Anda di halaman 1dari 13

TINEA VERSIKOLOR A.

DEFINISI Sinonim dari Pitiriasis versikolor adalah tinea versikolor, dermatomikosis, kromofitosis, liver spots, tinea flava, pitiriasis versikolor flava, dan panu. Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial kronik pada stratum korneum kulit yang biasanya bersifat ringan dan tanpa peradangan.1,2 Pitiriasis versikolor disebabkan oleh Malassezia furfur merupakan jamur yang bersifat lipofilik dimorfik dan merupakan flora normal pada kulit manusia yang biasanya ditandai dengan makula yang multiple dan bercak lesi yang bervariasi mulai dari hipopigmentasi, kekuning-kuningan, kemerahan sampai kecoklatan atau hiperpigmentasi. Pitiriasis versikolor bercaknya terutama meliputi badan dan kadang-kadang dapat menyerang ketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas, leher, muka dan kulit kepala yang berambut.2 B. EPIDEMIOLOGI Tinea versikolor adalah penyakit universal dan terutama ditemukan di daerah tropis. i !merika Serikat, tinea versikolor paling sering terjadi pada i orang usia 1"-2# tahun, ketika kelenjar sebaceous lebih aktif. Terjadinya tinea versicolor sebelum pubertas atau setelah usia $" tahun ini jarang terjadi. negara-negara tropis, frekuensi usia lebih bervariasi% banyak kasus melibatkan orang-orang berusia 1&-1' tahun yang tinggal didaerah lebih hangat, lembab, seperti (iberia dan )ndia.#," Penyakit ini menyerang semua ras, tidak terdapat perbedaan frekuensi pada laki-laki dan perempuan, namun beberapa pendapat mengatakan bah*a rasio antara laki-laki dan perempuan adalah +,2, menyerang semua umur terutama de*asa muda, sedangkan umur - 1 tahun sangat jarang di temukan M. furfur, hal ini disebabkan pada anak-anak terdapat produksi sebum yang rendah."

C. ETIOLOGI Pitiriasis versikolor disebabkan oleh ragi lipofilik yang merupakan flora normal kulit dikenal dalam genus Malassezia, dan sebagai spesies tunggal disebut M. furfur. Sebagian besar kasus Pitiriasis versikolor terjadi karena aktivasi M. furfur pada tubuh penderita sendiri, *alaupun dilaporkan pula adanya penularan dari individu lain. .ondisi patogen terjadi bila terdapat perubahan keseimbangan hubungan antara hospes dengan ragi sebagai flora normal kulit. alam kondisi tertentu M. furfur akan berkembang ke bentuk miselial, dan bersifat lebih patogenik. .eadaan yang mempengaruhi keseimbangan hospes dan ragi tersebut diduga adalah faktor eksogen dan faktor endogen. /aktor eksogen tersebut yaitu kelembaban, cuaca panas, pakaian yang tertutup rapat, tingginya konsentrasi karbondioksida, dan faktor endogen yaitu adanya penyakit seboroik dermatitis, atau penyakit infeksi kronik lainnya. Sedangkan faktor penularan dari seseorang ke orang lain dapat terjadi baik melalui kontak langsung atau melalui perantara, contohnya pakaian atau tempat tidur.1,+ D. PATOGENESIS Pityrosporum ovale dan Pityrosporum orbiculare merupakan saprofit normal pada kulit manusia dengan sifat lipofilik dan tergantung pada kondisi lemak pada kulit seseorang. Selama jamur ini masih dalam bentuk ragi maka kulit akan tetap seperti biasa atau normal. engan adanya faktor-faktor predisposisi yaitu faktor eksogen dan endogen maka jamur akan cepat bermultiplikasi dan berubah bentuk. 0amur mengalami transformasi dari bentuk ragi ke bentuk hifa yang disebut M. furfur, dimana bentuk ini akan berubah sifat dari flora normal menjadi patogen, yang didapatkan pada skuama dari lesi Pityriasis 1ersikolor. M. furfur mampu mempertahankan bentuk *alaupun dalam keadaan vakum dan mampu mempererat ikatan antara sel keratinosit sehingga berbentuk akumulasi skuama.1 engan proses biosintesa, (ipoperoksidase dari jamur yang terdapat dalam kulit yang mengandung lemak 2sebum3 akan menghasilkan asam

