Anda di halaman 1dari 9

ENTROPI

Entropy adalah ukuran tingkat ketidakpastian suatu zat dengan tinjauan molekuler. Entropy merupakan sifat dari zat karena itu tidak tergantung proses. 1.1 Ketidak samaan Clausius (Clausius inequality) Ketidak samaan Clausius memberikan dasar untuk mengantar dua ide instrumental untuk evaluasi kuantitatif dari system tertutup dan volume kontrol dari perspektif hukum kedua termodinamika yaitu konsep property entropy dan entropy production. Clusius inequality :

Dimana :

= heat transfer pada bagian batas system selama siklus = temperatur absolut pada bagian batas

!ambar ". #lustrasi yang digunakan untuk mengembangkan Clausius Inequality

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

"

Clausius inequality dapat menunjukkan peralatan pada gambar "$ system menerima energi % pada lokasi batasnya dimana temperature absolut heat transfer dan temperatur : sedangkan system membangkitkan kerja &. Dari definisi skala Kelvin kita memperoleh hubungan antara

Kesetimbangan energi untuk gambar " : Dimana : ' ' = total kerja dari kombinasi system$ jumlah dan dE) = perubahan energi dari kombinasi system dan menggunakan &(

penyelesaian persamaan energi untuk

persamaan * eliminasi

menghasilkan :

+sumsi system mengalami siklus tunggal$ maka total kerja dari kombinasi system :

#nequality pada persamaan " dapat dieliminasi dengan menulis ekspresi seperti :

dimana : ,)y)le adalah produk entropy oleh irreversible internal selama siklus ' - )y)le = reversible ' - )y)le . iireversible ' - )y)le / imposible

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

1.) (e*inisi Pe%u+a,an Ent%-.y. 0uatu kuantitas adalah suatu property jika dan hanya jika perubahannya dalam harga antara dua keadaan tergantung dari proses 1gambar *2.

!ambar *. Dua siklus internl reversible digunakan untuk menunjukkan entropy sebagai property Dua siklus dijalankan oleh system tertutup ditunjukkan pada gambar *. 0atu siklus terdiri dari proses reversible + dari keadaan " ke keadaan *$ dilanjutkan oleh proses reversible C dari keadaan * ke ". 0iklus lain terdiri proses reversible 3 dari keadaan " ke keadaan * dilanjutkan oleh proses C dari keadaan * ke " seperti siklus pertama. 4ntuk siklus pertama :

Dan siklus kedua

0ehingga :

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

#ni menunjukkan bah6a integral untuk kedua proses adalah sama

dapat dikatakan

harga integral tergantung hanya pada keadaan akhir. Kerana itu integral mendefinisikan perubahan dalam beberapa property system. 7emilihan symbol 0 untuk menunjukkan property ini$ perubahannya memberikan :

Entropy adalah property ekstensive. 7erbandingan unit satuan entropi

1.).1 Ent%-.y (a%i /at

u%ni

8arga entropy pada keadaan y relatif terhadap harga pada keadaan referensi 9 diperoleh dalam prinsip dengan integrasi :

Dimana 09 adalah harga entropy khusus pada keadaan referensi 1.).) (ata Ta+le Ent%-.y able data termodinamika dikenalkan pada mata kuliah termodinamika dasar. 7enekanan disini adalah mengevaluasi sifat'sifat p$ v$ $ u dan h yang diperlukan untuk penggunaan dari prinsip konservasi massa dan energi. 4ntuk penggunaan hokum kedua$ harga entropy sering diperlukan. Entropy spesifik ditabelkan dalam beberapa )ara seperti v$ u dan h. Daerah superheat table untuk air dan :"*$ entropy spesifik ditabelkan v$ u dan h terhadap temperatur dan tekanan. 4ntuk keadan saturated 1jenuh2$

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

harga sf dan sg ditabelkan sebagai fungsi tekanan dan temperatur saturated. Entropy spesifik dari dua phase )ampuran )air'uap dihitung menggunakan kualitas :

8ubungn ini identik pada bentuk v$ u$ dan h. Data compressed liquid ditampilan untuk air dalam table +'<. 7ada table ini s$ v$ u dan h ditabelkan terhadap temperatur dan tekanan seperti table superheat. =ika data )ompressed liquid tak tersedia$ harga entropy spesifik dapat ditentukan dengan jalan yang sama seperti menentukan v dan u diperoleh untuk keadaan )air dengan menggunakan harga liquid saturated pada temperatur : s1 $p2 = sf1 2 (ata G%a*ik Ent%-.y ' diagram emperatur ? entropy ' diagram entalpi ? entropy 1.).0 Pe%samaan T dS 7erubahan entropy antara dua keadaan dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip persamaan @. setiap evaluasi dapat juga diarahkan menggunakan persamaan d0 yang dikembangkan dalam bagian ini. +sumsi suatu zat murni$ system kompresible sederhana mengalami proses reversible internal. =ika pengaruh gerakan dan grafitasi diabaikan$ kesetimbangan energi : 1">2

dengan definisi system kompresible sederhana$ kerja diberikan :

pada dasar diferensial$ definisi persamaan untuk perubahan entropy persamaan @ berbentuk :

