Anda di halaman 1dari 31

1

Energi tidak
dapat
diciptakan
atau
dimusnahkan
Energi hanya
dapat diubah
dari satu
bentuk ke
bentuk lainnya
E
K
= mu
2

E
P
= 0
E
K
= 0
E
P
= mgh
E
K
= mu
2

E
P
= 0
3
Bergerak lebih cepat
EK bertambah
T naik
INTERNAL ENERGY (U)
4 4
INTERNAL ENERGY
ENERGI KINETIK
Sebagai akibat gerakan
molekul
(translasi, rotasi dan
vibrasi)
ENERGI
POTENSIAL
Berhubungan dengan
ikatan kimia dan juga
elektron bebas pada
logam
5
GAS MONOATOMIK GAS POLIATOMIK
Energi kinetik akibat
gerakan translasi linier
dari atom tipe "hard
sphere"
GAS
Energi kinetik akibat
gerakan translasi,
rotasi, dan vibrasi
6 6 6
Energi kinetik akibat adanya
gerakan translasi, rotasi, dan
vibrasi.
Energi potensial akibat adanya
gaya tarik antar molekul.
CAIRAN
7
AU= Q + W (2.1)
Konvensi tanda:
Positif jika Q atau W ditransfer ke
dalam sistem
Negatif jika Q atau W ditransfer
dari sistem
9
Untuk sistem tertutup yang mengalami proses yang
hanya menyebabkan perubahan internal energinya:
AU
t
= Q + W
Untuk perubahan yang sangat kecil:
dU
t
= oQ + oW
(2.2)
(2.3)
10
Persamaan termodinamika biasanya ditulis untuk satu
satuan (massa atau mol). Jadi untuk n = 1:
AU = Q + W
dU = oQ + oW
Mengingat bahwa:
V
t
= n V dan U
t
= n U
maka untuk sistem tertutup yang terdiri dari n mol:
A(nU) = n AU = Q + W
d(nU) = n dU = oQ + oW
(2.4)
(2.5)
11
CONTOH 2.1
Satu rangkaian piston/silinder ditempatkan secara mendatar
di dalam suatu constant-temperature bath. Piston dapat
bergerak di dalam silinder tanpa gesekan. Ada gaya luar yang
menahan piston pada posisinya, melawan tekanan mula-mula
gas sebesar 14 bar. Volum gas mula-mula 0,03 m
3
. Gaya
eksternal yang bekerja pada piston dikurangi sedikit demi
sedikit, dan gas mengalami ekspansi secara isotermal sampai
volumnya menjadi 2 kali lipat. Jika hubungan antara volum gas
dan tekanan dapat dinyatakan dengan:

PV
t
= konstan

Berapa usaha yang dilakukan oleh gas pada saat ekspansi?
Berapa besar usaha yang akan dilakukan oleh gas jika gaya
eksternal dikurangi secara mendadak sampai gaya tsb menjadi
setengah dari gaya mula-mula.
12
PENYELESAIAN
P V
t
= k
t
V
k
P =
}
=
t
t
V
V
t
dV P W
2
1
Dengan:
3
1
03 , 0 m V
t
=
3
2
06 , 0 m V
t
=
( ) ( ) J V P PV k
t t
000 . 42 03 , 0 10 14
5
1 1
= = = =
Maka: W = 42.000 ln (2) = 29.112 J
dan
Maka bisa diperoleh:
t
t V
V
t
t
V
V
k
V
dV
k W
t
t
1
2
ln
2
1
= =
}
Tekanan akhirnya = bar Pa
V
k
P
t
7 000 . 700
06 , 0
000 . 42
2
2
= = = =
V
1
t

V
2
t

P
P
1

P
2

14
14
Pada kasus kedua, P gas turun mendadak menjadi 7 bar.
W = (7 10
5
) (0,06 0,03) = 21.000 J
Proses kedua ini merupakan proses irreversibel, karena
perubahannya tidak berlangsung sedikit demi sedikit.
Jika dibandingkan dengan proses reversibel, maka
efisiensi dari proses yang kedua (irreversibel) adalah:
721 , 0
112 . 29
000 . 21
=
Atau 72,1%
W = - P AV
t
= - P (V
2
t
V
1
t
)
15
V
1
t

