Anda di halaman 1dari 11

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK MODUL 3

KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


Dosen

S A F I R A, SE. Ak. M.Si


PROGRAM KELAS KARYAWAN FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MER U BUANA !"##

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


#. T$-$&n /&n Pe'&n&n Ke'&n*k& Konse0%$&) Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Kerangka konseptual ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan dalam sector public untuk kepentingan eksternal. T$-$&nn1& &/&)&, se(&*&i &2$&n (&*i3 (a) Tim penyusun standar akuntansi keuangan dalam pelaksanaan tugasnya; (b) Penyusun laporan keuangan untuk memahami praktik akuntansi menurut prinsip akuntansi secara lazim dan standar akuntansi keuangan sektor publik; (c) Auditor (BPK) dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterim umum; dan (d) Para pemakai laporan keuangan sector public dalam mena!sirkan in!ormasi yang disajikan pada laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan sektor publik. Kerangka dasar ini bukan merupakan standar akuntansi keuangan sector public. Ketika terjadi pertentangan antara kerangka dasar dan standar akuntansi keuangan sector public ketentuan standar akuntansi keuangan sector public harus diunggulkan. "amun demikian penggunaan kerangka dasar sebagai acuan oleh komite penyusun standar akuntansi keuangan sector public di masa depan dan dalam peninjauan kembali terhadap standar akuntansi keuangan sector public yang berlaku menjamin kurangnya kon!lik tersebut. !. R$&n* Lin*k$0 Ke'&n*k& Konse0%$&) Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Kerangka dasar membahas # a. Tujuan laporan keuangan sektor publik. b. Karakteristik kualitati! yang menentukan man!aat in!ormasi dalam laporan keuangan di sektor publik. c. $e!inisi pengakuan dan pengukuran unsur%unsur pembentukan laporan keuanganpada sektor publik. d. Konsep ekuitas serta pemeliharaan ekuitas. Kerangka dasar ini membahas laporan keuangan sector public untuk tujuan umum yang selanjutnya hanya disebut & laporan keuangan sector public' termasuk (aporan keuangan konsolidasi.

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

3.

T$-$&n L&0o'&n Ke$&n*&n Sek%o' P$()ik (aporan keuangan sektor publik merupakan representati!e terstruktur dari posisi keuangan akibat transaksi yang dilakukan. T$-$&n $+$+ pelaporan keuangan sektor publik adalah menyediakan in!ormasi untuk pengambilan keputusan dan mendemonstrasi akuntabilitas entitas atas sumber daya yang dipercayakan dengan # a. )enyediakan in!ormasi mengenai sumber%sumber alokasi dan penggunaan sumber daya !inansial. b. )enyediakan in!ormasi mengenai bagaimana entitas mendanai akti*itasnya dan memenuhi syarat kasnya. c. )enyediakan in!ormasi yang berguna dalam e*aluasi kemampuan entitas untuk mendanai akti!itasnya dan memenuhi ke+ajiban serta komitmennya. d. )enyediakan in!ormasi tentang kondisi keuangan suatu entitas dan perubahan di dalamnya dan e. )enyediakan in!ormasi menyeluruh yang berguna dalam menge*aluasi kinerja entitas atas hal biaya jasa e!isiensi dan pencapaian tujuan. (aporan keuangan sektor publik memiliki aspek predikti! dan prospekti! dalam penggunaan uang. Prediksi kualitas dan ragam sumber daya yang disyaratkan untuk operasi berkelanjutan dan mempengaruhi berbagai risiko ketidakpastian dalam berasosiasi. L&0o'&n ke$&n*&n -$*& /&0&% +en1e/i&k&n in4o'+&si $n%$k 3 a. )engindikasikan apakah sumber daya yang ada dapat digunakan secara legal sesuai dengan anggaran yang disahkan. b. )engindikasikan apakah sumber daya yang ada digunakan sesuai persyaratan legal dan kontraktual termasuk kriterian keuangan yang telah ditetapkan otoritas legislati*e (appropriate)

5.

