Anda di halaman 1dari 17

Askep Benigna Prostat Hipertropi (BPH)

8 October 2010 ichadchemical Rate This A. Pengertian Hipertropi Prostat adalah hiperplasia dari kelenjar peri rethral !ang kem dian mendesak jaringan prostat !ang asli ke peri"er dan menjadi simpai bedah. #$ong% &im de% 1''8(. )enigna Prostat Hiperplasi # )PH ( adalah pembesaran jinak kelenjar prostat% disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa ata sem a komponen prostat melip ti jaringan kelenjar * jaringan "ibrom sk ler !ang men!ebabkan pen! mbatan retra pars prostatika #+ab * ,P.lm )edah R/,0 dr. / tomo% 1''1 2 1'3(. ). 4tiologi Pen!ebab terjadin!a )enigna Prostat Hipertropi bel m diketah i secara pasti. Tetapi han!a 2 "aktor !ang mempengar hi terjadin!a )enigne Prostat H!pertropi !ait testis dan sia lanj t. Ada beberapa teori mengem kakan mengapa kelenjar peri rethral dapat mengalami hiperplasia% !ait 2 Teori /el /tem #.saacs 1'81( )erdasarkan teori ini jaringan prostat pada orang de5asa berada pada keseimbangan antara pert mb han sel dan sel mati% keadaan ini diseb t stead! state. Pada jaringan prostat terdapat sel stem !ang dapat berproli"erasi lebih cepat% sehingga terjadi hiperplasia kelenjar peri rethral. Teori 67 8eal #1'98( 6en r t 67. 8eal% pembesaran prostat jinak dim lai dari :ona transisi !ang letakn!a sebelah proksimal dari spincter eksterna pada ked a sisi ;eromontat m di :ona peri rethral. 7. Anatomi -isiologi <elenjar proatat adalah s at jaringan "ibrom sk lar dan kelenjar grand lar !ang melingkari rethra bagian proksimal !ang terdiri dari kelnjar majem k% sal ran=sal ran dan otot polos terletak di ba5ah kand ng kemih dan melekat pada dinding kand ng kemih dengan k ran panjang 2 3=1 cm dan lebar 2 1%1 cm% tebal 2 2%> cm dan sebesar biji kenari% pembesaran pada prostat akan membend ng retra dan dapat men!ebabkan retensi rine% kelenjar prostat terdiri dari lob s posterior lateral% anterior dan lob s medial% kelenjar prostat berg na nt k melind ngi spermato:oa terhadap tekanan !ang ada retra dan ;agina. /erta menambah cairan alkalis pada cairan seminalis. 0. Pato"isiologi

6en r t 6ansjoer Ari" tah n 2000 pembesaran prostat terjadi secara perlahan=lahan pada trakt s rinari s. Pada tahap a5al terjadi pembesaran prostat sehingga terjadi per bahan "isiologis !ang mengakibatkan resistensi retra daerah prostat% leher ;esika kem dian detr sor mengatasi dengan kontraksi lebih k at. /ebagai akibatn!a serat detr sor akan menjadi lebih tebal dan penonjolan serat detr sor ke dalam m kosa b li=b li akan terlihat sebagai balok=balok !ang tampai #trabek lasi(. $ika dilihat dari dalam ;esika dengan sitoskopi% m kosa ;esika dapat menerobos kel ar di antara serat detr sor sehingga terbent k tonjolan m kosa !ang apabila kecil dinamakan sak la dan apabila besar diseb t di;erkel. -ase penebalan detr sor adalah "ase kompensasi !ang apabila berlanj t detr sor akan menjadi lelah dan akhirn!a akan mengalami dekompensasi dan tidak mamp lagi nt k kontraksi% sehingga terjadi retensi rin total !ang berlanj t pada hidrone"rosis dan dis" ngsi sal ran kemih atas. 4. Tanda dan ?ejala Hilangn!a kek atan pancaran saat miksi #bak tidak lampias( <es litan dalam mengosongkan kand ng kemih.

Rasa n!eri saat mem lai miksi* Adan!a rine !ang bercamp r darah #hemat ri(.

-. <omplikasi Aterosclerosis .n"ark jant ng


.mpoten Haemoragik post operasi -ist la /trikt r pasca operasi @ inconentia rine

?. Pemeriksaan 0iagnosis 1. +aboratori m 6elip ti re m #),8(% kreatinin% elekrolit% tes sensiti;itas dan biakan rin. 2. Radiologis.ntra;ena p!logra"i% )8O% sistogram% retrograd% ,/?% 7t /canning% c!stoscop!% "oto polos abdomen. .ndikasi sistogram retrogras dilak kan apabila " ngsi ginjal b r k% ltrasonogra"i dapat dilak kan secara trans abdominal ata trans rectal #TR,/ A Trans Rectal ,ltra /onogra"i(% selain nt k mengetah i pembesaran prostat ltra sonogra"i dapat p la menent kan ;ol me b li=b li% meng k t sisa rine dan keadaan patologi lain seperti di"ertikel% t mor dan bat #/!ams hida!at dan &im 0e $ong% 1''9(. 3. Prostatektomi Retro P bisPemb atan insisi pada abdomen ba5ah% tetapi kand ng kemih tidak dib ka% han!a ditarik dan jaringan ademato s prostat diangkat melal i insisi pada anterior kaps la prostat. 1. Prostatektomi Parineal

Bait pembedahan dengan kelenjar prostat dib ang melal i perine m. H. Penatalaksanaan 1. 8on Operati" o Pembesaran hormon estrogen @ progesteron
o o o o

6assase prostat% anj rkan sering mast rbasi Anj rkan tidak min m ban!ak pada 5akt !ang pendek 7egah min m obat antikolinergik% antihistamin @ dengostan Pemasangan kateter.

