Anda di halaman 1dari 11

Laporan Hasil Pengamatan

Smoking Cessation

Pembimbing: Dr. dr. Shirley I. Moningkey, M. Kes dr. Hj. Murdiyati dr. Siti Jamilah

Penyusun: Audrey Budiono 07120080088

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Puskesmas Balaraja Periode 20 Januari 2014 15 Maret 2014

Audrey Budiono 07120080088

A. Data demografi pasien


Nama Umur Alamat Pekerjaan Pendidikan : Tn. T : 44 tahun : Saga : Wiraswasta : SD

Tinggi badan : 165 cm Berat badan : 68 kg

Kategori perokok: Perokok aktif tingkatan sedang, sejak 20 tahun lalu o Jumlah rokok yang dihisap dalam 1 minggu terakhir ini sebanyak 12 batang/hari o Jumlah rokok yang dihisap dalam 1-2 bulan terakhir ini sebanyak 12 batang/hari. Riwayat mencoba berhenti merokok: Ada Pasien pernah mencoba berhenti merokok selama 6 bulan karena pada waktu itu pasien terkena stroke. Namun setelah itu pasien kembali merokok karena dengan merokok pasien dapat merasa dapat menghilangkan stress. Selain itu semua temanteman pasien merokok. Sekarang ini, pasien mulai berniat untuk berhenti lagi karena dirinya mulai batuk-batuk yang ia dengar merupakan efek samping merokok. Niat untuk berhenti merokok: Ada Pasien berniat berhenti merokok karena dinasehati oleh istri. Selain itu pasien juga telah mendengar tentang bahaya merokok yang tidak hanya berdampak bagi dirinya sendiri tetapi juga pada anak-anaknya. Pasien juga merasa agak takut karena riwayat stroke yang dimilikinya.

Audrey Budiono 07120080088

B. Metode
Metode yang digunakan dalam program Smoking Cessation ini diambil dari WHO European Strategy for Smoking Cessation Policy. Ini dari metode ini adalah memotivasi perokok untuk melawan ketergantungannya terhadap rokok. WHO dan American Psychiatric Association menyebutkan bahwa penyebab utama perokok sulit berhenti merokok dan kasus relapse adalah karena efek ketergantungan yang ditimbulkan oleh nikotin. Adapun beberapa metode yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Brief opportunistic advice from a healthcare professional. Intervensi ini diberikan selama 10-15 menit dimana perokok dijelaskan bahaya dari rokok dan diberi tips-tips mengenai cara berhenti merokok dengan pemicu dari factor lingkungan dan kesadaran diri sendiri. 2. Individual counselling Intervensi ini memberikan kesempatan kepada perokok untuk dapat melakukan tanya jawab dan menjelaskan kesulitan berhenti merokok sehingga tenaga medis dapat membantu perokok mencari solusi untuk kesulitan-kesulitan tersebut sehingga dapat meningkakan kepercayaan diri perokok untuk dapat berhenti. 3. Behavioral approach Perokok diberikan pilihan apakah ingin berhenti seketika (cold turkey) atau berhenti bertahap melalui pengurangan bertahap dari jumlah rokok yng dihisap dengan menetapkan target jumlah rokok maksimal yang dapat dihisap dalam kurun waktu tertentu. Pasien juga dijelaskan mengenai prinsip berhenti merokok dimana lebih cepat lebih baik.

Audrey Budiono 07120080088

4. Terapi pengganti nikotin Perokok disarankan untuk mengkonsumsi permen karet sebagai pengganti saat timbul keinginan untuk merokok. Metode ini dilakukan dengan menetapkan target dimana dalam 1 minggu pasien dapat mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap menjadi 8 batang/hari. Pasien melakukan kunjungan sebanyak 3 kali. Pertemuan yang pertama kali adalah saat pasien datang berobat, rentang waktu antara setiap kunjungan adalah 4 - 5 hari. Total waktu pengamatan adalah 10 hari dengan waktu pengamatan efektif 8 hari, mulai dari tanggal 6 Februari 2014 s/d 15 Februari 2014 di Puskesmas Balaraja

C. Hasil Pengamatan
1. Hasil Berikut adalah tabel-tabel hasil pengamatan jumlah merokok pasien mulai dari tanggal 7 Februari 2014 s/d 14 Februari 2014 Jumlah rokok Tempat Tanggal yang dihisap/hari 1 2 3 7 4 Februari 5 2014 6 7 8 14.00 16.00 18.00 1 1 3 Tempat kerja Teras rumah Ruang keluarga Teman Sendiri Istri 12.00 3 Warung Teman 10.00 1 Tempat kerja Teman 06.00 08.00 09.00 1 2 1 Teras rumah Teras rumah Tempat kerja Istri Istri Teman Waktu Skala Aktivitas siapa Dengan

