Anda di halaman 1dari 12

EKONOMI TEKNIK

ANALISIS EKONOMI DAN SUMBER DANA PROYEK

OLEH : ANSAR SUYUTI


1

Analisis Finansial
Dalam analisis finansial proyek dilihat dari sudut badan atau orang yang menanam modalnya dalam proyek atau yang berkepentingan langsung dalam proyek. Dalam analisis ini yang diperhatikan adalah hasil untuk modal/saham (equity capital) yang ditanam dalam royek. Hasil finansial sering disebut "private returns". Analisis ini penting artinya dalam memperhitungkan rangsangan (incentive) bagi mereka yang turut serta dalam mensukseskan pelaksanaan proyek. Sebab tidak ada gunanya melaksanakan proyek yang menguntungkan dilihat dari sudut perekonomian sebagai keseluruhan, jika mereka yang menjalankan kegiatan produksi tidak bertambah baik keadaannya. Yang perlu diperhatikan dalam analisis finansial adalah waktu didapatkannya hasil (returns). Negara dapat mengadakan investasi dalam suatu proyek yang menguntunkan jika dilihat dalam jangka waktu dua puluh tahun, tetapi dalam waktu lima tahun yang pertama belum meberikan hasil sama sekali. Tetapi dari seorang pengusaha swasta tidak dapat diharapkan untuk mengadakan investasi dalam proyek-proyek semacam itu, karena dalam jangka waktu lima tahun pertama ia sudah akan kehabisan modal.

ANSAR SUYUTI, MM,MT

Analisis Ekonomi
Dalam analisis ekonomi proyek dilihat dari sudut perekonomian sebagai keseluruhan. Dalam analisis ini yang diperhatikan adalah hasil total atau produktivitas atau keuntungan yang diperoleh dari semua sumber yang dipakai dalam proyek untuk masyarakat atau perekonomian sebagai keseluruhan, tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber-sumber tersebut dan siapa dalam masyarakat yang menerima hasil proyek tersebut. Hasil ini disebut "the sosial return atau economic return" bagi priyek. Bagi orang-orang yang menentukan kebijaksanaan (policy makers), yang penting adalah mengarahkan penggunaan sumber-sumber yang langka kepada proyek-proyek yang dapat memberikan hasil yang paling banyak bagi perekonomian sebagai keseluruhan; artinya, yang menghasilkan "sosial returns" atau "economic returns" yang paling tinggi.

ANSAR SUYUTI, MM,MT

Alasan kenapa analisis ekonomi dilakukan

Ketidak sempurnaan pasar (termasuk didalamnya berbagai distorsi yang timbul karena peraturan pemerintah). Contoh yang bisa dijumpai adalah adanya pengendalian harga (termasuk pengendalian suku bunga kredit), proteksi, kedudukan monopoli, dan sebagainya. Adanya pajak dan subsidi. Pajak berarti pendistribusian sebagaian kekayaan konsumen (dalam hal pajak penjualan) atau perusahaan (dalam pajak penghasilan) ke pemerintah. Adanya pajak penghasilan akan mengurangi protabilitas proyek di mata perusahaan, tetapi meningkatkan kekayaan pemerintah. Berlakunya konsep consumers surplus dan producers surplus . Pada saat terjadi penambahan supply karena adanya suatu proyek, maka mungkin sekali terjadi penurunan harga. Bagi perusahaan yang melaksanakan proyek tersebut, harga yang relevan tentu saja harga yang baru (yang lebih rendah dari harga yang lama karena terjadi penurunan harga).

ANSAR SUYUTI, MM,MT

Perbedaan penilaian kedua analisis


1. Harga Dalam analisis ekonomi selalu dipakai harga bayangan (shadow prices atau accounting prices), ialah harga yang menggambarkan nilai sosial atau nilai ekonomi yang sesungguhnya bagi unsur-unsur biaya maupun hasil, sedang dalam analisis finasial selalu dipakai harga pasar. 2. Biaya Dala analisis ekonomi biaya input proyek adalah manfaat yang hilang (the benefit foregone) bagi perekonomian karena input itu dipakai dalam proyek, atau " opportunity cost" bagi input. 3. Penbayaran Transfer
a. Pajak. Dalam analisis ekonomi pembayaran pajak tidak dikurangkan/dikeluarkan dari mamfaat proyek. Pajak adalah bagian dari hasil neto proyek yang diserahkan kepeda pemerintah untuk digunakan bagi kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan, dan oleh karenanya tidak dianggap sebagai biaya. b. Subsidi. Subsidi menimbulkan persoalan dalam penghitungan biaya suatu proyek. Subsidi ini sesunguhnya adalah suatu pembayaran transfer dari masyarakat kepada proyek, sehingga 1. dalam analisis finansial, sebsidi mengurangi (menurunkan)biaya proyek, jadi menambah mamfaat proyek. 2. Dalam analisis ekonomi harga pasar harus disesuaikan untuk menghilankan pengaruh subsidi. Jika subsidi ini menurunkan harga barang-barang input, maka besarnya n subsidi harus ditambahkan pada harga pasar barang-barang input tersebut. c. Bunga. Dalam analisis ekonomi bunga modal tidak dipisahkan atau dikurangkan dari bruto. Dalam analisis finansial diadakan perbedaan antara : 1. bunga yang dibayarkan kepada orang-orang dari luar yang meminjamkan uangnya kepada proyek. Bunag ini dianggap sebagai biaya, sedang pembayaran kembali hutang dari luar proyek dikurangkan dari hasil bruto sebelum didapatkan arus mamfaat. 2. bunga atas modal proyek tidak dianggap sebagai biaya, karena bunga merupakan bagian dari "financiasl returns" yang diterima oleh modal proyek.
ANSAR SUYUTI, MM,MT 5

KEBUTUHAN DAN SUMBER DANA


Kebutuhan Dana untuk Aktiva Tetap aktiva tetap berwujud
Tanah dan pengembangan lokasi
Biaya ini termasuk harga tanah, biaya pendaftaran, pembersihan, penyiapan tanah, pembuatan jalan ke jalan yang terdekat, pemagaran dan sebagainya.