2. Operati" .ndikasi 2 terjadi pelebaran kand ng kemih dan rine sisa 9C0 ml
o o o o

T,R #Trans ,retral Resection( /TP #/ probic Transersal Prostatectom!( Retrop bic 4Dtra;esical Prostatectom!( Prostatectom! Perineal

As han <epera5atan pada Pasien dengan )enigna Prostat Hipertropi #)PH( A. Pengkajian 1. 0ata s b!ekti" 2 o Pasien mengel h sakit pada l ka insisi.
o o o

Pasien mengatakan tidak bisa melak kan h b ngan seks al. Pasien selal menan!akan tindakan !ang dilak kan. Pasien mengatakan b ang air kecil tidak terasa.

2. 0ata Ob!ekti" 2
o o o o o o

Terdapat l ka insisi Takikardi ?elisah Tekanan darah meningkat 4kspresi 5 ajah ketak tan Terpasang kateter

). 0iagnosa <epera5atan !ang 6 ngkin 6 nc l 1. ?angg an rasa n!aman 2 n!eri berh b ngan dengan spasme otot spincter 2. < rang pengetah an 2 tentang T,R=P berh b ngan dengan k rang in"ormasi

3. ?angg an pola tid r berh b ngan dengan n!eri * e"ek pembedahan 7. .nter;ensi 1. 0iagnosa <epera5atan 1. 2 ?angg an rasa n!aman 2 n!eri berh b ngan dengan spasme otot spincter T j an 2 /etelah dilak kan pera5atan selama 3=C hari pasien mamp mempertahankan derajat ken!amanan secara adek at. <riteria hasil 2
o o

/ecara ;erbal pasien meng ngkapkan n!eri berk rang ata hilang. Pasien dapat beristirahat dengan tenang.

.nter;ensi 2
o o

<aji n!eri% perhatikan lokasi% intensitas #skala 0 E 10( 6onitor dan catat adan!a rasa n!eri% lokasi% d rasi dan "aktor pencet s serta penghilang n!eri. Obser;asi tanda=tanda non ;erbal n!eri #gelisah% kening mengker t% peningkatan tekanan darah dan den! t nadi( )eri ompres hangat pada abdomen ter tama per t bagian ba5ah. Anj rkan pasien nt k menghindari stim lan #kopi% teh% merokok% abdomen tegang( At r posisi pasien sen!aman m ngkin% ajarkan teknik relaksasi +ak kan pera5atan aseptik terape tik +aporkan pada dokter jika n!eri meningkat.

o o

o o o

2. 0iagnosa <epera5atan 2. 2 < rang pengetah an2 tentang T,R=P berh b ngan dengan k rang in"ormasi T j an 2 <lien dapat meng raikan pantangan kegiatan serta keb t han berobat lanj tan . <riteria hasil 2
o o o

<lien akan melak kan per bahan perilak . <lien berpartisipasi dalam program pengobatan. <lien akan mengatakan pemahaman pada pantangan kegiatan dan keb t han berobat lanj tan.

.nter;ensi 2
o

)eri penjelasan nt k mencegah akti"itas berat selama 3=1 mingg .

)eri penjelasan nt k mencegah mengedan 5akt )A) selama 1=> mingg F dan memakai pel mas tinja nt k laksati" ses ai keb t han. Pemas kan cairan sek rangEk rangn!a 2C00=3000 ml*hari. Anj rkan nt k berobat lanj tan pada dokter. <osongkan kand ng kemih apabila kand ng kemih s dah pen h.

o o o

3. 0iagnosa <epera5atan 3. 2 ?angg an pola tid r berh b ngan dengan n!eri * e"ek pembedahan T j an 2 <eb t han tid r dan istirahat terpen hi <riteria hasil 2
o o o

<lien mamp beristirahat * tid r dalam 5akt !ang c k p. <lien meng ngkapan s dah bisa tid r. <lien mamp menjelaskan "aktor penghambat tid r.

.nter;ensi 2
o

$elaskan pada klien dan kel arga pen!ebab gangg an tid r dan kem ngkinan cara nt k menghindari. 7iptakan s asana !ang mend k ng% s asana tenang dengan meng rangi kebisingan.

o o

)eri kesempatan klien nt k meng ngkapkan pen!ebab gangg an tid r. <olaborasi dengan dokter nt k pemberian obat !ang dapat meng rangi n!eri #analgesik(.

0a"tar P staka 0oenges% 6.4.% 6arr!% -..6 and Alice% 7.?.% 2000. Rencana As han <epera5atan 2 Pedoman ,nt k Perencanaan 0an Pendok mentasian Pera5atan Pasien. $akarta% Penerbit ) k <edokteran 4?7. +ong% ).7.% 1''>. Pera5atan 6edikal )edah 2 / at Pendekatan Proses <epera5atan. $akarta% Penerbit ) k <edokteran 4?7. +ab * ,P- .lm )edah% 1''1. Pedoman 0iagnosis 0an Terapi. / raba!a% -ak ltas <edokteran Airlangga * R/,0. dr. /oetomo. Hardjo5idjoto /. #1'''(.)enigna Prostat Hiperplasia. Airlangga ,ni;ersit! Press. / raba!a /oeparman. #1''0(. .lm Pen!akit 0alam. $ilid ... -<,.. $akarta.

