Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS SENYAWA LIPID

ANALISIS SENYAWA LIPID Lipid adalah senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut dalam air, dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut nonpolar, seperti kloroform dan eter. Asam lemak adalah komponen unit pembangun pada hampir semua lipid. Asam lemak adalah asam organik berantai panjang yang mempunyai atom karbon dari 4 sampai 24. Asam lemak memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon nonpolar yang panjang. Hal ini membuat kebanyakan lipid bersifat tidak larut dalam air dan tampak berminyak atau berlemak (Lehninger 1 !2". Lipid se#ara umum dapat dibagi ke dalam dua kelas besar, yaitu lipid sederhana dan lipid kompleks. $ang termasuk lipid sederhana antara lain adalah% 1" trigliserida dari lemak atau minyak seperti ester asam lemak dan gliserol, #ontohnya adalah lemak babi, minyak jagung, minyak biji kapas, dan butter, 2" lilin yang merupakan ester asam lemak dari rantai panjang alkohol, #ontohnya adalah beeswax, sperma#eti, dan carnauba wax, dan &" sterol yang didapat dari hidrogenasi parsial atau menyeluruh fenantrena, #ontohnya adalah kolesterol dan ergosterol ('#y (e#h )n#y#lopedia 2**!". Lipid yang paling sederhana dan paling banyak mengandung asam lemak sebagai unit penyusunnya adalah triasilgliserol, juga sering disebut lemak, lemak netral, atau trigliserida. +enis lipid ini merupakan #ontoh lipid yang paling sering dijumpai baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan. (riasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan atau depot lemak pada sel tumbuhan dan hewan, tetapi umumnya tidak dijumpai pada membran. (riasilgliserol adalah molekul hidrofobik nonpolar, karena molekul ini tidak mengandung muatan listrik atau gugus fungsional dengan polaritas tinggi (Lehninger 1 !2". (riasilgliserol terakumulasi di dalam beberapa area, seperti jaringan adiposa, dalam tubuh manusia dan biji tanaman, dan triasilgliserol ini mewakili bentuk penyimpanan energi. Lipid yang lebih kompleks berada dekat dan berhubungan dengan protein dalam membran sel dan partikel subselular. +aringan yang lebih aktif mengandung lipid kompleks yang lebih banyak, #ontohnya adalah dalam otak, ginjal, paru,paru, dan darah yang mengandung konsentrasi fosfatida dalam jumlah tinggi pada mamalia ('#y (e#h )n#y#lopedia 2**!". (erdapat berbagai ma#am uji yang berkaitan dengan lipid yang meliputi analisis kualitatif maupun kuantitatif. -ji,uji kualitatif lipid diantaranya adalah sebagai berikut% 1. Uji Kelarutan Lipid -ji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun deri.at lipid terdahap berbagai ma#am pelarut. /alam uji ini, kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan larut. Hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama,sama nonpolar. 2. Uji Akrolein H012 H0 3 H22 H20 H20,2,02241 H0,2,02242