Audrey Budiono 07120080088

9 10 11 12

20.00 21.00 22.00 23.00

2 1 1 3

Teras rumah Teras rumah Teras rumah Ruang keluarga

Tetangga Tetangga Istri Istri

Jumlah rokok Tanggal yang dihisap/hari 1 2 3 4 8 Februari 2014 5 6 7 8 9 10 06.00 08.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 21.00 23.00 1 2 1 3 1 1 3 2 1 3 Waktu Skala

Tempat Aktivitas Ruang makan Teras rumah Tempat kerja Warung Tempat kerja Teras rumah Ruang keluarga Teras rumah Teras rumah Ruang keluarga

Dengan Siapa Istri Sendiri Teman Teman Teman Istri Istri Tetangga Tetangga Istri

Jumlah rokok Tanggal yang dihisap/hari 1 9 Februari 2014 2 3 4 06.00 08.00 10.00 12.00 1 2 1 2 Waktu Skala

Tempat Aktivitas Ruang makan Teras rumah Tempat kerja Warung

Dengan Siapa Istri Sendiri Teman Teman

Audrey Budiono 07120080088

5 6 7 8 9 10

14.00 16.00 18.00 20.00 21.00 23.00

1 1 2 2 1 3

Tempat kerja Teras rumah Ruang keluarga Teras rumah Teras rumah Ruang keluarga

Teman Istri Istri Tetangga Tetangga Istri

Jumlah rokok Tanggal yang dihisap/hari 1 2 3 10 Februari 2014 4 5 6 7 8 9 06.00 08.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 23.00 1 2 1 2 1 1 2 2 3 Waktu Skala

Tempat Aktivitas Ruang makan Teras rumah Tempat kerja Warung Tempat kerja Teras rumah Ruang keluarga Teras rumah Ruang keluarga

Dengan Siapa Istri Istri Teman Teman Teman Sendiri Istri Tetangga Istri

Jumlah rokok Tanggal yang dihisap/hari 11 Februari 2014 1 2 3 06.00 08.00 10.00 1 2 1 Waktu Skala

Tempat Aktivitas Ruang makan Teras rumah Tempat kerja

Dengan Siapa Istri Istri Teman

Audrey Budiono 07120080088

4 5 6 7 8

12.00 16.00 18.00 20.00 23.00

2 1 2 1 2

Warung Teras rumah Ruang keluarga Teras rumah Ruang keluarga

Teman Sendiri Istri Tetangga Istri

Jumlah rokok Tanggal yang dihisap/hari 1 2 3 12 4 Februari 5 2014 6 7 8 18.00 20.00 23.00 2 1 2 14.00 1 12.00 2 06.00 08.00 10.00 1 2 1 Waktu Skala

Tempat Aktivitas Ruang makan Teras rumah Tempat kerja Warung Tempat kerja Ruang keluarga Teras rumah Ruang keluarga

Dengan Siapa Istri Istri Teman Teman Teman Istri Tetangga Istri

Jumlah rokok Tanggal yang dihisap/hari 1 13 2 Februari 3 2014 4 12.00 2 10.00 1 08.00 2 06.00 1 Waktu Skala

Tempat Aktivitas Ruang makan Teras rumah Tempat kerja Warung

Dengan Siapa Istri Istri Teman Teman

Audrey Budiono 07120080088

5 6 7 8 9 10

14.00 18.00 21.00 20.00 23.00 01.00

1 2 3 1 2 3

Tempat kerja Ruang keluarga Teras rumah Teras rumah Ruang keluarga Ruang keluarga

Teman Istri Sendiri Tetangga Sendiri Sendiri

Jumlah rokok Tanggal yang dihisap/hari 1 2 14 Februari 2014 3 4 5 6 7 08.00 10.00 12.00 14.00 18.00 20.00 23.00 2 1 2 1 2 1 2 Waktu Skala

Tempat Aktivitas Teras rumah Tempat kerja Warung Tempat kerja Ruang keluarga Teras rumah Ruang keluarga

