Anda di halaman 1dari 72

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Hampir semua orang pernah mendengar istilah UKM, namun mungkin hanya sedikit orang yang paham maksud kata tersebut dengan satu kesamaan pandangan. Maklumlah, karena instansi-instansi pemerintah sendiri memiliki perbedaan cara dalam pengklasifikasiannya. Menurut Departemen

Perindustrian ( !!"# UKM didefinisikan sebagai perusahaan yang dimiliki oleh $arga %egara &ndonesia ($%&#, memiliki total aset tidak lebih dari 'p ()) *uta (diluar area perumahan dan perkebunan#. +edangkan definisi yang digunakan oleh ,iro Pusat +tatistik (,P+# lebih mengarah pada skala usaha dan *umlah tenaga ker*a yang diserap. Usaha mikro menggunakan kurang dari lima orang karya-an, sedangkan usaha skala kecil menyerap antara .- ! tenaga ker*a. Pembuktian empiris dimana saat periode krisis ekonomi kemarin, ketika begitu banyak perusahaan-perusahaan besar yang tumbang dan melakukan PHK dalam *umlah besar, UMKM dengan fleksibilitasnya mampu sur/i/e dari kondisi tersebut. Pemerintah menyadari peranan usaha kecil terhadap pertumbuhan perekonomian &ndonesia sangat besar, terutama karena kontribusinya dalam Produk Domestik ,ruto dan tingginya penyerapan tenaga ker*a informal pada sektor Usaha Kecil. 0leh karena itu, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebi*akan dan keputusan yang mengatur tentang pengembangan usaha kecil,

diantaranya adalah Keputusan Menteri Keuangan 'epublik &ndonesia %omor 1 " (2KMK.) (2 !!3 4entang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dari ,agian 5aba ,adan Usaha Milik %egara (,UM%#. Untuk lebih memper*elas Keputusan sebelumnya maka pemerintah mengeluarkan kembali Keputusan Menteri Keuangan 'epublik &ndonesia %omor ()2KMK.)( 2 !!( 4entang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dari ,agian 5aba ,adan Usaha Milik %egara (,UM%#, dimana perlu penyesuaian terhadap besarnya bagian pemerintah atas laba ,UM% untuk pembinaan usaha kecil dan koperasi. Pemerintah melalui Kementerian ,UM% menerbitkan Keputusan Menteri ,UM% %o.6"(2M,U26))" tentang Program Kemitraan dan ,ina 5ingkungan (PK,5# yang mengatur kemitraan ,UM% dengan usaha kecil dan pelaksanaan bina lingkungan yang lebih komprehensif dan sesuai dengan pengembangan ekonomi serta kondisi lingkungan sekitar ,UM%. Program PK,5 terdiri dari Program Kemitraan dan Program ,ina 5ingkungan. Program Kemitraan merupakan suatu program yang ditu*ukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar men*adi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari 7 hingga "7 dari laba bersih perusahaan. Program Kemitraan memiliki sasaran yaitu usaha kecil di -ilayah regional perusahaan yang telah melakukan kegiatan usaha minimal tahun,

mempunyai prospek untuk dikembangkan dan belum mempunyai *aminan yang cukup untuk memperoleh kredit bank serta memiliki omset di ba-ah 'p.

6)) *uta. +edangkan Program ,ina 5ingkungan yaitu program pemberdayaan kondisi masyarakat dan lingkungan yang berada di sekitar lokasi perusahaan, melalui pemanfaatan dana sebesar maksimal 7 dari laba bersih perusahaan. Program ,ina 5ingkungan diberikan dalam bentuk hibah khusus bagi masyarakat kurang mampu dalam bentuk bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan bencana alam, bantuan sarana dan prasarana umum, serta bantuan sarana ibadah. ,erbagai program ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kesempatan ker*a dan mengurangi tingkat kemiskinan dengan prioritas sektor sektor yang memiliki daya tampung tenaga ker*a yang tinggi seperti pada sektor pertanian, industri padat karya, perdagangan dan lain-lain. +ebagaimana kita ketahui dari berbagai studi, bah-a dalam mengembangkan usahanya UMKM menghadapi berbagai kendala baik yang bersifat internal maupun eksternal, permasalahan-permasalahan tersebut antara lain1 # mana*emen, 6# permodalan, "# teknologi, 3# bahan baku, .# informasi dan pemasaran, (# infrastruktur, 8# birokrasi dan pungutan, 9# kemitraan. Dari beragamnya permasalahan yang dihadapi UMKM,

nampaknya permodalan tetap men*adi salah satu kebutuhan penting guna men*alankan usahanya, baik kebutuhan modal ker*a maupun in/estasi. Pada dasarnya UKM mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. %amun demikian, perannya masih tertumpu pada penyerapan ker*a, sedangkan pada indikator ekonomi lainnya peran UKM masih relatif kecil. Hal ini menun*ukan bah-a UKM masih mengandalkan akti/itas bisnisnya pada bidang usaha yang padat tenaga ker*a. Dengan kata lain, UKM

"

masih

mengandalkan

penggunaan

sumberdaya kualitas

manusia

dari

aspek

kuantitasnya.

Karena itu, pendekatan

sumberdaya

manusia

pelaksanaan UKM semakin mendesak untuk di-u*udkan, karena merupakan salah satu masalah yang dihadapi UKM, di samping masalah lain yang berkaitan dengan aksesibilitas terhadap sumber-sumber produktif, seperti pembiayaan, pasar, teknologi, dan informasi. Para usaha kecil mempunyai dua masalah utama dalam aspek finansial yaitu mobilisasi modal a-al dan akses ke modal ker*a dan financial *angka pan*ang. Disini modal a-al biasanya bersumber dari tabungan pribadi para pengusaha kecil ini. +edangkan modal ker*a dan financial *angka pan*ang diperoleh dari pin*aman kredit. Pin*aman kredit sangat bermanfaat bagi para usaha kecil untuk memperluas usaha mereka dan *uga untuk meningkatkan pendapatan mereka, sehingga menambah laba dari usaha itu sendiri. :gar usaha yang dirintis para pengusaha kecil sukses dan untuk mema*ukan bisnisnya sudah se-a*arnyalah para pengusaha kecil tersebut memin*am kredit ke bank. Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk memin*am uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam *angka -aktu yang ditentukan. UU %o. ) tahun 6))6 menyebutkan bah-a kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetu*uan atau kesepakatan pin*am memin*am antara bank dengan pihak lain yang me-a*ibkan pihak pemin*am untuk melunasi utangnya setelah *angka -atu tertentu dengan

pemberian bunga. ;ika seseorang menggunakan *asa kredit, maka ia akan dikenakan bunga tagihan. +ayangnya pelaksanaan Program Kemitraan ,UM% tersebut terlihat belum efektif dilihat dari tingkat pengembalian pin*amannya, padahal alokasi dana yang dianggarkan cukup besar (http122---.bumn-ri.com#. +ebagai perbandingan, alokasi dana PUKK2PK,5 tahun 6))6 mencapai 'p. 938,3. milyar atau *auh lebih besar dibandingkan dengan alokasi dana :P,% untuk UKM pada tahun yang sama yaitu senilai 'p. ((! milyar. :dapun alokasi dana PK,5 seluruh ,UM% pada tahun 6)). mencapai 'p. ,)(3 4rilyun. ,erdasarkan data Kementrian ,UM% tahun 6))3, saat ini akumulasi dana PK,5 36 dari (6 ,UM% tercatat 'p. ",( " 4riliun. Dari *umlah itu yang berstatus dalam pengembalian mencapai 'p. 6 triliun lebih, dengan piutang pengembalian macet dan dihapusbukukan (write off# mencapai sekitar ".7 P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu merupakan salah satu ,UM% yang ada di Kabupaten &ndragiri Hulu yang mempunyai mitra binaan usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang industry makanan dan mebeuler yang telah memiliki program kemitraan dan bina lingkungan se*ak tahun !!.. Untuk melihat secara lebih *elas mengenai

;umlah mitra binaan dan realisasi pengembalian pin*aman dari program kemitraan dan bina lingkungan P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu dapat kita lihat pada penuangan table berikut ini.

4abel

1 ;umlah mitra binaan dan realisasi pengembalian pin*aman dari program kemitraan dan bina lingkungan P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu 4ahun 6))8 = 6)
;umlah Usaha Kecil Mitra ,inaan P4P% < 9 " 6 'ealisasi Pin*aman dan pengembaliannya ;umlah dana 4ersedia ;umlah Pin*aman tersalurkan "(.)!6.9.8 (.!"8..)) ").))).))) ().))).))) 'ealisasi Pengembalian Pin*aman "9."(3..8. ").9"(.36) 8.986.))) ..! ..))) Prosentase Pengembalian Pin*aman 69, !7 6(,"87 ",8.7 !,!.7 9,)67

%o

4ahun

. 6. ". 3.

6))8 6))9 6))! 6) )

36.)!6.9.8 63.!"8..)) "8..)).))) 8).))).)))

.. 6) ) 8).))).))) (..))).))) ".6").))) +umber 1P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &nhu, 4ahun 6) 6

Dari tabel diatas dapat di*elaskan bah-a selama kurun -aktu lima tahun yaitu mulai tahun 6))8 sampai dengan 6) , P4P% < Kebun ,ukit

+elasih Kabupaten &ndragiri Hulu telah menyalurkan pin*aman atau kredit lunak terhadap .3 usaha kebcil dan menenmgah di Kabupaten &ndragiri Hulu. Pada tahun 6))8 dari 'p. 36.)!6.9.8 anggaran program kemitraan dan bina lingkungan yang tersedia telah berhasil disalurkan sebanyak 'p.

"(.)!6.9.8,- atau dengan kata lain sekitar !.,88 7. Kemudian pada tahun 6) dari 'p. 8).))).))),- dana tersedia berhasil disalurkan sebanyak

(..))).))),-. Dari pen*elasan diatas dapat kita lihat bah-a tingkat keberhasilan penyaluran kredit Program kemitraan dan bina lingkungan dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih dari tahun 6))8 sampai dengan 6) .

:kan tetapi dari tingkat pengembalian kredit, tingkat realisasinya masih sangat rendah. Pada tahun 6))8 dari 'p. "(.)!6.9.8 *umlah pin*aman, realisasi pengembaliannya hanya sebesar 'p. "9."(3..8.,- atau hanya sekitar 69, ! 7. Dan kecilnya tingkat realisasi pengembalian pin*aman ini berlan*ut dari tahun ke tahun, sehingga didapatkan hasil bah-a pada tahun 6) ( dari

'p. (..))).))),- dana pin*aman yang tersalurkan, hanya 'p. ".6").))),yang usaha kecil dan menengah kembalikan atau hanya 9,)67. Masih rendahnya realisasi pengembalian dana pin*aman dari Program Kermitraan dan ,ina 5ingkungan dari P4P% < ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu ini secara langsung akan memperkecil kesempatan bagi usaha kecil dan menengah yang lain untuk mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pin*aman dari Program Kemitraan dan ,ina 5ingkungan dari P4P% < ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu tersebut di tahun - tahun mendatang. Hal ini tentunya *uga berpengaruh terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah dari mitra binaan P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu ini. Untuk melihat secara lebih *elas tentang peningkatan produktifitas .3 usaha kecil dan menengah mitra binaan P4P% < ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu setelah mendapat bantuan pin*aman modal kredit lunak dari perusahaan ini dapat dilihat dari penuangan tabel berikut ini.

4abel 6 1 'ekapitulasi Perkembangan Produktifitas UKM +etelah mendapatkan ,antuan Modal dari program kemitraan dan bina lingkungan P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu 4ahun 6))8 = 6)
;umlah Usaha Kecil Mitra ,inaan P4P% < 'ekapitulasi Perkembangan Produktifitas UKM +etelah mendapatkan ,antuan Modal UKM yang meningkat Produksinya " . . 3 ) 3 UKM yang +tagnan Produksinya 3 ( ( ( . 6 UKM yang menurun Produksinya Prosentase Perkembangan Produktifitas UKM +etelah mendapatkan ,antuan Modal UKM yang meningkat Produksinya 37,50 38,46 41,67 36,36 40,00 UKM yang +tagnan Produksiny a 50,00 46,15 50,00 54,55 50,00 UKM yang menurun Produksinya 12,50 15,38 8,33 9,09 10,00

%o

4ahun

. 6. ". 3. ..

6))8 6))9 6))! 6) ) 6)

9 " 6

+umber 1P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &nhu, 4ahun 6) 6

Dari tabel diatas dapat dilihat bah-a P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu telah menyalurkan pin*aman atau kredit lunak terhadap .3 usaha kebcil dan menengah di Kabupaten &ndragiri Hulu. Pada tahun 6))8 dari 9 mitra binaan perusahaan yang diberi pin*aman modal " UKM ("8,.)7# telah berhasil meningkatkan produksinya berkat adanya bantuan modal tersebut. :kan tetapi mayoritasnya yaitu 3 UKM (.)7# tidak menun*ukkan adanya perubahan produktifitas (stagnan# setelah adanya bantuan modal yang diberian bahkan ada UKM (*enis usaha pertukangan#

yang menurun produktifitasnya setelah mendapatkan bantuan modal ini yang diduga karena kurangnya kemampuan dari pemilik UKM untuk mengelola bantuan modal pin*aman ini. >enomena tersebut berlan*ut hingga tahun 6) ,

dimana dari ) UKM yang mendapatkan bantuan pin*aman modal dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih hanya 3 UKM ( 3)7# yang berhasil meningkatkan produktifitasnya.