H20,2,0224& -ji kualitatif lipid lainnya adalah uji akrolein. /alam uji ini terjadi dehidrasi gliserol dalam bentuk bebas atau dalam lemak5minyak menghasilkan aldehid akrilat atau akrolein. 6enurut '#y (e#h )n#y#lopedia (2**!", uji akrolein digunakan untuk menguji keberadaan gliserin atau lemak. 7etika lemak dipanaskan setelah ditambahkan agen pendehidrasi (7H'24" yang akan menarik air, maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke dalam bentuk aldehid tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein (0H210H0H2" yang memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap putih. 8erikut reaksi yang terjadi pada uji akrolein% panas 7H'24 (rigliserida Akrolein 3. Uji Ketidakjenuhan Lipid -ji ketidakjenuhan digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diujiapakah termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi 9od Hubl. 9od Hubl ini digunakan sebagai indikator perubahan. Asam lemak yang diuji ditambah kloroform sama banyaknya. (abung diko#ok sampai bahan larut. 'etelah itu, tetes demi tetes pereaksi 9od Hubl dimasukkan ke dalam tabung sambil diko#ok dan perubahan warna yang terjadi terhadap #ampuran diamati. Asam lemak jenuh dapat dibedakan dari asam lemak tidak jenuh dengan #ara melihat strukturnya. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan ganda pada gugus hidrokarbonnya. 4eaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah ketika iod Hubl diteteskan ke asam lemak, lalu warna kembali lagi ke warna awal kuning bening. :arna merah yang kembali pudar menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak. . Uji Keten!ikan -ji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. /alam uji ini,diidentifikasi lipid mana yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. 6inyak yang akan diuji di#ampurkan dengan H0l. 'elanjutnya, sebuah kertas saring di#elupkan ke larutan floroglusinol. ;loroglusinol ini berfungsi sebagai penampak ber#ak. 'etelah itu, kertas digantungkan di dalam erlenmeyer yang berisi minyak yang diuji. 'erbuk 0a02& dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan segera ditutup. H0l yang ditambahkan akanmenyumbangkan ion,ion hidrogennya yang dapat meme#ah unsur lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. 7edua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida ('yamsu 2**<". ". Uji Salko#$ki untuk kole$terol -ji 'alkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. 7olesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan .olume yang sama ditambahkan asam sulfat. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau (=ramarsh 2**!". %. Uji Lie&er'an (u)hard -ji Lieberman 8u#hard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. =rinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke dalam #ampuran. 'ebanyak 1* tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroform (dari per#obaan 'alkowski". 'etelah itu, asam sulfat pekat ditambahkan.

(abung diko#ok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. 6ekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam #ampuran yang berisi kolesterol, maka molekul air berpindah dari gugus 0& kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi membentuk &,>,kolestadiena. =roduk ini dikon.ersi menjadi polimer yang mengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau. :arna hijau ini menandakan hasil yang positif (:ikiAnswers 2**!". 4eaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru,ungu dan akhirnya menjadi hijau tua.
Uji Kuantitatif Lipid Firestone dalam Schmidl dan Labuza (2000) dalam Fachri (2008)menyebutkan bahwa untuk menganalisa kandungan lemak dalam makanan dapat dilakukan dengan cara volumetris gravimetris dan kromatogra!i" #romatogra!i yang dapat dipakai seperti kromatogra!i gas ($%) kromatogra!i lapisan tipis (&L$) kromatogra!i ekslusi (S'$) kromatogra!i cairan (L$) dan kromatogra!i yang memiliki un(uk ker(a baik seperti )*+S'$ dan )*L$" #romatogra!i gas digunakan untuk melarutkan dan menghitung lipida seperti triasilgliserol dan turunan+ turunan F,-'" &L$ sangat sesuai untuk memisahkan ester kolestrol mono di triacylglycerols asam lemak bebas kolestrol dan !ospolipid" S'$ dan )*+S'$ digunakan untuk memisahkan produk hidrolitik oksidasi dan pemanasan lemak" Sedangkan )*L$ digunakan untuk memisahkan lipida non+volatil yang memiliki berat molekul tinggi" .ntuk menentukan kadar lemak total dalam makanan the /utrition and Labeling 'ducation membutuhkan tahapan sebagai berikut yaitu (0) hidrolisis dengan asam atau basa1 (2) ekstraksi dengan eter 1 dan (2) konversi asam lemak ke metil ester asam lemak (F,-') kemudian menghitung kadar F,-' dengan kromatogra!i gas" ,rtiss dkk (0388) menentukan kandungan lipida dengan menggunakan &L$ dan metode enzimatis" 'nzim yang digunakan adalah enzim hidrolase o4idase dan pero4idase dalam precursor chromogen" -etode ini sesuai untuk menentukan !ospolipida hewan (aringan tissue manusia dan !luida(Fachri 2008)"

