Anda di halaman 1dari 76

SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (UU 25 TH 2004)

Edited by SS
1

Latar Belakang

Amandemen Keempat UUD NRI 1945


Tidak ada GBHN Pemilihan Presiden secara langsung Pemilihan Kepala Daerah secara demokratis

UU 23/2003 tentang Pemilihan Presiden


Mengamanatkan CaPres menyampaikan visi, misi, program

Revisi UU 22/1999
Desentralisasi dan otonomi daerah Pemilihan Kepala Daerah secara langsung Pemantapan kedudukan provinsi

Reformasi Pengelolaan Keuangan Negara

UU 17/2003 tentang Keuangan Negara


Penyusunan RAPBN berpedoman pada RKP Penyusunan RAPBD berpedoman pada RKPD

UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara UU 15/2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggungjawab KN

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)


SPPN adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah.

SPPN Asas

Pembangunan Nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional.

Perencanaan pembangunan nasional disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan
SPPN diselenggarakan berdasarkan asas: (1) kepastian hukum; (2) tertib penyelenggaraan negara; (3) kepentingan umum; (4) keterbukaan; (5) proporsionalitas; (6) profesionalitas; dan (7) akuntabilitas
4

SPPN Tujuan

Mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan; Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antarDaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah; Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan

Ruang Lingkup Perencanaan


NASIONAL
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

DAERAH
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Rencana Strategis
Kementerian/Lembaga Rencana Kerja Pemerintah Rencana Kerja Kementerian/Lembaga

Rencana Strategis Satuan


Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah
6

Isi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)


RPJP NASIONAL RPJP DAERAH

Penjabaran tujuan nasional Mengacu pada RPJP ke dalam: Nasional dan memuat: Visi Visi Misi Misi Arah Pembangunan Arah Pembangunan Daerah Nasional

Isi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)


RPJM NASIONAL

RPJM DAERAH

Penjabaran visi, misi, program Presiden Berpedoman pada RPJP Nasional

Penjabaran visi, misi, program Kepala Daerah Berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional
Strategi Pemb. Daerah Kebijakan Umum Arah Kebijakan Keuangan Daerah Program SKPD, lintas SKPD, kewilayahan dan lintas kewilayahan, memuat kegiatan dalam:

Isi:
1. 2. 3. 4.

Isi:
Strategi Pemb. Nasional Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Makro Program kementerian, lintas kementerian, kewilayahan dan lintas kewilayahan, memuat kegiatan dlm:

1. 2. 3. 4.

Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran

Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran


8

Isi Renstra-KL & Renstra-SKPD


Renstra-KL
Berpedoman pada RPJM Nasional
Isi:
1. 2. 3. 4.

Renstra-SKPD
Berpedoman pada RPJM Daerah
Isi:

Visi Misi Tujuan, strategi, dan kebijakan Program program Kegiatan indikatif

1. 2. 3. 4.

Visi Misi Tujuan, strategi, dan kebijakan Program program Kegiatan indikatif

Isi Rencana Kerja Pemerintah/Daerah (RKP/D)


RKP

RKP DAERAH

Penjabaran RPJM Nasional

Penjabaran RPJM Daerah Mengacu pada RKP


Prioritas Pemb. Daerah Rancangan Kerangka Ekonomi Makro Daerah Arah Kebijakan Keuangan Daerah Program SKPD, lintas SKPD, kewilayahan dan lintas kewilayahan, memuat kegiatan dalam:

Isi:
1. 2. 3. 4.

Isi: Prioritas Pemb. Nasional Rancangan Kerangka Ekonomi Makro Arah Kebijakan Fiskal Program kementerian, lintas kementerian, kewilayahan dan lintas kewilayahan, memuat kegiatan dlm:

1. 2. 3. 4.

Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran

Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran


10

Isi Renja-KL & Renja-SKPD


Renja-KL
Penjabaran Renstra-KL
Isi:
1. 2.

Renja-SKPD
Penjabaran Renstra-SKPD
Isi:

Kebijakan KL Program dan kegiatan pembangunan


1. 2.

Kebijakan SKPD Program dan kegiatan pembangunan


Dilaksanakan pemerintah Mendorong partisipasi masyarakat

Dilaksanakan pemerintah daerah Mendorong partisipasi masyarakat

11

Alur Perencanaan dan Penganggaran


Renstra KL
Pedoman Pedoman Dijabar kan Pedoman

Renja KL

Pedoman

RKA-KL

Rincian APBN

Pemerintah Pusat

Diacu Pedoman

RPJP Nasional
Diacu

RPJM
Nasional

RKP

RAPBN

APBN

Diperhatikan Pedoman

Diserasikan melalui Musrenbang

RPJP Daerah

RPJM Daerah

Dijabar kan

RKP Daerah
Diacu

Pedoman

RAPBD

APBD

Pemerintah Daerah

Pedoman

Renstra SKPD

Pedoman

Renja SKPD

Pedoman

RKA SKPD

Rincian APBD

UU SPPN

UU KN
12

Tahapan Perencanaan

Penyusunan Rencana
Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah Rancangan Rencana Kerja Dep / Lembaga SKPD Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rancangan Akhir Rencana Pembangunan

Penetapan Rencana
RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah

Pengendalian Pelaksanaan Rencana Evaluasi Kinerja

13

Penyusunan dan Penetapan PJP


1. 2. Rancangan Rencana Proses Teknokratik oleh Bappenas/Bappeda Musrenbang dengan bahan Rancangan Rencana yang melibatkan Masyarakat
masyarakat adalah orang perseorangan, kelompok orang termasuk masyarakat hukum adat atau badan hukum yang berkepentingan dengan kegiatan dan hasil pembangunan baik sebagai penanggung biaya, pelaku, penerima manfaat maupun penanggung resiko

3. 4.