Dengan dilatar belakangi uraian permasalahan di atas, penulis merasa tertarik untuk mengangkat permasalahan ini men*adi suatu penelitian dengan *udul1 ?PENGARUH PEMBERIAN KREDIT PROGRAM KEMITRAAN BINA LINGKUNGAN PADA PTPN V PTKR BUKIT SELASIH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA KECIL DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU@

B. PERUMUSAN MASALAH +esuai dengan pen*elasan di atas, maka perumusan masalah yaitu 1 @:pakah pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan pada P4P% < P4K' ,ukit +elasih mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan usaha kecil di Kabupaten &ndragiri HuluA@

C. TU UAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN . 4u*uan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan pada P4P% < P4K' ,ukit +elasih terhadap pengembangan usaha kecil di Kabupaten &ndragiri Hulu 6. Kegunaan Penelitian a. Hasil ini dapat diharapkan bermanfaat bagi pihak perusahaan dalam meningkatkan efektifitas program kemitraan dan bina lingkungan dari ,UM% dan perusahaan s-asta lain yang berin/estasi di Kabupaten &ndragiri Hulu

b. +ebagai penambahan maupun aplikasi pengetahuan yang penulis dapat selama dibangku kuliah. c. Hasil penelitian ini diharapkan dapat di*adikan sebagai bahan informasi selan*utnya permasalahan yang sama. bagi peneliti lain dalam -acana dan

D. SISTEMATIKA PENULISAN Dalam penulisan skripsi ini nantinya penulis membagi men*adi ( (enam# bab pembahasan, dimana masing-masing bab dibagi men*adi sub bab, yakni 1 ,:, & PB%D:HU5U:% ,ab ini mencakup tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tu*uan dan manfaat penelitian, dan diakhiri dengan sistematika penulisan. ,:, && 4B5::H PU+4:K: D:% H&P04B+&+ Pada bab ini akan disa*ikan tin*auan realistis yang berkaitan langsung dan rele/an dengan masalah yang dibahas, hipotesis dan /ariabel penelitian. ,:, &&& MB40DB PB%B5&4&:% Pada bab ini disa*ikan pembahasan mengenai lokasi penelitian, *enis dan sumber data, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data dan :nalisis data.

,:, &<

C:M,:':% UMUM 50K:+& PB%B5&4&:% Pada bab ini penulis menguraikan tentang gambaran umum dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu.

,:, <

H:+&5 PB%B5&4&:% D:% PBM,:H:+:% Pada bab ini akan dibahas mengenai pengaruh pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan pada P4P% < P4K' ,ukit +elasih terhadap pengembangan usaha kecil di Kabupaten &ndragiri Hulu

,:, <&

KB+&MPU5:% D:% +:':% Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan saran dari penelitian ini.

BAB II TELAAH PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Usaha Ke!"l #an Menengah Usaha kecil Menengah (UKM# didefinisikan dengan berbagai cara yang berbeda tergantung pada negara dan aspek-aspek lainnya. 0leh karena itu, perlu dilakukan tin*auan khusus terhadap definisi-definisi tersebut agar diperoleh pengertian yang sesuai tentang UKM, yaitu menganut ukuran kuantitatif yang sesuai dengan kema*uan ekonomi. ,erbagai definisi mengenai UKM yaitu 1 (Hubeis, 6))! 1 6.# . Di &ndonesia, terdapat berbagai definisi yang berbeda mengenai UKM berdasarkan kepentingan lembaga yang memberi definisi. a. ,adan Pusat +tatistik (,P+#1 UKM adalah perusahaan atau industri dengan peker*a antara .- ! orang. b. ,ank &ndonesia (,&#1 UKM adalah perusahaan atau industri dengan karakteristik berupa1 (a# modalnya kurang dari 'p. 6) *utaD (b# untuk satu putaran dari usahanya hanya membutuhkan dana 'p . *utaD (c# memiliki aset maksimum 'p ()) *uta di luar tanah dan bangunanD dan (d# omEet tahunan F 'p miliar. c. Departemen (+ekarang Kantor Menteri %egara# Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UU %o. ! 4ahun !!.#1 UKM adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan bersifat tradisional, dengan kekayaan bersih 'P .) *uta = 'p. 6)) ;uta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha# dan omEet tahunan F 'p miliarD dalam UU UMKM2 6))9 dengan kekayaan bersih 'p .) *uta = 'p .)) *uta dan pen*ualan bersih tahunan 'p ")) *uta = 'p 6,. miliar. d.Keppres %o. (2 !!31 UKM adalah perusahaan yang memiliki kekayaan bersih maksimal 'p. 3)) *uta. e. Departemen Perindustrian dan Perdagangan1 # Perusahaan memiliki aset maksimal 'p ()) *uta di luar tanah dan bangunan (Departemen Perindustrian sebelum digabung#, 6# Perusahaan memiliki modal ker*a di ba-ah 'p 6. *uta (Departemen Perdagangan sebelum digabung# f. Departemen Keuangan1 UKM adalah perusahaan yang memiliki omset maksimal 'p ()) *uta per tahun dan atau aset maksimum 'p ()) *uta di luar tanah dan bangunan.

g. Departemen Kesehatan 1 perusahaan yang memiliki penandaan standar mutu berupa +ertifikat Penyuluhan (+P#, Merk Dalam %egeri (MD# dan Merk 5uar %egeri (M5#. 6. Di negara lain atau tingkat dunia, terdapat berbagai definisi yang berbeda mengenai UKM yang sesuai menurut karakteristik masingmasing negara, yaitu 1 a. $orld ,ank 1 UKM adalah usaha dengan *umlah tenaga ker*a G ") orang, pendapatan per tahun U+H " *uta dan *umlah aset tidak melebihi U+H " *uta. b. Di :merika 1 UKM adalah industri yang tidak dominan di sektornya dan mempunyai peker*a kurang dari .)) orang. c. Di Bropa 1 UKM adalah usaha dengan *umlah tenaga ker*a )3) orang dan pendapatan per tahun -6 *uta Buro, atau *ika kurang dari ) orang, dikategorikan usaha rumah tangga. d. Di ;epang 1 UKM adalah industri yang bergerak di bidang manufakturing dan retail2 ser/ice dengan *umlah tenaga ker*a .3-")) orang dan modal I .) *uta = ")) *uta. e. Di Korea +elatan 1 UKM adalah usaha dengan *umlah tenaga ker*a F ")) orang dan aset F U+H () *uta. f. Di beberapa :sia 4enggara 1 UKM adalah usaha dengan *umlah tenaga ker*a )- . orang (4hailand#, atau . = ) orang (Malaysia#, atau ) -!! orang (+ingapura#, dengan modal G U+H ( *uta. B. Pengert"an Pr$gra% Ke%"traan #an B"na L"ngk&ngan Bag" UKM 4erdapat kontrak sosial di antara perusahaan dan masyarakat. Kontrak tersebut mencantumkan tanggung *a-ab untuk menanggapi secara serius seperangkat hubungan yang diterima secara umum, ke-a*iban dan tugas yang berhubungan dengan dampak perusahaan pada kese*ahteraan masyarakat. Mantan Presiden :merika +erikat, ;ohn >. Kennedy mengemukakan empat hak dasar konsumen yang diterima secara umum sebagai inti dalam kontrak sosial tersebut, yaitu1 . Hak akan keselamatan 6. Hak untuk diberi informasi

"

". Hak untuk memilih 3. Hak untuk didengar (diberi ganti rugi# Kemudian konsensus sosial pada dasa-arsa berikutnya menambahkan dua hak baru yang men*adikan keseluruhannya terdapat enam buah hak 1 .. Hak untuk menikmati lingkungan yang bersih dan menyehatkan (. Hak orang miskin dan minoritas lain untuk dilindungi kepentigannya 4anggung *a-ab sosial perusahaan (Jorporate +ocial 'esponsibility 2 J+'# merupakan tanggung *a-ab yang meliputi tanggung *a-ab ekonomi, tanggung *a-ab hukum, tanggung *a-ab etika, dan discretionary responsibilities. Karena itu, J+' dapat didefinisikan sebagai perilaku perusahaan yang bertu*uan untuk mempengaruhi secara positif para pemangku kepentingan dan melampaui kepentingan ekonomi (4urker, 6))9 1 . # Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kese*ahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan. (+olihin, 6))! 1 3# Pada dasarnya J+' merupakan sebuah pendekatan yang dilakukan untuk mengintegrasikan kepedulian sosial dalam interaksi dengan berbagai stakeholders, yang berdasarkan pada prinsip sukarela maupun kemitraan. Jorporate +ocial 'esponsibility dalam pemaknaannya tidak dapat dipisahkan dari maknanya secara filosofis, yang terdiri dari ethics, power, recognition dan governance yang terkait terhadap aspek social, ecology/ environment, actor and economic. Makna filosofis ini harus dipandang sebagai satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan, baik dari aspek konsep maupun dari aspek pelaksanaannya (,udimanta, 6))3#. &ndonesia secara inisiatif melakukan regulasi pelaksanaan J+' sebagaimana tercantum pada Pasal 83 UU %o.3) tentang Perseroan 4erbatas. Peran ,UM% dalam pengembangan usaha kecil dilaksanakan se*ak terbitnya Peraturan Pemerintah %omor " tahun !9" tentang 4ata Jara Pembinaan dan

Penga-asan Perusahaan ;a-atan (PB';:%#, Perusahaan Umum (PB'UM# dan Perusahaan Perseroan (PB'+B'0#. Pertimbangan yang mendasari pelaksanaan program tersebut adalah adanya posisi strategis ,UM% dalam hubungannya dengan usaha kecil yaitu memiliki keunggulan pada bidang produksi2pengolahan, teknologi, *aringan distribusi dan +DM yang dapat dimanfaatkan untuk membina dan mengembangkan usaha kecil sehingga men*adi usaha yang tangguh dan mandiri. Pelaksanaan pembinaan usaha kecil oleh ,UM% mulai tertata setelah terbitnya Keputusan Menteri Keuangan %o.1 6"62KMK.) "2 !9! yang

me-a*ibkan ,UM% menyisihkan -.7 dari laba yang diperoleh perusahaan untuk membina Usaha Kecil dan Koperasi. Pada saat itu program ini dikenal dengan nama Program Pegelkop (pembinaan pengusaha golongan ekonomi lemah dan koperasi# dan pada tahun !!3 dengan terbitnya Keputusan

Menteri Keuangan %o.1 " (2KMK.) (2 !!3 nama program diganti men*adi program PUKK (Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi#. +eiring dengan perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat yang sangat pesat dan dinamis, peraturan-peraturan tersebut beberapa kali mengalami perubahan, terakhir melalui Peraturan Menteri %egara ,UM% %o.1 Per-).2M,U26))8 tanggal 68 :pril 6))8 nama program diganti men*adi Program Kemitraan ,UM% dengan Usaha Kecil dan Program ,ina 5ingkungan (disingkat PK,5#. Program Kemitraan Usaha kecil dan ,ina 5ingkungan adalah bentuk tanggung *a-ab ,adan Usaha Milik %egara (,UM%# kepada masyarakat. PK,5 dilaksanakan dengan dasar Undang-undang %omor ! 4ahun 6))"

tentang ,UM% serta Peraturan Menteri ,UM% %omor Per-).2M,U26))8 yang menyatakan maksud dan tu*uan ,UM% tidak hanya menge*ar keuntungan, melainkan turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat. Dana program diperoleh dari penyisihan sebagian laba perusahaan, masing-masing perusahaan memberikan 67 dari laba bersih perusahaan sebagai bentuk tugas sosial ,UM%. Dalam pertanggung*a-abannya, ,UM% melakukan

pembukuan terpisah atas implementasi PK,5 ini yang disampaikan secara berkala, tri-ulanan dan tahunan setelah diaudit oleh auditor independen. Ke-a*iban melaksanakan J+' *uga diberlakukan bagi perusahaan yang melakukan penanaman modal di &ndonesia yang diatur dalam UU %o.6. tahun 6))8. Usaha yang berhak memperoleh dana PK,5 adalah usaha kecil dan mikro milik $arga %egara &ndonesia ($%&# dengan kekayaan bersih maksimal 'p 6)) *uta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha# atau memiliki hasil pen*ualan tahunan paling banyak 'p milyar. ,entuk usaha

yang dian*urkan adalah perseroan independen, bukan badan hukum ataupun koperasi dan sudah di*alankan minimal dikembangkan. Program ini dibagi kedalam dua bentuk yaitu, Program Kemitraan Usaha Kecil dan Program ,ina 5ingkungan. Program Kemitraan Usaha Kecil bertu*uan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar men*adi tangguh dan mandiri melalui dukungan terhadap modal serta pelatihan +DM yang (satu# tahun dengan potensi untuk