1. *etode Anali$i$ Protein *etode Kjeldahl 6etode 7jeldahl dalam analisis kimia adalah metode yang digunakan untuk penentuan senyawa nitrogen se#ara kuantitatif dalam substansi kimia. 6etode ini dikembangkan oleh +ohan 7jeldahl pada tahun 1!!&. 'aat ini, metode 7jeldahl digunakan untuk menentukan kandungan pasti protein dalam makanan. 6etode ini terdiri atas pemanasan substansi dengan asam sulfat, dimana dekomposisi asam organik oleh oksidasi akan membebaskan nitrogen yang tereduksi sebagai amonium sulfat. =ada tahap ini kalium sulfat ditambahkan untuk meningkatkan titik didih dari 1? o0 menjadi 1! o0./ekomposisi kimia sampel menjadi lengkap ketika medium berubah menjadi bersih dan tidak berwarna (sangat gelap". Larutan kemudian disuling dengan natrium hidroksida (ditambahkan dalam jumlah yang sedikit" yang mengubah garam amonium menjadi amonia. +umlah amonia yang mun#ul (jumlah nitrogen yang mun#ul dalam sampel" ditentukan dengan #ara titrasi balik. =roduk akhir kemudian dia bil dan di#ampurkan bersama dengan asam borat. Amonia bereaksi dengan asam dan setelah itu dititrasi dengan natrium karbonat dan pH indikator yang digunakan adalah metil jingga.6etode 7jeldahl yang berkembang saat ini sudah terotomatisasi dan menggunakan katalis spesifik seperti merkuri oksida atau tembaga sulfat untuk memper#epat dekomposisi. 4eaksi yang terjadi adalah sebagai berikut% /egradasi% =rotein 3 H2'24 @ (AH4"2'24(aB" 3 022(g" 3 '22(g" 3 H22(g" =embebasan amonia% (AH4"2'24(aB" 3 2Aa2H @ Aa2'24(aB" 3 2H22(l" 3 2AH&(g" =erolehan amonia% 8(2H"& 3 H22 3 AH& @ AH43 3 8(2H"4C (itrasi 8alik% 8(2H"& 3 H22 3 Aa202& @ AaH02&(aB" 3

Aa8(2H"4(aB" 3 022(g" 3 H22 (ro'okre$ol 8romokresol hijau adalah pen#elup yang tergolong ke dalam triarilmetana dan sering digunakan sebagai indikator pH dan pewarna bagi jejak /AA pada elektroforesis gel agarose. 8romokresol dapat digunakan dalam bentuk asam bebas (padatan #oklat #erah" atau dalam bentuk garam natrium (padatan hijau tua". /alam larutan, kedua padatan tersebut mengion dan memberikan bentuk monoanionik yang berwarna kuning. 'elanjutnya monoanionik dideprotonasi pada pH tinggi untuk memberikan bentuk dianionik (biru" yang ditabilkan oleh resonansi. 8romokresol juga bias digunakan sebagai inhibitor protein transpor prostaglandin )2. 2. *etode +eduk$i Kar&ohidrat *etode So'o!,i-Nel$on 6etode Aelson5'omogyi merupakan yang terbaik bila digunakan untuk uji akti.itas enDim karena memberikan respon pewarnaan stoikiometri dengan oligosakarida homolog dengan berbagai derajat polimerisasi sehingga memberikan pengukuran yang benar dari ikatan,ikatan glikosida yang terpotong yang menunjukkan akti.itas enDimnya *etode .ollin Wu 6etode ini digunakan dalam analisis kuantitatif gula dalam darah.=rinsip pengukuran kadar glukosa darah dengan metode ;olin :u adalah ion kupri akan direduksi oleh gula dalam darah menjadi kupro dan mengendap menjadi 0u22. =enambahan pereaksi fosfomolibdat akan melarutkan 0u22 dan warna larutan menjadi biru tua, karena ada oksida 6o. /engan demikian, banyaknya 0u22 yang terbentuk berhubungan linier dengan banyaknya glukosa di dalam darah. ;iltrat yang berwarna biru tua yang terbentuk akibat melarutnya 0u22 karena oksida 6o dapat diukur kadar glukosanya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang ??* nm. .ehlin! ;ehling adalah salah satu metode reduksi yang digunkana untuk mengidentifikasi gula pereduksi. Eula reduksi adalah gula yang dapat mereduksi ;ehling menjadi tembaga oksida yang mengendap berwarna merah merah (ion kupri tereduksi menjadi ion kupro". Larutan ;ehling A mengandung ionkupri 0u'24, sedangkan ;ehling 8 mengandung #ampuran alkali (Aa2H dan 7Aa04H42?". Eula reduksi dengan alkali (;ehling 8" akan bereaksi membentuk enediol, kemudian enediol ini dengan ion kupri (;ehling A" membentuk ion kupro dan #ampuran asam,asam. 'elanjutnya ion kupro dalam suasana basa akan membentuk kupro hidroksidayang dalam keadaan panasa akan mendidih dan mengendap menjadi endapan kupro oksida (0u 22" yang berwarna merah bata (7uswurj 2** ". Da/tar Pu$taka ;a#hri A8. 2**!. Lemak dan minyak.http%55boyarieffa#gri.blogspot.#om5theFnatureFhasFtalked5LemakFdan Fminyak.htm G14 April 2** H. 7uswurj 4. 2** . =enentuan kadar gula tebu.http%55www.ris.ank.#om5tag5lane,eynon. Htm G1> April 2** H. reduksi nira