dikarboksilat, utamanya a4elaic acid yang diketahui toksik terhadap melanosit, yaitu menimbulkan kerusakan pada melanosit, hancurnya melanosom dan menghambat en4ym tyrosinase, degenerasi mitokondria sehingga pada kulit tersebut akan nampak gambaran hipopigmentasi. + /aktor lain yang menyebabkan timbulnya gambaran hipopigmentasi adalah , 5engecilnya melanosom Sel-sel jamur pada permukaan kulit yang dapat menghalangi sinar ultraviolet 6ambaran hiperpigmentasi umumnya disebabkan oleh , 5eningkatnya ketebalan dari lapisan keratin atau stratum korneum !danya sel-sel inflamasi yang bertindak sebagai stimulus ke melanosit yang akhirnya memperoduksi lebih banyak pigmen. 7kuran melanosom yang menjadi lebih besar dan distribusinya berubah. E. GAMBARAN KLINIS .elainan kulit Tinea versikolor sangat superficial dan ditemukan terutama di badan. .elainan ini terlihat sebagai bercak-bercak ber*arna *arni, bentuk tidak teratur sampai teratur, batas jelas sampai difus. 8entuk papul vesikuler dapat terlihat *alaupun jarang. .elainan biasanya asimtomatis sehingga adakalanyapenderita tidak mengetahui bah*a ia berpenyakit tersebut. .adang-kadang penderita merasakan gatal ringan, yang merupakan alas an berobat. Pseudoakromia, akibat tidak terkena sinar matahari atau kemungkinan pengaruh toksis jamur terhadap pembentukan pigmen, sering dikeluhkan penderita. # 8entuk yang paling sering muncul, berupa makula, skuama, dan berbatas tegas yang meliputi badan dan atau dada yang kadang-kadang meluas ke bagian ba*ah perut, leher, dan ekstremitas atas. Sesuai dengan nama versikolor, penyakit ini secara karakteristik, *arnanya bervariasi pada kulit. aerah yang terkena dapat hiperpigmentasi atau hipopigmentasi.

.ondisi ini menjadi lebih nyata pada musim panas ketika ketidaksesuaian pada *arna dari kulit normal menjadi lebih nyata.",$ 8entuk lain dari Pitiriasis versikolor dimana predileksinya berbeda yaitu pada daerah fleksor, *ajah atau daerah tertutup pada ekstremitas 8iasanya spesies 5alasse4ia furfur berkembang pada daerah yang terdapat glandula sebaseus seperti dada,punggung dan lengan atas dan tidak ditemukan pada telapak tangan dan kaki."

6ambar 1. (esi hiperpigmentasi dan hipopigmentasi9 F. DIAGNOSIS iagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinik dan pemeriksaan penunjang dalam hal ini dengan menggunakan lampu :oods dan sediaan langsung kerokan lesi dengan menggunakan kalium hidroksida .;< 1&-2& =. 6ambaran klinis yang khas berupa bercak ber*arna putih sampai coklat,merah dan hitam dengan distribusi tersebar,berbatas tegas dengan skuama halus diatasnya. Pada pemeriksaan mikroskopis langsung, dengan larutan .;< 1&-2&= tampak gambaran hifa pendek bersepta, kadang-kadang bercabang atau hifa yang terpotong- potong,dengan spora yang berkelompok.Pemeriksaan dengan lampu :ood memberikan effloresensi ber*arna kuning emas.2,# G. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan melalui , - Pemeriksaan dengan lampu *ood akan tampak fluoresensi kulit ber*arna kuning keemasan.2,#

Sediaan langsung kerokan lesi dengan .;< 1&-2& =% tampak hifa pendek, lurus atau bengkok, kadang bercabang, bersepta, dan memberikan gambaran cigar-butt dan spora yang berukuran #-> mm, berbentuk bulat, sferis, lonjong atau globoid yang akan lebih mudah dilihat dengan penambahan 4at *arna tinta parker blue-black atau biru laktafenol. 6ambaran tersebut sering dilukiskan sebagai meat balls and spaghetti.2,#

6ambar 2. 5alasse4ia furfur dilihat diba*ah mikroskop1


-

Pemeriksaan biakan% biakan dilakukan hanya jika perlu yaitu pada kasuskasus suspek fungimia. 5edia yang umum digunakan adalah agar sabourauds dekstrose yang mengandung sikloheksamid 2aktiodin3 dengan olive oil atau sebagai alternative lain digunakan media khusus seperti agar i?on yang mengandung gliserol monooleat. 9 .oloni yang tumbuh berbentuk soliter, sedikit meninggi, bulat, ber*arna krem kuning, mengkilat dan lama-kelamaan akan menjadi kering.>

6ambar +. .ultur M.furfur pada agar i?on'


-

Pemeriksaan histopatologik dilakukan dengan biopsi pada lesi kulit. Pada gambaran histologinya nampak hiperkeratosis, parakeratosis dan sedikit akantolisis dengan infiltrate inflamasi yang ringan pada dermis.>

Pemeriksaan serologik , )g6 spesifik terhadap antigen M. furfur 2@()S! dan western blotting assay3."

