Anda di halaman 1dari 15

Pertemuan KE II Laporan dan Analisis Keuangan Drake (2007) mendefinisikan analisis keuangan sebagai suatu seleksi (selection), evaluasi

(evaluation), dan interpretasi (interpretation) atas data keuangan, serta menghubungkan dengan informasi lain yang dimaksudkan untuk membantu pengambilan keputusan investasi dan keuangan. Analisis keuangan ini dapat bermanfaat untuk kepentingan internal sebagai alat evaluasi kinerja pekerja, efisiensi operasi, dan kebijakan kredit; serta untuk kepentingan eksternal dalam mengevaluasi potensi investasi dan keamanan kredit bagi peminjam ataupun kepentingan lain. Metode analisis Laporan keuangan Contoh Soal:

Menurut Van Horne:Sistem Pembelanjaan yang baik Current ratio harus berada pada batas 200% dan Quick Ratio berada pada 100%. Adapun yang tergabung dalam rasio ini adalah : a. Current Ratio (Rasio Lancar) Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yangdimiliki, Current Ratio dapat dihitung dengan rumus : Current Ratio = Aktiva Lancar Hutang Lancar Contoh : Current Ratio Pada PT XYZ Medan adalah sebagai berikut (dalam Rupiah): Tahun 2005 : = 1,04 Tahun 2006 : = 1,05 Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, untuk tahun 2005 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. 1,04. untuk tahun 2006 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh Rp.1,05 aktiva lancar. b. Quick Ratio ( Rasio Cepat ) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid . Quick Ratio dapat dihitung dengan rumus yaitu : Quick Ratio = Aktiva Lancar Persediaan Hutang Lancar c. Cash Ratio ( Rasio Lambat) Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan diBank. Cash Ratio dapat dihitung dengan Rumus yaitu : Cash Ratio = Cash + Surat Berharga Hutang Lancar 2. Ratio Rentabilitas Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. yang termasuk dalam ratio ini adalah : a. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor) Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu : Gross Profit Margin = Laba kotor Penjualan Bersih

1. Analisis Vertikal apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Analisa vertikal ini disebut juga sebagai metode analisa yang stastis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangannya. Contoh:

2. Analisis Horizontal Analisa horizontal adalah analisa dengan mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, seingga akan diketahui perkembangannya. Metode horizontal ini disebut juga metode analisa dinamis. (Tahun Sekarang-tahun dasar/tahun dasarX 100%). RASIO KEUANGAN Halim et al. (2011) menyebutkan rasio keuangan merupakan ukuran statistik terkait dengan dua angka dari laporan laba rugi, neraca, atau keduanya. Rasio Keuangan dapat dikategorikan sebagai a. Rasio likuiditas (liquidity ratios) : digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (obligation) jangka pendeknya dan menentukan waktu serta cakupan tindakan yang diperlukan. b. Rasio profitabilitas (profitability ratios): digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian (return) investasi perusahaan atau laba dari operasi. c. Rasio aktivitas (activity ratios) Digunakan untuk mengindikasikan seberapa efektif penggunaan dan pembagian aset perusahaan serta berapa kali dalam setahun persediaan dihabiskan. d. Rasio pengungkit (leverage ratios) : digunakan untuk mengindikasi pengembangan yang diekspos perusahaan atas risiko keuangannya. Formulasi Rasio Keuangan 1. Ratio Likuiditas (Liquidity Ratio) Merupakan Ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang hutang jangka pendek (short time debt)

b. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan Rumus yaitu : Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak Penjualan Bersih c. Earning Power of Total investment Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. . Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu : Earning Power of Total investment = Laba Sebelum Pajak Total aktiva d. Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen.

Rasio ini dapat dihitung dengan rumus Return on Equity = Laba Setelah Pajak Ekuitas Pemegang Saham 3. Rasio Aktivitas

yaitu

Rasio Efetivitas digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumberdaya yang dimiliki. Rasio Aktivitas diantaranya adalah :

4. Ratio Solvabilitas Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah : a. Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas) Merupakan Perbandingan antara hutang hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya . Rasio ini dapat dihitung denga rumus yaitu : Total Debt to equity Ratio = Total Hutang Ekuitas Pemegang Saham b. Total Debt to Total Asset Ratio ( Rasio Hutang terhadap Total Aktiva ) Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu: Total Debt to Total Asset Ratio = Total Hutang Total Aktiva c. Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang Rasio ini mengukur tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditor jangka panjang . Disamping itu juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh pinjaman baru dengan jaminan aktiva tetap. Semakin tinggi rasio ini semakin besar jaminan dan kreditor jangka panjang semakin aman atau terjamin dan semakin besar kemampuan perusahaan untuk mencari pinjaman. Rumus perhitungannya : Total Aktiva Tetap Total Hutang Jangka Panjang

Total Assets Turnover

Total Assets Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang diinvesasikan untuk menghasilkan revenue. Rumusnya sebagai berikut : Total Assets Turnover = Penjualan Bersih/Total Aktiva

Receivable Turnover

Receivable Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang tertanam dalam piutang yang berputar pada suatu periode tertentu. Rumusnya sebagai berikut : Receivable Turnover = Penjualan Kredit / Piutang Rata-rata

Average Collection Period

Average Collection Period digunakan untuk mengukur periode ratarata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang (dalam satuan hari). Jika menghasilkan angka yang semakin kecil menunjukan hasil yang semakin baik. Rumusnya adalah sebagai berikut : Average Collection Period = (Piutang Rata-rata x 360)/Penjualan Kredit

Inventory Turnover

Inventory Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan yang berputar pada suatu periode tertentu, atau likuiditas dari persediaan dan tendensi adanya overstock. Rumusnya sebagai berikut : Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan Ratarata

Average Days Inventory

Average Days Inventory digunakan untuk mengukur periode (hari) rata-rata persediaan barang dagangan berada di gudang perusahaan. Rumusnya sebagai berikut : Average Days Inventory = (Persediaan Rata-rata x 360 )/Harga Pokok Penjualan

Working Capital Turnover

Working Capital Turnover digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja (netto) yang berputar pada suatu periode siklus kas (cash cycle) yang terdapat diperusahaan, dihitung dengan rumus berikut : Working Capital Turnover = Penjualan Bersih / (Aktiva Lancar Kewajiban Lancar) Hitunglah: Rasio likuiditas, Profitabilitas, aktivitas, dan Leverage (solvabilitas) dari soal di atas.

Pertemuan ke III Arus kas dan Perencanaan Keuangan Arus Kas Menurut PSAK No.2 Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku). Aspek penting dalam perhitungan arus kas: depresiasi (alokasi biaya historis atas aset-aset tetap pada akhir waktu). Depresiasi untuk tujuan pajak ditentukan dengan menggunakan sistem pemulihan biaya percepatan yang dimodifikasi (MACRS). Nilai suatu aset yang dapat didepresiasi adalah biaya penuh, termasuk pengeluaran untuk instalasi. Berlakunya suatu aset dapat didepresiasi: berakhirnya periode waktu suatu aset didepresiasi. Metode Depresiasi Untuk tujuan pelaporan keuangan, metode depresiasi meliputi: garis lurus, saldo penurunan-ganda, jumlah-angka tahun. Contoh: Suatu Mesin senilai 30 juta memiliki usia ekonomis 3 tahun tanpa nilai sisa. Metode Garis lurus Tahun Depresiasi 1 1/3 x 30 = 10 juta 2 1/3 x 30 = 10 juta 3 1/3 x 30 = 10 juta 30 juta Metode Double Declining Balance (2/n x nilai buku) Tahun Depresiasi 1 2/3 x 30 = 20 juta 2 2/3 x 10 = 6,7 juta 3 Sisa = 3,3 juta 30 juta Metode Sum of the years Digits: n(n+1)/2 Tahun Depresiasi 1 3/6 x 30 = 15 juta 2 2/6 x 30 = 10 juta 3 1/6 x 30 = 5 juta 30 juta Untuk tujuan pajak, aset dalam 4 kelas, kelas kekayaan MARCS didepresiasi dengan metode saldo menurun ganda (200%), menggunakan ketentuan setengah tahun & pemberlakuan garis lurus ketika berlebih. Persentase yang mendekati (direntetkan terhadap persen keseluruhan terdekat) dihapus setiap tahun bagi 4 klas2 kekayaan pertama. Persentase depresiasi untuk n-tahun klas aset ditentukan selama n+1 tahun. Persentase Depresiasi yang Berkelanjutan dengan Tahun Pemulihan Menggunakan MACRS untuk 4 Klas Kekayaan Pertama

Contoh: Suatu mesin senilai 30 juta dikategorikan sebagai depresiasi menurut MACRS: Investasi 3 tahun. Tahun Depresiasi 1 33% x 30 = 9,9 juta 2 45% x 30 = 13,5 juta 3 15% x 30 = 4,5 juta 4 7 % x 30 = 2,1 Juta 30 juta Mengembangkan Laporan Arus Kas

Arus kas perusahaan dibagi 3:


Arus operasi: arus kas masuk & keluar yang secara langsung berhubungan dengan penjualan & produksi produk & jasa perusahaan. Arus investasi: arus kas yang berkaitan dengan pembelian & penjualan aset-aset tetap & invstasi ekuitas dalam perusahaan lain. Arus pembelanjaan: dihasilkan dari transaksi2 pembelanjaan utang & ekuitas.