Posted in < mp lan A/,HA8 k4P4RA&ATA8. +ea;e a 7omment G


http://ichadchemical.wordpress.com/2010/10/08/askep-benigna-prostat-hipertropi-bph/ ASKEP HIPERTROPI PROSTAT Pengertian Hipertropi Prostat Hipertropi Prostat adalah hiperplasia dari kelenjar periurethral ang kemudian mendesak jaringan prostat ang asli ke peri!er dan menjadi simpai bedah. "#ong$ %im de$ 1&&8'. (tiologi )an ak teori ang menjelaskan terjadin a pembesaran kelenjar prostat$ namun sampai sekarang belum ada kesepakatan mengenai hal tersebut. *da beberapa teori mengemukakan mengapa kelenjar periurethral dapat mengalami hiperplasia$ aitu : +eori ,el ,tem "-saacs 1&8.' )erdasarkan teori ini jaringan prostat pada orang dewasa berada pada keseimbangan antara pertumbuhan sel dan sel mati$ keadaan ini disebut stead state. Pada jaringan prostat terdapat sel stem ang dapat berproli!erasi lebih cepat$ sehingga terjadi hiperplasia kelenjar periurethral. +eori /0 1eal "1&28' /enurut /0. 1eal$ pembesaran prostat jinak dimulai dari 3ona transisi ang letakn a sebelah proksimal dari spincter eksterna pada kedua sisi 4eromontatum di 3ona periurethral. +eori 5i Hidro +estosteron "5H+' +estosteron adalah hormon pria ang dihasilkan oleh sel le ding. +estosteron sebagian besar dihasilkan oleh kedua testis$ sehingga timbuln a pembesaran prostat memerlukan adan a testis ang normal. #umlah testosteron ang dihasilkan oleh testis kira-kira &0 6 dari seluruh produksi testosteron$ sedang ang 10 6 dihasilkan oleh kelenjar adrenal. ,ebagian besar testosteron dalam tubuh berada dalam keadaan terikat dengan protein dalam bentuk ,erum )inding Hormon ",)H'. ,ekitar 2 6 testosteron berada dalam keadaan bebas. Hormon ang bebas inilah ang memegang peranan dalam proses terjadin a pembesaran kelenjar prostat. +estosteron bebas dapat masuk ke dalam sel prostat dengan menembus membran sel ke dalam sitoplasma sel prostat sehingga membentuk 5H+ 7 reseptor komplek ang akan mempengaruhi *sam 8ibo 1ukleat "81*' ang dapat men ebabkan terjadin a sintetis protein sehingga dapat terjadi proli!erasi sel "/0 0onnel 1&&0'. Perubahan keseimbangan testosteron 90 tahun ke atas.dan estrogen dapat terjadi dengan bertambahn a usia *natomi 5an :isiologi ,pincter e;terna mengelilingi urethra di bawah 4esica urinaria pada wanita$ tetapi pada lakilaki terdapat kelenjar prostat ang berada dibelakang spincter penutup urethra. Prostat mengekskresikan cairann a ke dalam urethra pada saat ejakulasi$ cairan prostat ini memberi makanan kepada sperma. 0airan ini memasuki urethra pars prostatika dari 4as de!erens. Prostat dilewati oleh : a. 5uctus ejakulatorius$ terdiri dari 2 buah berasal dari 4esica seminalis bermuara ke urethra. b. <rethra itu sendiri$ ang panjangn a 12 7 2= cm. ,ecara otomatis besarn a prostat adalah sebagai berikut : a. +rans4ersal : 1$9 inchi b. >ertical : 1$29 inchi c. *nterior Posterior : 0$29 inchi Prostat terdiri dari 9 lobus aitu :

a. 5ua lobus lateralis b. ,atu lobus posterior c. ,atu lobus anterior d. ,atu lobus medial ?elenjar prostat kira-kira sebesar buah kenari besar$ letakn a di bawah kandung kemih. 1ormal beratn a prostat pada orang dewasa diperkirakan 20 gram. Pato!isiologi )iasan a ditemukan gejala dan tanda obstruksi dan iritasi. *dan a obstruksi jalan kemih berarti penderita harus menunggu pada permulaan miksi$ miksi terputus$ menetes pada akhir miksi$ pancaran miksi menjadi melemah$ dan rasa belum puas selesai miksi. @ejala iritasi disebabkan oleh hipersenti4itas otot detrusor$ berarti bertambahn a !rekuensi miksi$ nokturia$ miksi sulit ditahan dan disuria. @ejala obstruksi terjadi karena detrusor gagal berkontraksi dengan cukup kuat atau gagal berkontraksi cukup lama sehingga kontraksi terputus-putus. @ejala iritasi terjadi karena pengosongan ang tidak sempurna pada saat miksi atau pembesaran prostat men ebabkan rangsangan pada kandung kemih$ sehingga 4esica sering berkontraksi meskipun belum penuh. ?eadaan ini membuat sistem scoring untuk menentukan beratn a keluhan klinik penderita hipertropi prostat. *pabila 4esica menjadi dekompensasi$ akan terjadi retensi urine sehingga pada akhir miksi masih ditemukan sisa urine di dalam kandung kemih dan timbul rasa tidak tuntas pada akhir miksi. #ika keadaan ini berlanjut$ pada suatu saat akan terjadi kemacetan total$ sehingga penderita tidak mampu lagi miksi karena produksi urine terus terjadi maka pada suatu saat 4esika tidak mampu lagi menahan urine$ sehingga tekanan 4esika terus meningakat. *pabila tekanan 4esika menjadi lebih tinggi dari pada tekanan spincter dan obstruksi$ akan terjadi -nkotinensia Paradoks 8etensi kronik men ebabkan re!luks 4esicoureter$ hidroureter$ hidrone!rosis dan gagal ginjal. Proses kerusakan ginjal dipercepat bila ada in!eksi. Pada waktu miksi penderita harus selalu mengedan sehingga lama kelamaan men ebabkan hernia atau haemorhoid. ?arena selalu terdapat sisa urine dapat terbentuk batu endapan di dalam kandung kemih. )atu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuria. )atu tersebut dapat pula men ebabkan c stitis dan bila terjadi re!luks dapat terjadi p elone!ritis. *da = cara untuk mengukur besarn a hipertropi prostat$ aitu "a' rectal grading "b' clinical grading dan "c' intra urethra grading. 8ectal grading 8ecthal grading atau rectal toucher dilakukan dalam keadaan buli-buli kosong. ,ebab bila buli-buli penuh dapat terjadi kesalahan dalam penilaian. 5engan rectal toucher diperkirakan dengan beberapa cm prostat menonjol ke dalam lumen dan rectum. /enonjoln a prostat dapat ditentukan dalam grade. Pembagian grade sebagai berikut : 0 - 1 cmAAA.: @rade 0 1 7 2 cmAAA.: @rade 1 2 - = cmAAA.: @rade 2 = 7 . cmAAA.: @rade = Bebih . cmAA.: @rade . )iasan a pada grade = dan . batas dari prostat tidak dapat diraba karena benjolan masuk ke dalam ca4um rectum. 5engan menentukan rectal grading maka didapatkan kesan besar dan beratn a prostat dan juga penting untuk menentukan macam tindakan operasi ang akan dilakukan. )ila kecil "grade 1'$ maka terapi ang baik adalah +.<.8 "+rans <rethral 8esection' )ila prostat besar sekali "grade =-.' dapat dilakukan prostatektom terbuka

