Anda di halaman 1dari 19

NEFROTIK SYNDROM ASKEP ANAK dengan NEFROTIC SYNDROME Nefrotic syndrome merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan

proteinuria, hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia, dan adanya edema. Kadang-kadang disertai hematuri, hipertensi dan menurunnya kecepatan filtrasi glomerulus. Sebab pasti belum jelas, dianggap sebagai suatu penyakit autoimun. Secara umum etiologi dibagi menjadi nefrotic syndrome bawaan, sekunder, idiopatik dan sklerosis glomerulus. Penyakit ini biasanya timbul pada 2 !""""" anak setiap tahun. Primer terjadi pada anak pra sekolah dan anak lakilaki lebih banyak daripada anak perempuan. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sangat penting karena pada pasien nefrotic syndrome sering timbul berbagai masalah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia. Perawat diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai. #okus asuhan keperawatan adalah mengidentifikasi masalah yang timbul, merumuskan diagnosa keperawatan, membuat rencana keperawatan, melaksanakan dan menge$aluasi tindakan yang telah diberikan apakah sudah diatasi atau belum atau perlu modifikasi. Konsep Nefrotik Syndrome NS! Pengertian" Nefrotik Syndrom adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbunemia dan hiperkolesterolemia %&usepno, ', dkk. 2""", ()2*. Etio#ogi Sebab pasti belum jelas. Saat ini dianggap sebagai suatu penyakit autoimun. Secara umum etiologi dibagi menjadi + !. 2. ). .. Nefrotic syndrome bawaan+ ,ejala khas adalah edema pada masa neonatus. Nefrotic syndrome sekunder Penyebabnya adalah malaria, lupus eritematous diseminata, ,N- dan ,NK, bahan kimia dan amiloidosis. Nefrotic syndrome idiopatik Sklerosis glomerulus.

Patofisio#ogi" -danya peningkatan permiabilitas glomerulus mengakibatkan proteinuria masif sehingga terjadi hipoproteinemia. -kibatnya tekanan onkotik plasma menurun karean adanya pergeseran cairan dari intra$askuler ke intestisial. /olume plasma, curah jantung dan kecepatan filtrasi glomerulus berkurang mengakibatkan retensi natrium. Kadar albumin plasma yang sudah merangsang sintesa protein di hati, disertai peningkatan sintesa lipid, lipoprotein dan trigliserida. PAT$%AY SYNDROM NEFROTIK 0ownload DISINI &e'a#a k#inis" !. 2. ). .. 3. 1dema, sembab pada kelopak mata &entan terhadap infeksi sekunder 'ematuria, a2otemeia, hipertensi ringan Kadang-kadang sesak karena ascites Produksi urine berkurang

Pemeriksaan (a)oratori*m !. 2. 45 urine meninggi 'ipoalbuminemia

). .. 3. 7. 8.

Kadar urine normal -nemia defisiensi besi 610 meninggi Kalsium dalam darah sering merendah Kadang-kdang glukosuria tanpa hiperglikemia.

Penata#aksanaan !. 2. ). .. 3. 7. 8. 9stirahat sampai edema sedikit Protein tinggi ) : . gram kg 44 hari 0iuretikum Kortikosteroid -ntibiotika Punksi ascites 0igitalis bila ada gagal jantung. Konsep As*+an Kepera,atan pada Nefroti- Syndrome Pengka'ian !. 2. 9dentitas. ;mumnya <" = dijumpai pada kasus anak. 1nam %7* kasus pertahun setiap !"".""" anak terjadi pada usia kurang dari !. tahun. &asio laki-laki dan perempuan yaitu 2 + !. Pada daerah endemik malaria banyak mengalami komplikasi nefrotic syndrome. &iwayat Kesehatan. a. b. c. ). Keluhan utama. 4adan bengkak, muka sembab dan napsu makan menurun &iwayat penyakit dahulu 1dema masa neonatus, malaria, riwayat ,N- dan ,NK, terpapar bahan kimia. &iwayat penyakit sekarang. 4adan bengkak, muka sembab, muntah, napsu makan menurun, konstipasi, diare, urine menurun.

&iwayat kesehatan keluarga. Karena kelainan gen autosom resesif. Kelainan ini tidak dapat ditangani dengan terapi biasa dan bayi biasanya mati pada tahun pertama atau dua tahun setelah kelahiran. &iwayat kehamilan dan persalinan >idak ada hubungan. &iwayat kesehatan lingkungan. 1ndemik malaria sering terjadi kasus NS. 9munisasi. >idak ada hubungan. &iwayat pertumbuhan dan perkembangan. 4erat badan ? umur %tahun* @ 2 A ( >inggi badan ? 2 kali tinggi badan lahir. Perkembangan psikoseksual + anak berada pada fase oedipal falik dengan ciri meraba-raba dan merasakan kenikmatan dari beberapa daerah erogennya, senang bermain dengan anak berjenis kelamin beda, oedipus kompleks untuk anak laki-laki lebih dekat dengan ibu, elektra kompleks untuk anak perempuan lebih dekat dengan ayah. Perkembangan psikososial + anak berada pada fase pre school %inisiati$e $s rasa bersalah* yaitu memiliki inisiatif untuk belajar mencari pengalaman baru. 5ika usahanya diomeli atau dicela anak akan merasa bersalah dan menjadi anak peragu. Perkembangan kognitif + masuk tahap pre operasional yaitu mulai mempresentasekan dunia dengan bahasa, bermain dan meniru, menggunakan alat-alat sederhana. Perkembangan fisik dan mental + melompat, menari, menggambar orang dengan kepala, lengan dan badan, segiempat, segitiga, menghitung jari-jarinya, menyebut hari dalam seminggu, protes bila dilarang, mengenal empat warna, membedakan besar dan kecil, meniru akti$itas orang dewasa. &espon hospitalisasi + sedih, perasaan berduka, gangguan tidur, kecemasan, keterbatasan dalam bermain, rewel, gelisah, regresi, perasaan berpisah dari orang tua, teman.

.. 3. 7. 8.

(.

&iwayat nutrisi ;sia pre school nutrisi seperti makanan yang dihidangkan dalam keluarga. Status gi2inya adalah dihitung dengan rumus %44 terukur dibagi 44 standar* @ !"" =, dengan interpretasi + B 7" = %gi2i buruk*, B )" = %gi2i sedang* dan C (" = %gi2i baik*. Pengkajian persistem. a. b. c. d. e. Sistem pernapasan. #rekuensi pernapasan !3 : )2 @ menit, rata-rata !( @ menit, efusi pleura karena distensi abdomen Sistem kardio$askuler Nadi 8" : !!" @ mnt, tekanan darah <3 73 : !"" 7" mm'g, hipertensi ringan bisa dijumpai. Sistem persarafan. 0alam batas normal. Sistem perkemihan. ;rine 2. jam 7""-8"" ml, hematuri, proteinuria, oliguri. Sistem pencernaan. 0iare, napsu makan menurun, anoreksia, hepatomegali, nyeri daerah perut, malnutrisi berat, hernia umbilikalis, prolaps anii. Sistem muskuloskeletal. 0alam batas normal. Sistem integumen 1dema periorbital, ascites. Sistem endokrin 0alam batas normal Sistem reproduksi 0alam batas normal. Persepsi orang tua Kecemasan orang tua terhadap kondisi anaknya.

<.

f. g. h. i. j.

Diagnosa dan Ren-ana Kepera,atan !. Kelebihan $olume cairan berhubungan dengan kehilangan protein sekunder terhadap peningkatan permiabilitas glomerulus. o >ujuan

/olume cairan tubuh akan seimbang

Kriteria hasil+

o
9nter$ensi+ No

Penurunan edema, ascites, Kadar protein darah meningkat, Dutput urine adekuat 7"" : 8"" ml hari, >ekanan darah dan nadi dalam batas normal.

INTER.ENSI

RASIONA( 1$aluasi harian keberhasilan terapi dan dasar penentuan tindakan

! Eatat intake dan output secara akurat

2 Kaji dan catat tekanan darah, pembesaran abdomen, >ekanan darah dan 45 urine dapat menjadi 45 urine indikator regimen terapi ) >imbang berat badan tiap hari dalam skala yang sama 3 0iet protein !-2 gr kg 44 hari Fencegah edema bertambah

. 4erikan cairan secara hati-hati dan diet rendah garam1stimasi penurunan edema tubuh Pembatasan protein bertujuan untuk meringankan beban kerja hepar dan mencegah bertamabah rusaknya hemdinamik ginjal

2.

Perubahan nutrisi ruang dari kebutuhan berhubungan dengan malnutrisi sekunder terhadap kehilangan protein dan penurunan nafsu makan.

>ujuan+

Kebutuhan nutrisi akan terpenuhi

Kriteria hasil+

o
9nter$ensi No ! 2 ) ).

Na#su makan baik >idak terjadi hipoproteinemia Porsi makan yang dihidangkan dihabiskan 1ema dan ascites tidak ada

INTER.ENSI Kaji adanya anoreksia, hipoproteinemia, diare Pastikan anak mendapat makanan dengan diet yang cukup

RASIONA( ,angguan nuirisi dapat terjadi secara perlahan. 0iare sebagai reaksi edema intestinal Fencegah status nutrisi menjadi lebih buruk

Eatat intake dan output makanan secara akurat Fonitoring asupan nutrisi bagi tubuh

&esiko tinggi infeksi berhubungan dengan imunitas tubuh yang menurun.

>ujuan+

>idak terjadi infeksi

Kriteria hasil+

o
9nter$ensi+ No ! 2 ) . ..

>anda-tanda infeksi tidak ada >anda $ital dalam batas normal -da perubahan perilaku keluarga dalam melakukan perawatan

INTER.ENSI 6indungi anak dari orang-orang yang terkena infeksi melalui pembatasan pengunjung >empatkan anak di ruangan non infeksi Euci tangan sebelum dan sesudah tindakan 6akukan tindakan in$asif secara aseptik

RASIONA( Feminimalkan masuknya organisme Fencegah terjadinya infeksi nosokomial Fencegah terjadinya infeksi nosokomial Fembatasi masuknya bakteri ke dalam tubuh. 0eteksi dini adanya infeksi dapat mencegah sepsis.

Kecemasan anak berhubungan dengan lingkungan perawatan yang asing %dampak hospitalisasi*.

>ujuan+

Kecemasan anak menurun atau hilang

Kiteria hasil+

o
9nter$ensi

Kooperatif pada tindakan keperawatan Komunikatif pada perawat, secara $erbal mengatakan tidak takut

No ! 2 ) .

INTER.ENSI /alidasi perasaan takut atau cemas Pertahankan kontak dengan klien ;payakan ada keluarga yang menunggu

RASIONA( Perasaan adalah nyata dan membantu pasien untuk tebuka sehingga dapat menghadapinya Femantapkan hubungan, meningkatan ekspresi perasaan 0ukungan yang terus menerus mengurangi ketakutan atau kecemasan yang dihadapi

-njurkan orang tua untuk membawakan mainan Feminimalkan dampak hospitalisasi terpisah dari atau foto keluarga. anggota keluarga

DAFTAR P/STAKA !. 2. ). .. 3. 7. 8. 4erhman G Kliegman %!<(8*, Essentials of Pediatrics, H. 4 Saunders, Philadelphia. 0oengoes et. al, %!<<<*, Rencana Asuhan Keperawatan, alih bahasa Fade Kariasa, 1,E, 5akarta Fatondang, dkk. %2"""*, Diagnosis Fisis Pada Anak, Sagung Seto, 5akarta Ngastiyah, %!<<8*, Perawatan Anak Sakit, 1,E, 5akarta &usepno, 'asan, dkk. %2"""*, Ilmu Kesehaatan Anak 2, 9nfomedica, 5akarta >jokronegoro G 'endra ;tama, %!<<)*, uku A!ar "efrologi, 4alai Penerbit #K;9, 5akarta. -------, %!<<.*, Pedoman Diagnosis dan #erapi, &S;0 0r. Soetomo-6ab ;P# 9K-, Surabaya. 4y. Kap*k http+ kapukpkusolo.blogspot.com 2"!" "! nefrotik-syndrom.html ASKEP NEFROTIK SYNDROM 4-4 9 P1N0-';6;-N

-. 6atar 4elakang H'D telah menetapkan suatu program yang disebut dengan '#- %health #or -66* tahun 2""", artinya pada tahun 2""" setiap penduduk dunia berhak untuk mendapatkan kesehatan yang optimal. Sedangkan untuk 9ndonesia, pemerintah telah merencanakan program I 9ndonesia Sehat 2"!"J. Salah satu indicator keberhasilan tercapainya program 9ndonesia 2"!", adalh infant Fortality &ate %9F&*, berdasarkan &encana Pembangunan 5angka Panjang kesehatan %&P5K* yang terdapat dalam Sistem Kesehatan Nasional, dijelaskan bahwa Ikematian anak balita menurun dari ." per !""" balita dewasa ini menjadi setinggi-tingginya !3 per !""" anak balita pada tahun 2"""J. Sindrom nefrotik merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang anak-anak dan memerlukan perawatan di rumah sakit sindrom nefrotik lebih sering dijumpai. Pada anak usia ! : 3 tahun dengan perbandingan antara wanita dan pria adalah !+2 . Penyakit sindrom nefrotik ini dapat kambuh kembali apabila pengobatan dan perawatannya tidak teratur. 0i samping itu sindrom nefrotik perlu pengobatan yang relatif lama. Pengobatan steroid yang lama dapat menimbulkan efek samping. Nancy pomerhn Nelson dan 5ulie deckle, menerangkan beberapa efek samping dari penggunaan steroid yaitu+ distensi abdomen, wajah bulat, ulkus gaster, gagal dalam pertumbuhan, hipertensi, panu dan demineralisasi tulang. >idak jarang penderita sindrom nefrotik dengan komplikasi berakhir dengan kematian. Fasalah utama pada penderita sindrom nefrotik adalah penimbunan cairan dan rentan terhadap infeksi sekunder. Perawat sebagai profesi yang memiliki ilmu dan ketrampilan khusus , diharapkan dapat berperan dalam pelaksanaan perawatan yang paripurna melalui proses keperawatan. 4. >ujuan !. >ujuan ;mum ;ntuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan sindrom nefrotik. 2. >ujuan Khusus a. ;ntuk mengidentifikasi masalah yang diharapkan masalah yang dihadapi oleh pasien dengan sindrom nefrotik. b. ;ntuk mengetahui rumusan diagnosa keperawatan yang mungkin timbul pada pasien dengan sindrom nefrotik. c. ;ntuk mengetahui rencana asuhan keperawatan pada pasien dengan sindrom nefrotik. d. ;ntuk mengetahui hambatan-hambatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan sindrom nefrotik. e. ;ntuk mengetahui tanggapan pasien setelah diberikan asuhan keperawatan. E. Sistematika Penulisan -dapun sistematika penulisan dalam makalah ini yaitu terdiri dari tiga 4ab. 0imana 4ab 9 berisi pendahuluan yang terdiri dari, latar belakang, tujuan, sistematika penulisan. 4ab 99 berisi tinjauan teoritis yang menguraikan tentang pengertian, penyebab, tanda dan geja, patofisiologi, pemeriksaan diagnostik, prognosa, pencegahan, pengobatan. 4ab 999 -suhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa

keperawatan, tujuan, dan inter$ensi. 0an 4ab 9/ berisi tentang rangkuman.

4-4 99 6-N0-S-N >1D&9>9S

-. Pengertian - Sindrom nefrotik adalah sebagai suatu sindrom yang disebabkan oleh perubahan generatif ginjal tanpa peradangan. %susan martin tucker* - Sindrom nefrotik adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperkolesteronemia %0r. &usepno 'asan dkk*. 0ari dua pendapat tersebut di atas, sindrom nefrotik adalah suatu kumpulan gejala edema, proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperkolesteronemia yang disebabkan oleh kelainan generatif tanpa adanya peradangan pada ginjal, dimana terjadinya peningkatan permeabilitas membran basalis glomrolus terhadap protein. 4. 1tiologi a. Penyakit parenkim ginjal primer - glomeulonephritis akut pasca streptokokus - glomeulonephritis idiopatik b. Penyakit metabolic dan jaringan kolagen %sistemik* - 0iabetes mellitus - -miloidosis - 'enoch Schoelein Purpura - 6upus eritematosus Sistemik c. ,angguan sirkulasi sistemik - ,angguan sirkulasi mekanik - &ight heart syndrom + kelainan katub trikuspidalis. - Perikarditis dan tamponade jantung, penyakit jantung kongesti refrakter - >rombosis $ena renalis d. Penyakit keganasan - Penyakit 'odkin - 6imposarkoma - Fieloma Fultiple e. Penyakit infeksi - Falaria - Syphilis - >ypoid abdominal - 'erpes 2o2ter - 'epatitis 4 f. >oksin spesifik - 6ogam berat + emas, bismuth, mecuri. - Dbat-obatan + trimetadion, parametadion, penisilamin. g. Kelainan congenital - syndrom nefrotik herediter h. Sirosis hepatis, kahamilan, obesitas, transplantasi ginjal. E. >anda dan ,ejala ,ejala klinik yang nampak adalah !. Kenaikan berat badan secara progresif dalam beberapa hari minggu. 2. 1dema dapat mencapai ." = dari berat badan. ). 1dema disekitar mata, perut, genetalia dan ekstremitas bawah lebih menonjol .. 1dema anasarka biasanya pada pasien dengan hipoalbuminemia berat %kurang dari !,3 gr !"" ml* 3. 4iasanya timbul asites dimana pasien mengeluh sesak nafas karena pleural effusion. 7. Sering dijumpai kulit ekstremitas pucat, mudah terjadi kerusakan dan rentan terhadap infeksi sekunder. 8. klien mudah lelah atau lethargie tapi tidak kelihatan sakit payah. (. $olume urin berkurang, warna agak keruh dan berbusa, selama beberapa minggu mungkin terdapat hemturia 0. Patofisiologi P1&F1-4969>-S ,6DF1&;6;S F1N9N,K-> Kebocoran P4' melualui urin Kenaikan filtrasi 69P90;&9%protein-bound hormon* plasma protein Penurunan plasma >-. '9P1&KD61S>&D61F9Kenaikan rebsorbsi -64;F9N;&9- Kenaikan sintesis Plasma protein protein dlm sel hepar Katabolisme albumin '9PDP&D>19N1F9- Penurunan $olume 0alam sel tubulus intra$askular

Falnutrisi Kenaikan $olume Eairan interstisial Kehilangan protein Felalui usus %enteropati* Kerusakan sel tubulus -F9ND-S90;&9- S1F4-4 101F%9lmu Penyakit 0alam, Soeparman, 'al 2(7, 4alai Penerbit #K;9, 5akarta !<<"*

S9N0&DF N1#&D>9K P&D>19;&9- F-S9# '9PD-64;F9N1F9>1K-N-N-N DNKD>9K K-P961& /olume darah efektif -kti$asi Simaptetik &enin angiotensin Eirculating Eatecholamine 'umoral >ahanan /askular ,injal -kti$asi -ldosteron 0esakan Starling G >ekanan Kapiler Peritubular &eabsorpsi NaA pada tubulus 6#, N->&9;&1S9S /E1S S1F4-4 Patogenesis Sembab edema pada sindrom nefrotik %9lmu Penyakit 0alam, Soeparman, 'al 2<2, 4alai Penerbit #K;9, 5akarta !<<"*

1. Pemeriksaan 0iagnostik - ;rinalisa - ;rine 2. jam - 4iopsi ginjal - Serum kimia #. Prognosa Prognosa untuk kesemuhan akhir pada umunya baik walaupun kemungkinan berulangnya penyakut la2im terjadi dan keadaan seperti septicemia, peritonitis, atau syok dapat terjadi, akan tetapi sebagian besar pasien seperti alergi dan mempunyai harapan sehat di masa depan. ,. Pencegahan !. 9stirahat 9stirahat baribg dapat mempercepatnya hilangnya edema, ditujukan terutama pada pasien dengan edema anasarka dan infeksi. 2. 0iet 0iet rendah garam %",3 : ! gr sehari* membantu menghilangkan edema. Finum tidak perlu dibatasi karena akan mengganggu fungsi ginjal kecuali bila terdapat hiponatremia. 0iet tinggi protein teutama protein dengan ilai biologik tinggi untuk mengimbangi pengeluaran protein melalui urine, jumlah kalori harus diberikan cukup banyak. '. Pengobatan !. 0iuretikum 4oleh diberikan diuretic jenis saluretik seperti hidroklorotiasid, klortahidon, furosemid atau asam ektarinat. 0apat juga diberikan antagonis aldosteron seperti spironolakton %alkadon* atau kombinasi saluretik dan antagonis aldosteron. 2. -ntibiotik -ntibiotik diberikan bila terdapat infeksi harus diperiksa kemungkinan adanya >4E ). 0igitalis 0iberikan pada pasien yang disertai gagal jantung .. >indakan mekanik

#ungsi asites, fungsi pleura dan fungsi pericardial dilakukan apabila ada indikasi $ital 3. Pengobatan kortikosteroid a. selama 2( hari, prednison diberikan peroral sebanyak 2 mg kg 44 hari dengan dosis maksimum sehari (" mg. b. Kemudian 2( hari kedua, prednison diberikan peroral sebanyak !,3 mg kg 44 hari setiap ) hari dalam satu minngu dengan dosis maksimum 7" mg sehari. 4ila terdapat respon, maka pengobatan ini dilanjutkan secara intermitten selama . minngu.

4-4 999 -S;'-N K1P1&-H->-N

-. Pengkajian 0s + - -pakah terjadi perubahan pola berkemihK - -pakah orang pernah sakit kepala dan mualK - -pakah selera berubahK -pakah anoreksiaK - -pakah suka kecapaianK 0o + - oedema + besar, lokasi, tingkat lekukan. - 9ntake dan output + pemantauan tiap 7 jam sampai stabil - Penimbangan berat badan dan pengukuran lingkar perut. - Kondisi kulit + pengkajian yang sering dari menghebatnya edema yang bisa memecahkan kulit. - Status respiratori + pemantauan tiap giliran dinas sekali %karena memburuknya kegagalan ginjal, oedema paru-paru* - >anda-tanda dan gejala infeksi - 'asil pemeriksaan lab+proteinuria, 606 %6ow 0ensity 6ipoprotein* dan /606 selalu meninggi %/ery 6ow 0ensity 6ipoprotein* meninggi, '06 normal atau menurun.

4. 0iagnosa keperawatan !. ,angguan $olume cairan %lebih* b d kerusakan permeabilitas glomerolus terhadap protein, sodium dan air. 2. ,angguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b d anoreksia.kehilangan protein melalui urin. ). intoleran akti$itas b d lethargi, kelemahan fiik dan bedrest. .. &esiko terhadap infeksi b d efek pemakaian steroid, bedrest dan edema E. >ujuan >ujuan umum + ;ntuk mengurangi proteinuria, koreksi hipoalbuminemia, menghilangkan sembab dan mencegah penyulit-penyulit. >ujuan khusus+ - 0L 9 + Klien dapat mempertahankan keseimbangan cairan - 0L 99 + Kebutuhan nutrisi %protein* tubuh terpenuhi. - 0L.999 + Klien dapat berpartisipasi dalam melakukan akti$itas untuk mencegah kebosanan dan klien tidak tergantung pada orang lain dalam melakukan akti$itas - 0L.9/ + >idak terjadi infeksi

0.&1NE-N- >9N0-K-N 0iagnosa Keperawatan Kriteia 'asil &encana >indakan &asional 0L. 9 ,angguan /olume cairan %lebih* b d kerusakan permeabilitas glomerolus terhadap protein, sodium dan air. % 0oenges, &encana -suhan Keperawatan, 'al. 7!3*

Kriteria hasil + - edema anasarka - intake dan output seimbang - tidak terjadi proteinuria.

- !.! kaji tanda : tanda kelebihan cairan %ukur tekanan darah, timbang berat badan, periksa adanya edema*

!.2 catat intake dan output setiap hari pada waktu yang sama

!.) berikan diit rendah garam tinggi protein sesuai aturan.

!.. >est berat jenis urin dan adanya protein dalam urin

!.3 >est jumlah protein, albumin dalam darah. !.7 Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat-obatan.

!.! Pada nefrotik syndrom terjadi hypoalbuminemia sehingga tekanan osmotic plasma berkurang dengan tekanan hidrostatik kapiler meningkat sehingga terjadi kebocoran plasma ke jaringan intertisia dan terjadilah edema. !.2 Pemantauan cairan peroral dengan parenteral serta output yang cermat diperlukan untuk pengendalian edema, selain mengetahui jumlah dan komposisi 2at gi2i yang masuk ke dalam tubuh untuk mengimbangi kehilangan protein yang terjadi !.) Pemberian diit rendah garam tinggi protein diperlukan untuk mengurangi edema dan untuk mengganti protein melalui urine, sehingga protein dalam tubuh mencukupi kebutuhan. !.. Peningkatan derajat jenis urin menunjukkan kepekatan urine dan banyaknya elektrolit yang keluar melalui urine. Protein dalam urine meninjukkan adanya kerusakan pada glomerolus. !.3 ;ntuk mengetahui banyaknya penurunan protein yang terjadi. !.7 Pemberian obat yang tepat dan cepat akan mempercepat proses penyembuhan penyakit. 0iagnosa Keperawatan Kriteia 'asil &encana >indakan &asional 0L. 99 ,angguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b d anoreksia, kehilangan protein melalui urine %&encana -skep, 0oenges, hal 72"* Kriteria hasil + - Nafsu makan meningkat - Hajah tidak pucat - -lbumin dalam batas normal %),3 : 3,3 gr dl* 2.! Kaji staus nutrisi kien 2.2 4erikan diit tinggi protein 2.) 4erikan makan dalam porsi kecil tapi sering

2..Eatat intake makanan setiap habis makan. 2.34erikan suasana yang menyenangkan dan santai saat makan. 2.!Status nutrisi ditegakkan sebagai perbandingan dalam menentukan perubahan nutrisi klien selama sakit. 2.2 0iit tinggi protein diperlukan untuk menggantikan hilangnya protein dalam urine. 2.) 0engan porsi makan yang kecil tapi sering akan membantu klien untuk tetap dapat mempertahankan staus nutrisinya. 2.. ;ntuk menge$aluasi jumlah kalori yang masuk 2.3 Suasana yang menyenangkan dan santai akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis klien.

0iagnosa Keperawatan Kriteia 'asil &encana >indakan &asional 0L. 999 9ntoleran akti$itas b d lethargi, kelemahan fisik dan bedrest %&encana -skep, 0oenges, 3)7* Kriteria hasil + - >ubuh tidak terasa lemah lagi - Hajah tidak pucat dan nampak segar - 4isa melakukan akti$itas fisik sendiri. ).! Kaji tingkat respon terhadap akti$itas

).2 Pantau nadi selama dan sesudah akti$itas. ).) &encanakan perawatan untuk memberikan istirahat yang optimal ).. 4erikan dorongan dan ajarkan pernafasan bibir aktifitas.

).3 Panatu terhadap tanda keletihan ekstremitas, nyeri dada atau diaforesis selama dan sesudah aktifitas. ).!Peningkatan toleransi aktifitas-altifitas menunjukkan ketidaktergantungan klien sehingga perawat mampu merencanakan inter$ensi berikutnya. ).2 /ital sign dapat berubah apabila beraktifitas berlebihan sehingga menimbulkan kelelahan ).) Klien harus beristirahat optimal sehingga tidak melakukan aktifitas berat yang memerlukan energi lebih banyak. ).. Pernafasan bibir mempertahankan jalan nafas yang terbuka lebih lama selam ekhshalasi dan pengeluaran. ).3 Keletihan ektremitas menandakan ketergantungan penuh terhadap perawat sehingga perawat mampu menentukan inter$ensi selanjutnya.

0iagnosa Keperawatan Kriteia 'asil &encana >indakan &asional 0L. 9/ &esiko terhadap infeksi b d pemakaian steroid, bedrest dan edema %&encana -skep. 0oenges, 'al. 722* Kriteria hasil + - >idak terdapat protein dalam urine - 1dema berkurang - ;rine berwarna kuning jernih - Suhu dan tubuh dalam batas normal. ..! Kaji tanda-tanda infeksi ..2 Pantau kadar leukosit dalam darah ..) lakukan perawatan kulit secara teratur %mandi teratur, masase kulit dll* ... -njurkan klien ambulasi dini

..3 Penuhi nutrisi secara optimal ..!. Pemantauan tanda-tanda infeksi dini akan memperoleh proses penanganan selanjutnya ..2 Peningkatan leukosit menandakan adanya infeksi dalam tubuh. ..) Perawatan kulit meningkatkan kulit tetap kering dan bersih sehingga tidak mudah terjadi infeksi. ... -mbulasi dini mencegah dari atrofi otot, penekanan yang lama pada salah satu bagian tubuh dapat menyebabkan gangguan sirkulasi. ..3 Nutrisi optimal dapat mencukupi kebutuhan tubuh sebagai proteksi alami dari tubuh.

4-4 9/

P1N;>;P

-. &angkuman 0alam makalah ini penulis telah menyimpulkan sebagi berikut + - Sindrom nefrotik adalah sebagai suatu sindrom yang disebabkan oleh perubahan generatif ginjal tanpa peradangan. - Sindrom nefrotik adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperkolesteronemia. - -dapun tanda dan gejalanya adalah kenaikan berat badan secara progresif , edema, asites, kulit ekstremitas pucat, klien mudah lelah, $olume urin berkurang - Prinsip asuhan keperawatan pada klien dengan nefrotik sindrom adalah didasarkan pada permasalahan yaitu mengatasi perubahan $olume cairan, perubahan nutrisi,intoleran aktifitas dan potensial infeksi. http+ keperawatantakim.blogspot.com 2""< ". askepnefrotiksyndrom.html

Askep Sindrom Nefrotik As*+an Kepera,atan pada K#ien Sindrom Nefrotik ! Sindrom nefrotik merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan proteinuria, hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia, dan adanya edema. Kadang-kadang disertai hematuri, hipertensi dan menurunnya kecepatan filtrasi glomerulus. Sebab pasti belum jelas, dianggap sebagai suatu penyakit autoimun.

Sindrom Nefrotik Secara umum etiologi dibagi menjadi sindrom nefrotik bawaan, sekunder, idiopatik dan sklerosis glomerulus. Penyakit ini biasanya timbul pada 2 !""""" anak setiap tahun. Primer terjadi pada anak pra sekolah dan anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sangat penting karena pada pasien sindrom nefrotik sering timbul berbagai masalah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia. Perawat diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai. #okus asuhan keperawatan adalah mengidentifikasi masalah yang timbul, merumuskan diagnosa keperawatan, membuat rencana keperawatan, melaksanakan dan menge$aluasi tindakan yang telah diberikan apakah sudah diatasi atau belum atau perlu modifikasi. Konsep Sindrom Nefrotik Pengertian Sindrom Nefrotik Sindrom Nefrotik adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbunemia dan hiperkolesterolemia %&usepno, ', dkk. 2""", ()2*. Sindrom Nefrotik adalah status klinis yang ditandai dengan peningkatan permeabilitas membran glomerulus terhadap protein, yang mengakibatkan kehilangan protein urinaris yang massif %0onna 6. Hong, 2"".*. Sindrom Nefrotik merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh injuri glomerular yang terjadi pada anak dengan karakteristikM proteinuria, hipoproteinuria, hipoalbuminemia, hiperlipidemia, dan edema %Suriadi dan &ita Nuliani, 2""!*. Sindrom nefrotik merupakan sekumpulan gejala yang terdiri dari proteinuria masif %lebih dari 3" mg kg44 2. jam*, hipoalbuminemia %kurang dari 2,3 gram !"" ml* yang disertai atau tidak disertai dengan edema dan hiperkolesterolemia. %&auf, 2""2*. Etio#ogi Sindrom Nefrotik Sebab pasti belum jelas. Saat ini dianggap sebagai suatu penyakit autoimun. Secara umum etiologi dibagi menjadi + a. Sindrom nefrotik bawaan.

,ejala khas adalah edema pada masa neonatus. b. Sindrom nefrotik sekunder

Penyebabnya adalah malaria, lupus eritematous diseminata, ,N- dan ,NK, bahan kimia dan amiloidosis. c. d. Sindrom nefrotikidiopatik Sklerosis glomerulus.

Insiden Sindrom Nefrotik a.9nsidens lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan. b.Fortalitas dan prognosis anak dengan sindrom nefrotik ber$ariasi berdasarkan etiologi, berat, luas kerusakan ginjal, usia anak, kondisi yang mendasari, dan responnya trerhadap pengobatan c.Sindrom nefrotik jarang menyerang anak dibawah usia ! tahun d.Sindrom nefrotik perubahan minimal %SNPF* menacakup 7" - <" = dari semua kasus sindrom nefrotik pada anak e.-ngka mortalitas dari SNPF telah menurun dari 3" = menjadi 3 = dengan majunya terapi dan pemberian steroid. f.4ayi dengan sindrom nefrotik tipe finlandia adalah calon untuk nefrektomi bilateral dan transplantasi ginjal. %Eecily 6 4et2, 2""2* Patofisio#ogi Sindrom Nefrotik -danya peningkatan permiabilitas glomerulus mengakibatkan proteinuria masif sehingga terjadi hipoproteinemia. -kibatnya tekanan onkotik plasma menurun karean adanya pergeseran cairan dari intra$askuler ke intestisial. /olume plasma, curah jantung dan kecepatan filtrasi glomerulus berkurang mengakibatkan retensi natrium. Kadar albumin plasma yang sudah merangsang sintesa protein di hati, disertai peningkatan sintesa lipid, lipoprotein dan trigliserida.

a.Feningkatnya permeabilitas dinding kapiler glomerular akan berakibat pada hilangnya protein plasma dan kemudian akan terjadi proteinuria. 6anjutan dari proteinuria menyebabkan hipoalbuminemia. 0engan menurunnya albumin, tekanan osmotik plasma menurun sehingga cairan intra$askuler berpindah ke dalam interstitial. Perpindahan cairan tersebut menjadikan $olume cairan intra$askuler berkurang, sehingga menurunkan jumlah aliran darah ke renal karena hypo$olemi. b.Fenurunnya aliran darah ke renal, ginjal akan melakukan kompensasi dengan merangsang produksi renin - angiotensin dan peningkatan sekresi anti diuretik hormon %-0'* dan sekresi aldosteron yang kemudian terjadi retensi kalium dan air. 0engan retensi natrium dan air akan menyebabkan edema. c.>erjadi peningkatan kolesterol dan trigliserida serum akibat dari peningkatan stimulasi produksi lipoprotein karena penurunan plasma albumin dan penurunan onkotik plasma d.-danya hiper lipidemia juga akibat dari meningkatnya produksi lipopprtein dalam hati yang timbul oleh karena kompensasi hilangnya protein, dan lemak akan banyak dalam urin %lipiduria* e.Fenurunya respon imun karena sel imun tertekan, kemungkinan disebabkan oleh karena hipoalbuminemia, hiperlipidemia, atau defesiensi seng. %Suriadi dan &ita yuliani, 2""! +2!8*

&e'a#a K#inis Sindrom Nefrotik 1dema, sembab pada kelopak mata 1dema biasanya ber$ariasi dari bentuk ringan sampai berat %anasarka*. 1dema biasanya lunak dan cekung bila ditekan %pitting*, dan umumnya ditemukan disekitar mata %periorbital* dan berlanjut ke abdomen daerah genitalia dan ekstermitas bawah.

&entan terhadap infeksi sekunder 'ematuria, a2otemeia, hipertensi ringan Kadang-kadang sesak karena ascites Produksi urine berkurang -noreksia dan diare disebabkan karena edema mukosa usus. Sakit kepala, malaise, nyeri abdomen, berat badan meningkat dan keletihan umumnya terjadi.

Pemeriksaan (a)oratori*m 45 urine meninggi 'ipoalbuminemia Kadar urine normal -nemia defisiensi besi 610 meninggi Kalsium dalam darah sering merendah Kadang-kdang glukosuria tanpa hiperglikemia.

Penata#aksanaan Sindrom Nefrotik 9stirahat sampai edema tinggal sedikit 0iet protein ) - . gram kg 44 hari

0iuretikum + furosemid ! mg kg44 hari. 4ergantung pada beratnya edema dan respon pengobatan. 4ila edema refrakter, dapat digunakan hididroklortia2id %23 - 3" mg hari*, selama pengobatan diuretik perlu dipantau kemungkinan hipokalemi, alkalosis metabolik dan kehilangan cairan intra$askuler berat. Kortikosteroid + Selama 2( hari prednison diberikan per oral dengan dosis 7" mg hari luas permukaan badan %!bp* dengan maksimum (" mg hari. Kemudian dilanjutkan dengan prednison per oral selama 2( hari dengan dosis ." mg hari !bp, setiap ) hari dalam satu minggu dengan dosis maksimum 7" mg hari. 4ila terdapat respon selama pengobatan, maka pengobatan ini dilanjutkan secara intermitten selama . minggu -ntibiotika bila ada infeksi Punksi ascites 0igitalis bila ada gagal jantung.

Komp#ikasi Sindrom Nefrotik a. 9nfeksi sekunder mungkin karena kadar imunoglobulin yang rendah akibat hipoalbuminemia.

b. Syok + terjadi terutama pada hipoalbuminemia berat %B ! gram !""ml* yang menyebabkan hipo$olemia berat sehingga menyebabkan syok. c. >rombosis $askuler + mungkin akibat gangguan sistem koagulasi sehingga terjadi peninggian fibrinogen plasma.

d. Komplikasi yang bisa timbul adalah malnutrisi atau kegagalan ginjal. %&auf, .2""2 + .28-2(*.

Konsep As*+an Kepera,atan pada Sindrom Nefrotik !. a. Pengkajian 9dentitas.

;mumnya <" = dijumpai pada kasus anak. 1nam %7* kasus pertahun setiap !"".""" anak terjadi pada usia kurang dari !. tahun. &asio lakilaki dan perempuan yaitu 2 + !. Pada daerah endemik malaria banyak mengalami komplikasi sindrom nefrotik. b. !* &iwayat Kesehatan. Keluhan utama.

4adan bengkak, muka sembab dan napsu makan menurun 2* &iwayat penyakit dahulu.

1dema masa neonatus, malaria, riwayat ,N- dan ,NK, terpapar bahan kimia. )* &iwayat penyakit sekarang.

4adan bengkak, muka sembab, muntah, napsu makan menurun, konstipasi, diare, urine menurun. c. &iwayat kesehatan keluarga.

Karena kelainan gen autosom resesif. Kelainan ini tidak dapat ditangani dengan terapi biasa dan bayi biasanya mati pada tahun pertama atau dua tahun setelah kelahiran. d. &iwayat kehamilan dan persalinan

>idak ada hubungan. e. &iwayat kesehatan lingkungan.

1ndemik malaria sering terjadi kasus NS. f. 9munisasi.

>idak ada hubungan. g. &iwayat pertumbuhan dan perkembangan.

4erat badan ? umur %tahun* @ 2 A ( >inggi badan ? 2 kali tinggi badan lahir. Perkembangan psikoseksual + anak berada pada fase oedipal falik dengan ciri meraba-raba dan merasakan kenikmatan dari beberapa daerah erogennya, senang bermain dengan anak berjenis kelamin beda, oedipus kompleks untuk anak laki-laki lebih dekat dengan ibu, elektra kompleks untuk anak perempuan lebih dekat dengan ayah. Perkembangan psikososial + anak berada pada fase pre school %inisiati$e $s rasa bersalah* yaitu memiliki inisiatif untuk belajar mencari pengalaman baru. 5ika usahanya diomeli atau dicela anak akan merasa bersalah dan menjadi anak peragu. Perkembangan kognitif + masuk tahap pre operasional yaitu mulai mempresentasekan dunia dengan bahasa, bermain dan meniru, menggunakan alat-alat sederhana. Perkembangan fisik dan mental + melompat, menari, menggambar orang dengan kepala, lengan dan badan, segiempat, segitiga, menghitung jari-jarinya, menyebut hari dalam seminggu, protes bila dilarang, mengenal empat warna, membedakan besar dan kecil, meniru akti$itas orang dewasa. &espon hospitalisasi + sedih, perasaan berduka, gangguan tidur, kecemasan, keterbatasan dalam bermain, rewel, gelisah, regresi, perasaan berpisah dari orang tua, teman.

h.

&iwayat nutrisi.

;sia pre school nutrisi seperti makanan yang dihidangkan dalam keluarga. Status gi2inya adalah dihitung dengan rumus %44 terukur dibagi 44 standar* @ !"" =, dengan interpretasi + B 7" = %gi2i buruk*, B )" = %gi2i sedang* dan C (" = %gi2i baik*. i. a* Pengkajian persistem. Sistem pernapasan.

#rekuensi pernapasan !3 - )2 @ menit, rata-rata !( @ menit, efusi pleura karena distensi abdomen b* Sistem kardio$askuler.

Nadi 8" - !!" @ mnt, tekanan darah <3 73 - !"" 7" mm'g, hipertensi ringan bisa dijumpai. c* Sistem persarafan.

0alam batas normal. d* Sistem perkemihan.

;rine 2. jam 7""-8"" ml, hematuri, proteinuria, oliguri. e* Sistem pencernaan.

0iare, napsu makan menurun, anoreksia, hepatomegali, nyeri daerah perut, malnutrisi berat, hernia umbilikalis, prolaps anii. f* Sistem muskuloskeletal.

0alam batas normal. g* Sistem integumen.

1dema periorbital, ascites. h* Sistem endokrin

0alam batas normal i* Sistem reproduksi

0alam batas normal. j. Persepsi orang tua

Kecemasan orang tua terhadap kondisi anaknya. 2. a* 0iagnosa dan &encana Keperawatan Sindrom Nefrotik Kelebihan $olume cairan berhubungan dengan kehilangan protein sekunder terhadap peningkatan permiabilitas glomerulus.

>ujuan $olume cairan tubuh akan seimbang dengan kriteria hasil penurunan edema, ascites, kadar protein darah meningkat, output urine adekuat 7"" - 8"" ml hari, tekanan darah dan nadi dalam batas normal. 9nter$ensi + !. Eatat intake dan output secara akurat. &asional + 1$aluasi harian keberhasilan terapi dan dasar penentuan tindakan

2$ Kaji dan catat tekanan darah, pembesaran abdomen, 45 urine. &asional + >ekanan darah dan 45 urine dapat menjadi indikator regimen terapi

%$ >imbang berat badan tiap hari dalam skala yang sama. &asional + 1stimasi penurunan edema tubuh &$ 4erikan cairan secara hati-hati dan diet rendah garam. &asional + Fencegah edema bertambah berat '$ 0iet protein !-2 gr kg 44 hari. &asional + Pembatasan protein bertujuan untuk meringankan beban kerja hepar dan mencegah bertamabah rusaknya hemdinamik ginjal. b* Perubahan nutrisi ruang dari kebutuhan berhubungan dengan malnutrisi sekunder terhadap kehilangan protein dan penurunan napsu makan. >ujuan kebutuhan nutrisi akan terpenuhi dengan kriteria hasil napsu makan baik, tidak terjadi hipoprtoeinemia, porsi makan yang dihidangkan dihabiskan, edema dan ascites tidak ada. 9nter$ensi + !. Eatat intake dan output makanan secara akurat. &asional + Fonitoring asupan nutrisi bagi tubuh

2. Kaji adanya anoreksia, hipoproteinemia, diare. &asional + ,angguan nuirisi dapat terjadi secara perlahan. 0iare sebagai reaksi edema intestinal ). c* Pastikan anak mendapat makanan dengan diet yang cukup. &asional + Fencegah status nutrisi menjadi lebih buruk. &esiko tinggi infeksi berhubungan dengan imunitas tubuh yang menurun.

>ujuan tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil tanda-tanda infeksi tidak ada, tanda $ital dalam batas normal, ada perubahan perilaku keluarga dalam melakukan perawatan. 9nter$ensi + !. 6indungi anak dari orang-orang yang terkena infeksi melalui pembatasan pengunjung. &asional + Feminimalkan masuknya organisme. 2. ). >empatkan anak di ruangan non infeksi. &asional + Fencegah terjadinya infeksi nosokomial. Euci tangan sebelum dan sesudah tindakan. &asional + Fencegah terjadinya infeksi nosokomial.

.. 6akukan tindakan in$asif secara aseptik. &asional + Fembatasi masuknya bakteri ke dalam tubuh. 0eteksi dini adanya infeksi dapat mencegah sepsis. d* Kecemasan anak berhubungan dengan lingkungan perawatan yang asing %dampak hospitalisasi*.

>ujuan kecemasan anak menurun atau hilang dengan kriteria hasil kooperatif pada tindakan keperawatan, komunikatif pada perawat, secara $erbal mengatakan tidak takur. 9nter$ensi + !. /alidasi perasaan takut atau cemas. &asional + Perasaan adalah nyata dan membantu pasien untuk tebuka sehingga dapat menghadapinya. 2. Pertahankan kontak dengan klien. &asional + Femantapkan hubungan, meningkatan ekspresi perasaan.

). ;payakan ada keluarga yang menunggu. &asional + 0ukungan yang terus menerus mengurangi ketakutan atau kecemasan yang dihadapi. .. -njurkan orang tua untuk membawakan mainan atau foto keluarga. &asional + Feminimalkan dampak hospitalisasi terpisah dari anggota keluarga. DAFTAR P/STAKA 4erhman G Kliegman %!<(8*, Essentials of Pediatrics, H. 4 Saunders, Philadelphia. 0oengoes et. al, %!<<<*, Rencana Asuhan Keperawatan, alih bahasa Fade Kariasa, 1,E, 5akarta

Fatondang, dkk. %2"""*, Diagnosis Fisis Pada Anak, Sagung Seto, 5akarta Ngastiyah, %!<<8*, Perawatan Anak Sakit, 1,E, 5akarta &usepno, 'asan, dkk. %2"""*, Ilmu Kesehaatan Anak 2, 9nfomedica, 5akarta >jokronegoro G 'endra ;tama, %!<<)*, uku A!ar "efrologi, 4alai Penerbit #K;9, 5akarta. OO-, %!<<.*, Pedoman Diagnosis dan #erapi, &S;0 0r. Soetomo-6ab ;P# 9K-, Surabaya. http+ nursingbegin.com askep-sindrom-nefrotik