Anda di halaman 1dari 14

PENDAHULUAN

Dalam keadaan kesehatan mental, seseorang memiliki perasaan diri ( sense of self) yang utuh sebagai manusia dengan kepribadian dasar yang tunggal. Kesehatan mental merupakan modal utama kehidupan seorang manusia. Tanpa mental yang sehat, seorang manusia tidak dapat melaksanakan tugas kemanusiaannya dengan baik. Manusia yang sehat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara psikis. Bebas dari gangguan adalah indikasi manusia yang bermental sehat. da berbagai macam gangguan mental (mental disorder), salah satunya adalah gangguan trans disosiatif ( dissociative trans disorder). Dalam masyarakat fenomena disosiatif dikenal dengan istilah kesurupan. Trans kesadarannya disosiatif atau adalah perubahan perasaan yang bersifat diri temporer (sense dalam of hal lemah!hilangnya identitas personal

identity) tanpa kemunculan identitas baru ("uryaningrum, #$$%). Dalam kondisi trans, hilangnya identitas tidak berhubungan dengan munculnya identitas baru dan tindakan yang dimunculkan selama kondisi trans umumnya tidak kompleks (kejang&kejang, berguling&guling,terjatuh). Menurut 'a(ari (#$$%), kesurupan adalah reaksi keji(aaan yang dinamakan hilangnya reaksi disosiasi untuk (dissociative menyadari reactions). realitas )eaksi itu mengakibatkan tekanan kemampuan sekitarnya, disebabkan

fisik maupun mental. )eaksi disosiasi ini menimpa mereka yang ji(anya labil ditambah dalam kondisi yang membuatnya tertekan. "tress yang bertumpuk ditambah pemicu memungkinkan reaksi yang dikendalikan alam ba(ah sadar ini muncul ke permukaan, sehingga seseorang yang mengalami stress berat, maka ia sangat mudah sekali akan mengalami trans disosiasi.

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Maramis (*++,-,*.) menyebut kesurupan sebagai suatu mekanisme disosiasi yang dapat menimbulkan kepribadian ganda (multiple personality) dan gangguan identitas disosiasi (dissociative identity disorder). /Trans0 adalah suatu perubahan status kesadaran dan
menunjukkan penurunan responsi1itas terhadap stimulus lingkungan (Kaplan, *++,).

Kesurupan dalam psikologi menurut 2e1id, )athus 3 4reene (*++5-#6%) dikenal dengan istilah fenomena disosiatif yang diartikan sebagai keadaan psikologis yang terjadi karena suatu perubahan dalam fungsi diri sendiri (identitas, memori atau kesadaran). Kondisi ini bisa terjadi secara tiba&tiba atau secara bertahap, bersifat sementara atau kronis. 7enomena disosiasi ini mengacu pada kondisi trans disosiatif. Kesurupan dalam psikologi menurut 2e1id, )athus 3 4reene (*++5-#6%) dikenal dengan istilah fenomena disosiatif yang diartikan sebagai keadaan psikologis yang terjadi karena suatu perubahan dalam fungsi diri sendiri (identitas, memori atau kesadaran). Kondisi ini bisa terjadi secara tiba&tiba atau secara bertahap, bersifat sementara atau kronis. 7enomena disosiasi ini mengacu pada kondisi trans disosiatif. Trans kesadarannya disosiatif atau adalah perubahan perasaan yang bersifat diri temporer (sense dalam of hal lemah!hilangnya identitas personal

identity) tanpa kemunculan identitas baru ("uryaningrum, #$$%). Dalam kondisi trans, hilangnya identitas tidak berhubungan dengan munculnya identitas baru dan tindakan yang dimunculkan selama kondisi trans umumnya tidak kompleks (kejang&kejang, berguling&guling,terjatuh). Menurut 'a(ari (#$$%), kesurupan adalah reaksi keji(aaan yang dinamakan hilangnya reaksi disosiasi untuk (dissociative menyadari reactions). realitas )eaksi itu mengakibatkan tekanan kemampuan sekitarnya, disebabkan

