Anda di halaman 1dari 30

Product pada Marketing Mix

Kelompok 1
o Dhiny Sartika L. 25010112130141 o Natasya Dwi F. 25010112140142 o Sarah Khalda 25010112130143 o Rogo Sukmo 25010112130144 o Mutia Rizqa F. 25010112140145 o Dewi Mustikawati 25010112130146 o Putri Budiastuti 25010112130147 o Amalia Safira K. 25010112110148 o Nirmala Herlani 25010112130149 o Rahmadayanti 25010112140150

Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari
empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. (Swasta & Irawan, 1999).

Product
Produk adalah kombinasi benda atau jasa dari perusahaan yang ditawarkan ke target pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan (Kotler & Amstrong).

TINGKATAN PRODUK
1. Tingkat dasar adalah core benefit yaitu manfaat dasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan. Manfaat dasar yang dibeli pelanggan sebuah hotel adalah kesempatan untuk tidur dan istirahat.

2. Kemudian pemasar harus merubah manfaat utama menjadi produk generik (generic product), yaitu versi dasar dari produk tersebut. Sebuah hotel produk generiknya berupa sarana fisik seperti gedung, tempat tidur, kamar mandi

3. Pada tingkat tiga pemasar mempersiapkan produk yang diharapkan (expected product) yaitu persyaratan yang biasanya diharapkan dan disetujui pembeli ketika membeli produk itu.

4. Pada tingkat keempat pemasar mempersiapkan produk tambahan (augmented product) yaitu meliputi tambahan jasa dan manfaat yang akan membedakannnya dari produk pesaing.

5. Tingkat kelima adalah produk potensial (potential product) yaitu semua tambahan dan perubahan yang mungkin didapat produk tersebut dimasa mendatang

ATRIBUT PRODUK
Menurut Fandy Tjiptono (1999) atribut produk meliputi variasi produk, kualitas, design, fitur, merek, kemasan, layanan, jaminan, label, harga.

Variasi Produk
Bauran produk (disebut juga variasi
produk) merupakan satu set produk dan unit produk yang ditawarkan penjual bagi pembeli

Kualitas
Kualitas adalah keseluruhan sifat serta ciri dari suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersurat (Philip Kotler, 1998)

Design
Desain atau bentuk produk merupakan atribut yang sangat penting untuk mempengaruhi konsumen agar mereka tertarik dan kemudian membelinya (Indrio Gito, 2000)

Warna
Warna merupakan elemen penting dalam desain grafis yang memiliki pengaruh besar terhadap penglihatan audiens

Merek
Merek adalah nama, simbol atau lambang, istilah, desain yang diharapkan dapat memberikan identitas dan deferensi terhadap produk pesaing.

Kemasan
. Kemasan adalah proses yang berkaitan dengan perancangan pembuatan wadah atau pembungkus untuk suatu produk

Labeling
Labeling adalah bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual. Sebuah label juga merupakan bagian dari kemasan, dan kemasan merupakan bagian dari etiket produk.

Layanan pelengkap
Layanan pelengkap terdiri dari informasi, konsultasi, order taking (pemesanan), hospitaliti (pelayanan), care taking (perhatian pada barang bawaan dan belanjaan), exceptions (permintaan khusus), billing (pengajuan rekening), dan pembayaran (Fandy Tjiptono, 1999).

Jaminan
Jaminan adalah janji yang merupakan kewajiban produsen atas produknya kepada konsumen.

Harga
Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya (Basu Swastha, 1990)

DAUR HIDUP PRODUK


1. Introduction/perkenalan Barang dipasarkan dalam jumlah besar dengan volume penjualan yang umumnya masih relatif kecil. Pada masa ini biaya yang dikeluarkan untuk iklan dan promosi tinggi. Distribusi barang masih terbatas dan laba masih rendah sering-sering masih merugi.

2. Growth/pertumbuhan Permintaan akan produk meningkat pesat, karena produk sudah dikenal masyarakat. Oleh karena itu perusahaan perlu meningkatkan brand loyalty. Promosi maupun iklan tidak perlu seagresif pada masa perkenalan. Pesaing yang memproduksi barang yang hampir sama mulai masuk pasar.

3. Maturity/kedewasaan Penjualan produk sampai pada puncaknya. Pertumbuhan penjualan mulai berkurang bahkan mengalami kemandegan. Konsumen sudah semakin pandai. Persaingan sudah sangat ketat, banyak perusahaan sejenis yang beroperasi. Laba sudah optimal.

4. Decline/penurunan Pada tahap ini masyarakat mulai menolak kehadiran barang (tidak mau membeli), sehingga penjualan anjlok pertumbuhan penjualan cenderung menurun. walaupun sudah dilakukan iklan dan promosi yang besar. Laba usaha mulai berkurang. Pada saat ini perusahaan harus menggantikan produknya dengan produk baru.

KLASIFIKASI PRODUK
Pemasar biasanya mengklasifikasikan produk berdasarkan karakteristik produknya. Menurut daya tahannya produk dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok : 1. Barang habis pakai, yaitu barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Misalnya sabun, garam, gula dsb

2. Barang tahan lama yaitu barang berwujud yang biasanya tidak habis setelah banyak digunakan misalnya kulkas, ac, tv dsb. 3. Jasa yaitu kegiatan, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual misalnya salon, bengkel dsb.

Berdasarkan kebiasaan belanja konsumen : 1. Convenience Goods yaitu barang yang mudah dipakai, membeli disembarang tempat pada setiap waktu. Misalnya : sabun, gula, dll.

2. Shopping Goods yaitu barang yang harus dibeli dengan mempertimbangkan segala karakteristik untuk melihat kecocokannya, mutu, harga, model. Misal perabotan RT, pakaian dll.

3. Specialty Goods yaitu barang yang memiliki karakteristik unik dan atau identifikasi merk tertentu. Misalnya Barang-barang mewah, pakaian mewah dll. 4. Unsought Goods yaitu barang yang tidak diketahui pembeli atau diketahui tetapi mereka tidak berfikir untuk membelinya. Misalnya peti mati, batu nisan dll.

TERIMA KASIH