Klasifikasi Arus Masuk & Arus Keluar Kas o Arus masuk (sumber) kas: penuruan dalam aset, kenaikan dalam kewajiban, keuntungan bersih setelah pajak, depresiasi & beban nonkas lainnya, & penjualan saham. o Arus keluar (penggunaan) kas: penaikan dalam aset, penurunan dalam kewajiban, kerugian bersih, pembayaran dividen, & pembelian kembali atau penarikan saham. Penyiapan Laporan Arus kas Laporan arus kas selama periode tertentu dikembangkan menggunakan laporan laba rugi selama periode tsb., bersama dengan neraca awal & akhir periode. Semua arus kas masuk (+), semua arus kas keluar (-). Laporan arus kas digunakan untuk menilai apakah perkembangan yang terjadi berlawanan dengan kebijakan perusahaan. Arus Kas Operasi (OCF) OCF: arus kas yang dihasilkan dari operasi normal, memproduksi & menjual output barang atau jasa. OCF = NOPAT (net operating profits after taxes) + Depresiasi. NOPAT = EBIT x (1-T). OCF = [EBIT x (1-T)] + Depresiasi. Contoh: Penjualan 1,6 juta Biaya Operasi Tunai (0,6 juta) Depresiasi (0,2 juta) EBIT 0.8 Juta Biaya Bunga (0,1 Juta) EBT 0,7 Juta Pajak (34%) (0,238 Juta) EAT 0,462 juta OCF = (0,8 x (1-0,34)) + 0,2 = 0,728 Arus Kas Bebas (CFC) FCF: jumlah arus kas yang tersedia bagi para investor (para kreditor & para pemilik). FCF = OCF NFAI NCAI. NFAI = Perubahan dalam aset tetap bersih + Depresiasi. NCAI = Perubahan dalam aset lancar Perubahan dalam (AP + accruals).

PROSES PERENCANAAN KEUANGAN Perencanaan keuangan : aspek penting atas operasi perusahaan karena menyediakan peta jalan untuk mengarahkan, mengoordinasi, & mengendalikan tindakantindakan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Dua aspek penting proses perencanaan keuangan: o Perencanaan kas: penyiapan anggaran kas. o Perencanaan keuntungan: penyiapan laporan-laporan pro forma. PROSES PERENCANAAN KEUANGAN Proses perencanaan keuangan: perencanaan keuangan jangka panjang (strategis). Perencanaan jangka panjang digunakan sebagai formulasi pedoman perencanaan & anggaran jangka pendek atau operasi. Rencana-rencana & anggaran-anggaran jangka pendek mengimplementasikan tujuan-tujuan strategis jangka panjang. Perencanaan-perencanaan Keuangan Jangka Panjang (Strategis) Perencanaan jangka panjang: tindakan-tindakan & antisipasi keuangan yang direncanakan perusahaan yang berpengaruh atas tindakan-tindakan tsb. selama periode 2 10 tahun. Perencanan jangka panjang mempertimbangkan usulan pengeluaran untuk asset-aset tetap, aktivitas-aktivitas R&D, tindakan-tindakan pengembangan pemasaran & produk, struktur modal, & sumber-sumber pembelanjaan utama Perencanaan-perencanaan Keuangan Jangka Pendek (Operasi). Perencanaan-perencanaan keuangan jangka pendek menspesifikkan tindakan-tindakan keuangan jangka pendek & antisipasi dampak tindakan-tindakan ini (1-2 tahun). Input kunci: taksiran penjualan & berbagai bentuk data operasi & keuangan. Output kunci: jumlah anggaran operasi, anggaran kas, & laporan keuangan pro forma. PERENCANAAN KAS: ANGGARAN KAS Anggaran kas, atau taksiran kas: laporan arus masuk & arus keluar kas yang direncanakan perusahaan. Anggaran kas dirancang meliputi periode 1 tahun, dibagi ke dalam interval waktu yang lebih kecil (biasanya berbasis bulanan). Input kunci: taksiran penjualan. Taksiran penjualan berdasar pada analisis data eksternal, data internal, atau kombinasi dari keduanya. Taksiran Penjualan 1. Taksiran eksternal: berdasar pada penga-matan hubungan antara penjualan perusa-haan & indicator-indikator ekonomi eksternal kunci. 2. Taksiran internal: konsensus taksiran penjualan melalui saluran-saluran penjualan perusahaan. 3. Kombinasi data taksiran eksternal & internal untuk membuat taksiran penjualan akhir. Menyiapkan Anggaran Kas Komponen anggaran kas: Penerimaan kas: semua arus kas masuk per-usahaan selama periode keuangan tertentu. Komponen penerimaan kas: penjualan kas, pengumpulan AR, & penerimaan kas lainnya.

Format Umum Anggaran Kas

Pengeluaran kas: semua pengeluaran kas oleh perusahaan selama periode keuangan tertentu. Komponen pengeluaran kas: 10 rek. Depresiasi & beban nonkas lain tidak termasuk dalam anggaran kas.

Menyiapkan Anggaran Kas Arus kas bersih perusahaan ditemukan dengan mengurangkan pengeluaran kas dari peneri-maan kas dalam setiap periode. Langkah berikutnya: tambahkan kas awal dengan arus kas bersih perusahaan untuk menentukan kas akhir setiap periode. Langkah terakhir: mengurangkan saldo kas minimum yang dikehendaki dari kas akhir untuk menemukan pembelanjaan total yang dibutuhkan atau saldo kas berlebih. Evaluasi Anggaran Kas Anggaran kas mengindikasikan apakah kekurangan atau surplus kas diharapkan dalam setiap bulan yang ditutup dengan taksiran tsb. Pada umumnya pada saat terjadi kekurangan kas perusahaan diasumsikan pertama akan menjual surat2 berharga & kemudian meminjam dengan utang wesel jika pembelanjaan tambahan dibutuhkan Memasukkan Ketidakpastian dalam Anggaran Kas Dua cara memasukkan ketidakpastian dalam anggaran kas: Menyiapkan beberapa anggaran kas berdasarkan taksiran pesimistik, paling dikehendaki, & optimistik. Dengan menggunakan beberapa anggaran kas, berdasar skenario yang berbeda, akan memberika manager keuangan perasaan risiko dari berbagai macam alternatif. Analisis ini disebut analisis skenario. perencanaan keuntungan: laporan-perencanaan pro forma Laporan-laporan pro forma: laporan laba rugi & neraca yang diproyeksikan, atau ditaksir. Dua input yang dibutuhkan untuk menyiapkan laporan-laporan pro forma: o Laporan-laporan keuangan selama tahun sebelumnya. o Taksiran penjualan selama tahun mendatang. MENYIAPKAN LAPORAN LABA RUGI PRO FORMA Metode paling sederhana: metode-persen-penjualan. Metode tsb. menaksir penjualan & kemudian menghitung berbagai macam item laporan laba rugi sebagai persentase atas penjualan yang diproyeksikan. Persentase yang digunakan seperti persentase penjualan untuk item-item itu pada tahun sebelumnya. Kelemahan metode ini: asumsi bahwa semua biaya-biaya & bebanbeban perusahaan variabel. MENYIAPKAN NERACA PRO FORMA Semua rekening neraca diestimasi sebagai persentase yang kaku terhadap penjualan. Pendekatan yang lebih baik & populer adalah pendekatan penyesuaian, yang mana perusahaan mengestimasi nilai rekening neraca tertentu & menggunakan pembelanjaan eksternalnya sebagai bilangan penyeimbang, atau penyambung. EVALUASI LAPORAN2 PRO FORMA Letak kelemahan metode persentase penjualan dalam penyusunan laporan-laporan pro forma:

o o

Kondisi keuangan perusahaan masa lalu adalah indikator yang akurat di masa mendatang. Variabel-variabel tertentu dapat dipaksa untuk mengambil nilai-nilai tertentu yang dikehendaki.