"

H. DIAGNOSIS BANDING Pitiriasis versikolor yang memberikan gambaran hiperpigmentasi harus dibedakan dari sejumlah keadaan, meliputi eritrasma dan pitiriasis rosea.> @ritrasma biasanya berlokasi di daerah inguinal, aksila, dan jari kaki yang basah,> dengan pemeriksaan lampu :ood memberikan fluoresensi kemerahan.+ Pitiriasis rosea.6ambaran effloresensi sejajar dengan garis-garis kulit,ada AmedallionB atau herald patch..erokan kulit , hifa,spora negatif%sinar :ood negatif.1& (esi hipopigmentasi dapat dibadakan dengan morbus <ansen, pitiriasis alba, dan vitiligo. 5orbus <ansen 25<3% berupa makula hipopigmentasi atau eritematosa atau plakat yang anestesi.11 Pitiriasis alba% sering ditemukan pada anak-anak dan orang de*asa muda, lokasi kelainannya sering di daerah muka dan lengan bagian atas, batas lesi kurang jelas, skuama kasar dan ber*arna abu-abu.> 1itiligo% dapat dibedakan dengan tidak terdapatnya skuama.>

I. PENATALAKSANAAN 1. Con medikamentosa Selain dengan terapi topical dan sistemik, perlu diberikan edukasi pada pasien untuk menjaga kebersihan kulit dan lingkungan, memakai pakaian dari katun, tidak ketat dan dianjurkan tidak bertukar pakaian dengan orang lain. .ebersihan pribadi dengan mandi teratur menggunakan sabun ringan dan menjaga agar kulit yang sakit tetap kering.1 5enghindari faktor predisposisi seperti berkeringat meningkat, berbagi handuk dan pakaian, kekurangan gi4i, pakaian sintetis akan membantu untuk mengontrol penyakit ini.> Pasien harus diberitahu bah*a tinea versicolor disebabkan oleh jamur yang biasanya terdapat di permukaan kulit dan karena itu tidak

dianggap menular. .ondisi ini tidak meninggalkan bekas luka permanen apapun atau perubahan pigmen, dan perubahan *arna kulit ke semula dalam *aktu 1-2 bulan setelah pengobatan telah dimulai. 8iasanya terjadi sehingga perlu terapi profilaksis dapat membantu mengurangi tingkat kekambuhan tinggi." 2. 5edikamentosa 13 Topikal golongan a4ol anti fungi spectrum luas yang kerjanya menghambat sintesis ergosterol pembentuk dinding sel jamur. Pemakaian selama 2-$ minggu 2 kali sehari pada area yang terinfeksi Dlotrima4ole 1= krim 25ycele?, (otrimin3 .etocona4ole 2= krim 2Ci4oral3 5icona4ole 2= krim atau lotion . ;?icona4ole 1= krim 2;?istat3 Sertacona4ole 2= krim 2@rtac4o) 23 Topikal golongan !llylamine , fungisid yang menghambat en4yme sEulene 2,+ epo?idase sehingga terjadi penurunan sterol yang mengakibatkan kematian sel. Pemakaian selama 2-# minggu Caftifine 1= krim or gel 2Caftin3 Terbinafine 1= krim 2(amisil3 +3 Terapi sistemik golongan a4ol /lucona4ol, dosis de*asa 1"& mgFhari selama 2-# minggu.mempunyai afinitas yang kecil terhadap sitokrom mamalia sehingga mempunyai toksisitas yang rendah. .ontra indikasi dengan ri*ayat hipersensitif, penggunaan bersama terfenadine untuk pemakaian flucona4ol dosis G #&& mg. )tracona4ole pembentukan dengan aktivitas fungistatik menghambat pertumbuhan sel dengan menghambat sitokrom-#"& untuk ergosterol. osis untuk de*asa 1&&-2&& mg

