Anda di halaman 1dari 3

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TABU MAKANAN Tabu adalah tindakan untuk menghindari apa yang diyakini berbahaya secara supranatural, sedangkan tabu makanan adalah tindakan untuk menghindari makanan tertentu berdasarkan penjelasan sebab akibat yang bersifat supranatural (Sanjur, 1982). Hal tersebut kadang susah dijelaskan secara rasional. Tabu makanan biasanya dikelompokkan berdasarkan tahapan kehidupan. Masing-masing berbeda jenis maupun makna spiritual yang tersembunyi di dalamnya. Selain itu, masing-masing daerah mempunyai tabu yang berbeda untuk diterapkan pada masyarakatnya, walaupun terkadang dengan semakin moderen masyarakat, tabu tersebut banyak yang sudah dilupakan dan dilanggar oleh penganutnya.

B. CONTOH TABU MAKANAN DI PAPUA Anak-anak kecil tidak boleh makan daging kus-kus pohon, hal ini dipercaya bahwa anak tersebut nantinya selalu sakit-sakit, atau suka cengeng/menangis Selain itu, wanita saat hamil tidak boleh makan telur ikan, karena akan membawa kesusahan pada anak tersebut ketika lahir

C. PENGERTIAN TAKHAYUL PADA MAKANAN Takhayul adalah kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap ada, padahal sebenarnyua tidak ada. Dan takhayul pada makanan ialah kepercayaan terhadap sesuatu yang mistis atau yang aneh yang akan muncul ketika mengkonsumsi makanan yang dipercaya didaerah tersebut, yang sebenarnya tidak ada.

SOSIOLOGI ANTROPOLOGI GIZI

Page 1

D. CONTOH TAKHAYUL MAKANAN DI PAPUA Wanita saat menstruasi tidak boleh mengkonsumsi daging segar, pisang, atau buah berwarna merah. Jika melanggarnya, maka orang terdekatnya, terutama suami akan menjadi sakit atau mungkin meninggal.

E. KEPERCAYAAN MASYARAKAT PAPUA TERHADAP MAKANAN Mereka meyakini babi sebagai status symbol bagi si pemilik. Babi sangat disakralkan di Papua, peristiwa penting seperti memakan babi biasanya dikaitkan dengan upacara keagamaan, pembakaran mayat,

perkawinan, dll. Selain babi, kepercayaan terhadap makanan sagu, masyarakat Papua sering mengkonsumsi sagu yang menjadi makanan pokok bagi masyarakat Papua. Mereka percaya bahwa sagu merupakan makanan leluhur dan asala mula dari kehidupan mereka, sagu juga dipercaya dapat menambah stamina dan vitalis bagi kaum lelaki.

F.

ADAT KEBIASAAN MAKANAN MASYARAKAT PAPUA Masyarakat papua biasanya memngkonsumsi babi guling, pinang, sagu, papeda. Bahkan sagu dijadikan sebagai makanan pokok oleh masyarakat Papua. Masyarakat Papua juga sering mengkonsumsi pinang. Pinang biasanya dijadikan sebagai alat perkenalan, karena mereka kerap saling memberikan buah pinang kepada sesame papua dan suku lainnya sekalipun tidak saling mengenal. Selain itu, ketika syukuran rumah baru mereka lebih suka menyediakan makanan seperti sereh, batata dan makanan-makanan yang sering ditemui dihutan.

SOSIOLOGI ANTROPOLOGI GIZI

Page 2

G. TIMBULNYA TABU MAKANAN Timbulnya tabu terhadap makanan dikarenakan kebiasaan dan kepercayaan masyarakat didaerah tersebut tentang makanan tertentu yang dianggap tabu untuk dimakan, tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang makanan atau gizi yang kurang. Sehingga masyarakat tidak paham tentang kandungan dan fungsi yang sebenarnya dari makanan tersebut

H. TABU MAKANAN DITINJAU DARI ASPEK GIZI Tabu atau pantangan terhadap makanan jika dilihat dari aspek gizi ialah semua ma,kanan yang dianggap tabu atau dilarang banyak yang tidak sesuai dengan ilmu gizi. Misalnya perempuan yang sedang haid dilarang mengkonsumsi daging segar, pisang, atau buah berwarna merah, karena keluarga terdekat akan meninggal terutama suami jika perempuan tersebut mengkonsumsinya. Hal ini sangat tidak logis, karena yang mengkonsumsi itu perempuannya dan yang meninggal adalah suaminya, ini sangat tidak masuk akal. Dan makanan yang dilarang tersebut bukan makanan yang beracun, akan tetapi makanan tersebut mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh Dimasyarakat Papua, berbagai jenis makanan mempunyai nilai social. Mereka sering mengkonsumsi bahan makanan yang mempunyai nilai social tertentu yang dianggap sesuai dengan tingkat social mereka dan hal ini seringkali tidak sesuai dengan nilai gizi makanan. Makanan yang bernilai gizi tinggi, diberi nilai social rendah atau sebaliknya.

SOSIOLOGI ANTROPOLOGI GIZI

Page 3