1"52

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

<

persamaan ""$ "* dan "5 menghasilkan persamaan d0 = d4 A p dB

d0 pertama : 1";2

7ersamaan d0 kedua diperoleh dari persmaan "; menggunakan 8 = 4 A pB. 3entuk diferensial : d8 = d4 A d1pB2 = d4 A pdB A Bdp 3entuk lain : d4 A pdB = d8 ? Bdp$ substitusi ke persamaan "; menghasilkan persamaan d0 : d0 = d8 ? Bdp 1"<2

7ersmaan d0 dapat ditulis dalam bentuk unit massa : ds = du A pdv 1"Ca2 ds = dh D vdp 1"Cb2 atau pada dasar permol : ds = du A pdv 1"@a2 ds = dh D vdp 1"@b2 1.).1 Pe%u+a,an Ent%-.y Gas Ideal 7ada bagian ini persamaan d0 digunakan untuk mengevaluasi perubahan entropy antara dua keadaan proses gas ideal. 7ersamaan ini tepat sekali untuk memulai dengan persmaan "C$ dirumuskan seperti :

!as ideal E du = )v1 2d $ dh=)p1 2d dan pv = : $ dengan hubungan ini persamaan "F dan "G menjadi :

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

1*>2 dimana : : adalah konstanta$ persamaan *> suku kedua dapat langsung diintegralkan tetapi karena )v dan )p adalah fungsi temperatur untuk gas ideal$ biasanya mempunyai informasi tentang fungsi hubungan sebelum integrasi suku pertama pada persamaan ini dapat dilakukan. Dua panas spesifik dihubungkan oleh : )v1 2 = )p1 2 ? :. 7ersamaan *> memberikan

4ntuk memperkenalkan ini$ kita mulai dengan pemilihan keadaan referensi dan harga referensi : harga entropy spesifik adalah nol pada keadaan dimana temperatur adalah > K dan tekanan " atmosfir. Kemudian penggunaan persamaan ** entropi spesifik pada keadaan dimana temperatur dan tekanan " atmosfir ditentukan relatif terhadap keadaan referensi dan harga referensi seperti :

0ymbol so1 2 menunjukkan entropy spesifik pada temperatur

dan tekanan " atmosfir.

Karena so tergantung hanya pada temperatur$ entropy spesifik dapat ditabelkan terhadap temperatur$ seperti h dan u. untuk udara seperti gas ideal so dengan unit k=Hkg.K atau 3tuHlb.:. dari t( integral persamaan ** dapat dirumuskan dalam bentuk :

sehingga persamaan *5 menjadi :

dalam bentuk per mol.

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

Ketika panas spesifik diambil konstan$ persamaan *" dan ** menjadi :

C-nt-, 1 4ap air pada ;>> K dan " bar mengalami proses sampai G>> K dan < bar. entukan perubahan entropy spesifik dalam k=Hkg.K. !unakan : a. abel uap superheated b. abel gas ideal untuk uap air ). #ntegralkan dengan ) 1 2 p dari table +'"* 7enyelesaian Diketahui : uap air mengalami proses dari ;>> K$ " bar sampai G>> K$ < bar entukan : perubahan entropy spesifik gunaka tabel uap superheatedI tabel gas ideal untuk uap air dan #ntegralkan dengan ) 1 2 p dari table +'"* +sumsi : pada bagian b dan model gas ideal untuk uap air digunakan +nalysis : a. 7erubahan entropy spesifik dengan menggunakan table +';$ s"=@$<>" k=Hkg.K dan s* =G$;"F k=Hkg.K$ maka : !unakan berat molekul$ ini dapat menunjukkan pada dasar molar :

b. 7erubahan entropy spesifik dengan menggunakan table gas ideal. 4ntuk gas ideal pada uap air gunakan table +'"C pada "=;>> K$

). 7erubahan entropy spesifik dengan menggunakan table +'"* dengan

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA

mengikuti persamaan ) 1 2 p dari uap air model uap :

Jasukkan persaman ini ke dalam persamaan *5$ tulis pada dasar molar dan integralkan :

PUSAT PENGE !ANGAN !A"AN A#AR$U !

I%. &u%iadi Kusuma

.S'

TER O(INA IKA