K&'&k%e'is%ik K$&)i%&%i4 L&0o'&n Ke$&n*&n Sek%o' P$()ik Ada beberapa karakteristik kualitati! pokok # $apat $ipahami.

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

)aksudnya adalah pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang akti*itas ekonomi bisnis akuntansi serta mempunyai kemauan untuk belajar tentang in!ormasi yang disampaikan.

,ele*an. o ,ele*an apabila in!ormasi tersebut mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dalam menilai peristi+a masa lalu dan masa kini atau memperkirakan masa depan. )aterialitas. o )aterialitas dapat diinterprestasikan sebagai ambang batas hasil penerapan in!ormasi sesuai dengan salah satu karakteristik kualitati! pokok. Keandalan. o )empunyai in!ormasi yang memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya. Penyajian -ujur. o .n!ormasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristi+a lainnya yang seharusnya. /ubstansi )engungguli Bentuk. /ubstansi transaksi atau peristi+a lain tidak selalu konsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum. "etralitas. .n!ormasi harus dapat diarahkan pada kebutuhan umum pemakai tidak bergantung pada pihak tertentu.

Pertimbangan /ehat.

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

Penyusun laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastian peristi+a dan keadaan tertentu. Kelengkapan. .n!ormasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. $apat $ibandingkan. Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas pada periode untuk mengidenti!ikasi tren posisi dan kinerja keuangan. Kendala .n!ormasi yang ,ele*an dan Andal. $alam hal ini manajemen mungkin perlu menyeimbangkan man!aat relati*e antara pelaporan tepat +aktu dan ketentuan in!ormasi yang anda. Keseimbangan antara Biaya dan )an!aat. Keseimbangan antara biaya dan man!aat lebih merupakan kendala per*asi*e dari pada karakteristik kualitati!. Keseimbangan diantara Karakteristik Kualitati!. Keseimbangan aau trade o!! diantara berbagai karakteristik kualitati! sering diperlukan. Penyajian 0ajar. /tandar akuntansi keuangan sector public memberikan panduan tentang batasan laporan keungan yang dianggap +ajar.

6.

E)e+en L&0o'&n Ke$&n*&n Sek%o' P$()ik

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

(aporan keuangan sector publik menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristi+a lain yang diklasi!ikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya. Kelompok besar ini merupakan elemen laporan keuangan sektor publik. 1nsur yang berkaitan dengan pengukuran posisi keuangan mencakup Akti*a Ke+ajiban 2kuitas. /edangkan elemen yang berkaitan dengan kinerja dalam laporan kinerja keuangan adalah pendapatan dan biaya. (aporan akti*a3ekuitas neto biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan kinerja keuangan dan perubahan dalam berbagai unsur laporan posisi keuangan. Posisi Ke$&n*&n 1nsur yang terkait langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah akti*a ke+ajiban dan ekuitas. Pos%pos ini dide!inisikan sebagai berikut # a. Akti*a adalah sumber yang dikendalikan oleh suatu entitas sebagai hasil dari peristi+a masa lalu. $ari sumber%sumber tersebut man!aat ekonomi masa depan atau jasa potensial yang mengalir masuk ke entitas diharapkan ada. b. Ke+ajiban adalah hutang masa kini dari suatu entitas yang timbul dari peristi+a masa lalu. $engan demikian penyelesaian hutang itu merupakan arus keluar sumber%sumber yang dimiliki suatu entitas dengan man!aat masa depan atau jasa potensial. c. 2kuitas adalah hak residual akti*a pemerintah pusat3daerah setelah dikurangi semua ke+ajiban. AKTIVA )an!aat ekonomis masa depan atau jasa potensial yang ber+ujud dalam akti*a adalah potensi dari akti*a tersebut untuk memberikan sumbangan baik langsung maupun tidak langsung arus kas dan setara kas kepada entitas. )an!aat ekonomi masa depan atau jasa potensial yang ter+ujud dalam akti*a dapat mengalir ke dalam entitas dengan beberapa cara misalnya akti*a dapat # a. $igunakan sendiri maupun bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat b. $ipertukarkan dengan akti*a lain c. $igunakan untuk menyelesaikan ke+ajiban