PV

= Rp7.500.000

Pertemuan Ke IV & V NILAI WAKTU UANG Nilai waktu uang merupakan konsep sentral dalam manajemen keuangan. Pemahaman nilai waktu uang sangat penting dalam studi manajemen keuangan. (time value of money concept) merupakan konsep yang dipahami sebagian besar orang di dunia. Teorinya: uang yang ada sekarang lebih tinggi nilainya dibandingkan jumlah yang sama dimasa depan. Sebagai contoh: uang sejumlah Rp 6.000,00 sekarang dapat membeli satu liter beras kualitas sedang. Namun, uang sejumlah tersebut diatas tidak dapat membeli satu liter beras pada tahun depan, mungkin 0,9 liter. Disini terlihat bahwa secara kualitas, nilai uang tergerus seiring dengan jalannya waktu. Tergerusnya nilai uang tersebut disebut sebagai inflasi. 1. FUTURE VALUE (NILAI MASA DEPAN) Merupakan nilai dimasa mendatang dari uang yang ada sekarang. FV = Ko (1 + r) ^n atau FV = Ko (FVIFr,n) Keteragan : FV = Future Value / Nilai Mendatang Ko = Arus Kas Awal r = Rate / Tingkat Bunga ^n = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n) Contoh: Amin menginvestasikan uang sebesar Rp 1 juta ke dalam usaha Ayam bakar yang menghasilkan suatu tingkat keuntungan 20% per tahun, tingkat keuntungan ini tetap selam 5 tahun. Diasumsikan pula andi menginvestasikan kembali seluruh keuntungannya pada usaha ini. Berapa uang andi 5 tahun mendatang? FV = 1.000.000 (FVIF20%,3) FV = 1.000.000 (2,49) FV = 2.490.000 Atau FV = 1.000.000 (1 + 0,2)5 FV= 1.000.000 (2.49) pembulatan dari 2.48832 FV = 2.490.000 Soal: PT. Jaya Finance menjamin bahwa harga jeep yang baru selalu sebesar $20,000 dan anda ingin membelinya tetapi uang anda hanya $7,752. berapa tahun investasi yang anda butuhkan agar uang anda $20,000 , jika tingkat bunga majemuk 9%/Tahun. 2. PRESENT VALUE (NILAI SEKARANG) adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang. Present value bisa dicari dengan menggunakan rumus future value atau dengan rumus berikut ini : PV = FV PV FVn N i
(+)

= Rp7.500.000 = Rp7.500.000 ( 0.422) = Rp3.165.000 Atau dengan rumus PV = FV (PVIFr,n) PV = Rp7.500.000 (PVIF9%,10) = Rp7.500.000 ( 0.422) = Rp3.165.000 Soal: Perusahaan Harus membayar pokok Pinjaman sebesar Rp 10.000.000 pada 5 tahun mendatang. Berapakah present value jika tingkat keuntungan investasi adalah 10 %. Dan suku bunga ini tetap 5 tahun mendatang. 3. ANNUITAS Annuity adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Anuitas : Anuitas biasa Anuitas dengan pembayaran di akhir periode (Annuity Ordinari) Anuitas jatuh tempo Anuitas dengan pembayaran diawal periode (annuity due) Persamaan Anuitas Biasa (Annuity Ordinari) : a. Future Value FVn = PMT. { Dengan FVn = Nilai masa depan dengan anuitas di akhir ke n (Future Value Annuity Ordinary) PMT = pembayaran anuitas yang disimpan atau diterima Di akhir tiap tahun n = Jumlah tahun berlangsungnya anuitas r = Tingkat diskonto tahunan (bunga) Rumus dengan menggunakan Tabel: FVn = PMT (FVIFA i,n) Contoh: Fran Abrams wishes to determine how much money she will have at the end of 5 years if she chooses annuity A, the ordinary annuity. She will deposit $1,000 annually, at the end of each of the next 5 years, into a savings account paying 7% annual interest. Future Value Annuity Ordinary? FV3 = 1.000 (FVIFA 7%, 5) = 1.000 (5.751) =$5,751 Soal: To calculate the future value of the annuity, we have to calculate the future value of each cash flow. Let's assume that you are receiving $1,000 every year for the next 5 years, and you invested each payment at 5%. b. Present value Rumus dengan menggunakan Tabel: PVA = PMT (PVIFA i,n) Contoh: Braden Company, a small producer of plastic toys, wants to determine the most it should pay to purchase a particular ordinary annuity. The annuity consists of cash flows of $700 at the end of each year for 5 years. The firm requires the annuity to provide a minimum return of 8%. Present Value of an ordinary annuity? PVA = 700 (PVIFA 8%,5) PVA = 700 (3,993) PVA = 2,975
[ 1+ 1 }

1 (1+0.09)10 1 2.3674

atau

PV = FV (PVIFr,n)

= nilai sekarang jumlah uang di masa depan = nilai masa depan investasi di akhir tahun ke-n = jumlah tahun hingga pembayaran diterima = tingkat diskonto (bunga) tahunan

Ilustrasi Berapa nilai sekarang dari Rp 7.500.000 yang diterima 10 tahun kemudian jika diskontonya 9%?

Soal: Suppose that you are offered an investment that will pay you $1,000 per year for 10 years. If you can earn a rate of 9% per year on similar investments, how much should you be willing to pay for this annuity? Persamaan Anuitas jatuh tempo (Annuity due) : a. Future Value FVn(due) = atau FVn(due) = PMT (FVIFA i,n) (1+i) b. Present Value PVn(due) = PMT (PVIFA i,n) (1+i) Contoh:
[ 1+ 1 PMT. { }x

singkat periode compounding, semakin menguntungkan penabung atua investor, karena bunga segera diterima dan dapat diinvestasikan kembali. FVn = PV (1 +kNom/m)m.n atau Dimana: kNom = suku bunga nominal/tahun m = berapa kali bunga dibayar dalam 1 tahun n = periode (dalam tahun) Untuk present value:

(1+r)

PV

FVn (1 k Nom/ m ) m.n

Santoso menabung Rp 1 juta dengan bunga 10% per tahun. Bunga tabungan yang diperoleh tidak pernah diambil. Berapa future value tabungan Santoso pada akhir tahun ke-2, jika bunga dibayarkan setiap semester? Bunga tabungan Periode Calculate the present Value and Future Value of the annuity assuming that is an ordinary annuity Case A. FVn(due) = 12,000 (FVIFA 7%,3) (1+7%) FVn(due) = 12,000 (3.215) (1.07) FVn(due) = $41,280.6 PVn(due) = 12,000 (PVIFA 7%,3) (1+7%) FVn(due) = 12,000 (2.624) (1.07) FVn(due) = $33.692.2 4. PERPETUITY Perpetuity adalah anuitas yang berlangsung sampai periode waktu tak terhingga dengan demikian pembayaran (PMT) dari suatu perpetuity adalah tak terhingga jumlahnya. Di hitung dengan rumus: PV (perpetuity) = PMT/i Dimana: PMT = Payment i = suku bungan atau tingkat diskonto perlu dicatat bahwa PMT dan i harus sama periode waktunya jika PMT setiap tahunan, i juga suku bunga pertahun. Jika PMT setiap bulanan, i harus suku bunga per bulan. Contoh:
Ross Clark wishes to endow a chair in finance at his alma mater. The university indicated that it requires $200,000 per year to support the chair, and the endowment would earn 10% per year

FV

= 10% per 6 bulan = 2 tahun (2) = 4 periode semesteran = 1.000.000 (FVIF, 5%, 4) = 1.000.000 (1,22) = 1.220.000

Effective Annual Rate Adalah tingkat suku bunga yang menghasilkan nilai yang sama dengan penggandaan (compounding) secara tahunan atau tingkat suku bunga tahunan yang benar-benar dinikmati oleh investor EAR = ( 1 + rNom / m )m 1 Contoh:
Fred Moreno wishes to find the effective annual rate associated with an 8% nominal annual rate when interest is compounded (1) annually ; (2) semiannually ; and (3) quarterly . Substituting these values into Equation 5.17, we get:

Soal: Prof. Dr. Drs. Ir. Pintar Bonget, MBA, M.Sc. menerima royalty buku karangannya sebesar Rp 10.000.000/tahun. Diasumsikan penerimaan ini tetap dan berlangsung terus hingga turun temurun (buku ini laku terus sepanjang masa). Berapakah present value dari royalty buku ini jika opportunity cost sang professor 10% dan tidak berubah sepanjang tahun. 5. PERIODE COMPOUNDING / DISCOUNTING TIDAK TAHUNAN compounding / discounting tidak selalu tahunan tetapi dapat harian, mingguan, bulanan, atau tengah tahunan. Semakin

PV = PMT/i PV = $200,000/0.1 PV = $2.000.000,-

Soal: Bunga tabungan 12% per tahun, bunga dibayar setiap tiga bulan, maka EAR-nya adalah: 6. Hutang Yang Teramortisasi Amortisasi hutang adalah hutang yang dibayar kembali dalam jumlah yang sama secara periodik dari waktu ke waktu (contohnya: cicilan kredit motor, KPR) Jumlah setiap pembayaran, yaitu PMT, dicari dengan menggunakan rumus: PVA = PMT (PVIFA, r, n) maka:

PMT

PVA PVIFA (r , n)

Jarot membeli secara kredit sebuah handphone seharga Rp 1 juta dengan bunga kredit sebesar 6% per tahun. Bunga dihitung dari saldo hutang kredit (hutang yang masih tersisa). Berapa besar

angsuran tahunan yang harus dibayar Jarot selama 3 tahun, apabila cicilan kredit dibayar tiap akhir tahun? PVA PMT = 1.000.000 = PVA / PVIFA (6% , 3) = 1.000.000 / 2,6730 = 374.110 Pertemuan Ke VI RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN (Risk and Return) Risiko adalah kemungkinan bahwa return sesungguhnya dari suatu investasi akan tidak sesuai dari return yg diharapkan Risiko menunjukkan variabilitas return dari yang diharapkan sehingga makin bervariasi return, makin tinggi pula risiko dari suatu aset. Risiko merupakan kemungkinan kerugian keuangan, atau secara formal, penyimpangan atas pengembalian yang dikaitkan dengan suatu aset tertentu. Sumber risiko: o Risiko-risiko spesifik perusahaan: risiko bisnis & risiko keuangan. o Risiko-risiko spesifik pemegang saham: risiko tingkat bunga, risiko likuiditas, & risiko pasar. o Risiko-risiko: risiko kejadian, risiko kurs tukar, risiko kurs daya beli, risiko pajak. Return adalah keuntungan atau aliran kas bersih yang diperoleh dari suatu investasi. Pengembalian merupakan keuntungan atau kerugian total yang dialami atas suatu investasi selama periode waktu tertentu. Sumber pengembalian antara lain: pendapatan tunai & perubahan harga asset. Untuk menghitung total tingkat pengembalian yang diperoleh atas aset selama periode t, rt, umumnya didefinisikan sebagai

Keterangan : TR(ia) = the inflation adjusted total return IF = tarif inflasi Contoh kasus: Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jika disesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5 % untuk tahun yang sama, akan memberikan return riil sebesar: TR(ia) = [(1+0,17)/(1+0,05)]-1 = 0,114 atau 11,4%. ESTIMASI RETURN DAN RISIKO SEKURITAS Menghitung Return yang Diharapkan (expected return) Untuk mengestimasi return sekuritas sebagai asset tunggal (stand-alone risk), investor harus memperhitungkan setiap kemungkinan terwujudnya tingkat return tertentu, atau yang lebih dikenal dengan probabilitas kejadian. Secara matematis, return yang diharapkan dapat ditulis sebagai berikut:

dalam hal ini: E(R) = Return yang diharapkan dari suatu sekuritas Ri = Return ke-i yang mungkin terjadi pri = probabilitas kejadian return ke-i n = banyaknya return yang mungkin terjadi contoh: Menghitung Return Yang Diharapkan Kondisi Ekonomi (j) Resesi
Cukup Resesi

Hasil Masa Depan (Rij) Probabilitas (pj) -0,09 -0,05 0,15 0,25 0,27 0,10 0,15 0,25 0,20 0,30

Rt = pengembalian yang diharapkan selama periode t (return total) Ct = Arus kas yang diterima dari investasi dalam periode waktu t 1 sampai t (deviden) Pt = Nilai aset pada waktu t Pt-1 = nilai aset pada waktu t 1 Robin ingin menentukan laba atas dua saham yang dimilikinya selama tahun 2009, Apple Inc dan Wal-Mart. Pada awal tahun, saham Apple diperdagangkan $ 90,75 per saham, dan Wal-Mart senilai $ 55,33. Selama tahun berjalan, Apple tidak membayar dividen, namun pemegang saham Wal-Mart menerima dividen dari $ 1,09 per saham. di akhir tahun, saham Apple bernilai $ 210,73 dan Wal-Mart $ 52,84. Hitunglah tingkat pengembalian tahunan , r, untuk setiap saham. Apple: ($0 + $210.73 - $90.75) / $90.75 = 132.2% Wal-Mart: ($1.09 + $52.84 - $55.33) / $55.33 = -2.5% Robin mendapat keuntungan di Apple dan kerugian di wal-mart pada tahun 2009. Soal: Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp120. Harga saham bulan kemarin adalah sebesar Rp1.010, dan bulan ini adalah sebesar Rp1.100. Return total bulan ini sebesar: Return disesuaikan Untuk mempertimbangkan kekuatan pembelian satuan mata uang, perlu mempertimbangkan real return, atau inflationadjusted returns.

Normal Baik Sangat Baik

E(Ri) = -0,09 (0,10) 0,05 (0,15) + 0,15 (0,25) + 0,25 (0,20) + 0,27 (0,30) = 0,152 = 15,2%

Soal: Sekuritas ABC memiliki skenario kondisi ekonomi seperti dalam tabel di bawah ini:

Hitunglah expected returnnya? METODE ESTIMASI RETURN YANG DIHARAPKAN Rata-rata Aritmatik dan Geometrik Estimasi return yang diharapkan bisa dilakukan dengan perhitungan rata-rata return baik secara aritmatik (arithmetic mean) dan rata-rata geometrik (geometric mean). Dua metode yang dapat dipakai adalah: 1. Rata-rata aritmatik (arithmetic mean) Arithmetic mean lebih baik dipakai untuk menghitung nilai rata-rata aliran return yang tidak bersifat kumulatif 2. Rata-rata geometrik (geometric mean) Geometric mean sebaiknya dipakai untuk menghitung tingkat perubahan aliran return pada periode yang bersifat serial dan kumulatif (misalnya 5 atau 10 tahun berturut turut). Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk menghitung suatu rangkaian aliran return dalam suatu periode tertentu, misalnya

return suatu aset selama 5 atau 10 tahun. Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk menghitung suatu rangkaian aliran return dalam suatu periode tertentu, misalnya return suatu aset selama 5 atau 10 tahun. CONTOH: PENGHITUNGAN ESTIMASI RETURN YANG DIHARAPKAN Metode Rata-rata Aritmatik dan Geometrik Aset ABC selama 5 tahun memberikan return berturut-turut sebagai berikut: 2. Menghitung varian

3. Menghitung Standar deviasi

Pembahasan:
Saham A E(R) 15% 65,84% Saham B 15% 3,38%

Berdasarkan hasil tersebut, sebaiknya Bpk Tukino memilih saham B, karena dengan return 15% sama dengan return saham A, tetapi memiliki tingkat risiko yang rendah yaitu hanya 3,38% PERBANDINGAN METODA RATA-RATA ARITMATIK DENGAN GEOMETRIK Metode arithmetic mean kadangkala bisa menyesatkan terutama jika pola distribusi return selama suatu periode mengalami prosentase perubahan yang sangat fluktuatif. Sedangkan metode geometric mean, yang bisa mengambarkan secara lebih akurat nilai rata-rata yang sebenarnya dari suatu distribusi return selama suatu periode tertentu. Hasil perhitungan return dengan metode geometric mean lebih kecil dari hasil perhitungan metode arithmetic mean. Penghitungan tingkat perubahan aliran return pada periode yang bersifat serial dan kumulatif sebaiknya mengunakan metode geometric mean. Sedangkan arithmetic mean, akan lebih baik dipakai untuk menghitung nilai rata-rata aliran return yang tidak bersifat kumulatif. Menghitung risiko menggunakan data probabilitas Penghitungan varian 1. Menghitung return ekspektasi Menghitung risiko menggunakan data time series Penghitungan return ekspektasi

Penghitungan varian

Penghitungan standar deviasi Formula = Varian Contoh soal: Ada 2 kesempatan investasi pada proyek A dan B pada tahun 2011 2015 dengan ramalan return sebagai berikut:

Penghitungan standar deviasi Formula = Varian Contoh soal: Bpk Tukino menghadapi 2 macam investasi antara membeli saham A dan saham B dengan probabilitas masing-masing adalah

2. Menghitung varian

3. Menghitung standar deviasi Berdasarkan data diatas sebaiknya Bp Tukino memilih saham A atau B sebagai kesempatan berinvestasi? Pembahasan: 1. Menghitung return ekspektasi Pembahasan: Selama lima tahun berinvestasi ternyata menghasilkan expected return A dan B sebesar 12% dengan tingkat resiko 3,16%. Karena sama maka investor boleh memilih kesempatan investasi A atau B. Penghitungan koefisien variasi

Semakin tinggi nilai koefisien variasi berarti risikonya juga semakin besar begitu juga sebaliknya.

