Anda di halaman 1dari 15

Seismik Eksplorasi

Stratigrafi seismik dari cekungan busur simeulue


KELOMPOK 1
CUT PUTRI HANDAYANI 1104107010001 M. ZIKRILAH 1104107010002 T. ADLY 1104107010003 ARI YUSNANDA 1104107010004 EL ROI JONATHAN 1104107010005 YURDA MARVITA 1104107010006

Pengertian Busur Cekungan

Busur cekungan adalah unsur utama dari zona subduksi yang terbentuk akibat gabungan proses-proses yang terjadi pada tepian kerak samudera, tepian kerak benua dan proses penunjaman itu sendiri. Sebagai konsekuensi dari proses-proses tektonik tepian aktif, maka muncul ciri-ciri proses yang mungkin terjadi diantaranya, sesarsesar mendatar, sesar-sesar normal yang biasanya membentuk horst dan graben, serta intrusi membentuk tinggian menyerupai gunungapi namun di luar busur volkanik, tinggian dan cekungan busur muka seperti cekungan Simeulue-Sibolga. Busur cekungan berfungsi sebagai perangkap untuk sedimen yang berasal dari wilayah busur. Busur cekungan simeulue adalah salah satu dari beberapa cekungan pengendapan terletak dari Sumatera sampai Busur Sunda.

Regional Setting

Gambar merupakan batas sistem konvergen yang membentang lebih dari 5000 km dari Jawa selatan ke Burma di utara.
Keterangan gambar tektonik regional dari zona subduksi Sumatera. Zona Sesar Sumatera (SFZ), Zona Sesar Mentawai (MFZ), Patahan Batee (BF), Patahan Andaman Barat (WAF) dan deformasi depan. Panah abuabu menunjukkan pergerakan lempeng relatif berdasarkan NUVEL-1A (DeMets, 1994), panah hitam berdasarkan CGPS (Prawirodirdjo dan Bock, 2004)

Interpretasi Data Stratigrafi

Berdasarkan interpretasi seismik stratigrafi, umur sedimen pengisi cekungan ini relatif muda (Miocene) sehingga sedikit kemungkinan terjadi proses pematangan sebagai source rock hidrokarbon. Selain itu, tingkat pematangan (maturitas) batuan reservoar relatif rendah karena laju pengendapan di laut dalam relatif cepat. Demikian pula dengan kemungkinan proses pematangan diagenesa dari volcanic arc pengaruhnya relatif kecil karena jaraknya yang terlalu jauh.

Hasil review dan re-interpretasi lintasan-lintasan seismik yang memotong sub-cekungan Simeulue dengan menggunakan multi-chanel seismik (MCS) :

1. Sub-cekungan Simelue merupakan bagian dari cekungan Sibolga, bentuk cekungan nya symetri, terletak pada laut dalam dengan kedalaman laut antara 1.000-1.500 m, makin ke barat ketebalan sedimen makin tebal mencapai lebih dari 5.000 m.

2. Di sisi barat cekungan ini ditemukan sesar-sesar yang mengontrol aktifnya sesar-sesar tumbuh (growth fault) sehingga mengakibatkan deformasi kuat struktur batuan sedimen pada tepian cekungan.

3. Di bagian timur cekungan, ditemukan lamparan karbonat (Miocene) dan indikasi beberapa carbonate build-up Late-Miocene yang dapat berperan sebagai batuan reservoir hidrokarbon, namun belum dapat dipastikan adanya batuan dasar cekungan sebagai batuan sumber.
4. Batuan dasar cekungan diperkirakan berumur Paleo-Oligocene, walaupun tidak ditemukan control aktifitas magmatik (sebagai sumber pematangan thermal), kecuali di bagian timur mendekati daratan Sumatera kemungkinan dipengaruhi oleh aktivitas gunungapi dari busur volkanik. Gambar 5. Memperlihatkan pola anomali magnet yang mencerminkan bentuk pola batuan dasar subcekungan busur muka Simeuleu.

5. Interval antar lintasan survey yaitu > 20 km tidak dapat sertamerta mewakili seluruh kondisi cekungan sehingga korelasi antar lintasan dianggap masih terlalu jauh.

Peristiwa alam yang terjadi bersifat dinamis

PROSES TERJADINYA BANJIR

Cara Menanggulangi Banjir

Kesiapsiagaan dalam bencana banjir

SEKIAN TERIMA KASIH