secara trans 4esical. 0linical grading Pada pengukuran ini ang menjadi patokan adalah ban akn a sisa urine. Pengukuran ini dilakukan dengan cara$ pagi hari pasien bangun tidur disuruh kemih sampai selesai$ kemudian dimasukkan catheter ke dalam kandung kemih untuk mengukur sisa urine. ,isa urine 0 ccAAAAAA.AA 1ormal ,isa urine 0 7 90 ccAAAAA.A @rade 1 ,isa urine 90 7 190 ccAAAAA. @rade 2 ,isa urine C190 ccAAAAAAA @rade = ,ama sekali tidak bisa kemihAA @rade . -ntra urethra grading <ntuk melihat seberapa jauh penonjolan lobus lateral ke dalam lumen urethra. Pengukuran ini harus dapat dilihat dengan penendoskop dan sudah menjadi bidang dari urolog ang spesi!ik. (!ek ang dapat terjadi akibat h pertropi prostat: +erhadap urethra )ila lobus medius membesar$ biasan a arah ke atas mengakibatkan urethra pars prostatika bertambah panjang$ dan oleh karena !iksasi ductus ejaculatorius maka perpanjangan akan berputar dan mengakibatkan sumbatan. +erhadap 4esica urinaria Pada 4esica urinaria akan didapatkan h pertropi otot sebagai akibat dari proses kompensasi$ dimana muscle !ibro menebal ini didapatkan bagian ang mengalami depresi "lekukan' ang disebut potensial di4ertikula. Pada proses ang lebih lama akan terjadi dekompensasi dari pada otot-otot ang h pertropi dan akibatn a terjadi atonia "tidak ada kekuatan' dari pada otot-otot tersebut. ?alau pembesaran terjadi pada medial lobus$ ini akan membentuk suatu post prostatika pouch$ ini adalah kantong ang terdapat pada kandung kemih dibelakang medial lobe. Post prostatika adalah sebagai sumber dari terbentukn a residual urine "urine ang tersisa' dan pada post prostatika pouch ini juga selalu didapati adan a batu-batu di kandung kemih. +erhadap ureter dan ginjal ?alau keadaan urethra 4esica 4al4e baik$ maka tekanan ke ekstra 4esikel tidak diteruskan ke atas$ tetapi bila 4al4e ini rusak maka tekanan diteruskan ke atas$ akibatn a otot-otot cal ces$ pel4is$ ureter sendiri mengalami hipertrop dan akan mengakibatkan hidrone!rosis dan akibat lanjut uremia. +erhadap se; organ /ula-mula libido meningkat$ teatapi akhirn a libido menurun. @ejala ?linik +erbagi . grade aitu : Pada grade 1 "congestic' 1.'/ula-mula pasien berbulan atau beberapa tahun susah kemih dan mulai mengedan. 2.'?alau miksi merasa puas. =.'<rine keluar menetes dan pancaran lemah. ..'1octuria 9.'<rine keluar malam hari lebih dari normal. D.'(reksi lebih lama dari normal dan libido lebih dari normal. 2.'Pada c toscop kelihatan h peremia dari ori!icium urethra interna. Bambat laun terjadi 4arices akhirn a bisa terjadi perdarahan "blooding' Pada grade 2 "residual'