ATAU ieff = (1 + r/M)M -1 = (1 + 0,20/4)4 1 = 0,2155 atau 21,55%/tahun soal: seseorang menanamkan modal untuk suatu investasi dengan tingkat pengembalian 20% yang bersusun tiap 3 bulan. Berapakah besarnya suku bunga nominal dan tingkat suku bunga efektif per 6 bulan? Obligasi Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah. Par Value ( nilai nominal ) yaitu nilai yang akan dibayar oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi pada tanggal yang telah ditentukan dimasa mendatang. Maturity date ( tgl jatuh tempo )yaitu tanggal dimana nilai nominal dibayar kepada pemegang obligasi. Coupon Interest Payment (pembayaran bunga kupon) adalah sejumlah uang yang dibayarkan secara berkala. Jenis-jenis obligasi yang biasa diperdagangkan meliputi: Obligasi dengan jaminan (mortgage bond) Obligasi tanpa jaminan (debentures/unsecured bond) Obligasi konversi Obligasi yang disertai warrant Obligasi tanpa kupon (zero couponbond) Obligasi dengan tingkat bunga mengambang (floating rate bond) Putable bond Junk bond Perhitungan penilaian obligasi umumnya menggunakan YTM (yield to maturity), yaitu tingkat return yang disyaratkan dengan asumsi bahwa obligasi akan dipertahankan sampai waktu jatuh tempo. Dengan mengetahui besar dan waktu pembayaran kupon, nilai par serta tingkat bunga disyaratkan, maka nilai atau harga obligasi bisa ditentukan dengan cara: Menentukan nilai sekarang dari pendapatan kupon yang diperoleh setiap tahun, Menentukan nilai sekarang dari nilai par yang akan diperoleh pada saat obligasi jatuh tempo, Menjumlahkan nilai sekarang dari pendapatan kupon (1) dan nilai par (2). Dengan pendekatan discounted cash flow : Present Value dari semua penerimaan akibat membeli obligasi. Atau Vb = I (PVIFA, k,n) + M (PVIF, K, n) Dimana: Vb = Penilaian obligasi I = pembayaran bunga obligasi/kupon k = suku bunga yang berlaku M = nilai nominal Obligasi n = Usia obligasi yang tersisa Sebagai contoh, obligasi dengan usia 3 tahun, nilai nominal 1000,memberikan kupon 50 setiap tahun, suku bunga yang berlaku dipasar 7%. berapakah nilai obligasi tersebut? Vb = 50 (PVIFA7%,3) + 1000 (PVIF7%,3) Vb= 50 (2,624)+ 1000(0,816) Vb = 947,2 soal:

Pertemuan Ke VIII Tingkat Bunga dan Penilaian obligasi TINGKAT BUNGA & PENGEMBALIAN DISYARATKAN Tingkat bunga atau pengembalian disyaratkan menunjukkan biaya uang, yaitu kompensasi bahwa peminta dana harus membayar seorang pemasok. Ketika dana dipinjamkan biaya peminjaman dana disebut tingkat bunga. Ketika dana didapat dengan menjual suatu kepentingan kepemilikan, seperti dalam penjualan saham, biaya kepada penerbit (peminta) disebut pengembalian disyaratkan. Tingkat bunga riel menciptakan suatu keseimbangan antara pasokan tabungan & permintaan untuk dana investasi dalam dunia sempurna, tanpa inflasi. Tingkat bunga riel berubah sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi, selera, & preferensi. Tingkat Suku Bunga Nominal Adalah tingkat suku bunga biasanya ditetapkan secara tahunan, penggunaan perjanjianperjanjian yang dibuat memungkinkan tingkat suku bunga untuk diatur secara khusus sehingga bunga dapat dibayarkan beberapa kali dalam satu tahun. Misalnya, per bulan, per tiga bulan, per enam bulan, dan sebagainya. Tingkat suku bunga efektif biasanya dinyatakan per tahun, kecuali bila dinyatakan lain secara khusus. Tingkat suku bunga efektif dinyatakan dengan notasi i. Rumus suku bunga nominal : r=ixM dimana : r = suku bunga nominal tahunan i = suku bunga nominal per periode M = jumlah periode majemuk per satu tahun Rumus suku bunga Efektif : ieff = (1 + i)M -1 atau ieff = (1 + r/M)M -1 dimana : ieff = suku bunga efektif r = suku bunga nominal tahunan i = suku bunga nominal per periode M = jumlah periode majemuk per satu tahun Contoh Soal: Apabila suku bunga nominal per tahun adalah 20%, yang mana dalam satu tahun terdiri dari 4 kuartal, Berapakah besarnya suku bunga nominal untuk setiap bunga kuartal dan Berapa pula suku bunga efektif per tahunnya? Suku bunga nominal: r = 20% M=4 i = r / M = 20% / 4 = 5% per kuartal Suku bunga efektif: ieff = (1 + i)M -1 = (1 + 0,05)4 - 1 = 0,2155 atau 21,55% per tahun

Pembayaran obligasi dengan bunga 15% nilai nominal Rp1.000.,usia 5 tahun. Suku bunga yang berlaku di pasar 15%.. berapakah nilai obligasi? PENILAIAN OBLIGASI Jika tingkat bunga yang disyaratkan lebih kecil dari tingkat kupon yang dibayarkan obligasi, maka obligasi dijual pada harga premi (lebih tinggi dari nilai par-nya). Jika terjadi sebaliknya, yaitu tingkat bunga yang disyaratkan lebih besar dari tingkat kupon obligasi, maka obligasi akan ditawarkan pada harga diskon (lebih rendah dari nilai par). Obligasi yang membayar bunga setiap tengah tahun V = (PVIFA, Kd/2, 2n)+M(PVIF, Kd/2,2n) contoh: Obligasi dengan usia 15 tahun, nilai nominal 1000, bunga obligasi 15%. bunga dibayar tiap 6 bulan, suku bunga yang berlaku 10% M = 10000 = 150/2 = 75 kd/2 = 10%/2 = 5% 2n = 2 (15) = 30 V =75 (PVIFA, 5%, 30)+1000(PVIF, 5%,30) V = 75 (15,3725) + 1000(0,2314) V = 1152,9 + 231,40 V = 1384,34

YIELD TO MATURITY OBLIGASI Adalah suku bunga atau tingkat keuntungan yang dinikmati investor pada obligasi jika obligasi tsb disimpan hingga tanggal jatuh tempo. YTM = Kd. Komponen YTM : Current Yield Capital Gains/Loss Yield.
CY = I/Po CGY atau CLY = P1 Po Po YTM = CY + (CGY atau CLY)

OBLIGASI YANG CALLABLE


Obligasi yang dapat ditarik ( dibeli kembali ) oleh perusahaan penerbit sebelum obligasi tsb jatuh tempo. Model : Vb = I ( PVIFA,K,N) + Call Price (PVIF,K,N) Vb : Nilai Callable bond N : Grace period. contoh: Obligasi yang Callable memberikan bunga 150,- pertahun. nilai nominal 1000,- usia obligasi 20 tahun. obligasi ini dapat ditarik sewaktu-waktu setelah 4 tahun diterbitkan dengan harga 1150, suku bunga yang berlaku 10%. call price = 1150 kd = 10% n=4 I =150 v = 150 (PVIFA, 10%, 4) + 1150(PVIF, 10%, 4) = 150 (3,1699) + 1150 (0,6830) = 475,48 + 785,45 = 1260,93

