Anda di halaman 1dari 10

TUGAS INDIVIDU IKD 1

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI No. 1239/Menkes/SK/X1/2001 TENTANG REGISTRASI DAN PRAKTEK PERAWAT

D I S U S U N

OLEH: NAMA NIM : HAFSAH : NH0113090

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NANI HASANUDDIN MAKASSAR 2014

Latar Belakang Perawat sebagai tenaga professional bertanggung jawab dan berwenang memberikan pelayanan keperawanan secara mandiri dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan sesuai dengan kewenangannya, terutama terkait dengan lingkup praktik dan perawat. Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional melalui kerjasma bersifat kolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan jawabnya. asuhan Lingkup keperawatan sesuai lingkupwewenang dan perawat dalam tanggung praktik

kewenangan

keperawatan professional meliputi sistem klien (individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat) dalam rentang sehat dan sakit, sepanjang daur kehidupan. Untuk penerapan praktik keperawatan tersebut perlu ketetapan (legislasi) yang mngatur hak dan kewajiban perawat yang terkait, dengan pekerjaan profesi. Legislasi dimaksudkan untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat, dan perawat. Dalam rangka perlindungan hukum tersebut, perawat perlu diregistrasi, disertifikasi dan memperoleh ijin praktik (lisensi). Departemen Kesehatan RI dan telah Praktik mengeluarkan Perawat, Kepmenkes ini No perlu 1239/2001 tentang Registrasi Ketetapan

dijabarkan lebih lanjut, maka Direktorat Pelayanan Keperawatan bekerjasama dengan Bagian HUKMAS Departemen Kesehatan dan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyusun petunjuk pelaksanaan Kepmenkes No 1239/2001 yang meliputi hak, kewajiban dan wewenang, tindakan keperawatan, persyaratan praktik keperawatan, mekanisme pembinaan dan pengawasan. Adapun tujuan dari pedoman ini adalah : Sebagai panduan bagi pemerintah Kabupaten/kota, organisasi profesi (PPNI) dan pihak-pihak terkait untuk mengatur pelaksanaan praktik keperawatan. Sebagai pedoman bagi perawat untuk melaksanakan praktik keperawatan. Keputusan Registrasi dan Menteri Praktik Kesehatan Perawat. No. 1239/Menkes/SK/X1/2001 Menteri Kesehatan tentang Nomor

Keputusan

1239/Menkes/SK/XI/2001 (selanjutnya disebut Kepmenkes 1239/2001) berlaku bagi seluruh perawat di Indonesia. Kepmenkes 1239/2001 aspek legal atau berisi ketentuan prosedur registrasi yang harus dilakukan oleh perawat, baik yang akan melakukan praktik perawat perorangan/kelompok maupun yang tidak berpraktik (bekerja di sarana pelayanan kesehatan, dengan berstatus sebagai pegawai). Perawat yang bermaksud untuk menjalankan praktik keperawatan baik

perorangan maupun kelompok harus mengajukan permohonan kepada pejabat berwenang, yang dalam hal ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dengan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.Permohonan tersebut diterima atau ditolak harus disampaikan oleh pejabat berwenang kepada pemohon selambatnya satu bulan sejak permohonan diterima. Permohonan yang diterima harus segera diikuti dengan pemberian Surat Ijin Praktik Keperawatan, sedangkan permohonan yang ditolak pejabat yang berwenang harus memberikan alasan penolakan. Kewenangan pembinaan dan pengawasan terhadap praktik

keperawatan dan pekerjaan keperawatan berada pada Organisasi Profesi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Majelis Disiplin atau Majelis Pembinaan dan Pengawasan Etika Pelayanan Medis. Pedoman lebih lanjut bagi perawat untuk menerapkan kompetensi Jenderal keperawatannya Pelayanan berdasarkan Direktorat Kepmenkes Pelayanan

1239/2001,

Direktorat

Medik,

Keperawatan, Departemen Kesehatan mengeluarkan Petunjuk Pelaksanaan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1239/Menkes/SK/XI/2001 tentang

Registrasi dan Praktik Perawat. Dalam juklak tersebut ditentukan tindakantindakan yang harus dan boleh dilakukan oleh perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan dan pelayanan kesehatan, baik perawat yang

menjalankan tugasnya pada sarana pelayanan kesehatan maupun perawat yang melakukan praktik keperawatan.