profesional dan terampil agar dapat mendukung pemasaran dan kelan*utan usaha di masa depan. +edangkan Program ,ina 5ingkungan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat &ndonesia melalui pengembangan sarana dan prasarana umum. B/aluasi merupakan kata yang elastis yang me-akili penilaian terhadap banyak hal. Program sosial dirancang untuk mengembangkan banyak orang. Program bisa memberikan perubahan pada pengetahuan, sikap, nilai, dan perilaku indi/idu. Dengan kriteria tertentu, penelitian mengenai e/aluasi program akan menggambarkan kesimpulan mengenai keefektifan, manfaat, dan kesuksesan program yang diteliti. Untuk mengukur efekti/itas suatu program, pengukuran dilakukan berdasarkan kesesuaian efek program dengan tu*uan dari program tersebut. (+olihin, 6))! 1 6(# ,eberapa *enis manfaat e/aluasi keberhasilan program dalam pembuatan keputusan, diantaranya 1 (+olihin, 6))! 1 6(# . Untuk melan*utkan atau menghentikan program (continue or discontinue# 6. Untuk pengembangan prosedur dan pelaksanaan (to improve# ". Untuk menambah atau mengurangi strategi dan teknik program spesifik (add or drop# 3. Untuk memulai program serupa di lain tempat (to institute# .. Untuk mengalokasikan sumberdaya di antara program tandingan (to allocate# (. Untuk menerima atau menolak pendekatan program atau teori (accept or reject# Dalam e/aluasi efekti/itas program, yang harus dilakukan adalah sebagai berikut 1 (+olihin, 6))! 1 "6# . 4emukan tu*uan program 6. Ubah tu*uan program ke dalam bentuk indikator yang dapat diukur pada ketercapaian tu*uan ". Kumpulkan data mengenai indikator pada partisipan atau peserta program 3. ,andingkan data dari peserta program dengan kriteria tu*uan. <ariabel input penelitian terdiri dari tu*uan, prinsip, metode, staf, peserta, lamanya berpartisipasi, lokasi, dan mana*emen. Karakteristik partisipan *uga dapat diklasifikasikan sebagai /ariabel input. Karakteristik

peserta itu diantaranya seperti, usia, *enis kelamin, status ekonomi, sikap, moti/asi men*adi partisipan, harapan terhadap program, dan lain-lain. <ariabel operasional yang merupakan program itu sendiri C. Mana'e%en Kre#"t +ebelum kita membicarakan tentang mana*emen kredit ada baiknya apabila kita bahas tentang arti mana*emen itu sendiri. Mana*emen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa mana*emen semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tu*uan akan lebih sulit. >ungsi dari Mana*emen (,ennis, 6))6 D (# adalah 1 - Untuk mencapai tu*uan, mana*emen dibutuhkan untuk mencapai tu*uan organisasi dan pribadi. - Untuk men*aga keseimbangan di antara tu*uan=tu*uan yang saling bertentangan, mana*emen dibutuhkan untuk men*aga keseimbangan antara tu*uan=tu*uan sasaran-sasaran dan kegiatankegiatan yang saling bertentangan dari pihak yang berkepentingan dalam organisasi, seperti pemilik dalam karya-an, maupun kredit tertentu, pelanggan, kosumen, supplier, serikat ker*a, asosiasi perdagangan masyarakat dan pemerintah. - Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas, suatu ker*a organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda. salah satu cara yang aman adalah efisiensi dan efektifitas. Pendapat dari beberapa ahli mana*emen mengenai defenisi dari mana*emen sebagai berikut 1 Mana*emen adalah seni dalam menyelesaikan peker*aan melalui orang lain. ( Hersey, 6))( 1 .) # Mana*emen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan penga-asan usaha-uasaha para anggota organisasi dan penggunaaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tu*uan organisasi yang telah ditetapkan.( +iagian, 6))6 1 .6 # Proses dari mana*emen ( +imon, 6))6, 6"# terdiri dari 1

. Planing menentukan tu*uan-tu*uan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa=apa yang harus di perbuat agar dapat mencapai tu*uan itu. 6. 0rganiEing pengelompokan dan menentukan berbagai kegiatan penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatan itu. ". +taffing menentukan keperluan-keperluan sumber daya-sumber daya manusia, pengarahan, penyaringan, latihan dan pengemdangan tenaga ker*a. 3. Moti/ating mengarahkan atau menyalurkan perilaku manusia kearah tu*uan-tu*uan .. Jontrolling menyangkut pelaksaan-pelaksaan dengan menentukan tu*uan - tu*uan menentukan sebab-sebab penyimpangan penyimpangan dan mengambil tindakan-tindakan korektif dimana perlu. (. Pengert"an kre#"t Menurut UU %o. 8 4ahun !!6 tentang Perbankan sebagaimana telah di ubah dengan UU %o. ) 4ahun 6))6, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetu*uan atau kesepakatan pin*am memin*am antara bank dengan pihak lain yang me-a*ibkan pihak pemin*am untuk melunasi utangnya setelah *angka -aktu tertentu dengan pemberian bunga Mana*emen Perkreditan adalah suatu rangkaian kegiatan dan komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain secara sistematis dalam proses pengumpulan dan penya*ian informasi perkreditan suatu bank ( +tone, 6))6 D 6# ). Uns&r*&ns&r Kre#"t Mengapa seseorang membutuhkan kredit, manusia adalah nama ekonomik dan setiap manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan manusia yang beraneka ragam sesuai degan harkatnya selalu meningkat, sedangkan kemampuan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan terbatas, hal ini menyebabkan manusia

memerlukan bantuan untuk memenuhi hasrat dan cita-citanya, dalam hal ini perusahaan, maka untuk meningkatkan usahanya atau untuk meningkatkan daya guna suatu barang, ia memerlukan bantuan dalam bentuk modal, bantuan dalam bentuk tambahan modal ilmiah yang sering disebut kredit. Penyediaan uang2tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetu*uan2kesepakatan, pin*am memin*am antara bank dengan pihak lain yang me-a*ibkan pihak pemin*am untuk melunasi utangnya setelah *angka -aktu tertentu dengan pemberian bunga (UU %o. 8 4h !!6# Kredit yang diberikan sebuah bank berdasarkan atas kepercayaan sehingga dengan kredit merupakan pemberian kepercayaan ini berarti bah-a bank baru akan memberikan kredit kalau ia benar-benar yakin bah-a si penerima kredit akan mengembalikan pin*aman yang akan diterimanya sesuai dengan *angka -aktu dengan surat yang telah disetu*ui oleh kedua belah pihak, tanpa keyakinan tersebut bank tidak akan meneruskan simpanan masyarakat yang diterimanya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bah-a unsur-unsur terdapat dalam kredit adalah 1 . Kepercayaan, yaitu keyakinan si pemberi kredit bah-a prestasi yang diberikannya dalam bentuk uang, barang atau *asa, akan benar-benar di terimanya kembali dalam *angka -aktu tertentu di masa yang akan datang.

6)

6. $aktu, yaitu suatu masa yang akan mengesahkan antara pemberian prestasi yang akan di terimanya pada masa yang akan datang. ". Degree of risk, yaitu suatu tingkat resiko yang akan di hadapi sebagai akibat dari adanya *angka -aktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan di terimanya dikemudian hari, semakin lama kredit yang akan di berikan semakin tinggi pula resikonya, karena se*auh kemampuan manusia untuk menerobos hari depan itu, maka masih terlalu terdapat unsur ketidaktentuan yang tidak dapat di perhitungkan, inilah yang menyebabkan timbulnya unsur-unsur resiko. Dengan adanya unsur resiko inilah maka timbulnya *aminan dalam bentuk pemberian uang. 3. Prestasi, atau ob*ek kredit itu tidak sa*a di berikan dalam bentuk uang, tetapi ada *uga dapat bentuk barang atau *asa, namun karena kehidupan modern sekarang ini didasarkan kepada uang maka transaksi kredit yang menyangkut uanglah yang sering kita *umpai dalam praktek perkreditan. +. T&'&an Kre#"t Dalam membahas tu*uan kredit, kita tidak dapat melepaskan, diri dari falsafah yang di anut suatu negara. Pancasila adalah dasar dari falsafah negara kita maka tu*uan kredit tidak semata=mata mencari

keuntungan melainkan di sesuaikan dengan tu*uan negara yaitu untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila. Dengan demikian maka tu*uan kredit yang di berikan oleh suatu bank, khususnya ,ank pemerintah yang mengembangkan tugas sebagai agen of de/elopment menurut 1 (4ambunanD6))"168# . . Meningkatkan aktifitas perusahaan agar dapat mencalonkan fungsinya guna men*amin terpenuhnya kebutuhan masyarakat. 6. Memperoleh laba akan kelangsungan hidup perusahaan ter*amin dan dapat memperluas usahanya. Dari tu*uan tersebut tersimpul adanya kepentingan yang seimbang antara 1 (4ambunanD6))"168# . Kepentingan pemerintah. 6. Kepentingan masyarakat. ". kepentingan pemilik modal. $alaupun bank mengembang tugas-tugas sebagai :gent of de/elop bank tidak bisa menghindari ter*adinya kerugian dalam memberikan kredit, sehingga bank harus melakukan usaha-usaha yang bisa mencegah ter*adinya kerugian hal ini dapat di katakan bah-a 1 . +ebagian kredit bank yang sudah beredar harus di kumpulkan kembali tanpa penga-asan ekstra. 6. Diantara kredit-kredit yang sulit di tagih atau ditarik kembali sebagian besar kredit terkumpulkan tanpa kerugian atau kekurangan. ". :pabila memang harus ter*adi kerugian, maka bank harus memperkecil kerugian seminimal mungkin.

66

,. -&ngs" Kre#"t Dalam kehidupan perekonomian yang modern banyak memegang peranan yang sangat penting untuk karena itu organisasi - organisasi bank selalu di ikut sertakan dalam menentukan kebi*akan di bidang moneter. Hal ini sebabkan oleh bank mempunyai pengaruh yang sangat luas dalam bidang kehidupan khususnya di bidang ekonomi. Kredit pada hakekatnya dapat meningkatkan daya guna uang. (+uryodiningrat, 6))6 D 6. # . Kredit dapat meningkatkan peredaran dan lalulintas uang. 6. Kredit dapat pula meningkatkan daya guna peredaran barang. ". Kredit sebagai salah satu alat stabilitas ekonomi. 3. Kredit dapat meningkatkan kegairahan berusaha. .. Kredit dapat meningkatkan pemerataan pendapatan. (. Kredit sebagai alat meningkatkan hubungan internasional. .. en"s Kre#"t D"l"hat Dar" T&'&an Pe%/er"an Kre#"t Dalam undang-undang perbankan tahun !(! hanya memberikan penggolongan atas dasar *angka -aktu pemakaian sa*a. :kan tetapi memperhatikan ketentuan-ketentuan undang-undang perbankan tahun !(8 secara mendalam ( +uryodiningrat, 6))6 D "3#, yaitu 1 a. +ifat penggunaan kredit. b. Keperluan kredit c. ;angka -aktu kredit. d. Jara pemakaian kredit. e. ;aminan kredit. a. Kredit menurut sifat penggunaannya. # Kredit Konsensif, Kaitu kredit yang di berikan dengan tu*uan untuk memperoleh atau membeli barang dan kebutuhan lainnya yang bersifat konsuntif atau diartikan *uga dengan kredit yang tidak menghasilkan misalnya 1

6"

Personal loan yaitu Kredit yang di berikan pada seseorang atau personal dengan mengetahui pendapatan secara *elas,bukti diri yang lengkap.

Carlean yaitu Kebutuhan pemberian mobil untuk keperluan pribadi atau perorangan yang di berikan nasabah untuk pemberian mabil baru atau bekas dengan dengan per*an*ian yang ada.

6# Kredit Produktif, Kaitu kredit yang diberikan dengan tu*uan untuk memperlancar *alanya proses produksi atau kredit usaha yang menghasilkannya, misalnya 1 Modal ker*a. &n/estasi (penanaman modal#.

"# Kredit Perdagangan, Kaitu kredit yang diberikan dengan tu*uan untuk membeli barang dengan tu*uan untuk di *ual kembali. b. Kredit menurut keperluan # Kredit &n/estasi, yaitu Kredit ini di berikan oleh ,ank kepada para nasabah untuk keperluan penanaman modal, kredit ini mempunyai *angka -aktu menengah dan *angka pan*ang. 6# Kredit Bksplotasi, yaitu kredit yang kepada para nasabah untuk keprluan menutup biaya-biaya eksploitasi perusahaan secara meluas, baik berupa pemberian bahan-bahan baku penolong maupun biaya produksi lainnya, atau dengan kata lain kredit

63

eksplaitasi di gunakan untuk modal ker*a,dan *angka -aktu pendek tapi bisa di perpan*ang. "# Kredit Perdagangan yaitu kredit yang diberikan dengan tu*uan untuk membeli barang-barang dan untuk di *ual kembali, kredit perdagangan ini terdiri atas 1 kredit perdagangan dalam negeri kredit perdagangan luar negeri

c. Kredit menurut *angka -aktu # Kredit ;angka Pendek, :dalah kredit yang *angka -aktu maksimum satu tahun, Dilihat dari segi perusahaan kredit *angka pendek dapat berbentuk 1 Kredit rekening koran Kredit pen*ualan koran Kredit pen*ualan. Kredit pembelian. Kredit -esel

6# Kredit ;angka Menengah, Kaitu kredit yang *angka -aktu antara (satu# sampai " (tiga# tahun. Kredit *angka menegah di antaranya adalah kredit modal ker*a permanen yang di berikan oleh bank kepada pengusaha golongan lemah yang ber*angka -aktu maksimum " (tiga# tahun. "# Kredit ;angka Pan*ang, Kaitu kredit yang ber*angka -aktu lebih dari " (tiga# tahun, kredit *angka pan*ang umumnya adalah kredit

6.

in/estasi yang bertu*uan menambah modal perusahaan dalam rangka untuk menambah atau melakukan rehabilitas, ekspensi, dan pendirian proyek baru. d. Kredit menurut cara pemakaiannya # Kredit dengan uang muka (persekot#, yaitu maksimum kredit pada -aktu penarikan pertama sepenuhnya di lakukan oleh nasabah untuk usahanya 6# Kredit rekening koran yaitu debitur menerima seluruh kreditnya dalam bentuk rekening koran dan kepadanya di berikan blanko chegue, nasabah bebas melakukan penarikan=penarikan kreditnya sesuai dengan yang di butuhkan untuk usahanya sampai batas maksimum kredit yang di tetapkan .sedangkan rekening koran pin*amannya diisi menurut besarnya kredit yang di tarik.penarikan yang melampaui batas maksimum yang telah di tetapkan tidak di iEinkan. e. Kredit menurut *aminan. # Kredit tanpa *aminan, yaitu kredit di berikan kepada nasabah tanpa ada *aminan, kredit tanpa *aminan disebut *uga dengan pengunaan. +ebab di samping mengandung resiko bagi bank, *uga tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dalam praktek perbankan. 6# Kredit dengan *aminan, ;aminan yang di berikan sesuatu kredit dapat berupa1

6(

;aminan barang,baik barang tetap maupun tidak tetap (bergerak#

;aminan pribadi, yaitu dimana satu pihak mengganggapi pihak lainnya (kreditur# bah-a ia men*amin pembayaran suatu hutang apabila si terhutang (debitur# tidak menempati *an*inya.