Pertemuan Ke IX Penilaian Saham Saham adalah efek yang di perdagangkan di Bursa Efek, dimana market price ditentukan oleh suplay dan demand di bursa, yang merupakan bukti kepemilikan perorangan / lembaga atas suatu perusahaan. Beberapa tipe dari saham, termasuk : a. saham biasa (common stock), Saham yang biasa dijual di bursa efek adalah saham biasa dan saham preferen tidak diperjualbelikan di bursa efek. b. saham preferen (preferred stock), Saham preferen biasanya memiliki prioritas lebih tinggi dibanding saham biasa dalam pembagian dividen dan aset, dan kadangkala memiliki hak pilih yang lebih tinggi seperti kemampuan untuk memveto penggabungan atau pengambilalihan atau hak untuk menolak ketika saham baru dikeluarkan (yaitu, pemgang saham preferen dapat membeli saham yang dikeluarkan sebanyak yang dia mau sebelum saham itu ditawarkan kepada orang lain). c. saham harta (treasury stock), Saham harta adalah saham yang telah dibeli balik dari masyarakat. Nilai suatu saham di bedakan menjadi 3 yaitu : a. Nilai buku (book value) nilai saham yang di dasarkan pada pembukuan emiten b. Nilai pasar/harga pasar harga saham berdasarkan harga pasar (Market Price) dan tergantung suplay dan demand c. Nilai Intrinsik Saham (Value)Nilai nyata/seharusnya dari saham yang ditentukan dari faktor fundamental perusahaan. Ada tiga model pertumbuhan dividen saham: 1. Model pertumbuhan nol (zero growth model)

Contoh: sebuah saham tahun lalu membayarkan dividen Rp500 dan diperkirakan akan tumbuh 5% pertahun sampai tak terhingga. Ks= 20%. Nilai intrinsik?

P0

D0 (1 g) Rp500(1,05) Rp3.500 ks g 0,2 - 0,05

soal: Misalkan PT Omega membayarkan dividen Rp. 1.000, per tahun. Pertumbuhan dividen direncanakan sebesar 5% per tahun. Tingkat return yang disyaratkan investor sebesar 15%. Misalnya, harga pasar saham PT Omega saat ini adalah Rp. 10.000. Berdasarkan data tersebut, maka nilai intrinsik saham? 3. Model pertumbuhan super normal/tidak konstan atau ganda (supernormal growth model) Misalkan PT SGPC adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Dengan temuan produk inovatifnya, pada 3 tahun pertama, PT SGPC mengalami pertumbuhan earning yang sangat fantastis, sehingga bisa membayarkan dividen dengan tingkat pertumbuhan 20% selama 3 tahun. _ Setelah tahun ke-3 dan seterunya perusahaan memutuskan untuk membayar dividen dengan tingkat pertumbuhan 10% per tahun selamanya. _ Dividen tahun awal (D0) sebesar Rp1.000, dan tingkat return yang disyaratkan investor diketahui 15%. berapakah nilai saham PT SGPC?

D0 = 1000 D1 = 1000 (1+0.20) = 1.200 D2 = 1000 (1+0.20)2 = 1.440 D3 = 1000 (1+0.20)3 = 1.728 D4 = D3 (1+g) =1000 (1+0.10) = 1900,8

P0

D1 D2 Dn ... 1 2 (1 k s ) (1 k s ) (1 k s ) n

PV

(1 k
t 1

Dt

D ks

D1 D2 D3 2 (1 k s ) (1 k s ) (1 k s ) 3

Contoh: sebuah saham diperkirakan membayarkan dividen tiap tahun sebesar Rp500 hingga tak terhingga (zero growth). Ks= 20%. Nilai intrinsik= ?

1200 1440 1728 2 (1 0.15) (1 0.15) (1 0.15) 3 1.043,48 1.088,85 1.136,19 3.268,51

P0

D Rp500 Rp2.500 ks 0,2

P3

soal: Misalkan saham A menawarkan dividen tetap sebesar Rp800. Tingkat return yang disyaratkan investor adalah 20%. berapakh nilai intrinsic saham? 2. Model pertumbuhan constant (constant growth model)

D4 1.900,8 38.016 k s g 0,20 - 0,15 P3 38.016 PV P3 24.996,14 3 (1 k s ) (1 0,15) 3

D 0 (1 g) 1 D 0 (1 g) 2 D (1 g) P0 ... 0 1 2 (1 k s ) (1 k s ) (1 k s ) D (1 g) D 0 1 ks - g ks - g

P0 = PV (D1) + PV (D2) + PV (D3) + PV (D4) + .PV (D) P0 = PV (D1) + PV (D2) + PV (D3) + PV (P3) = 1.043,48 + 1.088,85 +1.136,19 +24.996,14 = 28.264,66 soal: dividen saham B diharapkan bertumbuh secara konstan sebesar 30% pada 3 tahun pertama. setelah itu dividen akan bertumbuh 10% setiap tahun untuk selamanya. deviden terakhir yang

dibayarkan adalah $ 1,82. berapa harga saham B jika para investor mensyaratkan tingkat keuntungan pada saham tersebut sebesar 16 %? PENILAIAN SAHAM BIASA Saham biasa (Inggris: common stock) adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan. Saham biasa mempunyai sifat kebalikan dari Saham Preferen (Prefered Stock) dalam hal pengambilan suara, pembagian deviden dan hak-hak yang lain. Pemegang saham biasa dapat mempengaruhi kebijakan korporasi melalui proses pengambilan suara (voting) dalam pembuatan tujuan dan kebijakan, stock split dan memilih dewan direksi perusahaan. Pemegang saham biasa mempunyai keuntungan dalam bentuk Deviden dan capital gain. Dividend Discount Model Model yang menyatakan bahwa harga saham saat ini merupakan PV dari dividen-dividen di masa yang akan datang

Bila investor menginginkan return 15%, maka ia harus berusaha mendapatkan saham tersebut maksimal seharga Rp 600 per lembar. Soal: Deviden saham preferen ABCD memberikan return 12%, dengan harga pasar Rp6000. Bila return yang Anda harapkan adalah 18% berapa harga yang layak untuk saham preferen ini?

P0

Div1 Div2 Divn Pn ... 1 2 (1 r ) (1 r ) (1 r )n

Contoh: Diperkirakan saham ABCD akan membayar dividen Rp.300, Rp.325, dan Rp.350 setiap tahun selama tiga tahun yad. Pada akhir tahun ke 3 anda mengharapkan dapat menjual saham tersebut dengan harga Rp.9500. Berapa taksiran harga saham tsb apabila anda mengharapkan memperoleh tingkat keuntungan 12%?

300 325 350 9500 1 2 (1 0,12) (1 0,12) (1 0,12) 3 PV Rp 7.540(dibulatkan ) PV


soal: PT. XYZ akan membayar dividen Rp.400, Rp.425, dan Rp.450 setiap tahun selama tiga tahun yad. Pada akhir tahun ke 3 anda mengharapkan dapat menjual saham tersebut dengan harga Rp.10.000. Berapa taksiran harga saham tsb apabila anda mengharapkan memperoleh tingkat keuntungan 15%? PENILAIAN SAHAM PREFEREN Sebagian besar saham preferen tidak jatuh tempo, dividennya tidak terbatas, oleh karena itu kita harus mencari alternatif lain untuk menentukan nilai saham preferen. Maka dapat digunakan model penilaian saham preferen sebagai berikut: = PV = nilai saham preveren d = dividen saham preferen i = tingkat return yang diminta investor

Ilustrasi PT Bersama Kita Maju memiliki saham preferen kumulatif dengan nominal Rp. 1.000 per lembar 9%. Tingkat bunga pasar atau return yang diminta investor 15%, maka nilai sekarang dari saham preferen per lembar dapat dihitung sebagai berikut: =
9%(1000 ) = 15%