Lehninger AL. 1 !2. /asar,/asar 8iokimia +ilid 9. 6aggy (henawijaya, penerjemah. +akarta% )rlangga. (erjemahan dari%Principles of Biochemistry. =ramarsh. 2**!. (est for #holesterol. Gterhubung berkalaH. http%55www.planetayur.eda.#om5#holesterolFremedies. html. G1 /esember 2**!H.

'#y (e#h )n#y#lopedia. 2**!. A#rolein test. Gterhubung http%55www.answers.#om5topi#5a#roleinFtest. html. G& /esember 2**!H.

berkalaH.

'#y (e#h )n#y#lopedia. 2**!. Lipid. Gterhubung berkalaH. http%55www.answers.#om5library5'#iI2>2/(e#hI2*)n#y#lopedia,#id,4<2!?. html. G1 /esember 2**!H. 'yamsu +A. 2**<. =enyimpanan pakan ternak% tinjauan proses kimiawi dari mikrobiologi. Gterhubung berkalaH. http%jasmal.blogspot.#om52**<F12F*1Far#hi.e. html. G2 /esember 2**!H. :ikiAnswers. 2**!. :hat are the rea#tion in.ol.ed in Lieberman 8u#hard test. Gterhubung berkalaH. http%55wiki.answers.#om5J5:hatFareFtheFrea#tion in.ol.edFinFLiebermanF8u#hardFtest. html. G& /esember 2**!H.