0. Penga%anan Kre#"t. Pengamanan merupakan suatu mata rantai kegiatan bank dan suatu aspek yang penting dalam mana*emen kredit, karena proses pengamanan ber*alan terus menerus, berulang-ulang dan mengaitkan kegiatan yang satu dengan yang lain, langkah pengamanan ini dimulai se*ak merencanakan pemberian kredit hingga kreditnya kembali. Pengamanan kredit terdiri dari ($eber, 6))6 D ("# 1 . Pengaman prefentif, yaitu pengaman yang di lakukan untuk mencegah ter*adinya kemacetan kredit, pengamanan profentif prinsipnya adalah setiap kredit yang akan di berikan di-a*ibkan mempunyai *aminan atau anggaran, oleh ,ank dalam bentuk pengamanannya adalah 1 a. Colongan Pengusaha +etiap nasabah di-a*ibkan menyerahkan *aminan +etiap pin*aman yang akan di berikan pada nasabah di perhatikan prospek dan kelayakan usaha nasabah yang bersangkutan. b. Colongan ,erpenghasilan 4etap Penyediaan *aminan *ika di perlukan. :suransi *i-a nasabah apabila nasabah yang bersangkutan meninggal dunia. 6. Pengaman kuratif yaitu pengamanan yang dilakukan dengan cara 1 apabila nasabah cidera di lakukan penyitaan terhadap barang *aminan. 1. S"ka2 Dan Per"lak& Nasa/ah 3ang D" Ber" Kre#"t Dalam pemberian kredit oleh suatu bank, sikap dan perilaku nasabah atau calon debitur meminta kredit sangat memegang peranan, # 6# # 6#

68

karena hal inilah yang menentukan apakah nasabah tersebut dapat di beri kredit atau telah permohonya. :dapun sikap dan perilakunya nasabah yang di beri kredit menurut ( 4ricahyonoD 6))6 1 88# antara lain 1 . 6. ". 3. Mempunyai karakter yang baik. 4idak terlilit hutang. +ehat *asmani dan rohani. 4idak untuk usaha yang bertentangan dengan perundangundangan. 6. 4idak untuk usaha yang bertentangan dengan moral, adat istadat dan pencemaran lingkungan hidup. ,iasanya keadaan dari nasabah yang meminta kredit dari ,ank pada umumnya adalah masyarakat yang berekonomi lemah yang sangat memerlukan usahanya. :pabila kemampuan pembayaran cicilan kredit dari debitur cukup baik itu dikarenakan sebelum kredit dikeluarkan,para debitur mendapat pengarahan dari bank sehingga debitur mengetahui syarat-syarat dan ke-a*iban yang harus di penuhinya. +elain dari itu petugas ,ank Perkreditan 'akyat telah memperhitungkan terlebih dahulu besarnya kredit yang akan diberikan nantinya. $alaupun nilai *aminan *auh lebih besar dari yang diminta. +ebenarnya dengan *aminan yang diberikan meskipun pendapatan debitur kecil. %amun demikian pihak ,ank tidak mengiginkan nasabahnya nanti dalam pembayaran tidak dapat menutupi dengan pendapatannya sendiri yang akhirnya *aminan kreditnya yang di*adikan penutup bantuan untuk mengembangkan serta meningkatkan

69

pembayaran kreditnya. Maka hal ini bearti untuk membantu debitur melalui kredit tidak lagi mencapai sasaran. 4. Anal"s"s Dala% Pe%/er"an Kre#"t Pa#a Nasa/ah >ormula yang di kenal dalam dunia perbankan adalah ?4he >i/e of Jredit :nalisis@, yang menurut ( HandokoD 6))6 1 69# terdiri dari 1 a. Character (kepribadian, -atak# Kepribadian, modal dan ke*u*uran calon nasabah perlu diperhatikan sehubungan untuk mengetahui apakah ia dapat memenuhi ke-a*ibannya degan baik, yang timbul dari persetu*uan kredit yang akan deadakan. +eseorang debitur yang hanya bersedia melunasi hutangnya dengan paksaan, sulit untuk dapat diberikan kredit, dengan demikian Jharacter merupakan salah satu faktor yang turut menentukan disetu*ui atau tindaknya permohonan kredit yang dia*ukan. b. Capacity (kemampuan, kesanggupan#. Kaitu kemampuan calon nasabah yang mengembangkan dan mengendaliakan sahanya serta kesanggupan dalam menggunakan fasilitas kredit yang diberikan. Kemampuan calon nasabah dapat dilihat dari 1 # Pengetahuannya tentang usaha, yang dihubungkan dengan pendidikan, baik umum maupaun ke*u*uran. 6# Penggalaman-penggalaman usahanya dalam menyelesaikan diri dari kondisi perekenomian serta mengikuti serta mengikuti perkembangan kema*uan teknologi. "# Kekuatan perusahaan sekarang dalam sektor uasaha yang di*alankan.dari beberapa hal yang diteliti sehubungan dengan capacity pada akhirnya adalah untuk mengetahui kemampuan membayar dari calon nasabah bila permohonan kredit dikabulkan. c. Capital ( modal, kekayaan # Japital adalah modal usaha calon nasabah yang telah bersedia sebelum mendapatkan fasilitas kredit. Keadaan, struktur dan sifat permodalan tersebut akan menentukan seberapa besar fasilitas kredit ,ank yang akan diberikan sebagai tambahan modal. Dalam meneliti faktor capital yang perlu diperhatikan antara lain1 # :pakah perusahaan calon nasabah mempunyai modal yang cukup untuk mendapatkan usahanya. 6# ,agaimana distribusi modal itu ditempatkan oleh calon nasabahnya

6!

"# ,agaimana likuiditas, sol/abilitas dan rentabilitas perusahaannya. 3# +ampai se*auh mana modal usahanya calon nasabah dapat diuangkan dengan mudah dan cepat tanpa kehilangannya. d. Condition of conomy Kondisi kredit yang perlu diperhatikan dengan permohonan kredit,tidak sa*a kondisi ekonomi secara umum dimana perusahaan calon nasabah itu berada. Di dalam menilai faktor kondisi ekonomi, hendaklah diperhatikan hal-hal yang menyangkut 1 # Kedudukan usaha calon nasabah dalam bidang usaha se*enis dalam daerah setempat. 6# Kemungkinan-kemungkinan pemasaran dari hasil produksinya. "# Keadaan ekonomi pada umumnya yang mungkin dapat mempengaruhi usaha calon nasabah dan lain sebagainya. e. Collateral ;aminan yang diberikan oleh calon nasabah. ;aminan itu bersifat sebagai *aminan tambahan, karena *amianan utama kredit adalah pribadi calon nasabah dan usahanya. Disamping sifatnya sebagai tambahan, *aminan *uga dapat dikatakan sebagai benteng akhir dari keselamatan kredit. Dengan adanya *aminan ,ank mendapat kepastian bah-a kredit yang diberikan dapat diterima kembali pada saat yang telah tentukan. +ehubungan dengan *aminan hal-hal yang perlu diteliti adalah1 # +urat tanda bukti dari benda *aminan. 6# :tas benda *aminan tersebut, apakah sudah perlu dikaitkan secara yuridis sebagai *aminan atas pin*aman lainnya. "# :pakah benda yang akan dikaitkan sebagai *aminan telah diasuransikan Dengan memperhatikan dan mengetahui halhal tersebut di atas, apat di harapkan bantuan kredit yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi perkembangan usahanya. 5. -akt$r*-akt$r 3ang Me%2engar&h" Mana'e%en Perkre#"tan Dalam pelaksanaan mana*emen perkreditan ada faktor-faktor yang mempengaruhi kepada usaha untuk pemberian kredit Menurut (4*oekam6 6))6 D ()# a. Perkembangan 4ingkat ,unga, yaitu 1 bagaimana peningkatan bunga menentukan besarnya pengembalian suatu kredit dan mempengaruhi terhadap proses mana*emen kredit tersebut, b. Mobilisasi Dana, yaitu bagaimana bank mengatur penggunaan dana untuk keperluan kredit agar usaha-usaha yang dilakukan oleh bank dapat terlaksana dengan baik dan optimal

")

D. Penge%/angan Usaha Ke!"l Produkti/itas dapat diartikan sebagai campuran !compound" dan produksi dan akti/itas, dimana daya produksi sebagai penyebabnya dan produkti/itas mengukur hasil dan daya produksi tersebut. :pabila ukuran keberhasilan produksi hanya dipandang dan sisi output sa*a, maka produkti/itas dipandang dan dua sisi sekaligus, yaitu 1 sisi input dan sisi output. Produkti/itas dalam ekonomi berarti rasio dan hasil yang dicapai dengan pengorbanan yang dikeluarkan untuk menghasilkan sesuatu. +edangkan menurut formulasi #ational Productivity $oard (%P,# +ingapore, dikatakan bah-a produkti/itas adalah sikap mental attitude of mind" yang mempunyai semangat untuk melakukan penmgkatan perbaikan. (+edarmayanti, 6))61.(# Produkti/itas adalah sikap mental !attitude of mind" yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan. Dengan adanya perbaikan itu diharapkan akan dapat menghasilkan barang dan *asa yang bennutu tinggi dan standar kehidupan usaha yang &ebih tinggi.(+edarmayanti, 6))61.(# Produkti/itas sebagai suatu ukuran atas penggunan sumber daya daim suatu organisasi yang biasaiya dinyatakan sebagai rasio dan keluaran yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan.@Dengan kata lain produkti/itas dapat dikatakan bah-a pengertian produkti/itas memiliki dua dimensi, yakni efekti/itas dan efisiensi. (+edarmayanti, 6))61.9# ,erdasarkan pengertian produkti/itas diatas, secara umum

produkti/itas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai (output# dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input#. Produkti/itas *uga merupakan ukuran prestasi produksi yang menggunakan usaha manusia sebagai tolak ukur, dan produkti/itas *uga dapat

"

dinyatakan efisiensi yang mengubah sumber daya yang digunakan men*adi suatu komoditi atau *asa. Untuk melihat besarnya tingkat produkti/itas suatu perusahaan, termasuk industri *asa konstruksi perlu dilakukan pengukuran secara kuantitatif. Model pengukuran produkti/itas yang paling sederhana adalah dikemukakan oleh <incent Cas/erE dimana produkti/itas dapat diukur melalui pendekatan output2input. +uatu organisasi perusahaan perlu mengetahui pada tingkat

produkti/itas mana perusahaan itu beroperasi, yang bertu*uan agar perusahaan itu dapat meningkatkan daya saing dari produk yang dihasilkannya di pasar global yang amat kompetitif. 4erdapat beberapa manfaat pengukuran produkti/itas dalam suatu organisasi perusahaan, antara lain1 (CaEperE, 6))" 1 )6# . Perusahaan dapat menilai efisiensi kon/ersi sumber dayanya, agar dapat meningkatkan produkti/itas melalui efisiensi penggunaan sumber-sumber daya itu. 6. Perencanaan sumber-sumber daya akan men*adi lebih efektif dan efisien melalui pengukuran produkti/itas, baik dalam perencanaan *angka pendek maupun *angka pan*ang. ". 4u*uan ekonomis dan non ekonomis dari perusahaan dapat diorganisasikan kembali dengan cara memberikan prioritas tertentu yang dipandang dari sudut produkti/itas. 3. Perencanaan target tingkat produkti/itas di masa mendatang dapat dimodifikasi kembali berdasarkan informasi pengukuran tingkat produkti/itas sekarang. .. Pengukuran produkti/itas perusahaan akan men*adi informasi yang bermanfaat dalam membandingkan tingkat produkti/itas di antara organisasi perusahaan dalam industri se*enis serta bermanfaat pula untuk informasi produkti/itas industri pada skala nasional maupun global. (. %ilai-nilai produkti/itas yang dihasilkan dari suatu pengukuran dapat men*adi informasi yang berguna untuk merencanakan tingkat keuntungan dari perusahaan itu.