fisik maupun mental. Epidemiologi Kondisi trans biasanya terjadi pada perempuan dan seringkali dihubungkan dengan stress atau trauma (Barlo( 3Durand, #$$#-*55). 'al ini terbukti dari kasus&kasus yang terjadi sebagian besar adalah perempuan. 'al ini mungkin karena perempuan lebih mudah tersugesti atau lebih mudah dipengaruhi dibandingkan laki&laki. Mereka yang mempunyai kepribadian histerikal yang salah satu cirinya sugestible lebih berisiko untuk disosiasi atau

juga menjadi korban kejahatan hipnotis. Berdasarkan usia, sebagian besar korban disosiasi berusia remaja dan de(asa muda. 8leh karena itu, dapat disimpulkan bah(a mereka yang berisiko untuk disosiasi adalah perempuan usia remaja atau de(asa muda yang mudah dipengaruhi. Faktor Resiko 8rang&orang dengan pengalaman gangguan psikis kronik, seksual ataupun emosional semasa kecil sangat berisko besar mengalami gangguan disosiatif. nak&ana dan de(asa yang juga memiliki pengalaman kejadian yang traumatic, semisalnya perang, bencana, penculikan, dan prosedur medis yang infasif juga dapat menjadi faktor resiko terjadinya gangguan disosiatif ini. am!aran Klinik 9asien nampak dalam suatu keadaan separuh sadar,seperti mau pingsan. Berada dalam suatu lingkungan dimana ada orang lain, tetapi mereka tenggelam dalam preokupasi regresi yang tidak dapat diungkapkan dengan kata&kata atau tak bisa saling berbagi dengan orang lain. Kebanyakan orang yang mengalaminya tidak dapat menceritakan kembali apa yang telah dialami. Kriteria Diagnosis Menurut 99D4: ;;; danya kehilangan sementara penghayatan identitas diri dan kesadaran terhadap lingkungannya, indi1idu berperilaku seakan&akan dikuasai oleh kepribadian lain, kekuatan gaib, malaikat, atau kekuatan lain. 'anya gangguan trans yang /in1olunter0 (diluar kemauan indi1idu) dan bukan merupakan akti1itas yang biasa, dan bukan merupakan kegiatan keagamaan ataupun budaya yang boleh dimasukkan dalam pengertian ini. Tidak ada penyebab organik (epilepsi, cedera kepala, intoksikasi <at psikoaktif) dan bukan bagian dari gangguan ji(a tertentu (ski<ofrenia, gangguan kepribadian multiple)

Dalam keadaan kesehatan mental, seseorang memiliki perasaan diri ( sense of self) yang utuh sebagai manusia dengan kepribadian dasar yang tunggal. Kesehatan mental merupakan modal utama kehidupan seorang manusia. Tanpa mental yang sehat, seorang manusia tidak dapat melaksanakan tugas kemanusiaannya dengan baik. Manusia yang sehat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara psikis. Bebas dari gangguan adalah indikasi manusia yang bermental sehat. da berbagai macam gangguan mental (mental disorder), salah satunya adalah gangguan trans disosiatif ( dissociative trans disorder). Dalam masyarakat fenomena disosiatif dikenal dengan istilah kesurupan. Kesurupan dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu keadaan yang terjadi bila roh yang lain memasuki seseorang dan menguasainya sehingga orang itu menjadi lain dalam hal bicara, lain dan perilaku dan sifatnya. Maramis disosiasi kesadaran 9erilakunya (*++,-,*.) (dissociative sehingga menjadi seperti ada kepribadian personality) adalah yang memasukinya. identitas keadaan menyebutnya identity orang sebagai disorder). tidak

suatu mekanisme disosiasi yang dapat menimbulkan kepribadian ganda (multiple gangguan keutuhan Kaplan 3 "adock (*++5-*$$) menyatakan bah(a disfungsi utama pada disosiatif kehilangan merasa memiliki identitas atau mengalami kebingungan terhadap identitasnya sendiri atau memiliki identitas berganda. Masyarakat memandang bah(a kesurupan itu terjadi karena