8.')ila miksi terasa panas. &.'5 suri nocturi bertambah berat. 10.'+idak bisa buang air kecil "kemih tidak puas'. 11.')isa terjadi in!eksi karena sisa air kemih. 12.'+erjadi panas tinggi dan bisa menggigil. 1=.'1 eri pada daerah pinggang "menjalar ke ginjal'. Pada grade = "retensi urine' 1..'-schuria paradosal. 19.'-ncontinensia paradosal. Pada grade . 1D.'?andung kemih penuh. 12.'Penderita merasa kesakitan. 18.'*ir kemih menetes secara periodik ang disebut o4er !low incontinensia. 1&.'Pada pemeriksaan !isik aitu palpasi abdomen bawah untuk meraba ada tumor$ karena bendungan ang hebat. 20.'5engan adan a in!eksi penderita bisa menggigil dan panas tinggi sekitar .0 7 .10 0. 21.',elanjutn a penderita bisa koma. 5iagnostik test 5iagnosa klinik pembesaran prostat dapat ditegakkan dengan pemeriksaan sebagai berikut : a. *namnese ang baik b. Pemeriksaan !isik 5apat dilakukan dengan pemeriksaan rectal toucher$ dimana pada pembesaran prostat jinak akan teraba adan a massa pada dining depan rectum ang konsistensin a ken al$ ang kalau belum terlalu besar masih dapat dicapai batas atasn a dengan ujung jari$ sedang apabila batas atasn a sudah tidak teraba biasan a jaringan prostat sudah lebih dari D0 gr. c. Pemeriksaan sisa kemih d. Pemeriksaan ultra sonogra!i "<,@' 5apat dilakukan dari supra pubic atau transrectal "+rans 8ectal <ltra ,onogra!i :+8<,'. <ntuk keperluan klinik supra pubic cukup untuk memperkirakan besar dan anatomi prostat$ sedangkan +8<, biasan a diperlukan untuk mendeteksi keganasan. e. Pemeriksaan endoskop )ila pada pemeriksaan rectal toucher$ tidak terlalu menonjol tetapi gejala prostatismus sangat jelas atau untuk mengetahui besarn a prostat ang menonjol ke dalam lumen. !. Pemeriksaan radiologi 5engan pemeriksaan radiolog seperti !oto polos perut dan p elogra!i intra 4ena ang sering disebut ->P "-ntra >enous P elogra!i' dan )1E ")uich 1ier E4ersich'. Pada pemeriksaan lain pembesaran prostat dapat dilihat sebagai lesi de!ek irisan kontras pada dasar kandung kemih dan ujung distal ureter membelok ke atas berbentuk seperti mata kail/pancing "!isa hook appearance'. g. Pemeriksaan 0+- ,can dan /80omputed +omograph ,canning "0+-,can' dapat memberikan gambaran adan a pembesaran prostat$ sedangkan /agnetic 8esonance -maging "/8-' dapat memberikan gambaran prostat pada bidang trans4ersal maupun sagital pada berbagai bidang irisan$ namun pameriksaan ini jarang dilakukan karena mahal bia an a. h. Pemeriksaan sistogra!i 5ilakukan apabila pada anamnesis ditemukan hematuria atau pada pemeriksaan urine ditemukan mikrohematuria. pemeriksaan ini dapat memberi gambaran kemungkinan tumor di dalam kandung kemih atau sumber perdarahan dari atas apabila darah datang dari muara

ureter atau batu radiolusen di dalam 4esica. ,elain itu sistoscopi dapat juga memberi keterangan mengenai besar prostat dengan mengukur panjang urethra pars prostatica dan melihat penonjolan prostat ke dalam urethra. i. Pemeriksaan lain ,ecara spesi!ik untuk pemeriksaan pembesaran prostat jinak belum ada$ ang ada ialah pemeriksaan penanda adan a tumor untuk karsinoma prostat aitu pemeriksaan Prostatic ,pesi!ik *ntigen "P,*'$ angka penggal P,* ialah . nanogram/ml. 5iagnosa banding Eleh karena adan a proses miksi tergantung pada kekuatan kontraksi detrusor$ elastisitas leher kandung kemih dengan tonus ototn a dan resistensi urethra ang merupakan !aktor dalam kesulitan miksi. ?elemahan detrusor disebabkan oleh kelainan sara! "kandung kemih neurologik' misaln a : Besi medulla spinalis$ penggunaan obat penenang. ?ekakuan leher 4esica disebabkan oleh proses !ibrosis$ sedangkan resistensi urethra disebabkan oleh pembesaran prostat jinak atau ganas$ tumor di leher kandung kemih$ batu di urethra atau striktur urethra. Pengobatan ,etiap kesulitan miksi ang diakibatkan dari salah satu !aktor seperti berkurangn a kekuatan kontraksi detrusor atau menurun a elastisitas leher 4esica$ maka tindakan pengobatan ditujukan untuk mengurangi 4olume prostat$ mengurangi tonus leher 4esica atau membuka urethra pars prostatica dan menambah kekuatan kontraksi detrusor agar proses miksi menjadi mudah. Pengobatan untuk hipertrop prostat ada 2 macam : a.?onse4ati! b.Eperati! 5alam pengobatan ini dilakukan berdasarkan pembagian besarn a prostat$ aitu derajat 1 7 .. a.5erajat 5ilakukan pengobatan koser4ati!$ misaln a dengan !a3osin$ pra3oin dan tera3oin "untuk relaksasi otot polos'. b.5erajat --ndikasi untuk pembedahan. )iasan a dianjurkan resekesi endoskopik melalui urethra. c.5erajat --5iperkirakan prostat cukup besar dan untuk tindakan ang dilakukan aitu pembedahan terbuka melalui trans4esical$ retropubic atau perianal. d.5erajat -> /embebaskan penderita dari retensi urine total dengan memasang catheter$ untuk pemeriksaan lebih lanjut dalam pelaksanaan rencana pembedahan. ?onser4ati!. Pengobatan konser4ati! ini bertujuan untuk memperlambat pertumbuhan pembesaran prostat. +indakan dilakukan bila terapi operasi tidak dapat dilakukan$ misaln a : menolak operasi atau adan a kontra indikasi untuk operasi. +indakan terapi konser4ati! aitu : a./engusahakan agar prostat tidak mendadak membesar karena adan a in!eksi sekunder dengan pemberian antibiotika. b.)ila retensi urine dilakukan catheterisasi. Eperati! Pembedahan merupakan pengobatan utama pada hipertropi prostat benigna ")PH'$ pada waktu pembedahan kelenjar prostat diangkat utuh dan jaringan so!t tissue ang mengalami