"6

8. Pengukuran produkti/itas akan menciptakan tindakan-tindakan kompetitif berupa upaya-upaya peningkatan produkti/itas terus menerus (continuous productivity improvement# 9. Pengukuran produkti/itas terus menerus akan memberikan informasi yang bermanfaat untuk menentukan dan menge/aluasi kecenderungan perkembangan produkti/itas perusahaan dari -aktu ke -aktu. !. Pengukuran produkti/itas akan memberikan informasi yang bermanfaat dalam menge/aluasi perkembangan dan efektifitas dari perbaikan terus menerus yang dilakukan dalam perusahaan itu. ). :kti/itas perundingan bisnis (kegiatan ta-ar mena-ar# secara kolektif dapat diselesaikan secara rasional, apabila telah tersedia ukuran-ukuran produkti/itas. Dengan adanya pengukuran perodukti/itas di perusahaan dapat memberi manfaat bagi perusahaan yaitu dapat membandingkannya dengan produkti/itas standar yang telah ditetapkan mana*emen, mengukur tingkat perbaikan produkti/itas dari -aktu ke -aktu, dan membandingkan dengan produkti/itas industri se*enis yang menghasilkan produk serupa. Jiri-ciri usaha yang tidak produktif adalah 1 (+imon, 6))6 1 9.# . Prosedur-prosedur yang kaku dalam pelayanan 6. Mana*emen pendukung pelayanan tidak melakuka sentralisasi ". 4idak adanya laporan keuangan yang lengkap 3. Kegiatan organisasi kedalam unit-unit yang sama tidak terdesentralisasi .. Pemakaian produk yang stagnan (. 4idak adanya konsolidasi pelayanan-pelayanan Jara untuk meningkatkan produkti/itas suatu usaha adalah sebagai berikut 1 (+imon, 6))6 1 .(# . Menerapkan Program 'eduksi ,iaya 6. Mengelola Pertumbuhan ". ,eker*a 5ebih 4angkas 3. Mengurangi :kti/itas .. ,eker*a 5ebih Bfektif

""

E. Mana'e%en Penga7asan Kre#"t Penga-asan sebagai salah satu fungsi mana*emen mempunyai proses yang sangat pentiiig dalam proses mana*emen. Karena dengan penga-asan dapat diamati apakah pelaksanaan peker*aan sesuai dengan yang telah direncanakan atau tidak. ,ila ter*adi penyimpangan dan rencana semua akan dengan cepat dapat ditaLggulangi. Penga-asan ialah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk men*amin agar supaya semua peker*aan yang sedang dilakukan ber*alan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya@. (+iagian, 6))61 ".#. Hal ini sesual dengan pendapat C.'. terry mengenai fungsi-fungsi mana*emen adalah sebagai berikut1 (Handayadiningrat, 6))"16.# . Perencanaan adalah suatu pemilihan yang berhubungan dengan kenyataan-kenyataan membuat dan menggunakan asumsi-asumsi yang berhubungan dengan -aktu yang akan datang ( future# dalam menggambarkan dan merumuskan kegiatan - kegiatan yang dikehendakinya. 6. Pengorganisasian adalah menentukan, mengelompokan dan pengaturan berbagai kegiatan yang dianggap perlu untuk pencapaian, penugasan orang-orang dalam tugas ini dengan menekankan faktor-faktor lingkungan fisik yang sesuai dengan menun*ukan hubungan ke-enangan yang dilimpahkan terhadap setiap indi/idu yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. ". Penggerakan adalah agar semua anggota kelompok suka melaksanakan tercapainya tu*uan dengan kesadarannya dan berpedoman pada perencanaan !planning" dan usaha pengorganisasiannya. 3. Penga-asan adalah proses penentuan apa yang harus diselesaikan yaitu1 pelaksanaan, penilaian pelaksanaan bila perlu mengadakan tindakan korektif agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan rencana, yaitu sesuai dengan standar.

"3

Proses penga-asan terdiri dari tahapan pelaksanaan, penilaian pelaksanaan dan bila perlu mengadakan tindakan korektif apabila ter*adi penyimpangan di lapangan. Penga-asan adalah suatu proses dimana pimpinan ingin mengetahui apakah hasil pelaksanaan yang dilakukan ba-ahanya sesuai dengan rencana, perintah, tu*uan atau kebi*aksanaan yang telah ditentukan (Handayadiningrat, 6))"1 3"#. Penga-asan dimaksudkan untuk mengetahui dan menun*ukan kelemahan-kelemahan yang ada agar dapat diperbaiki dan mencegah terulangnya kelemahan - kelemahan tersebut. Dalam setiap usaha penga-asan terdiri atas tindakan meneliti apakah segala sesuatu tercapai atau ber*alan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan berdasarkan instruksi yang telah dikeluarkan, prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Penga-asan bertu*uan menemukan atau menun*ukan atMu menemukan kelemahan-kelemahan agar dapat diperbaiki dan mencegah berulatignya kelemahan-kelemahan itu. Penga-asNn beroperasi terhadap segala hal, baik benda, manusia, perbuatan, maupun hal-hal yang lainnya@. (+ar-oto, 6))31 %&" Dengan penga-asan ini *uga diusahakan bagaimana langkah-langkah untuk menanggulangi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan rencana tersebut. 4u*uan penga-asan sebagai berikut1 (Handayaningrat, 6))"1 ).# . untuk mengetahui apakah sesuatu ber*alan sesuai dengan rencana yang telah digariskan.

".

6. untuk mengetahui apakah segala sesuatu dilaksanakan sesuai dengan instruksi serta asas-asas yang telah diinstruksikan. ". untuk mengetahui kesulitan-kesulitan, kelamahan-kelemahan dalam beker*a. 3. untuk mengetahui apakah segala sesuatu ber*alan efisien. & untuk mencari *alan keluarD bila ternyata di*umpai kesulitan kesulitan, kelemahan-kelemahan, atau kegagalankegagalan ke arah perbaikan. Dengan demikian *elaslah bah-a penga-asan bukanlah

dimaksudkan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk mencari sekaligus untuk memperbaiki kesalahan-kesalahaan atau kelemahan - kelemahan yang ada. Memperbaiki penyimpangan, ketidaksesuaian penyele-engan lainnya yang tidak sesuai dengan tugas -e-enang yang telah ditentukan. Dari beberapa pengertian menurut ahli di atas, penulis berpendapat bah-a peranan Dinas merupakan harapan-harapan yang dikenakan pada dinas tersebut yang menempati kedudukan sosial tertentu, yaitu bagaimana dinas tersebut melaksanakan ke-a*ibannya sesuai dengan apa yang diharapkan. 0rganisasi sangat memerlukan penga-asan untuk men*amin tercapainya tu*uan perusahaan. akan tetapi bagi diri pribadi karya-an kata penga-asan bermakna tidak menyenangkan karena dianggap akan mengancam kebebasan untuk beker*a dan merasakan adanya suatu otonomi pribadi. Maka dari itu para mana*er harus *eli dalam melakukan penga-asan tersebut dan menemukan keseimbangan antara penga-asan organisasi dan kebebasan pribadi atau mencari tingkatan penga-asan yang tepat. Dalam menilai Keberhasilan suatu program pin*aman kepada masyarakat, perlu Mana*emen Penga-asan Kredit dengan melakukan penilaian terhadap (:dam1 6))( 1 63# a. Program Penyaluran Kredit yang tepat sasaran b. Proses Penga*uan Kredit

"(

c. Ketentuan Pin*aman Kredit d. Penyaluran dan Pencairan Kredit e. Pengembalian Dana -. a%"nan ;aminan adalah penyerahan barang bergerak yang diserahkan oleh nasabah pemin*am untuk memperoleh se*umlah uang pin*aman@. (UU %o. ) tahun ayat(6"# Pengertian *aminan secara luas termuat dalam pasal 9 UU %o. ) 4ahun !!9 menyatakan1 . Dalam pemberian kredit atau pembiayaan berdasarkan analisis yang mendalam atas dasar itikad dan kemampuan serta kesanggupan nasabah untuk melunasi hutangnya atau mengembalikan pembiayaan yang dimaksud sesuai dengan yang diper*an*ikan. 6. ,ank umum -a*ib memiliki dan menerapkan pedoman perkreditan dan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh ,ank &ndonesia. Kesimpulan yang dapat diambil dan pen*elasan diatas adalah bah-a *aminan merupakan penyerahan barang bergerak yang diberikan dan debitur kepada kruditur agar dapat memperoleh pin*aman yang sesuai dengan nilai barang *aminan tersebut. ;aminan dikatakan ideal apabila agunan berkualitas tinggi dan mudah dicairkan yang mana nilai nominalnya sebesar *umlah kredit pin*aman atau pembayaran yang diterimanya dan se-aktu--aktu dapat di*ual ke pasaran untuk di*adikan uang tunai. (UU Perbankan %o.6" tahun !!! tentang ,ank &ndonesia pasal && ayat 6#. :nalisis penaksiran agunan atau barang *aminan dalam usaha perbankan merupakan kegiatan yang sangat berperan penting bagi stabilitas perusahaan, karena kegiatan penaksiran ini digunakan untuk menentukan *umlah pin*aman yang dapat diperoleh nasabah sesuai dengan harga pasaran barang *aminan tersebut. (UU Perbankan #o.'( tahun !!! tentang ,ank &ndonesia pasal ayat 6#. ,esar pin*aman sangat tergantung dan nilai taksiran barang *aminan yang digadaikan. semakin besar nilai taksiran maka semakin besar *umlah !!9 tentang pokok-pokok Perbankan Pasal

"8

pin*aman yang dapat diterima oleh nasabah, begitupun sebaliknya *ika nilai taksiran rendah maka semakin kecil pula pin*aman yang dapat diberikan oleh pihak pemberi kredit atau usaha perbankan. ;aminan adalah barang agunan yang diberikan untuk membayar kembali pin*aman bila pin*aman tersebut tidak dapat dibayar kembali, umumnya dalam bentuk asset. ,iasanya agunan bertu*uan untuk dapat mengukur tingkat resiko antara pin*aman yang diberikan dengan agunan yang diserahkan. baik secara ekonomis maupun yuridis. ;aminan kredit adalah keyakinan bank atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi hutangnya sesuai dengan yang diperian*ikan. sedangkan agunan !collateral" hanya merupakan salah satu unsur dan *aminan kredit atau *aminan tambahan. ;aminan kredit menurut bank, merupakan sumber kedua pembayaran kembali kredit dan bunga yang tertunggak. +umber pertama pembayaran kembali kredit adalah dana intern perusahaan terutama keuntungan dan dana penyusutan. ,ila debitur gagal memenuhi ke-a*iban keuangannya kepada bank dari sumber pembayaran pertama, maka harta mereka yang di*amin akan dipergunakan sebagai gantinya. G. H"2$tes"s Hipotesis ini merupakan dugaan yang masih dimungkinkan benar atau salah. ,erdasarkan rumusan permasalahan dan temuan diatas sehingga hipotesis alternatif yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu 1 ?Diduga pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan pada P4P% < P4K'

"9

,ukit +elasih mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengembangan usaha kecil di Kabupaten &ndragiri Hulu@. H. Var"a/el Penel"t"an <ariabel dalam penelitian ini adalah 1 . Pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan sebagai /ariable independen 6. Pengembangan usaha kecil di Kabupaten &ndragiri Hulu sebagai /ariable dependen

"!

BAB III METODE PENELITIAN

A. L$kas" Penel"t"an 5okasi penelitian pada P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu.

B. en"s #an S&%/er Data Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari responden baik dari hasil -a-ancara maupun dari angket yang disebarkan Data sekunder yaitu data yang diperoleh dalam bentuk data yang sudah ada dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu

C. P$2&las" #an Sa%2el . Populasi Populasi adalah -ilayah generalisasi yang terdiri atas1

obyek2subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipela*ari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (+ugiono, 6))9 1!)# ,erdasarkan pengertian diatas, maka populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemilik usaha kecil menengah yang men*adi

3)

mitra binaan P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu yang ber*umlah .3 pemilik UKM. 6. +ampel Keuntungan mengambil sampel bagi penelitian populasi adalah pengambilan sampel yang cukup, yang representatif dari populasi adalah menghemat -aktu, tenaga dan biaya. (&skandar, 6))9 1(!#. 4eknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah

mengunakan teknik pengambilan sampel secara sensus yaitu seluruh anggota populasi di*adikan responden

D Met$#e Peng&%2&lan Data. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kuantitatif, sehingga pengumpulan datanya bertu*uan untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang /ariabel yang diteliti dengan cara 1 . &nter/ie- yaitu Penulis melakukan -a-ancara langsung dengan pihak = pihak terkait dengan pelaksanaan Program Kemitraan dan ,ina 5ingkungan dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu ini. 6. Kuesioner yaitu penulis mengadakan pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pertanyaan kepada responden

E. Anal"s"s Data Di dalam penulisan ini metode yang digunakan untuk menganalisa data adalah dengan menggunakan Metode )uantitatif. Dalam hal ini, data yang diperoleh kemudian diolah dan akhirnya dianalisa dengan menggunakan persamaan :nalisis 'egresi 5inier +ederhana dan U*i t a. 'egresi 5inear K O a P bQ Dimana 1 K O Pengembangan usaha kecil a O konstanta b O koefisien regresi dan Q O Pemberian kredit Program kemitraan bina lingkungan

b. U*i t Untuk mengetahui apakah masing-masing /ariabel bebas berpengaruh terhadap /ariabel terikat dengan rumus sebagai berikut1 b +b dengan bentuk hipotesis sebagai berikut1 t O Ho O 4idak ada pengaruh yang berarti antara pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan dengan pengembangan usaha kecil. H& O :da pengaruh yang berarti antara pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan dengan pengembangan usaha kecil.