Rp 600

Pertemuan Ke X dan XI
a. ARUS KAS PENGANGGARAN MODAL PROSES KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL Penganggaran modal: proses mengevaluasi & memilih investasi jangka panjang yang konsisten dengan sasaran perusahaan memaksimumkan kekayaan pemilik. Pengeluaran modal: pengeluaran dana oleh perusahaan yang diharapkan untuk mengha-silkan manfaat selama suatu periode waktu lebih dari 1 tahun. Pengeluaran operasi: pengeluaran yang menghasilkan manfaat yang diterima dalam 1 tahun. Motif dasar untuk pengeluaran modal: memperluas operasi, mengganti atau memperbaharui aktiva-aktiva tetap, atau untuk mendapat beberapa yang lain, manfaat yang kurang nyata selama suatu periode panjang. Langkah-langkah dalam proses penganggaran modal: a. Menghasilkan proposal b. Review & analisis c. Pembuatan keputusan d. Implementasi e. Tindak lanjut. Terminologi Dasar Proyek-proyek independen: Proyek-proyek yang arus-arus kas tidak berhubungan atau independen dengan Proyek-proyek yang lain. Peneriman yang satu tidak mengeliminasi yang lain dari pertimbangan selanjutnya. Proyek-proyek mutually exclusive: Proyek-proyek yang mempunyai fungsi sama & selanjutnya bersaing dengan yang lain. Penerimaan satu proyek mengeliminasi pertimbangan dari semua proyek selanjutnya yang menyajikan fungsi sama. Dana-dana Tidak Terbatas vs Penjatahan Modal Jika perusahaan memiliki dana yang tidak terbatas untuk investasi, membuat keputusan penganggaran modal sangat sederhana: semua proyek independen yang menyediakan pengembalian yang dapat diterima dapat diterima. Penjatahan modal terjadi jika perusahaan hanya mempunyai sejumlah rupiah tetap yang tersedia untuk pengeluaran modal. Pendekatan Peneriman-Penolakan vs. Pemeringkatan Pendekatan penerimaan-penolakan melibatkan evaluasi usulan pengeluaran modal untuk menentukan apakah mereka memenuhi kriteria penerimaan minimum perusahaan. Pendekatan ini dapat digunakan ketika perusahaan mempunyai dana tidak terbatas. Pendekatan pemeringkatan melibatkan pemeringkatan Proyekproyek berdasar pada beberapa ukuran yang ditentukan sebelumnya, seperti tingkat pengembalian. Pemeringkatan digunakan untuk memilih kelompok terbaik. Pola Arus Kas Konvensional vs. Nonkonvensional Pola arus kas konvensional berisi arus kas keluar awal diikuti dengan seri-seri arus-arus masuk. Pola arus kas nonkonvensional: arus kas keluar awal diikuti dengan seri-seri arus-arus kas masuk & arus-arus kas keluar. ARUS-ARUS KAS RELEVAN Arus-arus kas relevan: arus kas keluar (investasi) inkremental & arus-arus masuk yang dihasilkan. Arus-arus kas inkremental menunjukkan arus-arus kas tambahan-arus-arus keluar & arus-arus masuk- yang diharapkan dihasilkan dari pengeluaran modal yang diusulkan. Komponen-komponen arus kas utama (menurut pola konvensional): a. Investasi awal b. Arus-arus kas operasi c. Arus kas akhir. Keputusan-keputusan Ekspansi vs. Penggantian Dalam kasus keputusan ekspansi, investa-si awal, arus-arus kas operasi, & arus kas inkremental hanya arus keluar & arusarus kas masuk setelah pajak yang berkaitan deng-an pengeluaran modal yang diusulkan. Keputusan-keputusan penggantian lebih kompleks, karena perusahaan harus mengidentifikasi arus keluar & arus-arus masuk kas yang dihasilkan dari penggantian yang diusulkan. Biaya-biaya Tertanam & Biaya-biaya Peluang

Biaya tertanam: pengeluaran-pengeluaran kas yang sudah dibuat (pengeluaran masa lalu) & selanjutnya tidak berdampak pada arus-arus kas relevan terhadap keputusan sekarang. Biaya-biaya tertanam tidak dimasukkan dalam arus-arus kas inkremental proyek. Biaya-biaya peluang: arus-arus kas yang direalisasi dari alternatif terbaik menggunakan suatu aset yang dimiliki. Biaya-biaya peluang akan dimasukkan sebagai arus-arus keluar kas ketika menentukan arus-arus kas inkremental proyek. MENEMUKAN INVESTASI AWAL Investasi awal: arus-arus keluar kas relevan yang dipertimbangkan ketika mengeva-luasi suatu pengeluaran modal yang prospektif. Investasi awal terjadi pada waktu nol. Investasi awal dihitung dengan mengurangkan semua arus-arus kas masuk yang terjadi pada waktu nol dari semua arus-arus kas keluar yang terjadi pada waktu nol.

Biaya Instalasi Aset Baru Biaya aset baru: arus keluar bersih yang dibutuhkan dalam pembelian aset baru. Biaya-biaya instalasi: Biaya-biaya tambahan untuk menempatkan suatu aset dalam operasi. Biaya aset baru terpasang= biaya aset baru + Biaya-biaya instalasi. Ini = nilai yang dapat didepresiasi. Pemasukan setelah Pajak dari Penjualan Aset Lama Pemasukan setelah pajak dari penjualan aset lama: perbedaan antara pemasukan penjualan aset lama dengan pajak pendanaan kembali yang diterapkan yang berkaitan dengan penjualannya. Pajak atas penjualan aset lama bergantung pada hubungan antara harga penjualannya dengan nilai buku. Nilai buku = Biaya aset terpasang akumulasi depresiasi. Perubahan dalam Modal Kerja Bersih Modal kerja bersih (NWC): kelebihan aktiva-aktiva lancar atas kewajiban-kewajiban lancarnya. Perubahan dalam modal kerja bersih: perbedaan antara perubahan dalam aktiva-aktiva lancar & perubahan dalam kewajiban-kewajiban lancar. Perubahan NWC tidak terkena pajak. Perhitungan Investasi Awal

MENEMUKAN ARUS-ARUS KAS OPERASI Pengeluaan modal harus diukur atas basis setelah pajak. Semua manfaat yang diharapkan dari proyek yang diusulkan harus diukur atas basis arus kas. Arus-arus kas masuk operasi inkremental dibutuhkan, karena hanya perubahan dalam arus-arus kas masuk yang dihasilkan dari proyek yang diusulkan. Pola Arus Kas Masuk Operasi Inkremental

MENEMUKAN ARUS KAS PENUTUPAN Arus kas penutupan: arus kas yang dihasilkan dari penghentian atau likuidasi suatu proyek pada akhir umur ekonomisnya.

Arus kas ini menunjukkan arus kas setelah pajak, terpisah dari arus-arus kas operasi, yang terjadi dalam tahun terakhir proyek. Pendapatan dari penjualan aktiva baru & lama, seringkali disebut nilai sisa, menunjukkan jumlah bersih atas Biayabiaya pembongkaran atau pembersihan yang diharapkan saat berakhirnya proyek. Pajak atas penjualan aset-aset pada saat berakhirnya proyek: Pajak juga harus dipertimbangkan pada penjualan akhir atas aktiva baru & lama untuk Proyek-proyek penggantian & hanya aktiva baru dalam kasus lain. Jika pendapatan dari penjualan diharapkan > (<) nilai buku, suatu pembayaran (pengurangan) pajak diperlihatkan sebagai arus kas keluar (masuk) akan terjadi. Pada perhitungan arus kas penutupan, perubahan dalam modal kerja bersih menunjukkan pengembalian atas investasi modal kerja bersih awal. Perhitungan arus kas penutupan melibatkan prosedurprosedur yang sama dengan yang digunakan untuk menentukan investasi awal. Prosedur Perhitungan Arus Kas Penutupan