seseorang telah kemasukan jin atau roh halus sehingga membuat perilakunya aneh di luar kesadarannya. Kesurupan dalam psikologi menurut 2e1id, )athus 3 4reene (*++5-#6%) dikenal dengan istilah fenomena disosiatif yang diartikan sebagai keadaan psikologis yang terjadi karena suatu perubahan dalam fungsi diri sendiri (identitas, memori atau kesadaran). Kondisi ini bisa terjadi secara tiba&tiba atau secara bertahap, bersifat sementara atau kronis. 7enomena disosiasi ini mengacu pada kondisi trans disosiatif. Trans kesadarannya disosiatif atau adalah perubahan perasaan yang bersifat diri temporer (sense dalam of hal lemah!hilangnya identitas personal

identity) tanpa kemunculan identitas baru ("uryaningrum, #$$%). Dalam kondisi trans, hilangnya identitas tidak berhubungan dengan munculnya identitas baru dan tindakan yang dimunculkan selama kondisi trans umumnya tidak kompleks (kejang&kejang, berguling&guling,terjatuh). Menurut 'a(ari (#$$%), kesurupan adalah reaksi keji(aaan yang dinamakan hilangnya reaksi disosiasi untuk (dissociative menyadari reactions). realitas )eaksi itu mengakibatkan tekanan kemampuan sekitarnya, disebabkan

fisik maupun mental. )eaksi disosiasi ini menimpa mereka yang ji(anya labil ditambah dalam kondisi yang membuatnya tertekan. "tress yang bertumpuk ditambah pemicu memungkinkan reaksi yang dikendalikan alam ba(ah sadar ini muncul ke permukaan, sehingga seseorang yang mengalami stress berat, maka ia sangat mudah sekali akan mengalami trans disosiasi. Berikut satu contoh kasus dari keadaan trans disosiatif. "ubyek pernah mengalami kondisi trans ketika berusia #$ tahun. "aat kejadian itu subyek merasa dalam dirinya ada yang mengendalikan, ia berteriak&teriakdan menangis dan terjadi hampir lima jamlamanya, dia tidak menyadari bah(a dia dalam keadaan trans. "ubyek mengakui sebelum mengalami kondisi trans, subyek mempunyai berbagai permasalahan yang berat. "aat itu banyak permasalahan yang dihadapinya, mulai dari masalah pribadi, masalah dengan keluarga hingga masalah perekonomian yang tidak bisa terselesaikan. Dan akhirnya permasalahan&permasalahan tersebut membuat subyek tertekan. Dunia kedokteran internasional, khususnya psikiatri mengakui fenomena ini dan dituliskan dalam penuntun diagnosis psikiatri yang paling mutakhir Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder IV (D"M;=) dan The International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems ! (;>D*$). D"M;= memasukkan kerasukan patologis "pathologic possession) ke dalam diagnosis gangguan disosiatif yang

tidak spesifik (dissociative disorder not other#ise specified ). ;>D*$ mengkategorikan gangguan kerasukan sebagai trance and possession disorder (D"M;=T),#$$$). "ebenarnya mengalami trans dalam kehidupan pada sehari&hari, (aktu banyak orang yang mengalami mobil,