Penyusunan Rancangan Akhir Penetapan Rencana (RPJP Nasional UU, RPJP Daerah Perda)
14

Penyusunan dan Penetapan RPJM


(1)

Visi, Misi, Program Presiden/KD Terpilih

Bappenas/da menyusun Rancangan Awal RPJM/D a) b) c) d) Visi,Misi Presiden/KD Strategi Bangnas/da Kebijakan Umum Kerangka ekonomi makro/da (4) Bappenas/da menyusun Rancangan Akhir RPJM/D a) b) c) d) e) Visi, Misi Presiden/KD Strategi Bangnas/da Kebijakan Umum Kerangka ekonomi makro/da Program Kement/Lembaga / SKPD (6)

(2)

(3)

Kement/Lemb / SKPD Menyusun Renstra-KL / Renstra SKPD Program Kement/Lembaga / SKPD Bappenas/da menyelenggarakan MUSRENBANG RPJM/D (5) Penetapan RPJM / RPJMD (7) Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKP/RKPD

e) Program Kement/Lembaga / SKPD

15

Penyusunan dan Penetapan RKP/D


Rancangan Awal RKP/D
a) Prioritas Pembangunan Nasional / Daerah b) Kebijakan Umum c) Kerangka ekonomi makro/da Pagu Indikatif d) Program Kement/Lembaga / SKPD

SEB MenPPN + MenKeu

Kement/Lemb / SKPD Menyusun Renja - KL / SKPD Program Kement/Lembaga / SKPD

MUSRENBANGPUS/DA Rancangan Akhir RKP/D a) b) c) d) Prioritas Pembangunan Kebijakan Umum Kerangka ekonomi makro/da Program Kement/Lembaga / SKPD a. Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP MUSRENBANG Prov Sbg Wakil Pemerintah Pusat a. Harmonisasi Dekon dan TP Penetapan RKP/D Bappenas/da (4) menyelenggarakan MUSRENBANGNAS a. Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP
16

Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APBN

Perencanaan Apa yang baru?


DULU Daftar Usulan - Shopping List Sebanyak-banyaknya Seindah-indahnya Tidak terbatas SEKARANG Rencana Kerja - Working Plan Input (Rp., Naker, Fasilitas, dll.) Kegiatan (Proses) Output / Outcome

Sehingga Perencanaan Dimulai dengan informasi tentang ketersediaan sumberdaya dan arah pembangunan nasional Critical point-nya adalah Menyusun hubungan optimal antara input, proses, dan output / outcomes
Karena: Ada Sanksi Pidana Pasal 34 UU 17/2003
17

Pengendalian dan Evaluasi


Pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan dilakukan oleh masingmasing pimpinan kementerian/lembaga/satuan kerja perangkat daerah. Menteri/Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan kementerian/lembaga/satuan kerja perangkat daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya Pimpinan kementerian/lembaga/Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan kementerian/lembaga/SKPD periode sebelumnya. Menteri/Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan kementerian/lembaga/SKPD. Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan nasional/daerah untuk periode berikutnya

18

BAPPENAS

PENYUSUNAN RENSTRA-KL
Dr. Bambang Widianto Deputi Menteri Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan

12 Agustus 2009

19

KONSEPSI DOKUMEN RENSTRA DALAM SISTEM AKIP (AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH)

20

Landasan Legalitas Renstra


SPPN: UU No.25 TAHUN 2004 TENTANG SPPN Renstra: UU No.25 TAHUN 2004 TENTANG SPPN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH / SAKIP - RAPERPRES 2013 (sementara masih berlaku Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang AKIP) SAKIP SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH / SAKIP - RAPERPRES 2013 (sementara masih berlaku Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang AKIP)
21

Latar belakang konseptual


Renstra: Penting untuk masa depan; Karena sumber daya terbatas; Dianut oleh pemerintahan yang berorientasi hasil; Mewujudkan prinsip-prinsip akuntabilitas yang transparan; Implementasi strategic management dan strategic thinking yang dinamis.
22

Results-Oriented Government

(Administrasi pemerintahan yg berorientasi hasil) Clarity about objectives


Outcomes

Link between objectives and means


Outputs, inputs and processes

Information on results
Performance indicators

Targets for results


Menggunakan manajemen berbasis kinerja
23

Manajemen Berbasis Kinerja


Defining Goals/Objectives and Desired Outcomes
Identifying the results goals and objectives that are targeted for achievement

Evaluating Performance and Using Results


Assessing performance and using the results to improve performance

Measuring and Reporting Performance


Selecting performance indicators, measuring and and reporting performance

24

Renstra

Definisi yang dianut dalam rangka penerapan SAKIP

Merupakan proses berkelanjutan dan sistematis dari pembuatan keputusan yang berisiko, dengan memanfaatkan sebanyakbanyaknya pengetahuan antisipatif dan mengorganisasikannya secara sistematis untuk usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang sistematis

25

Instrumen Sistem AKIP


Kinerja Instansi Pemerintah)

(Akuntabilitas

Renstra IKU RKT PK LAKIP: PPS, PKK.