UJI KUALITATIF LIPID

I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Lipid (Yunani, lipos = le ak! adala" segolongan besar sen#a$a tak larut air #ang terdapat di ala . Lipid %enderung larut dala pelarut organik seperti eter dan kloro&or . 'i&at inila" #ang e bedakann#a dari karbo"idrat, protein, asa nukleat, dan keban#akan olekul "a#ati lainn#a ((ilbra"a , )**+!. Le ak dan in#ak dite ui dala ke"idupan se"ari,"ari, #aitu sebagai entega dan le ak "e$an. -in#ak u u n#a berasal dari tu bu"an, %onto"n#a in#ak .agung, in#ak /aitun, in#ak ka%ang, dan lain,lain. (alaupun le ak berbentuk padat dan in#ak adala" %airan, keduan#a e pun#ai struktur dasar #ang sa a. Le ak dan in#ak adala" triester dari gliserol, #ang dina akan trigliserida. (0art, )*12! 3. Tu.uan Dala praktiku u.i kualitati& lipid ini, a"asis$a dapat engeta"ui dan elakukan u.i kelarutan dari suatu ba"an #ang ter asuk dala golongan lipid.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Lipid erupakan sen#a$a #ang dapat disarikan dari sel dan .aringan ole" pelarut organik tak polar. Lipid ini erupakan ko ponen tak larut air #ang berasal dari tu bu"an dan "e$an. 3a"an lipid #ang paling ban#ak terdapat pada .asad "idup adala" turunan gliserol. Le ak dan in#ak erupakan triester gliserol #aitu triasilgliserol (sering disebut trigliserida!. Le ak dan in#ak erupakan gliserol lipid #ang paling u u . Lipid adala" suatu sen#a$a organik ber in#ak atau berle ak. 'e%ara ki ia$i lipid adala" %a puran ester dari asa le ak dan gliserol ((ikipedia, +441! Lipida dikenal sebagai in#ak ( in#ak organik, bukan in#ak ineral atau in#ak bu i!, le ak dan lilin. Istila" 5lipida6 enga%u pada golongan sen#a$a "idrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob (tidak en#ukai air! #ang essensial dala en#usun struktur dan en.alankan &ungsi sel "idup. Karena lipid ter asuk non,polar, aka lipida %enderung untuk tidak larut dala pelarut polar, dala "al ini adala" air dan alko"ol. 7a un ada sedikit #ang dapat larut dala alko"ol, $alaupun alko"ol ter asuk dala pelarut polar. Lipida itu sen#a$a organik #ang ber in#ak #ang biasan#a dapat larut ole" pelarut non,polar #aitu kloro&or (808l 9!, eter, dan pelarut,pelarut "alogen lainn#a (Ketaren.', )*1:!. Lipid e pun#ai beberapa &ungsi diantaran#a adala" sebagai ko ponen struktural e bran, sebagai ba"an bakar, sebagai lapisan pelindung dan sebagai ;ita in dan "or on (-arto"arsono, )*1)!. Lipida dapat diklasi&ikasikan dengan beberapa %ara. 'e%ara tradisional lipida diklasi&ikasikan en.adi < golongan= a. >liserida dan asa le ak, ter asuk di dala n#a le ak dan in#ak b. Fos&olipida %. 'pingolipida d. >likolipida e. Terpenoid, ter asuk di dala n#a geta" dan steroida (Le"ninger, )*1+!. Le ak sa a dengan in#ak. ?rang #ang en#ebut le ak se%ara k"usus bagi in#ak nabati atau "e$ani #ang ber$u.ud padat pada su"u ruang. Le ak .uga biasan#a disebutkan kepada berbagai in#ak #ang di"asilkan ole" "e$an. Lepas dari $u.udn#a #ang trigliserida atau triagliserol, kedua istila" ini berarti triester (dari! gliserol ((ikipedia, +441!. Lipid tersusun atas asa le ak, biasan#a erupakan olekul tak ber%abang #ang engandung )@ sa pai ++ ato karbon. 'en#a$a ini "a pir selalu e pun#ai .u la" ato #ang genap. 3aik asa le ak .enu" aupun tidak .enu" dapat diperole" ke bali dari "idrolisis sen#a$a lipid ((est"e , )*<:!. Asa le ak .arang terdapat bebas di ala tetapi terdapat sebagai ester dala gabungan dengan &ungsi alko"ol. Karena asa le ak erupakan olekul tak ber%abang aka asa le ak pada u u n#a adala" asa onokarboksilat berantai lurus (Page. D', )*1)! Le ak erupakan trigliserida padat, sedangkan in#ak erupakan %airan pada su"u ka ar tertentu. 'uda" la/i untuk en#ebut se ua %airan organik kental sebagai in#ak. Le ak u u n#a bersu ber dari "e$an, sedangkan in#ak berasal dari tu bu"an. 3eberapa %onto" le ak dan in#ak adala" le ak sapi dan in#ak kelapa. Le ak adala" ester dari gliserol dengan asa ,asa karboksilat suku tinggi (Ketaren. ', )*1:!. Au us u u asa le ak adala" A.8??0 di ana A enun.ukkan suatu rantai "idrokarbon. 'etiap gugus B?0 dari gliserol bereaksi dengan B8??0 dari asa le ak e bentuk sebua" olekul le ak. 3erikut ini adala" reaksi kondensasi= ? 80+C?0 ? 80C?0 D 9 0C?C8CA 80+C?C 8 CA ? 80C?C 8 CA

