitungan lainnya dalam ilmu fisika, seperti momentum sudut atau momen inersia. Pada berbagai penerapan, misalnya seperti pada mekanika orbital, objek-objek dapat digantikan oleh titik-titik massa yang terletak di pusat massa mereka dengan tujuan mempermudah analisis. Istilah pusat massa sering dipersamakan dengan istilah pusat gravitasi, namun demikian mereka secara fisika merupakan konsep yang berbeda. Letak keduanya memang bertepatan dalam kasus medan gravitasi yang sama, akan tetapi ketika gravitasinya tidak sama maka pusat gravitasi merujuk pada lokasi rerata dari ga Dasar-Dasar Perencanaan Bangunan Tahan Gempa 25012009 Sebuah struktur harus mampu menahan semua beban yang diberikan kepadanya. Bebanbeban struktural yang utama adalah beban gravitasi yang bekerja vertikal pada struktur. Beban ini terdiri dari beban mati dan beban hidup yang disebabkan oleh gaya tarik bumi (gaya gravitasi). Beban mati adalah berat sendiri bangunan tersebut, yang terdiri dari semua bagian gedung yang bersifat tetap seperti berat atap, dinding, lantai, balok, kolom. Termasuk juga mesin-mesin dan peralatan tetap yang tak terpisahkan dari gedung itu. Sedangkan beban hidup adalah beban yang diakibatkan oleh berat manusia sebagai user dari bangunan tersebut, perabot yang dapat dipindah-pindahkan, mesin-mesin serta peralatan yang dapat diganti selama hidup dari gedung tersebut. Selain beban vertikal, suatu struktur bangunan juga menerima pembebanan secara horizontal yang disebabkan oleh angin dan gempa bumi. Ketika angin berhembus ke suatu struktur bangunan, maka bangunan tersebut akan bergoyang ke arah samping. Ketika terjadi gempa bumi, tanah tempat bangunan didirikan dengan cepat bergoyang ke arah samping. Maka beban gempa bisa diartikan gaya-gaya di dalam struktur yang terjadi oleh gerakan tanah akibat gempa itu. Pada struktur bangunan, beban gempa bekerja pada pusat massa bangunan dengan arah horizontal. Khusus untuk bangunan gedung, beban gempa bekerja pada pusat massa lantai bangunan. Pada waktu terjadi gempa bumi, korban jiwa yang berjatuhan lebih banyak karena tertimpa bangunan yang roboh akibat tidak mampu menahan gaya horizontal. Dengan robohnya bangunan, maka juga akan menimbulkan kerugian materi. Untuk itu perlu kiranya diketahui dasar-dasar perencanaan bangunan tahan gempa, sehingga kerugian materi bisa lebih diminimalkan serta mengurangi jatuhnya korban jiwa.

Menurut Teddy Boen dalam Training of Trainers bulan Juli 2006 di Yogyakarta, suatu bangunan agar dapat dikategorikan sebagai bangunan tahan gempa harus memenuhi kategori sebagai berikut: Bila terkena gempa bumi lemah, bangunan tidak mengalami kerusakan sama sekali. Bila terkena gempa bumi yang sedang, bangunan tersebut boleh rusak pada elemen-elemen nonstruktur, tetapi tidak boleh rusak pada elemen-elemen struktur Bila terkena gempa bumi yang sangat kuat : Bangunan tersebut boleh runtuh sebagian atau seluruhnya. Bangunan tersebut tidak boleh mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Bangunan-bangunan yang penting seperti rumah sakit, bangunan penyimpanan bahan pangan, bangunan penyimpanan air, bangunan pembangkit tenaga listrik, bangunan komunikasi tidak boleh mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat berfungsi. Masih menurut Teddy Boen juga, dasar-dasar perencanaan bangunan tahan gempa adalah sebagai berikut: Denah bangunan Denah bangunan secara keseluruhan sebaiknya simetris terhadap kedua sumbu bangunan, karena ketidak simetrisan akan menyebabkan torsi Denah bangunan yang mempunyai bentuk persegi sederhana akan lebih tahan terhadap gempa Pada bangunan yang luas, jika perlu diadakan pemisahan menjadi beberapa blok agar menjadi simetris dan teratur. Sederhana. Ornamen seperti kornis yang besar, proyeksi kantilever vertikal/horizontal sebaiknya dihindari.

Ruang yang berupa kotak. Bangunan kecil dengan dinding-dinding yang dihubungkan satu dengan lainnya seperti seperti sebuah kotak yang kaku, sangat baik untuk menahan gempa. Pemilihan lokasi bangunan Lereng bukit harus dipilih yang stabil agar tidak longsor pada saat gempa bumi. Jenis tanah pasir sangat halus dan tanah liat yang sensitif harus dihindari karena akan rusak jika digoncang oleh gempa bumi. Desain struktur. Daktilitas. Daktilitas adalah perbandingan lendutan saat runtuh terhadap lendutan saat mulai rusak atau leleh. Daktilitas pada material maupun struktur Kelenturan. Kelenturan adalah kemampuan struktur untuk mengalami lentur yang cukup besar tanpa mengalami runtuh. Kelenturan hanya menyangkut struktur. Daya tahan terhadap kerusakan. Ketahanan adalah kemampuan struktur untuk mengalami kerusakan berat tanpa runtuh sama sekali. Ketahanan terhadap kebakaran. Kebakaran yang terjadi setelah gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah daripada akibat gempanya sendiri. Kebakaran dapat disebabkan oleh hubungan singkat instalasi listrik, tergulingnya lampu minyak,atau kebakaran dapur.

Anda mungkin juga menyukai