Anda di halaman 1dari 2

Nama : Erna Juwita Sari Nim : 115080600111040 Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Populasi Fitoplangton Dalam satu dekade

dari sekarang diperkirakan kawasan-kawasan tropis di dunia akan menghadapi dampak perubahan iklim yang parah dan jauh lebih awal dibandingkan kawasan Arktik dan lainnya. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah Nature, yang terbit tanggal 9 Oktober 2013. Selama ini, banyak studi yang dirilis hanya menyoroti penderitaan vegetasi dan satwa sebagai akibat dari perubahan iklim ini. Untuk pertamakalinya, para peneliti menaruh dampaknya terhadap manusia, apa yang akan terjadi jika kota-kota di dunia mengalami iklim yang sangat ekstrem. Jika kondisi emisi karbon seperti saat ini, maka diperkirakan Asia Tenggara akan menjadi wilayah yang pertamakali mengalami cuaca ekstrem ini. Iklim sangat mempengaruhi dari persebaran flora dan fauna di suatu negara, perubahan iklim akan mempengaruhi keberadaan flora dan fauna baik dari segi jumlah maupun persebaran yang semakin berkurang. Iklim sendiri adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah dalam kurun waktu yang relatif lama. Sedangkan wilayah Indonesia, memiliki iklim tropis yang sangat dikenali melalui tumbuhan yang sangat besar dan selalu hijau sepanjang tahun. Oksigen merupakan zat yang sangat vital bagi makhluk hidup. Berkurangnya kadar oksigen berakibat menurunnya laju metabolisme makhluk hidup yang akhirnya dapat berdampak pada kematian. Semakin berkurangnya kadar oksigen dalam air menyebabkan penurunan populasi ikan-ikan kecil yang merupakan sumber pakan utama pesut. Penurunan kadar oksigen dapat disebabkan beberapa hal diantaranya pencemaran limbah industri oleh pabrik yang membuang limbahnya ke sungai Mahakam, limbah rumah tangga seperti buangan deterjen dan booming(eutrofikasi) fitoplankton ataupun tumbuhan gulma akibat dari sidementasi yang tinggi dengan membawa unsur hara yang sangat banyak sebagai dampak dari perubahan iklim.

Tumbuh pesatnya fitoplankton berkaitan erat dengan faktor nutrisi yang ada di lingkungannya. Secara umum fitoplankton membutuhkan nutrisi yang tergolong sebagai unsur makro dan unsur mikro. Adapun unsur makro meliputi kebutuhan akan nitrat dan phosphat sebagai dasar nutrien utama disamping unsur-unsur mikro trace element . Diyatakan, faktor kimia juga dapat menjadi faktor pembatas dalam pertumbuhan fitoplankton yaitu salinitas, pH, suhu dan CO2. Prakiraan iklim Planet Bumi yang dirilis oleh para ahli ini juga meliputi tingkat keasaman air laut, pola curah hujan yang baru dan kenaikan permukaan air laut.

RCP 8.5 adalah kondisi jika manusia membiarkan emisi karbon berjalan reguler seperti saat ini tanpa upaya pencegahan, dimana dampak perubahan iklim akan terjadi lebih awal. Sementara RCP 4.5 adalah kondisi dimana manusia melakukan pencegahan terhadap perubahan iklim secara berkelanjutan. Referensi Mongabay. 2013. Penelitian: Indonesia, Negeri Paling Awal di Dunia Akan Alami Dampak Ekstrem Perubahan Iklim. http://www.mongabay.co.id. Megawati, Linda. 2013. JURNAL PENGARUH FERMENTASI Actinobacillus sp. PADA KOTORAN SAPI SEBAGAI PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN Nannochloropsis sp. Surabaya. Universitas Airlangga