BAB I PEMBAHASAN HAK, KEWAJIBAN DAN KEWENANGAN PERAWAT

Dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan secara optimal sesuai tujuan Pembangunan Kesehatan perlu adanya keseimbangan hak dan kewajiban antara pemberi jasa pelayanan kesehatan dengan kepentingan masyarakat/individu atau perorangan sebagai penerima pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan, tenaga perawat memberikan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan klien/pasien disarana kesehatan, khusus di pelayanan rumah sakit perawat selalu berada di dekat pasien selama 24 jam, melakukan kegiatan keperawatan penugasannya dibagi atas 3 shif jaga yaitu pagi, sore, dan malam. Dengan semakin meningkatnya pendidikan dan kesadaran masyarakat sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan terhadap hukum, maka tata tertib hukum dalam pelayanan keperawatan memberikan kepastian hukum kepada perawat, pasien dan sarana kesehatan. Kepastian hukum berlaku untuk pasien, perawat sesuai dengan hak dan kewaiiban masing-masing. Hak dan kewajiban perawat harus dilaksanakan secara seimbang. Berdasarkan hal tersebut perawat harus dapat mengantisipasi keadaan yang diinginkan oleh pasien dengan meningkatkan profesionalisme sebagai seorang perawat serta memahami hak kewajibaa serta kewenangannya. Untuk melindungi tenaga perawat akan adanya tuntutan dari klien/pasien perlu ditetapkan dengan jelas apa hak, kewajiban serta kewenangan perawat, agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan tugasnya serta memberikan suatu kepastian hukum, perlindungan hukum bagi tenaga perawat. A. HAK Hak perawat dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut ; 1. Memperoleh perlindungan hukum yang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi 2. Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya 3. Mendapat perlakuan adil dan jujur oleh Pimpinan sarana kesehatan, klien/pasien dan atau keluarganya 4. Menerima imbalan jasa pelayanan keperawatan yang telah diberikan 5. Mendapat hak cuti dan hak kepegawaian lainnya sesuai peraturan yang berlaku 6. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal sampai jenjang spesialisasi. 7. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan nonformal

8. Menjaga hak privasi personal sebagai seorang perawat 9. Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan secara rutin 10. Menuntut jika nama baiknya dicemarkan oleh klien/pasien atau tenaga kesehatan lainnya 11. Menolak pihak lain yang memberi anjuran atau permintaan tertulis untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang-undangan, standar profesi dan kode etik profesi 12. Mendapat informasi yang jujur dan lengkap dari klien/pasien atas palayanan keperawatan yang diberikan 13. Dilibatkan secara aktif dalam penyusunan/penetapan kebijakan sesuai pengembangan kesehatan di sarana kesehatan. 14. Memperoleh kesempatan mengembangkan karier sesuai bidang profesinya di sarana kesehatan. B. KEWAJIBAN 1. Perawat wajib memiliki : a. Surat Ijin Perawat (SIP) sebagai bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan keperawatan di seluruh wilayah Indonesia b. Surat Ijin Kerja (SIK) sebagai bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk melakukan praktek keperawatan disarana kesehatan c. Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP) sebagai bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik perawat perorangan / kelompok 2. Perawat wajib menghormati hak pasien Hak pasien yang meliputi :, a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit b. Pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur c. Memperoleh pelayanan keperawatan dan asuhan yang bermutu sesuia dengan standar profesi keperawatan tanpa diskriminasi d. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit e. Meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion), terhadap penyakit yang dideritanya, sepengetahuan dokter yang menangani. f. Privacy dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya g. Mendapat informasi yang meliputi: - penyakit yang dideritanya - tindakan medik apa yang hendak dilakukan - kemungkinan penyulit sebagai akibat tindakan tersebut dan tindakan untuk mengatasinya. - alternatif terapi lainnya beserta resikonya - Prognosa penyakitnya