trans disosiatif tanpa disadarinya. Dengan kata lain dirinya menolak dikatakan misalnya, mereka sedang mengendarai pesa(at terbang, maupun sedang nonton T= dalam keadaan melamun. Trance, kasusnya banyak dijumpai di negara dunia ketiga. Di ;ndia yang kultur dan budayanya mirip ;ndonesia, possesion syndrome atau possesion hysterical merupakan bentuk disosiasi yang paling sering ditemukan. umum. "tudi epidemiologi possesion telah dilaporkan berhubungan dengan krisis sosial di masyarakat ('idayat, #$$%). Berdasarkan jenis kelamin, perempuan mempunyai risiko lebih besar mengalami trans disosiatif dibandingkan laki&laki. Kondisi trans biasanya terjadi pada perempuan dan seringkali dihubungkan dengan stress atau trauma (Barlo( 3Durand, #$$#-*55). 'al ini terbukti dari kasus&kasus yang terjadi sebagian besar adalah perempuan. 'al ini mungkin karena perempuan lebih mudah tersugesti atau lebih mudah dipengaruhi dibandingkan laki&laki. Mereka yang mempunyai kepribadian histerikal yang salah satu cirinya sugestible lebih berisiko untuk disosiasi atau juga menjadi korban kejahatan hipnotis. Berdasarkan usia, sebagian besar korban disosiasi berusia remaja dan de(asa muda. 8leh karena itu, dapat disimpulkan bah(a mereka yang berisiko untuk disosiasi adalah perempuan usia remaja atau de(asa muda yang mudah dipengaruhi. Barlo( 3 Durand (#$$#-*5,) menyatakan, ketika indi1idu merasa terlepas dari dirinya atau seolah&olah ia seperti bermimpi, maka dapat dikatakan ia memiliki pengalaman disosiatif. Kemungkinan besar disosiasi terjadi setelah kejadian& kejadian yang membuat indi1idu sangat stress. Mungkin juga terjadi ketika psikis seseorang melemah atau mengalami tekanan mental. Banyak jenis penelitian menyatakan suatu hubungan antara peristi(a traumatik, khususnya penyiksaan fisik dan seksual pada masa anak&anak, dengan disosiatif (Kaplan,*++5-*$$). Kondisi trans disosiatif adalah fenomena yang sangat mengagumkan dan menarik namun membingungkan. Berdasarkan penjelasan yang telah ada, fenomena trans disosiatif masih belum diketahui penyebabnya secara pasti. ngka kejadiannya kurang lebih *,?dari populasi

""Risma L# St$di kas$s pen%e!a! trans disosiatif# &''( Apr )( *+ited, &')& -ar )).# A/aila!le from, 0ttp,11digili!#$mm#a+#id1gdl#p0p2 mod3!ro4se5op3read5id36ipt$mmpp"gdl"s)"&''("rismalesti" )')))5PHPSESSID37&d8ee89!:&(a;:f77<98'<&d&:!a<:9

Dari sudut pandang 9sikologi kesurupan merupakan Keadaan disosiasi, saat seseorang seakan terpisah dari dirinya@ 'ysteria, saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya, atau ketidakmampuan seseorang menghadapi kesukaran&kesukaran, tekanan perasaan, kegelisahan, kecemasan dan pertentangan batin. Dalam menghadapi kesukaran itu orang tidak mampu menghadapinya dengan cara yang (ajar, lalu melepaskan tanggung ja(ab dan lari secara tidak sadar kepada gejala&gejala hysteria yang tidak (ajar. "plit personality , saat pada diri seseorang tampil beragam perilaku yang dimunculkan oleh pribadi yang berbeda. 9enjelasan ini seringkali mengalami benturan dengan kenyataan&kenyataan budaya.

Kesurupan, terdiri dari dua jenis yaitu ledakan emosi dan pengambil&alihan emosi. Aedakan emosi adalah melepasnya sistem kontrol diri karena tekanan psikologis kuat secara internal. 9engambil&alihan disini adalah lepasnya kontrol kita dari akal sehat dan kesadaran kita, lalu ada pihak lain yang mengontrol dan mengendalikan kita. Menurut Teori "igmun 7reud Menurut 7reud yang paling sesuai untuk mengkaji kesurupan sebagai sebuah gangguan adalah dengan menggunakan psikoanalisa terutama pendapat >arl 4usta1 :ung. 9ada kajian psikologi transpersonal kajian trance lebih ke arah spiritual atau sebagai sesuatu yang tidak mengganggu. Kesurupan sebenarnya juga merupakan trance ke arah mengganggu dan tidak terkendali. "eringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak teriak hingga berjam jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. da lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang bicara, dalam keadaan seperti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam ba(ah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut freud ketidaksadaran tersebut mengandung kekuatan ji(a (psyche) sehingga dia memiliki kekutan yang melebihi seperti biasanya. Menurut freud cara penyelesaian orang jika mengalami suatu kesurupan adalah dengan cara sebagai berikut isolasi sesegera mungkin anak yang terkena kesurupan. tenangkan suasana, karena kesurupan cenderung membuat suasana menjadi gaduh, ketakutan, dan ramai. tenangkan anak yang mengalami kesurupan dengan membiarkannya, jangan dipaksa atau dipegang apalagi diteriaki terlebih di pukul. tempatkan orang yang terkena kesurupan di tempat tertutup namun yang aman dan udara bisa keluar masuk dalam ruangan dengan baik BBBBB