36

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Se'arah Ber#"r"n8a PTPN V Ke/&n B&k"t Selas"h Ka/&2aten In#rag"r" H&l& P4 Perkebunan %usantara < (Persero# merupakan hasil konsolidasi -ilayah perkembangan P4P &&, &<, dan < pada tahun !!(, yang berdiri pada tanggal 3 >ebruari tahun !!( berdasarkan Peraturan Pemerintah '& %o. )

!!( dan disahkan

Maret !!(. +ecara efektif perseroan mulai

beroperasi se*ak tanggal ! :pril !!( dengan kantor Pusat di kota Pekanbaru. Direksi P4P% < sebagai penanggung *a-ab pelaksanaan proyek P&'24rans disamping tetap melaksanakan usahanya sendiri yaitu dapat

membangun ())) ha kebun plasma tanaman kelapa sa-it lengkap dengan sarana pengolahan dan transportasi, dan kemampuan untuk bisa menerima hasil produksi petani peserta P&'24rans. ,agi para peserta P&'24rans dibangun pemukiman dalam bentuk desa lengkap dengan segala fasilitas sosial seperti pasar, sekolah, tempat ibadah, sarana olahraga, koperasi, dan polibun. P4. Perkebunan %usantara < memiliki 9 kebun dan dua unit rumah sakit. Untuk pengolahan produksi P4P% < memiliki 6 unit PK+, empat unit pabrik pengolahan karet, satu kilang kakao. 5uas kebun sa-it untuk inti adalah .8.!)!,(! ha, 4,M 1 ...6 ,8! ha, 4M 1 .6."9(,!) ha, sedangkan untuk plasmaadalah .(.((.,)) ha, 4,M 1 93,)) ha, 4M 1 .(..9 ,)) ha. Untuk

3"

-ilayah ker*a P4P% < terletak di lima Kabupaten, yaitu Kabupaten Kampar, Kabupaten 'okan Hulu, Kabupaten 'okan Hilir, Kabupaten +iak, dan Kabupaten &ndragiri Hulu. P4. Perkebunan %usantara < mempunyai 6 PK+ yaitu PK+ +ei. Pagar, PK+ Caro, PK+ +ei. &ntan, PK+ 5ubuk Dalam, PK+ 4an*ung Medan yang memiliki kapasitas olah sebesar ") ton 4,+2*am. PK+ 4andun dengan kapasitas 3) ton 4,+2 *am dan PK+ +ei. ,uatan, PK+ +ei. 'okan, PK+ +ei. 4apung, PK+ +ei. Caluh, PK+ 4erantam serta PK+ 4anah Putih yang masing=masing memiliki kapasitas olah sebesar () ton 4,+2*am. P4. Perkebunan %usantara < Kebun ,ukit +elasih dibangun pada tahun !!3, yaitu berlokasi di Desa ,ukit +elasih, Kecamatan Pasir Penyu,

Kabupaten &ndragrii Hulu, Propinsi 'iau G 6 ) km dari kota Pekanbaru. 5uas areal kebun seluas (..))) m dengan memiliki PK+ sendiri yang pembangunannya memakan -aktu 9 bulan oleh kontraktor +umatera 'aya

+ari Bng. Jo, sementara engenering consultant adalah P4. 4ri Karya Pacindo Medan. Pelaksanaan Jommisioning 4ake 0/er 4est (404# tanggal 68 %o/ember !!. dengan kapasitas olah terpasang ") ton 4,+2*am, dengan luas areal kebun inti seluas 6.8.6,(9 ha dan kebun plasma seluas ())) ha. Managemen organisasi P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabuopaten indragiri Hulu dipimpin oleh seorang manager dan dibantu oleh asisten teknik pabrik, asisten pengendalian mutu, asisten umum proses, asisten JP0, asisten inti sa-it dan kepala tata usaha. +edangkan untuk karya-an terdiri dari empat bagian, yaitu bagian administrasi ber*umlah 63 orang,

33

laboratorium 6( orang, bengkel ." orang, dan bagian pengolahan 8 orang. Untuk *am ker*a di P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabuopaten indragiri Hulu ini dibagi men*adi dua shift yaitu shift : pukul )(.") = 9.") dan shift , pukul 9.") = )(."), khusus bagian administrasi *am ker*a yaitu pukul )(.") = (.)). Untuk tenaga permanen di P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabuopaten indragiri Hulu yaitu untuk afdeling & sebanyak "" orang, adfeling && sebanyak "9 orang, adfeling &&& sebanyak 69 orang, dan adfeling &< sebanyak 69 orang. Untuk melihat secara lebih *elas tentang struktur 0rganisasi dari P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih dapat kita lihat pada gambar berikut ini.

+umber 1 P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih, 4ahun 6) 6

Cambar . +truktur 0rganisasi P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih

3.

B. Kea#aan Ke/&n #" PTPN V Ke/&n B&k"t Selas"h Ka/&2aten In#rag"r" H&l& a. Keadaan &klim Menurut sumber badan meteorologi dan geofisika +impang 4iga Pekanbaru='iau, lokasi kebun sa-it ,ukit +elasih secara geografis terletak antara )R"6RR = !6R33RR 5U dan 6R.9RR = 63R"!RR,4. 5okasi kebun

tersebut termasuk kedalam tipe iklim : berdasarkan pembagian iklim, hal itu berarti bah-a daerah tersebut mempunyai rata=rata bulan basah dengan curah hu*an lebih dari )) mm. 4emperatur udara harian yaitu 6 .! )J = "6.")J (maks#, rata=rata 6(. )J. 4emperatur ini masih cocok untuk tanaman kelapa sa-it karena kisaran temperatur bagi tanaman ini antara .) J= "))J.

Kelembaban relatif rata=rata 9" persen, kelembaban minimal 96 persen dan kelembaban maksimal 93 persen. 5ama intensitas penyinaran matahari rata=rata adalah 39. persen. 5ama penyinaran puncak .8.(

persen ter*adi pada bulan ;uni. ,ulan=bulan penyinaran matahari yang tinggi ter*adi pada bulan :pril=:gustus (.) persen#. Ketinggian tempatnya adalah tu*uh sampai ") m diatas permukaan laut. Untuk faktor tanah, diperkirakan 3) = () persen areal terdiri dari tanah gambut sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kondisi *alan produksi. Untuk mengatasi hal tersebut dibuat parit keliling blok dan parit ran*angan dalam blok.

3(

b. 5uas Kebun 5uas kebun P4P% < Kebun ,ukit +elasih dibagi dua *enis kepemilikan yaitu kebun inti dan kebun plasma. Kebun inti dikelola P4P% < Kebun ,ukit +elasih, sedangkan kebun plasma dikelola petani plasma. 5uas area kebun inti seluas 6.8.6,(9 ha sedangkan kebun 8( plasma

seluas ())) ha, yang rencananya total kebun baik inti dan plasma adalah seluas .))) ha. c. 4ahun 4anam Pada PK+ +P: untuk tahun tanam kelapa sa-it mulai dari tahun !9(= !!. yaitu 1 :fdeling & 4M !9( O (89 ha :fdeling && 4M !9( O (!9.9 ha 4M !99 O 63 ha 4M !9! O !.6 ha :fdeling &&& 4M !9( O 3... ha 4M !99 O 39).. ha 4M !!) O 6) ha 4M !!. O 39.. ha :fdeling &< 4M !!) O 39(.3 ha 4M !!. O .!.8 ha d. 5uas Kebun Produktif dan 4idak Produktif P4. Perkebunan %usantara < Kebun ,ukit +elasih memiliki kebun inti dengan total luas kebun produktif 6.8(6,." ha (tanaman menghasilkan2 4M#

38

dan kebun non produktif yaitu sebagai berikut1

.!9 ha (tanaman belum menghasilkan2 4,M#,

:fdeling & O (89 ha (4M# dan 83.() ha (4,M# :fdeling && O 8"6 ha (4M# dan 66.8" ha (4,M# :fdeling &&& O (!3..) ha (4M# dan 3.(. ha (4,M# :fdeling &< O .3(.). ha (4M# dan ) ha (4,M# Untuk kebun plasma dengan luas total kebun ())) ha (4M# dan ) ha (4,M# yaitu sebagai berikut 1 $ilayah KUD Manunggal O .)) ha (4M# dan ) ha (4,M# $ilayah KUD Kusuma ,akti O .)) ha (4M# dan ) ha (4,M# $ilayah KUD 4ri Manunggal O !66 ha (4M# dan ) ha (4,M# $ilayah KUD 'ukun Makmur O !.9 ha (4M# dan ) ha (4,M# $ilayah KUD Usaha Ma*u e. Produksi tiap petak 2 blok Pada Kebun ,ukit +elasih produksi tiap blok sebagai berikut 1 . :fdeling & 4ahun tanam !9(, terdiri dari 3( blok dengan luas lahan total (89 ha dan *umlah pokok 9(.")) serta pokok per hektar 68. 6. :fdeling && 4ahun tanam !9(, terdiri dari "! blok dengan luas lahan (!9.9) ha dan *umlah pokok 9!.93) serta pokok per hektar 6!. 4ahun tanam !99, terdiri dari dua blok dengan luas lahan 63.)) ha dan *umlah pokok ". )99 serta pokok per hektar 6!. 4ahun tanam !9!, terdiri dari empat blok O 9 6 ha (4M# dan ) ha (4,M#

39

dengan luas lahan !.6) ha dan *umlah pokok . 83 serta pokok per hektar 69. ". :fdeling &&& 4ahun tanam !9(, terdiri dari " blok dengan luas lahan 3...) ha dan *umlah pokok 9.9"( serta pokok per hektar 6!. 4ahun tanam !99, terdiri dari 6! blok dengan luas lahan 39)..) ha dan *umlah pokok ( .6(8 serta pokok per hektar 69. 4ahun tanam !!), terdiri dari satu blok

dengan luas lahan 6) ha dan *umlah pokok (."9) serta pokok per hektar 6" 4ahun tanam !!., terdiri dari empat blok dengan luas lahan 39..) ha dan *umlah pokok (."9) serta pokok per hektar "6 3. :fdeling &< 4ahun tanam !!), terdiri dari 6" blok dengan luas lahan 39(.". ha dan *umlah pokok ().83! serta pokok per hektar 6.. 4ahun tanam !!., terdiri dari tiga blok dengan luas lahan .!.8) ha dan *umlah pokok 8.83) serta pokok per hektar "). f. ;enis <arietas 4anaman Untuk *enis /arietas tanaman yang dipakai di P4P% < PK+ +P: adalah *enis 4enera yang merupakan persilangan antara *enis Dura (memiliki bi*i besar dan tempurung tebal# dengan *enis Pesifera (memiliki bi*i kecil dan tempurung tipis# yang hasilnya adalah *enis 4enera

(memiliki bi*i besar dan temopurung tipis#.

3!

C. Akt"9"tas Pr$ses Peng$lahan TBS Men'a#" CPO 2a#a PTPN V Ke/&n B&k"t Selas"h Pengolahan tandan buah segar (4,+# sampai diperoleh minyak sa-it (JP0# dan inti sa-it (Kernel# dilaksanakan melalui proses yang cukup pan*ang. Prosesnya melalui beberapa stasiun, yaitu1 . +tasiun penerimaan buah (>ruit 'eception +tation# +tasiun yang berfungsi menerima 4,+ dari kebun inti maupun kebun plasma yang diangkut oleh truk pengangkut 4,+ ke pabrik, dan pada stasiun ini sudah dapat diketahui *umlah produksi 4,+. +tasiun ini meliputi beberapa peralatan, yaitu1 a. ;embatan 4imbang ($eight ,ridge# yang berfungsi untuk

mengetahui berat 4,+ yang diterima. 4ruk yang berisi 4,+ ditimbang untuk mengetahui berat pada saat berisi buah (bruto#. Kemudian 4,+ dikeluarkan di 5oading 'amp maka truk yang kosong ditimbang untuk mendapatkan berat tara (tidak bermuatan# sehingga diperoleh berat bersih (neto# 4,+ tersebut. b. 4andan ,uah +egar (4,+# akan diolah melalui proses pengolahan sehingga menghasilkan JP0 dan kernel. Untuk mendapatkan mutu sesuai dengan keinginan perusahaan maupun konsumen maka diadakan sortasi 4,+ terlebih dahulu. c. Penimbunan 4,+ (5oading 'amp# berfungsi sebagai tempat penimbunan sementara dan pemindahan 4,+ ke dalam lori rebusan. 5oading

.)