Bangunan dan perlengkapannya


Ini termasuk bangunan untuk pabrik, bangunan untuk administrasi, gudang, pembangkit tenaga, pos-pos keamanan, jasa-jasa arsitektur, dan sebagainya.

Pabrik dan mesin-mesin


Ini merupakan komponen terbesar dari investasi. Termasuk didalamnya adalah biaya pembangunan pabrik, harga mesin, baiya pemasangan, biaya pengangkutan, suku cadang dan lain sebagainya.

Aktiva tetap lainnya


Ini termasuk perlengkapan angkutan dan material handling, perlengkapan untuk penelitian, perlengkapan kantor dan sebagaianya.

Aktiva tetap tidak berwujud


Aktiva tidak berwujud
Misalnya patent, lisensi, pembayaran "lumpsunt" untuk penggunaan teknologi, engineering fees, copyright, goodwill dan sebagainya.

Biaya-biaya pendahuluan
Biaya ini terdiri dari biaya untuk studi pendahuluan, penyiapan pembuatan laporan studi kelayakan, survey pasar, dan sebagainya.

Biaya-biaya sebelum operasi


Ini adalah biaya-biaya yang dikeluarkanoleh perusahaan sebelum berproduksi secara komersial. Komponen yang utama adalah biaya penarikan tenaga kerja, biaya pelatihan, beban bunga, biaya-biaya selama masa produksi percobaan.
ANSAR SUYUTI, MM,MT 6

Tabel kebutuhan aktiva tetap


TAHUN 1 Rp. $ Aktiva Tetap Berwujud Tanah dan pengembengan lokasi Bangunan Pabrik dan mesin-mesin Aktiva tetap berwujud lain Aktiva tetap tidak berwujud Aktiva tidak berwujud Biaya pendahuluan Biaya sbelum operasi Total TAHUN 2 Rp. $ TAHUN 3 Rp. $

ANSAR SUYUTI, MM,MT

Contoh perhitungan modal kerja


Misalkan perusahaan akan memperoduksi sebanyak 72.000 unit dalam satu tahun. Produksi perbulan diperkiran stabil selama tahun tersebut. Biaya perunit untuk membuat 72.000 unit tersebut diperkirakan sebagai berikut : Biaya bahan mentah Rp. 1.000,Biaya tenaga kerja 300,Biaya pabrik tidak langsung 400,---------------------Biaya produksi Rp. 1.700,Harga jual Rp. 2.500,Biaya produksi perbulan, untuk membuat 6.000 unit adalah sebagai berikut : Biaya bahan mentah Rp. 6.000.000,Biaya tenaga kerja 1.800.00,Biaya pabrik tidak langsung 2.400.000,-------------------------Total biaya Rp. 10.200.000,Misalkan bahwa tahap-tahap operasi adalah sebagai berikut : Tahap bahan mentah 3 bulan Tahap barang dalam proses 1 bulan Tahap barang jadi 1 bulan Tahap dalam piutang 2 bulan

ANSAR SUYUTI, MM,MT

investasi bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi, dan piutang
Input Priode (bulan) Bahan Mentah Barang Dalam proses Barang Jadi Piutang Total

A. Bahan mentah - Persediaan - Pada barang dalam proses - Pada barang jadi - Pada piutang

3 1 1 2

18 6 6 12 42

B. Tenaga Kerja - Pada barang dalam proses - Pada barang jadi - Pada piutang C. Biaya Pabrik Tidak Langsung - Pada barang dalam proses - Pada barang jadi - Pada piutang

1/2 1 2

0,9 1,8 3,6 6,3

1/2 1 2

1,2 2,4 4,8 8,4

D. Laba Kotor

2 18 8,1 10,2

9,6 30,0

9,6 66,3
9

ANSAR SUYUTI, MM,MT

Insvestasi bahan .. lanjutan


Misalkan perusahaan mengiinginkan persediaan suku cadang sebesar Rp. 6.000.000,- dan persediaan kas untuk berjagajaga sebesar Rp. 5.000.000,- maka kebutuhan modal kerjanya adalah : Rp. 66.300.000,- + Rp.6.000.000,- + Rp.5.000.000,- = Rp. 77.300.000, Dari contoh di atas terlihat bahwa besar kecilnya kebutuhan modal kerja tergantung dari lama keterikatan dana dan volume kegiatan produksi
ANSAR SUYUTI, MM,MT 10

Sumber-sumber dana yang utama


Modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan Saham biasa atau saham preferen (yang juga merupakan modal sendiri) yang diperoleh dari penerbitan saham di pasar modal Obligasi, yang diterbitkan oleh perusahaan dan dijual di pasar modal.
Obligasi Biasa Obligasi dengan suku bunga mengambang (floating rate Obligasi Tanpa Bunga (zero coupon bonds). Obligasi Konversi (convertible bonds).

Kredit Bank, baik kredit investasi maupun non-investasi. Leasing (sewa guna), dari lembaga keuangan non bank Project Finance

ANSAR SUYUTI, MM,MT

11

ANSAR SUYUTI, MM,MT

12