Anda di halaman 1dari 2

Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik

dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanarn modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. (psl 1 angka 1 uu 25 2007 bila kita melihat kedua de!inisi diatas maka dapat dipastikan setiap kebi"akan !iskal mampu mempengaruhi penanaman modal (in#estasi insentif pajak dan daya saing investasi adalah sebuah paket kebijakan yang bersifat memberi kemudahan baik dalam soal perizinan, pajak, kepabeanan, suku bunga dan lain-lain. Hal tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya produksi, biaya modal dan meningkatkan daya saing. emikiran tersebut realistis, mengingat jika investasi berjalan baik, industri berkembang, menyerap tenaga kerja, daya beli rakyat meningkat, dan dari mereka akan mengalir pembayaran pajak. !e"ara tidak langsung penduduk miskin dapat dikurangi, melalui pemanfaatan pajak oleh berbagai institusi# departemen lain. $ontoh dari insentif pajak itu dapat berupa

pemberian kelonggaran yang berbentuk ta$ holiday (pembebasan pa"ak dan keringanan pa"ak. %engadakan a!s&hri!#ing (penghapusan Pemberian penge&ualian ' penge&ualian Pemberian pengurangan ' pengurangan (ompensasi ' kompensasi.

Di rezim perpajakan terdahulu kita mengenal salah satu instrumen kebijakan fiskal adalah uang fiskal yang dinyatakan %o"hmat !oemitro bah&a uang fiskal itu bukan merupakan pungutan pajak yang berdiri sendiri melainkan merupakan pembayaran di muka PPh yang dapat diperhitungkan dengan pajak penghasilan / pajak pendapatan. 'alu, pada saat ini kebijakan uang fiskal tersebut dihapuskan sehingga bisa dilihat bah&a dengan hal tersebut mendorong investasi dalam bidang penerbangan Internasional dan dari pengahpusan uang fiskal tersebut daya beli masyarakat terkait kebutuhan berpergian ke luar negeri meningkat sesuai dengan apa yang telah diramalkan dalam teori kebijakan fiskal diatas