Indikator Kinerja

26

Hubungan antar instrumen sistem akuntabilitas kinerja


RENSTRA IKU PermenPAN 9

Renja_SKPD

RKT

Dokumen Penganggaran

PK Inpres 5

LapKeu

LAKIP
27

Dokumen yang Digunakan dalam Sistem AKIP


2005
Rencana Strategis 2005-2009

2006

2007

2008

2009

Rencana Kinerja 2005

Rencana Kinerja 2006

Rencana Kinerja 2007

Rencana Kinerja 2008

Rencana Kinerja 2009

Penetapan Kinerja 2005

Penetapan Kinerja 2006

Penetapan Kinerja 2007

Penetapan Kinerja 2008

Penetapan Kinerja 2009

LAKIP 2005

LAKIP 2006

.LAKIP . . 2007

LAKIP . . . 2008

LAKIP 28 2009

Alat-alat Akuntabilitas
Rencana Stratejik Rencana Kinerja

Persetujuan Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja
29

Praktik & Kebijakan Baru (Substansi)


Perumusan visi dan misi Tujuan dan sasaran Cara mencapai tujuan dan sasaran: Kebijakan, program Perlu dicantumkan Indikator Kinerja, untuk sasaran strategis K/L (selebihnya diteruskan pada perencanaan tahunan, termasuk perencanaan kinerja) Perumusan visi dan misi Tujuan dan sasaran strategis Strategi *) Kebijakan Program Kegiatan *) Diintegrasikan dengan MTEF Perlu indikator kinerja dan target capaiannya*).

30

*) yg warna merah, keharusan kebijakan baru

Praktik & Kebijakan Baru (format)


Terstandarisasi secara terbatas, masih banyak keleluasaan. Tidak begitu ketat, hanya wajib merumuskan visi, misi, tujuan, sasaran, indikator kinerja, kebijakan, program. Cascading disesuaikan kebutuhan (lebih bebas) Standar, terinci, lebih ketat, termasuk cascadingnya. Merumuskan banyak hal. Dikaitkan dengan constaint anggaran dan rencana pendanaan (MTEF). Cascading sudah ditentukan (pedoman penyusunan program dan kegiatan).

31

Renstra & Akuntabilitas Kinerja

Renstra digunakan sebagai titik tolak berakuntabilitas; Renstra memungkinkan instansi berakuntabilitas terhadap hasil (outcome).

32

Pentingnya Indikator Kinerja


Alat ukur Alat konsensus Alat koordinasi
Dalam draft pedoman penyusunan Renstra: Indikator Kinerja juga sudah dianggap penting !

Untuk pengukuran & akuntabilitas kinerja


33

Monitoring Kinerja Organisasi/Unit Kerja dengan Performance Balanced Scorecard

Sasaran strategic

Indicators

Target

Realisasi

Organisasi: K/L

Objecrive

Indicators

Target

Realisasi

Objective

Indicator

Target

Realisasi

Objective

Indicator

target

Realisasi

Unit Organisasi

34

Simpulan
Pedoman Renstra, terdapat beberapa kemajuan (mis: Indikator kinerja, target setting: hasil); Agak lebih pragmatis, seperti mempertimbangkan constraint anggaran, dan lebih berwujud action plan.

35

PENYUSUNAN DOKUMEN RENSTRA-KL

36

Outline Presentasi
A. PENGANTAR B. MEKANISME PENYUSUNAN RENSTRA-KL
Proses Teknokratis Proses Politik Penetapan Renstra K/L

C. STRUKTUR PEDOMAN PENYUSUNAN RENSTRA-KL (OUTLINE) D. PENYUSUNAN RENSTRA-KL


Outline Renstra-KL Langkah Penyusunan Dokumen Renstra-KL Matrik Kinerja K/L Matrik Pendanaan K/L Sandingan outline Renstra-KL vs Renstra Dep. PU 2005-2009

E. AGENDA TINDAK LANJUT


37

A. Pengantar
SEB Menneg PPN/Kepala Bappenas dan Menkeu Tanggal 19 Juni 2009 tentang Pedoman Reformasi Perencanaan dan Penganggaran yang terdiri : Buku I Pedoman Restrukturisasi Program dan Kegiatan Buku II Pedoman Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja Buku III Pedoman Penerapan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah Buku IV Format Baru RKA-KL Buku V Time Frame dan Penutup (Buku I s/d V dapat didownload di www.angggaran.depkeu.go.id)
Launching oleh Menkeu dan Menneg PPN/Kepala Bappenas kepada seluruh pejabat eselon I Kementerian/Lembaga tanggal 14 Juli 2009 di Departemen Keuangan Diharapkan K/L dapat menyampaikan usulan restrukturisasi Program dan Kegiatan kepada Menneg PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan pada akhir bulan Agustus 2009. Hasil restrukturisasi Program dan Kegiatan akan digunakan dalam penyusunan RPJMN 2010-2014 dan Renstra 2010-2014 serta mulai diimplementasikan dalam RKP, Renja K/L, RKAKL, dan DIPA 2011.