'isteria a. 4ejala&gejala histeria 'isteria merupakan neurosis yang ditandai dengan reaksi&reaksi emosional yang tidak terkendali sebagai cara untuk mempertahankan diri dari kepekaannya terhadap rangsang&rangsang emosional. 9ada neurosis jenis ini fungsi mental dan jasmaniah dapat hilang tanpa dikehendaki oleh penderita. 4ejala&gejala sering timbul dan hilang secara tiba&tiba, teruma bila penderita menghadapi situasi yang menimbulkan reaksi emosionalyang hebat. b. :enis&jenis histeria 'isteria digolongkan menjadi #, yaitu reaksi kon1ersi atau histeria minor dan reaksi disosiasi atau histeria mayor. *) 'isteria minor atau reaksi kon1ersi 9ada histeria minor kecemasan diubah atau dikon1ersikan (sehingga disebut reaksi kon1ersi) menjadi gangguan fungsional susunan saraf somatomotorik atau somatosensorik dengan gejala lumpuh, kejang&kejang, mati raba, buta, tuli,dst. #) 'isteria mayor atau reaksi disosiasi 'isteria jenis ini dapat terjadi bila kecemasan yang yang dialami penderita demikian hebat, sehingga dapat memisahkan beberapa fungsi kepribadian satu dengan lainnya sehingga bagian yang terpisah tersebut berfungsi secara otonom, sehingga timbul gejala&gejala - amnesia, somnabulisme, fugue,dan kepribadian ganda. c. 7aktor penyebab histeria Menurut "igmund 7reud, histeria terjadi karena pengalaman traumatis (pengalaman menyakitkan) yang kemudian direpresi atauditekan ke dalam alam tidak sadar. Maksudnya adalah untukmelupakan atau menghilangkan pengalaman tersebut. 2amun pengalaman traumatis tersebut tidak dapat dihilangkan begitu saja, melainkan ada dalam alam tidak sadar (uncociousness) dan suatu saat muncul kedalam sadar tetapi dalam bentuk gangguan ji(a. d. Terapi terhadap penderita histeria da beberapa teknik terapi yang dapat dilakukan untukmenyembuhkan hysteria yaitu -

Teknik hipnosis (pernah diterapkan oleh dr. :oseph Breuer)@ Teknik asosiasi bebas (dikembangkan oleh "igmund 7reud)@ 9sikoterapi suportif. 7armakoterapi

Kuntjojo. 9sikologi bnormal. Cni1ersitas nusantara, Kediri #$$+. 9.*.&*+

Kesurupan merupakan fenomena yang sudah ada sejak lama pada berbagai suku bangsa. 9ada sukuDsuku tertentu ini dikaitkan dengan ritual&ritual agama tertentu. :uga digunakan sebagai hiburan di pentas kesenian, 8rang a(am menyebutnya /kemasukan roh0 Dalam dunia medis hal ini disebut /trance0. Dalam 99D4: ;;; gangguan ini dimasukkan dalam kelompok /gangguan disosiasi0. Se6ara0 Trans sudah dikenal sejak <aman Eunani Kuno dan digunakan sebagai suatu cara pengobatan penyakit fisik dan mental. 9ada masyarakat Mesir Kuno terdapat kuil lelap "temple sleep$ tempat orang meminta kesembuhan dengan cara memasuki keadaan trans yang

dibimbing oleh para imam. Kuil ini juga terdapat di Eunani yang terdapat di Delphi. 9ada masyarakat modern identifikasikan sebagai hipnosis pertama kali oleh nton Mesmer (abad *.) dikenal dengan sebutan /magnetisme0 dan /Mesmerisme0. ;stilah hipnosis diperkenalkan pertama kali oleh :ames Braid dan digunakan dalam pengobatan gangguan psikosomatik. Disosiasi adalah terpecahnya akti1itas mental yang spesifik dari sisa kesadaran normal, seperti terpecahnya pikiran atau perasaan dari perilaku (misal, ketika kita bosan mengikuti kuliah, kita melamun dan ketika kuliah usai ternyata catatan kuliah tetap lengkap& tanpa menyadari bah(a kita telah melakukan hal itu). Disosiasi minor merupakan fenomena yang la<im terjadi. 4angguan disosiatif menunjukkan disosiasi berat yang mengakibatkan timbulnya gejala&gejala yang berbeda dan bermakna dan mengganggu fungsi seseorang. 4angguan tersebut cukup la<im terjadi, khususnya timbul pada orang yang masa kanak&kanaknya mengalami kekerasan fisik atau seksual dan sering timbul dalam bentuk komorbiditas dengan depresi mayor, gangguan somatisasi, gangguan stress pasca trauma, penyalahgunaan <at, gangguan kepribadian ambang, gangguan konduksi dan gangguan kepribadian antisosial. 'al yang paling umum terlihat pada gangguan disosiatif adalah adanya kehilangan (sebagian!seluruh) dari integrasi normal antara - ingatan masa lalu, kesadaran akan identitas dan penghayatan dan kendali terhadap gerakan tubuh. 8nset dan berakhirnya keadaan disosiatif sering kali berlangsung mendadak akan tetapi jarang sekali dapat dilihat kecuali dalam interkasi atau prosedur teknik& teknik tertentu seperti h;pnosis. Definisi /Trans0 yang disebut juga /t(ilight state0 adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perubahan kesadaran atau hilangnya penginderaan dari identitas diri dengan atau tanpa suatu identitas alternatif.(D"M ;= T)). /Trans0 adalah suatu keadaan kehidupan separuh sadar (half&light) antara realitas yang nyata dan fantasi yang gelap (>ameron, *+%6). /Trans0 adalah suatu perubahan status kesadaran dan menunjukkan penurunan responsi1itas terhadap stimulus lingkungan (Kaplan, *++,). Menurut 'insie dan >ampbel (*+5$), mempunyai persamaan arti dengan hipnosis, katalepsi dan keadaan ekstasi atau kekaguman dapat juga diartikan terlena. 0Trans0 adalah suatu bentuk kesadaran transaksional yang dibangkitkan untuk tujuan transformasi ('ukom,*+55) "ecara umum gangguan disosiatif (dissociati1e disorders) bisa didefinisikan sebagai adanya kehilangan ( sebagian atau seluruh) dari integrasi normal (diba(ah kendali sadar)

meliputi ingatan masa lalu, kesadaran identitas dan peng&inderaan&an segera (a(areness of identity and immediate sensations) serta control terhadap gerak tubuh. Dalam penegakan diagnosis gangguan Disosiatif harus ada gangguan yang menyebabkan kegagalan mengkordinasikan identitas, memori persepsi ataupun kesadaran, dan menyebabkan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial, pekerjaan dan memanfaatkan (aktu senggang. Epidemiologi 4angguan Disosiatif bukanlah penyakit yang umum ditemukan dalam masyarakat. Tetapi juga 4angguan Disosiatif ini tidak jarang ada dalam kasus&kasus psikiatri. 9re1elensinya hanya * berbanding *$.$$$ kasus dalam populasi. Dalam beberapa referensi bisa terlihat bah(a ada peningkatan yang tajam dalam kasus&kasus gangguan disosiatif yang dilaporkan, dan menambah kesadaran para ahli dalam menegakkan diagnosis, menyediakan kriteria yang 6 spesifik, dan menghindari kesalahan diagnosis antara D;D, schi<ophrenia atau gangguan personal. Dalam beberapa studi, mayoritas dari kasus gangguan disosiatif ini mengenai (anita +$? atau lebih, 4angguan Disosiasi bisa terkena oleh orang di belahan dunia manapun, (alaupun struktur dari gejalanya ber1ariasi. Etiologi Trauma fisik dan mental Kemarahan Kecemasan Kelelahan fisik "truktur Kepribadian lam ba(ah sadar Mekanisme Terjadinya "tres ! ritualistik ! meditasi 7ungsi Fgo Melemah Batas Fgo terbuka Kekuatan ba(ah sadar bangkit Kesurupan 7aktor yang membangkitkan Musik ! tetabuhan Kata&kata ! mantra >ahaya yang menyilaukan "ituasi yang kacau Kekaguman 'ipnosis

Faktor Resiko

8rang&orang dengan pengalaman gangguan psikis kronik, seksual ataupun emosional semasa kecil sangat berisko besar mengalami gangguan disosiatif. nak&ana dan de(asa yang juga memiliki pengalaman kejadian yang traumatic, semisalnya perang, bencana, penculikan, dan prosedur medis yang infasif juga dapat menjadi faktor resiko terjadinya gangguan disosiatif ini. am!aran Klinik 9asien nampak dalam suatu keadaan separuh sadar,seperti mau pingsan. Berada dalam suatu lingkungan dimana ada orang lain, tetapi mereka tenggelam dalam preokupasi regresi yang tidak dapat diungkapkan dengan kata&kata atau tak bisa saling berbagi dengan orang lain. Kebanyakan orang yang mengalaminya tidak dapat menceritakan kembali apa yang telah dialami. Kriteria Diagnosis Menurut 99D4: ;;; danya kehilangan sementara penghayatan identitas diri dan kesadaran terhadap lingkungannya, indi1idu berperilaku seakan&akan dikuasai oleh kepribadian lain, kekuatan gaib, malaikat, atau kekuatan lain. 'anya gangguan trans yang /in1olunter0 (diluar kemauan indi1idu) dan bukan merupakan akti1itas yang biasa, dan bukan merupakan kegiatan keagamaan ataupun budaya yang boleh dimasukkan dalam pengertian ini. Tidak ada penyebab organik (epilepsi, cedera kepala, intoksikasi <at psikoaktif) dan bukan bagian dari gangguan ji(a tertentu (ski<ofrenia, gangguan kepribadian multiple) Pengo!atan 7armakologi *. 9emberian injeksi anti cemas atau #. 9sikologik 6. 'ipnosis Pen+ega0an nak& anak yang secara fisik, emosional dan seksual mengalami gangguan, sangat beresiko tinggi mengalami gangguan mental yang dalam hal ini adalah gangguan disosiatif. :ika terjadi hal yang demikian, maka bersegeralah mengobati secara sugesti, agar penangan tidak berupa obat anti depresan ataupun obat anti stress, karena diketahui bah(a jika menanamkan antipsikotik yang membuat penderita lebih tenang

sugesti yang baik terhadap usia belia, maka nantinya akan didapatkan hasil yang maksimal, dengan penangan yang minimal. http-!!(indyaka<e.(ordpress.com!#$**!$%!##!gangguan&trans&disosiasi&kesurupan!
Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (PPDGJ III), Departemen Kesehatan RI., Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, !!". #etakan Pertama Kaplan $I, %ado&k 'J. %ynopsis o( Psy&hiatry. se)enth edition, 'altimore*+illiams , +ilkins !!-./0 Maramis +1. Ilmu Kedokteran Jiwa. %ura2aya, 3irlangga 4ni)ersity Press, !56. - 5