Fhari selama 1 minggu. 7ntuk anak-anak +-1$ tahun sama dengan de*asa. .ontra indikasi dengan ri*ayat hipersensitif .etocona4ol menghambat sintesis ergosterol dan mengakibatkan kematian sel jamur. yang disebabkan jamur. #3 Terapi !llyamine Sistemik Terbinafine suatu fungisid dengan dosis 2"& mgFhari selama 12 minggu,untuk anak "3 Terapik sistemik yang lain , 6riseofulvin mempunyai efek fungistatik dengan mempengaruhi mikrotubul dari sel jamur. Terikat pada sel prekusor keratin kemudian keratin secara bertahap digantikan dengan jaringan yang tak terinfeksi dan reistan terhadap invasi jamur dengan dosis "&& mg microsi4e perhari untuk anak-anak 2& mg mikrosi4e FkgFhari .Pasien perlu diedukasi untuk melindungi diri dari radiasi matahari selama pengobatan. .arena ada resiko foto sensitive.12 8iasanya dipakai salep atau krim antimikotik, seperti salep *hitfield, campuran asam salisilat "= dengan asam ben4oat 1&= dan resorsinol "= dalam spirtus, Castellanis paint, imida4ol, ketokona4ol, dan piroksolamin siklik, yang digunakan selama 2-+ minggu.1 6riseofulvin, terbinafin, ketokona4ol, sering digunakan untuk terapi sistemik. 6riseofulvin oral meningkatkan efisiensi dari medikasi topikal. 6riseofulvin bersifat fungsistatik. Secara umum, griseofulvin dapat diberikan &," H 1g untuk orang de*asa dan &,2"-&," g untuk anak-anak sehari atau 1& H 2" mg per kg berat badan. (ama pengobatan bergantung pada beratnya penyakit. Setelah sembuh klinis, dilanjutkan 2 minggu agar tidak residif. Terbinafin yang bersifat fungisidal juga dapat diberikan dengan dosis 2"& mg sehari selama 1 minggu. ;bat peroral lain yang dapat diberikan adalah 1&-2& kg, $2." mgFhari, 2&-#& kg, 12" mgFhari ,G#& kg, 2"& mgFhari . osis +,+-$,$mgFkgFhari

kontra indikasi dengan ri*ayat hipersensitif fan meningitis

>

ketokona4ol yang bersifat fungisitatik, dengan dosis 1&&-2&& mg sehari selama 1& hari H 2 minggu. #
Topical age !" Selenium sulfide 22."=3 lotion or shampoo .etocona4ole shampoo !4ole creams 2ketocona4ole, econa4ole, microna4ole, clotrima4ole3 Terbinafine 1= solution S#"!e$ic !%e&ap# 2Cone of these agents is approved for use in P1 in the 7nited States3 .etocona4ole /lucona4ole )tracona4ole Seco 'a&# p&op%#la(i" #&& mg stat 2take 1 h before e?ercise3 #&& mg stat #&& mg stat .etocona4ole shampoo once or t*ice a *eek Selenium sulfide 22."=3 lotion or shampoo Salicylic acidFsulfur bar Pyrithione 4inc 2bar or shampoo3 .etocona4ole #&& mg P; monthly !pply daily to affected areas for 1& to 1" min, follo*ed by sho*er, for 1 *eek !pplied same as selenium sulfide shampoo !pply Ed or bid for 2 *eeks !pply bid for 9 days

5anagement. 9 Pengobatan <arus dilakukan menyeluruh, tekun dan konsisten. ;batobatan yang dapat dipakai misalnya% suspense selenium sulfide 2selsun3 dapat dipakai sebagai sampo 2-+ kali seminggu. ;bat digosokkan pada lesi dan didiamkan 1"-+& menit, sebelum mandi.>,' ;bat-obat lain yang berkhasiat terhadap penyakit ini adalah, salisil spiritus 1&=, derivate-derivat a4ol, misalnya mikona4ol, klotrima4ol. )sokona4ol dan ekona4ol% sulfur presipitatum dalam bedak kocok #-2&=% tolksiklat% tolnaftat, dan haloprogin.> :alaupun terapi topikal sangat ideal untuk lesi lokal, pengobatan sistemik mungkin diperlukan untuk pasien dengan penyakit yang menahun, untuk pasien

'

yang gagal dalam pengobatan topikal. ;ral ketocona4ole 22&& mg sehari selama 9 hari3 atau intracona4ole oral 22&& sampai #&& mg sehari selama 9 hari3 hampir secara universal efektif. 8ahkan salah satu dosis jika intracona4ole #&& mg per bulan telah terbukti lebih dari 9"= efektif dan dalam satu studi adalah sama efektifnya dengan memberikan intracona4ole selama 1 minggu. /lukona4ol juga efektif dan dapat diberikan sebagai dosis tunggal #&& mg.>