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

d. $ibagikan kepada para pemilik entitas

KEWAJIBAN Ke+ajiban biasanya timbul akibat penyerahan akti*a atau entitas telah membuat perjanjian yang tidak dapat dibatalkan untuk membeli akti*a. Penyelesaian ke+ajiban masa kini biasanya mengorbankan sumber daya untuk memenuhi tuntutan pihak lain. penyelesaian ke+ajiban dapat dilakukan dengan berbagai cara # a. Pembayaran kas b. Penyerahan akti*a lain c. Pemberian -asa d. Penggantian ke+ajiban tersebut dengan ke+ajiban lain e. Kon*ersi ke+ajiban menjadi ekuitas EKUITAS 2kuitas biasanya dinyatakan sebagai residual. Pembentukan cadangan dianjurkan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada entitas atas de!icit yang terjadi. -umlah ekuitas yang ditampilkan dalam laporan posisi keuangan tergantung pada pengukuran akti*a dan ke+ajiban.

KINERJA. Pendapatan bersih (surplus) sering kali digunakan sebagai ukuran kinerja. 1nsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran ini adalah pendapatan dan biaya yang bisa dide!inisikan sebagai berikut # a. Pendapatan (income) adalah arus kas yang masuk selama periode pelaporan dengan tujuan peningkatan akti*a3ekuitas neto dan ini berarti peningkatan kontribusi dari pemilik. b. Biaya (expense) adalah pengurangan man!aat ekonomis masa depan selama periode pelaporan dalam bentuk arus kas keluar atau konsumsi akti*a atau ke+ajiban yang mengurangi distribusi ke pemilik. $e!inisi biaya mencakup

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

kerugian maupun biaya yang timbul dalam pelaksanaan akti*itas entitas yang biasa.

7.

Pen*&k$&n /&n Pen*$k$'&n L&0o'&n Ke$&n*&n O'*&nis&si Sek%o' P$()ik PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata%kata maupun dalam jumlah uang dan mencantumkannya kedalam laporan posisi keuangan atau laporan kinerja keuangan. Pos yang memenuhi suatu unsur harus diakui kalau # a. Ada kemungkinan bah+a man!aat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan menglir dari atau ke dalam perusahaan b. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal P'o(&(i)i%&s M&n4&&% Ekono+i M&s& De0&n Konsep probabilitas digunakan dalam pengertian derajat ketidakpastian bah+a man!aat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau kendala entitas. Pen*&k$&n Ak%i8& Akti*a diakui dalam laporan posisi keuangan jika kemungkinan besar man!aat ekonomisnya di masa depan atau jasa potensialnya akan diperoleh oleh entitas dan akti*a tersebut mempunyai nilai ukur dan dapat diukur dengan andal. Akti*a tidak diakui dalam laporan posisi keuangan jika pengeluaran telah terjadi dan man!aat ekonomisnya dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam entitas setelah periode akuntansi berjalan. Pen*&k$&n Ke9&-i(&n Pendapatan ke+ajiban diakui dalam laporan posisi keuangan jika kemungkinan besar pengeluaran sumber daya yang mengandung man!aat ekonomi akan

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

dilakukan untuk menyelesaikan ke+ajiban sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal. Pen*&k$&n Pen/&0&%&n Pendapatan diakui dalam laporan kinerja keuangan jika kenaikan man!aat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan akti*a atau penurunan ke+ajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. .ni berarti pengakuan pendapatan telah terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan akti*a atau penurunan ke+ajiban. Pen*&k$&n Bi&1& Biaya diakui dalam laporan kinerja keuangan kalau penurunan man!aat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan akti*a atau peningkatan ke+ajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. -adi pengakuan biaya terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan atau penurunan akti*a. PENGUKURAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan sektor publik dalam laporan posisi keuangan dan laporan kinerja keuangan. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu. Berbagai dasar pengukuran adalah sebagai berikut # &. Bi&1& ,is%o'is Akti*a dicatat sebesar pengeluaran kas yang dibayarkan atau sebesar nilai +ajar imbalan yang diberikan untuk memperoleh akti*a tersebut pada saat perolehan. Ke+ajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukaran dari ke+ajuban atau dalam keadaan tertentu dalam jumlah kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi ke+ajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal. (. Bi&1& (e'-&)&n :2$''en% 2os%; Akti*a dinilai dalam jumlah kas yang seharusnya dibayar jika akti*a yang sama atau setara dengan akti*a yang diperoleh sekarang. Ke+ajiban dinyatakan