V
2
t

P
16
Neraca energi untuk sistem homogen tertutup yang terdiri
dari n mol:
d(nU) = oQ + o W
Untuk kerja yang reversibel:
o W = P d(nV)
Jika kedua persamaan digabung:
d(nU) = o Q P d(nV)
Untuk proses dengan V konstan, d(nV) = 0, sehingga:
o Q = d(nU)
Q = n AU
Untuk n = 1 Q = AU
(2.8)
17
Hukum I Termodinamika dapat ditulis sebagai:
oQ = d(nU) + P d(nV)
Untuk proses dengan P konstan:
oQ = d(nU) + d(nPV) = d{n (U + PV)}
Didefinisikan sebagai enthalpy (H)
H U + PV
Persamaan di atas dapat ditulis sebagai:
oQ = d(nH)
Q = n AH
(2.8)
Untuk n = 1 Q = AH (2.9)
d(nU) = o Q P d(nV)
18
Definisi dari kapasitas panas
dT
Q
C
o

KAPASITAS PANAS PADA V KONSTAN


V
v
T
U
C |
.
|

\
|
c
c

Untuk sistem tertutup yang mengalami proses pada V


konstan:
dU = C
V
dT (V konstan)
}
= A
2
1
T
T
V
dT C U (V konstan)
Untuk proses dengan V konstan Q = AU
}
= A =
2
1
T
T
V
dT C n U n Q
(V konstan)
(2.10)
(2.11)
(2.12)
19
dT
Q
C
o

T d
U d
C
v
=
Untuk proses dengan V konstan Q = AU
(V konstan)
V
v
T
U
C |
.
|

\
|
c
c
=
20
KAPASITAS PANAS PADA P KONSTAN
P
P
T
H
C
|
.
|

\
|
c
c

Untuk sistem tertutup yang mengalami proses pada P


konstan:
dH = C
P
dT (P konstan)
}
= A
2
1
T
T
P
dT C H (P konstan)
Untuk proses reversibel pada P konstan:
}
= A =
2
1
T
T
P
dT C n H n Q
(P konstan)
Untuk proses dengan P konstan Q = AH
(2.14)
(2.15)
21
CONTOH 2.2
Udara pada 1 bar dan 298,15K dikompresi menjadi 5 bar dan
298,15 K melalui 2 proses yang berbeda:
a) Pendinginan pada P konstan diikuti dengan pemanasan
pada V konstan
b) Pemanasan pada V konstan diikuti dengan pendinginan
pada P konstan
Hitung panas dan usaha yang diperlukan, juga AU dan AH
udara untuk tiap alur proses. Kapasitas panas udara dianggap
tidak tergantung pada temperatur:
C
V
= 20,78 J mol
-1
K
-1
dan C
P
= 29,10 J mol
-1
K
-1

Untuk udara dianggap berlaku hubungan:

konstan =
T
PV
Pada 298,15K dan 1 bar V
udara
= 0,02479 m
3
mol
-1

22
PENYELESAIAN
P
a

P
b

V
a
= V
d
V
b
= V
c

1
2
3
4
(soal a)
(soal b)
(1 bar)
T = 298 K
23
konstan =
T
PV
2
2 2
1
1 1
T
V P
T
V P
=
T
1
= T
2
P
1
V
1
= P
2
V
2

mol m
P
P
V V
3
2
1
1 2
004958 , 0
5
1
02479 , 0 =
|
.
|

\
|
= =
(a) Proses pendinginan pada P konstan (1-3)
3
3 3
1
1 1
T
V P
T
V P
=
P
1
= P
3

3
2
3
3
1
1
T
V
T
V
T
V
= =
V
2
= V
3

K
V
V
T T 63 , 59
02479 , 0
004958 , 0
15 , 298
1
2
1 3
=
|
.
|

\
|
= =
P
1

P
2

V
1
V
2

1
2
3
4
24
Q = AH = C
P
AT
= (29,10) (59,63 298,15)
= 6.941 J
AU = AH A(PV) = AH P AV
= 6.941 (1 10
5
) (0,004958 0,02479)
= 4.958 J
AH = AU + A(PV)
AU = Q + W