pembesaran diangkat melalui . cara aitu "a' transurethral "b' suprapubic "c' retropubic dan "d' perineal. +ransurethral. 5ilaksanakan bila pembesaran terjadi pada lobus medial ang langsung mengelilingi urethra. #aringan ang direseksi han a sedikit sehingga tidak terjadi perdarahan dan waktu pembedahan tidak terlalu lama. 8ectoscope disambungkan dengan arus listrik lalu di masukkan ke dalam urethra.?andung kemih di bilas terus menerus selama prosedur berjalan.Pasien mendapat alat untuk masa terhadap shock listrik dengan lempeng logam ang di beri pelumas di tempatkan pada bawah paha.?epingan jaringan ang halus di buang dengan irisan dan tempat-tempat perdarahan di tutup dengan cauter. ,etelah +<8P di pasang catheter :ole tiga saluran ang di lengkapi balon =0 ml.,etelah balon catheter di kembangkan$ catheter di tarik ke bawah sehingga balon berada pada !osa prostat ang bekerja sebagai hemostat.<kuran catheter ang besar di pasang untuk memperlancar pengeluaran gumpalan darah dari kandung kemih. ?andung kemih diirigasi terus dengan alat tetesan tiga jalur dengan garam !isiologisatau larutan lain ang di pakai oleh ahli bedah.+ujuan dari irigasi konstan ialah untuk membebaskan kandung kemih dari ekuan darah ang men umbat aliran kemih.-rigasi kandung kemih ang konstan di hentikan setelah 2. jam bila tidak keluar bekuan dari kandung kemih.?emudian catheter bisa dibilas biasa tiap . jam sekali sampai catheter di angkat biasan a = sampai 9 hari setelah operasi.,etelah catheter di angkat pasien harus mengukur jumlah urine dan waktu tiap kali berkemih. ,uprapubic Prostatectom . /etode operasi terbuka$ reseksi supra pubic kelenjar prostat diangkat dari urethra lewat kandung kemih. 8etropubic Prostatectom Pada prostatectom retropubic dibuat insisi pada abdominal bawah tapi kandung kemih tidak dibuka. Perianal prostatectom . 5ilakukan pada dugaan kanker prostat$ insisi dibuat diantara scrotum dan rectum. ?omplikasi a.Perdarahan b.-nkotinensia c.)atu kandung kemih d.8etensi urine e.-mpotensi !.(pididimitis g.Haemorhoid$ hernia$ prolaps rectum akibat mengedan h.-n!eksi saluran kemih disebabkan karena catheterisasi i.H drone!rosis Hal-hal ang harus dilakukan pada pasien setelah pulang dari rumah sakit adalah F latihan berat$ mengangkat berat dan se;ual intercourse dihindari selama = minggu setelah dirumah. +idak boleh membawa kendaraan. /engedan pada saat de!ekasi harus dihindari$ !aeces harus lembek kalau perlu pemberian obat untuk melembekkan !aeces. /enganjurkan ban ak minum untuk mencegah statis dan in!eksi dan membuat !aeces lembek. ?onsep 5asar *suhan ?eperawatan

*suhan keperawatan pasien dengan hipertropi prostat melalui pendekatan proses keperawatan ang terdiri dari pengkajian keperawatan$ perencanaan keperawatan$ pelaksanaan dan e4aluasi keperawatan. Pengkajian ?eperawatan Pengumpulan data 5ata dasar ang berhubungan dengan post operasi hipertropi prostat. /engelompokkan data merupakan langkah ang dilakukan setelah mengadakan pengumpulan data ang diperoleh sebagai berikut : 1 eri pada daerah tindakan operasi. Pusing. Perubahan !rekuensi berkemih. <rgensi. 5 suria :latus negati!. Buka tindakan operasi pada daerah prostat. 8etensi$ kandung kemih penuh. -nkontinensia )ibir kering. Puasa. )ising usus negati!. (kspresi wajah meringis. Pemasangan catheter tetap. @elisah. -n!ormasi kurang. <rine berwarna kemerahan. 5iagnosa keperawatan 5iagnosa keperawatan disusun menurut prioritas masalah pada pasien post operasi hipertropi prostat$ adalah sebagai berikut : Perubahan eliminasi urine berhubungan obstruksi mekanikal : bekuan darah$ oedema$ trauma$ prosedur bedah$ tekanan dan iritasi catheter/balon. 8esiko terjadi kekurangan 4olume cairan berhubungan dengan area bedah 4askuler : kesulitan mengontrol perdarahan. 8esiko in!eksi berhubungan dengan prosedur in4asi4e : alat selama pembedahan$ catheter$ irigasi kandung kemih sering$ trauma jaringan$ insisi bedah. @angguan rasa n aman : n eri berhubungan dengan iritasi mukosa kandung kemih : re!leks spasme otot sehubungan dengan prosedur bedah dan / tekanan dari balon kandung kemih. 8esiko terjadi dis!ungsi seksual berhubungan dengan situasi krisis "inkontinensia$ kebocoran urine setelah pengangkatan catheter$ keterlibatan area genital'. *n;ietas berhubungan dengan kurangn a pengetahuan$ salah interpretasi in!ormasi$ tidak mengenal sumber in!ormasi. Perencanaan ?eperawatan Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan obstruksi mekanikal : bekuan darah$ oedema$ trauma$ prosedur bedah$ tekanan dan irigasi catheter/balon$ ditandai dengan : 1 eri pada daerah tindakan operasi. Perubahan !rekuensi berkemih. <rgensi. 5 suria. Pemasangan catheter tetap.