.##

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

dalam jumlah kas yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan ke+ajiban. 2. Ni)&i 'e&)is&si<0en1e)es&i&n Akti*a dinyatakan dalam jumlah kas yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual akti*a dalam pelepasan normal. Ke+ajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian yaitu jumlah kas yang tidak didiskontokan dibayarkan untuk memenuhi ke+ajiban pelaksanaan usaha normal. /. Ni)&i sek&'&n* Akti*a dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. Ke+ajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan nilai sekarang. =. Pe'(e/&&n Ak$n%&nsi Be'(&sis K&s /&n Ak$n%&nsi Be'(&sis Ak'$&) Ak$n%&nsi Be'(&sis K&s /istem akuntansi ini hanya mengakui arus kas masuk dan kas keluar. $alam kasus ini laporan keuangan tidak data dihasilkan karena ketiadaan data tentang akti*a dan ke+ajiban. $ata yang ada hanya perimbangan kas. Penjualan dicatat saat kas diterima pembelian dicatat saat kas diperoleh sehingga tidak ada hutang. Akuntansi arus kas dipraktekkan di berbagai organisasi sektor publik dan organisasi non pro!it misalnya rekening pemerintah dan pembayaran sederhana. -enis in!ormasi yang tidak diberikan dalam laporan arus kas adalah modal dan pendapatan. Ak$n%&nsi Be'(&sis Ak'$&) )enurut //AP 4 de!inisi konsep akuntansi akrual adalah # &penerimaan dan biaya bertambah atau dimasukkan tidak sebagai uang yang diterima atau dibayarkan sesuai satu sama lain dapat dipertahankan atau dianggap benar dan berkaitan dengan rekening laba rugi selama periode bersangkutan'

.##

10

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana

Kepastian penerimaan secara hukum sangat ditentukan dengan !aktur yang telah diterbitkan demikian juga kepastian munculnya biaya ditentukan penerimaan barang3jasa. Penerapan basis akrual akan mempengaruhi system akuntansi yang digunakan seperti penambahan pos%pos akrual dan berbagai !ormulir pembukuan. Penerapan basis akrual mengutamakan laporan yang dihasilkan untuk kepentingan kreditor dan debitor.

Ke$n%$n*&n B&sis Ak'$&). 5. Penerimaan dan pengeluaran dalam laporan operasional berhubungan dengan penerimaan dan pemasukannya. 4. Basis akrual menunjukkan gambaran pendapatan. 6. /ebagai alat ukur modal. Ke)e+&,&n B&sis Ak'$&) 5. Penentuan pos dan besaran transaksi yang dicatat dalm jurnal dilakukan oleh indi*idu yang mencatat. 4. ,ele*ansi akuntansi akrual menjadi terbatas ketika dikaitkan dengan nilai histories dan in!lasi. 6. $alam pembandingan dengan basis kas penyesuaian akrual membutuhkan prosedur administrasi yang lebih rumit sehingga biaya administrasi menjadi lebih mahal. 7. Peluang manipulasi keuangan yang sulit dikendalikan.

REFERENSI Bastian .ndra 4889 Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar 2rlangga -akarta.

.##

11

Ak$n%&nsi Sek%o' P$()ik Safira, SE, Ak. M.Si.

P$s&% Pen*e+(&n*&n B&,&n A-&' Universitas Mercu Buana