38

NO
1 2 3 4 5

KEGIATAN
Finalisasi Buku Pedoman Reformasi Perencanaan Penganggaran Penandatanganan SEB Workshop dan Training Penyusunan RPJMN 2010-2014 Penyusunan Renstra-KL 2010-2014

TAHUN

2009

2010

2011

6
7 8 9 10

Ujicoba format/sistem baru RKAKL


Pilot project 6 KL untuk Restrukturisasi Program dan Kegiatan Restrukturisasi Program dan Kegiatan untuk seluruh KL Evaluasi pelaksanaan Restrukturisasi program dan kegiatan Penyempurnaan sistem costing

11
12 13 14

Penyusunan Sistem Pengukuran Kinerja


Penyempurnaan Sistem Monitoring dan Evaluasi Pengembangan basis data yang terintegrasi Penyempurnaan PP No. 21/2004

39

Lanjutan...
UU 25/2004 tentang SPPN: (Pasal 6 ayat 1) Renstra K/L memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan
pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian/Lembaga yang disusun dengan berpedoman pada RPJM Nasional dan bersifat indikatif.

PP 40/2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional : (Pasal 14 ayat 2)
Rancangan Renstra K/L ditelaah oleh Menteri agar: - Sasaran program prioritas Presiden terjabarkan ke sasaran tujuan K/L - Kebijakan K/L konsisten dengan Rancangan Awal RPJMN - Program dan Kegiatan K/L konsisten dengan Rancangan Awal RPJMN - Sasaran hasil (outcome) sinergis dengan program prioritas Presiden - Sasaran keluaran (output) sasaran hasil (outcome) - Sumber daya yang diperlukan layak menurut kerangka ekonomi makro

40

Lanjutan...
PP 20/2004 tentang RKP turunan UU 17/2003 : (Pasal 3
ayat 1)

Renja K/L disusun dengan berpedoman pada Renstra-KL dan mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan pagu indikatif serta memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

41

B. Mekanisme Penyusunan Renstra-KL


15 Okt 09

PROSES TEKNOKRATIS
Aspirasi Masyarakat

PROSES POLITIK
Platform Presiden
1 Des 09

Peraturan Presiden
Musrenbang JAMNAS
RANCANGAN AKHIR Ditetapkan RPJMN

30 Jan 10

RPJMN

RPJPN 2005-2025 RANCANGAN TEKNOKRATIK RPJMN


Hasil Evaluasi RPJMN

RANCANGAN AWAL RPJMN


20 Okt 09
PEDOMAN *)

RANCANGAN RPJMN
BAHAN

RPJMN

1 Jan 10

SINKRONISASI (TRILATERAL MEETING)


Aspirasi Masyarakat

PENELAAHAN (TRILATERAL MEETING)

PEDOMAN PENYESUAIAN

RENSTRA K/L

RANCANGAN TEKNOKRATIK RENSTRA K/L


Evaluasi Pembangunan Sektor

RANCANGAN RENSTRA K/L

RENSTRA K/L

Koordinasi Pemerintah Daerah

*) Dalam Rancangan Renstra K/L masih dapat diusulkan rincian kebijakan yang berbeda dengan Rancangan Awal RPJMN sejauh tetap dalam koridor untuk melaksanakan platform Presiden terpilih yang dinyatakan dalam bentuk Prioritas Nasional.

42

Lanjutan...
PROSES TEKNOKTRATIS PENETAPAN RENSTRA-KL PROSES POLITIS
(Dilakukan dengan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk menganalisis kondisi obyektif dengan beberapa skenario pembangunan) Penyusunan Renstra-KL 2010-2014 mengacu pada RPJMN tahap 2 dari RPJPN 2005 - 2025 Proses Teknokratis mewadahi sinkronisasi Rancangan teknokratik Renstra-KL dengan rancangan teknokratik RPJMN dan RPJPN 20052025 melalui trilateral meeting (Kemeneg. PPN/Bappenas, DepKeu dan K/L)
Proses penyusunan Renstra-KL disesuaikan dengan visi, misi dan program prioritas Presiden Rancangan Renstra -KL berpedoman pada Rancangan Awal RPJMN Namun masih dapat mengusulkan rincian kebijakan yang berbeda dengan Rancangan Awal RPJMN sejauh tetap dalam koridor untuk melaksanakan program prioritas Presiden terpilih (dlm bentuk Prioritas Nas.) Bahan masukan Rancangan Renstra-KL:

(RPJMN ditetapkan melalui Peraturan Presiden)

Renstra-KL disesuaikan dengan RPJMN


Renstra-KL ditetapkan dengan Keputusan Pimpinan K/L, untuk disampaikan kepada:

Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri Menteri Negara PAN.

Ranc. teknokratik Renstra (mempertimbangkan hasil koordinasi dengan Pemda) Ranc. Renstra ditelaah oleh Bappenas, K/L, dan DepKeu melalui trilateral meeting.