*dan a luka tindakan operasi pada daerah prostat. <rine berwarna kemerahan. +ujuan : ?lien mengatakan tidak ada keluhan$ dengan kriteria : 0atheter tetap paten pada tempatnt a. +idak ada sumbatan aliran darah melalui catheter. )erkemih tanpa aliran berlebihan. +idak terjadi retensi pada saat irigasi. -nter4ensi : ?aji haluaran urine dan sistem catheter/drainase$ khususn a selama irigasi kandung kemih. 8asional : 8etensi dapat terjadi karena edema area bedah$ bekuan darah dan spasme kandung kemih. Perhatikan waktu$ jumlah berkemih dan ukuran aliran setelah catheter dilepas. 8asional : 0atheter biasan a dilepas 2 7 9 hari setelah bedah$ tetapi berkemih dapat berlanjut menjadi masalah untuk beberapa waktu karena edema urethral dan kehilangan tonus. 5orong klien untuk berkemih bila terasa dorongan tetapi tidak lebih dari 2 7 . jam. 8asional : )erkemih dengan dorongan dapat mencegah retensi$ urine. ?eterbatasan berkemih untuk tiap . jam "bila ditoleransi' meningkatkan tonus kandung kemih dan membantu latihan ulang kandung kemih. <kur 4olume residu bila ada catheter supra pubic. 8asional : /engawasi kee!ekti!an kandung kemih untuk kosong. 8esidu lebih dari 90 ml menunjukkan perlun a kontinuitas catheter sampai tonus otot kandung kemih membaik. 5orong pemasukan cairan =000 ml sesuai toleransi. 8asional : /empertahankan hidrasi adekuat dan per!usi ginjal untuk aliran urine. ?olaborasi medis untuk irigasi kandung kemih sesuai indikasi pada periode pasca operasi dini. 8asional : /encuci kandung kemih dari bekuan darah dan untuk mempertahankan patensi catheter/aliran urine. 8esiko terjadi kekurangan 4olume cairan berhubungan dengan area bedah 4askuler : kesulitan mengontrol perdarahan$ ditandai dengan : Pusing. :latus negati!. )ibir kering. Puasa. )ising usus negati!. <rine berwarna kemerahan. +ujuan : +idak terjadi kekurangan 4olume cairan$ dengan kriteria : +anda-tanda 4ital normal. 1adi peri!er teraba. Pengisian kapiler baik. /embran mukosa baik. Haluaran urine tepat. -nter4ensi : )enamkan catheter$ hindari manipulasi berlenihan.

8asional : Penarikan/gerakan catheter dapat men ebabkan perdarahan atau pembentukan bekuan darah. *wasi pemasukan dan pengeluaran cairan. 8asional : -ndicator keseimbangan cairan dan kebutuhan penggantian. Pada irigasi kandung kemih$ awasi perkiraan kehilangan darah dan secara akurat mengkaji haluaran urine. (4aluasi warna$ komsistensi urine. 8asional : <ntuk mengindikasikan adan a perdarahan. *wasi tanda-tanda 4ital 8asional : 5ehidrasi/hipo4olemia memerlukan inter4ensi cepat untuk mencegah berlanjut ke s ok. Hipertensi$ bradikardi$ mual/muntah menunjukkan sindrom +<8P$ memerlukan inter4ensi medik segera. ?olaborasi untuk pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi "Hb/Ht$ jumlah sel darah merah' 8asional : )erguna dalam e4aluasi kehilangan darah/kebutuhan penggantian. 8esiko in!eksi berhubungan dengan prosedur pembedahan$ catheter$ irigasi kandung kemih sering$ trauma jaringan$ insisi bedah$ ditandai dengan : 1 eri daerah tindakan operasi. 5 suria. Buka tindakan operasi pada daerah prostat. Pemasangan catheter tetap. +ujuan : /enunjukkan tidak tampak tanda-tanda in!eksi$ dengan kriteria : +idak tampak tanda-tanda in!eksi. -nkontinensia tidak terjadi. Buka tindakan bedah cepat kering. -nter4ensi : )erikan perawatan catheter tetap secara steril. 8asional : /encegah pemasukan bakteri dan in!eksi/cross in!eksi. *mbulasi kantung drainase dependen. 8asional : /enghindari re!leks balik urine$ ang dapat memasukkan bakteri ke kandung kemih. *wasi tanda-tanda 4ital. 8asional : ?lien ang mengalami +<8 beresiko untuk s ok bedah/septic sehubungan dengan instrumentasi. @anti balutan dengan sering$ pembersihan dan pengeringan kulit sepanjang waktu. 8asional : )alutan basah dapat men ebabkan iritasi$ dan memberikan media untuk pertumbuhan bakteri$ peningkatan resiko in!eksi. ?olaborasi medis untuk pemberian golongan obat antibiotika. 8asional : 5apat membunuh kuman patogen pen ebab in!eksi. @angguan rasa n aman F n eri berhubungan dengan iritasi mukosa kandung kemih : re!leks spasme otot berhubungan dengan prosedur bedah dan/tekanan dari balon kandung kemih$