Dengan Siapa Istri Teman Teman Teman Istri Tetangga Istri

* Skala 1: kurang penting Skala 2: lumayan penting Skala 3: sangat penting Berikut adalah grafik jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari selama masa pengamatan: Hari Jumlah rokok 1 12 2 10 3 10 4 9 5 8 6 8 7 10 8 7

Audrey Budiono 07120080088

Jumlah Batang Rokok yang Dihisap per Hari selama 8 hari


14 12 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah rokok

Gambar 1. Grafik jumlah batang rokok yang dihisap per hari selama 8 hari (7 Februari 2014 14 Februari 2014) 2. Pembahasan Pasien adalah seorang perokok aktif yang memiliki kebiasaan merook 12 batang rokok per hari. Dengan mengikuti program Smoking Cessation ini, pasien menetapkan target untuk mengurangi jumlah rokok yang dihisap menjadi setengah dari jumlah total yang dikonsumsi sehari-hari yaitu menjadi 6 batang/hari dalam kurun 1 minggu. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dalam 1 minggu, dapat dikatakan bahwa pasien belum mencapai target walaupun pasien sudah dapat mengurangi konsumsi rokoknya menjadi 7 batang per hari. Mengingat kebiasaan merokok sangat sulit dihentikan dalam waktu yang singkat, maka hasil yang didapat sudah cukup memuaskan. Menurut pengakuan pasien, saat pasien berada di rumah dan berkumpul dengan istri dan anak-anaknya adalah saat dimana pasien sangat ingin berhenti merokok. Namun saat berada di tempat kerja dan saat berkumpul dengan temanteman/tetangga adalah saat dimana pasien tidak bisa menahan diri untuk tidak

Audrey Budiono 07120080088

merokok. Selain dapat membuat suasana mengobrol menjadi lebih hidup, pasien juga masih susah untuk menahan dirinya melihat temannya yang sedang merokok. Pasien mengaku dalam 1 minggu ini, ia dapat mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi karena melihat anak-anak pasien yang masih kecil dan pasien tidak ingin anak-anaknya mendapat efek buruk dari rokok yang dihisapnya. Adanya dukungan dari istri dan contoh-contoh nyata akibat merokok seperti yang telah dialami pasien sendiri juga merupakan factor yang pemacu pasien untuk berusaha mengurangi konsumsi rokok. Meskipun menurut pasien saat ini ia belum bisa untuk mengurangi konsumsi rokok sepenuhnya, namun ia ingin berusaha untuk menguranginya agar dapat hidup lebih sehat dan menjadi contoh orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Dari program berhenti merokok yang dilakukan pada pasien, dapat dikatakan peranan keluarga dan lingkungan sangat penting. Pasien menjadi lebih semangat untuk berusaha berhenti merokok karena mendapat dukungan dari istri dan anakanaknya serta konseling di puskesmas, namun dilihat dari sisi lain, pasien pun sering tergoda merokok karena ajakan dan melihat teman-temannya yang masih merokok. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila istri pasien menghormati usaha pasien dengan terus memberi nasehat namun tidak memaksa pasien untuk langsung berhenti merokok dan mengawasi anak-anaknya agar tidak berada di sekitar pasien saat pasien sedang merokok. 3. Kesimpulan Usaha berhenti merokok bagi seseorang yang sudah lama merokok dalam jumlah banyak sebenarnya sangat sulit. Oleh karena itu sangat diperlukan beberapa factor yang dapat mendukung keberhasilan program ini, yaitu factor internal berupa tekad kuat dari diri sendiri. Sedangkan factor eksternal berupa dukungan dari

Audrey Budiono 07120080088

keluarga dan lingkungan tempat tinggal juga memegang peranan penting, karena dapat menimbulkan atau menghilangkan keinginan perokok untuk merokok. Apabila sudah ada tekad kuat dari diri sendiri, maka program ini akan lebih mudah dijalankan. Disinilah betapa pentingnya peran keluarga, lingkungan, serta petugas kesehatan. Keluarga yang mendukung penuh perokok untuk berhenti, lingkungan kerja dan tempat tinggal yang amu mengerti dan menghormati usaha perokok untuk berhenti, petugas kesehatan yang telah terlatih dalam menangani program berhenti merokok, dan juga negara yang lebih peduli terhadap masyarakat yang ingin berhenti merokok akan sangat membantu keberhasilan program ini. Kepedulian negara dapat dilaksanakan salah satunya dengan memasang tulisan bahaya merokok termasuk gambar penyakit yang diakibatkan rokok pada bungkus rokok.