43

Tahapan Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025

44

C. Struktur Pedoman Penyusunan Renstra-KL


Memuat latar belakang, tujuan, ruang lingkup, landasan hukum, serta definisi dan pengertian yang digunakan dalam petunjuk penyusunan Renstra-KL

BAB I PENDAHULUAN

BAB II KEDUDUKAN RENSTRA-KL DALAM SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Memuat narasi mengenai alur penyusunan Renstra-KL yang berpedoman pada RPJMN dan kemudian mejadi pedoman penyusunan Renja-KL

BAB III PENYUSUNAN RENSTRA-KL

Memuat alur penyusunan RPJMN dan Renstra-KL (proses teknokratis, proses politis, dan penetapan Renstra-KL), serta tahap penyusunan dokumen Renstra-KL

BAB IV PENUTUP

Memuat uraian Kaidah Pelaksanaan serta manfaat Pedoman Penyusunan Renstra-KL

45

D. PENYUSUNAN RENSTRA-KL

46

Outline Renstra-KL
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Kondisi Umum 1.2 Potensi dan Permasalahan BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN KEMENTERIAN/LEMBAGA 2.1 Visi Kementerian/Lembaga 2.2 Misi Kementerian/Lembaga 2.3 Tujuan 2.4 Sasaran Strategis Kementerian/Lembaga BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI 3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Sesuai dengan penugasan RPJMN pada K/L, terkait dengan prioritas nasional/bidang (Buku I dan/atau Buku II dan/atau Buku III). Uraian mencakup indikatif pendanaan dilengkapi dengan indikator-indikator kinerja outcome dari masing-masing Program 3.2 Arah Kebijakan dan Strategi K/L Uraian bersifat lengkap (tidak hanya mencakup yang dilakukan langsung oleh K/L tetapi juga mempertimbangkan keterlibatan daerah dan swasta berikut pendanaan yang diperlukan untuk melaksanakannya) Uraian kebijakan yang dilaksanakan melalui Program dan/atau Lintas Program dalam K/L yang bersangkutan Uraian dilengkapi dengan indikator-indikator kinerja outcome dari masing-masing Program Uraian dilengkapi dengan penjelasan mengenai penataan aparatur K/L, meliputi sumber daya manusia, ketatalaksanaan, kelembagaan, dan struktur organisasi sebagai bagian dari kebijakan K/L dalam mencapai Visi, Misi, dan Tujuan. BAB IV PENUTUP LAMPIRAN Matriks Kinerja K/L Matriks Pendanaan K/L

47

Struktur Fokus Prioritas, Program, dan Kegiatan


DIJABARK AN

Prioritas Nasional Fokus Prioritas (Lintas KL)


Keg Keg

Prioritas Nasional Fokus Prioritas (Lintas KL)


Keg Keg Keg

Prioritas Nasional Fokus Prioritas (Lintas KL)


Keg Keg Keg

Prioritas Nasional Fokus Prioritas (Lintas KL)


Keg Keg

Fokus Prioritas (Lintas KL)


Keg Keg Keg

Fokus Prioritas (Lintas KL)


Keg Keg Keg

Keg
Keg

Keg

Prioritas Nasional Fokus Prioritas


Keg

PEDO MAN

Program
Keg Keg Keg

Prioritas-KL
Fokus Priritas-KL (Lintas Eselon I) Keg Keg Keg Prog.1 Prog.2 Keg

Prioritas Nasional Fokus Prioritas


Keg

Prioritas-KL Program
Keg Keg Keg Keg Fokus Priritas-KL (Lintas Eselon I) Keg Keg Keg Prog.1 Prog.2 Prog.3

Keg

Keg (di K/L lain) Keg

Keg Prog.3 (di K/L lain) Keg (di K/L lain)

(di K/L lain)

48

Struktur Kebijakan (Policy Structure) dan Kinerja Pembangunan RPJMN 2010-2014

49

Ilustrasi
PRIORITAS/FOKUS PRIORITAS PRIORITAS: PENANGGULANGAN KEMISKINAN FOKUS PRIORITAS: PENINGKATAN PERLINDUNGAN SOSIAL INDIKATOR % PENURUNAN PENDUDUK MISKIN XXX JUTA RUMAH TANGGA SASARAN DAPAT MENGAKSES KEBUTUHAN DASAR (KESEHATAN, PENDIDIKAN, PANGAN) XXX JUTA RUMAH TANGGA SASARAN DAPAT MENGAKSES PELAYANAN KESEHATAN XXX JUTA RUMAH TANGGA SASARAN DAPAT MENGAKSES PELAYANAN PENDIDIKAN KATEGORI KINERJA IMPACT OUTCOME

KEGIATAN PRIORITAS: PELAYANAN KESEHATAN MASY MISKIN (JAMKESMAS) KEGIATAN PRIORITAS: PENYEDIAAN BEASISWA MISKIN

OUTPUT

OUTPUT

KEGIATAN PRIORITAS: PENYEDIAAN PANGAN UNTUK RAKYAT


FOKUS PRIORITAS: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT FOKUS PRIORITAS: PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN USAHA KECIL

XXX JUTA RUMAH TANGGA SASARAN DAPAT MENGAKSES PANGAN


% PENDUDUK YANG MENDAPAT PEMBERDAYAAN % USAHA KECIL YANG MEMILIKI AKSES PERBANKAN

OUTPUT

OUTCOME OUTCOME

50

Langkah Penyusunan Dokumen Renstra-KL

1
PERSIAPAN

2
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM DAN PERMASALAHAN K/L

3
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

6
TARGET DAN PENDANAAN

PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN

dilakukan paralel

51

Langkah I: Persiapan
1
PERSIAPAN

2
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM & PERMASALAHAN K/L

3
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI K/L

6
TARGET DAN PENDANAAN

Tahap persiapan memerlukan: 1. Hasil Identifikasi isu-isu strategis atau pilihan-pilihan strategis yang akan dihadapi dalam jangka waktu pelaksanaan Renstra-KL, 2. Hasil identifikasi asas legal bagi K/L dalam pelaksanaan tugas dan justifikasi fungsi dan kewengannya gambaran awal keberadaan K/L terhadap kondisi yang dihadapi 3. Hasil Identifikasi struktur organisasi berserta tupoksinya sebagai dasar untuk melihat dan menentukan lingkup kewenangan K/L, dan 4. Hasil Identifikasi kebutuhan data-data dan informasi yang diperlukan sebagai bahan pengambilan keputusan selama tahap penyusunan Renstra-KL.