ditandai dengan : 1 eri pada daerah tindakan operasi. Buka tindakan operasi. (kspresi wajah meringis. 8etensi urine$ sehingga kandung kemih penuh. -nter4ensi : ?aji tingkat n eri. 8asional : /engetahui tingkat n eri ang dirasakan klien dan memudahkan kita dalam memberikan tindakan. Pertahankan posisi catheter dan sistem drainase. 8asional : /empertahankan !ungsi catheter dan sistem drainase$ menurunkan resiko distensi/spasme kandung kemih. *jarkan tekhnik relaksasi. 8asional : /erileksasikan otot-otot sehingga supla darah ke jaringan terpenuhi/adekuat$ sehingga n eri berkurang. )erikan rendam duduk bila diindikasikan. 8asional : /eningkatkan per!usi jaringan dan perbaikan edema dan meningkatkan pen embuhan. ?olaborasi medis untuk pemberian anti spasmodic dan analgetika. 8asional : @olongan obat anti spasmodic dapat merilekskan otot polos$ untuk memberikan/menurunkan spasme dan n eri. @olongan obat analgetik dapat menghambat reseptor n eri sehingga tidak diteruskan ke otak dan n eri tidak dirasakan. 8esiko terjadi dis!ungsi seksual berhubungan dengan situasi krisis "inkontinensia$ kebocoran urine setelah pengangkatan catheter$ keterlibatan area genital' ditandai dengan : +indakan pembedahan kelenjar prostat. +ujuan : :ungsi seksual dapat dipertahankan$ kriteria : Pasien dapat mendiskusikan perasaann a tentang seksualitas dengan orang terdekat. -nter4ensi : )erikan in!ormasi tentang harapan kembalin a !ungsi seksual. 8asional : -mpotensi !isiologis : terjadi bila sara! perineal dipotong selama prosedur bedah radikal F pada pendekatan lain$ akti!itas seksual dapat dilakukan seperti biasa dalam D 7 8 minggu. 5iskusikan dasar anatomi. 8asional : ,ara! pleksus mengontrol aliran secara posterior ke prostat melalui kapsul. Pada prosedur ang tidak melibatkan kapsul prostat$ impoten dan sterilitas biasan a tidak terjadi. -nstruksikan latihan perineal. 8asional : /eningkatkan peningkatan kontrol otot kontinensia urine dan !ungsi seksual. ?olaborasi ke penasehat seksualitas/seksologi sesuai indikasi. 8asional : <ntuk memerlukan inter4ensi pro!essional selanjutn a. *n;ietas berhubungan dengan kurangn a pengetahuan$ salah interpretasi in!ormasi$ tidak

mengenal sumber in!ormasi$ ditandai dengan : @elisah. -n!ormasi kurang +ujuan : ?lien mengungkapkan an;ietas teratasi$ dengan kriteria : ?lien tidak gelisah. +ampak rileks -nter4ensi : ?aji tingkat an;ietas. 8asional : /engetahui tingkat an;ietas ang dialami klien$ sehingga memudahkan dalam memberikan tindakan selanjutn a. Ebser4asi tanda-tanda 4ital. 8asional : -ndikator dalam mengetahui peningkatan an;ietas ang dialami klien. )erikan in!ormasi ang jelas tentang prosedur tindakan ang akan dilakukan. 8asional : /engerti/memahami proses pen akit dan tindakan ang diberikan. )erikan support melalui pendekatan spiritual. 8asional : *gar klien mempun ai semangat dan tidak putus asa dalam menjalankan pengobatan untuk pen embuhan Pelaksanaan *suhan ?eperawatan. Pada langkah ini$ perawat memberikan asuhan keperawatan$ ang pelaksanaann a berdasarkan rencana keperawatan ang telah disesuaikan pada langkah sebelumn a "perencanaan tindakan keperawatan'. (4aluasi ?eperawatan. *suhan keperawatan dalam bentuk perubahan prilaku pasien merupakan !ocus dari e4aluasi tujuan$ maka hasil e4aluasi keperawatan dengan post operasi hipertropi prostat adalah sebagai berikut : Pola eliminasi urine dapat normal. ?riteria hasil : /enunjukkan prilaku untuk mengendalikan re!leks kandung kemih. Pengosongan kandung kemih tanpa adan a penekanan/distensi kandung kemih/retensi urine. +erpenuhin a kebutuhan cairan. ?riteria hasil : +anda-tanda 4ital normal 1adi peri!er baik/teraba. Pengisian kapiler baik. /embran mukosa lembab. Haluaran urine tepat. /encegah terjadin a in!eksi. ?riteria hasil : +ercapain a pen embuhan dan tidak menunjukkan tanda-tanda in!eksi. /elaporkan n eri hilang/terkontrol. ?riteria hasil : /enunjukkan keterampilan penggunaan relaksasi dan akti!itas terapeutik sesuai indikasi dan situasi indi4idu.

+ampak rileks. :ungsi seksual dapat dipertahankan. ?riteria hasil : /en atakan pemahaman situasi indi4idual /enunjukkan keterampilan pemecahan masalah. ?lien mengerti/memahami tentang pen akitn a. ?riteria hasil : )erpartisipasi dalam program pengobatan. /elakukan perubahan prilaku ang perlu. /elakukan dengan benar prosedur ang perlu dan menjelaskan alasan tindakan. ,umber: 1.)asuki ) Purnomo$ 2000$ 5asar-5asar <rologi$ Perpustakaan 1asional 8-$ ?atalog 5alam +erbitan "?+5'$ #akarta. 2.5oenges$ /aril nn ($ 1&&&$ 8encana *suhan ?eperawatan 7 Pedoman <ntuk Perencanaan 5an Pendokumentasian Perawatan Pasien$ *lih )ahasa : - /ade ?ariasa$ 1i /ade ,umarwati$ (ditor : /onica (ster$ Gasmin *sih$ (disi : ?etiga$ (@0 F #akarta$. =.@u ton$ *rthur 0$ 1&&2$ )uku *jar :isiologi ?edokteran$ (ditor$ -rawati. ,$ (disi : &$ (@0 F #akarta. ..?umpulan ?uliah$ 2001$ /odul *suhan ?eperawatan Pada ?lien 5engan @angguan ,istem Perkemihan$ /akassar.

Bebih lengkap disini: *,?(P H-P(8+8EP- P8E,+*+ H kumpulan askep askeb H download ?+- ,kripsi H asuhan keperawatan kebidanan http://terselubung.c3.cc/ http://www.askep-askeb.c3.cc/2010/01/askep-hipertropi-prostat.html