80+C?0 ) olekul >liserol (Fessenden, )*1@!

9 olekul asa le ak

? 80+C?C 8 CA ) olekul le ak

'edangkan asa ,asa le ak #ang ). Asa le ak .enu"

en#usun lipid dapat dibagi

en.adi dua #aitu= le ak

Le ak #ang ber$u.ud padat lebi" ban#ak engandung asa le ak .enu". Asa .enu" #ang e pun#ai rantai karbon pendek e puna#i titik lebur #ang renda".

Aantai karbon .enu" iala" ikatan #ang tidak engandung ikatan rangkap. atau dengan kata lain, ato 8 pen#usun asa le ak tela" di.enu"i ole" ato 8 lain dan ato 0. 0 0 0 0 0 0 0 C8C8C8C8C8C8C8C 0 0 0 0 0 0 0 +. Asa le ak tidak .enu"

Asa le ak tidak .enu" dapat engandung satu ikatan rangkap atau lebi", le ak #ang ber$u.ud %air ( in#ak! ban#ak engandung asa le ak tidak .enu", isaln#a in#ak kelapa, in#ak kelapa sa$it, in#ak ka%ang, dan lain,lain. Asa le ak tidak .enu" e pun#ai titik %air #aitu lebi" renda" dibanding asa le ak .enu". 0 0 0 0 0 0 0 C8C8=8C8C8=8C8C 0 0 0 Asa le ak #ang tersebar paling erata dala ala , #aitu asa oleat, engandung satu ikatan rangkap. Asa oleat sendiri adala" Z,E*,oktadekenoat erupakan asa le ak tak .enu" #ang ban#ak dikandung dala in#ak /aitun. Asa ini tersusun dari )1 ato 8 dengan satu ikatan rangkap di antara ato 8 ke,* dan ke,)4. 'elain dala in#ak /aitun (<<,14F!, asa le ak ini .uga terkandung dala in#ak bunga ata"ari kulti;ar tertentu, in#ak raps, serta in#ak bi.i anggur. Au us ki ia asa oleat= 809(80+!28080(80+!2!8??0. Asa le ak ini pada su"u ruang berupa %airan kental dengan $arna kuning pu%at atau kuning ke%okelatan ((ikipedia, +441!. 3erikut ini a%a , a%a le ak dan in#ak #ang sering digunakan sebagai sa ple untuk engu.i kelarutan pada le ak = in#ak kelapa, in#ak sa$it, entega, s"ortening, dan argarine. -in#ak kelapa adala" in#ak #ang diperole" dari bua" kelapa #ang diola" terlebi" da"ulu en.adi santan dan ke udian di.adikan in#ak. 3erdasarkan kandungan asa le akn#a, in#ak kelapa digolongkan ke dala in#ak asa laurat, karena kandungan asa lauratn#a paling besar. 3erdasarkan kandungan asa le akn#a, in#ak kelapa digolongkan ke dala in#ak asa laurat.karena kandungan asa lauratn#a paling besar .ika dibandingkan dengan asa le ak lainn#a. 3erdasarkan tingkat ketidak.enu"ann#a dengan bilangan iod, aka in#ak kelapa engandung asa le ak .enu". 3erbeda dengan in#ak kelapa, in#ak kelapa sa$it erupakan le ak se i padat #ang e pun#ai ko posisi #ang tetap (Ketaren, )*1:!. '"ortening atau entega puti" adala" le ak atau %a puran #ang e iliki si&at plastisitas tertentu se"ingga a pu e buat akanan seperti roti dan kue" en.adi le but, s"ortening diperole" dari "asil pen%a puran dua a%a le ak atau lebi", atau dengan %ara "idrogenasi.