RANGKUMAN ARUS-ARUS KAS RELEVAN

likuiditas suatu proyek, karena menunjukkan berapa lama modal yang diinvestasikan akan berada dalam risiko. A.2. Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto mirip dengan metode pembayaran kembali biasa kecuali bahwa metode ini mendiskontokan arus kas pada tingkat biaya modal proyek. Metode ini mempertimbangkan nilai waktu dari uang tetapi mengabaikan arus kas diluar periode pembayaran kembali. A.3.Metode Nilai Sekarang Bersih (NPV) Metode Nilai Sekarang Bersih mendiskontokan seluruh arus kas pada tingkat biaya modal proyek dan kemudian menjumlahkan arus-arus kas tersebut. Proyek akan diterima jika NPV-nya positif. A.4. Metode Pengembalian Internal (IRR) Metode pengembalian internal didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang memaksa NPV proyek sama dengan nol. Proyek akan diterima jika IRR-nya lebih besar daripada biaya modal A.5. Metode IRR yang dimodifikasi.(MIRR) Metode NPV dan IRR akan menghasilkan keputusan penerimaan / penolakan yang sama untuk proyek-proyek yang independen, tetapi jika proyek-proyek tersebut saling eksklusif, maka dapat terjadi konflik peringkat. Jika terjadi konflik peringkat, maka sebaiknya menggunakan metode NPV. Metode NPV dan IRR lebih unggul daripada metode pembayaran kembali, tetapi NPV lebih unggul dari IRR, karena NPV berasumsi arus kas akan diinvestasikan kembali pada tingkat biaya modal perusahaan , sedangkan IRR berasumsi arus kas akan diinvestasikan kembali pada tingkat IRR proyek. Investasi kembali pada tingkat biaya modal umumnya adalah asumsi yang lebih baik karena lebih mendekati kenyataan. Metode IRR yang dimodifikasi memperbaiki masalah yang terdapat dalam IRR biasa. MIRR melibatkan perhitungan nilai akhir (TV) dari arus kas masuk yang dimajemukkan pada tingkat biaya modal perusahaan dan kemudian menentukan tingkat diskonto yang memaksa nilai sekarang TV menjadi sama dengan nilai sekarang arus kas keluar. CONTOH SOAL : Anda adalah seorang analis keuangan . Direktur penganggaran modal telah meminta anda untuk menganalisis dua usulan investasi modal, Proyek S dan Proyek T. Masing-masing proyek memiliki biaya sebesar $ 10.000 dan biaya modal dari setiap proyek adalah 12 % . Ekspektasi arus kas bersih proyek adalah 12 %. Ekspektasi arus kas bersih proyek adalah sebagai berikut : EKSPEKTASI ARUS KAS BERSIH TAHUN PROYEK S PROYEK T 0 ($10.000) ($10.000) 1 6.500 3.500 2 3.000 3.500 3 3.000 3.500 4 1.000 3.500 Pertanyaan : 1. Hitunglah periode pembayaran kembali, nilai sekarang bersih (NPV). Tingkat pangembalian internal (IRR) dan tingkat pengembalian internal yang dimodifikasikan (MIRR) setiap proyek 2. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika mereka bersifat independent 3. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika mereka bersifat saling eksklusif JAWABAN : DIKETAHUI : 1. Tahun sebelum pengembalian penuh Proyek S sesuai ekspektasi arus kas (tabel soal) modal akan kembali pada tahun ketiga ($6.500 + $ 3.000 + $ 500=

b. TEKNIK-TEKNIK PENGANGGARAN MODAL Penganggaran Modal adalah proses menganalisis potensi investasi aktiva tetap dan keputusan penganggaran modal mungkin adalah keputusan paling penting yang harus diambil oleh para manajer keuangan. A. MENILAI PERINGKAT PROYEK Proses menganalisis potensi investasi aktiva tetap dapat dilakukan dengan lima teknik analisis penganggaran modal : Periode pembayaran kembali .(Payback Period) Metode pembayaran kembali terdiskonto ( Discounted payback period) Metode nilai sekarang bersih (NPV-Net Present Value) Tingkat pengembalian internal (IRR- Internal Rate of Return) Metode IRR yang dimodifikasikan (MIRR-Modified IRR) A.1. Periode Pembayaran Kembali Periode pembayaran kembali didefinisikan sebagai sejumlah tahun yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya suatu proyek Metode ini mengabaikan arus kas diluar periode pembayaran kembali dan tidak mempertimbangkan nilai waktu dari uang. Akan tetapi, pembayaran kembali memberikan indikasi mengenai risiko dan

$10.000). JADI Tahun sebelum pengembalian penuh adalah tahun ke-2 Proyek T sesuai ekspektasi arus kas (tabel soal) modal akan kembali pada tahun ketiga ($3.500 + $ 3.500 + $3.000= $10.000) JADI Tahun sebelum pengembalian penuh adalah tahun ke-2 2. Biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun *= -$10.000- $6.500 (lihat tabel soal tahun pertama diharapkan arus kas 6.500)= -$3.500 = - $3.500- $3.000 (lihat tabel soal tahun kedua diharapkan arus kas $3.000)= - $500 JADI Proyek S, biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun adalah - $ 500 *= -$10.000- $3.500 (lihat tabel soal tahun pertama diharapkan arus kas 3.500)= -$6.500 = - $6.500- $3.500 (lihat tabel soal tahun kedua diharapkan arus kas $3.500)= -$3.000 JADI Proyek T, biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun adalah - $ 3.000 HASIL EKSPEKTASI ARUS KAS BERSIH (CFt) TAHUN PROYEK S PROYEK T 0 ($10.000) ($10.000) 1 (3.500)* (6.500) 2 ( 500) (3.000) 3 2.500 500 4 3.500 4.000 1. a. Pembayaran Kembali (Payback Period) Pembayaran kembali = tahun sebelum pengembalian penuh + biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun : arus kas selama tahun berjalan. Pembayaran kembali Proyek s = 2 + $ 5.00/ $ 3.000 =2,17 years Pembayaran kembali Proyek t = 2+ $3.000/$3.500 =2,86 years 1.b.NILAI SEKARANG BERSIH (NPV) CF1 CF2 CFn NPV= CF0 +______+ ______ + + _____ (1+k)1 (1+k)2 (1+k)n n = CFt ______ t=0 (1+k)t
ket: CF = arus kas pada waktu t 1 k = biaya modal proyek t = periode waktu n = usia proyek

IRR Proyek S = 18,0 % IRR Proyek T = 15,0% 1.d MODIFIKASI IRR (MIRR) PV Biaya =
(1+ )
=0

(1+ ) (1+ )

Nilai terminal S = Future Value dari seluruh arus kas masuk. Nilai Proyek S = $6.500/(1,12)3+$3.000/(1,12)2+$3.000/(1,12)1+$1000 = $17.255,23 PV biaya S = $10.000 $10.000 = $17.255,23 (1+MIRR)4 4 (1+MIRR) = $17.255,23 10.000.000 log (1+MIRR)4 = log 1,725523 4 log (1+MIRR) = 0,2369 log (1+MIRR) = 0,05923 1 + MIRR = anti log 0,05923 1 + MIRR = 1,146 MIRR = 0,146 = 14,6% maka MIRR Proyek S = 14,6% Proyek T = $3.500/(1,12)3+$3.500/(1,12)2+$3.500/(1,12)1+$3.500 = $16.727,65 dengan cara yang sama seperti di atas maka MIRR Proyek T= 13,73% 2. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika independen Proyek S 1. Metode pembayaran kembali = 2,17 Tergantung Manjemen 2. NPV =966.010 diterima NPV >0 3. IRR = 18% diterima IRR > B. Modal l 4. MIRR = 14,6% diterima MIRR > B. Modal Proyek T 1. Metode pembayaran kembali = 2,86 Tergantung Manjemen 2. NPV =630.720 diterima NPV >0 3. IRR = 15% diterima IRR > B. Modal l 4. MIRR = 13,7% diterima MIRR > B. Modal
Seluruh metode menghasilkan peringkat Proyek S berada di atas Proyek T. Tambahan lagi, kedua proyek dapat diterima menurut criteria NPV, IRR, dan MIRR, jadi kedua proyek seharusnya akan diterima jika kedua proyek tersebut independent 3. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika eksklusif Kita akan memilih proyek S karena nilai NPV lebih tinggi pada k=12% TUGAS Anda adalah seorang analis keuangan . Direktur penganggaran modal telah meminta anda untuk menganalisis dua usulan investasi modal, Proyek S dan Proyek T. Masing-masing proyek memiliki biaya sebesar $ 20.000 dan biaya modal dari setiap proyek adalah 12 % . Ekspektasi arus kas bersih proyek adalah 12 %. Ekspektasi arus kas bersih proyek adalah sebagai berikut : EKSPEKTASI ARUS KAS BERSIH TAHUN PROYEK S PROYEK T 0 ($12.000) ($12.000) 1 6.500 3.500 2 3.000 3.500 3 3.000 3.500 4 1.000 3.500 Pertanyaan : 1. Hitunglah periode pembayaran kembali, nilai sekarang bersih (NPV). Tingkat pangembalian internal (IRR) dan tingkat pengembalian internal yang dimodifikasikan (MIRR) setiap proyek 2. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika mereka bersifat independent 3. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika mereka bersifat saling eksklusif

= $10.000 +

$6.500 $3.000 + 1 (1 + 0,12) (1 + 0,12)2 $3.000 $1.000 + + = $966,01 3 (1 + 0,12) (1 + 0,12)4 $3.500 $3.500 + 1 (1 + 0,12) (1 + 0,12)2 $3.500 $3.500 + + = $630,72 3 (1 + 0,12) (1 + 0,12)4

= $10.000 +

1.c. TINGKAT PENGEMBALIAN INTERNAL (IRR) CF1 CF2 CFn IRR =0 = CF0 +______+ ______ + + _____ (1+IRR)1 (1+IRR)2 (1+IRR)n n 0= CFt ______ t=0 (1+IRR)t