52

Langkah II: Identifikasi Kondisi Umum dan Permasalahan K/L


Hasil Identifikasi kondisi umum dan permasalahan K/L Renstra K/L dituangkan dalam dokumen RenstraKL Bab I. Pendahuluan

1
PERSIAPAN

2
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM DAN PERMASALAHAN K/L

3
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI K/L

6
TARGET DAN PENDANAAN

KONDISI UMUM K/L

POTENSI DAN PERMASALAHAN K/L

Evaluasi pencapaian program dan kegiatan didasarkan pada sasaran dan/atau standar kinerja yang telah ditetapkan

Hasil aspirasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan barang publik, layanan publik, dan regulasi dalam lingkup kewenangan K/L

Hasil-hasil identifikasi permasalahan, potensi, kelemahan, peluang serta tantangan dalam jangka menengah yang dilakukan sendiri oleh K/L dan berdasarkan RPJMN pada sektor yang menjadi kewenangan K/L

53

Langkah III: Penyusunan Visi Dan Misi K/L


Hasil penyusunan Visi dan Misi K/L dituangkan dalam dokumen Renstra-KL Bab II. Visi, Misi, dan Tujuan K/L

1
PERSIAPAN

2
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM & PERMASALAHAN K/L

3
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI K/L

6
TARGET DAN PENDANAAN

Visi K/L
Rumusan umum mengenai keadaan yang ingin dicapai oleh K/L pada akhir periode perencanaan

Misi K/L
Rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi

Rumusan Visi K/L 1. Visi harus dapat memberikan arah pandangan kedepan terkait dengan kinerja dan peranan organisasi K/L 2. Visi harus dapat memberikan gambaran tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh organisasi K/L 3. Visi harus ditetapkan secara rasional, realistis dan mudah dipahami, 4. Visi harus dirumuskan secara singkat, padat dan mudah diingat, dan 5. Visi harus dapat dilaksanakan secara konsisten dalam pencapaian

Rumusan Misi K/L 1. Misi harus sejalan dengan visi organisasi dan berlaku pada periode tertentu. 2. Misi harus dapat menyatakan apa yang akan dicapai (pada level impact) dan bagaimana mencapainya dalam periode tertentu, beserta ukuran-ukuran pencapaiannya. 3. Misi harus dapat menggambarkan tindakan (upaya-upaya) sesuai dengan tupoksi organisasi K/L. 4. Misi harus dapat menjembatani dalam penyusunan tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan K/L.

54

Langkah IV: Penyusunan Tujuan Dan Sasaran Strategis K/L


Hasil penyusunan Tujuan dan Sasaran Strategis K/L dituangkan dalam dokumen Renstra-KL Bab II. Visi, Misi, dan Tujuan K/L

1
PERSIAPAN

2
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM DAN PERMASALAHAN K/L

3
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI K/L

6
TARGET DAN PENDANAAN

TUJUAN K/L

SASARAN STRATEGIS K/L

Rumusan Tujuan: Sejalan dengan Visi dan Misi K/L Menunjukkan kondisi yang ingin dicapai (5 tahun mendatang) Dicapai dengan kemampuan yang dimiliki oleh K/L Dapat mengarahkan perumusan sasaran strategis, strategi, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi K/L

Rumusan Sasaran Strategis: Ukuran pencapaian Tujuan K/L Mencerminkan berfungsinya outcomes dari semua program dalam K/L Dirumuskan dengan jelas dan terukur Sasaran strategis K/L harus dilengkapi dengan target kinerja

55

Langkah Va: Penyusunan Arah Kebijakan dan Strategi K/L


Hasil penyusunan Strategi dan Kebijakan K/L dituangkan dalam dokumen Renstra-KL Bab III. Arah Kebijakan dan Strategi 1
PERSIAPAN

2
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

3
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM & PERMASALAHAN K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

6
TARGET DAN PENDANAAN

I. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL (LINK SLIDE)


Sesuai dengan penugasan RPJMN (Buku I dan/atau Buku II dan/atau Buku III)

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

II. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI K/L


Uraian bersifat lengkap (tidak hanya mencakup yang dilakukan langsung oleh K/L tetapi juga mempertimbangkan keterlibatan daerah dan swasta berikut pendanaan yang diperlukan untuk melaksanakan (LINK SLIDE) Uraian kebijakan yang dilaksanakan melalui Program dan/atau Lintas Program dalam K/L yang bersangkutan Uraian dilengkapi dengan indikator-indikator kinerja outcome dari masingmasing Program

56

Langkah Vb: Penyusunan Program dan Kegiatan K/L Beserta Indikator


Hasil penyusunan Program dan Indikatornya dituangkan dalam dokumen Renstra K/L pada Bab III. Arah Kebijakan dan Strategi, sedangkan detail Program dan Kegiatan beserta informasi kinerja nya dituangkan dalam lampiran matrik kinerja