W = AU Q = 4.958 + 6.941 = 1.983 J
Pendinginan pada P konstan (1-3)
25
Q = AU = C
V
AT = (20,78) (298,15 59,63) = 4.958 J
AH = AU + A(PV) = AH + V AP
= 4.958 + 0,004958 (5 1) 10
5
= 6.941 J
AU = Q + W

W = AU Q = 4.958 4.958 = 0 J
Pemanasan pada V konstan (3-2)
Untuk keseluruhan proses
Q = 6.941 + 4.958 = 1.983 J
W = 1.983 + 0 = 1.983 J
AU = 4.958 + 4.958 = 0 J
AH = 6.941 + 6.941 = 0 J
P
1

P
2

V
1
V
2

1
2
3
4
26
(b) Proses pemanasan pada V konstan (1 4)
4
4 4
1
1 1
T
V P
T
V P
=
V
1
= V
4

P
4
= P
2

4
2
4
4
1
1
T
P
T
P
T
P
= =
K
P
P
T T 75 , 490 . 1
1
5
15 , 298
1
2
1 4
=
|
.
|

\
|
= =
Q = AU = C
V
AT
= (20,78) (1.490,75 298,15) = 24.788 J
AU = Q + W W = AU Q = 0
AH = AU + A(PV) = AU + V AP
= 24.788 + 0,02479 (5 1) 10
5
= 34.704 J
P
1

P
2

V
1
V
2

1
2
3
4
27
Pendinginan pada P konstan (4 1)
Q = AH = C
P
AT
= (29,10) (298,15 1.490,75) = 34.704 J
AU = AH A(PV) = AH P AV
= 34.704 (5 10
5
) (0,004958 0,02479) = 24.788 J
AU = Q + W
W = AU Q = 24.788 + 34.704 = 9.914 J
Q = 24.788 34.704 = - 9.916 J
W = 0 + 9.914 = 9.914 J
AU = 24.788 24.788 = 0 J
AH = 34.704 34.704 = 0 J
Untuk keseluruhan proses
P
1

P
2

V
1
V
2

1
2
3
4
28
CONTOH 4.3
Hitung AH dan AU untuk udara yang mengalami per-
ubahan dari keadaan mula-mula 40F dan 10 atm ke
keadaan akhir 140F dan 1 atm. Anggap bahwa untuk
udara berlaku:
konstan =
T
PV
Pada 40F dan 10 atm, volum molar udara V = 36,49
(ft
3
) (lb mol)
-1
. Kapasitas panas udara dianggap
konstan, C
V
= 5 dan C
P
= 7 (Btu) (lb mol)
-1
(F)
-1
.
PENYELESAIAN
T
A
= 40F = (40 + 459,67) R = 499,67 R

T
C
= 140F = (140 + 459,67) R = 599,67 R
29
U dan H merupakan
state function, sehingga
nilainya tidak
tergantung pada
jalannya proses.

Untuk memudahkan,
maka proses dibagi 2:
a. Pendinginan pada V
konstan (A-B)
b. Pemanasan pada P
konstan (B-C)
hingga dicapai kondisi
akhir.
-
-
a
b
A
-
P
(atm)
V
1
10
40F
140F
V
A
V
C

C B
30
k
T
V P
A
A A
=
( ) ( )
7303 , 0
67 , 499
49 , 36 10
= = k
k
T
V P
B
B B
=
( ) ( )
( ) R
k
V P
T
B B
B
97 , 49
7303 , 0
49 , 36 1
= = =
k
T
V P
C
C C
=
( )( )
1
3
mol lb ft 93 , 437
1
67 , 599
7303 , 0

=
= =
C
C
C
P
T
k V
LANGKAH a:
AT
a
= T
B
T
A
= 49,97 499,67 = 449,70 (R)
AU
a
= C
V
AT
a
= (5) ( 449,70) = 2.248,5 (Btu)
AH
a
= AU
a
+ V AP
a

= 2.248,5 + (36,49) (1 10) (2,7195) = 3.141,6 (Btu)
31
LANGKAH b:
AT
b
= T
C
T
B
= 599,67 49,97 = 549,70 (R)
AH
b
= C
P
AT
b
= (7) (549,70) = 3.847,9 (Btu)
AU
b
= AH
b
P AV
b

= 3.847,9 (1) (437,93 36,49) (2,7195)
= 2.756,2 (Btu)
KESELURUHAN PROSES: