Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena nikmat dan kesempatan yang diberikannya

sehingga makalah berjudul Operasi Plastik ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah ini terselesaikan tidak lepas dari bantuan banyak pihak. Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Tri Cahyanto, M.Si. selaku dosen mata kuliah Bioetika yang telah membimbing dan mengarahkan jalannya pembuatan makalah ini. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bioetika. Penulis memohon maaf apabila terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dalam penulisan makalah ini. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang. Bandung, 27 Maret 2014

Penulis

Makalah Bioetika Operasi Plastik | i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......................................................................................... i DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang................................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 1 1.3 Tujuan ............................................................................................................. 1 1.4 Manfaat .......................................................................................................... 2 BAB II ISI 2.1 Tinjauan Pustaka ............................................................................................ 3 2.2 Pengertian Operasi Plastik .............................................................................. 3 2.3 Sejarah Operasi Platik .................................................................................... 4 2.3 Jenis-Jenis Operasi Plastik ............................................................................. 5 2.4 Hasil-Hasil Peneltian ..................................................................................... 7 BAB III PEMBAHASAN 3.1 Operasi Plastik dari Segi Biologi .................................................................. 10 3.2 Operasi Plastik dari Segi Budaya .................................................................. 11 3.3 Operasi Plastik dari Segi Hukum .................................................................. 12 3.4 Operasi Plastik dari Segi Etika ...................................................................... 12 3.5 Operasi Plastik dari Segi Agama ................................................................... 13 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 17 4.2 Saran ............................................................................................................... 17 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 18
Makalah Bioetika Operasi Plastik | ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dalam masyarakat modern seperti di barat, kebutuhan dan aspirasi masyarakat menempati kedudukan yang tinggi, sehingga berdasarkan hal itu suatu produk hukum yang baru dibuat. Masalah operasi plastik telah lama dipertimbangkan oleh kalangan kedokteran dan para praktisi hukum di negara-negara barat. dan pandangan masyarakat tentang bedah plastik berorientasi hanya pada masalah kecantikan (estetik), seperti sedot lemak, memancungkan hidung, mengencangkan muka, dan lain sebagainya.

Sesungguhnya, ruang lingkup bedah plastik sangatlah luas. Tidak hanya masalah estetika, tetapi juga rekonstruksi, seperti pada kasus-kasus luka bakar, trauma wajah pada kasus kecelakaan, cacat bawaan lahir (congenital), seperti bibir sumbing, kelainan pada alat kelamin, serta kelainan congenital lainnya. Namun bukan berarti nilai estetika tak diperhatikan. Di Indonesia ini juga pernah dibahas yang melibatkan para ahli kedokteran ahli hukum positif dan hukum Islam. Mengenai pembahasan operasi plastik ini masih terus diperdebatkan. Dengan adanya makalah ini, penulis berharap dapat mengungkapkan suatu pandangan komprehensif mengenai operasi plastik menurut hukum Islam.

1.2. Rumusan Masalah Apa pengertian operasi plastik? Bagaimana sejarah operasi plastik? Bagaimana pandangan operasi plastik dari segi biologi? Bagaimana pandangan operasi plastik dari segi budaya? Bagaimana pandangan operasi plastik dari segi hukum? Bagaimana pandangan operasi plastik dari segi etika? Bagaimana pandangan operasi plastik dari segi agama?

1.3. Tujuan Untuk mengetahui pengertian operasi plastik. Untuk mengetahui sejarah operasi plastik. Untuk mengetahui pandangan operasi plastik dari segi biologi. Untuk mengetahui pandangan operasi plastik dari segi budaya.
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 1

Untuk mengetahui pandangan operasi plastik dari segi hukum. Untuk mengetahui pandangan operasi plastik dari segi etika. Untuk mengetahui pandangan operasi plastik dari segi agama.

1.4. Manfaat Kita dapat mengetahui pengertian, sejarah operasi plastik dan pandangan operasi dari berbagai segi.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 2

BAB II ISI 2.1. Tinjauan Pustaka Operasi plastik (plastic surgery) atau dalam bahasa Arab disebutjirahah attajmil adalah operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak, atau untuk memperbaiki fungsinya, ketika anggota tubuh itu berkurang, hilang/lepas, atau rusak. Bedah Plastik merupakan suatu cabang Ilmu Bedah yang mengerjakan operasi Rekonstruksi dan Estetik. Istilah Plastik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu plasticos yang berarti dapat diubah/dibentuk, bukan dengan menggunakan bahan dari plastik, tetapi dengan menggunakan bahan dari tubuh sendiri (lemak, tulang rawan, kulit, dll) atau bahan artificial (implant) seperti silikon padat untuk memancungkan hidung atau silikon gel untuk membesarkan payudara (Umami, 2006). Tindakan pembedahan ini dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya di bidang bedah plastik , sehingga pembedahan ini harus dilakukan oleh seorang dokter spesialis bedah plastic (Umami, 2006). Operasi plastik ini dapat dilakukan untuk mempercantik atau memperbaiki anggota badan. Selain itu operasi plastik juga dilakukan dengan tujuan kesehatan, misalnya pada kasus luka bakar, sehingga ada bagian tubuh yang rusak. Maka untuk memperbaiki kerusakan tersebut dianjurkan melakukan operasi plastic (Oswari, 1994). Operasi wajah dan sedot lemak adalah dua macam operasi plastik yang paling diminati oleh pasien wanita. Sebelum memutuskan untuk melakukan operasi plastik, alangkah baiknya jika calon pasien mengetahui prosedur operasi plastik sebagai bahan pertimbangan (Umami, 2006).

2.2. Pengertian Secara Bahasa dan Para Ahli Bedah plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Bedah plastik, berasal dari bahasa Yunani, yaitu plastiko yang berarti membentuk atau memberi bentuk. Ilmu ini sendiri merupakan cabang dari ilmu bedah yang
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 3

bertujuan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi normal dan menyempurnakan bentuk denan proporsi yang lebih baik. Jenis bedah plastik secara umun dibagi dua jenis: pembedahan untuk renokstruksi dan pembedahan untuk kosmetik (estetik). Yang membedakan operasi rekonstruksi dan estetik adalah dari tujuan prosedur pembedahan itu sendiri. Pada operasi rekonstruksi diusahakan mengembalikan bentuk/ penampilan serta fungsi menjadi lebih baik atau lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi estetik, bentuk tubuh kurang harmonik (misalnya, hidung pesek), maka diharapkan melalui operasi bedah plastik estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati sempurna. Tindakan pembedahan sendiri didasarkan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya mengenai luka dan proses penyembuhan yang berjalan alami. Penyembuhan luka dapat berlangsung sampai 12 bulan, dengan akan meninggalkan bekas luka, disinilah peran bedah plastic, dalam upaya menyembunyikan bekas luka sayatan atau meninggalkan bekas luka yang samar. Bedah plastik biasanya memang bertujuan untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian didalam anggota badan, baik yang nampak atau tidak, degan cara ditambah, dikurangi atau dibuang, sehingga anggota tubuh tampak lebih indah dan disebut operasi yang disengaja. Namun selain untuk kecantikan, bedah plastik juga dilakukan untuk tujuan kesehatan. Misalnya pada kasus tertentu, ada orang yang mengalami luka bakar atau terkena air keras., sehingga ada bagian tubuhnya yang rusak. Maka untuk memperbaiki kerusakan ini, dianjurkan melalukan bedah plastik, yang dikenal dengan operasi tanpa ada unsur kesegajaan.

2.3. Sejarah Operasi Plastik Bedah plastic adalah penemuan lama dari sejarah umat manusia, tercatat sejarah operasi plastic sudah ada sejak tahun 2000 SM di India dan Mesir. Bukti teks medis lainnya adalah Sushruta Samhita yang ditulis oleh dokter asal India Achaya Sushrut tahun 600 SM. Di belahan dunia yang lain, operasi plastic juga berkembang sekitasr abad pertama masehi, dokter romawi juga telah mempraktekkan bedah untuk mengubah tubuh. Bedah plastic biasanya dilakukan pada gladiator yang tubuh atau wajahnya rusak. Beberapa metode yang digunakan dalam praktek pengurangan payudara dan rekonstruksi telinga, bibir dan hidung menjadi bukti untuk operasio plastic. Setelah jatuhnya roma, pada akhir abad ke 3 M, kemajuan operasi plastik berhenti beratus-ratus tahun. Selama abad pertengahan dan Raenaissance, agama Kristen melarang setiap jenis perubahan
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 4

bedah untuk tubuh. Kemudian pada tahun 1500-an, sebuah terobosan dalam bedah plastic terjadi. Di Sisilia, Italia, Gasparo Tagliacozzi bereksperimen bedah rekonstruksi dengan melakukan cangkok kulit untuk hidung. Namun, kemajuan itu terhalang oleh pengaruh gereja, teknologi anestesi membuat operasi plastik sangat menyakitkan. Plastik di Indonesia dirintis oleh Prof. Moenadjat Wiratmadja. Setelah lulus sebagai spesialis bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1958, beliau melanjutkan pendidikan bedah plastik di Washington University / Barnes Hospital di Amerika Serikat hingga tahun 1959. Sepulang dari luar negeri, beliau mulai mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan pada umum dan pendidikan bedah plastik pada mahasiswa dan asisten bedah di FKUI/RSCM. Pada tahun 1979 beliau dikukuhkan sebagai profesor dalam ilmu kedokteran di FKUI. Profesor Moenadjat Wiratmadja wafat pada tahun 1980. 2.4. Jenis Jenis Bedah Plastik a). Cosmetic Surgery / Bedah Kosmetik Bedah kosmetik adalah bagian dari bedah plastik yang lebih ditujukan untuk nilai estetika daripada fungsinya. Bedah kosmetik biasanya dilakukan untuk menunjang penampilan para wanita agar terlihat semakin menarik. b). Facelift Dilihat dari namanya saja, Anda mungkin sudah tahu kalau facelift adalah operasi untuk mengencangkan kulit. Tidak hanya itu, facelift juga dapat meghilangkan kerutan pada wajah. Tapi perlu Anda ketahui, tidak semua facelift akan berhasil dengan baik pada setiap wanita yang sudah berumur. Facelift akan berhasil dengan baik untuk wanita dengan struktur tulang wajah sempurna dan mempunyai kulit yang tipis. Contohnya, Demi Moore yang melakukan facelift untuk membuat penampilannya lebih menarik dan terlihat lebih muda dari usia sebenarnya. c). Rhinoplasty Ingin hidung pesek menjadi lebih bangir, merubah ukuran hidung, atau ingin hidung yang bengok menjadi lurus. Rhinoplasty adalah operasi untuk memperbaiki hidung sesuai dengan keinginan Anda. Selain bertujuan untuk memperbaiki penampilan, rhinoplasty bisa membantu jalan pernafasan yang terhambat. Hidung akan terlihat indah dan sempurna. d). Eyelid Surgery
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 5

Mata adalah salah satu daya tarik dari penampilan seorang wanita. Kita melihat dunia dengan mata, begitupun juga dunia melihat kita melalui mata. Eyelid surgery dibuat untuk mengangkat lemak serta mengencangkan kulit dan otot di sekitar mata. Prosedur ini akan membuat Anda terlihat lebih fresh. Perubahan kecil pada mata juga membuat penampilan Anda terlihat lebih muda dan vibrant. Kandidat ideal untuk eyelid surgery adalah Anda yang mempunyai kelopak mata kecil dan turun atau mempunyai kantung mata. Operasi ini banyak dilakukan mereka yang menginginkan mata indah dan seakan berbicara. Tapi perlu Anda ketahui juga kalau eyelid surgery tidak akan menghilangkan garis atau kerutan di sekitar mata, atau menghilangkan warna hitam dibawah mata. e). Cheek Implant Operasi ini berguna untuk menambah tinggi tulang pipi. Untuk sebagian orang, tulang pipi tinggi seperti supermodel akan menambah nilai kecantikan pada dirinya. Operasi ini dilakukan dengan memasukkan silikon lewat rongga mulut. Pipi tembem atau chubby juga bisa dihilangkan dengan menyedot lemak di bagian pipi dan mengencangkan ototnya. f). Liposuction Suatu cara menghilangkan lemak tubuh dengan cara membuat lubang kecil pada kulit dan mengeluarkan lemak tersebut dengan tenaga vakum. Hasil yang ditimbulkan memang sepadan, perut akan terlihat lebih ramping dan langsing. Namun jangan anggap prosesnya sesederhana itu. Sakit yang tersisa pasca operasi bukan main rasanya. Setelah operasi ini Anda juga pada akhirnya harus tetap mengontrol makan serta olahraga. g). Breast Augmentation Breast Augmentation adalah operasi untuk merubah ukuran payudara dengan menggunakan silikon. Hal ini bisa mengembalikan kembali bentuk payudara setelah melahirkan, atau merubah ukuran payudara sesuai keinginan Anda. Namun sebelum buru-buru melakukan operasi jenis ini, lebih baik Anda pastikan apakah hal ini benar-benar Anda butuhkan. h). Lip Augmentation Bibir digunakan untuk berbicara, tersenyum hingga mencium seseorang yang Anda sayangi. Beberapa orang mungkin sudah puas dengan bibir yang mereka punya, tapi ada juga yang menginginkan bibir lebih penuh dan sexy. Karena faktor
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 6

umur, banyak wanita yang sudah kehilangan volume di bibirnya dan mulai mendapat kerutan di bibir. Lip augmentation bisa membantu mengembalikan bentuk bibir serta membuatnya penuh, seksi and more luscious. i). Botox Botulinum Toxin atau biasanya disebut Botox adalah injeksi tanpa operasi yang bersifat sementara untuk mengurangi kerutan pada dahi, seputar mata dan kerutan pada bagian leher. Banyak wanita juga melakukan Botox untuk mengurangi migrain dan keringat berlebih. Proses Botox memakan waktu sekitar 20 menit, dan hasilnya akan terlihat dalam 2 sampai 7 hari. Botox biasanya bertahan hingga empat bulan. Botox Cosmetic dapat digunakan oleh berbagai wanita segala umur. Hasil terbaik adalah pada wanita yang masih mempunyai tanda-tanda minimal penuaan. Botox disarankan pada pasien yang mempunya kerutan pada wajah dan leher, punya motivasi untuk mempunyai penampilan yang lebih baik, punya harapan yang realistis dan sebaiknya tidak merokok, mengkonsumsi alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang. Botox mempunyai beberapa efek samping seperti garis kecil atau kulit menjadi kemerahan setelah melakukan injeksi, tapi biasanya hal ini akan hilang dalam beberapa hari. Sakit kepala ringan juga akan dialami pasien yang melakukan injeksi di bagian dahi. Beberapa injeksi bahkan bisa menyebabkan sakit otot ringan atau pegal-pegal, namun hal ini juga bersifat sementara (satu sampai tiga minggu). j). Real Beauty Jika Anda memutuskan untuk melakukan bedah kosmetik jangan lupa untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya lebih dahulu. Jangan pernah melakukan bedah kosmetik untuk kepentingan sosial. Coba tanya diri Anda sekali lagi, apakah Anda melakukan bedah kosmetik demi kepuasaan diri sendiri atau demi kepuasan pihak lain. Karena definisi kecantikan yang sesungguhnya adalah kecantikan dari dalam diri. 2.5. Hasil Hasil Penelitian 1. Data statistik yang dilansir oleh International Society of Plastic Surgery, menunjukkan berbagai operasi plastic yang diminati pada tahun 2010.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 7

Dari diagram 1 yang ditampilkan, berbagai jenis operasi plastic yang terjadi ditahun 2010 menunjukkan bahwa operasi plastik jenis Lipoplasty atau sedot lemak merupakan jenis yang paling banyak diminati. Sedangkan Abdominoplasty merupakan jenis operasi plastic yang kurang diminati terbukti dengan hasil yang ditunjukkan pada diagram 1 dengan persentase 11%. Alasan yang terjadi dengan maraknya tindakan operasi plastik ini didasari dengan keinginan untuk memperbaiki penampilan fisik yang dituntut oleh kehidupannya. Mayoritas pasien bedah plastik merupakan kaum perempuan namun tidak sedikit pula pasien laki-laki yang melakukan bedah plastic. 2. Berdasarkan data statistic American Society of Plastic Surgeon tahun 2009 di amerika. Dengan dilakukannya penelitian ini bertujuan agar dapat diketahui, masyarakat amerika sendiri lebih banyak terjadinya tindakan operasi plastic pada perempuan atau laki-laki dan pada usia berapakah pasien operasi plastik terbanyak.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 8

Dari diagram 2 dapat diketahui bahwa wanitalah yang paling banyak melakukan operasi plastic di amerika sebesar 73% namun tidak menutup kemungkinan pula adanya pasien laki-laki yang melakukan tindakan operasi plastic ini, sedangkan dari pengamatan usia ternyata usia yang paling mbanyak melakukan tindakan operasi plastik di amerika pada tahun 2009 yaitu berada pada usia 25-34 tahun. 3. Pengamatan yang dilakukan pada tahun 2008 di Jakarta mengenai kecemasan body image pada perempuan dewasa tengah yang melakukan bedah plastik estetik, pengamatna ini dilakukan terhadap 3 sumber yang ketiganya wanita. Ketiga subjek ini melakukan tindakan yang beragam. Jika dilihat dari tabel 1 menunjukkan bahwa pasien yang melakukan tindakan operasi plastik di penelitian ini berada pada kisaran umur 35-47 tahun. Subjek J melakukan operasi plastic pada hidung disaat usianya 35 tahun,

sedangkan subjek K melakukan operasi plastic pada kantung matanya saat usianya 39 tahun dan subjek L melakukan tindakan operasi sebanyak 2 kali yaitu pada usia 39 tahun dimana ia melakukan perubahan pada kelopak matanya dan kemudian pada usia 47 tahun ia melakukan operasi plastic kembali pada bagian payudaranya. Untuk lebih jelas bisa diamati pada tabel 1.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 9

BAB III PEMBAHASAN Operasi plastik kini bukanlah suatu hal yang langka untuk kita dapatkan informasinya, dibuktikan dengan banyaknya selebriti atau bahkan masyarakat biasa yang ingin tampil lebih sempurna maka banyak yang melakukan tindakan operasi plastic yang memang instan untuk sekarang ini, namun tidak mengetahui dampak buruk yang ditimbulkan. Kami mencoba untuk menguraikan sedikit penjelasan mengenai operasi plastik yang di pandang dari berbagai segi kehidupan yaitu dari segi biologi, budaya, hokum, etika dan agama.

3.1. Operasi Plastik Dari Segi Biologi Dari segi biologi, kami memandang bahwa operasi plastik merupakan tindakan yang bukan seharusnya diminati karena jika sifatnya darurat saja maka operasi plastik ini layak untuk dilakukan. Dalam proses operasi plastik selalu melibatkan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Untuk menghasilkan suatu teknologi canggih yaitu operasi plastik digunakan sains sebagai proses untuk menemukannya. Jadi dengan kata lain bahwa sains sebagai proses dan produk, teknologi sebagai objek yang digunakan dan masyarakat sebagai subjek. Sedangkan lingkungan merupakan sarana pendukung dalam melakukan operasi plastik. Lingkungan yang higinies merupakan salah satu factor utama penentu keberhasilan operasi plastik. a. Liposuction (sedot lemak) tidak akan menghilangkan selulit. Operasi sedot lemak memang membuat tubuh kita semakin ramping, terutama bagian tubuh yang membandel terhadap diet dan olahraga. Namun bila kita melakukan sedot lemak itu berarti kita mengurangi cairan dalam tubuh kita, itu berarti bukan membuat selulit dalam tubuh kita hilang akan tetapi kulit tubuh kita semakin berkerut. b. Liposuction dapat menyebabkan kematian jika cairan yang disedot terlalu banyak. Menurut dokter ahli bedah plastic di Amerika mengemukakan bahwa jumlah lemak yang boleh disedot setiap oprasi sebanyak 6 pon, bila lebih dari itu bisa menyebabkan fatal pada pasien.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 10

c. Semua operasi plastik akan menimbulkan rasa sakit. Tentunya setiap tindakan bedah plastic akan menimbulkan rasa sakit karena pembedahan atau ataupun menggunakan payara, sinar laser. Misalnya sinar laser operasi untuk

membesarkan

mengecilkan

penggunaan

mengurangi kerutan diwajah. d. Kegagalan operasi dapat mengancam nyawa. Metode dan jenis pembedahan yang dilakukan okter sangat menentukan keberhasilan saat pembedahan juga kesesuaian prosedur operasi, jenis operasi ataupun sterilisasi alat yang digunakan. e. Kerusakan dalam organ tubuh. Tidak semua organ tubuh kita bisa dibedah untuk direkonstruksi, karena ada beberapa tempat organ tubuh kita yang sangat rawan bila kita tetap melakukan pembedahan. Missal operasi pembedahan bokong yang akan di beri silicon untuk memperbesar bokong sangat tinggi resikonya. Bokong sangat rawan karena bokong sering kita gunakan untuk duduk dan kemungkinan silicon yang berupa cairan dalam bokong itu akan pecah bila kita gunakan duduk secara terus menerus. Juga akan mengakibatkan silicon bergeser ketempat yang sering kita tidak untuk duduk.

3.2. Operasi Plastik Dari Segi Budaya Dahulu, operasi plastik dianggap sebagai kegiatan medis yang tidak aman dan memiliki banyak resiko. Tetapi kini, dengan kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi yang canggih, operasi dapat dilakukan dengan rendah resko dan hasil yang memuaskan. Sehingga tidak mengejutkan jika setiap tahun jumlah pasien operasi plastik semakin meningkat. Banyak wanita yang telah membuktikan bahwa operasi dapat menjadi alternatif yang baik untuk memperoleh kecantikan wanita yang mereka idamkan. Mulai dari melakukan liposuction atau sedot lemak, neck lift, tummy tuck hingga face lift. Menurut beberapa pendapat dari sebuah survei, banyak yang mengatakan bahwa operasi plastik sangat tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Mayoritas warga Negara Indonesia yang beragama muslim bahkan menentang operasi plastik, mereka berpendapat operasi plastik bertolak belakang dengan budaya Indonesia, dan dengan melakukan operasi tersebut seperti memperbesar payudara, merubah bentuk hidung, merubah bentuk

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 11

bibir dan sebagainya, berarti seseorang telah merubah ketentuan ciptaan Tuhan pada dirinya sendiri. Jika diambil kesimpulan, sebenarnya operasi plastik bisa sesuai dengan budaya Indonesia apabila dalam praktek operasionalnya memenuhi norma-norma dan adat budaya yang ada di Indonesia.

3.3. Operasi Plastik Dari Segi Hukum Dari segi hukum, operasi plastik dipandang sebagai suatu hal yang diperbolehkan dilakukan apabila ditujukkan untuk pemulihan kesehatan, mengembalikan fungsi badan akibat kecelakaan atau cacat, dan hanya dilakukkan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan yang dapat dipertanggungjawabkan yang hanya dilakukan tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Hal ini sesuai Undang Undang No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan. Di Indonesia memang tidak ada peraturan perundangan yang melarang seseorang untuk melakukan operasi plastik. Sehingga tidak ada hukuman yang dijatuhkan bagi pelaku tindakan operasi plastic.

3.4. Operasi Plastik Dari Segi Etika Berbicara tentang etika tentu tidak dapat dipisahkan dari moral, yang menyangkut aturan baik dan buruk. Setiap masyarakat memiliki standar moralitas yang pada dasarnya berfungsi melindungi diri baik di lingkungan sosial maupun masing-masing individu. Setiap masyarakat berhak melakukan apa saja yang dianggapnya baik, seperti halnya dalam melakukan operasi plastik. Meskipun dengan tujuan kecantikan, selama dalam batas kewajaran, hal tersebut boleh-boleh saja. Yang dimaksud batas kewajaran adalah hasil dari operasi plastik itu bukan untuk tujuan pornografi. Batas-batas yang disebut pornografi pun sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Orang-orang sering mengira definisi dari kebebasan adalah dapat berpikir dan bertindak semaunya. Menurut Rudolf Stener, kebebasan ada 2 yaitu kehendak bebas dan kebebasan yang bertanggung jawab. Dalam fenomena kehendak bebas, otoritas moral tidak lagi bersumber dari masyarakat, keluarga aaaatau kitab suci, melainkan hati sanubari seorang individu. Apapun keputusan untuk melakukan satu hal bergantung pada dirinya. Jadi dalam hal ini berarti setiap orang bebas melakukan operasi plastic selama dirinya berkehendak. Sedangkan menurut teori kebebasan yang bertanggung jawab, melakukan operasi plastic diperbolehkan selama resiko yang ditimbulkan dari operasi
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 12

tersebut benar-benar dapat dipertanggung jawabkan terhadap dirinya sendiri dan tidak merugikan orang lain. Artinya sgala macam resiko buruk yang kemungkinan terjadi siap diterima. Dalam mengambil keputusan ini, tentunya seseorang juga perlu berpikir matang, karena yang dimaksud bertanggung jawab dalam hal ini didasarkan otoritas di luar dirinya (peraturan, ideologi dan nilai kelompok). Di Indonesia memang tidak ada peraturan perundangan yang melarang seseorang untuk melakukan operasi plastic.

3.5. Operasi Plastik Dari Segi Agama a). Hukum Menurut Agama Islam Kalau bedah plastik yang bersifat bedah rehabilitasi. Maka itu dianjurkan dalam islam. Sebab itu mutlak dibutuhkan . misalnya bibir sumbing atau kasus dimana seseorang memiliki wajah tidak lagi berbentuk layaknya orang yang normal. Bayangkan kalau orang tersebut tidak dioperasi, hal itu akan menjadi beban fisik dan psikologis tersendiri baginya. Sedangkan jika kasusnya merubah-rubah ciptaan allah. Hal itu jelas melampaui batas kewajaran. Allah telah mengingatkan agar jangan sampai melebihi batas seperti dalam firman berikut:

Artinya: Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani israil, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya dan barang siapa syang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 13

datang kepada mereka rosul-rosul kami dengan (membawa) keterangan-ketarangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi (Al-Maidah 32). Baik untuk seseorang melakukan operasi plastik untuk memperbaiki kecacatannya maupun variasi bentuk organ tubuhnya dengan syarat: bilamana dilakukan perbaikan akan menyebabkan peningkatan mutu kehidupan (quality of life) orang tersebut, sementara bilamana tidak dilakukan perbaikan akan menyebabkan gangguan pada orang tersebut baik dalam bentuk masalah fisik, fungsi kerja, psikologis, atau emosinya. Secara umum, agama Islam mengharamkan operasi plastik tanpa indikasi yang kami sebutkan di atas, yaitu yang dilakukan semata-mata untuk tujuan memamerkan keindahan belaka, karena yang demikian itu adalah perbuatan yang dilandasi atas bujuk rayu Setan. Al-Quran surat An-Nisa ayat 118-119 menyatakan:

.....Syaithan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). Dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benarbenar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benarbenar mereka mengubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaithan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata... (An Nisa:118-119).

b). Hukum Menurut Agama Budha Bedah plastik menurut Buddha (Buddhisme), hal ini tidak melanggar sila sepanjang memiliki tujuan yang positif atau bukan untuk penipuan. Pandangan agama Buddha setuju apabila bedah plastik untuk pengobatan, misalnya: bibir
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 14

sumbing, luka bakar, atau penyakit kulit yang akibat dari kecelakaan maupun bawaan sejak lahir melainkan bukan agar kelihatan awet muda terus. Buddhisme tidak melarang bedah plastik, tetapi apabila kita melakukan bedah untuk tujuan mempercantik diri berarti itu kurang sesuai dengan ajaran Buddha, karena hal tersebut telah muncul Lobha (keserakahan/ melekat pada objek). Jika bedah plastik itu berjalan dengan lancar dan hasilnya bagus, kita akan semakin melekat padanya. Tetapi apabila bedah plastik itu tidak berjalan dengan lancar atau hasilnya menjadi buruk dari yang sebelumnya, maka akan menimbulkan Dosa (kebencian/menolak objek). Apabila hal tersebut sudah terjadi maka akan timbul Moha (kebodohan batin) yang selalu mengikutinya. c). Hukum Menurut Agama Kristen Protestan Subyek perangkat tambahan kosmetik hanya samar-samar disebutkan dalam Alkitab. Untungnya bahwa tidak adanya intruksi langsung tidak meninggalkan kita tak berdaya. Seperti setiap yang area kehidupan yang yang akan lain, Allah telah

memberikan keputusan sebaliknya.

prinsip-prinsip pribadi tentang

diperlukan

memandu

melalui atau

kosmetik

meningkatkan

prosedur

ekstrim

d). Hukum Menurut Agama Katolik Bedasarkan beberapa kitab dapat disimpulkan bahwa bedah plastik

diperbolehkan dalam agama katolik, jika untuk langkah penyembuhan entah secara fisik untuk merekonstruksi bagian tubuh akibat cacat bawaan atau kecelakaan. Tentu asalkan prosedurnya tidak menimbulkan resiko kerusakan pada tubuh setelah pembedahan. Namun, bedah plastik tidak dapat diizinkan jika itu merusak kebaikan lebih besar daripada apa yang dapat dicapai, dan apabila tujuan dan prosedurnya secara mendasar tidak dapat diterima secara moral, seperti transgender/ ganti jenis kelamin. Tanggapan di berikut memang bukan tanggapan yang baku, karena tidak ada dokumen Gereja Katolik yang secara tegas mengatur hal bedah kosmetik. Namun semoga dengan prinsip dasar di atas, kita dapat, dengan hati nurani yang bersih menentukan penilaian tentang hal ini, sesuai dengan keadaan dan kasusnya. Dengan prinsip ini, silakan sang dokter dan calon pasiennya itu menilai, dengan
Makalah Bioetika Operasi Plastik | 15

hati nuraninya masing-masing, apakah tindakan operasi kosmetik itu dapat/ layak dilakukan. e). Hukum Menurut Agama Hindu Pemahaman mengenai operasi plastik untuk setiap agama pastilah sama, yakni operasi plastik adalah usaha untuk merubah bentuk tubuh sebagian atau keseluruhan pada bagian tubuh tertentu untuk tujuan pribadi (kecantikan) ataupun merupakan tindak lanjut dari upaya medis (dengan penyebab yang beraneka ragam, seperti kecelakaan, operasi karena kerusakan beberapa bagian permukaan tubuh oleh berbagai penyebab, dan antisipasi dari beberapa penyakit yang menyebabkan amputasi). Akan tetapi untuk ajaran agama Hindu sendiri, telah disebutkan dengan jelas bahwa larangan untuk mengubah bentuk tubuh untuk alasan apapun dilarang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa operasi plastik tidak diperbolehkan.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 16

BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan Operasi plastik (plastic surgery) atau dalam bahasa Arab disebutjirahah at-tajmil adalah operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak, atau untuk memperbaiki fungsinya, ketika anggota tubuh itu berkurang, hilang/lepas, atau rusak. oprasi plastik pertama kali terjadi di India dan Mesir pada tahun 2000 SM. eksperimen pertama terjadidi Italia dengan teknik yang digunakan ialah teknologi anestesi dimana proses operasi plastik sangat menyakitkan. jenis-jenis operasi plastik sangat beragam, mulai dari sedot lemak, pengecilan perut, operasi hidung, operasi bibir, dan kelopak mata. jika dipandang dari berbagai segi baik biologi yang memandang operasi plastik bukan memperbaiki tapi akan merusak tubuh. dari segi hukum, operasi plastik sama sekali tidak dilarang dalam undang undang. segi etika, berurusannya dengan moral. sedangkan dari segi agama, beberapa memandang bahwa operasi plastik di perbolehkan jika ditujukan untuk pengobatan tapi tidak jika ditujukkan untuk mempercantik diri. tentunya akan ada dampak dari setiap hal yang dilakukan termasuk tindakan operasi plastik. 4.2. Saran Semakin maraknya kejadian operasi plastic yang dilakukan kalangan selebrita ataupun masyarakat umum semoga tidak membuat kita tertarik untuk melakukannnya. Syukuri apa yang telah Tuhan berikan, karena Tuhan telah menciptakan makhlukNya dengan sebaik-baikNya.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 17

DAFTAR PUSTAKA Oswari, Jonatan. 1994. Anestesiologi. EGC: Jakarta. Wahab, Samik A. 1996. Ilmu Kesehatan Anak. EGC: Jakarta. Lituhayu, Cahaya. 2012. Pengaruh Warna Terhadap Psikologi Pengguna Dalam Perancangan Fasilitas Bedah Plastik Estetik. ITB: Bandung. Umami, Vidhia. 2006. Ilmu Bedah. Erlangga: Jakarta. Gunawan, Rinawati dan Amanah Anwar. 2013. Kecemasan Body Image Pada Perempuan Dewasa Tengah Yang Melakukan Bedah Plastik Estetik. Universitas Esa Unggul: Jakarta. Adrianto, Petrus dan Timan, I.S. 1992. Buku Ajar Bedah. EGC: Jakarta. Prasetya, Dedi. 2013. Pandangan Agama Terhadap Masalah Kesehatan Di Masyarakat. STIKES Bina Usada: Bali.

Makalah Bioetika Operasi Plastik | 18