1
PERSIAPAN

2
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM DAN PERMASALAHAN K/L

3
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI K/L

6
TARGET DAN PENDANAAN

PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN

PRINSIP AKUNTABILITAS ORGANISASI

PRINSIP AKUNTABILITAS KABINET

RESTRUKTURISASI PROGRAM DAN KEGIATAN

57

Prinsip Akuntabilitas Kinerja Organisasi (Program Teknis Pelayanan Eksternal Pemerintahan)


1. Program berdasarkan karakteristik Kementerian/Lembaga:
a) KELOMPOK LEMBAGA TINGGI NEGARA Program-Program Teknis dilaksanakan oleh organisasi Lembaga Tinggi Negara b) KELOMPOK DEPARTEMEN 1 (satu) Program Teknis untuk 1 (satu) Eselon 1A 1 (satu) Eselon 1A dapat menggunakan lebih dari 1 Program Teknis dengan pertimbangan: Kompleksitas pelaksanaan kegiatan-kegiatannya Besaran anggaran yang dikelola oleh unit organisasi yang bersangkutan c) KELOMPOK KEMENTERIAN NEGARA DAN KEMENTERIAN KOORDINATOR Disarankan 1 (satu) Program Teknis digunakan seluruh Eselon 1 A dg catatan Indikator Kinerja masing-masing Eselon 1A muncul dalam Indikator Kinerja Program (Outcome) 1 (satu) Eselon 1A dapat menggunakan lebih dari 1 (satu) Program Teknis dengan pertimbangan: Kompleksitas pelaksanaan kegiatan-kegiatannya Besaran anggaran yang dikelola oleh unit organisasi yang bersangkutan d) KELOMPOK LEMBAGA PEMERINTAH NON DEPARTEMEN (LPND) DAN LEMBAGA NON-STRUKTURAL 1 (satu) Program Teknis untuk 1 (satu) Lembaga

2. 1 (satu) Kegiatan untuk 1 (satu) Eselon II


CATATAN : Kegiatan prioritas yang tidak dapat di akomodasi dalam indikator kinerja kegiatan Eselon II diberikan nomenklatur tersendiri (ditambahkan pada kegiatan Eselon II) (PRINSIP AKUNTABILITAS KINERJA KABINET)

58

Prinsip Akuntabilitas Kinerja Organisasi (Program Generik Pelayanan Internal Pemerintahan)


1. SEKJEN Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (nama K/L) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur (nama K/L) 2. ITJEN Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur (nama K/L) 3. LITBANG Program Penelitian dan Pengembangan (nama K/L) 4. DIKLAT SDM Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (nama K/L)

*) Untuk Unit Organisasi Sekretariat Jenderal yang didalamnya terdapat unit Eselon 2 yang bersifat pelayanan eksternal (contoh: Pusat Pengadilan Pajak di Sekjen Depkeu) dan/atau tidak sejalan Tupoksi Sekretariat Jenderal (contoh: Pusat Perlindungan Varietas Tanaman di Sekjen Deptan) Nama Program Generik disusun menjadi: Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Departemen Keuangan dan Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Departemen Pertanian

59

Langkah VI: Pendekatan Penghitungan Kebutuhan Pendanaan K/L (Berbasis KPJM)

1
PERSIAPAN

2
IDENTIFIKASI KONDISI UMUM DAN PERMASALAHAN

3
PENYUSUNAN VISI DAN MISI K/L

4
PENYUSUNAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS K/L

5
PENYUSUNAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN K/L

6
TARGET DAN PENDANAAN

Langkah-langkah penentuan Target dan Pendanaan antara lain : 1. Penelaahan program dan kegiatan 2. Penyusunan program dan kegiatan baru untuk periode 2010 2014 3. Penyusunan anggaran tahun dasar (based year) 2010 4. Penyusunan Prakiraan Maju Jangka Menengah (forward estimates) untuk TA 2011 sampai 2014

60

FORMULIR 1
Target Pembangunan untuk Tahun 2010-2014 (Nama K/L)
TARGET PROGRAM/KEGIATAN (1) PROGRAM A Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... PROGRAM B Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... PROGRAM C Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) 2010 (4) 2014 (5) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (6)

61

FORMULIR 2
Kebutuhan Pendanaan Pembangunan Tahun 2010-2014 (Nama K/L)
ALOKASI PROGRAM/KEGIATAN 2010
(1) A. ALOKASI PROGRAM GENERIK - PROGRAM GENERIK1 - PROGRAM GENERIK2 - PROGRAM GENERIK3 Dst... B. ALOKASI PROGRAM TEKNIS - PROGRAM TEKNIS 1 Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... - PROGRAM TEKNIS 2 Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... - PROGRAM TEKNIS 3 Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Kegiatan lainnya Dst... - Dst.. (2)

2011
(3)

2012
(4)

2013
(5)

2014
(6)

*) Kegiatan Teknis (Non-Prioritas) dan Kegiatan Generik dicantumkan dalam dokumen tahunan (Renja-KL)