'edangkan entega erupakan suatu le ak, tetapi suatu ba"an pangan berle ak dala bentuk e ulsi water in oil dan ke dala n#a dita ba"kan ba"an,ba"an bukan le ak dala .u la" ke%il. -entega dibuat dengan .alan engo%ok kri #ang tela" dipasteurisasi. 3erikutn#a adala" argarine. -argarine ini erupakan "asil e ulsi air dala le ak (Ketaren, )*1:!.

III. METODE PRAKTIKUM


A. Alat , Tabung reaksi , Aak tabung reaksi , Pipet tetes , 8a$an petri , 8orong , 'patula , '"aker , Kertas saring , Tissue B. Bahan , Asa le ak G Asa ?leat , Le ak dan -in#ak= G -in#ak Kelapa G -in#ak 'a$it G Le ak 'api G '"ortening G -entega G -argarine , Pelarut= G AHuades G Alko"ol

G Iter G Kloro&or G Aseton

(808l9!

C. Prosedur er!a ). Pengu.ian kelarutan ba"an=

6asukan pelarut sebanyak 2 ml ke dalam tabung reaksi yang bersih

(ambahkan > tetes sampel per#obaan kedalam tabung reaksi yang sudah diisi pelarut

Eojog kuat,kuat (gunakan shaker"

Amati hasilnya

+. Pengu.ian residu pada ba"an #ang larut=

(uangkan sampel bahan yang telah larut ke dalam #awan petri dengan kertas saring

=anaskan #awan petri dengan pemanas air sampai kering, sehingga terdapat endapan atau residu

Amati hasilnya

I". HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Has#l Pen$a%atan

Pelarut A0uade$ Alkohol Eter Larut, ada residu Larut, ada residu Larut, ada residu Sa'pel A$a' 5leat (idak larut Larut, ada residu *in,ak (idak larut Larut Kelapa *in,ak (idak larut Larut, ada Sa#it residu Kloro/or' A$eton 1232l34 Larut, ada Larut, ada residu residu Larut Larut, ada residu Larut, ada Larut residu

Le'ak Sapi (idak larut (idak larut Shortenin! (idak larut Larut, ada residu *ente!a (idak larut Larut, ada residu *ar!arine (idak larut Larut, ada residu