'amp memiliki pan*ang () m terdiri dari 6) pintu dengan kapasitas . ton2pintu. 5oading 'amp dibuat miring dengan 68 terhadap bidang datar untuk memudahkan penurunan buah ke lori. d. 5ori adalah alat yang berfungsi sebagai -adah untuk mengangkut dan merebus 4,+. e. 4ransfer carriage berfungsi untuk memindahkan lori yang telah diisi di 5oading 'amp dan sebagai penyambung *alur pengisian buah ke *alur perebusan. 6. +tasiun perebusan (+teriliEer +tation# +tasiun yang berfungsi untuk merebus 4,+ yang terdapat di dalam lori. ,aik buruknya mutu dan *umlah hasil olah suatu pabrik sa-it, terutama ditentukan oleh keberhasilan rebusan. 4u*uan dari sterilisasi 4,+ adalah1 S Menonaktifkan enEim lipase dan oksidase yang terdapat dalam buah sa-it yang dapat menaikkan :5,. BnEim tersebut dapat terhenti ktifitasnya dengan pemanasan tertentu S Menaikkan kadar air hingga 6 persen S Memudahkan brondolan lepas dari tandan S Melunakan daging buah sehingga mempermudah proses pressing S Membantu proses pelepasan inti dari cangkang Pada stasiun ini terdapat beberapa alat sebagai berikut1 S :lat penarik (Japstand# berfungsi sebagai alat penarik lori keluar dan masuk rebusan

S Ketel

rebusan

(+teriliEer#

merupakan

be*ana

uap

tekan

yang

digunakan untuk merebus buah. Masing=masing rebusan terdiri dari delapan lori dengan kapasitas 6) ton 4,+ dengan tekanan ker*a yang diinginkan. ". +tasiun penebahan (4hreshing +tation# +tasiun yang berfungsi untuk memisahkan brondolan dari tandan yang sudah direbus. Pada stasiun ini ter*adi proses pemisahan pertama antara *an*angan kosong (*ankos# pada kon/eyor *ankos (Bmpty ,unch Jon/eyor# dan berondolan yang akan didistribusikan ke tiap unit digester oleh distributing con/eyor. 3. +tasiun pengempaan (Pressing +tation# +tasiun kempa berfungsi untuk mengambil miyak dari mesocarp (daging buah yang berserabut dan mengandung minyak# dan memisahkan dari ampas press. Pada stasiun kempa terdapat peralatan umumnya terdiri dari1 a. Digester (Ketel Pelumat buah# yang berfungsi untuk melumatkan brondolan sehingga daging buah terpisah dari bi*i. b. Pengempaan buah (+cre- Press# digunakan untuk memisahkan crude oil dari daging buah (mesocarp# dengan kapasitas olah ) = 6 ton2*am. c. Pemisah ampas kempa (Jake ,reaker Jon/eyor# adalah alat yang berfungsi untuk memecahkan ampas kempa, untuk mempermudah pemisahan bi*i dan ampas.

.6

d. Pemisahan ampas dan bi*i adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan ampas dan bi*i serta membersihkan bi*i dan sisa=sisa serabut yang masih melekat pada bi*i. .. +tasiun pemurnian (Jlarification +tation# Proses yang ter*adi pada stasiun ini adalah pemisahan minyak dari fraksi lainnya, seperti air dan sludge, sehingga diperoleh minyak produksi. Pemisahan minyak, air, dan kotoran dilakukan dengan sistem pengendapan, sentrifugasi, dan luapan. (. +tatiun pengolahan inti (Kernel +tation# +tasiun kernel adalah stasiun terakhir untuk menghasilkan inti sa-it sebagai hasil produksi yang siap dipasarkan serta cangkang (shell# dan serat (fiber# sebagai bahan bakar boiler

."

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pe%/er"an Kre#"t Pr$gra% Ke%"traan B"na L"ngk&ngan 2a#a PTPN V PTKR B&k"t Selas"h Ka/&2aten In#rag"r" H&l& Program Kemitraan ,ina 5ingkungan telah diamanatkan di dalam Peraturan Menteri %o.PB'-).2M,U26))8 tanggal 68 :pril 6))8 tentang Program Kemitraan ,adan Usaha Milik %egara dengan usaha kecil dan Program ,ina 5ingkungan, serta Undang = Undang %o.3) tahun 6))8 tentang Perseroan 4erbatas yang mengatur 4anggung ;a-ab +osial Perusahaan. P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih sendiri telah melaksanakan program J+' ini dibagi men*adi dua kelompok besar, kalau di ,UM% itu dikenal dengan PK,5 (Program Kemitraan dan ,ina 5ingkungan#. Program kemitraan bertu*uan memberdayakan masyarakat supaya mampu menolong dirinya sendiri. Misalnya memberikan bantuan modal usaha dan pin*aman kemitraan ini syaratnya sangat lunak, misalnya pengembaliannya bisa sampai . tahun dengan bunga hanya ( 7. Kelompok yang kedua ini namanya bina lingkungan. ,ina lingkungan ini adalah kategori amal dimana lingkungan P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih berada. Kebi*akan J+' P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih dalam program bina lingkungan, sudah ditentukan apaapa yang bisa dibantu yaitu di bidang pendidikan, kemudian dibidang layanan kesehatan, sarana ibadah, lingkungan hidup, dan bencana alam. Dibidang

.3

pendidikan itu biasanya memberikan beasis-a dan memperbaiki saranasarana pendidikan, misalnya mengisi kebutuhan alat tulis menulis,alat peraga pendidikan, komputer, buku-buku perpustakaan. +arana ibadah, biasanya untuk membangun mes*id, gere*a, dll. 5ingkungan hidup itu berupa gerakan menanam pohon dan dilakukan di seluruh dimana perusahaan ini berada. Program Kemitraan merupakan program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar men*adi tangguh melalui pemanfaatan dana dari bagian laba perusahaan yang ditetapkan dalam 'UP+. Program Kemitraan mempersiapkan pengusaha kecil yang feasible tetapi belum bankable untuk selan*utnya diharapkan dapat mengakses fasilitas pin*aman P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih melalui ,P' &ndra :rta 'engat. Kriteria penerima Program Kemitraan antara lain usaha kecil produk unggulan daerah sebagai penyerap tenaga lokal, dan anggota kelompok usaha pemberdayaan masyarakat yang memiliki potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan. Program Kemitraan diimplementasikan dalam bentuk penyaluran Pin*aman Kemitraan dan bantuan Hibah Pembinaan yang bertu*uan untuk meningkatkan produkti/itas Mitra ,inaan usaha kecil. :danya program kemitraan ini sangatlah membantu para pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya. bantuan kredit kemitraan dari P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih menurut salah satu kelompok UKM yang dibantu dari J+' perusahaan ini sebesar 6. *uta. Uang ini digunakan untuk mengisi barang-barang yang sudah *adi untuk dipa*ang di tokonya. +elain itu untuk membeli bahan-bahan mentah pembuatan plafon.

..

Karena selama ini menurut pengakuan pengurus UKM tersebut sebelum mendapatkan bantuan kredit kemitraan ini mereka belum berani untuk mengambil orderan yang cukup besar hal ini diakibatkan karena kurangnya dana untuk membeli bahan-bahan dalam skala besar. :kan tetapi setelah mendapat bantuan kredit kemitraan ini, UKM ini sudah mulai berani memasok bahan-bahan dalam *umlah besar untuk orderan yang lebih besar lagi. Hal ini terbukti dengan peningkatan pendapatan yang sangat signifikan yang diperoleh UKM ini yaitu dari 3-. *uta per minggunya setelah mendapatkan bantuan kredit kemitraan beliau mampu memperoleh

pendapatan sebesar ) - . *uta per minggunya. Untuk saat ini di -ilayah Kabupaten &ndragiri Hulu sendiri, P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih melalui program kemitraannya memiliki sekitar () usaha yang men*adi mitra binaan. +edangkan untuk Program ,ina 5ingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih melalui pemanfaatan dana dari bagian laba perusahaan. Kriteria bantuan untuk Program ,ina 5ingkungan, adalah supaya dana2bantuan yang disalurkan pasti akan ada manfaatnya untuk komunitas rakyat banyak. ;adi bukan ke indi/idu. Untuk melihat efektifitas pelaksanaan Program Kemitraan ,ina 5ingkungan melalui pemberian kredit bagi usaha kecil menengah (UKM# pada P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih, dapat kita lihat melalui penuangan tabel berikut.

.(

4abel " 1 Distribusi Pendapat 'esponden 4erhadap pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit terhadap UKM pada P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih Pertan >rekuensi (orang# ,obot +kor 4otal +angat Jukup Kurang 4idak ,aik yaan ,aik ,aik ,aik ,aik . 3 " 6 +kor " " " " ( ! . " ) ( " ) " 36 6 " " 6 6 . 9 6 9 . 6 ( 6 9 "" 6 3 . 6 " . ) 9 6 ! . ) 3 3 ! .6 " 6 3 6 3 ( 8 3 ( ) 9 6 6 ( "9 4otal +kor Keseluruhan .(. +umber 1 Hasil penelitian 5apangan, 6) " .(. TO 3 T .3 O .(. 6 ( O 6,( Dibulatkan men*adi "

,erdasarkan tabel " dapat dilihat bah-a rata = rata *a-aban responden tentang efektifitas pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit bagi UKM mitra binaan pada P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih adalah sebesar 6,( atau dapat dibulatkan men*adi " yang berarti cukup baik. Hal ini dilihat bah-a sebenarnya pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit bagi UKM mitra binaan pada P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih telah mampu meningkatkan produksi dari usaha kecil mitra binannya. :kan tetapi anggota UKM yang dibantu melalui program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit tersebut tersebut belum sungguh = sungguh untuk merubah paradigma mereka dalam men*alankan usahanya sehingga usaha mereka masih tidak produktif. Hal ini

.8

karena mereka menganggap bantuan itu merupakan bantuan Juma-cuma yang sudah seharusnya dilakukan oleh P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih. Keberpihakan kepada masyarakat *elas dibuktikan oleh P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih dalam pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit bagi UKM tersebut. Dengan adanya bantuan kemitraan, maka ter*a-ab harapan para pengusaha-pengusaha kecil untuk memperoleh bantuan modal dengan guna peningkatan kualitas usahanya. Dalam pelaksanaan program kemitraan dan bina lingkungan nya ini, P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih telah memiliki langkah-langkah praktis dalam penyaluran dana pemberian kredit kemitraan dan bina lingkungan. ,erdasarkan pembahasan di atas dapat dilihat secara garis besar tentang pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan pada P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih. ,ah-a dalam pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan ini, pihak perusahaan selalu berusaha untuk mencari mitra usaha yang belum kuat dalam hal permodalan untuk dibina dan diberdayakan sehingga diharapkan mampu bersaing dan bertumbuh usahanya. +edangkan untuk bina lingkungan P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih mempunyai beberapa mekanisme dalam penyalurannya mulai dari beker*a sama dengan pemda setempat, mempunyai tim sur/ey, hingga menerima penga*uan bantuan berupa proposal.

.9

B. Penge%/angan Usaha Ke!"l Menengah M"tra B"naan PTPN V PTKR B&k"t Selas"h $u*ud keterlibatan para pengusaha kecil mengah yang men*adi mitra binaan pada Program kemitraan bina lingkungan P4P% < P4K' ,ukit +elasih merupakan faktor pendorong ter-u*udnya program kemitraan bina lingkungan yang berkelan*utan (sustainable#. $u*ud keterlibatan masyarakat, penulis membagi ke dalam dua tipe yaitu masyarakat sebagai salah satu pelaksana program kemitraan bina lingkungan dan masyarakat sebagai pengelola hasil program kemitraan bina lingkungan. Keterlibatan pengelola UKM sebagai pelaksana program kemitraan bina lingkungan P4P% < Kebun ,ukit +elasih terlihat pada bentuk ker*a sama P4P% < Kebun ,ukit +elasih dengan mereka. +edangkan keterlibatan pengelola UKM sebagai pengelola hasil program kemitraan bina lingkungan P4P% < Kebun ,ukit +elasih terlihat pada upaya pengembangan sarana dan prasarana yang diberikan pihak P4P% < P4K' ,ukit +elasih kepada pengelola UKM yang selan*utnya mereka kelola untuk kepentingan pengembangan UKM itu sendiri. :kan tetapi pada kenyataanya banyak usaha kecil mitra binaan dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu setelah mendapat bantuan modal kredit lunak dari perusahaan ini masih tetap tidak produktif yang ditandai dengan ciri = ciri 1 . Prosedur-prosedur yang diterapkan dalam pelayanan pen*ualan produk barang 2 *asa kepada konsumen masih kaku

.!

6. 4idak adanya laporan keuangan yang lengkap ". Kegiatan organisasi masih dikendalikan oleh pemilik, tidak terdesentralisasi ke karya-annya 3. Pemakaian barang 2 *asa yang diproduksinya yang stagnan 2 tidak meningkat .. 4idak adanya konsolidasi terhadap upaya peningkatan produk dan pemasaran Untuk melihat secara lebih *auh tentang pengaruh pemberian modal usaha berupa kredit lunak dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu kepada usaha kecil yang men*adi mitra binaannya untuk merubah usha mereka yang tidak produktif men*adi usaha yang produktif, maka penulis membaginya dalam empat pertanyaan meliputi kemauan usaha kecil mitra binaan untuk melengkapi laporan keuangan perusahaan ( #, Kemauan pemilik untuk melakukan desentralisasi kegitan usahanya kepada para karya-annya (6#, peningkatan pemakaian atau permintaan produk yang dihasilkan ("# dan Kemauan semua pihak dalam usaha kecil untuk mengkonsolidasikan segala upaya peningkatan produk dan pemasaran (3# yang rekapitulasinya dapat dilihat pada tabel berikut ini dapat dilihat pada penuangan table berikut.