62

Keterkaitan Format RPJMN dengan Renstra-KL


FORMAT BUKU II RPJMN
NO K/L A 1 Program 1 Tujuan Program 1 Indikator Kinerja Program 1 Kegiatan A (Prioritas Nasional) Tujuan Kegiatan Prioritas A Indikator Keluaran Kegiatan Prioritas A Kegiatan B (Prioritas Nasional) Tujuan Kegiatan Prioritas B Indikator Keluaran Kegiatan Prioritas B Kegiatan C (Prioritas Bidang) Tujuan Kegiatan Prioritas C Indikator Keluaran Kegiatan Prioritas C 2 Program 2 Kegiatan D (Prioritas Bidang) K/L B 1 2 Program 1 Kegiatan E (Prioritas Bidang) Program 2 Kegiatan F (Prioritas Bidang) K/L C 1 Program 1 2 Program 2 Tujuan Program 1 Indikator Kinerja Program 1 Tujuan Kegiatan Prioritas E Indikator Keluaran Kegiatan Prioritas E Tujuan Program 2 Indikator Kinerja Program 2 Tujuan Kegiatan Prioritas F Indikator Keluaran Kegiatan Prioritas F Tujuan Program 1 Tujuan Program 2 Indikator Kinerja Program 1 Indikator Kinerja Program 2 Tujuan Program 2 Indikator Kinerja Program 2 Tujuan Kegiatan Prioritas D Indikator Keluaran Kegiatan Prioritas D PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS TUJUAN PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR 2010 2011 TARGET 2012 2013 2014 ALOKASI BASELINE PROGRAM 2010 2011 2012 2013 2014

FORMAT RENSTRA (FORM 1)


PROGRAM/KEGIATAN (1) PROGRAM A Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Dst.. PROGRAM B Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Dst.. PROGRAM C Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Dst.. OUTCOME/OUTPUT (2) INDIKATOR (3) TARGET 2010 (4) 2014 UNIT ORGANISASI PELAKSANA (5)

FORMAT RENSTRA (FORM 2)


PROGRAM/KEGIATAN

(1) A. ALOKASI PROGRAM GENERIK - PROGRAM GENERIK 1 - PROGRAM GENERIK 2 - PROGRAM GENERIK 3 - Dst.. B. ALOKASI PROGRAM TEKNIS - PROGRAM TEKNIS 1 Kegiatan Prioritas Nasional Kegiatan Prioritas K/L 1 - PROGRAM TEKNIS 2 Kegiatan Prioritas Nasional Kegiatan Prioritas K/L 1 - Dst..

2010 (2)

ALOKASI BASELINE 2011 2012 2013 (3) (4) (5)

2014 (6)

63

Renstra-KL (I & II) dan Renja-KL (I)


FORMAT RENSTRA (FORM 1)
PROGRAM/KEGIATAN (1) PROGRAM A Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Dst.. PROGRAM B Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Dst.. PROGRAM C Kegiatan Prioritas 1 Kegiatan Prioritas 2 Dst.. OUTCOME /OUTPUT (2) INDIKATOR (3) TARGET 2010 2014 (4) UNIT ORGANISASI PELAKSANA (5)

FORMAT RENSTRA-KL (FORM 2)


PROGRAM/KEGIATAN (1) A. ALOKASI PROGRAM GENERIK - PROGRAM GENERIK 1 - PROGRAM GENERIK 2 - PROGRAM GENERIK 3 - Dst.. B. ALOKASI PROGRAM TEKNIS - PROGRAM TEKNIS 1 Kegiatan Prioritas Nasional Kegiatan Prioritas K/L 1 - PROGRAM TEKNIS 2 Kegiatan Prioritas Nasional Kegiatan Prioritas K/L 1 - Dst.. 2010 (2) ALOKASI BASELINE 2011 2012 2013 (3) (4) (5) 2014 (6)

FORMAT RENJA-KL (FORM 1)


1. Prioritas 2. Fokus Prioritas : :
SASARAN (OUTCOME/ OUTPUT) UNIT ORGANISASI Eselon 1 Eselon 2 Eselon 2 Eselon 2 Realisasi TA. 200X-2 Prognosa TA. 200X-1 TA. 200X TA. 200X+1 (Renstra) Alokasi Target Prakiraan Maju TA. 200X+1 TA. 200X+2 (Penyesuaian) (Renstra) Alokasi Target Alokasi Target TA. 200X+2 (Penyesuaian) Alokasi Target

NO

PROGRAM/KEGIATAN

INDIKATOR Indikator Prog. A Indikator Keg. A Indikator Keg. B Indikator Keg. C

Alokasi Target Alokasi

Target

Alokasi

Target

PROGRAM A a Kegiatan A (Teknis) b Kegiatan B (Teknis) c Kegiatan C (Generik) TOTAL PROGRAM SUMBER PENDANAAN Total RM Total PLN Total HLN PNBP TOTAL JENIS BELANJA Belanja Pegawai Dst.. TOTAL

64

E. Agenda Tindak Lanjut

AGENDA
PENYAMPAIAN RANCANGAN RENSTRA-KL kepada Menteri Negara PPN/Ka. BAPPENAS, Menteri Keuangan dan Menteri Negara PAN Exercise RPJMN 2010 -2014 (Bappenas) Exercise RPJMN 2010 2014 (K/L) Trilateral Meeting

WAKTU PELAKSANAAN

Selambat-lambatnya 15 Oktober 2009

PENYAMPAIAN RENSTRA-KL kepada Menteri Negara PPN/Ka. BAPPENAS, Menteri Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan Keuangan dan Menteri Negara PAN setelah penetapan RPJMN 2010-2014

65