- Perkiraan biaya pengobatan/rincian biaya atas penyakit yang dideritanya h. Menyetujui/memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh perawat sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. i. Menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. j. Hak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis k. Hak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya. l. Hak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit m. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap dirinya n. Hak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual o. Hak didampingi perawat/keluarga pada saat diperiksa dokter 3. Perawat wajib merujuk kasus yang tidak dapat ditangani yang meliputi : a. Dalam aspek pelayanan / asuhan keperawatan merujuk ke anggota perawat lain yang lebih tinggi kemampuan dan atau pendidikannya b. Dalam aspek masalah kesehatan lainnya merujuk ke tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi, farmasi dan lain-lain) 4. Perawat menyimpan rahasia pasien sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku meliputi : a. Menyimpan dan memelihara rekam medis pasien sesuai SOP atau peraturan yang berlaku di sarana kesehatan b. Merahasiakan : - Identitas pasien, catatan medik - Diagnosa penyakit 5. Perawat wajib memberikan informasi kepada pasien/keluarga yang sesuai batas kewenangan perawat yang meliputi: a. Tindakan keperawatan yang akan dilakukan b. Persiapan untuk pemeriksaan/ tindakan c. Tata tertib dan peraturan yang berlaku di sarana kesehatan d. Perkiraan biaya pelayanan e. Rencana tindak lanjut (discharge planning) 6. Meminta persetujuan setiap tindakan yang akan dilakukan oleh perawat sesuai dengan kondisi pasien baik secara tertulis maupun secara lisan 7. Mencatat semua tindakan keperawatan (dokumentasi asuhan keperawatan) secara akurat sesuai peraturan dan SOP yang berlaku 8. Mematuhi standar profesi dan kode etik perawat Indonesia dalam melaksanakan praktik profesi keperawatan

9. Meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan IPTEK keperawatan dan kesehatan 10. Melakukan Pertolongan darurat yang mengancam jiwa pasien sesuai batas kewenangan dan SOP 11. Melaksanakan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat 12. Mentaati semua peraturan perundang-undangan 13. Mengumpulkan angka kredit profesi dalam rangka memenuhi persyaratan untuk memperoleh SIK ulang dan SIPP 14. Menjaga hubungan kerja yang baik antara sesama perawat maupun dengan anggota tim kesehatan lainnya C. KEWENANGAN 1. Pengertian Kewenangan perawat adalah hak dan otonomi untuk melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan kemampuan, tingkat pendidikan dan posisi di sarana kesehatan 2. Kewenangan perawat Kewenangan perawat adalah melakukan asuhan keperawatan meliputi pada kondisi sehat dan sakit mencakup : a) Askep pada perinatal b) Askep pada neonatal c) Askep pada anak d) Askep pada dewasa e) Askep pada maternitas 3. Sasaran Individu Keluarga Kelompok Masyarakat 4. Kewenangan dalam melaksanakan praktik keperawatan a. Melaksanakan pengkajian dasar kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di sarana kesehatan. b. Pengkajian lanjutan pada individu, keluarga, kelompok, masyarakat di sarana kesehatan c. Melaksanakan analisis data adalah untuk merumuskan diagnosa keperawatan lanjutan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di sarana kesehatan d. Merencanakan tindakan keperawatan sederhana dan kompleks pada individu, keluarga, masyarakat di sarana kesehatan e. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai tingkat kesulitan Tindakan keperawatan dasar pada kategeri I, II, III, IV Tindakan keperawatan kompleks pada kategori I, II, III, IV

f. Melakukan penyuluhan kesehatan meliputi : Menvusun program penyuluhan dengan metode sederhana kepada individu, keluarga, kelompok, masyarakat Melakukan penyuluhan kepada individu, keluarga, kelompok, masyarakat g. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada individu kelompok, keluarga dan masyarakat. h. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian wewenang/tugas i. limpah berdasarkan kemampuannya. Melakukan tindakan di luar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku/ standing orderdisarana kesehatan.

j.

Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga yang kompeten, perawat berwenang melaksanakan tindakan kesehatan di luar kewenangannya. k. Melakukan evaluasi keperawatan Melaksanakan evaluasi keperawatan sederhana pada masyarakat. Melaksanakan evaluasi keperawatan kompleks pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di sarana kesehatan 5. Definisi Operasional 1 Keadaan luar biasa untuk kepentingan nasional. 2 Keadaan darurat yang mengancam jiwa seorang pasien adalah Kondisi pasien berdasarkan kriteria kegawatan medis 3 Standar profesi adalah Pedoman yang harus digunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara baik yang meliputi standar pelayanan, standar praktek, standar pendidikan dan standar kompetensi 4 Angka kredit adalah Satuan angka kredit prefesi sebagai bukti telah mengikuti kegiatan pendidikan dan kegiatan ilmiah lain yang dipersyaratkan oleh organisasi profesi 5 Daerah terpencil adalah Daerah yang sulit dijangkau baik dari segi transpontasi maupun geografi yang ditetapkan oleh Depdagri Kompetensi berdasarkan kewenangan melakukan praktik keperawatan dibagi atas: a. Kompetensi mandiri yaitu kemampuan perawat professional melakukan praktik keperawatan professional sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. b. Kompetensi delegasi yaitu kemampuan yang didelegasikan dari perawat professional kepada perawat vokasional dan kemampuan yang didelegasikan dari tenaga medis kepada perawat-perawat.

c. Kompetensi diperluas yaitu kemampuan perawat professional untuk melakukan tindakan tertentu setelah yang bersangkutan mendapatkan pelatihan dan pengalaman khusus. Kewenangan perawat sesuai uraian Kepmenkes 647/2000 pasal 15 yaitu melaksanakan asuhan keperawatan, tindakan keperawatan, melaksanakan asuhan keperawatan, pelayanan tindakan medik berdasarkan permintaan tertulis. Untuk dapat memberikan asuhan keperawatan di sarana kesehatan, tingkat kemampuan dan kewenangan perawat dapat berupa koordinasi maupun pemberi asuhan keperawatan. 1. Koordinator - Mengkoordinir seluruh pelayanan keperawatan - Mengatur tenaga keperawatan yang akan bertugas mengembangkan system pelayanan keperawatan - Memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan. 2. Pemberian Pelayanan Kesehatan (Provider) Memberikan pelayann keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan terhadap individu, keluarga, kelompok dan masvarakat. 3. Pendidik Memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga yang beresiko tinggi, kader kesehatan dan lain-lain. 4. Pengelola Mengelola (merencanakan, mengorganisasi, menggerakan dan mengevaluasi) pelayanan keperawatan baik langsung maupun tidak langsung dan menggunakan peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan keperawatan komunitas. 5. Konselor Memberikan konseling/bimbingan kepada klien, keluarga dan masyarakat tenkang masalah kesehatan sesuai prioritas. 6. Pembela Klien (Advocat) Melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan keperawatan. 7. Peneliti Melakukan penelitian untuk mengembangkan mutu pelayanan keperawatan.

BAB II PENUTUP A. Kesimpulan Perawat sebagai tenaga professional bertanggung jawab dan berwenang memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenangannya, terutama terkait dengan lingkup praktik dan wewenang perawat. Dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan secara optimal sesuai tujuan pembangunan kesehatan perlu adanya keseimbangan hak dan kewajiban antara pemberi jasa pelayanan kesehatan dengan kepentingan masyarakat/individu atau perorangan sebagai penerima pelayanan kesehatan. Berdasarkan hal tersebut perawat harus dapat mengantisipasi keadaan yang diinginkan oleh pasien dengan meningkatkan profesionalisme sebagai seorang perawat serta memahami hak kewajiban serta kewenangannya. B. Saran Berdasarkan isi di atas diharapkan pada seorang perawat harus mempunyai kemampuan untuk meningkatkan profesionalisme keperawatan, diantaranya : Perawat mampu memahami kewenangan dan menerapkan kompetensinya Perawat mampu melaksanakan kewenangan dan kompetensinya tersebut Memahami hak dan kewajiban perawat Selain hal-hal di atas perawat dalam memberikan pelayanan keperawatannya dalam lingkungan kerja / sarana kesehatan juga harus mempunyai acuan yang jelas yang telah tercantum dalam undang-undang dan peraturan yang berlaku.