()

4abel 3 1 Distribusi Pendapat 'esponden 4erhadap pengaruh pemberian modal usaha berupa kredit lunak dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu kepada usaha kecil yang men*adi mitra binaannya untuk pengembangan usaha mereka
Pertan yaan 6 " 3 >rekuensi (orang# ,obot +kor

+angat Jukup Kurang 4idak ,aik ,aik ,aik ,aik ,aik


8 . 9 ( ! ( 6 ! ) ( ) 3 6 6 " 6 ( ( "

.
". 6. 3) ")

3
"( 63 39 "(

"
"" ") 39 ")

6
69 63 63 6( 6 ( ( "

4otal +kor 3. 63 (( "9 .8"

4otal +kor Keseluruhan


+umber 1 Hasil penelitian 5apangan, 6) "

.8" TO 3 T .3

.8" 6 (

6,(. Dibulatkan men*adi "

,erdasarkan tabel 3 dapat dilihat bah-a rata = rata *a-aban responden tentang pengaruh pemberian modal usaha berupa kredit lunak dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu kepada usaha kecil yang men*adi mitra binaannya untuk pengembangan usahanya adalah sebesar 6,(. atau dapat dibulatkan men*adi " yang berarti cukup baik#. Hal ini dilihat bah-a sebenarnya modal usaha dalam bentuk kredit lunak yang diberikan oleh P4P% < Kebun ,ukit +elasih telah mampu meningkatkan produksi dari usaha kecil mitra binannya. :kan tetapi pemilik usaha kecil tersebut belum sungguh = sungguh untuk merubah paradigm mereka dalam men*alankan usahannya sehingga usaha mereka masih sa*a tidak produktif. Hal = hal yang menyebabkan usaha mereka masih men*adi usaha yang tidak produktif adalah karena masih kurangnya kemauan dari pemilik usaha

kecil mitra binaan P4P% < Kebun ,ukit +elasih untuk melengkapi laporan keuangan usaha sehingga dapat dinilai apakah usaha yang dilakukan ada peningkatan atau tidak dalam hal pencapaian rugi laba perusahaan, kemudian Kemauan pemilik usaha untuk melakukan desentralisasi kegiatan usahanya kepada para karya-annya *uga masih kurang sehingga usaha tidak akan *alan apabila tidak ada komando dari sang pemilik dan terakhir adalah kemauan pemilik dan karya-an yang ada dalam usaha kecil mitra binaan P4P% < Kebun ,ukit +elasih untuk bersinergi atau bersama-sama mencari solusi terbaik dalam kema*uan usahanya masih kurang.

C. Pengar&h 2e%/er"an kre#"t 2r$gra% ke%"traan /"na l"ngk&ngan 2a#a PTPN V PTKR B&k"t Selas"h terha#a2 2enge%/angan &saha ke!"l #" Ka/&2aten In#rag"r" H&l& +ecara matematis, persamaan regresi linier sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut 1 K O a P bQ Dimana 1 a O Konstanta b O Koefisien 'egresi K O pengembangan usaha kecil Q O pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan Dengan menghitung nilai a dan b, dapat diperoleh persamaan garis trendnya. Penghitungan nilai a dan b ini dapat dicari dengan menggunakan metode least sUuare (kuadrat terkecil# sebagai berikut 1

(6

a = y b+

+ y +y n b= ( *) + n
6 6

dimana n O banyaknya obser/asi Prosedur penentuan garis trend dapat dilihat secara lebih *elas

melalui tabel diba-ah ini. 4abel .. Penentuan persamaan garis trend antara /ariabel pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan pada P4P% < P4K' ,ukit +elasih dan pengembangan usaha kecil di Kabupaten &ndragiri Hulu

%o. 'esp 6 " 3 . ( 8 9 ! ) 6 " 3 . ( 8 9 !

Pemberian Kredit (Q# 3 . 3 " .

Pengembangan UKM (K# . 3 6 . 3 6 . 6 6 .

T.K 6) 6) 6 6) 6 ) . ( 9 6. 6 " 6 6) . ( " 3

T6 ( 6. ( ! 6.

K6 6. ( 3 6. ( 3 6. 3 3 6.

" 3 . 6 " 3 . "

! ( 6. 3 ! ( 6. !

6 . " 6 " 3 ("

3 6. ! 3 ! (

6) 6 66 6" 63 6. 6( 68 69 6! ") " "6 "" "3 ". "( "8 "9 "! 3) 3 36 3" 33 3. 3( 38 39 3! .) . .6 ." .3 ;umlah

. 6 " 6 6 " 6 " 3 " 3 " 6 6 " 6 " 6 " 3 6 6 " 6 3 " 3 " 3"

6 . 6 3 " " " 3 . " 6 6 3 " 3 " "

. 3 . 6 6 6 6 " ( ! 3 3 . 6 ( 3 9 ! 9 ! ( " 3 9 3 ( ( ( " " 6 6 " 3)

6. 3 ! 3 3 ! 3 ! ( ! ( ! 3 3 ! 3 ! 3 ! ( 3 3 ! 3 ( ! ( ! 3(.

3 6. 3 ( ! ! ! ( 6. ! 3 3 ( ! ( ! !

3 6 6 " 3 " 6 " 3(

( 3 3 ! ( ! 3 ! 3!6

+umber 1 Data Hasil Pengolahan Data, 4ahun 6) "

Dari tabel tersebut di atas maka dapat dicari nilai a dan b 1

+ y +y n b= ( *) +
6 6

(3

+y =

n O .3
( 3"#( 3(# .3 b= ( 3" + 3"# 3(. .3 3)
6).989 .3 b= 6).33! 3(. .3 3)
b= 3) "9(,(" 3(. "89,(9 3,"8 9(,"6

b=

b = ), 8

sedangkan nilai a, dicari dengan persamaan 1


a = y b+

y=

y
n
3( .3

y=

y = 6,8)

+=

+
n
3" .3

+=

(.

+ = 6,(.

a = 6,(. ( ), 8 + 6,8) )
a = 6, !

Dari kedua nilai koefisien tersebut maka dapat digambarkan garis trendnya sebagai berikut 1 K O a P bQ K O 6, ! P ), 8 Q Hal tersebut berarti *ika nilai Q (pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan# meningkat sebesar point,- maka akan

memberikan sumbangan terhadap pengembangan usaha kecil yang men*adi mitra binaan pada program tersebut sebesar ), 8 point dan *ika tidak ada pemberian kredit dari program kemitraan bina

lingkungan (Q# atau nilai Q O ) (nol# maka UKM yang men*adi mitra binaan dari program kemitraan bina lingkungan dari P4P% < UPK' ,ukit +elasih ini masih akan tetap mengalami perkembangan sebesar 6, ! point.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kes"%2&lan

((

,erdasarkan hasil penelitian dari pembahasan yang telah diuraikan pada bab - bab sebelumnya, maka akhirnya penulis mencoba memberikan simpulan hasil penelitian sebagai berikut1 . Bfektifitas pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit bagi UKM mitra binaan pada P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih cukup baik. Hal ini dilihat bah-a sebenarnya pelaksanaan program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit bagi UKM mitra binaan pada P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih telah mampu meningkatkan produksi dari usaha kecil mitra binannya. :kan tetapi anggota UKM yang dibantu melalui program kemitraan bina lingkungan melalui pemberian kredit tersebut tersebut belum sungguh = sungguh untuk merubah paradigma mereka dalam men*alankan usahanya sehingga usaha mereka masih tidak produktif. Hal ini karena mereka menganggap bantuan itu merupakan bantuan Juma-cuma yang sudah seharusnya dilakukan oleh P4P% < Unit P4K' ,ukit +elasih. 6. Pengembangan usaha kecil yang men*adi mitra binaan dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu dari program kemitraan bina lingkungan dinilai responden cukup baik. Hal ini dilihat bah-a sebenarnya modal usaha dalam bentuk kredit lunak yang diberikan oleh P4P% < Kebun ,ukit +elasih telah mampu meningkatkan produksi dari usaha kecil mitra binannya. :kan tetapi pemilik usaha kecil tersebut belum sungguh = sungguh untuk merubah paradigm mereka dalam men*alankan usahannya sehingga usaha mereka masih sa*a tidak produktif.

(8

". Dari hasil u*i analisa regresi linier sederhana untuk mengukur tingkat pengaruh antar /ariable penelitian, ternyata didapatkan hasil bah-a nilai Q (pemberian kredit program kemitraan bina lingkungan# meningkat sebesar point,- maka akan memberikan sumbangan terhadap pengembangan usaha kecil yang men*adi mitra binaan pada program tersebut sebesar ), 8 point dan *ika tidak ada pemberian kredit dari program kemitraan bina lingkungan (Q# atau nilai Q O ) (nol# maka UKM yang men*adi mitra binaan dari program kemitraan bina lingkungan dari P4P% < UPK' ,ukit +elasih ini masih akan tetap mengalami perkembangan sebesar 6, ! point.

B. Saran . Untuk mencapai tu*uan dan sasaran dari Program pemberian bantuan modal usaha kepada usaha kecil mitra binaan dari P4P% < Kebun ,ukit +elasih Kabupaten &ndragiri Hulu dapat dengan meningkatkan penyuluhan tentang program tersebut, utamanya kepada calon penerima dana bantuan modal dari program ini sehingga mereka benar-benar mengerti tentang manfaat dan tata cara pelaksanaan program ini yang bertu*uan untuk meningkatkan kese*ahteraan pelaku usaha kecil tersebut. 6. Diharapkan semua pihak yang terkait dalam program pemberian bantuan modal usaha dari kalangan perusahaan yang berin/estasi di -ilayah Kabupaten &ndragiri hulu dapat men*alin ker*asama dengan para tokoh masyarakat untuk bersama-sama memberikan pengertian kepada para penerima dana dari Program ini bah-a dana yang mereka terima bukanlah

(9

dana cuma-cuma tetapi merupakan bantuan modal berbunga ringan yang pada gilirannya *uga akan dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil lainnya.

DA-TAR PUSTAKA :dam, >, 6))(. Pengentasan )emiskinan ,elalui Pemberdayaan ,asyarakat , ;akarta. ,ennis, $arren C, 6))6. -eori )epemimpinan, 'a*a-ali Press, Kogyakarta. ,udimanta, :rif., Praseti*o, :di., 'udito, ,ambang.,6))3. Corporate Social Responsibility, .awaban bagi model pembangunan indonesia masa kini, &ndonesia Jenter for +uistaiable De/elopment (&J+D# 1 ;akarta

(!

CaspersE, <incent. 6))" ,anajemen )ualitas. P4. Cramedia Pustaka Utama 1 ;akarta. Handoko, 4.Hani, 6))6. ,anajemen, Bdisi Kedua, ,P>B,Kogyakarta. Handayaningrat, +u-arno, Drs., 6))", Pengantar /lmu 0dministrasi dan. ,anajemen, J<. Ha*i Masagung 1 ;akarta. Hersey, Paul D ,lanchard Kenneth H, 6))(, ,anajemen Sumber 1aya ,anusia, Mas :gung, ;akarta. Hubeis, Musa. 6))!. Prospek 2saha )ecil 1alam 3adah )ubator $isnis . ,ogor1 Chalia &ndonesia +ar-oto. 6))3. 1asar4 dasar 5rganisasi dan ,anajemen. Chalia &ndonesia. ;akarta +edarmayanti, 6))6, Sumber 1aya ,anusia 1an Produktivitas )erja. J<. Mandar Ma*u. ,andung. +iagian, +, 6))6. Pengantar -eori ;akarta. konomi ,ikro, 'a*a Crafindo Persada,

+imon, Herbert :, 6))6. Prinsip 6 Prinsip 0dministrasi, Penyusun Cema +tudy Jlub, ;akarta +inungan, Muchdarsyah, 6))", ,anajemen 1ana $ank, Bdisi Kedua, ,umi. :ksara, ;akarta +olihin, :bdul $ahab, 6))!. Pengantar 0nalisis )ebijakan Publik. UP4 Penerbitan Uni/ersitas Muhammadiyah, Malang +tone, Ho-ard, 4homas, 6))6, -eory ,anajemen, P4. Pembangunan, ;akarta. +uryodiningrat, 6))6. Respon Pemerintah -erhadap )esenjangan Perpod, ;akarta. konomi,

4ambunan, 4, 4H, 6))". Perekonomian /ndonesia, Chalia &ndonesia, ;akarta. 4ri Jahyono, ,ambang.Ph.D., 6))6, ,anajemen Pemasaran, ;akarta 1 ,adan Penerbit &P$& 4*oekam, Moh, 6))6. Perkreditan $isnis /nti $ank )omersil7 )onsep, -eknik 8 )asus, P4. Cramedia Pustaka Utama, ;akarta

8)

4urker, ;. $., dan P. :. Varo-in. 6))9. 1oes income smoothing improve earnings informativenessA 4he :ccounting 'e/ie- 9 . %e- Kork UU %o. 8 4ahun !!6 tentang Perbankan sebagaimana telah di ubah dengan UU %o. ) 4ahun 6))6 $ebber, ;efferson, 4.:, +. 5eather-ood, M.:.. 6))6. /dentification 9uide. $ank Credit. U%BP. 'ome

PENGARUH PEMBERIAN KREDIT PROGRAM KEMITRAAN BINA LINGKUNGAN PADA PTPN V PTKR BUKIT SELASIH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA KECIL DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU

SKRIPSI
1iajukan Sebagai Salah Satu Syarat 2ntuk mengikuti 2jian 5ral Comprehensive Sarjana :engkap Pada Sekolah -inggi /lmu konomi 4 /ndragiri

05BH 1 S3. ELI:A NIM ; <5.(<.<45..+<.+(4

P'0C':M +4UD& 1 M:%:;BMB%

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDRAGIRI =STIE*I> INDRAGIRI * RENGAT )<(+

86