Pe cega%a ) Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung untuk mencegah terjadinya pitiriasis versikolor, namun dapat disarankan pemakaian "&= propilen glikol dalam air untuk pencegahan kekambuhan.Pada daerah endemik dapat disarankan pemakaian ketokona4ol 2&& mgFhari selama + hari setiap bulan atau )trakona4ol 2&&mg sekali sebulan untuk pencegahan kekambuhan penyakit atau pemakaian sampo selenium sulfide sekali seminggu.+ J. PROGNOSIS Prognosis baik bila pengobatan dilakukan menyeluruh, tekun, dan konsisten. Pengobatan harus diteruskan 2 minggu setelah fluoresensi negatif dengan pemeriksaan lampu :ood dan sediaan langsung negatif. #

K. KESIMPULAN Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial pada lapisan korneum kulit yang bersifat ringan, menahun, dan biasanya tidak terdapat keluhan subyektif, yang disebabkan oleh Malassezia furfur atau Pitiriasis orbiculare. engan gejala klinis berupa bercak lesi yang bervariasi baik hipopigmentasi maupun hiperpigmentasi. 7ntuk menegakkan diagnosis dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan sediaan

1&

langsung dengan .;< dari kerokan lesi dan lampu :ood. Pitiriasis versikolor dapat diobati secara topikal maupun secara sistemik.penyakit ini dengan prognosis baik,bila dilakukan menyeluruh,tekun dan konsisten

DAFTAR PUSTAKA 1. 0anik 5P, <effernan 5P. Ieast )nfection , Dandidiasis and Tinea, 2Pityriasis3
1ersicolor. )n , :olff ., 6oldsmith (!, .at4 S), 6ilchrest 8!, Paller !S, (effell 0, /it4patrick T8,eds. /it4patrickBs ermatology in 6eneral 5edicine. 9th @dition. Ce* Iork , 5c6ra*-<ill. 2&&> , 1>2> - 1>+&

2. 8urns

!, !cne, Tinea 1ersicolor. !ndre*Bs

isease of The Skin ,

Dlinical ermatology. 'th edition. 2&&&. P , +1+ - +1#

11

+. Dlin

ermatol. Pathogenesis of dermatophytosis and tinea versicolor.


alam , !dhi 0uanda. )lmu Penyakit .ulit dan

!vailable at , http,FF***.ncbi.gov. !ccessed on 5ar #, 2&1&.


#. 8udimulja, 7nandar. 5ikosis. 2&&9 , '' - 1&& ". 8urkhart D6. Tinea 1ersicolor. !vailable at , http,FF***.emedicine.com. !ccessed on !pril 9, 2&11. $. !nonyma. Pityriasis 1ersicolor. !vailable at , http,FF***.doctorfungus.com. !ccessed on !pril > , 2&11 .elamin @disi .elima. 0akarta , /akultas .edokteran 7niversitas )ndonesia.

9. :olff ., 0ohnson J!. Pityriasis 1ersicolor, /it4patrickBs Dolor !tlas K


Synopsis of Dlinical 2&&' , 9+2 - 9"+ ermatology. $th @dition. Ce* Iork , 5c6ra*-<ill.

>. 5cCally 8, 5c6ra* T. Tinea 1ersikolor, &inter'%$(%)*%$+-%$. 2&1&, vol 1&.

!pec "per Med #$%$ !valaible !t,

http,FF***.jsomonline.org.
'. <ay J0, !shbee <J. 5ycology , )n, 8urns T, 8reathnach S, Do? C,

6riffiths D editors. JookBs Te?tbook of 8lack*ell% p. +$.1&-+$.12


1&. !miruddin 5 . Pitiriasis 1ersikolor.

ermatology . >th @dition.:illey-

alam, 5uh

ali !miruddin. )lmu

Penyakit .ulit. 5akassa, 8agian )lmu Penyakit .ulit dan .@(!5)C /akultas .edokteran 7niversitas <asanuddin. 2&&+, $"-9# 11. ;akley !. Pityriasis 1ersicolor. !vailable at , http,FF***.dermnet.n4.com. !ccessed on ,5arch 1" 2&&$. 12. Siregar, r. Prof. T5 K <. J.S. !tlas 8er*arna Saripati penyakit .ulit, Pitiriasis versikolor. 0akarta. @6D. 1''2 , 1&-12.

12

1+. !miruddin 5 .

iagnosis 8anding Penyakit .usta.

alam , )lmu Penyakit

.usta. 5akassar. 8agian )lmu Penyakit .ulit dan .elamin /akultas .edokteran 7niversitas <asanuddin. 2&&+,"9

1#. Siregar JS., 21''$3. !aripati Penyakit ,ulit. 0akarta, @6D. hal,1'-21

1+