Anda di halaman 1dari 3

ParafAsisten

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK Judul TujuanPercobaan : ISOLASI TRIMIRISTIN DARI BIJI PALA : 1. Mempelajari isolasi trimiristin dari biji pala dengan cara refluks. 2. Mempelajari hidrolisis trimiristin menjadi asam miristat pada kondisi basa. Pendahuluan Tanaman pala adalah salah satu tanaman rempah-rempah asli Indonesia. Tanaman pala ini mempunyai komposisi minyak atsiri kurang lebih 2-16%, protein kurang lebih 6%, minyak kental kurang lebih 25-40% yang terdiri dari beberapa jenis asam organik (misalnya asam palmitat, asam stearat, dan asam miristat), karbohidrat kurang lebih 30%, protein kurang lebih 6%, minyak pala mengandung kurang lebih 88% monoterpen hidrokarbon, miristisin kurang lebih 4-8% (termasuk jenis alkohol misalnya eugenol dan metileugenol), dan zat-zat antioksidan lainnya. Biji buah pala merupakan biji dari tumbuh-tumbuhan yang kaya akan trigliserida yaitu asam lemak ester gliserol. Banyak perbedaan yang mungkin pada trigliserida terjadi, sejak gliserol mempunyai rantai yang sangat panjang dan sejumlah ikatan rangkap dan saling berhubungan satu sama lain. Biji buah pala mengandung trigliserida terutama ester gliserol yaitu asam lemak tunggal dan asam myristic, yang disebut trimiristin. Trimiristin yang terkandung dalam biji buah pala kering kira-kira 25%- 30% beratnya (Winarno, 1991). Trimiristin C45H88O6, termasuk lipida atau ester dari bahan alam, yang terdapat antara lain dalam biji pala (nutmeg), miristrin, safrol. Dan elesimin merupakan senyawa beracun dan mempunyai aktivitas narkotik. Minyak pala dari biji buah pala mengandung 90% terpena hidrokarbon dengan komponen utama sabena, -pinen, dan-pinen, selain itu juga mengandung terpinen 4-ol. Umumnya minyak pala digunakan sebagai penyedap makanan dan dalam industri parfum. Trimiristin adalah suatu gliserida atau lebih tepat trigliserida yang terbentuk dari gliserol dan asam miristat (Anonim, 2014). Isolasi trimiristin (ester) dan miristat (turunan fenil propanon) yang merupakan dua produk utama dari buah pala dilakukan dengan ekstraksi kloroform. Senyawa ini dipisahkan dengan memisahkan residu dan filtratnya. Trimiristin padat dicampur dengan alkali menghasilkan asam miristat. Miristat dimurnikan dengan kromatografi kolom dan destilasi

bertingkat. Isolasi trimiristin dari biji buah pala yang paling baik adalah dengan cara ekstraksi eter dengan alat refluks dan residunya dihabiskan dengan aseton (Wilcox, 1995). Pada percobaan ini, trimiristin akan diekstrak dari biji pala akan diperoleh trimiristin crude yang selanjutnya dapat dimurnikan melalui rekristalisasi (Tim Penyusun, 2014). Refluks Merupakan teknik laboratorium dengan cara mendidihkan cairan dalam wadah yang disambungkan dengan kondensor sehingga cairan terus menerus kembali kedalam wadah. Teknik ini digunakan untuk melaksanakan reaksi dalam waktu lama, semisal sintesis organik. Sedangkan Rekristalisasi hanyalah sebuah proses lanjutan dari kristalisasi. Rekristalisasi hanya efektif apabila digunakan pelarut yang tepat. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam memilih pelarut yang cocok untuk kristalisasi dan rekristalisasi. Pelarut yang baik adalah pelarut yang akan melarutkan jumlah zat yang agak besar pada suhu tinggi, namun akan melarutkan dengan jumlah sedikit pada suhu rendah dan harus mudah dipisahkan dari kristal zat yang dimurnikan. Selain itu, pelarut tidak bereaksi dengan zat yang akan dimurnikan dengan cara apapun (Fieser, 1957). Percobaan ini mempelajari tentang isolasi trimiristin dari biji pala dan menghidrolisis trimiristin menjadi asam miristat pada kondisi basa. Percobaan ini penting dipelajari dan dilakukan oleh mahasiswa karena komponen-komponen yang terkandung didalam biji pala bisa dimanfaatkan dalam industri parfum dan minyaknya bisa digunakan sebagai penyedap makanan. Prinsip Kerja Isolasi trimiristin dengan cara refluks dan rekristalisasi, didasarkan pada perbedaan titik didih antara trimiristin dengan pelarut yang digunakan dalam hal ini adalah diklorometana. Alat Timbangan, mortar, labu alas bulat 100 mL, kondensor refluks, termometer, corong penyaring, gelas ukur 10 mL, pipet mohr 10 mL, penangas air, ice-bath, oven, termometer. Bahan Diklorometana, kertas saring, aseton. Prosedur Kerja Timbang 5 g serbuk buah pala yang telah dihaluskan dalam labu 100 mL (labu 1) dan tambahkan 50 mL diklorometana. Hubungkan labu 1 dengan kondensor pendingin. Panaskan campuran dengan refluks selama 30 menit pada suhu tidak lebih dari 600C. Dinginkan beberapa menit, kemudian saring dalam keadaan hangat kedalam erlenmeyer 100 mL. Bilas

padatan pada kertas saring dengan 5 mL diklorometana. Uapkan pelarut menggunakan penangas air, namun jangan sampai kering. Dinginkan sampai pelarut yang tersisa sedikit. Tambahkan 10 mL aseton sambil diaduk, lalu dinginkan dalam ice-bath. Saring endapan dengan kertas saring yang telah ditimbang. Bilas endapan dengan 10 mL aseton. Keringkan di udara atau dengan oven suhu rendah, lalu timbang. Hitung persentase rendemen dan tentukan titik lelehnya. Waktu yang dibutuhkan
No. 1. Menimbang Kegiatan 5 gr seruk pala + Waktu (menit) 5

ditambahkan diklorometana 2. 3. 4. 5. 6. 7. Refluks campuran Pendinginan campuran setelah refluks Disaring campuran dengan air hangat Diuapkan pelarut Penginanan pelarut Ditambahkan dalam ice bath 8. 9. Disaring larutan + dikeringkan di oven Endapan yang diperoelh ditimbang 13 3 88 menit aseton + didinginkan 30 10 5 6 10 6

Total Nama Praktikan Wardatul Baedho (101810301045).