(idak larut Larut, ada residu Larut, ada residu Larut, ada residu

(idak larut Larut, ada residu Larut, ada residu Larut, ada residu

(idak larut Larut, ada residu Larut, ada residu Larut, ada residu

B. Pe%&ahasan Pada praktiku ini dilakukan u.i kelarutan. Prinsip dari u.i kelarutan adala" kelarutan suatu /at ditentukan ole" nilai polaritasn#a #ang sa a. Dengan kata lain ditentukan ole" .enis ikatan polar dan non,polarn#a. Lipid erupakan sen#a$a #ang dapat disarikan dari sel dan .aringan ole" pelarut organik tak polar. Lipid ini erupakan ko ponen tak larut air #ang berasal dari tu bu"an dan "e$an. -in#ak dan le ak "an#a sedikit #ang dapat larut dala alko"ol, tetapi akan dapat larut se purna dala etil eter, karbon disul&ida dan pelarut "alogen. Ketiga .enis pelarut ini e iliki si&at non,polar sebagai ana "aln#a in#ak dan le ak netral. Kelarutan dari in#ak dan le ak ini dipergunakan sebagai dasar untuk engekstraksi in#ak atau le ak dari ba"an #ang diduga engandung in#ak. Ikatan #ang e pengaru"i kelarutan suatu ba"an Jdala" ikatan polar #aitu ikatan #ang ter.adi antara dua &ase #ang berbeda tetapi tidak en#atu. Ikatan non,polar #aitu ikatan antara dua &ase #ang berbeda dapat en#atu. Pelarut organik non,polar #ang digunakan dala praktiku ini adala"= kloro&or , eter, dan aseton. Kloro&or dan eter erupakan sen#a$a organik non,polar, se"ingga kloro&or dan eter dapat elarutkan le ak dan in#ak. Kloro&or adala" na a u u untuk trikloro etana (808l 9!. Kloro&or dan eter dikenal karena sering digunakan sebagai ba"an pe bius, eskipun keban#akan digunakan sebagai pelarut non,polar di laboratoriu atau industri. (u.udn#a pada su"u ruang berupa %airan, na un uda" enguap. AHuades ter asuk dala pelarut organik polar. ?le" karena itu sesuai dengan re&erensi, sa pel dala "asil per%obaan dan penga atan tidak ada #ang larut dala air. 'a pel #ang larut dala pelarut non,polar tersebut antara lain asa oleat, in#ak kelapa, in#ak sa$it, s"ortening, entega dan argarine. 'esuai dengan re&erensi, se"arusn#a le ak sapi dapat larut dala pelarut non,polar, akan tetapi dala "asil per%obaan dan penga atan le ak sapi tidak dapat larut dala pelarut non,polar ini karena ter.adi kesala"an #aitu le ak sapi suda" terkonta inasi atau teroksidasi dengan baik ole" oksigen, ole" %a"a#a atau ba"kan ole" ikroba dan karena penggunaan sa pel le ak sapi berlebi" se"ingga tidak dapat larut pada pelarut non,polar. 'a pel #ang dilarutkan dala alko"ol tern#ata dapat larut, ke%uali le ak sapi #ang pada pelarut organik non,polarpun tidak dapat larut. 'e ua sa pel ke%uali le ak sapi dapat larut dala alko"ol karena pada dasarn#a tela" di.elaskan sebelu n#a ba"$a alko"ol dapat elarutkan sedikit le ak dan in#ak karena alko"ol itu ter asuk pelarut se i,polar. 'e"ingga terdapat residu pada sa pel #ang larut dala alko"ol setela" dikeringkan karena ter.adi kelarutan #ang tidak se purna. 'e ua sa pel #ang tela" diu.i dan #ang dapat larut dala pelarut non,polar tern#ata setela" dipanaskan terdapat residu. 0al ini disebabkan karena adan#a kelarutan #ang tidak se purna dari asingB asing pelarut dan sa pel.

". PENUTUP

A. Kesi pulan G Lipida enga%u pada golongan sen#a$a "idrokarbon ali&atik non,polar dan "idro&ob. Karena non,polar, lipida tidak larut dala pelarut polar, seperti air atau alko"ol , tetapi larut dala pelarut nonpolar, seperti eter atau kloro&or . G Dari se ua sa pel #ang tela" diu.i, #ang dapat larut dala pelarut non,polar Jdala" asa oleat, in#ak kelapa, in#ak sa$it, s"ortening, entega, dan argarine.0an#a le ak sapi #ang tidak dapat larut pada se ua .enis pelarut.

DA'TAR PUSTAKA Fessenden, AJ dan Joan F. )*1:. Kimia Organik. Jakarta= Irlangga. 0art, 0arold. )*12. Kimia Organik. Jakarta= Irlangga. Ketaren, '. )*1:. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak. Jakarta= Uni;ersitas Indonesia. -arto"arsono, 'oe"arsono. )*1). Bokimia Jilid I. Yog#akarta= Uni;ersitas >ad.a" -ada. Page, D' dan A. 'oendoro. )*1*. Prinsip-prinsip Biokimia. Jakarta= Uni;ersitas Indonesia. (est"e and Jeske#. )*<:. Introductory Organic Chemistry. -% >ra$K0ill 3ook 8o pan# In%= 7e$ York. (ilbra"a , Anton# 8, dkk. )**+.Pengantar Kimia Organik dan Hayati.3andung= IT3.