Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MANDIRI BAKTERIOLOGI Nama NIM Jurusan Dosen : Carin Indhita Carolina : P07134012024 : Analis Kesehatan : Nyoman Mastra,

S.KM., S.Pd., M.Si.

1.

Bakteri Proteolitik Bakteri yang tergolong proteolitik adalah bakteri yang memproduksi enzim proteinase ekstraseluler, yaitu enzim pemecah protein yang diproduksi di dalam sel kemudian dilepaskan keluar dari sel. Semua bakteri mempunyai enzim proteinase di dalam sel, tetapi tidak semua mempunyai enzim proteinase ekstraseluler. Protease merupakan enzim penting dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena aplikasinya yang sangat luas. Industri pengguna protease diantaranya ialah industri deterjen, kulit, tekstil, makanan, hidrolisat protein, pengolahan susu, farmasi, makanan, bir, film, dan limbah. Bakteri proteolitik dapat dibedakan atas beberapa kelompok yaitu : 1. Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif, tidak membentuk spora, misalnya Pseudomonas dan Proteus. 2. Bakteri aerobik atau anaerobik fakultatif, membentuk spora, misalnya Bacillus (B. cereus, B. pumilus, B. subtilis, B. licheniformis, B. stearothermophilus, B. polymixa). 3. Bakteri anaerobik pembentuk spora, misalnya sebagian spesies Clostridium.

2.

Bakteri Lipolitik Bakteri lipolitik adalah bakteri yang memproduksi lipase, yaitu enzim yang mengkatalis hidrolisis lemak menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Banyak bakteri yang bersifat aerobik dan proteolitik aktif juga bersifat lipolitik. Jenis yang mempunyai spesies bersifat lipolitik misalnya Pseudomonas, Alcaligenes, Serratia dan Micrococcus. Salah satu contoh yang bersifat lipolitik kuat misalnya P. fluorescens. Apabila bakteri tersebut berada dalam sistem pencernaan dalam jumlah banyak, lemak yang telah dipecah akan mudah diserap oleh tubuh sehingga menyebabkan kegemukan.

3.

Bakteri Pektolitik Bakteri Pektolitik adalah bakteri yang mampu memecah pektin. Pektin adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Campuran enzim pektolitik, disebut pektinase, dapat memecah pektin dan menyebabkan busuk air atau busuk lunak (soft rot) pada sayuran dan buah-buahan, atau menyebabkan hilangnya kemampuan membentuk gel pada sari buah. Bakteri yang bersifat pektolitik misalnya beberapa spesies Erwinia, Bacillus, dan Clostridium.

4.

Bakteri Termofilik Bakteri Termofilik yaitu bakteri yang hidup pada suhu 45oC-75oC. Bakteri ini banyak terdapat di tempat-tempat bersuhu tinggi, di tanah, air laut, dan pada susu. Bakteri ini sering tumbuh pada makanan yang disimpan pada suhu tinggi, misalnya di dalam lemari pemanas. Contoh bakteri termofilik misalnya Bacillus stearothermophilus penyebab kebusukan asam tanpa gas (flat sour), Clostridium thermosaccharolyticum penyebab busuk kembung pada makanan kaleng, dan Lactobacillus thermophilus yang merupakan bakteri asam laktat termofil.

5.

Bakteri Psikrotropik Bakteri Psikrotropik yaitu bakteri yang hidup pada suhu terendah yaitu 0oC-30oC. Bakteri ini banyak ditemukan di dasar lautan, di daerah kutub, dan pada bahan makanan yang didinginkan. Bakteri psikrotropik terutama ditemukan di dalam jenis Pseudomonas, Flavobacterium dan Alcaligenes, meskipun jenis lainnya seperti Micrococcus,

Lactobacillus, Enterobacter dan Arthrobacter mungkin juga mengandung spesies yang bersifat psikrotropik.

6.

Bakteri Halofilik Bakteri halofilik bersifat heterotrofik. Bakteri halofilik merupakan salah satu kelompok mikroorganisme yang dapat hidup di lingkungan dengan kadar garam tertentu. Kebutuhan garam untuk pertumbuhan optimum bervariasi, yaitu 5-20% untuk bakteri halofilik sedang, dan 20-30% untuk bakteri halofilik ekstrem seperti di Laut Mati. Spesies yang tumbuh baik pada medium yang mengandung 2-5% garam disebut halofilik ringan. Beberapa bakteri

disebut halotoleran (tahan garam), yaitu bakteri yang dapat tumbuh dengan atau tanpa garam. Bakteri halofilik dan halotoleran sering ditemukan pada makanan berkadar garam tinggi atau di dalam larutan garam. Bakteri tersebut di antaranya tergolong dalam jenis Halobacterium, Halococcus, Sarcina, Micrococcus, Pseudomonas, Vibrio, Pediococcus dan Alcaligenes. Bakteri halofilik mempunyai klorofil yang disebut bakteriorodopsin yang menghasilkan warna ungu. Contoh dari bakteri halofilik adalah Halobacterium.

Daftar Pustaka: Chandrakirana, Rose Diana. 2010. Prokariota. Online.

http://bioenx.blogspot.com/2010/11/prokariota.html. diakses pada 7 Oktober 2013. Sari, Ni Ketut. 2012. Bakteri. Online. http://niketutsari.wordpress.com/2012/05/12/c-bab-10bakteri/. diakses pada 7 Oktober 2013.